Wahhabi Menggugat Syi’ah (6)

Apakah Penyebutan Kata Cinta dan Benci Mempengaruhi Pemaknaan Hadis Ghadir Untk Arti Imamah?

Dalam anggapan sebagian orang, khususnya sebagian penulis Wahhabi bahwa penyebutan kalimat akhir dalam hadis Ghadir: اللّهم والِ من والاه وعادِ من عاداه… adalah kendala serius dalam memaknai hadis Ghadir dengan arti imamah/kepemimpinan tertinggi Ali as. atas umat Islam sepeninggal Nabi saw. Read more »

Wahhabi Menggugat Syi’ah (5)

Beberapa Bukti Pendukung Makna Hadis Ghadir Adalah Imamah!

Hadis Ghadir Dengan Redaksi: مَن كنت أوْلى به

Bukti lain yang mendukung penafsiran kata maulâ dengan arti: أوْلى / yang lebih berhak adalah adanya riwayat hadis Ghadir Khum dalam beberapa sumber terpercaya dengan redaksi: : مَن كنت أوْلى به. Dan hadis-hadis itu saling menafsirkan satu dengan lainnya. Read more »

Kuliah 9:Sû’ul Khuluq

Kuliah 9:

Sû’ul Khuluq[1]

Wahai saudaraku yang mulia, jauhilah perangan buruk, sebab ia akan emenjauhkanmu dari Sang Maha Pencipta dan juga dari makhluk-Nya[2]. Orang yang berperangai buruk akan senantiasa hidup dalam ketersiksaan[3]. Ia bak tawanan musuhnya yang tiada akan pernah lepas kemanapun ia berada.[4] Read more »

Kaum Nawâshib Memberantas Hadis Keutmaan Imam Ali as. (I)

Selamanya kaum munafik tidak akan pernah mencintai Imam Ali as…. semua upaya mereka hanya akan tercurah pada bagaimana mereka dapat melampiaskan kedengkian dan kebencian mereka kepada Imam Ali as. dengan berbagai cara: Read more »

Kuliah 8:Al ‘Adawah dan asy Syatm

Al ‘Adawah dan asy Syatm[1]

Wahai saudaraku, berhentilah kamu dari sikap dengki dan permusuhan,sebab buahnya adalah penyesalan dan kepedihan dunia akhirat, dan hasilnya adalah pukulan, laknatan dan celaan. Dan tidak diragukan akan kejelekan sifat ini, khususnya kerkata-kata keji dan caci maki.[2] Read more »

Kuliah 7:Suu’ul Khuluq

Suu’ul Khuluq[1]

Wahai saudaraku yang mulia, jauhilah perangan buruk, sebab ia akan emenjauhkanmu dari Sang Maha Pencipta dan juga dari makhluk-Nya[2]. Orang yang berperangai buruk akan senantiasa hidup dalam ketersiksaan[3]. Ia bak tawanan musuhnya yang tiada akan pernah lepas kemanapun ia berada.[4] Read more »

Wahhabi Menggugat Syi’ah (4)

Petunjuk Hadis Ghadir

Ibnu Abdi al Wahhâb menolak bahwa hadis Ghadir menunjukkan makna penunjukkan Ali sebagai Khalifah dan imam atas umat Islam… akan tetapi tidak ada bukti yang ia ajukan selain kebetaran-keberatan yang ia munculkan dari benaknya tanpa disertai bukti… ia tidak melibatkan diri dalam mengupas makna kata perkata dari hadis yang disambdakan lisan suci Rasulullah saw…. saya tidak mengerti, apakah itu karena ketidak mampuannya dalam kaijan-kajian seperti itu, atau ia menganggap bahwa apapun yang ia lontarkan tidak perlu harus disertai dengan pembuktikan apapun, sebab: Read more »

Wahhabi Menggugat Syi’ah (3)

Penunjukan Ali Sebagai Khalifah!

Syeikh berkata:

وليس في قوله : من كنت مولاه ، أن النص على خلافته متصله ، ولو كان نصاً لادّعاها علي رضي الله عنه لأنه أعلم بالمراد، ودعوى إدّعائها باطل ضرورة ، ودعوى علمه يكون نصاً على خلافته وترك إدعائها تقية أبطل من أن يبطل .

وما أقبح ملة قوم يرمون إمامهم بالجُبن والخور والضعف في الدين مع أنه أشجع الناس وأقواهم.

“Dan pada sabda: من كنت مولاه bukanlah nash/penunjukan atas khilafah secara bersambung, jika demikian pastilah Ali mengakunya, sebab ia lebih mengerti maksudnya. Dan mengklaim bahwa Ali mengakunya adalah batil/palsu secara pasti, dan mengklaim bahwa Ali mengetahuinya tetepi ia meninggalkan mengakunya kerena taqiyyah lebih batil untuk dibantah. Read more »

Wahhabi Menggugat Syi’ah (2)

Kemutwatiran Hadis Ghadir

Satu kesalahan lagi yang dilakukan Syeikh Muhammad ibn Abdi al Wahhab ketika ia mengatakan bahwa tidak shahih dari hadis Ghadir kecuali sabda Nab saw.: من كنت مولاه (barang siapa yang aku pemimpinnya). Read more »

Nasihat Para Imam Ahlulbait as. Untuk Syi’ah Mereka (3)

Hidup Mesra dan Harmonis dengan Sesama Kaum Musliminin

Para Imam suci Ahlulbait as. memberikan perhatian yang sangat besar terhadap poin ini. Ahlulbait as. tidak rela Syi’ah mereka hidup mengisolasi diri dari masyarakat Muslim lainnya. Mereka adalah elemen tak terpisahkan dari tubuh umat Islam. Perbadaan dalam mazahab, pengambilan ajaran agama dalam ushul maupun furû’ tidak boleh menjadi penghalang bagi keharmonisan dalam berhubungan dan tidak boleh menjadi sebab terputusnya hubungan dengan kaum Muslimin lainnya. Umat Islam dengan beragam warna dan kelompoknya adalah umat yang satu… mereka adalah kekuatan yang luar bisa di hadapan musuh-musuh eskternal Umat Islam yang dapat menghadapi berbagai tantangan besar dalam kehidupan mereka. Read more »

Nasihat Para Imam Ahlulbait as. Untuk Syi’ah Mereka (2)

Syi’ah Ahlulbait as. Harus Menjadi Tauladan Baik Bagi Umat Islam

Salah satu ciri positif yang harus disandang oleh Syi’ah Ahlulbait as. adalah mewujudkan kondisi keteladanan hasanah di tengah-tengah masyarakat Muslim dalam sikap, sepak terjang individu maupun sosial. Hal itu sangat ditekankan para Imam suci Ahlubait as. dalam membina Syi’ah mereka dan sekaligus dijadikan tujuan pembentukan masyarakat percontohan yang akan diperangkan oleh Syi’ah. Read more »

Nasihat Para Imam Ahlulbait as. Untuk Syi’ah Mereka (1)

Para Imam Ahlulbait as. adalah pewaris kepemimpinan kenabian… mereka adalah hujjah-hujjah Allah di atas bumi…. Mereka adalah adillâ’u Ilal Khair/kenunjuk jalan menuju kebaikan dunia dan akhirat….. mengkiuti bimbingan para Imam Ahlulbait as. akan menjamin kebahagian umat manusia … dalam berbagai kesempatan, para Imam as. mencurahkan perhatian mereka terhadap umat Rasulullah saw. secara umum dan kepada pera pecinta dan pengkiut secara khusus…. Read more »

Al Qur’an Dalam Sabda Para Imam Ahlulbait asS

Dalam kesempatan ini, saya akan mengajak pembaca melihat langsung hadis-hadis Nabi saw. dan para Imam suci Ahlubait as. Dalam riwayat Syi’ah Imamiyah Ja’fariyah tentang Al Qur’an; hakikat, keagungan dan keistimewaannya. Read more »

Al Qur’an al Karim Dalam Hadis-hadis Ahlulbait as.

Dalam kesempatan ini, saya akan mengajak pembaca melihat langsung hadis-hadis Nabi saw. dan para Imam suci Ahlubait as. Dalam riwayat Syi’ah Imamiyah Ja’fariyah tentang Al Qur’an; hakikat, keagungan dan keistimewaannya. Read more »

Kuliah 7:Al Rifqu

Kuliah 7:

Al Rifqu[1]

Saudaraku yang mulia! Jauhkan dirimu sebisa mungkin dari kekerasan dan ucapan dan tindakan. Sebab ia adalah sifat jelek yang menjauhkan orang darimu dan merusak urusan kehidupanmu. Tidakkah engkau menyaksikan Allh SWT membimbing Nabi-Nya dengan firman-Nya: Read more »