Syi’ah Bukan Rafidhah
Al ‘Uqaili berkata, “Muhammad ibn Ismail menyampaikan hadis kepada kami, ia berkata, Hasan ibn Ali al Hulwâni Ismail menyampaikan hadis kepada kami, ia berkata, Muhammad ibn Daud al Haddâni Ismail menyampaikan hadis kepada kami, ia berkata, Aku mendengar Isa ibn Yunus berkata, ‘Aku tidak pernah menyaksikan al A’masy tunduk kecuali sekali, yaitu ketika ia menyampaikan hadis ini, Ali berkata, “Aku adalah pembagi api neraka.” Sampailah berita itu kepada (tokoh-tokoh) Ahlusunnah, maka mereka mendatanginya dan berkata, ‘Mengapakah engkau menyaimpaikan hadis-hadis yang menguatkan orang-orang Rafidhah, orang-orang Zaidiyah dan orang-orang Syi’ah?! Maka ia berkata, ‘Aku mendengarnya lalu aku sampaikan.’ Mereka berkata, ‘Apakah semua yang engkau dengar, harus engkau sampaikan?!!
Ia (Isa ibn Yunus) berkata, “Maka aku menyaksikannya tunduk pada hari itu.” (Dhu’afâ’:4/46)
Dari kutipan data di atas dapat disimpulkan dua hal:
Pertama, Bahwa Syi’ah bukan Rafidhah, dengan demikian kebiasaan kaum Neo Nawashib/Salafy/Wahhabi yang menyebut-nyebut Syi’ah dengan embel-embel Rafidhah adalah menyahali ulama Ahlusunnah wal Jama’ah.
Kedua, Sikap keberatan yang sangat dalam menyampaikan hadis-hadis sahih tentang keutamaan Imam Ali as. sebab khawatir dijadikan senjata orang-orang diluar Ahlusunnah. Dan dengan sikap arogansi kemazhaban ini mereka berharap hadis-hadis keutamaan Imam Ali as. tidak akan tersebar dan diketahui umat Islam agar mereka dapat dengan mudah dibodohi …. dan tentunya ini sangat membahagiakan musuh-musuh Ahlulbait as. dan mendinginkan hati Mu’awiyah dan antek-anteknya yang selalu ada di setiap zaman.
DIarsipkan di bawah: Hadis Keutamaan Ahlulbait as., Hadis Sahih Keutamaan Imam Ali as., Manhaj, Menjawab Blog Haulasyiah, Menjawab Salafi, Sikap Neo Nawashib Terhadap Hadis Fadhail Ahlulbait as.



sangat berbahaya apa yang dilakukan sebagian ahli hadis itu. akibat darinya pasti butanya umat tentang hadis-hadis nabi.
sekarang saya jadi ngerti mengapa para ustad tidak mau membecirakan hadis-hdais fadhoil sayyidina ali… apalagi orang-orang wahaby… kayaknya mereka alergi dengar gituan.
Rafidhah artinya menolak. Kenapa syi’ah disebut rafidhah, ialah karena syi’ah menolak kepemimpinan khalifah AhluSunnah (Abu Bakar,Umar dan Ali). Jadi Syi’ah memang rafidhah.
Satu lagi, AhluSunnah tidaklah identik dengan mengikuti Mu’awiyah. Tidak semua AhluSunnah setuju dengan Mu’awiyah. Yang setuju salah satunya adalah Salafy. Dan AhluSunnah tidaklah identik dengan Salafy.
__________
-Ibnu Jakfari-
Anda perlu lebih seksama mengkaji alasan mengapa Syi’ah disebut Syi’ah, mungkin apa yang anda katakan itu bukan pendapat yang final.
Ahlusunnah memang tidak identik dengan mengikuti Muawiyah tapi mereka tidak pernah mau menyalahkannya dalam berbagai pelanggaran dan penyimpangannya. Yang setuju dengan Muawiyah tidak hanya Salafy tapi juga banyak dari ulama Ahlusunnah.
SEMOGA ALLOH MEMULIAKAN NABI DAN SEMUA SHAHABATNYA , DAN MENGHINAKAN MUSUH2 MEREKA , ORANG SYIAH= RAFIDHOH MEREKA ADALAH KHUBATSA ,KADZDZABUN
___________
-Ibnu Jakfari-
Salamun ala man ittaba’al huda.
Ya Abu, kalau boleh tahu tolong difinisikan siapa Sahahabat itu? Apakah kaum munafikin termasik Shahabat juga?
Kami pengikut Ahlulbait, orang-orang Shadiqun bukan pengikut bani Umayyah yang Kadzdzabun! Jadi tahan amarah Anda, tidak baik ini bulan Ramadhan, bulan suci, bulan diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saww. -mertuanya Imam Ali as, yang dibunuh di mihrabnya ketika shalat juga di bulan suci ini-
Saya’lamu ghdan manl Kadzdzabul Asyir? (kelak ketika pengadilan Allah dibeber, akan ketahuan siapa yang pembohong, pengkiut Imam Ali as. atau pengikut Mu’awiyah? Kita nanti saja, dan anda perlu siap-siap dibaris bersama imam kamu, Mu’awiyah dan kami akan dibariskan bersama Imam Ali as. imam kami!
Shalawat ala Muhammad wa ali Muhammad!
NABI SHALLALLAHU’ALAIHI WASALLAM BERKATA : JANGANLAH KALIAN MENCELA SHAHABATKU , SUNGGUH SEKIRANYA KALIAN BERINFAQ EMAS SEBERAT GUNUNG UHUD , TIDAKLAH KALIAN BISA MENYAMAI SHAHABATKU WALAUPUN MEREKA(SHAHABAT) HANYA BERINFAQ SATU MUD(2 TELAPAK TANGAN) ATAU SETENGAHNYA.
SAYA BERKATA : BERTOBATLAH KALIAN WAHAI SYIAH = ROFIDHOH , JIKA TIDAK TUNGGULAH ADZAB ALLOH DIDUNIA ATAU DIAKHERAT
-Ibnu Jakfari-
Pak Abu, Shalawat Anda itu batra’ (buntung) karena tidak disertai menyebut keluarga Nabi saww., jadi Anda menyalahi sunnah Nabi.
Kedua hadis yang kamu bawakan itu apa bisa kamu buktikan keshahihannya?
Kalau ternyata tidak shahih dan anda tau maka anda kena sabda Nabi saww. : Man Kadzdzaba Alayya …. (Barang siapa berbohong atas namaku dengan sengaja hendaknya ia bersiap menempati tempatnya di api neraka)! Apa sudah siap Pak?
koq nggak dibalas?
Ibnu Jakfari Yaqul:
La ta’jalanna qad ataka mujibu shautika ghairu ‘ajiz. Tenang, pasti beta jawab sobat, tapi ini bulan puasa jadi kami punya banyak kesibukan, di antara membaca Alqur’an mulia yang turun kepada Kakek muliaku Nabi Muhammad saw., setelahnya kami siap membela agama beliau dari serangan musuh-musuh beliau!
Assalamualikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Saya merasa kagum dengan semangat Pak Abu yang begitu berantusias dalam membela para sahabat Nabi, dan memang saya juga akan melakukan sebagaimana yang Pak Abu lakukan. Bedanya mungkin saya akan memilah-milah sahabat yang mana dan bagaimana yang akan saya bela, kalau sahabat seperti sahabat Muawiah bin Abi Sufyan jelas tidak akan saya bela, alasannya sederhana karena dia telah menentang dan memerangi sahabat Ali bin Abi Thalib, apalagi beliau kala itu adalah sebagai khalifah kaum muslimin dan mukminin, mungkin Pak Abu, tahu hukuman apa dan apa hukumnya bagi seseorang yang memerangi khalifah, mungkin juga Pak Abu pernah mendengar sebuah hadis yang berkata bahwa janganlah kalian menentang khalifah walaupun ia seorang khalifah yang zalim. Jika seandainya Pak Abu hidup pada zaman itu dan dihadapkan dengan dua pilihan untuk memilih antara Muawiah dan Ali bin Abi Thalib, apa yang akan Pak Abu lakukan? Pihak manakah yang akan Pak Abu pilih? Silahkan Pak Abu pilih! Bukankan Ali bin Abi Thalib salah seorang yang ikut dalan perang Badar? Apa dan bagaimana keutamaan dan kemuliaan yang diberikan Allah kepada orang-orang yang ikut dalam peperangan tersebut, begitupula dalam peperangan Khunain, ketika Rasulullah memerintahkan Ali Bin Abi Thalib untuk menetap di Madinah dan Ali keberatan karena merasa terpisah dari Rasulullah, Akhirnya Keluarlah sabda Rasul: Apakah engakau(Ya Ali) tidak rela jika kedudukanmu bagaikan kedudukan Harun di sisi Musa hanya saja tiada nabi setelahku?.Adapun Muawiyah Dimanakah dia, pada peperangan manakah yang ia ikuti? bisakah Anda tunjukkan keutamaanya hanya yang saya dengar dari sabda yang disampaikan oleh Rasulullah adalah sebuah do’a yang dipanjatkan kepada Muawiah, isinya semoga Allah tidak mengenyangkan perutnya, dan mengapa Rasulullah mendoakan seperti itu, memiliki cerita sendiri dan masih banyak lagi yang dapat dipaparkan disini, namun mungkin sementara itu saja yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat dan dapat dijadiakn renungan buat semua terutama untuk Pak Abu.
Wassalam.
__________
-Ibnu Jakfari-
Sedikit ralat pak, mungkin yang benar momen penyampaian sabda anta minni bi manzilati harun min musa itu di perang Tabuk bukan perang Hunain, atau justru anda memiliki infonmasi lain yang tidak kami punyai.
Kedua, tentang sikap kepada Mu’awiah, setahu kami, para ulama Ahlusunah menyalahkan Mu’awiah, walaupun ada segelintir ulama Ahlusunnah yang mati-matian membelanya, mereka itu adalah kelompok Nawashib (para pembennci Ahlulbait as.).
Namun memang disayangkan bahwa mereka itu telah melebur di tengah-tengah komunitas Ahlusnnah sehingga tidak mudah untuk dipisahkan.Tapi ada cara praktis mengenali mereka, pertama, biasanya mereka membela mati-matian musuh-musuh Ahlulbait, kedua, gemar meragukan keutamaan AHlulbait as.
Kami pasti akan berpihak kepada Ali ra. sebab beliau di pihak yang benar. Kecintaan kepada Ali as adalah bukti keimanan, berdamai dengannya adalah berdamai dengan Allah dan Rasul-Nya, ketaatan kepada Ali adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya dll seperti disebutkan dalam banyak hadis shahih.
ya ibn jakfary : innaha laa ta’mal abshoru walakin ta’mal qulub allati fishshudur
Talbis IBLIS ghuluw mencintai sahabat disisi lain menghina sahabat yang lain.Yang pasti mereka semua
( SAHABAT ) ridho kepada Allah, dan ALLAH ridho kepada mereka.
SYIAH=RAFIDHOH= Jalan IBLIS.
Semoga ALLAH menjaga kaum muslimin dari TALBIS IBLIS ini ( SYIAH/RAFIDHOH ).
___________
-Ibnu Jakfari-
Itulah beda kami dengan Wahhabi. Kami hanya mencintai sahabat yang tulus, sedangkan wahhabi mencintai yang munafiqin lebih besar dibanding kepada yang tulus!!!
Mau bukti? Kapan kaum Wahhabi membala Ammar ibn yasir, Abu Dzar, al Miqdad dkk. ketika ada yang melecehkan mereka, sementara itu Wahhabi dengan penuh semangat membela yang jelas-jelas munafiq!
Saran kami, kalau sudah kehabisan argumen lebih baik diam dan kulakan aja lagi dari syeikh-syeikh Wahhabi yang ada di tempat kamu. Maaf ya, sekedar saran.
Ass..Terimakasih atas ralatannya, memang benar sabda Nabi itu disampaikan bukan pada perang Hunain, tapi pada perang Tabuk. Thank’s.
Oh ya, pandangan yang sangat sederhana yang sering kita temui di tengah2 kalangan masyarakat adalah biasanya orang yang meninggal di masjid itu adalah termasuk orang2 baik, dan salah satu cara untuk membuktikan kecintaan kita kepada Ali adalah sebagai berikut: sederhana aja, beliau adalah seorang yang dilahirkan di dalam Ka’bah, qiblat kedua kaum muslimin setelah masjidil Aqsa. Ka’bah juga adalah sebuah tempat suci yang diakui oleh ummat islam, dan semua orang islam mengelilinginya sebanyak tujuh kali untuk melaksanakan Towaf sebagai sebuah rukun dari ibadah haji. Dan Ali lahir ditempat yang sesuci itu. Adapun hari wafat beliau adalah terjadi pada salah satu malam yang diyakini sebagai malam lailatul qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan, malam diturunkannya Alquran, Ali juga memiliki kelayakan untuk syahid pada malam tersebut. Karena Ali senantiasa bersama Alquran dan Alquran senantiasa bersamanya. Pada malam ke 19 dari bulan suci Ramadhan, beliau syahid diakibatkan pukulan yang dilancarkan oleh Ibnu Muljam ketika beliau sedang melaksanakan sholat subuh, ketika bangun dari sujud untuk rakaat kedua di mihrab masjid kota Kuffah. Bagaimana kita akan membenci orang sebaik Ali as, apalagi ditambah dengan tolak ukur iman, orang yang membencinya adalah munafiq dan orang yang mencintainya adalah mukmin.
Wss.
2 golongan umat yang akan celaka karena Imam Ali as
Ada sebuah hadits yang cukup terkenal, bahwa rasulullah saw bersabda kepada imam Ali ‘pada dirimu terdapat kesamaan dengan Isa bin maryam yang dibenci orang-orang yahudi.sehingga mereka menyebarkan banyak sekali kebohongan tentang ibunya.disamping itu ia juga dicintai oleh orang-orang nasrani, sehingga mereka menempatkannya pada tempat yang bukan semestinya” (HR abu Ya`la).
Dalam syarahnya para ulama ahlusunnah biasanya mengatakan bahwa Ali ra disikapi oleh 2 golongan umat : yaitu, pertama berlebih-lebihan dalam mencintainya, mengutamakannya atas sahabat yang lain bahkan sampai menuhankannya dan ini adalah kelompok syi`ah atau rawafidh
Kedua, yang berlebih-lebihan dalam membencinya bahkan mengkafirkannya dan ini adalah keyakinan kelompok khawarij atau nawashib
Adapun selain kedua keyakinan yang akan binasa itu, ialah keyakinan ahl sunnah yang moderat bersikap realistis terhadapnya, menempatkannya pada posisi ke 4 dalam khulafa ar rasyidin.
“Komentar
Penisbatan nawashib dan rawafidh bagi syi`ah dan khawarij menurut saya adalah tidak tepat.Adapun syi`ah adalah orang-orang yang mencintai Imam Ali as sebagaimana dikatakan dalam hadits “ya Ali tidak akan mencintaimu kecuali mu`min dan tidak akan membencimu kecuali munafik” (HR Muslim) jika mencintainya (yakni Imam Ali) berarti mengutamakannya atas sahabat yang lain maka ini adalah hal yang wajar saja ,apakah ada aturan pengutamaan sahabat dan seseorang akan binasa hanya karena mengutamakan seseorang atas orang lain ? dalam kehidupan kita sehari-hari juga kita menyaksikan adanya seseorang yang lebih menyukai seorang ulama tertentu dibanding ulama yang lain, padahal bisa jadi yang disukainya tidak lebih utama ?
Jika mencintainya (Imam Ali as) berarti membenci musuh-musuhnya, ini justru sebuah keniscayaan cinta dari seorang yang tulus, mustahil kita mencintai seseorang kemudian mencintai pula musuh-musuhnya ?! Allah swt berfirman”.Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”(Qs 2 : 256) Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus (Qs 49 : 7) karena itu iman kepada Allah juga harus diikuti dengan kekafiran terhadap thaghut seseorang yang beriman adalah musuh bagi kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan.
Sedangkan berlebih-lebihan yang dimaksud hadits diatas ialah menempatkan posisi ketuhanan bagi mahluk makhluk Allah siapapun (tidak hanya Imam Ali as) sebagaimana firman Allah”Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.)(Qs 2 : 165) dan kelompok syi`ah tidaklah termasuk yang demikian.
Kedua,Nawashib ialah orang-orang yang memusuhi Imam Ali dan ahl baitnya as, menyembunyikan keutamaannya, bahkan memeranginya.penggolongan khawarij sebagai nashibi adalah kurang tepat, sebagaimana diketahui kelompok khawarij mengkafirkan setiap muslim yang berbeda dengan mereka artinya mereka tidak hanya memusuhi ahlulbait tetapi juga memusuhi musuh-musuh ahl bait.Sama seperti kita mengatakan bahwa Israel memusuhi Hizbullah ini tidak tepat karena Israel adalah musuh islam tanpa memandang dia itu sunni, syi`ah, hamas ataupun hizbullah,begitu juga khawarij yang mengkafirkan setiap muslim di luar mereka.
Kaum nawashib ialah orang-orang yang mendedikasikan hidup mereka tiada lain kecuali dengan kebencian yang mendarah daging hanya dengan ahl bait nabi dan syi`ahnya.
Berikut ini sebuah ulasan dari saya untuk dapat memperjelas kelompok yang bagaimanakah yang dapat disebut nawashib sejati ?
Kelompok manakah yang memulai perang dengan Imam Ali, menuduhnya pembunuh Utsman? kelompok manakah yang memulai perang siffin ?
Mungkinkah dalam perang yang memakan lebih dari 1000 orang muslim hanya persoalan ijtihadiyah belaka karena ke dua belah pihak sama-sama benar ?
Apakah pandangan yang moderat berarti meng`udul`kan setiap sahabat ? Ulama dari kelompok manakah yang sepakat mengkriminalisasi pelaku penyerangan ke rumah khalifah utsman, namun menetapkan pahala berijtihad bagi pembunuh Imam Ali (as) ?
Apakah pandangan yang moderat ini membenarkan takwil terhadap pemberontakan muawiyah dan menilainya bukan nawashib ? menolak memasukkan Imam Ali as sebagai khalifah yang lurus selama ratusan tahun, namun menerima muawiyah dan yazid sebagai imam ? membenarkan pelaknatan atas imam Ali dan ahl baitnya , namun melarang mengkritik sahabat ? ataukah bunyi hadits Rasulullah saw “Ya Ali tidak akan membencimu berlebihan kecuali munafik ? kalau membenci sedikit bukan munafik ??!!!!
Kelompok manakah yang selalu menolak keutamaan keutamaan ahl bait ? yang menganggap perawi-perawi dengan kecintaan terhadap ahl bait tidak tsiqah, sedangkan menganggap khawarij lebih konsisten dalam beragama ? kelompok manakah yang sekiranya terdapat hadits-hadits keutamaan ahl bait tetapi hanya lewat jalur pengakuan dari musuh-musuhnya dan bukan dari pencinta-pencintanya ? Dan yang lebih celaka lagi menolak dan menuduh seorang perawi sebagai pendusta karena mengidam sebuah bid`ah kecintaan terhadap ahl bait nabi!!!
Inikah yang dimaksud mengkhususkan kebencian terhadap ahl bait ?
Berkacalah wahai orang-orang yang ber-akal !!!
Siapa yang nashibi ?
___________
-Ibnu Jakfari-
Salam Sayyid Yusuf! Minal aidin wal faizin.
Menggolongkan khawarij sebagai nashibi itu benar, tapi kalau mengkhususkan hanya khawarij saja itu yang salah, sebab nawashib itu tidak terbatas hanya pada mereka tetapi juga kelompok utsmaniyah termasuk kaum nawashib.
Ciri mereka sudah dibahas secara ringkas di blog ini.
Terima kasih.
Thanks buat Ibnu Jakfari dan lain nya pendukung Ahlul Bait.
Selamat Id Ul Fittr…..
salam…
Pak Abu Wahabi perlu membayangkan ketika beliau hidup pada zaman perang sifin, mana yang harus diikuti ? apakah ikut mu’awiyah atau ikut ali bin abi thalib ? kalau pak abu menganggab semua sahabat baik, pasti bingung mau ikut perang bersama siapa? mu’awiyah atau ali bin abi thalib ?
salam alaikum, saya seorang mualaf dan banyak pertanyaan khususnya seputar syiah dan sunni, setelah banyak membaca saya dari berbagai sumber saya menemukan kalau syiah imamiah dalam beberapa hal memiliki argumentasi yang kuat namun masih ada beberapa hal yang meragukan saya untuk masuk syiah sehingga sampai sekarang saya masih bingung dalam bermadzhab,tolong dijawab beberapa pertanyaan saya yang sepengetahuan saya belum banyak dibahas hujjahnya oleh syiah :
1.tentang riwayat hadits rumah pertemuan dimana rasul mengangkat ali di awal masa dakwahnya..ada sanggahan bahwa riwayat ini tidak shahih dan bertentangan dengan banyak riwayat (sekalipun riwayat dari bukhari dan muslim dalam hal ini bagi saya juga tidak dapat diterima)tetapi riwayat ini juga aneh karena : jumlah bani hasyim tidak sampai 40 orang,bagaimana jika semua bani hasyim menyahut perintah rasul apakah semuanya akan diangkat menjadi khalifah ?
2.syiah mengatakan bahwa Qur`an surat al maarij turun di ghadir khum selepas peristiwa pengangkatan ali namun saya mendapati pada banyak tafsir lainnya ayat ini turun di mekah ? dan kemudian syiah juga mengatakan bahwa surat al maidah ayat 3 adalah surat terakhir yang diturunkan setelah sebelumnya turunnya ayat tabligh yang memerintahkan pengangkatan ali, bagaimana setelah itu bisa dikatakan kalau surat al maarij turun lagi setelah penutupan wahyau ? ataukah memang ayat ini turun dua kali ?
wassalam terima kasih
-Ibnu Jakfari-
Semoga Anda tidak selamanya jadi mulallaf, amin.
Hadis tentangnya telah dishahihkan oleh banyak ulama Ahlusunnah, seperti al haitsami dalam Majma’ az Zawâid,8/302, ath Thabari dalam Jâmi’ al Bayân ‘an Ta’wîl al Qur’an dan al Baghawi dalam Ma’âlim at Tanzîl. yang membohongkan hadis shahih tentangnya hanya Ibnu Taimiyah. Jadi tolong buktikan kalau hadis tentangnya tidak shahih! Dan tolong juga sebutkan hadis-hadis lain yang katanya bertentangan dengannya!
kedua:Tentang riwayat asbab nuzul sebuah ayat sering kali terjadi perbedaan, satu riwayat mengatakan ayat ini turun di sebuah tempat tertentu dan dalam pristiwa tertentu pula sementara riwayat lain mengatakan hal lain. Sikap yang dituntut dalam menghadapinya adalah mencari solusi ilmiah dengan melakukan beberapa langkah, seperti disebutkan secara detail dalam kajian Ulumul-qur’an. bukan di sini tempat memerincinya.
tentang poin kedua yang saudara sebutkan perlu saudara kembali, apakah benar Syi’ah mengatakan bahwa ayat 3 surah al Maidah akhir ayat yang turun sehingga disimpulkann adanya ketidak harmonisan dengan klaim lain yaitu surah al ma’arij.
Ala kulli hal, kalau anda rajin mengunjungi blog ini, satu persatu syubhat dan keberatan atas pandangan dan mazhab Syi’ah akan di bahas insyaAllah,
wa ma taufiqiy illa billah.
Assalamualaikum…Lebih Dulu mana ISLAM atau SYIAH
@ Ustad M R
Lebih dulu mana Islam sama Sunni
Lebih dulu mana Islam sama Salafy
Pa Ustadz Rahmat pernah belajar sejarah tidak sih….?
Untuk mas Abu Wahabi (fanatik buanget sih sama Wahabi ?)kalau memang Nabi melarang mencela sahabat, kenapa dalam AlQuran Surat AlMunafiqun dan ada sebagian besar sahabat yang dicela ? Ada yang desersi (3:153), ada yang kecintaannya terhadap dunia sangat besar (62:11) dsb ? Berlawanan dong.
Jadi kesimpulannya hadis itu palsu dari Nabi tapi asli buatan Muawiyah.
BUAT HAIDIR : TILKA UMMATUN QOD KHOLAT LAHA MAA KASABAT WALAKUM MAA KASABTUM WALA TUSALUNA ‘AMMA KANU YA’MALUN. perselisihan shahabat radhiyalloh ‘anhum adalah berdasarkan ijtihad. jika benar dapat 2 pahala, jika salah dapat 1 pahala. adapun kamu bukan mujtahid , jaga mulutmu jgn mencela shahabat !!!
Pak Abu Wahabi,
Apakah semua sahabat memenuhi syarat untuk melakukan ijtihad ? termasuk yang munafik seperti dikatakan pak T. Mulya ?
Pendapat bahwa jika ijtihad benar dapat 2 pahala, jika salah dapat 1 pahala itu dari manakah (hadis bukan) ? Kemudian apakah bila kesalahan itu menyebabkan dosa besar seperti membunuh sesama muslim dapat ditutupi (impas) dengan pahala yang satunya ?
Wassalam
Beginilah Kalian Wahai Pendusta, kalian mencela Ahlus Sunnah namun kalian memakai perkataan Ahlus SUnnah. berani sekali kalian memakai perawi dari kalangan sahabat yang kalian kafirkan untuk menguatkan kesesatanmu, berani sekali kalian mengambil perkataan Ulama Ahlus Sunnah untuk menghantam Ahlus Sunnah dan membenarkan Ajaran Sesat Syi’ahmu itu, Islam tidak Sama dengan Syi’ah, Wahai Kadzab “Bertaubatlah Wahai Syi’ah, sebelum Ajalmu tiba, kembalilah kepada Islam yg murni kepangkuan Ahlus Sunnah, Suni Salafy itulah Fitrah seorang Manusia” mana bukti cinta kalian terhadap Nabi, Ahlul Bait sedang kalian saja berselawat masih di singkat SAW, RA dan bahkan lebih parah lagi dengan Tuhan sendiri masih di singkat SWT. Wahai Kadzab dimana Rasa Malumu apa karena Hawa Nafsu telah mendahuluimu sehingga rasa malupun telah hilang dari Jiwamu, jika demikian maka sudah rusaklah dirimu, Semoga Alloh menghindarkan kita dari Jiwa-jiwa yang Rusak lagi Kotor.
Ketahuilah Cukuplah Kami menghormati Seluruh para sahabat terutama Khulafa Rasyidin, tidak membicarakan kesalahan para sahabat karena mereka adalah orang-orang yang telah diampuni dosa2nya dahulu dan yang akan datang, Alloh ridho terhadap mereka dan merekapun ridho kepada Alloh(Al ‘Aqidah Al Wasithiyyah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah). cukuplah Sabda Nabi kami Shalallohu ‘Alahi Wa Salam yg mengatakan keutamaan Ali Radhiyallohu Anhu SEBAGAI BENTUK BERLEPAS DIRINYA KAMI DARI GOLONGAN NAWASHIB , Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada ‘Ali : “Pasti besok aku akan menyerahkan bendera (perang) ini -atau pasti akan memegang bendera ini (dalam pertempuran)- seseorang yang dicintai oleh Allah dan dicintai pula oleh Rasul-Nya, serta orang tersebut adalah orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan Allah akan beri kemenangan melalui kepemimpinannya.”
inilah Aqidah Kami Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, PERHATIKANLAH Wahai orang yg mengaku Ahlus Sunnah namun kosong dari pembuktian. inilah Aqidah Ahlus SUnnah inilah Aqidah Imam Madzhab kalian, kenapa kalian berbeda dengan Imam Kalian, Wahai Orang yg mengaku Ahlus Sunnah Belajarlah Ilmu Dienmu Semoga Alloh memberikan Ilmu dan kepahaman Agama ini terhadapmu.
Deluan mana Islam ama Syi’ah ? Yach deluan Islamlah, SYi’ah baru muncul
deluan mana Islam ama Salafy ? Salafy ialah perwujudan Islam itu sendiri bersaha memurnikan Aqidah, melalui Sunnah2 yg beliau ajarkan. jadi Salafy adalah Sunnah dan Sunnah adalah Islam itu sendiri. sedang Syi’ah dibagian mana Islam itu ada Syi’ah?! bahkan Ajaran Syi’ah sendiri bertentangan dengan Ajaran Islam, dan bahkan lebih mirip dengan Ajarannya Nasraniyun yg Ghuluw terhadap Isa Alahi Salam sedang Syi’ah Ghuluw terhadap Imam2 kalian
___________
-Ibnu Jakfari-
Assalamu alaikum.
Mas metta sepertinya darah muda saudara terlalu mendidih sehingga saudara berkata-kata yang tidak terarah, emosional dan yang paling parah bahwa kata-kata saudara tidak memiliki bukti, ia hanya sekedar luapan emosi seorang pemuda bersemangat Islam tinggi namun tidak dibarengi dengan wawasan keislaman yang memadai, akhirnya hanya letupan nafsu yang berlompatan. Semoga kita semua diselamatkan dari nafsu yang menguasai. Imam Ali as. bersabda: “Berapa banyak akan menjadi terbelenggu ketika hawa nafsu berkuasa.”
Anda membanggakan diri sebagai seorang
dan saudara membanggakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sebagai imam sementara itu Ibnu Taimiyah, Syaikhul Islam saudara itu telah dianggap hamba yang sesat dan menyesatkan oleh ulama dan para imam besar Ahlusunnah wal jama’ah! Jadi saya pikir lebih anggun jika saudara tidak membawa-bawa nama Ahlusunnah, sebab saudara jelas bukan bagian dari mereka, saudara adalah Wahhabi, sekte takfiriyah yang ditegakkan di atas doktrin pengkafiran umat islam dari golongan lain.
Tidak banyak yang ingin saya garis bawahi dari luapan emosi saudara di sini, hanya saja kami akan menggaris-bawahi klaim mengelikan saudara yang merasa paling konsisten dalam menjalankan Islam sampai-sampai saudara mengejek-ngejek kami sebagai PELIT dalam bershalawat karena kata saudara:
sementara itu saudara sendiri ketika bershalawat tanpa menyebut keluarga Nabi Muhamma saw., wa aalihi, yang sesuai tuntunan Islam harus juga disebut, dan keengganan menyebut wa aalihi adalah kebiasaan kaum Nawashib (para pembenci keluarga Nabi saw.) yang saudara kecam sendiri mereka! Jadi orang bisa mengatakan bahwa saudara ini adalah oknum Nawashib yang bertaqiyah, membenci keluarga suci Nabi saw. tapi berpura-pura mencintai dan membela keluarga Nabi saw.
Adapaun untuk caci maki saudara, maaf kami tidak punya waktu untuk meladeninya. para imam Ahlulbiat as. panutan kami telah mendidik kami untuk tidak menodai jiwa kami dengan meladeni yang zalim dengan kezaliman juga dan atau meladeni kebodohan kaum bodoh dengan kebodohan juga.
Kalau saudara mengatakan:
mungkin saja benar jika Islam yang dimaksud adalah Islamnya Mu’awiyah dan para tiran bani Umayyah yang kalian banggakan dan kalian kultus!
Kami kasihan kepada saudara yang melihat Islam secara sempit dan menganggap islam itu hanya apa yang ia pahami saja, saudara jangan berkaca mata kuda! Siapa yang menjamin bahwa apa yang saudara pahami tentang islam itu sudah benar dan mewakili islam sejati?! Kalau asal ngomong semua pasti bisa, tetapi pertanggung jwabannya yang terpenting, bukan klaim!
Nasihat kami untuk saudara, pelajarilah Islam dengan seksama dan mendalam serta penuh ketelitian agar saudara tidak menjadi seperti KATAK DALAM TEMPURUNG.
Wassalam.
Bismillah
Wahai Kadzab -semoga Alloh memberi hidayah kepadamu, agar bertaubat dari Ajaran Sesat Syi’ahmu- sebelumnya saya ingin memberitaukan bahwa saya bukan Pria tapi seorang AKhwat nte salah klo bilang saya mas…
wahai Jahil tidak ada ajarannya mengatakan ahlu bait dengan Alahi Salam, bahkan yg diajarkan mengatakan Radhiyallohu Anhu dan ini membuktikan bahwa kalian Wahai Syi’ah Ghuluw terhadap Imam2 kalian -betapa Bodohnya kalian dengan mengungkapkan kesesatan kalian –
Syaikhul Islam seorang Takfiri -Anda Buta yach, apa pura2 buta, atau anda hanya membebek saja- Manhaj Salaf tidaklah mengkafirkan kecuali apa yang dikafirkan oleh Alloh, dan bahkan mereka para As Salafiyyun Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah orang yang paling hati2 dalam perkara pengkafiran, kalian yang harus ngaca wahai Syi’ah dengan Ajaran Taqiyyahmu. kalianlah yg menganggap bahwa Kaum muslimin (Suni) adalah kafir, dan halal darahnya, jadi siapa yg tukang Takfiri wahai orang yg berakal!?! dan ini Shohih Allohul Musta’an
Siapa yang membenci para Sahabat kecuali hanya sebagian kecil saja yg tidak mereka (Syi’ah)kafirkan, dengan mencap kafir para sahabat, mencap penghianat telah Murtad setelah Nabi Shalallohu ‘alahi wa Sallam wafat, siapa….Siapa? padahal Alloh telah menjamin mereka semua (para Sahabat) untuk masuk ke Syurga dan memaafkan dosa2 merka baik yg lampau dan yang akan datang.
kalianlah yang lebih berhak bercermin. apakah ajaran kalian itu sudah sesuai dengan Islam, makanya jangan pake kaca mata kuda! klo ingin melihat mulianya Islam karena dengan kaca mata kuda tidaklah nampak Indahnya Sunnah dengan kaca mata tersebut.
Semoga Alloh melindungi kita dan Kaum Muslimin dari pemikiran2 sesat Syi’ah ini.
____________
-Ibnu Jakfari-
Pertama saya minta maaf kalau salah menganggap anti sebagai pria sehingga saya sapa dengan mas, tapi itu bukan masalah kan?!
Ukhti metta, kami berharap anda bisa sedikit merendahkan tensi pembicaraan karena omosi itu bisa membawa kepada berkata-kata yang tidak benar. Semoga Allah Swt menyematkan kita semua.
Neng metta menyebut Ahlulbait dengan ailihimus salam bukan hal bid’ah atau salah apalagi sampai anda mengatakan:wahai Jahil tidak ada ajarannya mengatakan ahlu bait dengan Alahi Salam,! Neng metta kami persilahkan saudari membuka kitab Shahih Bukhari bab keutamaan Fatimah putri Nabi saw… di sana Imam Bukhari setelah menyebut nama Fatimah memberikan tambahan Alaiha as Salam! Apa beliau juga akan saudari katakan jahil seperti yang saudari katakan untuk saya?! Apa Imam Bukhari juga terjangkit virus Ghuluw terhadap Ahlul bait seperti yang anda tuduhkan kepada saya?!
Neng metta, Syi’ah tidak menegakkan aqidahnya di atas konsep takfir sesama Muslim… wahabi-lah yang menegakkan mazhabnya di atas pondasi pengafiran sesama Muslim. (Ini bukan fitnah, bisa saudarai buktikan sendiri)
Semua orang yang gegabah mengafirkan saudaranya yang Muslim walaupun tanpa dasar yang benar selalu berdalil bahwa: Kami tidak mengafirkan orang lain kecuali yang dikafirkan Allah dan Rasul-nya! Itu adalah kata-kata karet yang dapat dengan mudah dimanipulasi maknanya dan disesuaikan dengan kepentingan si pengafir!
Memang benar, para salafush shaleh sangat berhati-hati dalam mengafirkan sesama muslim, tetapi sayang sikap kehati-hatian mereka sering tidak ditiru oleh sebegian Muslimin yang mengaku-ngaku sebagai pengikut setia Salaf! Sebagai contoh, neng, mereka mengatas-namakan Imam Ahmad yang mengafirkan siapapun yang meyakini Al Qur’an itu hadits( bukan qadim), padahal semua tahu bahwa perbedaan dalam masalah seperti itu tidak mengharuskan pengafiran, bukan?!
Adapun tuduhan bahwa Syi’ah mengafirkan kebanyakan sahabat Nabi saw. adalah tuduhan yang tidak benar… ia lebih sebagai sebuah provokasi rezim tiran masa lampau! Benar memang Syi’ah tidak berpendapat bahwa seluruh sahabat tanpa terkecuali adalah udul/baik dan tidak mungkin menyengaja menentang atau menyimpang dari agama. Sementara Syi’ah tidak demikian menilai mereka… karena memang pada keyataannya ada di antara para sahabat itu yang munafik .. yang fasik… dan pujian Allah itu pastilah tidak untuk kelompok sahabat yang munafik atau fasik dan mengganggu Nabi saw. itu!
Anda tidak usah menuuduh yang bukan-bukan dalam hal ini, baca saja surah Bara’ah, atau surah al Munafikun dan lainnya pasti anda akan tau banyak tentang mereka. Jadi Syi’ah dalam menilai sahabat tidak berani keluar dari apa yang telah digariskan Al-Qur’an!
Pendek kata, kami sarankan saudari mengenal Syi’ah dan ajarannya dari sumber Syi’ah sendiri agar tidak terprovokasi oleh fitnah-fitnah musuh-musuh mereka! dan itu adalah cara yang adil bukan? Mengapa kalau hendak mengenal sebuah konsep atau mazhab atau agama lain kita berujuk kepada keterangan para pendiri atau pakar ahli dari penganut konsep atau mazhab atau agama itu sementara kalau mau tau Syi’ah kita mengandalkan keterangan musuh-musuh Syi’ah atau paling tidak dari orang di luar Syi’ah?! Bukankan itu hal aneh yang sedang terjadi di kalangan kita umat Islam?!
Ukhti metta, apapun perbedaan antara Syi’ah dan Sunnah mereka adalah tetap saudara seagama… bukankah akan lebih islami apabila kita berdiskusi jauh dari fitnah dan tuduhan palsu… kami yakin pasti akan ada titik temu… persamaan prisnsipil antara keduanya jauh lebih banyak dari perbedaan antara keduanya. Yakinlah saudariku… apapaun perbadaan antara kita, anti tetap ukhtiku seagama.
Wassalam.
HUBBU ‘ALIYYIN IIMAANUN WA BUGHDLUHU NIFAAQUN
(mencintai ali adalah iman dan membencinya adalah nifak) Shahih Muslim
Saya terus terang aja bingung sama “ikhwan2″ wahabi ini. Kenapa setiap kali mengemukakan pendapat selalu yang diutamakan adalah Ibnu Taymiyah, Ibnu Qayyim, Muhammad bin Abdul-Wahab. Apakah karena ulama2 lain selain mereka itu tidak memahami agama?
Kalian harus kembali lagi untuk memahami sejarah, bagaimana sejarah pembentukan kerajaan arab saudi yang setali tiga uang dengan pembentukan dan penguatan wahabi. Pernah nonton film Hollywood yang judulnya “Lawrence of Arabia” gak? Ini salah satu contoh film sejarah, dimana Inggris dan Amerika sangat mendukung penuh terhadap raja kalian itu pada Perang Dunia I untuk memberontak terhadap Kesultanan Turki Utsmaniyyah. Walaupun dukungan Inggris juga diberikan kepada Syarif Husain dari Mekkah yang mengklaim diri menjadi Raja Hejaz, kemudian berhasil dikalahkan oleh pasukan Nejed dan dia melarikan diri ke Yordan, anak-anaknya menjadi raja di Yordania dan di Irak (Raja Faisal waktu itu).
Saya usulkan terhadap penulis blog ini, sekalian aja bahas sejarah timbulnya wahabi dan kerajaan saudi. Bagaimana peperangan antara Dinasti Saud dan Dinasti Rashidi. Bagaimana penyerangan pasukan Saud ke Karbala yang menewaskan ribuan orang dan kemudian menjarah harta yang ada di sana. Sekalian yang sangat jarang diungkap pula adalah peristiwa pada Juli 1987, dimana 400-an Jamaah Haji Iran syahid di Mekkah, hanya karena mereka berdemonstrasi. Saya saksi matanya pada saat itu, hanya karena masih 10-an tahun, saya tidak mengerti peristiwa itu. Peristiwa itu terjadi di sekitar Masjid Jin, sekitar 3 km-an dari Masjidil Haram.
@Metta
Masa’ sih Ukhti
boros amat emosinya
Kan malu sendiri atuh
Salam kenal Buat mbak metta.
Ciri indah dari seorang wanita adalah kelemah lembutan, tapi yang aku sakisakan dari dinda metta egek berbeda, agak galak dan kasar… semoga lain hari bisa lebih santun mbak ya, amni insyaallah.
Adikku metta, setau saya, ketika berdakwah mengajak kau, kafir dan musyrik, nabi kita walaupun tegas dan lugas, tetapi beliau berlemah lembut dan sopan….. mengajak diskusi dengan mengedepankan bukti… beliau masih memberikan peluang lawan dakwah beliau untuk berargumen dan mengatakan :”Mungkin kami tau kalian yang bedara di atas kesesatan atau di atas petunjuk” Walaupu beliau yakin seratus persen bahwa beliaulah yang bedara di atas petunjuk Allah. Nabi tidak menyerang lawannya dengan kata kata ya jahil! ya kadzdzab!
Adikku metta anti sah sah saja membela Ibnu Taymiah tetapi adalah tidak ilmiah jiika anda tidak mau tau tentang kesalahan kesalahannya, Ibnu Taymiah itu kan mansuai biasa bisa salah kan? Kalau kita bela terus tanpa bukti cukup itu namanya ghuluw, ta’ashshub dan menyembah ulama’ (bukankan manhaj salafi menentang semua itu dik?!)
Saya sasrankan anti membuka blog: ibnutaymiah.wordpress.com/ barangkali ada manfaatnya.
Jika anti menolak bahwa manhaj salafi itu ditegakkan di atas dasar takfir sesama muslim dengan dasar syubhat syubhat tertentu yang belum pasti maka saya persilahkan ant mengunjungi blog:abusalafy.wordpress.com/ mungkin anti bisda dapat informasi baru. Ngak ada salahnya kan. Rabbi zidni ilman.
Makasih mbak, semoga masukan ini berguna buat mbak dan akhti ukhti lainnya.
hai abu_amr, manumu aja sudah sama dengan nama benggolan kaum Musyrik yang dibantai habis oleh Sayyidina Ali _karramallahu wajhahu- di perang Khandaq Amr bin abdi wudd, jadi pantas aja kalau kamu berpikiran kotor membenci Sayyidina Ali!
kamu asal bicara dan menuudh serampangan. Mencintai Ahlulbait Nabi dengan sepenuh arti cita kamu bilang ghuluw. Coba terangkan apa arti dan maksud ghuluw itu? yang guluw dalam membela kaum munafikin itu adalah kalian sisa-sisa antek-antek nabi umayyah, pohon terkutuk dalam firman Allah. kalian tak henti-hentinya membela mu’awiyah dan yazid serta semua yang berandil dalam menyakiti keluarg Nabi Muhammad as. kemudian utnuk menutupi kedok kepalsuan dan kemunafikan kalian bersembunyi di balik tabir kecintaan dan membela para sahabat… kalian dengan tanpa dasar mengatakan bahwa seluruh sahabat tanpa terkecuali adalah telah mendapat ridha Allah dan mereka puntelah ridha kepada Allah! Omong kosong!!!!!!! tidak semua sahabat telah diridhai ALlah dan meridhai Allah… tidak jarang dari mereka yang dilaknat, dicela dan divonis kemunafikannya. jadi mana buktinya kalau seluruh sahabat itu telah diridhai Allah. Ayat ayat yang akan kamu bawa-bawa tidak mengena, ia bersifat khusus tidak untuk seluruh sabahat. jadi apa yang kamu katakan:((((Yang pasti mereka semua( SAHABAT ) ridho kepada Allah, dan ALLAH ridho kepada mereka.)))) adalah omongan tak berdasar. hanya keluar dari orang yang keracunan faham bani umayyah yang terkutuk itu!!!!!
Dan apa yang kamu katakan: (((SYIAH=RAFIDHOH= Jalan IBLIS.))) adalah lucu dan menggelikan. Jalan iblis itu adalah jalan para pembenci keluarga suci nabi….. jalan yang mengangkan musuh-musuh dan para perusak agama yang mengatas namakan agama…. jalan yang menentang jalannya Ali bin Abi Thalib as.
jadi Iblis memakai bani umayyah dan para simpatisannya untuk menyeber jala kesesatan dan menghalangi jalan Ahlulbiat… junud iblis itu sekarang adalah para ulama nawashib yang banyak diwakili oleh ulama wahabi yang rela menjadi keledainya para emir dan para emir saudi itu adala himarnya Zionis, AS dan begundalan-begundalannya.
Mau tau jelmaan iblis lihat ulama wahabi…. mau tau musuh umta Islam lihat ulama Wahhabi… mau tau musuh bangsa Palestina lihat para ulama wahhabi saudi yang sesalu berpihak kepada kepentingan Israel.
Jadi tipu daya mereka itulah yang pantas disebut TALBIS IBLIS. BUKAN KAUM SYIAH DA SUNNI YANG BERJUANG UNTUK ISLAM DAN MEMBASMI KEPENTINGAN MUSUH-MUUSH ISLAM….
SEMOGA ALLAH MENGUTUK SEMUA YANG BERANDIL DALAM MENYENGSARAKAN SAUDARA-SAUDARA MUSLIM KITA DI PALESTINA. KHUSUSOAN PARA ULAMA SUU’ DAN PARA PENGUASA ARAB. AMIN YA RABBAL ALAMIN.
salam..
saya masih belum puas dengan jawaban atas pertanyaan saya di atas (no 13).pertanyaan saya mengenai hadits ad dar atau hadits rumah pertemuan adalah seputar kronologis peristiwa, apakah bani hasyim yang berkumpul mencapai 40 orang ? sy tidak perduli dengan sanggahan ibn taimiyah yang mendustakan riwayat itu, begitu juga riwayat bukhari yang menyebutkan rasul memanggil fatimah dihadapan para pembesar quraisy….(ini menurut saya adalah absurd) namun bukan berarti tanpa ada riwayat tandingan yang shahih berarti riwayat hadits ad Dar*pengangkatan ali) bisa benar dengan sendirinya bukan ?pertanyaan saya hanya satu jumlah bani hasyim sesuai sirat rasul tidak sampai 40 orang ?!! atau anda punya bukti lain?
Kemudian dengan surah al maarij yang turun seusai pengangkatan ali di ghadir khum riwayat ini jelas-jelas banyak terdapat dalam buku buku syiah seperti kebenaran yang hilang,mazhab syiah, sedangkan begitu juga dengan surat al maidah ayat 3 adalah ayat terakhir dalam asbabun nuzul yang diterima oleh syiah, mengapa anda bisa mengatakan “apakah benar Syi’ah mengatakan bahwa ayat 3 surah al Maidah akhir ayat yang turun ?” apakah anda meragukannya ? saya rasa hal ini telah umum diketahui (anda bs download di situs yayasan fatimah.org dalam asbabun nuzul keutamaan ahlulbait)sedangkan pertanyaan saya adalah apakah surah al maarij turun dua kali atau bagaimana ?
tolong dijawab pertanyaan saya, saya sedang kebingungan dan tidak ada maksud untuk berpolemik!!!
terima kasih.
___________
-Ibnu Jakfari-
Akhi Alexander, pertanyaan saudara banyak sekali, yang masing-masing jawabannya juga butuh pikiran untuk menjawabnya. Tapi dalam kesempatan ini saya akan mencoba menjawabnya dengan ringkas saja.
(1) Riwayat yang mengisahkan turunnya ayat indzar dan kaitannya dengan pengangkatan Ali ra. adalah telah dishahihkan oleh para ulama hadis Ahlusunnah, seperti Ibnu Hajar, al Hakim, al Haitsmi, al Baihaqi, Syihabiddin al Khaffâji dll. jadi berdasarkan kenyataan itu, maka jumlah 40 yang masih dipermasalahkan itu tidak lagi layak dipermasalahkan dengan alasan misalnya bahwa dalam sejarah bahwa jumlah bani hasyim tidak mencapai 40 orang! Sebab bukankah sejarah itu diambil dari riwayat atau data sejarah?! Dan sekarang di hadapan kita ada data sejarah dengan riwayat yang shahih tentangnya maka adalah benar apabila kita mengatakan bahwa jumlah mereka telah mencapai 40 ketika itu! Oleh kerananya menolak keshahihan riwayat itu dengan alasan di atas adalah tertolak dalam metode para ulama hadis kita.
(2) hadis yang menyebutkan Rasul saw. memanggil Fatimah as. dihadapan para pembesar quraisy… jika dikaitkan dengah turunnya ayat di atas maka perlu dipertanyakan, sebab ayat itu turun di awal-awal masa da’wah, hal mana dalam laporan para sejarawan Islam, ketika itu Fatimah as. masih sangat kecil atau justru belum lahir (menurut data sejarah lain), jadi mana mungkin Nabi saw. meminta dari Fatimah as. agar menyelamatkan diri sendiri padahal ketika itu ia belum baligh kan?!
(3) Ayat 3 al Maidah, baik ia turun terakhir atau bukan, ia turun berkaitan dengan peristiwa di Ghadir Khum. Para umala, seperti Imam Jalaluddin as Suyuthi telah merangkum banyak riwayat tentangnya dari para ulama tafsir dan hadis, di antara mereka adalah: Ibnu mardawaih, Abu Nu’aim, Ibnu al Maghazili, al Khawarizmi, an Nathanzi, ash Shalihani dan al Hamawaini. Adapun anggapan saudara bahwa Syi’ah yang mengatakan bahwa ia adalah ayat terakhir, sebenarnya bukan hanya Syi’ah yang berpendapat demikian, Al ya’qubi -seorang sejarawan Sunni juga berpendapat demikian.
(4) Ayat surah al Ma’arij turun dalam kasus Harits bin Nu’man adalah telah diriwayatkan oleh tidak kurang dari 18 ulama Ahlusunnah, jadi mungkin kurang tepat kata-kata saudara Kemudian dengan surah al maarij yang turun seusai pengangkatan Ali di ghadir khum riwayat ini jelas-jelas banyak terdapat dalam buku buku syiah seperti kebenaran yang hilang,mazhab syiah, jika maksud saudara bahwa buku-buku ulama Ahlusunnah tidak menyebutkannya.
Para ulama yang meriwayatkannya dalam buku-buku tafsir atau hadis mereka adalah sebagai berikut:
1.Ats Tsa’labi, dalam tafsirnya yang banyak diandalkan para mufassir Ahlusunnah seperti As Suyuthi.
2.Ibnu al Jauzi dalam Tadzkirah al Khawash.
3.Al Washshabi al Yamani dalam al Iktifa’ fi Fadhli al Khulafa’.
4. Az zarandi dalam nadzmu Durar as Simthain.
5. As Suamhudi dalam Jawahir al Aqdain.
dll.
Adapun keberatan sebagian ulama bahwa surah al Ma’arij adalah Makkiyah, tidak cukup alasan untuk menolak riwayat asbab nuzul di atas, sebab tidak menutup kemungkinan bahwa ayat itu turun dua kali, seperti dalam banyak contoh yang disebutkan oleh para ulama seperti az Zarkasyi dalam al Burhannya dan as Suyuthi dalam al Itqannya.
demikian jawaban ringkas saya semoga tidak mengecewakan. Terima kasih atas tukar pikirannya.
Assalamua’laika Ya Rasulullah, Muhammad ibn Abdillah saw
Assalamua’alaika Ya Amiril Mu’minin, Ali ibn Abu Thalib as
Assalamua’alaiki Ya Qurataini Rasulullah, Fatimah Azzahra bnt Muhammad as
Assalamua’alaika Ya Imam Hasan ibn Ali
Assalamua’alaika Ya Imam Husein ibn Ali
Assalamua’alaika Ya Imam Ali ibn Husein, Zainal Abidin
Assalamua’alaika Ya Imam Muhammad ibn Ali, Al Baqir
Assalamua’alaika Ya Imam Ja’far ibn Muhammad, Asshadiq
Assalamua’alaika Ya Imam Musa ibn Ja’far, Al Khazim
Assalamua’alaika Ya Imam Ali ibn Musa, Arridho
Assalamua’alaika Ya Imam Muhammad ibn Ali, Al Jawad
Assalamua’alaika Ya Imam Ali ibn Muhammad, Al Hadi
Assalamua’alaika Ya Imam Hasan ibn Ali, Al Askari
Assalamua’alaika Ya MAHDI, Shohibuzzaman…
Insya Allah para pencinta Rasulullah saw dan keluarganya yang suci akan digabungkan bersama mereka… Amien.
Yang pasti setelah Nabi Adam pasti ada penerus sampai ke nabi2 selanjutnya, dan yang terakhir adalah Rasulullah saw, penutup para nabi. Hanya kita harus mencari Kebenaran (bukan sekedar Islam) melalui penerus Rasulullah saw (risalah beliau) semua sudah terjawab di dalam Kitabullah, nggak perlu mempersoalkan mana yang lebih Benar. Karena Islam itu universal, keyakinan ada dalam individu masing2 manusia.. dan tidak dapat dipaksakan, kecuali mendapatkan hidayah Allah SWT dengan cara mencari Kebenaran itu sendiri, karena kalau kita sudah merasa Benar, berarti kita berhenti dalam pencarian, iya kalau yang kita ambil sudah Benar, kalau ternyata masih salah… (hayo.. gimana?)
Saudara2 sesama manusia, kenapa musti meributkan, apalagi sampai (mengeluarkan kata2 yang tidak baik), kalau memang kalian sudah pasti yang Benar, nanti kalau sudah tinggal di rumah masa depan tipe 21, kompleks Tanah Kusir atau Jeruk Purut atau Menteng Pulo atau Karet, tolong beritahu kami yang masih dalam pencarian Kebenaran yang Hakiki, jadinya kami tidak perlu lagi repot2 mencari (loh… gitu aja koq repot..!) atau mungkin kami akan lari tunggang langgang melihat kalian datang… (serreemmm..!!)
Shalawat atas Rasulullah saw dan ahlul baitnya yang suci juga para sahabat pilihan…
Salam
[...] dalam mengutamakan Ali RA dari sahabat yang lain bukan Rafidhah. Sekarang baru berkata bahwa Syiah itu berbeda dengan Rafidhah, karena mereka tidak berani menisbatkan Syiah disini sebagai Rafidhah yang mereka bilang sebagai [...]
ahlusunnah bukan berarti pengikut muawiyah…bukan juga membenci ali..siapa yang benci imam Ali?? alhamdulillah saya bukan syi’ah tapi saya sangat cinta Imam Ali dan ahlul baitnya..dan juga saya benci banget sama yazid dan muawiyah..mereka kan diktator..apalagi raja arab sekarang..NAuzdubillahi mindzalikkk…..raja arab itu muna..mereka itu nenek moyang nya orang yahudi loh..saud itu bapaknya yahudi..coba aja liat sejarah
Ibnu Jakfari:
Ukhti Soraya, semoga Allah membalas kebaikan dan klelurusan keyakinan Anda terhadap para kekasih Allah dan kebencian kepada musuh-musuh mereka.
Sayang sekali Dek Metta, sifat fithrah wanitanya telah hilang, ada gak ya yang bisa membantunya menemukan jatidirinya kembali??
Apa kata dunia, bila wanita yang kodratnya lemah lembut berubah kasar tak karuan?
Apa kata dunia, bila Dek Metta yang ingin kebenaran tapi disuguhi oleh syaikhnya kepalsuan?
Apa kata dunia, bila Dek Metta ingin menjadi pengikut Muhammad tapi tertipu oleh ajaran setan?
Apa kata dunia, maksud hati ingin dapat surga yang penuh kenikmatan justru masuk neraka jahannam?
Mohon saudara2 sudi kiranya membimbing Dek Metta agar menjadi wanita sesuai kodratnya, shalihah, lemah lembut, dan menjadi penyejuk hati pasangan hidupnya.
Ass..wr..wb
Kebetulan saya baru di blog ini. Setelah melalui kajian secara seksama, Alhamdulillah saya menemukan bahwa syiah-lah yang benar2 mengikuti sunnah Nabi saw yaitu berpegang teguh kepada Al-Quran dan Ahlul Baitnya yang suci. Melalui blog ini, saya ingin tanyakan kepada pak admin maupun saudara2 yang ikut berdiskusi dalam blog ini, di mana saya dapat menemukan komunitas syiah ataupun juga pengajian pengajian syiah terutama di Malang, karena kebetulan saya tinggal di Malang. Mungkin Pak Admin dan Saudara2 lainnya bisa mengenalkan saya dengan orang2 syiah di Malang (kalau bisa juga nomor telponnnya) atau memberi alamat2 yayasan syiah di Malang, karena saya ingin sekali ikut dalam pengajian syiah karena selama ini saya tidak punya kenalan dengan orang syiah, jadi saya hanya bisa belajar syiah dari buku-buku yang di jual di toko buku. Saya juga ingin berkenalan dengan saudara2 syiah dalam blog ini, silahkan hubungi saya di 085646695456. terima kasih sebelumnya. Wassalam…
Alah……..Salafi sama Syiah sama aja….Sama-sama suka memecah belah umat. Salafi suka bid’ah-bid’ahin orang, Syiah suka nyalah-nyalahin Sahabat. Tapi masih lebih mending Wahhabi lah dikit…
Ibnu Jakfari:
Sepertinya perlu diperjelas apa defenisi memecah belah umat? Apa maksud “Menyalah-nyalahkan sahabat”?
Kalau sahabatnya memang salah menurut Al Qur’an dan Sunah lalu bagaimana? Apa tetap akan dibenarkan?
Abdulah ibn Ubay ibn Salul mengecam dan mengancam Nabi Muhammad saw., Apa mau kita bela juga?
Ada sahabat berbohong kepada Nabi saw. (seperti Walid sahabat kebangaan kaum Wahabi) sehinga Allah menurunkan ayat yang menegasakan kefasikannya, apakah juga mau dibela dan diebenarkan?