Subhanallâh, Ternyata Nabi saw. Juga Melaknat Sahabatnya!

Kenyataan pahit yang memporak-porandakan doqma keadilan sahabat yang menjadi tonggak doktrin mazhab Sunni adalah kenyataan bahwa ternyata Nabi saw. tidak jarang melaknati dan bersikap marah kepada para sahabat beliau. Tentunya yang membangkang dan menentang!

Di antara dokumen rahasia yang membongkar kenyataan pahit ini adalah:

Bahwa di hari-hari terakhir kehidupan Rasulullah saw. beliau mempersiapkan sebuah pasukan besar yang melibatkan para pemuka sabahat Muhajirin dan Anshar, di bawah pimpinan panglima muda bernama Usamah ibn Zaid ibn Haritsan- putra anak angkat Rasulullah saw-, akan tetapi sayangnya sebagian sahabat enggan bergabung meskipun telah diperintah berkali-kali oleh Rasulullah saw. bahkan dalam keedaan sakit beliau memaksa diri menaiki mimbar dengan dipikul Imam Ali as. Abbas paman beliau, dalam pidato itu beliau saw. menegaskan kembali agar pasukan segera diberangkatkan dan beliau mengatakan, “Berangkatkan pasukan Usamah, semoga Allah melaknat (mengutuk) siapa saja yang enggan berangkat dan bergabung dengan pasukan usamah”.[1]

Dan tidak cukup itu, mereka mengecam Nabi saw. atas pengangkatan Usamah sebagai panglima dalam ekspedisi itu.

Para ulama, diantaranya asy Syahrastani dalam al-Milal wa al-Nihal melaporkan peristiwa itu dan sabda Nabi saw. yang mengutuk mereka yang enngan bergabung dengan pasukan Usamah. Ia adalah sebuah kenyataan pahit dalam sejarah kerasulan Nabi Muhammad saw. yag justru terjadi di hari-hari akhir kehidupan Nabi saw. di tengah-tengah sahabat beliau -yang konon kata riwayat yang belum jelas sumbernya adalah sebaik-baik generasi-.

Imam Muslim Juga Meriwayatkan Aksi Pelaknatan Nabi saw. Atas Sahabatnya!

Peristiwa lain yang dapat disebutkan di sini ialah apa yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya, bahwa dalam sebuah perjalanan Nabi saw. bersama para sahabat beliau, dalam perjalanan itu beliau berpesan agar tidak seorangpun yang mendahului beliau menuju tempat air yang kebetulan sangat sedikit itu, beliau bersabda “ Jangan seorang mendahului saya ke tempat iar itu.” Tetapi anehnya malah ada sekelompok yang dengan sengaja mendahului beliau mengambli air dari tempat. Kata Hudzaifah ra., “Maka Nabi melaknat mereka.”[2]

Ibnu Jakfari berkata:

Kami tidak mengerti apa kira-kira komentar dan tanggapan para ulama Sunni terhadap pelaknatan Nabi saw. atas para sahabatnya tersebut, apakah mereka harus menyerah di hadapan ketegasan hadis di atas?

Atau mereka menganggapnya sebagai pelaknatan salah sasaran dan tidak akhlaki yang muncul dari kelemahan kontrol Nabi saw. atas nafsunya sehingga beliau melaknat dan mencaci orang-orang yang tidak layak menerimanya? Seperti nyang diimani kaum Sunni berdasarkan riwayat-riwayat yang dishahihkan para muhaddis papan atas mereka (walaupun akal sehat Anda mungkin sulit mererimanya).

Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya menulis sebuah bab dengan judul, bab qaulin Nabi saw., man Âdzaituhu faj‘alhu lahu zakatan wa rahmatan (bab, barang siapa yang aku sakiti ia maka jadikan ganguan itu baginya sebagai penyuci dan rahmat). Dalam bab itu ia menyebutkan satu hadis dari Abu Hurairah, ia mengaku mendengar Nabi saw. bersabda:

اللَّهُمَّ فَأَيُّما مُؤْمِنٍ سَبَبْتُهُ فَاجْعَلْهُ لَهُ قُرْبَةً إليكَ يومَ القيامَةِ.

Ya Allah, siapapun dari kaum mukmin yang aku caci maki dia maka jadikan caci makian itu untuknya sebagai qurbah (kebaikan yang mendekatkan) kepada-Mu kelak di hari kiamat.[3]

Dalam Shahih Muslim pada Kitab al-Birr wa ash Shilah Wa al-Âdâb (Kitab Kebajikan, Kebaikan dan Sopan Santun) imam Muslim menulis sebuah bab dengan judul Man La’anahu an Nabi saw. Aw Sabbahu Aw Da’a ‘Alaihi Wa Liasa Huwa Ahlan Lidzâlika Kâna Lahu Zkatan Wa Ajran Wa rahmatan (Orang yang dilaknat, dicaci-maki atau dido’akan celaka/jelek oleh Nabi saw. sedangkan orang itu tidak layak (diperlakukan seperti itu maka laknatan, caci-makian dan doa itu menjadi penyuci, pahala dan rahmat baginya). Dalam bab tersebut Muslim menyebutkan belasan hadis yang menegaskan isu yang kemudian beubah menjadi akifdah Sunni itu.

Ibnu Hajuar Mempertegas!

Dalam keterangannya, Ibnu Hajar mengutip banyak hadis yang mendukung hadis di atas, dan sebagiannya menegaskan bahwa yang dimaksud dengannya adalah orang yang dicaci-maki atau dilaknat atau disakiti atau dicambuk itu adalah orang yang sebenarnya tidak berhak mendapatkan perlakuan buruk tersebut dari Nabi saw.. Karena beliau adalah manusia biasa, maka sebab itu hal-hal di atas tidak terelakkan lagi dari kehidupan beliau seperti juga orang-orang lain yang tidak mampu mengontrol hawa najsunya!!

Jadi kerena para sahabat itu tidak layak Nabi laknat dan laknatan Nabi itu salah sasaran, maka ia secara otomatis berubah menjadi keutamaan; pelebur dosa dan meninggikan derajat!![4]

Kata para ulama itu, kebiasaan buruk mencaci, melaknat dan mendoakan sembarangan atas orang lain itu sulit ditinggalkan Nabi saw. lantara beliau juga manusia biasa!! Seorang Nabi juga manusia biasa!! Selamat atas Umat Islam yang memiliki Nabi bermental seperti itu!!

Bukankah keyakinan seperti itu terhadap Nabi saw. termasuk melecehkan derajat Nabi Muhammad saw.?!

Jawabnya saa serahkan kepada Anda….


[1] Al-Milal wa al-Nihal, mukaddimah ketiga. Vol.1,23.

[2] Shahih Muslim. 17,125-126.

[3] Fathu al-Baari.11,143-144.

[4] Baca dalam Syarah Shahih Muslim dan lainnya.

About these ads

61 Tanggapan

  1. Terenyuh sangat hati saya, tak terasa airmata membasah.
    Sholawat dihaturkan tak henti2nya teruntuk Baginda Rasulullah Saw, manusia teragung, kunci terciptanya Alam Semesta.

    Kembalikan Nama Suci Baginda Saw, tinggalkan semua literatur yg nyata2 merendahkan Beliau dan Ahlulbaytnya.

  2. Wainnaka Khuluqien Adziem
    Allahumma Shalli ‘ala Muhammad Wa ‘ala Aali Muhammad Waththayyibin Waththahrien,

  3. Astagfirullahal adziem Revesi
    Wainnaka la ‘alaa Khuluqien Adziem
    Allahumma Shalli ‘ala Muhammad Wa ‘ala Aali Muhammad Waththayyibin Waththahrien,

  4. Ekspedisi Usamah

    Usamah yang termuda di antara para sahabat, dipilih oleh Beliau karena alasan utama : mengejar pembunuh ayahnya usamah. Pemilihan itu menimbulkan kontroversi besar di antara mereka para sahabat, karena masih banyak diantara sahabat selain usamah yang lebih pantas memimpin (mungkin karena alasan faktor usia lebih tua).

    Dan kita semua tahu saat itu kondisi Nabi sedang sakit parah.

    ada dua kemungkinan yang menjadi sorotan bagi saya pribadi

    Kemungkinan besar nabi marah (hingga berteriak-teriak mencabut bendera yang berada di depan tendanya)

    1.Karena para sahabat tidak menurut, dengan apa yang di perintahkan oleh nabi. Dan kenapa para sahabat tidak menurut ? itu tidak lain karena para sahabat sangat mencintai Nabi, para sahabat tidak ingin meninggalkan Beliau yang sedang sakit parah. Para sahabat begitu sangat khawatir dengan keadaan Nabi, dan jelas saja mereka ingin selalu berada di samping Nabi.

    2. Tidak menutup kemungkinan juga karena gengsi dipimpin oleh seorang yang lebih muda. Para sahabat tidak beranjak juga pergi menjalankan perintah nabi saat itu. Ini pun menguatkan kalimat “Nabi adalah orang biasa, begitu juga para sahabat”.

    3. Selaknat apapun para sahabat, mereka adalah orang yang lebih baik dari kita semua, manusia di jaman ini. Jadi Kita wajib menghormati dan menghargai mereka. Karena mereka hidup di jaman ketika Rasullullah hidup. “Jaman dimana saat itu Rasullullah hidup Adalah surga dunia yang nyata”, dan hal ini tak lagi bisa dipungkiri.

    Wallahu’alam bishowwab…

    Ibnu Jakfari:

    Subhanallah, ternyata di antara umat Nabi saw. ada yang mengasumsikan beliau tidak mampu mengontrol emosi sehingga marah-marah dan …. (hingga berteriak-teriak mencabut bendera yang berada di depan tendanya)
    1) Akho Otaku, jika benar apa yang ada katakan bahwa mereka enggan berangkat karena mereka sangat cinta, lalu mengapakah orang-orang yang sangat mencintai beliau itu beliau balas dengan laknatan? Akhi jangan sampai pembelaan membuta kepada sahabat menjadikan kita tidak lagi menghargai Nabi mulis saw.!!
    2) Jika benar alasan pembangkangan mereka itu karena gengsi dipimpin panglima muda itu juga tidak benar. Sebab dahulu ketika menunjuk ayahnya Usamah yang bermana Zaid ibn Haritsah jgs mereka tentang! Padahal ia (Ziad) bukan pamglima ingusan yang masih muda!!
    3) Adapun apa yang Anda katakan pada poin ketiga adalah sangat aneh dan sungguh menggelikan. bagaimana kita mengatakan bahwa orang-orang yang dilaknat sang Nabi Maksum itu dikatakan lebih baik dari yang tidak pernah dilaknat. Kecuali jika Anda menu
    uduh Nabi saw. itu ngawur ketika melaknat mereka?!
    Mungkinkah?
    Sekali himbauan kami jangan kecintaan membuta kepada sembarang sahabat menjadikan kita buta dan tuli serta bersikap keji terhadap Nabi kita saw.!!

    • @Otaku,

      Mas otakku kadang kita demi membela doktrin yang rapuh “keadilan sahabat”/semua sahabat baik/adil-, tidak kita sadari mengangkat sahabat bagaikan manusia maksum yang tanpa salah, sementara nabi yang maksum kita jungkirkan sebagai manusia yang tidak maksum… dengan dalih “manusia biasa”, benar Muhammad saw adalah manusia biasa tapi beliau “yuha” diberi wahyu, sementara kita dan sahabat tidak… itu bedanya!

      saya kutip kata2 saudara:

      Karena para sahabat tidak menurut, dengan apa yang di perintahkan oleh nabi. Dan kenapa para sahabat tidak menurut ? itu tidak lain karena para sahabat sangat mencintai Nabi,……

      ……Para sahabat tidak beranjak juga pergi menjalankan perintah nabi saat itu. Ini pun menguatkan kalimat “Nabi adalah orang biasa, begitu juga para sahabat”.

      adakah haq bagi sahabat dan manusia yang beriman dengan kenabian beliau saw untuk menolak dan tidak memeauhi perintah Nabi saw sementara al Qur’an mengatakan:

      Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (QS. Al Hasyr (59):7)

      Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mumin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mumin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. Al Ahzab [33]:36)

      sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. (QS. At Takwir [81]:19-22)

      kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya, Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, (QS.An Najm [53]:2-5)

      Dengan ayat-ayat yang jelas diatas apa Sahabat BOLEH dan LAYAK untuk menentang perintah beliau saw? apakah kita akan menentang manusia yang tutur-katanya adalah wahyu dari Allah SWT?

      Dengan perlakuan sahabat yang menolak perintah Rasul saw, itu bukan kecintaan wahai saudaraku tapi pembangkangan dan pantas Rasulullah saw melaknat mereka karena perbuatan/pembangkangan mereka jelas-jelas menyakiti hati Nabi saw..

      sekali lagi sikap mereka itu bukan kecintaan tapi pembangkangan… orang cinta itu menurut kepada yang dicintai…

      jadi saudaraku sahabat itu manusia biasa seperti kita makanya bukan hal yang aneh jika diantara mereka ada yang membangkang !

      Sementara Rasul saw adalah manusia yang diturunkan kepadanya wahyu… itu bedanya Rasul saw dengan sahabat dan kita

      • Allah MEMANG menfirmankan kepada Rasulullah, bila ada beberapa dari sahabatnya yang munafik.. HAL ITUPUN HANYA ALLAH SWT YANG TAHU.. SEKALI LAGI HANYA ALLAH YANG TAHU.. Wallahu ‘alam bi showwab…

        saudaraku saya MEMOHON KERENDAHAN HATI SAMPEYAN…

        BUKANKAH JELAS SUDAH, MASALAH SIAPA DIANTARA SAHABAT YANG MUNAFIK,. Bila anda merasa Lebih tahu dari NABI siapa yang MUNAFIK dan SEKALI LAGI SAYA BERTERIAK DI DEPAN TELINGA ANDA “PADAHAL NABI SENDIRI TIDAK PERNAH TAHU!!! DAN HANYA ALLAH YANG TAHU!!!” TAPI MENGERIKANNYA ANDA MERASA LEBIH SOK TAHU DARI NABI, DAN SEAKAN-AKAN ANDA ADALAH ALLAH SWT!!! Astaghfirulloh… SYIRIK luar biasa.. bertobatlah akhi… SEGERA ,, SEBELUM TERLAMBAT!! Nau’dzubillah.. :cry:

        Ibnu Jakfari:

        Sangatlah berbahaya apabila berbicara agama dengan modal kejahilan apalagi dihiasi dengan emosi…. Mas dari mann Anda menyimpulkan bahwa tidak ada yang tau mana/siapa sahabat yang munafik? Lalu dari mana Anda tau kalua Abdullah ibn Ubay ibn Salul itu gembongnya kaum munafikin?
        Mas tolong pelajari dulu buku-buku tafsir karya Sunni nanti Anda tau bahwa tidak sedikit sahabat yang telah terbongkar kedok kemunafikannya!
        Baik, jika Anda yakin dengan yang Anda katakan, lalu bukankah akan bijak apabila kita harus ekstra hati-hati dalam mengapresiasi sahabat! Agar jangan sembarangan memujinya, sebab jangan-jangan dia itutermasuk yang munafik!! Bukankah kesim[ulan Anda lebih berbahaya atas doqma mazhab ANda sendiri?!

      • @Otaku

        Disini saya ingin menambah komen/tanggapan saya sebelumnya, anda mengatakan:

        Karena para sahabat tidak menurut, dengan apa yang di perintahkan oleh nabi. Dan kenapa para sahabat tidak menurut ? itu tidak lain karena para sahabat sangat mencintai Nabi,……

        sementara dalam jawaban anda kepada Ibnu Jakfari anda mengatakan:

        Itu masih bentuk kecintaan yang amat dahsyat dari Rasulullah kepada umatnya ya akho ibnu jakfari.. Apakah Akho masih mempertanyakan kasih Rasulullah kepada para sahabatnya?? dimana kita ketahui sendiri, Para sahabat itulah yang bersedia ikut berperang di medan laga selalu bersama Nabi merintis penyebaran Islam mulai dari nol. Subhanallah semoga tidak ada suatu titik keraguan dalam hati akho yang saya cintai T.T.

        Kalo anda mengatakan bahwa sahabat tidak menurut apa yang dikatakan Nabi karena kecintaan mereka kepada beliau saw… maka dalam hal ini anda salah besar,

        pertama seperti saya katakan diatas bahwa ucapan Rasulullah saw itu wajib ditaati sebagaimana disebutkan dalam firman2 Allah SWT yg saya kutip diatas, dan tidak ada haq bagi kita umat Islam termasuk sahabat untuk membantah, karena ucapan beliau adalah wahyu!

        Kedua, yang perlu anda ketahui bahwa perkara sebagian sahabat tidak menta’ati perintah Rasulullah saw… hal ini bukanlah sesuatu yang asing karena kitab sejarah dan hadis banyak yang melaporkan hal ini….

        dibawah saya kutipkan hadis Bukhori tentang hal ini BAHWA DALAM PERANG UHUD NABI SAW… DITINGGALKAN BANYAK SAHABATNYA YG LARI DARI PEPERANGAN UNTUK MENYELAMATKAN DIRI, PADAHAL RASUL SAW TELAH MENYERU MEREKA AGAR KEMBALI, AKAN TETAPI MEREKA TETAP LARI KETAKUTAN DAN HANYA TERSISA 12 SAHABAT YANG SETIA MENEMANI NABI SAW PADA WAKTU ITU..

        حدثنا ‏ ‏عمرو بن خالد ‏ ‏حدثنا ‏ ‏زهير ‏ ‏حدثنا ‏ ‏أبو إسحاق ‏ ‏قال سمعت ‏ ‏البراء بن عازب ‏ ‏رضي الله عنهما ‏ ‏قال ‏
        ‏جعل النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏على ‏ ‏الرجالة ‏ ‏يوم ‏ ‏أحد ‏ ‏عبد الله بن جبير ‏ ‏وأقبلوا منهزمين فذاك إذ يدعوهم الرسول في أخراهم ولم يبق مع النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏غير اثني عشر رجلا ‏

        SAHIH BUKHARI, KITAB تفسير القرآن ,
        BAB قوله والرسول يدعوكم في أخراكم ,
        anda bisa cek hadis ini di situs kementerian agama dan wakaf, saudi arabia:

        http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=0&Rec=6584

        Jadi ketika saya di sekolah madrasah dulu diceritakan oleh guru-guru bahwa para sahabat Nabi saw semuanya adalah orang-orang yang ta’at dan patuh kepada Nabi saw dan siap mengorbankan dirinya untuk membela Nabi saw, semuanya ADALAH DONGENG BELAKA!!

        Nyatanya dalam perang Uhud yang dihadiri sahabat dalam jumlah yang sangat besar, ternyata MAYORITAS SAHABAT LARI TUNGGANG-LANGGANG MENYELAMATKAN DIRI DAN HANYA TERSISA 12 ORANG SAHABAT YANG SETIA MENYERTAI BELIAU saw, ITULAH SAHABAT YANG SEBENARNYA SEMENTARA SAHABAT YANG LARI TENTU KWALITASNYA RENDAH.. bahkan al-Qur’an mengancam dengan neraka bagi orang-orang yang lari dari pertempuran

        Hai orang-orang beriman, apabila kamu bertemu orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). (QS. Al Anfal [8]:15)

        Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sesungguhnya orang itu kembali membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. (QS. Al Anfal [8]:16)

        Tidak hanya di perang Uhud beliau saw ditinggalkan umatnya, di perang Hunain pun Rasul saw ditinggalkan oleh sahabat-sahabatnya bahkan menurut sejarawan hanya tinggal 9 sahabat yang setia menemani beliau saw..

        Jadi ketika di akhir hayatnya beliau saw mengirim pasukan dibawah pimpinan Usamah mereka enggan berangkat, hal ini bukanlah hal yang aneh karena banyak diantara sahabat yang takut berperang dan juga banyak yang tidak menta’ati beliau saw. !!

        Ma’af mas hadis palsu diatas dibikin untuk melindungi sahabat yang dilaknat Nabi saw dan perbuatan mereka memang layak untuk dilaknat…!

        Sekali lagi sahabat adalah manusia biasa, sementara Nabi saw adalah manusia yang luar biasa..!

        Nabi adalah “Uswatun Hasanah” -teladan yang terbaik- Nabi adalah manusia dengan akhlak yang sempurna, jadi mustahil beliau saw mencaci-maki seseorang seenaknya tanpa sebab.. apalagi seseorang yang tidak patut dilaknat/dicaci.. apa anda kira Nabi saw “orang jalanan” yang seenaknya mengeluarkan caci-maki ke segala orang?!

        Demi konsep “keadilan sahabat” yang tidak jelas, Nabi dilecehkan, sementara kesalahan sahabat dicari-carikakan udzur.. dan dibela mati-matian… tapi kalo dibilang “GHULU” terhadap sahabat menolak..! Aneh

    • @smua muslim yang masih mau menggunakan akalnya

      kalo orang yang menyakiti Nabi saw kemudian beliau marah lalu melaknatnya dan selanjutnya ia mendapat pahala atau sebagai zakat seperti diterangkan hadis palsu diatas…

      maka orang akan beramai-ramai menyakiti Nabi saw agar beliau marah dan mencaci/melaknati nya … kan enak… bukankah laknat dan cacian beliau saw menjadi

      maka laknatan, caci-makian dan doa itu menjadi penyuci, pahala dan rahmat baginya

      inilah pelecehan terbesar umat Islam terhadap Nabinya… sangat-sangat disayangkan smua ahli hadis suni (mudah2an tidak semua) menshahikan hadis palsu ini… tentunya karena konsep atau doktrin/akidah keadilan sahabat yang mereka terima walaupun harus melecehkan kesucian Nabi saw, kefanatikanlah yang membuat otak dan pikiran mereka tumpul

      semoga laknat Allah SWT , malaikat, wannasu ajmain…kepada pembuat hadis palsu ini

    • @ otaku ( tolong dipake otaknya ya)

      jawaban anda nomer 1 & 2 benar2 menggelikan….benar2 anda memaksakan berbagai alasan tidak masuk akal utk membela para sahabat yang jelas2 membangkang perintah Rasul utk terus mempertahankan dongeng “seluruh sahabat adalah adil”….baca Firman Allah :
      4:65
      “Maka demi Tuhanmu , mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan , kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan , dan mereka menerima dengan sepenuhnya . ”

      Lihat Allah mengatakan bahwa mereka tidak beriman hingga mereka tidak menolak sama sekali dengan tanpa keberatan hati sama sekali terhadap perintah Sayyidina Muhammad….

      Dongeng seluruh sahabat pasti adil….ha..ha…ha….Jelas2 Rasul pernah melaknat mereka….tapi anda malah mengambil fatwa sebagian saja dr Syekh2 anda yg mengatakan mereka pasti adil…. Anda mengambil dongeng dan membuang fakta….!!!

  5. wah jawaban ibnu jakfari sangat jitu dan sangat membungkam lawan.

  6. Nabi Maksum tapi Nabi Bisa salah
    Sahabt Tidak maksum TAPI semua perbuatan Sahabat yang salah di bela mati2an walaupun tidak masuk akal pembelaannya.!

    INISEMUA AKIDAH YANG JUNGKIR BALIK !!

    mohon gunakan akal sehat bukan taklid buta !!

    KEADILAN SAHABAT ADALAH MITOS,… BAK KEPERCAYAAN TENTANG TRINITAS jelaas tidak masuk akal tapi tetap dipertahankan!

    • K’lo menurut salafiyun, Nabi SAW terbebas dari kesalahan dan dosa, sedangkan sahabat hanya terbebas dari dosa saja. Jd k’lo sahabat melakukan kesalahan tdk dosa, jdnya pahala sbb melakukan IJTIHAD

  7. terkungkung pikiran ku oleh keadaan
    yang sudah terlanjur
    yang sudah tertradisi
    yang sudah terbiasa, ternyata ku lihat semua itu semu belaka
    ternyata kusadari semua itu hanya kejumudan akut
    ternyata kita selama ini hanya melompat-lompat
    dalam kotak korek api
    sedangkan sejatinya, kita mampu melompat sejauh bulan

  8. 1. Maaf akho sebelumnya, saya khilaf, lupa menambahkan sesuatu kalimat yang seharusnya ada. Itulah mengapa sejarah Nabi itu harus jelas hingga sampai detail-detailnya bila tidak akan mengalami pembelokkan. Dan tentu saja bisa berbahaya menyesatkan umat yang menerima pesan yang tidak jelas itu.

    Ketika itu Baginda Nabi Memang Marah hingga mencabut tongkat bendera di depan tendanya, namun marah beliau adalah marah yang penuh dengan linangan air mata. Jenis marah apakah itu akho? hingga air mata Beliau bercucuran?? Pernahkah akho merasakan emosi marah yang seperti itu?? pernahkah akho marah dengan seseorang yang sangat begitu akho cintai?? Pernahkah akho di marahin ummi bila akho bandelnya kelewatan?? maaf akho.. menurut saya pribadi seperti itulah Kasih Baginda Rasulullah, seperti ungkapan lagu “kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi dan tak akan kembali. Bagai sang surya menyinari dunia”. Subhanallah..

    Percayalah Akho ibnu jakfari, Baginda Rasulullah sangat mencintai umatnya. Beliau tidak pernah lepas dari sholat malamNya, sholat-sholat sunnahnya(geliat ibadahnya yang tak mungkin tertandingi) memohon belas kasihan dan ampunan kepada Allah SWT hanya untuk umatnya baik di masa itu hingga kelak di akhir Zaman. Itulah kelebihan Islam syafaat Rasulullah SAW. Allahumma sholli…

    Itu masih bentuk kecintaan yang amat dahsyat dari Rasulullah kepada umatnya ya akho ibnu jakfari.. Apakah Akho masih mempertanyakan kasih Rasulullah kepada para sahabatnya?? dimana kita ketahui sendiri, Para sahabat itulah yang bersedia ikut berperang di medan laga selalu bersama Nabi merintis penyebaran Islam mulai dari nol. Subhanallah semoga tidak ada suatu titik keraguan dalam hati akho yang saya cintai T.T.

    2. itu adalah pendapat pribadi saya, ya akho (tidak bisa dibenarkan ataupun disalahkan orang lain). itu hanyalah masukan persepsi dari saya pribadi, sudah saya jelaskan dari awal. mungkin saja , bukankah wajar bila yang tua ingin dihormati dan disegani oleh yang muda. dan sudah seharusnya kewajiban yang muda untuk menghormati yang lebih tua. Dan saya juga heran kenapa Rasulullah memilih Usamah yang termuda (diantara yang tertua) untuk menjadi pemimpin? hendak ada hikmah apakah ? yang ingin di ajarkan oleh Rasulullah di balik peristiwa itu… mungkin sahabat akho lebih tahu dari saya? mohon pencerahannya. Alhamdulillah

    3.Astaghfirullah, ya akho. Betapa mengerikan tuduhan akho terhadap saya bila saya menuduh nabi ngawur. T.T hiks.. begini akho, kita semua tahu para sahabat hidup di jaman Rasulullah hidup dan mereka ikut berperang. Walau ada diantara mereka yang bandel, ada yang masih nakal dan ndak mau nurut sama Nabi. Banyak hal yang selalu menjadi impian kita sampai akhir hayat ; diantaranya mereka melihat wajah, berpelukan, mencium tangan, berdialog, berguyonan, sholat berjamaah bersama Nabi.

    Apakah bisa dibandingkan dengan kita yang tidak pernah dilaknat Oleh Nabi sekalipun??

    Demikian sahabat akho, semoga kita bisa mencintai Rasulullah SAW secara kaffah, sebagaimana beliau juga mencintai Umatnya(tidak terpaut zaman), dan juga para sahabat-sahabatNya yang telah di jamin dan dimuliakan oleh Allah SWT. bila ada yang kurang berkenan di hati, mohon maaf sebesar-besarnya. wassalammu’alaikum wr.wb.wm.wh.

    Ya Allah, siapapun dari kaum mukmin yang aku caci maki dia maka jadikan caci makian itu untuknya sebagai qurbah (kebaikan yang mendekatkan) kepada-Mu kelak di hari kiamat

    salam hangat :-)

    • KALAU CACI MAKIAN ITU TUJUAN NYA UNTUK MENJADI ORANG YANG LEBIH BAIK APA SALAH NYA

      • Kata – kata Rasul ( termasuk cacian dan laknatan yang keluar dari mulut sucinya adalah wahyu dan kebenaran ) dan benar2 pantas ditujukan bagi sahabat yg menerima laknatan itu dan itu tidak pula berasal dari mental lemah Rasul / kegilaan yg menyebabkan emosi sesaat seperti yg dikatakan pembela “kebenaran & keadilan seluruh sahabat” :

        “Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.” QS 81:22)

        “berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.” (QS 68:2)

        “Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua- dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras” (QS 34:46)

        doqma “keadilan seluruh sahabat ” pun harus dipaksakan untuk membenarkan segala tingkah laku sebagian sahabat yang melenceng jauh, bagi para nashibipun harus menghadapi ayat2 diatas…dan menunjukkan ke”stupid”annya, apalagi banyak anggapan stupid dari org2 stupid yang menganggap Rasul sedang marah & emosi sesaat yang menyebabkan dia melaknat org2 (sahabat) yg tidak pantas dilaknat….Nauzubillah benar2 kaum stupid yang mati2an membela sahabat yang kena laknat Rasul”…

        Dan semua yang dikatakan nabi (termasuk segala cacian & laknatan) adalah wahyu yang berasal dari Allah dan memang sangat pantas ditujukan bagi orang2 yang dia laknat. Dan dia bukanlah orang lemah mental / gila yang ketika marah membuatnya mencaci / melaknat orang yang tidak patut dilaknat . Sesungguhnya tiap perkataannya adalah kebenaran dan tiap laknatnya adalah laknat dari Allah azza wa jalla.

        “Dan, dia (Muhammad) tidak bertutur dengan hawa
        nafsunya, melainkan dengan wahyu yang diwahyukan”. ( QS 53:3-4 )

        ____________
        Ibnu Jakfari:

        Maksudnya membela “kesucian” sahabat, tanpa disadiri mereka melecehkan dan menodai kesucian Manusia termulya Rasulullah saw, wal iyadh billah !

  9. @otaku

    Apa yg coba sampeyan sampaikan bahwa Nabi saw adalah manusia biasa adalah memang menunjukkan bagaimana itikad dan pemahaman kerdil sampeyan thd kedudukan Nabi saw.

    Bagaimana bisa Nabi saw yg berkedudukan begitu tinggi di hadapan Allah swt, di hadapan para malaikat, di hadapan para manusia, bahkan di hadapan lawan-lawannya sampeyan katakan manusia biasa seperti kita-kita ini? Bagaimana dikatakan manusia biasa jika alam semesta ini diciptakan hanya karena wujud Beliau? Bagaimana dikatakan manusia biasa jika Allah swt Sang Pencipta & Sang Penguasa merekam komunikasi-Nya dengan beliau di AQ dan terus memuji-muji Beliau yang selalu menjadi pegangan kita ini? Bagaimana bisa dikatakan manusia biasa jika dengan keyakinan Beliau yang awalnya hanya didukung segelintir manusia, selalu diintimidasi, mampu membersihkan faham-faham dan prilaku buruk yang telah dilakukan oleh manusia-manusia jahiliyah di sekitarnya yg telah tertanam beratus-ratus tahun lamanya? Bahkan hingga faham yg Beliau tawarkan ini terus diikuti oleh lebih 1/3 manusia di dunia? Bagaimana sampeyan bisa beritikad demikian sementara tokoh Barat pun telah mengakui beliau sebagai tokoh paling populer di antara 100 tokoh populer di dunia?

    Ketahuilah oleh sampeyan, Beliau Rasul saw adalah bukan manusia biasa. Beliau adalah MANUSIA SANGAT LUAR BIASA. Janganlah sampeyan coba bandingkan dengan orang2 di sekitar beliau karena setinggi apa pun derajat orang-orang ini yang sampeyan katakan sahabat tetap tdk mampu menyamai sedikitpun kedudukan dan kemuliaan beliau. Ah saya sungguh kasihan dgn sampeyan atas apa yg sampeyan utarakan ini. Tidakkah sampeyan membaca AQ bagaimana kedudukan dan kemuliaan Nabi saw di hadapan Allah swt dan bagaimana sikap kita sebagai pengikut Beliau? Periksalah di kitab mana pun, apakah ada uzur bagi kita ataupun bagi orang2 di sekitar Nabi utk tidak mentaati perintah Nabi saw? Coba katakan kepada kami jika sampeyan memang merasakan kebenaran atas apa yg sampeyan sampaikan.

    Sy mulai percaya sampeyan beritikad juga bahwa kemaksuman itu hanya pada diri sahabat, bukan pada diri Nabi saw.

    Cara berpikir sampeyan sdh terlalu menyimpang. Sy khawatir pemahaman sampeyan ini sdh menjadi manhaj tersendiri yg juga diamini oleh sebagian umat Islam lain.

    Salam

    • Tidak bisa mencerna kata dengan baik :

      Nabi adalah SANGAT LUAR BIASA TAK TERKIRA, namun masih merendahkan hatinya dengan KE”BIASA”ANNYA, dan sahabat2 Nabi yang hidup di Jamannya adalah LUAR BIASA .. walaupun dia berpura-pura beriman (Munafiq);

      “Itupun hanya ALLAH yang TAHU, Nabi saja tidak Mengetahui, tapi anda Merasa Lebih Sok tahu Dari Nabi, Anda merasa lebih mengetahui sahabat mana yang munafik?” Anda sudah menanam kebencian diantara muslim, sebaiknya ente segera bertobat, Astaghfirulloh,,,

      • @otaku

        Coba cerna kembali tulisan sampeyan ini dan lihat kata-kata sampeyan dgn huruf tebal

        2. Tidak menutup kemungkinan juga karena gengsi dipimpin oleh seorang yang lebih muda. Para sahabat tidak beranjak juga pergi menjalankan perintah nabi saat itu. Ini pun menguatkan kalimat “Nabi adalah orang biasa, begitu juga para sahabat”.

        Sampeyan telah mensejajarkan Nabi saw dgn sahabat sebagai manusia biasa. Sadarlah!

        Mengenai sahabat yg munafik, sdh disebutin kok di Quran bahwa ada orang2 di sekitar Nabi saw yg munafik. Ga ada perlunya lagi sy mencoba-coba menjelaskannya.

        Salam

  10. [...] Subhanallâh, Ternyata Nabi saw. Juga Melaknat Sahabatnya! [...]

    • ya terima kasih doanya, semoga ente juga sadar, tidak menderajatkan diri sejajar dengan Allah dan Rasulullah. akhirnya merasa derajat lebih, dengan seenaknya menghina manusia sesama muslim sesuka hati.. Astaghfirulloh.. Saya tetap bilang “Rasulullah adalah manusia biasa”.

  11. Assalamualikum,

    ALQURAN 9:101
    di antara orang2 Arab yang berada di sekeliling kamu (Muhammad) banyak yang Munafiq. Mereka keterlaluan di dalam kemunafiqannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka. Kami mengetahui mereka. Mereka akan kami siksa dua kali dengan siksaan yang sangat keras

    Para sahabat banyak yang benar2 beriman (Muslim) sehingga mereka membantu Rasulullah. Para sahabat juga banyak yang berpura-pura beriman (Munafiq); sehingga mereka berusah menghalangi Rasulullah di dalam penyebaran agama Islam.

    Rasulullah adalah orang yang memiliki sifat sifat yang terpuji; sehingga Rasulullah tidak pernah melaknat para sahabat; walaupun banyak sahabat yang Munafiq.

    Ibnu Jakfari:

    Jadi bagaimana nasib hadis Muslim yang dishahihkan para ulama Sunni itu? Apa ia hadis palsu? Ah masak, hadis palsu kok dimasukkan dalam kitab tershahih setelah Al Qur’an dan Shahih Bukhari???
    Apa harus drmikian sikap kalian (sunni), jika berhadapan dengan hadis shahih yang tidak selera kalian ingkari?! Kalau cocok bira palsu sekali pun diterima dan dikultus!!!
    Atau ?????
    Saya tidak mengerti, tolong Anda jekaskan di sini!

  12. tanggapan buat kang hiroali.
    Kang mas, aku jadi ndak ngerti maksud kamu ynag berkata:(((Kembalikan Nama Suci Baginda Saw, tinggalkan semua literatur yg nyata2 merendahkan Beliau dan Ahlulbaytnya.
    ))) apa ya kang mas maksudnya?
    Bukankah ustaz jakfari sudah ntebutin bahwa hadisnya itu diambil dari Shahihnya Pak Imam Muslim. Jadi kalo gitu apa kang mas menuduh Shahih Muslim itu termasuk kitab yang menghina Nabi Muhammad dan Ahlulbaitnya?
    Wah ya repot kalau setiap ketemu hadis yang membongkar habis ajaran sampean langsung dikecam! nnati kalau ngebelai disanjung!!!
    Repot pot!!!!!!!

  13. Juga buat kang mas OTAKU, tolong dijawab itu tanggapan pak ustaz Jakfari! Jangan asal komentar ndak masuk akal lalu kalao sudah dibantah lari terbirt-birit tidak pernah nongol lagi….
    Saya harap kalian semua kalau komen yang tanggung jawab… berani diskusi!!!

    • Loh maksudnya apa, jawaban saya sudah tertanggal dari 24 desember, baru diapprove itu beberapa hari yang lalu, anda ini bisanya cuman provokasi.. wakakakak :lol:

  14. Buat Haji Muhammad Abdullah!!!
    Kang mas! kamu itu gimana kalao komentar? Saya jadi nggak ngerti logika kamu kang mas! Dari mana sih kamu nyimpulkan bahwa Nabi SAW. itu nggak pernah ngelaknat sahabatnya yang pantas dilaknat?
    Apa kamu nggak baca data yang disajikan ustaz Jakfari??? Aneh bin ajaib kamu ini! Data lengkap, tapi masih aja ngomong:(((Rasulullah adalah orang yang memiliki sifat sifat yang terpuji; sehingga Rasulullah tidak pernah melaknat para sahabat; walaupun banyak sahabat yang Munafiq)).
    Kang mas, kalao gitu gimana nasibnya hadis riwayatnya Imam Muslim itu? Bingung kan? Makanya jangan asal bela sahabat! Jangan asal cinta sahabat!! akhirnyaketahuia kalao yang kamu cintai sahabat munafik yang terkutuk baru mulai kebingungan… akhirnya ngomong ngawur!!!

  15. saya bisa simpulkan bahwa :
    1. kemaksuman Nabi saw adalah mutlaq tdk bisa ditawar2 lagi sebagaimana al qur’an menyaksikannya.
    2. sahabat ada yg dipuji sebagaimana alqur’an memujinya.
    3. sahabat ada juga yg salah sebagaimana al qur’an dan hadis melaknatnya.

    setelah kita tau sejarah sepak terjang para pendahulu kita, terserah kita mau menilai apa terhadap mereka sesuai kapasitas latarbelakang masing2. setuju…………….

  16. hebat ya klo melintirkan hadist………………coba tulis hadist nya , apa ada kata2 laknat atau anda mengartikan sendiri dg laknat ?

  17. @ fuad :
    sebutkan dan tulis disini surat apa yg melaknat sahabat ?

  18. untuk situs ini klo ingin fair jangan cuma tunjuk disebutkan di ktb ini halaman sekian 1
    TULIS JUGA NASH HADIST DAN KLO ADA KOMENTAR DARI PENSYARAH HADIST TULIS JUGA ARAB NYA JGN TERJEMAHAN NYA AJA.KLO YG LAIN GAK FAHAM KRN DIA GAK TAU DG MAKTABAH SYAMILAH ATAU MARJA’UL AKBAR.KLO MEREKA MAU MEMBUKA JUGA,SMUA YG ADA DI SITUS INI HADIST/KOMENTAR NYA PENSYARAH HADIST DI PELINTIR.JADI TUNJUKIN NASH NYA TAPI JGN DI POTONG2……
    APA ANA YG MAU NUNJUKIN DARI MAKTABAH SYAMILAH NYA ?…………………….

    Ibnu Jakfari:

    Akhi dayak -hadakallah ilalhaq/semoga Allah meberi Anda. hidayah- insya Allah akan kami tampilkan teks asli Arabnya… kemudian nanti Anda cocokkan apakah saya memelintir terjemahannya atau memang demikian!
    Syukran.

  19. INI BARU SAYA setuju,gak kyk yg lain ustat cuma mengandalkan emosi.klo ilmiah baru namanya dialog.

  20. @Wahaighalib
    Salam Kenal, Kang Mas
    Sedih tentunya, ternyata banyak hadist2 dlm sahih buhori Muslim isinya melecehkan derajat Nabi Muhammad saw. dan bagi saya cukup untuk meragukan derajat kesahihan Kitab2 hadist Suni, terutama Buhori – Muslim. Mestinya untuk sodara2 kita yg terlanjur yakin akan kesahihan Buhori-Muslim, mulai saat ini bersikap kritis dan terbuka, tidak lagi Taqlid akan Penisbatan kata Soheh pada Kitab Buhori-Muslim. Wassalam

  21. @dayak
    konsep laknat dlm Alquran,
    Laknat Allah kepada mereka yang menyakiti-Nya dan Rasul-Nya.

    “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, nescaya mereka dilaknati Allah di Dunia dan di Akhirat dan Dia menyediakan mereka seksa yang menghinakan(mereka) (Al-Ahzab(33):57)

    1. Sahabat yang menghina Nabi (Saw.) dengan mengatakan bahawa Nabi (Saw.) “Sedang meracau” di hadapan Nabi (Saw.) sambil berta “ Kitab Allah adalah cukup dan kami tidak perlu kepada Sunnah Nabi (Saw.)” .( al-Bukhari, Sahih, I, hlm. 36; Muslim, Sahih, III, hlm. 69)

    2. Para Sahabat yang telah mengepung dan ingin membakar rumah anak perempuan Nabi (Saw.)Fatimah (a.s) dan berkata: “Aku akan membakar kalian sehingga kalian keluar untuk memberi bai’ah kepada Abu Bakar.”[Al-Tabari, Tarikh, III, hlm. 198; Abu-l-Fida” ,Tarikh, I, hlm. 156]
    3. Sahabat yg merampas Fadak daripada Fatimah (a.s) yang telah diberikan kepadanya oleh Nabi (Saw.) semasa hidupnya(Lihat Ahmad bin Tahir al-Baghdadi, Balaghah al-Nisa’, II ,hlm.14;Umar Ridha Kahalah, A’lam al-Nisa’, III, hlm.208; Ibn Abi al-Hadid, Syarh Nahj al-Balaghah, IV, hlm.79,92), menyakiti hati Fatimah, Ali, al-Hasan dan al-Husain, kerana Rasulullah (Saw.) bersabda “Siapa menyakiti Fatimah, dia menyakitiku, dan siapa menyakitiku ,dia menyakiti Allah” “Siapa menyakiti Ali, sesungguhnya dia menyakitiku,dan siapa yang menyakitiku, dia menyakiti Allah” “al-Hasan dan al-Husain kedua-dua mereka adalah pemuda Syurga” (al-Qunduzi al-Hanafi, Yanabi’ al-Mawaddah, hlm.129-131 dan lain-lain).

    • @ghiroali

      trims komennya….
      jadi tepatlah dan sesuai dengan al Qur’an sikap Rasullah saw melaknati sebagian sahabat yang membangkang atas perintahnya dan menyakiti hatinya..

      HANYA MEREKA YANG GHULU TERHADAP SAHABAT TIDAK BISA MENERIMA KENYATAAN INI…!

  22. Emang kenapa sih kalau ada yang kena laknat Nabi saw? Wajar toh manusia biasa? Apalagi bagi mereka yg termasuk orang2 munafik Bahkan laknat pun dimungkinkan dalam AQ.

    “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati.” (Al-Baqarah: 159)

    Salam

  23. Ada Artikel menarik dan terkait denganpembahasan diatas, perlu juga kita tengok di blog ini:

    Abu Bakar dan Umar Di Bawah Pimpinan Usamah Bin Zaid

    http://secondprince.wordpress.com/2009/10/13/abu-bakar-dan-umar-di-bawah-pimpinan-usamah-bin-zaid/

  24. Samalah pada ayat quran..
    3basa watawlla anja ahu al 3’ma…wama yudrikala3llahu yazzaka..ila akhir ayah..

    Kenapa Nabi yang bermasam muka?(betul ke nabi bermasam muka atau sahabat-Uthman bin Affan yang bermasam muka??? )
    Berharap agar tafsir dapat di olah kembali satu hari nanti….

  25. hehe…semangat ya para syiah mencaci maki para shahabat nabi saw…

    sayang sekali banyak distorsi dan penyesatan yang ditulis dalam artikel ini, banyak orang awam yang akhirnya terjebak dalam kesesatan aqidah…

    pak ustadz ibnu jakfari, pelajarari dulu sastra arab, gaya bahasa arab, dan kalimat nasehat, ancaman, teguran dan peringatan…
    nah kalimat2 dalam hadits nabi tsb apakah dimaksudkan sebagai perintah untuk melaknat para shahabat nabi saw???
    ataukah sekedar peringatan keras agar para shahabat nabi mematuhi perintah beliau untuk berperang?

    kalau saudara sudah tahu masalah ini, adalah tanggung jawab saudara karena menyesatkan orang lain,,,,kalau saudara belum tahu ya sayang sekali hehe..

    sabda nabi saw tidak akan bertentangan, andai sabda nabi saw bertentangan bagaimana dengan perintah2 dalam al qur’an dan sunnah shahih untuk memulikan para shahabat nabi saw, dan larangan mencaci mereka..

    mau tahu ayatnya….? entar aja deh hehe…

    Ibnu Jakfari:

    Akhi Dody, tolong baca uulang hadis riwayat Imam Muslim yang saya sebutkan dan perhatikan ketarangan saya!
    Tidak ada kata-kata saya yang mengatakan bahwa kata-kata Nabi saw. itu adaalah sebuah perintah! Saya hanya mengatakan sesuai dengan hadis itu, bahwa Nabi saw. melaknat mereka (yang disebutkan dalam hadis itu)!! Tidak lebih!
    Nah, menurut Anda apakah hadis itu shahih atau palsu?
    Jadi, tidak perlu marah-mara dengan mengatakan:pak ustadz ibnu jakfari, pelajarari dulu sastra arab, gaya bahasa arab, dan kalimat nasehat, ancaman, teguran dan peringatan…
    nah kalimat2 dalam hadits nabi tsb apakah dimaksudkan sebagai perintah untuk melaknat para shahabat nabi saw???

    Selain itu, tolong tunjukkkan di mana letak distorsi yang Anda tuduhkan kepada saya?

    • ini bukan syiah bang dody.. ini mah syiah jadi-jadian.

      wakakakak.. :lol:

      ALQURAN 9:101
      "dan di antara orang-orang arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu, ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk medinah (ada juga orang-orang mundafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kam Mengetahuinya . Nanti mereka akan kami siksa dua kali, kemudia mereka akan dikembalikan dalam Azab yang besar.

      saya berpegang pada Alqur’an, siapa yang merasa lebih tahu dari Rasulullah,monggo silahkan mencaci maki para sahabat. siapa yang hendak melebihi Alloh yang Maha Tahu, juga monggo silahkan mencaci maki para sahabat. Siapa yang mau menginjak-nginjak al-qur’an, ya monggo silahkan mencaci-caci para sahabat.

      satu saja sahabat kalian caci diantara para sahabat Rasulullah, maka kalian mencaci Rasul dan Allah. Astaghfirulloh. Bertobatlah wahai “OKNUM SYIAH JADI-JADIAN”. Berhentilah membuat Rasulullah menangis dengan ulah kalian yang menyebarkan “api kebencian” di dalam hati kaum muslimin.

      Wallahu’alam bi showwab.

      • @otaku

        Ayat yg mas sodorkan malah menunjukkan bahwa sebagian sahabat adalah munafik. Lantas bagaimana mas bisa yakin dengan apa yang mas pegang sekarang bukan berasal dari mereka? Apabila mas tdk mengetahui siapa-siapa yang munafik sejatinya mas berhati-hati dalam menerima petuah & riwayat dari mereka bukan?

        Mencaci-maki menurut saya adalah sebuah prilaku yang kurang akhlak. Tidak pernah dicontohkan oleh manusia-manusia mulia terpilih. Kecuali dicontohkan oleh sekelompok orang2 di sekitar Nabi pada saat itu sebagai pembawaan dari kebiasaan jahiliyyah masa sebelum kemunculan Sang Nabi.
        Apakah mas pernah membaca riwayat2 yang bertebaran disodorkan dalam beberapa blog yang mengungkapkan beberapa sahabat saling mencaci? Sehingga perkataan mas: “satu saja sahabat kalian caci diantara para sahabat Rasulullah, maka kalian mencaci Rasul dan Allah. Astaghfirulloh” hanya berarti bahwa sahabat Nabi juga memperoleh spt apa yang mas simpulkan ini.

        Jika tdk ingin membuat Rasul saw menangis, maka berhentilah mengkafirkan Ayahanda, Ibunda, Pamanda Nabi saw dan leluhur Nabi saw. Itulah yang paling hakiki. Bukan malah bicara mengenai sahabat.

        Salam

  26. hehe,.,kebetulan di depan saya ada kitab shirah nabawiyah nih, barangkali bisa memperjelas masalah ini, biar tidak ada dusta di antara kita hehe,.,,,

  27. Afwan, sblumx apakah antum tw bhwa Ahlusunnah Wal Jamaah tidak pernah mengatakan bhwa para sahabat ma’sum, akan tetapi antum juga hrs tau bhwa kesalahan para sahabat tidak menjadikanx ia keluar dari islam. ini dikarenakan para sahabat menegakkan islam dengan jalan jihad fisabillah. Dan itu antum pasti sudah tw. wallahu A’lam, smoga Allah SWt melindungi kami dari hal-hal yang bisa merusak Aqidah kami…..

  28. sebelum ngeliatin hadits2 shoheh diatas pake logika dulu dah, apa lantaran org2 yg pernah jadi sahabat terus kita pastikan dia pasti adil dan ga bakal menyeleweng kalo nabinya udah wafat….
    analoginya kalo abah ane jadi pak ustadz sekaligus RT dikampung n banyak ngajarin warga kampung terus abah ane meninggal, apa kita dapat pastikan tu ribuan warganya ga bakal nyeleweng kelakuannya dan pasti jadi orang adil semuanye…..sahabat tetaplah sahabat, dan tidak akan pernah bisa menyamai kedudukan keluarga nabi (apalagi ahlulbayt) yang rohani dan jasmani mereka terbelah dari akhlak dan fisik mulia Rasulullah….dan anggapan sepeninggal nabi semua sahabat pasti adil n setia sampe mereka wafat itu masih bisa dipastikan tidak ?
    Sedangkan sejarah benar2 mencatat dari mazhab apapun Syiah, Aswaja, Sufi, bahkan Wahabi pun mencatat bahkan tidak lama sepeninggal Nabi orang2 yang dikategorikan sahabat besar bahkan dijamin adilpun bukan hanya saling melAknat tapi bahkan sampai berperang dan bunuh bunuhan yang tidak hanya menewaskan sedikit korban dari kaum muslimin, contoh perang Shiffin ( Ali ra vs Muawiyah cs) & perang Jamal ( pasukan Ali ra vs pasukan Aisyah ), anehnya lagi yang banyak saya dengar para ustadz2 (terutama dr kaum sunni) dengan entengnya mengatakan perang mereka saling membunuh dan menjatuhkan beribu korban dari kalangan muslimin itu adalah hasil ijtihad alias kalo ijtihad bener dapat 1 pahala, kalo bener dapat 2, Ho..ho..hoo.ho…..
    Bukankah ijtihad itu baru boleh dilakukan kalo emang dalil dari Al Quran dan Hadits Nabi tidak ada, tapi bukankah kasus membunuh seorang muslim saja dalam Quran dinyatakan bagaikan membunuh muslim secara keseluruhan…Wow……kalo jelas2 udah ditulis spesific di Quran mah berarti tertutup pintu untk ijtihad ..apalagi ijtihad untuk saling berperang & membunuh…Masa mereka lupa hadits nabi yang konon udah menjamin mereka masuk surga. ?….malahan hadits yang bener nabi berkata yang membunuh dan dibunuh ntu dua2nye masuk neraka…iya kan ??
    ijtihad macam apa yang membuat para sahabat besar ini saling perang dan bunuh ?? Dimana sikap keadilan merka saat itu ?? Apakah kebenaran akan berperang dgn kebenaran ??
    Terus beribu alasan dibikin, ada yang bilang mereka diadu domba kaum kafir lah, tapi tetep aja ga masuk akal….masa org2 kayak mereka sahabat2 besar itu yang pada ahli agama n persatuan persaudaraan muslimnye kuat n dijamin top adil semua deh bisa dgn gampang banget dipecah belah ame kaum kufar niy hingga saling bunuh2an….Wih..wihh….
    fatwa bahwa seluruh sahabat itu pasti adil sepeninggal Rasul ntu Terbukti memang ada yang salah dan terlalu dipaksakan …… Yah kalo ada yang mau debat monggo dijawab dengan dalil dan argumen kuat….bukan caci maki…Oke !!

  29. oh ya tambahan, Rasul juga melaknat sahabat yang jelas2 pada nyeleweng…..
    Sekarang pak wahabi n salafy yang katanye pada ngikutin sunnah rasul kok ga berani melaknat sahabat yang Rasul sendiri udah melaknat mereka yang jelas2 nyeleweng ntuh….Kan katanya ngikutin sunnahnya Rasul….Kalo Rasul ngelakuin kayak begitu…yah antum sebagai ahlussunnahnya yah mesti begitu juga…..

  30. salam kenal

    bagi anda yg sdh menganggap rosul adalah manusia biasa seperi anda

    Q fushilat 6.
    Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepadaNya dan mohonlah ampun kepadaNya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya,

    anda lihat diayat tsb ada kata2 tuhan yg maha esa.bhwasanya kalimat tsb berkenaan dgn, bhw beliau bknlah tuhan,sehingga dg segala hal keluarbiaasaan beliau,dgn ayat tsb manusia jgnlah beranggapan bhw beliau adalah tuhan seperti yg dilakukan oleh umat nabi isa

    Q.hud27
    . Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: “Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta.”

    anda yg beranggapan bhw rosul adalah manusia biasa sprt anda,ayat ini cocok utk anda

    Q.alkafi110.
    Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.” Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.”

    sekali lg lihat kalimat tuhan yg maha esa n mempersekutukan

    salam sejahtra

  31. @otak ku

    bisakah anda jwb,
    1.apakah semua orng munafik yg berada disekitar rosul,rosul tdk mengetahui bhw mrk munafik?
    2.apakah dgn bejlnnya waktu hingga pada saat setelah wafatnya rosul,bisakah kita mengetahui mereka yg munafik pdhal rosul tdk mengetahui?

  32. @si fulan
    ingin tahu akhir hidup muawiyah yg katanya sahabat Nabi itu, baca link berikut :

    http://secondprince.wordpress.com/2010/02/08/hadis-muawiyah-mati-tidak-dalam-agama-islam/

  33. Assalamualaikum Wr.Wb
    Telah terjadi suatu fenomena menarik, yaitu ratusan orang dalam waktu singkat berbondong bondong pindah dari aliran salafi wahabi ke mazhab AHLUL BAiT, adapun pemicunya adalah setelah mereka membaca website :

    https://syiahindonesia1.wordpress.com

    Web mengguncang dan menggemparkan tersebut memuat 7 buah artikel yaitu :

    1. Bukti Imamah Ali Yang Mengguncang Semesta ! Meruntuhkan Aswaja Sunni

    2. Guncang !!! Hadis Palsu Dalam Kitab Bukhari Terungkap !

    3. KAiDAH : HADiS YANG MERUGiKAN AHLUL BAiT ADALAH PALSU DENGAN SENDiRi NYA

    4. Nabi SAW bilang tidak semua sahabat adil.. Kok Ulama Aswaja membantahnya !!!

    5. 12 khulafaur rasyidin Syi’ah Dizalimi Rezim Umayyah – Abbasiyah Dan Kaitannya Dengan Kitab Hadis Bukhari Muslim

    6. SALAFi WAHABi MEMAKAi HADiS DHA’iF SYi’AH SEBAGAI BLACK CAMPAiGN

    7. Kesalahan Terfatal Aswaja Sunni Karena Membela Rezim Mu’awiyah

    Telah terjadi suatu fenomena menarik, yaitu ratusan orang dalam waktu singkat berbondong bondong pindah dari aliran salafi wahabi ke mazhab AHLUL BAiT, adapun pemicunya adalah setelah mereka membaca website :

    https://syiahindonesia1.wordpress.com

  34. Temen2 wahabi selalu bilang kalau orang3 munafiq itu bukan sahabat!!!
    Aneh rasanya … sebab kenyataannya mereka juga bersahabat dengan nabi… sholat di belakang nabi.. kadang2 jihad bersama nabi walau kadang2 hanya buat kacao aja!!!
    mungkin sikap aneh itu terpaksa dikatakan biar tidak kebingungan mengahadapi fenomena kemunafiqan yang ada di masa nabi…
    saya juga bertanya-tanya: Kemana ya raibnya orang2 munafiq setelah nabi wafat?
    Apa mendadak jadi mukmin sejati?
    Atau tetap aja munafiq, tapi sekarang jadi samar dan membaur bersama kaum mukmin lainnya?
    selain itu, mengapa mereka di jaman nabi selalu buat ulah, tapi di jaman abu bakr, umar kok jadi anteng, baik sakapnya?
    Apa dapat jatah kedudukan ya dari mereka berdua?
    Tolong temen2 wahabi jawab ya??
    aq tunggu lho…..

  35. Apapun Nabi Muhammad adalah nabi saya dan bersholawatlah kepadanya agar kelak mendapat safaatnya. Jangan merendahkan nabi kami, junjungan kami, idola kami. Minta ampunlah jangan menfitnahnya.

  36. Orang yang dilaknat oleh nabi.saw pasti terlaknat. Nabi.saw tidak mungkin melaknat seseorang kecuali orang tersebut memeng pantas dilaknat. Ketika Nabi.saw melaknat orang tersebut maka Allah, Malaikat dan Manusia dan seisi Alam akan melaknatnya juga.

    Dan sungguh terlaknat mazhab yang membela orang2 yang dilaknat oleh Nabi.saw tersebut.

    Agar orang2 Sunni terbuka matanya dan sadar akan kebatilan pembelaannya, tolong ustadz Ibnu Jakfari tampilkan saja siapa nama2 orang yang kena laknat dalam peristiwa itu.

  37. Setahu saya yang awam ini, pada saat peristiwa mengangkatan Usamah Bin Zaid sebagai panglima pasukan yang akan berangkat ke perbatasan untuk menjaja wilayah dari gangguan Rum itu, orang yang paling keras menentang Nabi.saw dalam pelantikan Usamah adalah Abu Bakar dan Umar Bin Khattab. (Kitab Anshab al-Asyraf)

    Ketika Nabi.saw memerintahkan sahabat2nya untuk bergabung dengan pasukan tersebut beberapa sahabat termasuk Abu Bakar, Umar dan Sa’id Bin Ubadah tidak bersedia untuk bergabung maka nabi.saw mengucapkan: “Percepat keberangkatan pasukan Usamah, barangsiapa yang enggan bergabung dengannya maka laknat Allah keatas mereka” (Al-Milal wa an-Nihal)

    Apakah benar berita tersebut?????

    Kalau benar beritanya berarti mazhab Sunni bubar aja…..bubar……bubar…bubar…..!!!!!

    • Nggak benar bang karena insya Allah sahabat nabi (Abu Bakar, Umar dan Sa’id Bin Ubadah) terpuji akhlaknya.

      • insyaALLAH org yg dipilih sbgai sobat nabi adlh org yg akhaknya mulia,

      • @pelajar
        anda masih harus banyak membaca dan banyak belajar menghargai pendapat ug berbeda…kisah Abu Bakar, Umar dan lainnya yg kemudian tdk ikut serta dalam pasukan Usamah sudah begitu terkenal, hanya saja Suni menyimpulkan sendiri bahwa alasan Abu Bakar dan yg lainnya tdk jadi ikut perintah Nabi Saw dan mereka kembali ke Madinnah karena katanya ingin nengokin Nabi Saw yg sakitnya semakin parah ??

        untuk diketahui niat Nabi Saw mengirim mereka pergi berperang adalah agar nanti sepeninggalnya Beliau, masalah wasiat penting (mengumumkan bahwa Ahlulbayt al kisa adalah yg berhak meneruskan risalah dan kepemimpinan sepeninggalnya dan bahwa keselamatan umat berada di tangan, Al Quran dan Ahlulbayt as) yg akan beliau sampaikan kepada umat tdk akan terecoki oleh mereka !

        kemudian apa yang terjadi …?
        dan sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa terbukti segala kekhawatiran Nabi Saw, ketika mereka (abubakar, umar dan lainnya) kembali tdk mentaati perintah Nabi Saw dan ketika Nabi Saw menjelang ajalnya beusaha meminta pena dan kertas untuk menuliskan wasiatnya, umar dan kelompoknya yg tdk jadi berperang melakukan usaha penggagalan wasiat Nabi Saw tsbt…hingga Ibn Abbas sampai menyebutkan peristiwa tersebut sebagai tragedi hari kamis..!

        Mereka (Abubakar dan umar) mempunyai kedudukan tersendiri di mata Nabi Saw sebagai mertuanya, terlepas segala perbuatannya thdp Nabi Saw dan ahlulbyat as seperti kisah menjelang ajal Sayyidah Fatimah as yg begitu marah pada beberapa sahabat dan kisah ancaman sahabat yg ingin membakar rumah Sy. Fatimah as atas pemaksaan baiat thdp abubakar,…namun tentang akhlaq sebagai suritauladan ke Islaman kita agar terselamatkan dunia aherat, tentunya hanya Rasul Saw dan itrah ahlulbayt al kisa lah yg patut kita pegang!

  38. Inilah bukti ktidak warasan penulis blog ini(jakfari dkk) n guru2x serta pengikutnya. Persis yahudi yg melecehkan para nabinya

  39. Wahai para pncaci n pndengki dg wajah bagaimana klian datngi telaga nabi saw kelak q ingin liat

  40. 1. Mengapa orang2 Syi’ah yang cinta Rasul SAAW dan Ahl Baitnya a.s dimusuhi oleh ahl Sunnah?
    2. Mengapa saudara Sunni tidak terima jika Syi’ah menganggap Rasul SAAW dan Ahl Baitnya a.s adalah orang2 suci berdasarkan wahyu Allah SWT :
    إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجز أهل البيت و يطهركم تطهيرا
    “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” Al-Ahzab : 33
    قل لا أسئلكم عليه أجرا إلا المودة في القربي
    Katakanlah (wahai Muhammad) “Aku tidak meminta kepada kalian sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang kepada keluargaku”. As-Syuro : 23
    3. Jika saudara Sunni menganggap Rasul SAAW pernah melakukan kesalahan maka bukankah para sahabat lebih banyak melakukan kesalahan? Lalu mengapa kesalahan para sahabat itu tidak pernah diungkap oleh saudara Sunni? Apakah saudara Sunni menganggap semua sahabat itu ma’sum?
    4. Jika Saudara Sunni menganggap tindakan Mu’awiyah memerangi Ali ibn Abi Thalib as sebagai ijtihad, jika saudara Sunni menganggap tindakan orang2 Islam yg membunuh cucu Nabi SAAW Hasan dan Husain as sebagai ijtihad, maka menganggap sebagian sahabat Nabi SAAW sebagai munafiq tentu tidak ada artinya toh?
    5. Mengapa saudara Sunni marah jika dikatakan bahwa ada hadits dho’if di dalam Shohih Muslim dan Shohih Bukhori? Apakah Saudara Sunni menganggap kitab Shohih Muslim dan Shohih Bukhori itu “Kitab Tiada Cela”? jika memang benar begitu berarti saudara Sunni mempunyai 2 Kitab Suci selain Al-Qur’an. Siapakah yg menjamin kesucian Shohih Muslim dan Shohih Bukhori? Apakah al-Qur’an pernah menyebutkan bahwa ia punya 2 kitab tandingan?
    6. Nabi Muhammad SAAW adalah orang pilihan Allah SWT, beliau maksum dan tidak pernah berkata sesuatupun yang tidak diperintahkan oleh Allah SWT. Beliau adalah manusia biasa seperti kita, beliau butuh makan dan minum, beliau juga mempunyai kemampuan untuk berbuat maksiat. Akan tetapi yang membedakan beliau dengan manusia lainnya adalah kemampuan beliau dalam meredam hawa nafsunya. Beliau mampu melakukan maksiat akan tetapi sedikit pun tidak pernah melakukannya walaupun hanya dalam bentuk angan-angan. Itulah mengapa beliau menjadi suri tauladan yg sempurnya bagi umat manusia.
    ما ضل صاحبكم وما غوى وما ينطق عن الهوى إن هو إلا وحي يوحى
    “Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.Dan Tiadalah ia berbicara menurut kemauan hawa nafsunya.Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” An-Najm : 2-5
    Maka jika Saudara Sunni mengatakan Rasul SAAW pernah melakukan kesalahan, maka itu adalah kesalahan Allah. Na’udzubillahi….

  41. Assalaamu ‘alaikum wr.wb.
    Bismillaahirrahmaanirrahiim,
    Mengikuti dialog di atas, pro-kontra antara para “pembela” Nabi mulia saw & ahlilbaitnya dan para “pembela” sahabat, saya melihat sepertinya ada “ketidakberesan” dalam berpikir dari sebagian peserta dialog. Boleh jadi -menurutku- saat membaca uraian2 di atas mereka tidak berpikir dengan jernih, tidak berlapang dada. Pikiran kacau dan dada menjadi sempit karena dorongan hawa nafsu, amarah yang luar biasa. Kalau dialog sudah diiringi dengan amarah, toh, pada akhirnya tidak mampu mengambil mutiara-mutiara jawaban meski disodorkan dengan dalil-dalil AlQuran dan Alhadits, logika berpikir pun menjadi tidak karuan, bahkan seolah dipaksakan (yang penting pandangannya harus dipertahankan habis2an).
    Semoga Allah SWT membimbing para pencari kebenaran, dengan mendahulukan kejernihan berpikir sehingga mampu berdialog dengan dialog terbaik. Bukankah ayat 125 surat An-Nahl sudah jelas ada di hadapan kita, sebagai rujukan berdakwah [bilhikmah wal mau'izhatil hasanah wa ahsanil mujadalah]. Bagaimana mungkin kita bisa menarik mutiara-mutiara hikmah yang tersebar dalam dialog itu, jika akal pikiran kita dikuasai hawa nafsu? Bagaimana mungkin kita bisa memberikan pengajaran yang baik dalam keadaan dada yang sesak karena takmampu menahan gejolak amarah? Jangankan membenahi orang lain, untuk membenahi diri sendiri saja masih dipertanyakan!!
    Yakinkah Anda, wahai yang jiwanya dikuasai hawa nafsu, akan mendapat predikat pembela Islam kelak di hadapan Allah? Bukankah Allah SWT berfirman [wa ammaa man khaafa maqaama rabbihi wa nahannafsa 'anil hawaa fainnal jannata hiyal ma'waa] {An-Nazi’at : 40 – 41}.
    Mungkin Anda akan menyambarkan pedang sekuat tenaga saat berperang melawan kaum kafir, terlebih ketika Anda mengayunkan pedang muka Anda diludahi oleh musuh Anda. Anda berhasil memenggalnya, dan mungkin Anda akan berkata pada diri Anda, “Aku pembela Islam”, “telah kupenggal leher musuh Islam”. Tapi sayang sekali, hal itu tidak dilakukan oleh Imam Ali -karramallaahu wajhah- saat berperang, padahal musuh sudah tidak berdaya, karena beliau tidak ingin kemuliaan jihad dikotori oleh hawa nafsu.
    Dalam dialog ini pun, janganlah Anda menorehkan “mata pena Anda” sementara mata Anda memerah karena amarah, bak api menyambar bensin. Terlebih Anda, yang takmampu berargumentasi, jangan seperti seekor anjing yang menggonggong setiap orang yang lewat di hadapannya, takpeduli orang baik atau orang jahat. Jika Anda berada dalam kelompok orang-orang benar, tunjukkan argumentasi Anda!
    Lihatlah Q.S. Al-Baqarah : 111! Janganlah berangan-angan seperti angan-angan orang Yahudi dan Nashrani, yang beranggapan merekalah yang bakalan menjadi penghuni surga, sedang yang lain penghuni neraka. (Maaf, kalau saya mencontohkan saudara kita dalam dialog ini, yang tiba-tiba muncul, lalu mencela secara membabi buta, dan seolah-olah dia akan/sudah berada di samping Nabi saw di telaga Kautsar dan ingin melihat keadaan wajah-wajah “orang2 yang dikatakannya persis Yahudi yang melecehkan para nabinya”, saya tidak tahu kelompok yang dimaksud beliau itu, gelagatnya sih yang dimaksud adalah kelompok Syi’ah).
    Mengapa Anda tidak berdialog seperti yang dilakukan oleh Syaikh Salim Al-Bisyri al-Maliki dan Sayyid Syarafuddin Al-Musawi Al-Amili dalam kitab Al-Muraja’at, mereka berdialog dengan kejernihan berpikir, kelapangan dada, menyingkirkan kecurigaan, bersih dari rasa dendam dan kebencian.

    Rabbanaghfir lanaa wa li-ikhwaaninal ladziinaa sabaquunaa bil iimaani walaa taj’al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu, rabbanaa innaka ra-uufun rahiim.
    Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihith thayyibiinath thaahiriin.

  42. BUAT SEMUA
    Kalo mau diskusi jangan disini, kumpul dan silahkan argumen. Sok tau semua.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: