Ternyata Mencaci Maki Sahabat Nabi -Menurut Sunni- Tidak Apa-apa Hukumnya! (Bagian 2)

Adalah hal mengherankan lagi mengerikan bagi kemurnian agama Islam yang kita yakini kesuciannya apabila para penjahat perang, kaum bengis haus darah, kaum fasik, tiran, pembantai jiwa-jiwa mukminah tak berdosa dan kaum munafik dibanggakan sebagai pembawa ajaran suci tersebut!

Adalah sangat berbahaya dan sekaligus membuka lebar-lebar pintu keraguan atas kemurnian ajaran agama Islam kita, jika orang-orang jahat dan musuh-musuh Islam dan kaum Thalihin dijadikan andalan dalam mentransfer ajaran agama! Maka tidak mengherankan jika kaum berakal akan meragukan kemurnian ajaran agama tersebut!! Sebab pembawanya adalah kaum durnaja dan durhaka!

Banyak contoh kasus yang membuktikan kenyataan pahit dalam dunia penyebaran ajaran agama Islam versi Sunni! Beberapa darinya telah Anda simak bersama dalam edisi sebelumnya, kini kami akan tambahkan beberapa contoh lain…

Para Tokoh Hadis Ahlusunnah Mentsiqahkan  Algojo Penguasa Tiran

Tidak ada yang meragukan bahwa Hajjâj ibn Yusuf adalah aparat bejat, durjana dan durhaka kepada Allah dan rasul-Nya… sejarah telah mencatat sekelumit dari kejahatannya, walaupun yang sekelumit itu sudah sangat mengerikan… ribuan jiwa mukminah tak berdosa ia bantai dengan darah dingin…. Masjid yang tadinya sebagai tempat ibadah ia rubah menjadi tempat penyembelihan kaum Mukminin Muslimin… Hajjâj tidak sendirian dalam melakukan kajahatan kemanusian mengerikan itu (yang tidak kalah mengerikannya dari pembantaian atas kaum Muslim Bosnia oleh kaum Nasharani Serbia dan apa yang terjadi di Poso dan Ambon beberapa waktu silam, bahkan apa yang dilakukan Hajjâj jauh lebih mengerikan).

Ia dibantu oleh para algojo haus darah dan tak berpri-kemanusiaan… namun anehnya, tidak sedikit ulama Ahlusunah yang membela Hajjaj dan memujinya sebagai yang banyak berjasa terhadap Islam… sebagai mana Ahli Hadis Sunni berebut hak paten dalam memuji dan menyanjung para algojo Hajjâj yang tiran dan fasik itu…

Di antaranya adalah:

  • Isma’il ibn Awsath al Bajali – Amir Wilayah Kufah- (w.117 H)

Ia adalah pembantu setia Hajjâj dalam menjalankan agenda kebengisan dan pembantaian terhadap kaum Muslimin, tidak terkecuali para ulama yang tidak loyal kepada kekuasaan tiran rezim bani Umayyah terkutuk. Dialah yang mengajukan Sa’id ibn Jubair –seorang ulama generasi tabi’in yang karismatik dan teguh pendiriannya-. Ismail telah dipuji dan disanjung oleh banyak ulama Ahli hadis Sunni. Ia telah ditsiqahkan oleh Ibnu Ma’in. Ibnu Hibbân menggolongkannya sebagai perawi jujur terpercaya. (Baca kitab Mîzân al I’tidâl,1/1037 dan Lisân al Mîzân1/395)

Mereka Memuji Pemaki Imam Ali as.

Di antara ketidak konsistenan sikap ulama Hadis Ahlusunnah adalah mereka sering kali memuji dan membanggakan keimanan, keshalihan serta keteguhan beragama mereka yang terang-terangan mencaci maki dan melaknati Imam Ali as. sebelumnya telah kami sebutkan beberapa contoh dalam kasus ini. Kini kami tambahkan lagi untuk melengkapi

  • Asad ibn Wadâ’ah Adalah Seorang Abid yang Jujur Padahal Ia Selalu Mencaci maki Imam Ali

Kali ini contoh kasus itu adalah sikap terpesona dan bangga serta kagum yang ditampakkan ulama Ahli Hadis Sunni atas seorang Nâshibi (pembenci dan musuh Ali dan Ahlulbait Nabi saw.) dan lidah busuknya selalu berkecomat-kecamit mencaci maki Imam Ali as. – semoga Allah memanggang lidahnya dengan api neraka bersama para tuan dan pujaannya; Mu’awityah dan gembong kaum munafik lainnya-.

Kendati demikian An Nasa’i –seorang Ahli hadis senior Sunni- mentsiqahkannya. (Baca kitab Mîzân al I’tidâl,1/07 dan Lisân al Mîzân1/385).

  • Khalid al Qasri –seorang Amir rezim tiran bani Umayyyah-

Contoh lain yang tidak kalah memalukannya adalah pujian Ibnu Hibbân atas Khalid. Ia berkata:

ثقة.

“Ia tsiqah.”

Padahal semua telah mengetahui kejahatan dan kekejaman serta kefasikannya. Ia seorang pembenci Imam Ali as.; nâshibi yang sangat keji, seorang amir yang kejam. Ibunya seorang Kristen dan ia (Khalid) membangunkan untuknya gereja untuk tempat ibadah bagi ibunya! tidak diragukan bahwa ia pantas diragukan keberagamaannya.

Untuk mengetahui lebih lengkap kejahatan dan kebejatan serta kefasikannya baca kitab Târikhnya Ibnu Katsir,10/20-21.

Selaki Lagi Mereka Memuji Pembenci Imam Ali as.!

Selain nama-nama di atas, Anda dapat menemukan nama Ishaq ibn Suwaid al Adwi al Bashir (W.131 H)… para ulama Ahli Hadis kebanggaan Ahlusunnah berlomba-lomba memujinya, padahal mereka mengetahui dan mengakui bahwa Ishaq itu membenci dan tidak segan-segan mencaci maki Imam Ali as.! Bukankan ini sebuah keanehan sikap?!

Ishaq tidak pernah merahasikan dan/atau malu-malu menampakkan kebenciaannya kepada Imam Ali as. bahkan ia membanggakannya. Dia berkata:

لا أحب عليا

“Aku tidak suka Ali.”

Namun demikian Ahmad (seorang imam besar empat mazhab Sunni), Ibnu Ma’in dan an Nasa’i mentsiqahkannya. Dia diandalkan oleh Imam Bukhari dan Msulim dalam keduan buku Shahihnya (yang diyakini tershahih setelah Al Qur’an; kitab suci terakhir umat Islam). Dan juga diandalkan oleh Abu Daud dan an Nasa’i.

Sikap Dualisme Yang Mengherankan!

Demikianlah mereka bersikap lembek, bersimpatik dan membanggakan ketsiqahan dan kejujuran para pembenci Imam ali as. dan mereka yang telah “menghiasi” mulut-mulut najis dengan caci-maki manusia suci; Ali ibn Abi Thalib…. Namun apabila giliran ada seorang perawi jujur “tertangkap basah” meriwayatkan sabda Nabi saw. tentang kejelakan Mu’awiyah anak Hindun (penguyah jantung Sayyidina Hamzah –paman Nabi saw.-); –khalifah keenam mereka yang sangat mereka banggakan kejeniusan, kesabaran dan ketulusannya kepada Islam dan kaum Muslimin- maka para ulama berlomba-lomba menghujaninya dengan berondongan anak panah beracum kecaman!! Seakan Mu’awiyah itu seorang nabi yang ma’shum yang tidak mungkin berbuat kekejian dan selalu dikawal para malaikat langit!

.

Data di bawah ini akan membuktikan apa yang saya katakan:

Al Khathib al Baghdâdi melaporkan bahwa Ahmad ibn Hanbal tidak sudi lagi meriwayatkan hadis dari Ubaidullah ibn Musa al ‘Absi setelah ia memergokinya menyebut-nyebut Mu’awiyah ibn Abi Sufyan. Lebih dari itu ia berusaha mempengaruhi Yahya ibn Ma’in agar juga membuang riwayat Ubaidullah. Ia mengutus utusan menemui Yahya dan memerintahnya agar menyampaikan pasan:

أخوك أبو عبد الله أحمد بن حنبل يقرأ عليك السلام ويقول لك: هو ذا تكثر الحديث عن عبيد الله وأنا وأنت سمعناه يتناول معاوية بن أبي سفيان وقد تركت الحديث عنه.

“Saudaramu; Abu Abdillah Ahmad ibn Hanbal mengucapkan salam atasmu dan berkata, ‘Ini dia engkau berbanyak-banyak meriwayatkan hadis dari Ubaidullah, sedangkan engkau dan aku mendengarnya menyebut-nyebut Mu’awiyah ibn Abi Sufyan. Kini aku sudah meninggalkan riwayat darinya.’” [1]

Pencaci-maki Imam Ali as. disanjung!! Yang menyebut-nyebut kejelekan Mu’awiyah dikecam dan dibuang riwayatnya! Sungguh mengerikan penyimpangan ini!!

