Imam Abu Hanifah Dikecam Habis Tokoh-tokoh Ahlusunnah!
Permusuhan dan perseteruan hingga batas menfasikkan, menyesatkan bahkan mengafirkan di antara para imam mazhab dan pembesar ulama Ahlusunnah adalah sebuah kenyataan pahit memalukan yang tak dapat ditutup-tutupi oleh sikap curang dan merahasiakan. Imam Malik ibn Anas mengecam habis Abu Imam Hanifah, para ulama pendukung Imam juga mengecam habis Imam Malik… Imam Syafi’I dihujat habis dan diragukan keimanannya bahkan dikatakan lebih jehat dari Iblis… Imam Ahmad mengecam dan juga dikecam oleh para ulama lainnya… al hasil, yang akan ditemukan dalam cacatan sejarah mereka hanya mengecam dan dikecam…. Mungkin itu penjelmaan sabda nabi saw. bahwa perselisihan umaatkku adalah rahmat!!!
Agar Anda tidak menuduh saya sedang mengada-ngada kepalsuan dan memojokkan para imam besar Ahlusunnah, maka ikuti liputan di bawah ini.
Imam Malik mengecam Abu Hanifah sebagai perusak agama!
Imam Malik berkata:
إنّ أبا حنيفة كاد الدين، ومن كاد الدين فليس له دين .
“Abu Hanifah bermakar atas agama. Dan siapa yang bermakar atas agama ia tidak beragama.”[1]
Abu Hanifah dan Abu Yusuf Adalah Orang Fasik Lagi Sesat Menyesatkan!
Mereka juga mengecam Abu hanifah dan murid kesayangannya yang memperjuangkan dan menyebar luaskan mazhabnya; Abu Yusuf sebagai dua orang fasik.
Al ‘Uqaili menyebutkan bahwa Abdullah ibn Idirs –seorang hafidz dan tokoh ulama besar Ahlusunnah mengecam Abu Hanifah dengan kata-katanya:
كـان أبو حنيفـة ضالاً مضلاً، وأبو يوسف فاسقاً من الفاسقين .
“Adalah Abu Hanifah seorang yang sesat lagi menyesatkan. Abu Yusuf adalah adalah orang fasik.”[2]
Abdullah ibn Idris yang mengecam Abu Hanifah dan Abu Yusuf di atas bukan sembarang alim dan imam Ahlusunnah.. ia seorang hafidz, faqîh (ahli fikih), imam besar Ahlusunnah, hujjah lagi jujur terpercaya. Adz Dzahabi mensifatinya dengan:
الإمام، القدوة، الحجة
“Seorang imam, qudwah (panutan) dan hujjah.”
Ibnu Hajar menyebutnya sebagai:
ثقة، فقيه عابد
“Tsiqah. Ahli fikih dan abid/jujur terpercaya dan rajib berimadah.”
Sedangkan Abu hatim mensifatinya dengan:
هو إمام من ائمة المسلمين حجة
“Dia seorang imam dari para imam (pemimpin) kaum Muslimin, ia hujjah.”
Ucapan Imam Abdullah ibn Idirs tentang Imam Abu Hanifah dan Imam Abu Yusuf adalah benar dan diriwayatkan dengan sanad terpercaya. Anda dapat membuktikannya langsung dengan meneliti sanad riwayat itu dalam kitab adh Dhu’afâ’nya al ‘Uqaili.
Sepertinya kecaman atas Abu Hanifah itu sudah diijma’kan ooleh para tokoh brsar ulama Ahlusunnah.
Al Hafidz Ibnu Adiy al Jurjâni berkata:
إبن عدي الجرجاني: سمعت ابن أبي داود يقول: الوقيعة في أبي حنيفة إجماعة من العلماء، لأن إمام البصرة أيوب السختياني وقد تكلم فيه، وإمام الكوفة سفيان الثوري وقد تكلم فيه، وإمام الحجاز مالك وقد تكلم فيه، وإمام مصر الليث بن سعد وقد تكلم فيـه، وإمام الشام الأوزاعي وقد تكلم فيه، وإمام خراسان عبد الله بن المبارك وقد تكلم فيه، فالوقيعة فيه إجماع من العلماء في جميع الآفاق
“Aku mendengar Ibnu Adi Daud berkata, “Kecaman atas Abu Hanifah adalah telah dijima’kan oleh para ulama. Sebab Imam penduduk kota Bashrah; Abu Ayyub as Sakhtiyâni mengecamnya. Imam penduduk kota Kufah; Sufyan ats Tsawri mengecamnya. Imam penduduk negeri Hijaz; Imam Malik mengecamnya. Imam penduduk wilayah Mesir; laits ibn Sa’ad mengecamnya. Imam penduduk kota Syam; al Awza’i mengecamnya. Imam penduduk kota wilayah Khurasân; Abdullah ibn Mubarak mengecamnya. Jadi kecaman atasnya addalah ijma’ (kesepakatan) para ulama di berbagai penjuru.”[3]
Kecaman atas Abu hanifah itu disebabkan beberapa alasan, di antaranya mungkin karena apa yang dinukil darinya bahwa ia melecehhkan kehormatan Nabi Muhammad saw.
Ibnu Hibbân menukil sebuah riwayat yang memuat sikap Abu Hanifah tersebut. Ia menukil bahwa Abu Hanifah berkata:
لو أدركني رسول الله (ص) لأخذ بكثير من قولي، وهل الـدين إلا القول الحسن
“Andai Rasulullah saw. hidup bersamaku pastilah ia mengambil banyak pendapatku. Bukankah agama itu pendapat, ra’yu yang bagus.”[4]
Tidak diragukan bahwa penukilan omongan itu dari Abu Hanifah dapat dipercaya sebab ia dinukil dari parawi yang terpercaya! Baca langsung sanad nukilan itu dalam kitab al Majrûjîn.
Imam Bukhari jugaa tidak ketinggalam mengecamnya. Bahkan Bukhari adalah musuh bebuyutan Abu Hanifah dan mazhabnya.
Imam Bukhari berkata:
أبو حنيفة النعمان بن ثابت قال نعيم بن حماد حدثنا يحيى بن سعيد ومعاذ بن معاذ، سمعا سفيان الثوري يقول: أبو حنيفة استتيب من الكفر مرتين، وقال نعيم عن الفزاري: كنت عند سفيان بن عيينة فجاء نعي أبي حنيفة، فقال: الحمد لله، كـان يهـدم الإسلام عروة عروة، وما ولد في الإسلام أشر منه .
“Abu Hanifah; Nu’man ibn Tsabit. Nu’aim ibn Hammâd berkata, ‘Yahya ibn Sa’id dan Mu’adz ibn Mu’adz brrkata, ‘Kami mendengar Sufyan ats taswri berkata, ‘Abu Hanifah telah diminta bertaubat dari kekafiran sebanyak dua kali.’ Nu’ain al Fizâri berkata, ‘Aku di sisi Sufyan ats Taswi lalu datanglah berita kematian Abu Hanifah, maka ia berkata, ‘Ahlamdullah, segala puji bagi Allah. Dia (Abu Hanifah) telah merobohkan pilar Islam, pilar demi pilar. Dan tiada dilahirkan di masa Islam bayi yang lebih jahat darinya.’”[5]
Pernyataan serupa juga dilontarakan oleh banyak imam besar Ahlusunnah lainnya seperti al Awza’i.[6]
Al Khathib al Baghdadi telah merangkum kecamat ulama dan para imam besar Ahlusunnah atas Abu Hanifah, sementara itu ia merahasiakan kecamat ulama aras Imam Syafi’i, sikap itu membuat marah Qadhi Abu Yaman dalam Mukhtârah Târîkh Baghdâd-nya.
Al hasil, kecamat atas Abu Hanifah dari para imam dan tokoh besar Ahlusunnah sangat banyak dan masyhur…. Dan tidak berlebihan jika kami katakana untuk merangkumnya butuh berjilid-jilid. Karenanya kami cukupkan sekian dulu…
[1] Adh Dhu’afâ’, al Kabîr; al ‘Uqaili,4/281 dengan nomer 1876, Tarikh Baghdad,13/422, al ‘Ilal Wa Ma’rifah ar Rijâl;Ahmad ibn Hanbal,2/547 dengan nomer 3594, 3/164 dengan nomer 4733 dan Hilyah al Awliyâ’,6/325.
[2] Adh Dhu’afâ’,4/440 dengan nomer2071.
[3] Al Kâmil fi adh Dhu’afâ’,7/10 dengan nomer:1945.
[4] Kitab al Majrûhîn,3/65.
[5] Al Intqâ’ Fi Fadhâil al Aimmah al Fuqahâ’; Ibnu Abdil Barr:278.
[6] Kitab as Sunnah; Abdullah putra Imam Ahmad,1/178 dengan nomer:249.
DIarsipkan di bawah: Aqidah, Fitnah Wahhabi, Manhaj, Menjawab Blog Haulasyiah, Menjawab Salafi | Ditandai: Mengenal Para Imam Ahlusunnah



he he…ibnu jakfari, ga ada habis2nya bahas perselisihan di antara para sahabat,,,sekarang membahas para ulama…
memang pada dasarnya syiah rafidhan bin imamiah adalah dalam relung hatinya suka membicarakan perselisihan di antara orang2 shaleh…
anda bilang kejujuran..wah.. hehehe….
kalau jujur, cantumkan dong pujian2 para ulama kepada imam abu hanifah…
itu baru jujur…dan cantumkan ulasan Imam Syahrastani dalam masalah fitnah yang menimpa Imam Abu Hanifah…
itu baru jujur…okey saya tunggu…
Ibnu Jakfari:
Akhi Dody itu sih tanggung jawab anda bukan saya untuk menampilkan pujian…. dan tanggung jawab anda pulalah untuk membuktikan bahwa para pembesar mazhab anda tidak seperti dalam data akurat yang saya sajikan…
Kpd Dody Kurniawan :
sangat lucu kalo anda berkomentar demikian, bukankah ilmu itu datangnya dari apa yg kita dengar , kita baca , kita lihat , dan kita pikir, karena kita dikaruniai kelengkapan indra oleh Allah swt dalam rangka menuju kesempurnaan kita melalui proses pemikiran kita dan anda akan ditanya kelak tentang fakta itu semua, bukan dari golongan mana anda berada.
Benar juga… sebab saya pernah baca kalau albani juga mengagi maki mazhab habafi
Maaf mas Admin, yang anda maksud Sunni disini siapa? Wahabi atau Ahlu sunnah Wal jamaah?
Ibnu Jakfari:
Sekedar untuk memudahkan bahwa selain Syi’ah itulah yang dimaksud Sunni baik Mu’tazilah, Asy’ari, maupun wahabi ataupun lainnya