Mazhab Ahlusunnah Kebanjiran Hadis Palsu, Krisis Hadis Shahih (1)

Apapun alasan dan penyebabnya, pemalsuan hadis sudah sedemikian marak tak terkendali dan mencapai batas membahayakan kemurnian agama….

Apapun penyebabnya, hadis-hadis palsu ternyata telah membanjiri pasar-pasar hadis di berbagai kota ilmu Islam, tak terkecuali kota suci Madinah….

Apapun penyebabnya, berprofesi sebagai pembuat hadis palsu kian digemari banyak kalangan, tak terkecuali kaum Shalihin dan para pemuja sufisme ….

Apapun penyebabnya, akhirnya hadis palsu lebih diminati para pemulung hadis dan pemburu sunnah….

Betapapun usaha telah dicurahkan, tetap saja mencari hadis shahih di antara tumpukan hadis-hadis palsu hampir terasa mustahil dan membuat banyak pihak berputus asa… ia lebih langka dari sehelai bulu putih di atas punggung kuda hitam…. Ia lebih langka dari al kibrît al Ahmar ….

Kini dunia hadis Ahlusunnah telah kebanjiran hadis-hadis palsu dan mengalami krisis hadis shahih….

Itulah kira-kira dirasakan Imam Ahlusunnah, imam Dâr al Hijrah; Imam malik ibn Anas…

Banyak riwayat terpercaya melaporkan bahwa Imam Malik telah menghafal tidak kurang dari 100.000 hadis…. Dari jumlah itulah ia menyusun kitab Muwaththa’nya yang sangat ia bangakan dan juga dibanggakan para ulama; para fakih dan muhaddis Ahlusunnah, seperti Imam Syaf’iI dll.

Dalam kesempatan ini saya ingin berbagi informasi tentang banjir hadis di dunia hadis Ahlusunnah…

Jalaluddin as Suyuthi –seorang ulama, pakar haddis, ahhli fikih, dan bahasa- meraangkum laporan untuk kita dalam mukaddimah syarah Muwaththa’nya yang ia beri judul Tanwîr al Hawâlik….

  • Qadhi Abu Bakar ibn al Arabi meriwayatkan dalam syarahh at Turmudzi dari Ibnu Hubâb bahwa Malik telah meriwayatkan seratus ribu hadis. Ia menghimpunnya dalam Muwaththa’ sebanyaak sepuluh ribu, kemudian ia terus-menerus menyocokkannya dengan Al Qur’an dan Sunnah dan menguji kualitasnya dengan atsâr dan akhbâr, sehingga ia kembali (hanya menerima) lima ratus hadis saja.”
  • Al Kiya al Harâsi berkata, Sesungguhnya Muwaththa’ Malik terdiri dari sembilan ribu hadis, kemudian ia (Malik) terus-menerus memilih dan memilah sehingga tersisa hanya tujuh ratus hadis.”
  • Abu al Hasan ibn Fihr, meriwayatkan dari ‘Atîq ibn Ya’qub, ia berkata, “Malik memuat sekirat 10.000 hadis dalam Muwaththa’, lalu ia senantiasa menelitinya setia tahun, dan ia mengugurkan bagian-bagian tertentu darinya, sehingga tersisa yang sekarang ini.”
  • Sulaimn ibn Bilâl berkata, “Malik menulis Muwaththa’ dan di dalamnya terdapaat empat ribu hadis atau lebih, dan ketika ia mati yang tersisa hanya seribu hadis lebih sedikit. Setiaap tahun ia menyortirnya dan menyisakan yang dalam hematnya mengandung maslahat buat kaum Muslimin dan sesuai untuk agama.”

(Baca Tanwîr al Hawâlik,1/6 mukaddimah III)

Dari paparan di atas dapat kita saksikan betapa hadis palsu telah membanjiri dunia hadis Ahlusunnah…. Dari seratus ribu hadis yang diriwayatkan Malik dari para masyâikhnya, yang hampir keseluruhannya adalah berasal dari kota Madinah, ternyata Malik hanya mampu menyisakan sekitaar 1000 hadis saja… itu pun masih ternyata masih banyak yang tidak layak dikelompokkan sebagai hadis shahih!! Sehingga ada yang mengatakaan andai kematian Imam Malik ditangguhkan hingga setahun kemudian kuat kemungkinan ia akan menggugurkan seluruh isi kitab Muwaththa’ yang ia tulis selama empat puluh tahun itu. (Tentang waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kitab Muwaththa’nya, baca Tanwîr al Hawâlik,1/6)

Ini semua bukti nyata bahwa hadis-hadis palsu telah membanjiri dunia hadis Ahlusunnah dan mereka sedang menghapi krisis hadis yang sangat serius!

Lalu, apa tidak mungkin hadis-hadis yang sekarang beredar atas nama agama itu adalah sebagian dari hadis-hadis palsu yang dibuang Imam Malik itu?

Siapa tau?

Kalau Imam Malik saja sudah kehilangan kepercayaan terhadap 99 persen hadis yang ia riwayatkan sendiri dari paara masyâikhnya, lalu kini apa yang masih bisa dipercaya?

Dari 100.000 hadis ternyata hanya 1000 yang dapat selamat!

About these ads

13 Tanggapan

  1. Mas Ibnu, lalu bagaimana dengan syi’ah? apakah al-kafi-ya orang syi’ah tidak bebas dari hadis2 yang dilemahkan oleh ulama2 syi’ah sendiri? saya dengar tuh, ada yang bilang bahkan sampai 2/3 al-kafi itu tidak shahih…bener gak?

    ___________________________
    Ibnu Jakfari:

    yang kamu harus bela sekarang adalah nasib hadis di mazhab kamu dulu…. mengapa ngurusi hadisnya Syi’ah!!! Apakah kalau benar bahwa 2/3 hadis al-kafi tidak shahih apa bisa berarti 99 persen hadis Ahlusunnah yang palsu itu menjadi shahih? Tidak ada RABITHAH MANTIQIYAH NYA mas!!
    Jadi jangan menutupi problem serius hadis Sunni dengan menyebut-nyebu yang tidak kamu ketahui dengan benar masalahnya!
    Ikuti terus, saya akan sajikan banyak data tentang masalah hadis Ahlusunnah!!!
    Wassalam.

  2. Klu saya tdk salah(klu salah tolong diperbaiki) bahwa Syiah tdk mempunyai kitab Hadis Shahih. Yg ada hanya kumpulan Hadis dlm buku al-kafi. Jd bisa dipakai atau tdk terserah. Tp di Sunny mencamtumkan Shahih jd pasti benar. Jd klu ada hadis berdasarkan al-kafi dan kenyatan tdk shahih ya jgn dipakai> Klu disunny harus krn Shahih. Tetapi Klu itu keluar dr mulut para Imam dan tdk bertentangan dg Alqu’an (dan selama ini Hadis2 dr Ahlulbait tdk ada yg bertentangan dg Alqu’an.) maka bagi Syiah dinyatakan SHAHIH. Saya tdk tau klu ada pemalsuan mengatas namakan Imam ahlulbait as

  3. @AbuRahat
    Antum ya Abu wa Jakfari, jangan membuat kesimpulan sendiri bahkan pembenaran sendiri dengan cerita2 dan asumsi2 yang kabur tapi antum jadikan dasar. Naif sekali!!!!

  4. Mas Ibnu, kalo memang sunni kebanjiran hadits palsu, syi’ah juga kitabnya lebih dari separuh tidak shahih. Bagaimana kalau kita sama2 pindah madzhab saja? Jadi pengikutnya Ibn Abdil Wahab! atau kalau wahabi juga tidak shahih. Mungkin jadi Konghucu saja bagaimana?

    Ibnu Jakfari:

    Coba buktikan apa yang ANda katakan itu! Baru berkesimpulan…

  5. mas rijal dan jaka…
    jgn paksakan definis”baju ” ahlus sunnah ke syiah dalam memperlakukan hadits..yah…
    kami di syiah bila kita lihat itu bertentangan dengan quran dan hadits maka kami berani mengatakan itu tdk bisa dipakai…bgm pendapat anda ttg kutubus shohih

  6. @Jaka Sukma
    Kan saya hanya mengikuti cara anda berdialog, ASAL NOMOMG tanpa nash. Klu anda ngomong pakai nash yah mari kita berdialog pake nash. Prinsip saya klu berbicara dg seseorang hrs diketahui siapa lawan bicara. Klu lawan bicara bisa diajak diskusi kt bicara secara ilmiah. Klu tdk ya cape nda ada artinya walaupun sampai berbusa mulut kita

  7. bisa kasi conto hadits shahih dari buku syi’ah?

    Ibnu Jakfari:

    Itu kamu sendiri dalam tanggapan pada:http://jakfari.wordpress.com/2007/08/20/keutamaan-ilmu-dalam-hadis-ahlulbait-as/ sudah bisa sebutkan hadis shahih dari kitab Syi’ah walaupun kamu salah dalam memahaminya….

  8. Dalam masalah hadis sikap Syi’ah lebih jujur ketimbang Sunni. Syi’ah secara sportif mengakui masih adanya hadis2 dhaif dalam kitab2 hadisnya. Sebaliknya Sunni berani mengklaim bahwa hadis yang terdapat dalam Bukhori Muslim sahih semua. Padahal cukup banyak yang bertentangan dengan nash AlQuran seperti misalnya penggambaran pribadi Nabi saw yang kurang lebih disejajarkan dengan para sahabat (bisa lupa dan salah).

    Secara tidak langsung tulisan mas Ibnu memberikan pesan kepada kita bahwa baik Sunni maupun Syi’ah secara kontinyu harus melakukan penelitian terhadap2 hadis yang terdapat dalm masing2 kitab hadisnya, sehingga ke depan tidak ada lagi kontroversi mengenai keadilan para sahabat dan para isteri Nabi umpamanya.

    • Khalisa : tolong dijelaskan letak pertentangan pribadi rasul antara hadis dan Alqur’an yang anda paparkan, kalo saya rasa bukan pertentangan, lagian seharusnya anda bisa lebih rinci menyebutkan ayat Alquran surah apa dan hadis nya, jangan secar gamblang gitu bisa membuat bingung umat, karena ada ayat Alqur’an (saya juga tidak akan merinci seperti anda, silahkan cari sendiri) dalam Firmannya Allah mengatakan bahwa Rasulullah itu juga manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan…Dan hanya saja Baginda adalah teladan dan Cahaya bagi Umat Manusia untuk membawa ke arah Jalan Allah SWT…Semoga Kita Semua di rahmati Allah SWt dan Menjadi Pengikut Rasulullah S.A.W. Amin Qabul

  9. jangan menganggap kelompok anda lebih baIK DARI kelompok lain….jangan bikin murka Allah..

  10. Nasehat yg baik, ktika dsampaikan dengan cara yang baik, itu lebih baik.

  11. kebaikan bukan untuk debat…………………
    tp di prjuangkan ditinggikan …
    disampaikan dengn cara yang baik
    ……………..

  12. wahai sadara-saudara ku yang tercinta

    ingatlah untuk selalu berdoa agar selalu di lindungi oleh Allah dari kesesatan dan di selalu di tunjukan jalan yang lurus….

    sebab hanya Allah yang bisa menyesatkan dan meluruskan jalan seseorang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: