Siapa Bilang Kaum Munafik Bukan Sahabat Nabi Saw.?!

Sekali lagi Anda saya ajak melihat dari dekat kerancuan konsep keadilan seluruh sahabat yang menjadi andalan Mazhab Sunni dalam mempertahankan berbagai doktrinnya di samping kerancuan dan celah yang sudah saya sebutkan dalam beberapa artikel sebelumnya. Baca selebihnya »

Gila!! Para Sahabat Menuduh Nabi saw. Mencuri Selimut Bekas!

Tidak ringan gangguan yang dihadapi Nabi saw. dari para sahabat beliau…. Beliau tidak hanya dituduh berlaku tidak adil dalam pembagian ghanîmah/pampasan perang, seperti yang disebutkan dalam beberapa riwayat yang dishahihkan para muhaddis Sunni. Kini gangguan itu jauh lebih berat dan keji… Sebagian sahabat menuduh Nabi saw. telah berkhianat dengan mencuri selembar selimut bekas berwarna merah yang menjadi ghanîmah, sehingga Allah “terpaksa” menurunkan ayat membela nabi-Nya dari tuduhan murahan sebagai sahabat itu. Baca selebihnya »

Aneh, Sahabat Anshar Kok Munafik?!

Sebuah Renungan Terhadap Konsep Keadilan Sahabat

Diantara doktrin yang tak henti-hentinya ditalqinkan oleh jumhûr penganut mazhab Ahlusunnah, khususnya yang Sunni Plus/Nashîbi (Ekstrimis Wahhâbi/Salafi) adalah bahwa seluruh sahabat[1] Nabi saw. adalah bersifat ‘Udûl (baik, tidak mungkin jahat dan menyengaja melanggar syari’at tanpa dasar). Dan barang siapa yang meragukan doktrin ini akan berhadapan dengan Pasukan Pembela Sahabat yang siap meluncurkan edisi fatwa terekstrim: Zindiq, Kafir dll! Baca selebihnya »

Ali ibn Abi Tbalib ra. Neraca Untuk Mengenal Kekasih Allah Dari Musuh-Nya (2)

Imam Ali as. Penentu Surga Dan Neraka

Dalam banya hadis, Nabi saw. bersabda bahwa Ali ibn Abi Thalib as. adalah pemilah antara penghuni surga dan neraka. Allah SWT akan memberi kehormatan bagi Imam Ali as. untuk melakukan prosesi pemilahan antara penghuni surga dan penghuni neraka. Ali as. akan mengatakan kepada surga, ‘Orang-orang ini adalah bagianmu.’ Dan berkata kepada neraka, ‘Orang-orang itu bagianmu.’ Baca selebihnya »

Imam Ahmad ibn Hanbal: Yazid Adalah Hamba Terlaknat Dalam Al Qur’an!

Banyak anggapan keliru beredar bahwa ulama Ahlusunnah semuanya memuja Yazid dan membelanya dari semua kejahatan yang ia lakukan terhadap umat Islam secara umum dan Keluarga suci Nabi secara khususnya. Akan tetapi anggapan itu adalah salah, tidak sedikit ulama dan para imam Ahlusunnah yang tegas-tegas mengecam Yazid, bahkan melaknatinya. Hanya kaum nawâshib yang menyelinab di tengah-tengah kaum Sunni sajalah yang berterang-terangan membela Yazid.

Di antara  ulama Sunni yang mengecam dan mengatakan bahwa Yazid adalah hamba terlaknat dalam Al Qur’an dan ia juga melaknati Yazid adalah Imam Ahmad seorang imam besar Ahlusunnah, yang namanya juga sering disebut-sebut oleh kaum Salafy baik yang Nawâshib maupun yang netral!

Di bawah ini akan kami sebutkan penukilan Imam Sibthu Ibn Jauzi yang mengutip sikap Imam Ahmad ibn Hanbal.

Baca selebihnya »

Nabi Muhammad Saw. Penggagas Ritual Ratapan Atas Kesyahidan Imam Husain As.

Setiap kali bulan Muharram tiba, para pecinta Rasulullah saw. dan pengikut setia Ahlulbait as. di seluruh penjuru dunia memperingati kesyahidan Imam Husain as.; cucu terkasih Nabi Muhammad saw. Mereka meperingatinya dengan membaca kembali sejarah tragedi Karbala yang sangat memilukan dan menyayat hati setiap yang orang yang memliki nurani sehat… Mereka mencucurkan air mata kesedihan, meratapi kesyahidan Imam Husain as. dan kekejaman yang dilakukan oleh pasukan munafik yang biadab terhadap keluarga dan keturunan Nabi saw.! Baca selebihnya »

Ali ibn Abi Tbalib ra. Neraca Untuk Mengenal Kekasih Allah Dari Musuh-musuh-Nya (1)

Mencintai Allah SWT dan dicintai Allah adalah cita-cita setiap hamba berakal dan sehat fitrahnya. Keduanya saling terkait. Kecintaan hamba kepada Allah SWT akan menjadikannya dicintai Allah.

Kecintaan hamba kepada Allah SWT. meniscayakannya lebih mengutamakan Tuhan dalam segala urusan atas segala sesuatu selain-Nya, baik yang terkait dengan diri, harta, kedudukan, keluarga dll. Dalam hal cinta ia tidak akan memberikannya melainkan hanya untuk Allah dan hamba-hamba yang Allah perintahkan untuk dicintai… Ia tidak memberikan cintanya kepada musuh-musuh Allah! Dalam hal amal, ia tidak mengerjakan selain apa yang Alllah cintai dan ridhai. Baca selebihnya »

Keutamaan Imam Hasan Dan Imam Husain Dalam Sabda Nabi saw.

Banyak sekali hadis keutamaan dua cucu tercinta Rasulullah saw. yang beliau sabdakan. Hadis-hadis keutamaan itu selain menjelaskan maqam dan kemuliaan kedua cucu tercinta beliau itu, ia juga menetapkan sederatan konsekuensi yang harus dipatuhi oleh setiap Mukmin yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya…. Di antara konsekuensi itu adalah keharusan mencintai mereka, membela mereka dengan segala bentuk pembelaan, mencintai yang mencintai mereka dan memusuhi yang memusuhi mereka. Baca selebihnya »

Subhanallâh, Ternyata Nabi saw. Juga Melaknat Sahabatnya!

Kenyataan pahit yang memporak-porandakan doqma keadilan sahabat yang menjadi tonggak doktrin mazhab Sunni adalah kenyataan bahwa ternyata Nabi saw. tidak jarang melaknati dan bersikap marah kepada para sahabat beliau. Tentunya yang membangkang dan menentang! Baca selebihnya »

Astaghfirulâh, Sahabat Mengancam Nabi saw. Dengan Mau Menikahi Istri Tercintanya!

Tiada seorang nabi yang diganggu kaumnya seperti Nabi Muhammad saw. diganggu kaumnya!

Dan tiada nabi yang lebih sabar  dari Nabi Muhammad saw. dalam menghadapi gangguan kaumnya, baik yang kafir maupun yang munafik atau yang lemah imannya!

Serta tiada dosa melebihi dosa mengganggu Allah dan Rasul-Nya! Allah melaknat dan mencampakkan ke dalam siksa pedih-Nya sesiapa yangberani-berani mengganggu rasul-Nya!

Allah SWT. berfirman:

إِنَّ الَّذينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَ رَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيا وَ الْآخِرَةِ وَ أَعَدَّ لَهُمْ عَذاباً مُهيناً.

“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (QS. al Ahzâb[33] ;57) Baca selebihnya »

Astaghfirullah, Ahlusunnah Menvonis Sahabat Murtad Massal Sepeninggal Nabi saw.!

Musuh-musuh Ahlulbait as. dan Syi’ah (pengikut setia) mereka tak henti-hentinya menaburkan fitnah beracun untuk memecah belah wahdatul Islam wal Muslimin/keutuhan Islam dan kesatuan barisan kaum Muslimin. Demi menyukseskan proyek besar musuh-musuh Islam, berbagai cara licik mereka tempuh agar terjadi benturan antara dua puak besar kaum Muslimin yaitu Ahlusunnah dan Syi’ah! Tuduhan demi tuduhan palsu tak henti-hentikinya mereka sebar-luaskan, mulai dari menuduh Syi’ah memiliki Al Qur’an sendiri dan tidak meyakini Al Qur’an kaum Muslimin hingga menuduh bahwa Syi’ah mengafirkan seluruh sahabat Nabi saw. kecuali segelintir saja dari mereka! Untuk melengkapi tuduhan palsu semacam itu tidak jarang riwayat-riwayat tertentu mereka pelintir kandungannya atau bahkan teksnya mereka modifikasi agar mendukung kesimpulan mereka. Baca selebihnya »

Bid’ah Puasa Asyurâ’; Usaha Licik Memerangi Ahlulbait as.!

Banyak cara ditempuh untuk mengubur hasil perjuangan Imam Husain as. di padang Karbala’ demi menegakkan agama datuknya; Rasulullah saw. dan membongkar kedok kepalsuan, kemunafikan dan kekafiran rezim Bani Umayyah yang dilakonkan oleh sosok Yazid yang bejat lagi munafik…

Banyak cara licik ditempuh, mulai dari menutup-nutupi kejahatan Yazid dan menampilkannnya sebagai seorang Khalifah yang adil dan bertanggung jawab akan perjalanan Risalah Allah, atau mencarikan uzur dan pembelaan atas apa yang dilakukannnya terhadap Imam Husain dan keluarga suci Nabi saw., terhadap penduduk kota suci Madinah yang ia perintahkan pasukannya agar menebar kekejaman yang tak tertandingi dalam sejarah Islam, membantai penduduknya, dan memperkosa gadis dan wanita; putri-putri para sahabat Anshar  -khususnya- dll. hingga membuat-buat kepalsuan atas nama agama tentang keagungan hari Asyûrâ’ dan keutamaan berpuasa di dalamnya.

Dalam kesempatan ini kami akan batasi kajian kali ini hanya pada kepalsuan keutamaan puasa Asyûrâ’.

Baca selebihnya »

Imam Bukhari dan Perawi Pencaci-Maki Sahabat Nabi saw.!! (3)

Gembong munafik lain yang dibanggakan riwayatnya oleh Bukhari dan para ulama hadis Sunni lainnya adalah‘Imrân ibn Haththân.

4) Imrân ibn Haththân -Gembong Kaum Khawârij-.

‘Imrân ibn Haththân. Nama lengkapnya adalah ‘Imrân ibn Haththân ibn Dhabyân al Bashri (w.84H). karenanya sebagian ulama Sunni, seperti Ibnu Hajar harus membelanya dengan segala cara dan dengan segala resiko yang mungkin menimpa dunia hadis Sunni, walaupun dengan menjungkir balikkan norma-norma keagamaan dan menelantarkan kaidah-kaidah yang mereka bvangun sendiri! Baca selebihnya »

Tafsir Salaf Shaleh dan Kaum Salafiyah (2)

Di antara ayat yang juga mendapat perhatian dari para Salaf Shaleh adalah ayat Ikmâluddîn yang menegaskan bahwa Allah telah menyempurnakan agama-Nya, melengkapi nikmat-Nya dan meridhai Islam sebagai agama-Nya. Perhatian Salaf Shaleh meliputi; kapan dan dalam peristiwa apa ayat itu turun, dan faktor apa yang menyebabkan disempurnakannya agama Allah SWT? Baca selebihnya »

Imam Bukhari dan Perawi Pencaci-Maki Sahabat Nabi saw.!! (2)

Seperti Anda telah saksikan data-data dua perawi munafik yang membenci Imam Ali as. namun demikian keduanya tetap menjadi tempat kepercayaan Bukhari dalam meriwayatkan hadis-hadis Nabi Muhammad saw…. Kini pembaca kami ajak mengenali perawi kebanggaan Bukhari lainnya, yang tidak kalah munafiknya di banding dengan dua parawi sebelumnya. Di adalah: Baca selebihnya »