Al Hasil, setelah ini semua apakah pentsiqahan dan/atau pencacatan yang dilontarkan para tokoh kenamaan Ahli Hadis Sunni terhadap para parawi itu masih berharga?! Sementara norma dan hakikat dari semua nila-nilai keislaman telah diputar-balikkan… yang fasik dipuji sebagai Abid dan jujur!! Pembenci Imam Ali as. dibanggakan sebagai penyandang Sunnah dan pemberantas Bid’ah!!

Lalu masihkan tersisa ruang untuk ketenteraman dalam kemurnian ajaran agama?!

Akankah kaum fasik itu memikul amanat ballighu ‘anni/sampaikanlah ajaran dariku?! Akankah Nabi saw. memuji mereka sebagai pengemban syari’at untuk generasi lanjutan?

Apakah syarat utama pengemban syari’at Islam dan Sunnah Nabi saw. adalah membenci dan mencaci maki Imam Ali as.?! Mengapakah mencaci maki Imam Ali as. menjadi tindakan terpuji, sementara mencacat Mu’awiyah, Abu Hurairah dkk. dikecam dan kadang dikafirkan sebab termasuk syatmul khiyarah/mencaci maki kaum shaleh yang baik?

Apakah demikian pilar mazhab Sunni? Jawabnya saya serahkan kepada Anda….

Wallahu A’lam.

(Bersambung Insya Allah)


[1] Tarikh Baghdad,14/427

About these ads

46 Tanggapan

  1. dasatnya fitnah kamu wahai syiah

  2. sejelek-sejeleknya metode sunni tetapi mempunyai nilai objekyivitas yang tinggi, bandingkan kalau kritikan ini kita lontarkan kepada kitab induk syiah, mungkin tidak ada lagi hadits yang tersisa, sedngkan syarat utama hadits yarus adil atau akhlaq sangat tinggi kalau orang bejat seringmelakukan maksiat hadits hadits itu ditnggalkan apalgi berbohong, berbohong kepada binatang saja dilarang, bandingkan dengan syiah yang bleh berbohong (taqiyah) fi kulli zaman and fi kulli makan, bagaimana haditsnya diterima, apakah ahli sunni tdak mau mengambil hadits dari selain kelomponya, itu kelompoknya yang salah mengapa kita tidak mengambil hadits dari syiah karena mereka mempunyai keyaqonan taqiyah yang ekstrim ( saya bukan asal ngomong ditepmpat saya mereka tidak mengaku syiah bahkan kang jalal juga begitu) kami tetap menirima hadits dari khawarij yang gemar mengkafirkan orang , akan tetapi mereka itu jujur, kesesatan mereka karena akalnya rusak, sedngakhlaq bagus walaupun kita menerimanya dengan catatan

    ___________________

    Ibnu Jakfari:

    Salam atas yang mengikuti petunjuk Allah… Sejelek-jelak ucapan adalah yang keluar dari kejahilan… maka janganlah kita berucap melainkan didasari ilmu…
    Wassalam

  3. Salam,
    Kita tunggu komentar dari fans hakekat dan haulasyiah. Karena Wahabi2 gurun ini sering kali pamer “kemunafikan” dengan pura2 membela keluarga Nabi.

  4. Ass.
    Tolong ejaannya dibetulkan agar mudah untuk dibaca dan dipahami, tks
    Wssl

  5. MENURUTKU YANG LEBIH BAIK ADALAH,TIDAK MENCACI SIAPAPUN BAIK SAYYIDINA ALI KARROMALLOHU WAJHAH ATAU SAYYIDINA UMAYYAH DAN LAIN LAINNYA,KARNA MEREKA SEMUA PUNYA ANDIL BESAR DALAM MENEGAKKAN AGAMA ISLAM,ADAPUN MASALAH PEPERANGAN YANG TERJADI ANTARA MEREKA,KITA TIDAK USAH MEMBERI KOMENTAR YANG TIDAK BAIK,KARNA MEREKA SUDAH BERIJTIHAD DENGAN SEMAMPU MEREKA,BUKANKAH NABI SUDAH MEMBERI TAHU:BAHWA ANTARA MEREKA AKAN TERJADI GEJOLAK,DAN MEREKA SUDAH TAHU,TAPI BEGITULAH TAKDIR ALLOH.

    Ibnu Jakfari:

    Terima kasih atas komennya… tapi kalau tidak kebertan tolong tunjukkan kepada kami bukti andil Mu’awiyah yang memerangi Imam Ali as.

    • @Imam….

      Tapi Rasulullah saw juga bersabda (menubuwatkan) kepada sahabat Ammar bin Yaser bahwa dia akan dibunuh oleh kelompok pemberontak (bughot).. yang mengajak ke neraka sedangkan Ammar kata Rasulullah saw mengajak ke surga

      Dan Akhirnya betul nubuwat Rasulullah saw Ammar di bunuh Oleh kelompok pembeontak (bughot) pimpinan Muawiyah yang mengajak orang ke neraka.

      Ini Hadisnya

      حدثنا ‏ ‏مسدد ‏ ‏قال حدثنا ‏ ‏عبد العزيز بن مختار ‏ ‏قال حدثنا ‏ ‏خالد الحذاء ‏ ‏عن ‏ ‏عكرمة ‏ ‏قال لي ‏ ‏ابن عباس ‏ ‏ولابنه ‏ ‏علي ‏ ‏انطلقا إلى ‏ ‏أبي سعيد ‏
      ‏فاسمعا من حديثه فانطلقنا فإذا هو في حائط يصلحه فأخذ رداءه ‏ ‏فاحتبى ‏ ‏ثم أنشأ يحدثنا حتى أتى ذكر بناء المسجد فقال كنا نحمل لبنة لبنة ‏ ‏وعمار ‏ ‏لبنتين لبنتين فرآه النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فينفض التراب عنه ويقول ‏ ‏ويح ‏ ‏عمار ‏ ‏تقتله الفئة ‏ ‏الباغية ‏ ‏يدعوهم إلى الجنة ويدعونه إلى النار قال يقول ‏ ‏عمار ‏ ‏أعوذ بالله من الفتن ‏

      Sumber Hadis: SHAHIH BUKHARI, KITAB الصلاة BAB التعاون في بناء المسجد

      http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=9&ID=27624&SearchText=%E6%ED%CD%20%DA%E3%C7%D1%20%CA%DE%CA%E1%E5%20%DD%C6%C9%20%C7%E1%C8%C7%DB%ED%C9%20%ED%CF%DA%E6%E5%E3%20%C7%E1%ED%20%C7%E1%CC%E4%E5%20%E6%ED%CF%DA%E6%E4%E5%E3%20%C7%E1%ED%20%C7%E1%E4%C7%D1&SearchType=root&Scope=all&Offset=0&SearchLev

      jadi sudah jelas mas kalo MUAWIYAH itu menurut hadis Bukhori adalah AHLI NERAKA yang mengajak orang ke neraka ( ويدعونه إلى النار )?

      PERTANYAANNYA APAKAH ORANG YANG MENGAJAK ORANG KE NERAKA ITU MAU KAMU BELA Mas? terus tidak boleh dicela gitu? APAKAH AKAN MASUK SURGA orang yang mengajak ke neraka?

    • sapa bilang umayyah punya andil besar dalam islam malah dia orang yang memerangi imam ali dan islam

  6. @Imam Ghazali:
    Anehnya, ketika Syi’ah membongkar kebusukan musuh2 Imam Ali, sebagian orang mengatakan: “Tidak usah mencaci mereka”. Tapi kalao Imam Ali yang dicaci maki kok pada diem ya…
    Nabi memang sudah mengabarkan akan ada perpecahan, tapi bukan berarti mereka boleh melakukan hal itu.
    Sama seperti nubuwat bahwa akan ada kelompok yang murtad sepeninggal beliau, kan tidak berarti yang murtad itu dibenarkan dengan alasan “sudah takdir”…

  7. kpd imam ghazali :
    wah kelihatan anda bingung melihat fakta sejarah/ ilmiah yg disajikan oleh jakfari. sy yakin masih banyak penyimpangan2 yg dilakukan oleh pelaku sejarah yg masih terpendam / ditutupi oleh para pendukung dan pengagum si muawiyah anak cicak bin kadal itu.
    semoga blog ini mau meberi pencerahan ilmiah yg sangat ditunggu oleh para pembaca yg haus akan kebenaran.
    mohon dilanju ustadh jakfari ………………lanjut.

  8. Saya yakin anda bukan syiah, tapi rafidhah (syiah itsna asyariyah)! Beda loh, agar jelas, baca artikel saya!

    Ibnu Jakfari:

    Biar kelihatan apa yang kami tulis itu palsu, mestinya dibantah dengan ilmiah… tapi ….

  9. Saya tertarik dgn Syiah karena madzab anda dibangun atas wasiyat nabi yakni hadis Tsaqalayn.
    Dan saya pribadi percaya hadis yg dirawikan para ahlul bayt lebih afdol diterima di banding yg laen walaw saya juga menghormati mereka yg bukan ahlul bayt.
    Namun saya sedikit kecewa dan mengkritisi anda dan semua blog/web Syiah mengapa kalian Kurang PD dgn “kurang berani” dalam meriwayatkan hadis2 dari kalangan kalian sendiri? Padahal kalian (ulama hadis kalian) lebih layak menyampaikan hadis?? Mengapa selalu berhujjah dgn kitab2 sunni??

    Saya ingin melihat redaksi hadis Tsaqalayn yg sahih versi Syiah yg diriwayatkan oleh para Ahlul Bayt mohon tunjukkan satu atau beberapa(karena sepanjang saya surfing dlm berbagai blog/web Syiah BELUM ADA YANG MERIWAYATKANNYA pdhal katanya referensi kalian lebih kuat dari kitab sunni).

    _________________________


    Ibnu Jakfari:

    Syukran Katsiran, terima kasih banyak atas tanggapannya.
    Kami sengaja tidak merujuk kitab-kitab hadis/riwayat jalur Syi’ah sebab khawatir dianggap itu hanya sekedar riwayat yang ada dalam kitab/riwayat jalur kami semata… Selain itu, etika berdiskusi juga menuntut agar kami membuktikan kebenaran mazhab kami melalui hadis-hadis Sunni..
    Tapi tak apalah kami akan tampilkan hadis Tsaqalain dari riwayat jalur ulama Ahlulbait as., namun karena kami sedang berada jauh dari rumah jadi akan kami tampilkan beberapa hari lagi… tolong diingatkan kembali jika kami terlambat menampilkannya.

    Salam Damai

    • @Rendy

      saya malah setuju dengan metode mas Ibnu Jakfari berargumen dengan dalil-dalil sunni…

      kalo berargumen dengan dalil-dalil syiah lalu sunni mana yang mau mendengar omongan mas jakfari? apalagi salafiyyun wahabiyyun yang jelas-jelas mengkafirkan syiah…

      terus dilihat dari slogan blog ini diatas yaitu “MENJAWAB TUDUHAN SALFY/WAHABI” maka metode ini sudah pas..

      kalo mas Ibnu jakfari mempertahankan syiah dengan dalil-dalil syiah akhirnya ya sama saja dengan wahabi/salafy yang mendebat semua orang dengan ucapan dan pendapat ulama-ulama mereka sendiri….

      akhirnya jadi dagelan mas!

  10. oh jadi gitu tho kelakuan ulama sunni… lalu apa jadinya agama kita ini ya

  11. wah kalau seperti itu mah menipu kita semua mereka itu

  12. selain itu mungkin aja mereka tertekan oleh kondisi sehingga mmebela para pencacmaki sayiidina ali… atau kerena kaum awam y6ang preman

  13. @ Jakfari

    Etika berdiskusi yang anda dan yg lain lakukan sudah saya ketahui dan itu memang haruslah demikian.
    Namun saya hanya menghimbau (kalo diterima loh?) bahwa jika begini terus (metode ini sudah lama) maka saya khawatir dan ada yg perlu diperhatikan sbb:

    1. Untuk kalangan tertentu (sprti saya mis.> ini akan menilai bahwa sunni dalam posisi “unggul” yg terkesan Syiah selalu mengalah saja.
    2. Sudah saatnya Syiah tampil dgn hujjah-hujjah sendiri tanpa bergantung dgn referensi Sunni (disamping metode sekarang masih tetap dipakai) agar orang-orang awam dapat mengenal dan belajar syiah.
    3. Tentang Wahabiers selain tetap di “hadapi” tapi juga tidak perlu begitu diseriusi toh masyarakat semakin tahu siapa mereka sebenarnya. Dan konsentrasikan pada “pasar” Syiah sbg target yg jauh lebih penting daripada ngurusin Salafiers yg masih kanak-kanak dlm memahami Islam.

    Semoga bermanfaat

    Salam Damai

    Ibnu Jakfari:

    Salam persahabatn dan ukhuwwah…Insya Allah akan kami coba juga mengahdirkan hadis-hadis versi Ahlulbait as. yang diriwayatkan oleh Syi’ah setia mereka.

  14. Ada jg tuh sahabat nabi anak buah Mu’awiyah yg memenggal leher 2 anak kecil ubaidillah bin abbas di depan ibunya. Ironisnya ia dijadikan perawi hadis oleh Sunni. Baca di sini http://secondprince.wordpress.com/2009/09/15/kekejaman-sahabat-nabi-yang-membunuh-anak-kecil/

  15. kalo gitu konsep ADALATUS-SHAHABAH harus di revisi dong!

    saya baru tahu kalo begini jadinya..

    matur nuwun pak jakfari

  16. @Mas/ustad Jakfari

    sepertinya tulisan anda diatas itu ada yang terputus..

    Dialah yang mengajukan Sa’id ibn Jubair –seorang ulama generasi tabi’in yang karismatik dan teguh pendiriannya-. Ismail telah…..

    “mengajukan” apa itu pak jakfari?

    Ibnu Jakfari:

    Salamun ‘Alaikum… benar mas, ada yang kurang dalam kalimat tersebut… segera akan kami lengkapi.
    Terima kasih banget atas koreksiannya.

  17. Rafidah…rafidah.. emang beginilah isi hatimu. PEMBENCI ISLAM!!!!!!!!!!!!!! DASAR AKIDAH YAHUDI!!

    • yang rafidhoh adalah orang yang menyebut dirinya sunn, Justru Syiah adalah ahlusunah wal jamaah yang hakiki karena selalu setia mengikuti kitabullah dan sunnah rasulullah yang benar dan di ambl dari jalur keturunan Ahlul Bait…kalo orang Sunni? kalo ga ada Aisya dan Abu Hurairah pasti mereka bangkrut, dikarenakan ga ada sumber hadist hehehhe

      • Dasar org munafik,apa gak terbalik tuh syi’ah kok mengaku sunni. Apa buktinya syi’ah setia mengikuti kitabullah dan sunnah Nabi,ma lah mereka banyak membuat hadits PALSU,contohnya soal nikah Mut’ah klo mut’ah 1 kali sama derajatnya dgn Husein,klo 2 kali sama dgn Hasan,klo 3 kali sama dgn Ali,klo 4 kali sama derajatnya dengan Nabi sendiri.Ketika Nabi dekat akhir hayatnya,Hsan dan Husin masih berumur antara 8-9 tahun,apa pantas Nabi mensetarakan orang yg nikah Mut’ah setara dgn anak kecil yg belum baligh? Dan Nabi pun sudah mengharamkan nikah Mut’ah sesudah Hajji Wada’.Banyak lagi hadits2 palsu yg lain,dan itu bukti bhw ajaran syiah bukan mengikuti sunnah Nabi,tetapi berdasar kepalsuan dan hawa nafsu “ulama”nya.

  18. setelah membaca situs ini, saya benar2 yakin bahwa syiah bukan islam.
    islam adalah membenarkan apa2 yang bersumber dari Allah & Rosulullah.. serta mengagungkannya.
    Islam juga memuliakan para sahabat tidak hanya Ali tapi juga Abu Bakar, Umar, Usman dll…
    sungguh hidup ini begitu singkat, kelak akan dipertanggungjawabkan & azab Allah itu sangat pedih !

    selagi masih ada waktu untuk bertaubat…

    Ibnu Jakfari:

    Mengeluarkan seorang Muslim Mukmin dari Iman dan Islam adalah sesuatu yang berat konsekuensinya jeng! Apa bisa Anti rincikan penyebab kekafiran Syi’ah (menurut Anti) dan juga bagaimana cara tobatnya?

    • @ MAS-Yasmin

      Mas akui aja kalo ente nggak bisa jawab, menghadapi realita -ilmu hadis sunni- yang diungkap oleh mas Ibnu Jakfari… mungkin perlu konsultasi dulu dengan ustad-ustad ente atau masyaikh daurah ente…

      solusi pahit yang harus dihadapi adalah:

      Ilmu Jarah wat-ta’dil sunni memang perlu di revisi ulang? bukankah itu produk manusia -bukan wahyu yang turun dari langit-

  19. ternyata banyak manusia pinter, jenius, unggul dalam akademis, tetapi tdk menjamin dia akan pandai dalam mengimani Kebenaran, percis seperti Kaum Jahiliyyah di jaman Nabi, Abu jahal, Abu Lahab, Abu Sofyan mereka manusia2 jenius, tetapi bebal akan Kebenaran Illahi.

  20. Neng yasmin ini gimana sih kok galak banget…. Apa anda tidak takut kembali ke anda sendiri pengkafiran itu? Bahaya neng!
    Apa gara-gara orang Syi’ah membenci kaum munafik anda kafirkan mereka? Atau gara-gara mengikuti Ahlul Bait Nabi as mereka dicap kafir?
    Saya sih yakin kalau anda hanya terbawa emosi.

  21. Abu jufri yang genteng, walau anda tidak ilmiah dalam komen anda saya masih bersedia kok berdiskusi dengan anda (kalau berani lho): Apa sih defenisi Syi’ah? Rafidhah?

  22. Saya heran dengan komentar beberapa orang yang mencaci maki tanpa dasar apa2…ini kan artikel ilmiah, ada gak sedikit ruang untuk ilmu di otak mereka? masak Tuhan “memberi ” otak yang cuma isi cacian sih…:) bagi yang minim ilmu lebih baik diam dan mempelajari, jangan mempermalukan diri sendiri dengan komen2 seperti itu :)

  23. Buat seniorku iwanmak…. apa anda bisa buktikan kalau Ahlu Sunnah punya kaidah penelitian hadis, kaidah jarh dan ta’dil yang konsisten dan bertangung jawab mas?
    Sepertinya, tidak jarang kok yang asal asalan dan tidak konsisten atas kaidah yang dibangun sendiri…. Buktinya tuh Akhuna Jakfari dah ngungkap beberapa contoh nya…. itu saya yakin baru secuil…
    apakah sikap membuka hati dan bermesraan dengan para pembenci Sayyidina Ali (karramalahu wajhahu) itu yang kamu maksud dengan:sejelek-sejeleknya metode sunni tetapi mempunyai nilai objekyivitas yang tinggi?! Apakah menolak keadilan si perawi gara-gara urusan sepeleh dan tidak menyentuh itu sikap obyektif kang mas?
    Kang mas dari pada ngomongin kitab hadis syi’ah yang kita masih buta terhadapnya mendingan anda teliti ulang kitab2 hadis Ahlu Sunah sendiri…. saya sih yakin pasti banyak masalah di situ!!! Yakin kin.
    karenanya saya sih memaklumi jika kitab hadis moner wahidnya Ahlu Sunnah (Bukhari) aja banyak hadis yang tidfak karuan ngawurnya… Nabi mau bunuh diri… Nabi kencing berdiri di pekarangan orang di hadapan sahabatnya…. nabi beradegan mesra-mesraan di hadapan umum dll yang saya malu mengungkapnya mas!!

  24. @ Mas Jakfari
    Mana hadis Tsaqalayn versi Ahlul Baytnya? Agar saya lebih kokoh dalam mengambil pedoman Islam saya.

    @ All
    Kawanan Salafiers mengiklankan bahwa mereka mengaku-aku sbg PEMBAWA ISLAM MURNI dan sbg “gerombolan” yang selamat.
    Akibatnya orang luar Islam baik yg ingin belajar tentang Islam maupun yang “menyerang Islam” dengan ilmu yang cerdas tentu akan menuju pada gerombolan Salafiers ini dan CELAKANYA mereka justru TIDAK BECUS MEWAKILI ISLAM sehingga justru selain MENCEMARKAN ISLAM juga MEMBEBANI,BIKIN MALU dan Menambah-menambah pekerjaan golongan lain yg dapat mewakili Islam akibat ulah komplotan Wahabiers ini.
    Salah satu kebrangkutan mereka adalah “membuang akal sehat” dgn MEMPERTUHANKAN KERTAS HADIS, mana mungkin bisa mengalahkan argumentasi AKAL SEHAT lawan dan alangkah memalukan kalo lawan harus MENYEMBAH DULU ketas hadis (sesembahan Salafy kuburiyun ???)

    Salam Damai

  25. memang susah meyakinkan manusia2 pecinta manhaj Wahabi ini….
    apakah kalian tdk melihat, adakah Umaro dan Ulama kalian yg hidupnya sudah sesuai dengan akhlak Rasulullah Saw ?
    mereka pandai dalam berhujjah dengan Alquran dan hadist2, tetapi prakteknya jauh sekali…

    bandingkan denga Ayatulloh Khomeini (beli & baca Biografi beliau), seorang Ulama yg mempunyai kekuasaan atas Tanah Iran yg Subur dan kayaraya, namun betapa sederhana kehidupannya dan segala yg ditinggalkannya setelah beliau Wafat ….begitupun Presidennya…tdk jauh berbeda…
    mengapa mereka( Imam Khomeni dan presidennya) tidak berkeinginan untuk memperkaya dirinya, hidup di Istana nan mewah dan megah, dikelilingi selir2 seperti kebanyakan pemimpin Suni Wahabi ? KARENA MEREKA INGIN BERLAKU SEBAGAI AHLUSSUNAH YG SEBENAR2NYA
    Sungguh berat ujian kekuasaan itu….hanya orang2 tertentu sajalah yg lulus ujian itu. sehingga pantas…dikalangan Sufi -Suni semua menghindar dari Ujian yang Satu ini

  26. Assalamualalykum.
    komentar dikit ahhh…
    disini (lagi-lagi) saya ga liat tanggapan dari fihak Ahlus sunnah secara ilmiah…selain ngedumel and ngomel..and mencap..kafir..
    sama di setiap artkel yang lain juga begitu.

  27. ari dari wahabi terus masuk ke syiah…? ngga ah…ana cuma mau ikut yg lama aja…tetap sunny syfi’ie…titik.

    • mangga wae da teu aya paksaan..sok atuh kang, ngan ukur ningalian oge hteu nanaon atos dongkap ka dieu nuhun, syukur diaosan, leuwih sae deui mah tanggapannana perkawis Tulisan kang Ibn Jakfari..mugi2 seueur manfaat pikeun sadayana.

  28. haaallaaaah cuman tipuan syi’ah doang to .. dikira apaan ..

  29. yang lebih para sebenarnya syi’ah,bukan cuma mencaci,tp dia mengkafirkan smua sahabat nabi.
    lihat al-kafi juz 8 hal 245 hadist ke 241 yang isi nya : smua sahabat setelah meninggal nya nabi murtad kcuali 3 org : miqdad bin aswad,salman alfarisi dan abu dzar algifari .
    la iya kok bisa nya orang syi’ah ikut imam ali,wong imam ali juga murtad menurut hadist ini ??????????????????

    Ibnu Jakfari:

    Kasian kaum awam Sunni, bisanya hanya mengulang-ulang kebohongan dan kejahilan atas nama Syi’ah!
    Akhi, di Shaih Bukhari juga disebutkan hadis serupa! Apa mau Anda kufuri? Atau Anda menuduh Syi’ah menyusupkannya ke kitab Bukhari?

  30. @ibnu jakfari :
    saya ini gak mengulang2,cek dulu di al-kafi juz 8 hal 245 no 241 apa saya ini mengada2………
    coba yg di bukhori tunjukin nas nya disini ?

  31. @dayak
    Mas, ada hadis Suni yg mengatakan Bahwa Abudzar alghifari adalah manusia paling dipercaya kata2nya di muka bumi, apakah dengan begitu lantas Ahlulbayt NAbi Saw, dan Nabi Saww sendiri kejujurannya di bawah Abu Szar ???
    Kemudian hadis Suni yg menjamin 12 orang masuk syurga, apakah istri2 Nabi Saww tdk terjamin ???

  32. maaf ralat lagi
    @dayak
    Kemudian hadis Suni yg menjamin 10 orang masuk syurga (Abubakar, umar, ustman, ali, thalhah, azzubair, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqash, Said bin Zaid, dan Abu Ubaidah Ibnul Jarrah), lalu apakah kemudian istri2 Nabi Saww menjadi tdk terjamin masuk surga ???

  33. Kenapa kalian ributkan orang-orang yang sudah meninggal bukankah alquran sudah mengingatkan “tilka ummatun qod holat laha maa kasbat walakum maa kasabtum walaa tus alunna amma kanuu ya’maluuun” bacalah lagi Alquranmu

  34. Memang susah kalau lawan orang jaman jahiliah, mereka sangat susah mengakui Imam Zaman, yaah begitulah otaknya ditaruh di …….

  35. To the poin:
    Apakah hadis tsaqalayn versi Syiah ato Ahlul Bayt “pesanan saya” sudah anda expose ato di kirim ke email saya(kalo udah dikrim,sy mnta maaf telah berburuk sangka)??
    Ini sudah setahun lebih.
    Bukankah saya sudah bilang jangan pake kitab sunni terus, tunjukkan hadis tsaqalayn (ato sejenisnya) versi Syiah yg menurut ebook akhirnya kutemukan kebenaran bahwa hujjah2 syiah berkali lipat jumlahnya, tapi saya minta 1 hadis saja kok susahnya bukan maen.
    Bahkan bbrapa hari yg lalu via fb sya jg mnta hal tsb terhdap orang syiah namun belum juga dikirim pdhal dia mau kirim hadis yg saya minta ke dalam inbox saya.
    Salam Damai

  36. @Mas Jakfari
    Oh ya sudah adakah hadis yang saya minta??
    Trimz

  37. @All

    Ada cara berfikir yang salah dari kita semua tatkala mencoba menemukan “kebenaran” Islam dan meyakininya yaitu kita terkotak-kotak dalam dikotomi Sunni-Syiah. Akibatnya kita baru merasa mantap untuk meyakini suatu kebenaran tatkala hal tersebut tercantum atau terdapat pada kitab dari mahzab yg kita berafiliasi kepadanya dan sebaliknya merasa ragu manakala kebenaran tersebut hanya terdapat pada kitab suatu mazhab yg kebetulan kita tidak mengafiliasikan diri kepadanya.
    Saya mengajak kepada para pembaca semua di blog ini untuk memperlakukan seluruh sumber rujukan kitab yg ada pada semua mazhab sebagai warisan berharga tentang Islam dan sejarahnya agar semoga dilema yang dialami oleh @saudara Jakfari atas tuntutan sdr@Rendy tidak perlu terjadi dimasa-masa yg akan datang…salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: