Lima Belas Bukti Palsu Khilafah Abu Bakar (9)

Persembahan Buat Kaum Salafiyah Wahhabiyah dan Blog Haulasyiah!

Kisah Abu Bakar Menjadi Imam Shalat Di Hari-hari Akhir Hidup Nabi saw. adalah Kisah Kepalsuan

Tak henti-hentinya saudara-saudara kami Ahlusunnah, dan khususnya yang Nawâshib di antara mereka, di antaranya adalah Pendiri Sekte Wahhabiyah dan kaum Wahabi …. Tak henti-hentinya mereka berdalil dengan kasus ditunjuknya Abu Bakar menjadi imam shalat di hari-hari akhir kehidupan Nabi saw. bahwa sebenarnya penunjukan itu oleh Nabi saw. adalah sebuah isyarat atau bahkan dianggap sebagai penunjukan samar/khafiy atas kekhalifahan Abu Bakar…

Akan tetapi, semua itu tidak berdasar… di sampan peristiwa penujukan itu adalah palsu!

Ibnu Abdil Wahhab berkata:

وما صح من أمره صلى الله عليه وسلم أبا بكر في مرض موته بإمامة الناس وهذا التقديم من أقوى إمارات حقيقة خلافة الصديق وبه إستدل أجلاء الصحابة كعمر وأبي عبيدة وعلي رضي الله عنهم أجمعين.

“Dan apa yang telah shahih bahwa Nabi saw. di waktu sakit kematiannya memerintah Abu Bakar untuk  memimpin shalat. Dan pengajuan itu adalah isyarat terkuat akan hakikat Khilafahnya ash Shiddîq (Abu Bakar). Dan dengannya para pembesar sahabatseperti Umar, Abu Ubaid dan Ali ra. berdalil.”

Dalam blog haulasyiah, seorang pendekar Wahabiyah juga membanggakan dalil di atas dan mendendangkan nyanyian lama tanpa meneliti dan memerhatikan kepalsuannya… seakan mereka bersepakat untuk bergantung di atas lumut demi menyelamatkan doqma klasik mazhabnya…

Ust. Muhammad Umar As-Sewed berkata:

“Dalil-dalil yang menunjukkan akan adanya isyarat secara tidak langsung (bukan wasiat) dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang mengisyaratkan bahwa Abu Bakarlah yang lebih pantas menjadi khalifah sangat banyak. Isyarat-isyarat tersebut adalah sebagai berikut:

Abu Bakar radhiallahu ‘anhu dipilih sebagai imam Shalat pengganti Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam

Hadits-hadits yang menunjukkan diperintahkannya Abu Bakar untuk memimpin shalat menggantikan Rasulullah, shalallahu ‘alaihi wasallam sangat masyhur. Salah satu di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abi Musa radhiallahu ‘anhu berikut:

مَرِضَ رَسُولُ اللَّهِ فَاشْتَدَّ مَرَضُهُ فَقَال مُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ فَقَالَتْ عَائِشَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبَا بَكْرٍ رَجُلٌ رَقِيقٌ مَتَى يَقُمْ مَقَامَكَ لاَ يَسْتَطِعْ أَنْ يُصَلِّيَ بِالنَّاسِ فَقَالَ مُرِي أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ فَإِنَّكُنَّ صَوَاحِبُ يُوسُفَ قَالَ فَصَلَّى بِهِمْ أَبُو بَكْرٍ حَيَاةَ رَسُولِ اللَّهِ. ]متفق عليه)

Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sakit parah beliau berkata: “Suruhlah Abu Bakar untuk mengimami manusia”. Maka berkatalah Aisyah: “Ya Rasulullah sesungguhnya Abu Bakar adalah seorang laki-laki yang amat perasa (mudah menangis). Bagaimana dia akan menggantikan kedudukanmu, dia tidak akan mampu untuk memimpin manusia”. Rasulullah berkata lagi: “Perintahkanlah Abu Bakar untuk mengimami manusia! Sesungguhnya kalian itu seperti saudara-saudaranya nabi Yusuf.”[1] Abu Musa berkata: maka Abu Bakar pun mengimami shalat dalam keadaan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam masih hidup. (HR. Bukhari Muslim)”

Kemudina selanjutnya ia menyebutkan beberapa dalil yang telah kami bantah habis dalam edisi-edisi yang telah lewat.

http://haulasyiah.wordpress.com/2007/08/06/isyarat-rasulullah-abu-bakar-sebagai-khalifah-bantahan-syubuhat-syiah-ke-5/

Ibnu Jakfari berkata:

Setelah penelitian panjang terhadap riwayat-riwayat yang dijadikan dalil oleh Syeikh Ibnu Abdil Wahhabdan kaum nawâshib Wahhâbiyah, dan pembuktian bahwa dalil-dalil tersebut tidak mampu bertahan di hadapan kritik dan pembuktian akan kepalsuannya, maka di sini tidak tersisa dari dalil yang diandalkan Syeikh kecuali berhujjah dengan shalat Abu Bakar di hari-hari akhir hidup Nabi saw. … Dan adapun klaimnya bahwa para pembesar sahabat, di antaranya Imam Ali as. telah berhujjah dengannya untuk membuktikan keabsahan Khilafah Abu Bakar adalah sebuah kepalsuan lain yang tidak akan mampu ia buktikan di hadapan kajian ilmiah… ia hanya sebuah kepalsuan yang diatas namakan Imam Ali as. oleh para pemalsu yang sektarian demia membela doktrin mazhabnya. Sebab jika benar, lalu mengapa Imam Ali as. enggan memberikan baiat untuk Abu Bakar bahkan menentangnya selamma enam bulan, seperti diriwayatkan dalam berbagai riwayat shahih, di antaranya oleh Imam Bukhari?!

Semua itu tidak berdasar, dan hanya kepalsuan belaka!!

Adapan mengaitkan-ngaitkan antara menjadi imam shalat (yang disitilahkan dengan imamah shughrâ) dengan kekhalifahan (yang disitilahkan dengan imamah kubrâ) adalah kesimpulan yang mengada-ngada, dan hanya dilontarkan oleh kaum jahil yang tidak mengerti permasalahan Khilafah/Imamah Kubra dalam teoloqi Islam, khususnya teoloqi Ahlusunnah wal Jama’ah! Sebab:

Pertama: Para ulama Sunni sendiri telah mengakui tidak adanya relevansi antara menjadi imam dalam shalat dan menjabat sebagai Khalifah, sebab ia adalah dua masalah yang sangat berbeda dalam segala seginya termasuk dalam syarat-syarat yang dibutuhkan oleh masing-masing. Ibnu Hazm telah mengakui kenyataan ini, ia berkomentar, “Adapun orang yang mengklaim bahwa Abu Bakar diajukan menjadi Khalifah karena diqiyas karena ia diajukan sebagai imam dalam shalat maka ia adalah batil/salah secara pasti, bâthilun biyaqînin. Sebab tidak setiap yang berhak menjkadi imam dalam shalat ia berhak menjadi Khalifah. Yang berhak menjadi imam dalam shalat adaalah yang paling bagus qira’atnya, walaupun ia seorang ajami (non Arab) ataupun orang Arab, sementara tidak berhak menjabat sebagai Khalifah kecuali seorang dari suku Quraisy. Bagaimana akan diqiayaskan antara keduanya, semantara qiyas itu seluruhnya batil.”[2]

Selain Ibnu Hazm, Syeikh Abu Zuhrah –seorang tohok ulama Azhar- juga menolak prinsip relasi tersebut, ia berkata, “Sebagian dari mereka berkata, ‘Nabi saw. telah merelakan ia menjadi imam dalam urusan akhirat kita (shalat), lalu apakah kita tidak meralakannya menjadi imam dalam urusan dunia kita?!’. Akan tetapi ia memaksa adalah relasi yang tidak berdasar, sebab politik (mengurus) urusan dunia berbeda dengan urusan ibadah. Maka dengan demikian isyarat itu tidaklah jelas mengandung penunjukan. Selain itu, dalam rapat di Saqifah yang di dalamnya terjadi persaingan tidak sehat antara kaum Muhajirin dan Anshar dalam memperebutkan jabatan Khilafah tidak seorang pun berdalil dengan dalil tersebut. Yang jelas mereka tidak meyakini adanya relasi antara imamah shalat dan jabatan kepemimpinan umat Islam (Khalifah/Imamah Kubrâ).”[3]

Kedua: Dalam fikih Ahlusunnah tidak memberi perhatian dalaam kualitas seorang imam dalam shalat, sebab seorang yang fajir sekalipun boleh dan sah menjadi imam shalat sementara makmunya orang-orang shaleh, waliyullah. Para ulama Ahlusunnah berdalil dengan sabda Nabi saw. yang mereka akui keshahihannya, “Shalatlah di belakang seorang yang barr/baik mapun yang fajir/jahat/derjana.” Sebagaimana mereka juga berdalil dengan bermakmumnya para pembesar sahabat di belakang Walîd ibn ‘Uqbah ketika memimpin shalat dalammkeadaan mabok berat di masa ketika ia menjadi gubernur wilayah Kufah di  masa kepemimpinan Khalifah Utsman ibn Affan.

Andai menjadi imam dalam shalat adalah bukti legalitas kekhalifahan seorang pastilah Salim maula Abu Hudzaifah, Amar ibn ‘Âsh dan Abdurrahman ibn ‘Auf lebih berhak menjadi Khalifah sebab mereka pernah memimpin shalat dan di antara yang menajdi makmun adalah Abu Bakar![4] Sementara itu dalam riwayat-riwayat Ahlusunnah Abu Bakar kemudian mundur setelah kedatangan Nabi saw. ke dalam masjid dan menggantikannya menjadi imam shalat![5]

Abu Bakar Tidak Menjadi Imam Dalam Shalat Tersebut!

Seluruh riwayat yang mengisahkan peristiwa tersebut menegaskan bahwa beberapa saat setelah Abu Bakar memimpin shalat, Nabi saw. segera keluar bergegas menuju masjid dengan dipanggul Imam Ali as. dan al Fadhl putra Abbas ra. atau Abas sendiri dalam keadaan sakit parah sehingga kedua kaki suci beliau tidak menginjak ke tanah, kemudian beliau yang memimpin shalat dan menyingkirkan Abu Bakar dari posisinya sebagai imam shalat!

Jadi jika benar Nabi saw. yang memerintah Abu Bakar untuk menjadi imam shalat, mengapakah kemudian beliau memaksa diri bangkit menuju masjid dan menyingkirkan Abu bakar dari posisinya?! Bukankah kebangkitan Nabi saw. menuju masjid dalam keadaan seperti itu ingin menepis anggapan bahwa beliaulah yang memerintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam dalam shalat!

Sibthu Ibn Jauzi telah menulis sebuah buku untuk membuktikan bahwa Abu Bakar tidak menjadi imam dalam shalat pada kasus  tersebut. Dalam buku tersebut ia menyusun tiga bab, pertama pembuktian bahwa Nabi saw. keluar menuju masjid dan menyingkirkan Abu Bakar, kedua pembuktian adanya ijma dari Abu Hanifa, Malik, Syafi’i dan Ahmad tentang hal tersebut, ketiga, pembuktian kelemahan riwayat yang mengatakan bahwa Abu bakar lah yang menjadi imam dalam shalat tersebut. Dan ia mensifati yang mengatakannya sebagai gedil dan mengikuti hawa nafsu.

Ibnu Hajar al Asqallani –penutup para huffâdz- juga menegaskan bahwa Abu Bakar tidak menjadi imam dalam shalat itu. Ia berkata, “Telah banyak sekali riwayat dari Aisyah dengan tegas menunjukkan bahwa yang menjadi imam dalam shalat tersebut adalah Nabi saw.”[6]

Jadi andai mereka berdalil dengan shalatnya Abu Bakar sebagai bukti keabsahan Khilafahnya, niscaya orang lain dapat berdalil dengan disingkirkannya Abu Bakar dari posisinya sebagai imam shalat adalah isyarat kuat bahwa ia sama sekali tidak memiliki kelayakan untuk menjadi imam shalat apalagi menjadi Khalifah!

Keempat: Bukti-bukti otentik mengatakan bahwa Abu Bakar saat itu termasuk yang diperintah Nabi saw. untuk bergabung dengan tentara di bawah komandan Usamah ibn Zaid. Jadi tidak mungkin Nabi saw. yang memerintah Abu Bakar untuk menjadi imam shalat ketika itu![7]

Kelima: Andai dalil yang mereka banggakan itu shahih dan sempurna sanad dan matan dalam pandangan Ahlusunnah, maka itu masih belum cukup, -seperti sering saya tegaskan- sebab ia hanya diriwayatkan oleh ulama Ahlusunnah sendiri, ulama Syi’ah tidak pernah meriwayatkannya dan tidak pula pernah menshahihkannya… Sementara kebutuhan mereka dalam membela keabsahan Khilafah Abu Bakar adalah dalam menghadapi hujatan ulama Syi’ah, lalu bagaimana dalam mempertahankan dan/atau membuktikannya, mereka (Ahlusunnah) berhujjah dengan dalil sepihak? Bukankah yang demikian itu menyalai etika berdialoq?

Al Khulashah

Jadi apa yang sedang mereka banggakan adalah gugur dengan sendirinya. Dan dengan gugurnya dalil-dalil yang mereka banggakan dan mereka andalkan dalam menegakkan keabsahan khilafah Abu Bakar maka runtuhlah pilar mazhab mereka yang mereka tegakkan di atasnya!! Walhandu Lihhahi….


[1] Terjemahan hadis di atas oleh ustadz Wahabi bernama Muh. Umar as Sewed adalah salah, sebab kata shawâhib dengan wazan (bentuk kata) fawâ’il menunjukkan perempuan… jadi tidak benar jika diterjemahkan dengan: saudara-saudaranya nabi Yusuf. Akan tetapi yang dimaksud dengannya adalah wanita-wanita yang mengganderungi Nabi Yusuf as. Tapi tak mengapalah kesalahan itu, dan saya tidak akan mengatakan bahwa ia diakibatkan karena sang ustadz pujaan kaum Wahabi itu baru belajar bahasa Arab…. Sebab bisa jadi beliau adalah pakar dalam bahasa Arab, namun kali ini tergelincir… Semoga tidak keseleo atau patah tulang dalam ketergelincirannya kali ini!! Amîn.

[2] Al Fishal Fi al Milal wa an Nihal,4/109.

[3] Tarikh al Madzâhib al Islamiyah:23.

[4]Lebih lanjut baca Shahih Bukhari, Kitabul Ahkâm, Bab Istiqshâul Mawâli wa Isti’mâlihim,9/88, Shahih Muslim, Bab al Mashu ‘ala al Imamah1/230, Musnad Imam Ahmad,4/248, 250 dan 251, Sunan Abu Daud,1/37, Sunan Ibnu Mâjah,1/392, Sunan an Nasa’i, 1/77, Bab Kaifa al Mashu ‘Ala al Imamâh, Sirah Ibn Hisyâm,4/272, Sirah Ibn Katsir,3/513 pada bab peperangan Dzatus Salâsil.

[5] Shahih Bukhari, Bab man Dakhala Liyaummu an Nâsa Fa jâa al Imam fa Yataakhkhara al awal,1/174

[6] Fathu al Bâri,2/123.

[7] Fathu al Bâri,8/124, ath Thabaqât al Kubrâ; Ibnu Sa’ad,4/66, Tarikh al Ya’qûbi,2/77, Tarikh al Khamîs,2/154 dll.

About these ads

49 Tanggapan

  1. apakah seorang yang lari meninggalkan peperangan,,dan meninggalkan kekasih semesta alam dalam hiruk-pikuk kilatan pedang bukit uhud…berhak menjadi seorang imam atau khalifah ?
    setidaknya, jikalau hal itu terjadi pd keluarga yg kita cintai skrng pun..kita akan membela sampai tetes darah terakhir bukan?
    apakah Rasul yang “dicintainya”, tidak lebih dari cintanya kepada keluarganya? atau cintanya kepada nyawanya sendiri? wallahu’alam …

    assalamu’alaika ayyuhannabiy wr…wb…
    maafkanlah kami semua ya rasulullah…
    dalam sakit pun,,kami masih membebanimu …
    di hari kamis pun,,kami masih saja melukaimu…
    mohonkanlah ampunan seluas-luasnya atas kealpaan kami semua kepada Yang Maha Luas Ampunan …
    semoga engkau tidak meninggalkan kami sekarang maupun kelak di yaumil akhir…
    allahumma shalli’ala muhammad wa ‘ala ali muhammad….

  2. OH syi’i pantesan
    bikin pusing

    • Bikin pusing??? Tentu saja karena Anda & teman2 Anda tidak sanggup menjawab dengan hujjah yg mantap… akhirnya… PUSING.

  3. Ko sepeninggal rasulullah terjadi kehitaman kelamnya agama islam
    Banyak hadis yg dipelitir untuk orang tertentu bagaimana umat
    Yg ikut massyaallah,,,,,!!!!!

  4. Apa mungkin Nabi menunjuk Abu Bakar sbg imam salat padahal pada waktu yg bersamaan Abu Bakar ada di Jurf suatu tempat di luar kota Madinah, sdg bergabung dg pasukan Usamah ?

  5. agama syi’ah adalah yang senantiasa kufur kepada dalil assunnah jadi sepertinya tidak mungkin mengambil dalil yang mereka kafir kepadanya……

    lihat…saja semua ulama terdahulu (sahabat) di kafirkan habis tiada tersisa melainkan hanya sebagian saja…bagaimana mungkin mereka akan menganggap dalil-dalil yang kita paparkan

    malainkan kami akan mengambil sedikit pertanyaan untuk orang-orang syi’i tersebut…….

    andaipun ocehan orang-orang syi’ah itu benar bahwa kekhalifaan bukan milik dari abu bakar radhiallahu ‘anhum…kemudian haq atas nasib umat islam pada saat itu ada di tangan Ali radhiallahu ‘anhum….

    maka ketika dahulu abu bakar di bai’at oleh seluruh ahlul ilmi di kalangan umat Islam…dan jikalau itu adalah kedzaliman kepada sahabat Ali…maka dimana dulu hidung-hidung kaum syi’ah yang kotor…mengapa sama sekali tiada terlihat.

    lalu andaipun benar kekhalifaan abu bakar adalah kedzaliman terhadap wasiat Rasulullah…karena wasiat Rasulullah adalah wahyu…dan wahyu adalah kebenaran yang harus dipertahankan hingga tetes darah terakhir…seorang kesatria Islam seperti Ali tentu tidak akan membiarkan wahyu dari Allah itu dikoyak-koyak oleh Abu Bakar dan sahabat lainnya dan pasti sampai kapanpun Ali tidak akan ridha dengan kekhalifaan Abu Bakar karena Ali adalah penegak Syari’at meskipun harus mati…..namun mengapa wasiat yang kalian anggap terkoyak itu kemudian diterima oleh Ali…apakah kalian sekaligus menuduh Ali sebagai pengecut

    dari sudut mana Ali memurtadkan sahabat Abu bakar sehingga itu menjadi pokok Aqidah kalian

    bagaimana mungkin Abu bakar yang di anggap murtad oleh orang-orang syi’ah, justru malah Ali menjadikan nama abu bakar sebagai nama para kerabat beliau. tidak mungkin seseorang memberikan nama kepada anaknya dengan nama seseorang yang dia anggap kafir

    satu lagi—orang syi’ah adalah lebih berbahaya dari orang yahudi dan nasara…hal ini karena dia punya taqiyah

    wahai ibnu jakfariyah….lakum dinukum waliyadin

    • @abu sayev

      he…he…he… sampean iki wong gemblung !

      • @abu juki,

        kalo abu sayev gemblung, trus anda apa mas?

        IDIOT???
        atau Tuna Daksa???

        hmmm…….

        semoga Allah mengampuni dosa2 kita

    • @abu sayev

      sepertinya mas abu sayev lagi stress ya?
      mbok yang ilmiah dikit gitu lo, jangan malu2 in wahabi/salafi….. cukup Ibnu Abdul wahab yang ngelantur dan Al Bani yang linglung !

      hee…………….he….he……. ehem ehem ehemm

  6. Abu bakar oh..abu bakar…

  7. Ibnu Jakfari.. hehehe seperti biasa anda berusaha menipu kaum awwam :lol:

    Tetapi Alhamdulillah, dengan anda menampilkan syubhat2 semacam ini memancing mereka untuk giat belajar lagi tentang agamanya.. tidaklah semua orang bodoh seperti yang anda sangka, kecuali orang-orang yang tidak mau berfikir dan menggali lagi ketika keyakinan mereka diserang oleh rafidhah macam anda… :lol:
    Akhir-akhir masa kehidupan Rasulullah tidak lah sehari atau dua hari,
    tetapi beberapa hari, dimana ketika beliau sakit dengan tegas beliau telah memerintahkan Abu Bakar untuk menjadi Imam Shalat menggantikan beliau di Masjid beliau, yang beliau tidak inginkan selain Abu Bakar. Bahkan beliau katakan Allah dan Kaum Muslimin tidak ridha selain Abu Bakar. kadang beliau merasa kuat, maka beliau berusaha untuk datang shalat di masjid, tetapi jika beliau tidak merasa kuat, Abu Bakar-lah yang menjadi Imam shalat.

    Mengenai pemberangkatan pasukan Usamah, berkata Ibnu Katsir : “Nabi telah memerintahkan untuk mengikuti pasukan ini sebagian besar sahabat senior (baik Muhajirin dan Anshar) untuk turut dalam pasukan Usamah, dan termasuk dari sekian sahabat yang senior adalah Umar bin Khattab ra., maka barangsiapa berkata, sesungguhnya Abu Bakar masuk dalam rombongan pasukan ini maka telah keliru, sebab ketika sakit Rasulullah memuncak, pasukan Usamah masih bertahan di Jurf, dan Nabi telah memerintahkan Abu Bakar ra agar shalat menjadi imam manusia, bagaimana mungkin dia masuk dalam pasukan Usamah sementara dia adalah imam kaum muslimin dalam shalat dengan izin Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dari Rabb alam semesta, andai saja dia memang turut pasukan Usamah maka nash syari’at telah mengecualikannya dari seluruh sahabat yang ikut di bawah pasukan Usamah”. (Al-Bidayah wa Nihayah)

    Kalaupun Abu Bakar dianggap telah mendapat tugas untuk bertempur dalam pasukan Usamah, karena persiapan pemberangkatan pasukan ini terjadi sehari sebelum sakitnya Nabi, maka Rasulullah saw telah mengecualikan (menarik kembali) Abu Bakar pada hari ke dua ketika Rasulullah saw jatuh sakit, dan memerintahkan dengan tegas kepada Abu Bakar untuk bertindak sebagai imam shalat.

    Selanjutnya, tidak seorang pun dari pasukan Usamah yang tidak berangkat bersamanya ketika pasukan itu diberangkatkan setelah wafat Nabi dan diangkatnya Abu Bakar menjadi Khalifah setelah Nabi.

    Abu Bakar tidak dapat disebut sebagai orang yang tidak berangkat, sebab dia memang tidak diikutkan sebagai anggota pasukan Usamah, sebagaimana telah dijelaskan di atas.

    Maka terbukti Abu Bakar ash Shiddiq-lah sahabat yang paling menurut dan membenarkan apapun perintah dari Rasulullah dengan berkeras tetap memberangkatkan pasukan Usamah walaupun beberapa sahabat Anshar kurang setuju dan situasi negara Islam waktu itu jika dipandang dari sisi logika manusia sedang tidak memungkinkan.

    Kelima: Andai dalil yang mereka banggakan itu shahih dan sempurna sanad dan matan dalam pandangan Ahlusunnah, maka itu masih belum cukup, -seperti sering saya tegaskan- sebab ia hanya diriwayatkan oleh ulama Ahlusunnah sendiri, ulama Syi’ah tidak pernah meriwayatkannya dan tidak pula pernah menshahihkannya… Sementara kebutuhan mereka dalam membela keabsahan Khilafah Abu Bakar adalah dalam menghadapi hujatan ulama Syi’ah, lalu bagaimana dalam mempertahankan dan/atau membuktikannya, mereka (Ahlusunnah) berhujjah dengan dalil sepihak? Bukankah yang demikian itu menyalai etika berdialoq?

    Terus terang saja, masih jauh lebih baik mustholahul hadits sunni daripada yg syi’ah punya.. yang dulunya kaum Syi’ah itu sebenarnya tdk memperhatikan sama sekali tentang sanad2 hadits dan baru abad2 akhir aja mereka meniru sunni dalam sistem persanadan hadits2 mereka. maka buat apa kita memperhatikan pendapat ulama syi’ah dengan pegangannya yang levelnya jauh dari pada pegangan Sunni ..so ndak usah dipandang lah pendapat kaum syi’ah itu… wuakakakak..

    http://alfanarku.wordpress.com/2009/09/25/kritik-hadits-dalam-pandangan-syiah/

    Jadi jawabannya Simple aja! Lakum dinnukum waliyaddin!

    NB : Terserah mau ditampilin ato kagak komentar gw.. paling tidak bisa keliatan kok sifat anda itu macam apa

    Ibnu Jakfari:

    Akhi (hadakallah Ilal haqqil Mubin)
    pristiwa shalatnya Abu Bakar sebagai dalil atas khilafah adalah sangat bermasalah bahkan di mata ulama Sunni sendiri…
    Selain itu, banyak bukti mengatakan bahwa Abu bakar termasuk dalam pasukan Usamah.
    Ketiga: Tuduhan anda bahwa Syi’ah tidak memiliki ilmu studi kritik hadis (mushthalah hadis) melainkan menjimblak milik Sunni itu hanya nyanyian orang yang tidak mengerti apa-apa tentang dnia hadis dalam mazhab Syi’ah Imamiyah.
    Untuk membuktikan keunggulan mushthslsh hsdid Sunni baca artikel-artikel kami di sisi… kami telah sajikan dalam beberapa edisi lengkap dengan bukti dan datanya… selain itu kami masih memiliki setumpuk data lainnya. Nantikan!

    • maslah isyarat nabi dari abu bakar sendiri banyak hadits shohih yang mendukugnya bukan hanya masalah sholat, kalau ada waktu saya paparakan, bahkan imam ali tidak keberatan ketika abu bakar menjadi kholifah, masalah keterlabatan membait nya, karena imam ali tidak dikut sertakan dalam musyawah, kalau kholifah itu memang nabi menunjuk ali pasti jelas baik nash penunjukannya maupun shahi nash seperti wajibnya sholat lima waktu. kalau kholifah wasiat nabi pasti imam ali akan menegur keras pembaitan abu bakar dan kholifah yang lainnya, mengeani riwayat najul balaqoh maaf saya tidak bisa menerima karena statusnya mursal, bukannya saya yang bicara penulisnya sendiri yang bicara dalam muqodimah kitab tersebut

      • O gitu knp umar ra brkta bahwa pemilihan abu bkr tergesah2 jls abu bkr dipilih oleh sahabat bkn nabi,sdg yg plng kuat adalah ali tunjuk langsung oleh nabi tanpa isyarah dan tetek bengek lain,lihat hadis al ghadir yg didpkti sunni syiah,hnya wahabiyah syataniyah yg mnolak

    • Ibnu Jakfari.. Allahu Yahdika..

      pristiwa shalatnya Abu Bakar sebagai dalil atas khilafah adalah sangat bermasalah bahkan di mata ulama Sunni sendiri…

      Ah siapa bilang, tidak ada masalah dengan riwayat tersebut justru tampak bagaimana Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam begitu antusias dan tegas dalam memilih Abu Bakar sebagai Imam Shalat yang beliau tidak ingin yang lain menggantikan beliau selain Abu Bakar.. inilah point-nya.. walo 1000 x anda hendak menolaknya ga bakalan bisa Ibnu Jakfari.. dan lucunya anda mengatakan riwayat di atas bermasalah di mata ulama sunni sendiri.. pertanyaannya berapa jumlah ulama sunni yang bilang spt itu?? jutaan kah? berapa persen? ada 90%? atau 0.00000000000% yg bilang spt itu… wuakakak..

      Selain itu, banyak bukti mengatakan bahwa Abu bakar termasuk dalam pasukan Usamah.

      kan sudah dijelaskan di atas bahwa awalnya Abu Bakar memang ditunjuk ikut pasukan Usamah tetapi kemudian beliau jatuh sakit dan mengganti perintah beliau kepada Abu Bakar untuk menjadi Imam Shalat, karena beliau mengetahui dari Allah bahwa Abu Bakar yang akan menjadi khalifah sepeninggal beliau dengan sabda beliau “Allah dan kaum mukminin hanya ridha kepada Abu Bakar”

      Untuk membuktikan keunggulan mushthslsh hsdid Sunni baca artikel-artikel kami di sisi… kami telah sajikan dalam beberapa edisi lengkap dengan bukti dan datanya… selain itu kami masih memiliki setumpuk data lainnya. Nantikan!

      Apa yang hendak anda buktikan?? apakah artikel2 anda tersebut dapat mengangkat mustholahul hadits Syi’ah Rofidhoh menjadi lebih baik dari mustholahul hadits Sunni?? jangan bermimpi anda Ibnu Jakfari.. wuakakakak..

      Saya sangat setuju sekali jarh thd rawi, jika rawi tsb terindikasi terkena virus syi’ah, maka riwayat dari dia mesti diteliti lagi, kalo perlu seratus kali lagi.. kenapa? karena orang yg terinfeksi virus syi’ah terkenal dengan kedustaannya!

      lebih baik anda cek mustholahul hadits Syi’ah yang ga jelas dan penuh kontradiktif itu!

      Seperti pepatah mengatakan “Semut di seberang lautan anda bisa tampak, tapi gajah segedhe Gaban di depan Mata anda kagak tampak.. ” kasihan.. kasihan.. virus rofidhoh bener2 telah memakan akal jernih anda.. wuakakak..

      ______________________

      Ibnu Jakfari:

      Cara berpikir yang terselubungi emosi dan ketidakobyektifan hanya membuahkan hasil bersyair tanpa makna…

      Anda sepetinya masih perlu banyak membaca kajian ulama Sunni sendiri tentang masalah ini.. Baca al Fishal nya Ibnu Hazm (yang sering dibanggakan Ibnu Taimyah – kebanggaan kaum Nawashib dan Wahabi dalam menghujat Syi’ah-) Baca kitabnya Ibnu Jauzi berjuduh Afatu Ahlil Hadits yang membongkar habis masalah itu… pasti Anda jadi malu “ngotot” mempertahankan anggapan itu!!

      Masalah kuantitas; (berapa persen ?) hanyalah cara berpikir kaum lemah yang awam… kebenaran tidak ditentukan oleh kuantitas.. Tidakkah Anda percaya Firman Allah yang mengatakan bahwa kebanyak manusia itu la ya’qilun/tidak berakal.. la ya’lamun/tidak mengatahui??

      Anda hanya bersyari ketika mengatakan bahwa: awalnya Abu Bakar memang ditunjuk ikut pasukan Usamah tetapi kemudian beliau jatuh sakit dan mengganti perintah beliau kepada Abu Bakar untuk menjadi Imam Shalat,adalah cocok disampaikan kepada anak TK sebagai dongeng penghantar tidur! ia tidak laku dipasar ilmu dan penelitian!!

      Sisa komentar Anda la yastahiqqul jawab.

      إذا نطق…. فلا تجبه **
      فخيرٌ من إجابته السكوت

  8. kacian haulasyiah dan ustd sewed babak belur disini….
    inilah nasib kelompok sok benar-benaro sendiri!

  9. syiah rafidhah apa kah kalian ini tidak meyakini hadist nabi yang apa-apa diberitakan pasti akan terjadi dan tidak ada yang dapat mehalanginya karna yang disampaikan adalah wahyu tidak abu bakar maupun ali ra mareka telah ditakdirkan oleh allah swt.

    maka apakah kalian meragukan kenabian beliau sehingga kalian berani berdusta atas nama beliau Saw yang mengatakan bahwa yang menjadi khalifah setalah rasulullah adalah ali Ra dan nyatanya tidak terwujud dan jelas sekali kalian adalah sesat dan musuh islam, kalau memang betul kata beliau Saw pasti akan terwujud dan tidak akan dapat menhalanginya sepertin saya sebutkan jadi kalian syiah rafidha kemana akal kalian sehingga kalian tidak lagi mempercayai kenabian beliau saw.

    Ibnu Jakfari:

    Saudaraku yang saya kasihi…. sepertinya anda sedang salah faham terhadap masalah ini… ini tidak dalam rangka memberitakan tentang berita ghaib yang akan terjadi,, tapi sedang menunjuk Ali sebagai Imam dan Pemimpin tertinggi umat sepeninggal beliau… itu sudah terjadi! Ali sudah ditunjuk! Masalahnya, sepeninggal beliau, umat tidak memberi Ali kesempatan untuk memimpin…
    akhi, meminjam kesimpulan anda di atas, saya mau bertanya, apakah anda percaya bahwa Ali dan Ahlulbait Nabi as. itu tertindas sepeninggal Nabi saw., sebab dalam hadis shahih telah ditegaskan oleh beliau saw.?!
    disingkirkannya Ali dan Ahlulbait as. dari puncak kepemimpinan adalah ketertindasan yang dimaksdu dalam sabda itu!!!

  10. percuma pake dalil mereka ndak mau terima……
    sudah keluarga kamu tak mut’ah semua ya….
    katanya syia gak papa tak nyaewa hotel ya….
    suruh siap2 ya…

  11. @khomaini *****:
    maaf pak kalo buat nama hati-hati,,
    intropeksi diri,,setiap harinya anda bermaksiat sedangkan beliau selalu diisi dengan ibadah…

    makanya pake akal anda dan buka hati anda,
    trus buka tuh mata…baca biografi beliau!!!!!!!

    pelajari tentang mu’tah dalam mazhab syiah…
    baru komentar……

  12. Sunguh aneh kedunguan musuh-musuh Allah, Rasul dan Ahlulbait yang satu ini yang menggunakan nama suci namun sikap dan pikirannya kotor… .. dajal. saya hanya kasihan melihat anda dan yang sejenis anda.. masak minta difasilitasi berziba.. katanya Ahlusunnah wal jama’ah bukankah menurut Ahlusunnah wal jama’ah mut’ag itu hartam hukumnya? Lalu mengapa anda mau mut’ah… jangan-jangan kamu ini Ahlu Sun waj Jima’

  13. banyak sekali isyarat nabi tentang kholifah abu bakar, ingat peerempuan yang bertanya siapa penganti rosulullah setelah meninggal hadits ini shohih

    Ibnu Jakfari:

    Lebih baik Anda banyak belajar dulu baru memastikan. Baca artikel-artikel kami dari seri 1-9.

  14. sebenrnya ane tidak begitu mempermsalahkan orng yang menutamakan imam ali terhadap sahabatlainya (walaupun ane tidak sependapat) akan tetapi kalau sampai mengkafirkan sahabatlain berarti orang tersebut sudah lewat dari batas, buktinya imam zaid memuji abu bakar dan umar karena kakeknya menghormatinya ,
    ane mau konfirmasi atau setuju terhadap kholifah selain imam ali

  15. Ali as. enggan memberikan baiat untuk Abu Bakar bahkan menentangnya selamma enam bulan, seperti diriwayatkan dalam berbagai riwayat shahih, di antaranya oleh Imam Bukhari?!
    tolong teks lengkapnya

    Ibnu Jakfari:

    Insya Allah saya akan cantumkan nanti kalau sempat.

  16. Mas ABU SAYEV
    kasian kamu ini siang gini masih aja buta…. tidak mampu menikmati terangnya sirang mentari… kalau setiap yang menolak sebuah hadis dituduh kafir maka akan bubarlah tatanan umat ini.. buklankah setiap alim suni juga ada yang menolak hadis X misalnya.. lalu apakah ia jadi kafir mas.

  17. memang susah meyakinkan manusia2 pecinta manhaj Wahabi ini….
    apakah kalian tdk melihat, adakah Umaro dan Ulama kalian yg hidupnya sudah sesuai dengan akhlak Rasulullah Saw ?
    mereka pandai dalam berhujjah dengan Alquran dan hadist2, tetapi prakteknya jauh sekali…

    bandingkan denga Ayatulloh Khomeini (beli & baca Biografi beliau), seorang Ulama yg mempunyai kekuasaan atas Tanah Iran yg Subur dan kayaraya, namun betapa sederhana kehidupannya dan segala yg ditinggalkannya setelah beliau Wafat ….begitupun Presidennya…tdk jauh berbeda…
    mengapa mereka( Imam Khomeni dan presidennya) tidak berkeinginan untuk memperkaya dirinya, hidup di Istana nan mewah dan megah, dikelilingi selir2 seperti kebanyakan pemimpin Suni Wahabi ? KARENA MEREKA INGIN BERLAKU SEBAGAI AHLUSSUNAH YG SEBENAR2NYA

  18. saya selalu merasa heran…. jika memang Rasul telah mensabdakan tentang keutamaan keutamaan abu bakar , mengapa abu bakar tidak sedikitpun berhujjah dgn keutamaannya itu waktu perebutan kekuasaan di Saqifah bani Sa’idah ??

    ada yang bisa menjelaskan??

  19. si Abu Bakar…..umur sama tua dengan Rosulullah…XXXX
    XXX

    _____________
    Ibnu Jakfari:

    Akhi kami harap komentar di sini menggunakan bahasa ilmiah agar tidak menimbulkan perpecahan nanti yang untung juga musuh-musuh Islam… Anda boleh kritik siapapn namun usahakan dengan tetap menjaga keilmiahan.
    Maaf.

  20. bagi yang blm tahu nash penunjukan Ali sebagai khalifah saya kasih tahu ni ….semua ada di kutub as shittah nya orang suni
    1. Hadist Al-Ghadir (musnad imam ahmad jilid 4 hal 370)
    2. hadist manzillah (shahih muslim jilid v11, bab fadhail Ali)
    3. hadist Dakwah kepada keluarga terdekat (Ibnu Atsir dalam Al kamil jilid 2 halaman 24, dan Tabaei dalam tarikh nya jilid 1 halaman 1171-1172 dengan sedikit perbedaan rwdaksional
    4. hadist tsaqolain (kutub as shitah selain bukhori)
    5. hadist pintu ilmu ( mustadrak al-hakim jilid 3 hal 127)

    baca dan dalami dengan fikiran jernih dan hati yang terbuka supaya tidak terjebak dalam emosional sesaat..

  21. saya sydah baca bahkan kalau ane badingkan penunjukan abu bakar lebih jelas dari pada imam Ali, bahkan nabi menjawab pertanyaan seorang wanita siapa pengatinya, nabi menjawab abubakar, bahkan nabi ingin membuat wasiat kepada abu bakar, bahkan imam ali tidak menolak ke kholifahaan abu bakar , kalau imam ali beralasan karena kemaslahatan berarti faimah (dalam kasusu tanah fadak)lebih berani berbicara tentang kebenaran ketimbang imam ali, padahal fatimah perempuan masa lebih berani dari pada imam . biasanya begitu paham yang menyimpang tanda-tanda perbuatan tokoh panutan berbeda dengan para pengikutnya, seumur hidup imam ali tidak pernah mengatakan bahwa dia yang lebih berhak menjabat kholifah ketimbang abu bakar , kalau kita melangkah jauh kaum nasrani menganggap yesus tuhan padahal seumur hidup tidak ada pengakuan lasung terhadp ketuhanan dirinya

    ___________________

    Ibnu Jakfari:

    Sepertinya apa yang Anda bicarakan tidak mewakili mazhab Sunni, ia justeru mewakili mazahab bakriyah… Sebab Sunni sepekat tidak ada nash/penunjukan atas Abu Bakar…
    Selain itu, apa yang Anda katakan juga tidak benar, sebab redaksi hadis (riwayat) yang Anda klaim sebagai penunjukan atas Abu Bakar tidak seperti yang Anda bayangkan dan fahami!!
    Jadi saya sarankan Anda perlu mencoba kembali memahami apa yang kami tulis dan apa yang ditulis ulama Suni mazhab Anda!

  22. untuk penulis gampang sekali meyimpul hadits hadits kaum sunni , padahal dalam mahzab kami untuk menganalisa sebuah hadits haruslah seorang pakar bukan sembarang orang untuk menetukan keshohihan hadits para ulama harus membaca berjilid-jidd buku, bagaimana analisa ente dipakai untuk menilai al kahfi, orang awanpun tahu banyak isinya yang bertentangan dengan alquran tidak perlu repot repot , palign jawabnaya kaum syiah tidak fanatik kitab tersebut bayak doifnya padahal penyimpangan masalah aqidah mudah sekali berkelit, maka jarang kitab tersebut beredar dipasaran karena dengan begitu orang awanpun tahu banyak penyimpangan didalamnya.

    Ibnu Jakfari:

    Bukti terbesar kebangkrutan seorang dalam diskusi ilmiah adalah ketika ia lari dari tema inti kepada masalah lain dan berbanga diri menggunakan bahasa tuham (tuduhan palsu) kepada lawan diskusinya…
    Lebih baik Anda tidak menyimpang dari tema yang kami tulis…. Tidak usah mebicarakan kitab Hadis Syiah kalau namanya saja Anda belum becus menyebutnya… Kitab hadis Syi’ah itu namanya al Kafi bukan al kahfi!!! (seperti yang Anda tulis). Al Kahfi itu nama surah dalam Al qur’an!!

  23. karena ane sering berhujjah dengan al kafi seorang syiah menolak isi tersebut dibilang tidak ada di kitab tersebut padahal saya baca dari buku penerbit syiah dan penulisnya tentu juga syiah cari sendiri buku tersebut, itung-itung berkaca diri.

    Ibnu Jakfari:

    Lari dari tema utama adalah ciri kaum bagkrut! Dan kami telah terbiasa menghadapi mereka! Kaum Salafi/Wahabi biasa lari dari tema inti!!

  24. walah opo to iki ?
    gitu aja ko’ diributin, mbok ya dijalani aja apa yang diyakini.
    Gitu aja ko’ repot.

  25. @ ibnu jakfari :
    anda kyk nya sok ahli jadi analis.
    coba ada gak dari riwayat bukhori yng menyebutkan abu bakar jadi imam ?
    atau emang anda gak mau nunjukin,yg fair ??????

  26. @ibnu jakfari :
    anda ini kyk nya di atas para ulama’,imambukhori,imam syafi’i,imam ahmad bin hanbal , imam abi hanifah dll nya tdk bisa nunjukin,malah anda bisa nunjukin sampai 15………..

  27. @dayak
    anda kyk nya sok ahli jadi analis.
    coba ada gak dari riwayat bukhori yg menyebutkan abu bakar mengambil tanah Fadak hak waris Sayidah Fatimah Azzahro hingga Sayidah marah tdk mau bicara, terutama pd Abu Bakar sampai Wafatnya?
    atau emang anda gak mau nunjukin,yg fair ??????

  28. maaf kepotong,
    “Fatimah adalah bagian dari diriku, barangsiapa yang menyakitinya ia telah menyakitiku.” (Shahih Bukhari, kitab Nikah).
    pada kasus posisi anda hanya dihadapkan pada 2 pilihan, membenarkan tindakan Abubakar(soal fadak) atau…..
    anda mau menyalahkan Marahnya Sayidah Fatimah pd sikap Abu bakar(soalan Fadak) yg mana konsekuensinya anda pasti juga menyakiti Rasulullah Saw !

  29. ralat
    @dayak
    Rasulullah bersabda, “Fatimah adalah bagian dari diriku, barangsiapa yang menyakitinya ia telah menyakitiku.” (Shahih Bukhari, kitab Nikah). pada kasus Fadak ini posisi anda hanya dihadapkan pada 2 pilihan, membenarkan tindakan Abubakar atau…..
    anda membenarkan Marahnya Sayidah Fatimah pd sikap Abu bakar, yg mana konsekuensinya jika anda mebenarkan Abu Bakar, anda pasti juga menyakiti Rasulullah Saw !

  30. Aslkm,

    Seandainya Abu Bakar sebagai imam shalat menjadi rujukkan atas keabsahannya sebagai khalifah, maka banyak yang menjadi imam shalat ingin menjadi khalifah… :mrgreen:

    Wslkm,

  31. @Salafiyyun

    Tuh di atas ada yg nanya. Kalau Abubakar telah diisyaratkan menjadi pengganti Nabi saw, mengapa Abubakar tdk berhujjah dgnnya ketika terjadi persengketaan di Saqifah? Mengapa wahai salafiyyun?

    Lalu, jika sampeyan-sampeyan juga mengiyakan bahwa Imam Ali pernah tdk berbaiat kepada Abubakar selama 6 bulan. Sy jadi pengen nanya i’tikad sampeyan-sampeyan. Jika kalian hidup pada masa itu, kepada siapa kalian berpihak? Turut Imam Ali menolak baiat ataukah mengikuti mayoritas mengakui Abubakar sebagai khalifah? Jawablah wahai salafiyyun.

    Salam

  32. @Ibnu Jakfari
    Tulisan seri ini, belumkah waktunya dilanjutkan ke tulisan nomor 10 hinga 15? Ditunggu. Salam ‘alaykum.

    ___________
    Ibnu Jakfari:

    Wa alaikum Salam wr. wb Pak Badari, Insya Allah nanti akan saya lanjutkan
    Terima kasih akhi.

  33. mbok udah nggak usah pada ribut…satu lilin membawa cahaya dan memberikan cahayanya kepada 1000 lentera…yang terpenting adalah cahayanya dan lentera tetap berawal dan berakhir tdk ada kekekalan didalamnya biarkan lilin maupun lentera menjadi kuasa penuh ALLOH SWT untuk menilai dan menghisab sesuai dengan apa yang telah dilakukan, cahaya itu sumbernya hanya satu…merasa kalo kita ini penuh dengan kesalahan itu lebih baik…dengan begitu kita akan terus memohon ampunan..itu saja…

  34. Subahanallah (Maha Suci Engkau Ya Allah) . Rasul pernah berkata bahwa Islam akan terbagi menjadi 73 golongan dan hanya satu yang masuk surga. Untuk itu marilah kita kaji permasalahan ini dengan bijak . setelah Rasul SAW wafat kemudian digantikan oleh Abu Bakar buat ane tidak jadi masalah, tetapi kalau ane lebih setuju Ali yang jadi karena GUDANGNYA ILMU ADALAH RASULLULLAH SAW DAN PINTU MENUJUNYA ADALAH ALI.

  35. lucu aja baca tulisan syi’ah, gak perduli syi’ah imamiyyah, jakfariyyah atau syi’ah abu lu’lu’ah. hehee…

    kenapa teks2 haditsnya tidak dikutip, sehingga kita bisa membaca dengan tepat maksud hadits n bukan hasil interpretasi sepihak SYI’AH yang menyatakan ABU BAKAR didepar dari keimaman SHOLAT..

    sebenarnya banyak sekali hadits yang menjelaskan keutamaan abu bakar sebagai kholfah, satu2nya alasan NABI tidak memberi wasiat kekhalifahan untuk abu bakar, adalah karena semua sahabat telah IJMA’ bahwa beliaulah orang terbaik setelah rosul..

    ini pun banyak dalam atar sahabat.. bahwa mereka menilai orang2 terbaik setlah nabi;

    abu bakar
    umar
    utsman

    sebagian menambahkan ali karomallohu wajhah..

    semoga MULUT LANCANG SYI’AH dapat menjaga diri dari MENCELA SAHABAT2 TERBAIK NABI…..

    • Klo yg terbaik stlah nabi abu bkr umar dan ustman knp saat wafat umar mnunjuk ali, talha dll bkn langsung usman sprti aba bakat mnunjuk umar?

  36. Blog nie sengaja bkin keruh islam..Blog prvokator..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: