Hadis Shahih Bukhari Dan Ummul-mukminin Aisyah ra
Pendahuluan
Tidak diragukan lagi bahwa Nabi saw selalu terbimbing oleh wahyu dalam apa yang disampaikannya. Sebagaimana ayat-ayat Al Qur’an juga menegaskan bahwa di antara tugas penting beliau saw. adalah memberi peringatan, indzâr. Demikian pula dengan sifat belas kasih Rasul saw. terhadap umat beliau adalah hal yang tidak perlu dipersoalkan lagi. Beliau sangat besar perhatian dan belas kasihnya terhadap umat ini. Ayat-ayat tentangnya sangat banyak, sehingga tidak perlu rasanya disebutkan satu-persatu di sini!
Di antara yang menyita perhatian dan membuat kesedihan dan keprihatinan mendalam tak menyingkir dari pikiran beliau adalah fitnah yang akan dialami oleh sekelompok dari umat Islam. Dan yang lebih menyakitkan lagi adalah bahwa fitnah itu bakal dimotori dan dikomadoi oleh orang-orang yang secara formal telah mengikat dengan beliau dengan sebuah ikatan tertentu.
Imam Bukhari dalam kitab hadis Shahihnya yang diyakini sebagai kitab suci tershahih setelah Al Qur’an wahyu terakhir Allah dan yang semua hadisnya adalah shahih 100%, telah membongkar sebuah data berbahaya tentang lakon fitnah dan dari nama tanduk setan akan muncul.
Kata hadis shahih riwayat Imam Bukhari itu ternyata fitnah menyesatkan dan tanduk setan yang membahayakan umat Rasulullah saw. akan digodok matang di dapur Rumah Ummul Mukminin Aisyah ra dan akan keluar disajikan sebagai hidangan maut atas umat beliau!
Sungguh mengerikan!
Mengingat dampak buruknya yang tak terbayangkan dan bahayanya yang mengerikan, Rasulullah saw. yang sangat berbelas kasih terhadap umatnya itu tidak mencukupkan dengan hanya mengingatkan Aisyah ‘istri terkasihnya’ secra pribadi agar tidak bangkit sebagai lakon fitnah dan rumahnya menjadi tempat setan memamerkan kekuatan jahatnya! Lebih dari itu, tanggung jawab berat beliau saw. sebagai mundzir, pemberi peringatan menuntut beliau untuk bangkit berpidato di hadapan para sahabat. Dari atas mimbar suci itulah Rasulullah saw. berpidato menegaskan seraya menunjuk rumah tempat tinggal Aisyah bahwa dari rumah itulah kelak fitnah akan bangkit dan tanduk setan akan muncul!
Perhatikan sobat teks pidato abadi sang Rasul yang kasih!
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطِيبًا فَأَشَارَ نَحْوَ مَسْكَنِ عَائِشَةَ فَقَالَ هُنَا الْفِتْنَةُ ثَلَاثًا مِنْ حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ
صحيح البخاري – كِتَاب فَرْضِ الْخُمُسِ – بَاب مَا جَاءَ فِي بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا نُسِبَ مِنْ الْبُيُوتِ إِلَيْهِنَّ
Imam Bukhari meriwayatkan … dari Nâfi’ dari Abdullah bin Umar ra.: Nabi saw. berdiri berpidato seraya menunjuk ke arah rumah Aisyah lalu bersabda, “Di situlah fitnah! -beliau mengulangnya tiga kali- di mana tanduk setan akan muncul.”![1]
Teks Arab diatas saya ambil dari “Shahih Bukhari Online” situs Kementrian Agama Arab Saudi http://hadith.al-islam.com/Page.aspx?pageid=192&TOCID=1974&BookID=24&PID=2941 )
Demikianlah Nabi Muhammad saw memperingatkan para sahabat dan tentunya juga kita semua agar mengetahui sumber fitnah berawal dari mana? Dan kekuatan penyesat dan penghancur keutuhan umat dan ajaran -yang disebut sebagai tanduk setan- akan muncul dari mana?
Para Ulama Lari Dari Tanggungjawab!
Para ulama adalah pewaris para nabi as. Tentunya mereka juga harus memerankan peran para nabi dalam membimbing umat, memberikan pencerahan dan penyadaran! Akan tetapi yang sangat disayangkan, sebagian ulama justeru melakukan upaya pembodohan umat Islam! Mereka tidak menjadi penyambung lidah suci Nabi saw. tetapi yang mereka lakukan justeru merahasiakan sabda-sabda suci Nabi saw.! setelah gagal merahasiakannya, mereka mempelesetkan maksud dan kandungannya, alhasil mereka membodohi umat yang awam! Namun kasihan mereka karena ternyata tidak semua umat Islam awam dan mudah tertipu oleh pembodohan para ulama yang mengaku sebagai pewaris para nabi as.!
Dalam kasus kita ini, kenyataaan itu terlihat begitu nyata! Para pensyarah Shahih Bukhari berusaha membelokkan kandungan hadis ini dan cenderung lari dari tanggung jawab penerjemahan maksud sebenarnya dari sabda suci di atas!
Mereka berusaha lari dari menerangkan maksud hadis dan menanti kelengahan para santri atau kaum setengan awam setengah alim (yang biasa dipanggil kaum awam sebagai sang maha guru/Syeikh/ustadz dan diandalkan sebagai penyambung lidah suci agama). kelengahan mereka benar-benar dinanti oleh para pensyarah itu!
Ambil contoh nyata! Ibnu Hajar al Asqallani dalam kitab Fathul Bâri-nya yang merupakan syarah Shahih Bukhari terlengkap, tenyata ia lari dari menerangkan hadis bahwa fitnah itu dari rumah Aisyah! Dan tanduk setan akan muncul dari rumah Aisyah! Dan yang aneh lagi ia mengajak kita menyimpang jauh dengan mengatakan bahwa yang dimaksud dengannya adalah arah timur! Nabi saw. mengatakan fitnah itu muncul dari arah Timur! Maksudnya negeri Irak. Semua itu ia lakukan setelah mendemostrasikan kehebatannya dalam mengakurkan antara berbagai riwayat –katanya-! Sebab ada sabda nabi saw. yang mengatakan bahwa fitnah akan keluar dari sana! Seraya beliau menunjuk ke arah Timur!
Saya tidak mengerti, kaidah apa yang sedang diandalkan oleh sang penutup para hafiz itu? Sebab setahu saya (dan tentunya selain ini tidak benar) bahwa apabila ada dua nashyang satu bersifat umum dan yang lainnya bersifat khusus maka yang umum itu mesti diikat dengan yang khusus, sehingga mestinya hadis yang menyebut arah Timur itu dimaknai yang khusus yaitu yang menyebut rumah Aisyah!
Ringkas kata, ada upaya untuk mempermainkan akal kaum awam!
Akhirul Kalam!
Sabda suci Nabi saw. tentang rumah siti Aisyah belum diterjemahkan dengan benar oleh para ulama’!
Hadis itu jelas sekali memuat kecaman keras atas fitnah yang menjadi pintu masuk setan untuk menebar fitnah penyesatan dan perpecahan!
Dan yang terakhir saya ingin katakan di sini. hadis kecaman terhadap rumah Aisyah seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari; imam ahli hadis teragung Ahlusunnah…. andai hadis seperti itu diriwayatkan oleh ahli hadis Syi’ah apalagi oleh Syeikh al Kulaini (semoga rahmat Allah tercurah atasnya), apa kira-kira sikap para penebar fitnah perpecahan itu akan berkomentar?
Jawabnya tidak samar bagi Anda. Pasti mulut-mulut berbisa itu akan segera memuntahkan bisa beracunnya dan mengatakan bahwa Syi’ah menghina ibu kaum Mukmini Aisyah ra.! Karena Syi’ah kafir dan halal darah mereka..!
Bukankah demikian apa yang selama ini mereka lakukan sesuai dengan tugas yang dibebankan ke atas pundak mereka oleh kaum Zionis dan para masyâikh Wahhâbi Salafi (yang sebagian dari mereka “buta” dan sebagian lainya “setengah buta” serta yang lain lagi melek tetapi lebih buta dari yang buta) yang selama ini menjadi agen resmi maupun amatiran musuh-musuh persatuan Islam dan kaum Muslimin!
Pendek kata saya masih akan setia menanti jawaban dan keterangan memuaskan dari para ulama bukan dari para mukallid kaum “buta” yang jalannya meraba-raba!
Barang siapa buta di dunia ini maka ia di akhirat nanti buta dan lebih sesat jalannya!
[1] Shahih Bukhari,4/100 Bab Mâ Jâa Fî Buyûti Azwâji an Nabi saw. habis no.3279. baca juga Fathul Bâri,13/69.
Filed under: Aqidah, Manhaj, Menjawab Salafi, Sahabat, Sejarah, Studi Hadis



hadits tentang fitnah tanduk setan beberapa kali di sebut dalam kitab sahih bukhari dan muslim seperti beberapa hadits berikut :
1.حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ مُسْتَقْبِلُ الْمَشْرِقِ هَا إِنَّ الْفِتْنَةَ هَاهُنَا هَا إِنَّ الْفِتْنَةَ هَاهُنَا هَا إِنَّ الْفِتْنَةَ هَاهُنَا مِنْ حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ
Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya telah mengkhabarkan kepada kami Ibnu Wahab telah mengkhabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah dari ayahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda dan beliau menghadap ke timur: “Ingat, sesungguhnya fitnah itu disini, Ingat, sesungguhnya fitnah itu disini, Ingat, sesungguhnya fitnah itu disini, dari arah terbitnya tanduk setan. (shahih muslim )
2.حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطِيبًا فَأَشَارَ نَحْوَ مَسْكَنِ عَائِشَةَ فَقَالَ هُنَا الْفِتْنَةُ ثَلَاثًا مِنْ حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ
telah bercerita kepada kami musa bin isma’iltelah bercerita kepada kami juwairiyah dari nafi’ dari abdullah r.a berkata : nabi saw berdiri menyampaikan khutbah kepada kami lalu memberi isyarat ke arah tempat tinggal aisyah seraya besabda :disana ada fitnah ,sebanyak tiga kali, di sana tempat munculnya tanduk syetan (shahih bukhari )
3.حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ الْحَسَنِ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Husain bin Al Hasan berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Aun dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar berkata, Beliau berdoa: Ya Allah, berkatilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami. Ibnu ‘Umar berkata, Para sahabat berkata, Juga untuk negeri Najed kami. Beliau kembali berdoa: Ya Allah, berkatilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami. Para sahabat berkata lagi, Juga untuk negeri Najed kami. Ibnu ‘Umar berkata, Beliau lalu berdoa: Disanalah akan terjadi bencana dan fitnah, dan di sana akan muncul tanduk setan.(shahih bukhari)
coba kita perhatikan secara seksama hadits hadits di atas :
pada hadits pertama rasullullah mengisaratkan ..( Rasulullah bersabda dan beliau menghadap ke timur)
pada hadits kedua rasullullah mengisaratkan ..(memberi isyarat ke arah tempat tinggal aisyah )
pada hadits ketiga rasullullah mengisaratkan……( mengisaratkan ke arah negeri Najed )
kalo hanya sekedar berpendapat setiap orang bebas mau berpendapat apa saja seperti halnya sang penulis berpendapat bahwa yg di maksud tempat keluarnya fitnah adalah rumah istri nabi aisyah r.a… tentu akan ada orang lain yg akan berpendapat tempat keluar tsb adalah arah timur dan ada juga yg berpendapat bahwa yg di maksud tempat keluarnya fitnah adalah negeri Najed … sekali lagi saya katakan di sini kalo hanya sekedar berpendapat siapa saja bisa berpendapat dan tentunya kelak mereka akan mempertanggung jawabkan pendapat tsb masing masing …
perlu di kita ketehaui pendapat kebanyakan para ulama berpendapat yg di maksud adalah tempat keluarnya fitnah terbesar yaitu fitnah DAJJAL yg akan muncul dari arah timur .. wallahu aklam …………salam ukhuwah
Ibnu Jakfari:
Mengapakah Anda lompati hadis yang menyebut Nabi saw. menunjuk ke arah rumah siti Aisyah! dan kemudian Anda pastikan itu maksudnya arah timur?
Apa relevansi penyebutan maskan/tempat tinggal Aisyah?
Asww, tanggapan saya simpel saja, penunjukan arah tersebut hanya sekedar untuk menunjukan arahnya, yaitu ( mungkin ) ke arah timur atau arah lain sesuai arah rumahnya. Bukankah kalimatnya “ke arah rumah Aisyah” bukan ” ke rumah Aisyah” jadi ya tidak spesifik. Namun artikel anda bisa saya pahami, karena anda sebagai seorang syiah tentunya sangat membenci Sayyidatuna Aisyah, jadi ya begitulah penafsiran anda, sesuai faham yang anda anut. Simpel aja kok….
Wassalam.
Nabi saw. berdiri berpidato seraya menunjuk ke arah rumah Aisyah lalu bersabda, “Di situlah fitnah! -beliau mengulangnya tiga kali- di mana tanduk setan akan muncul.”
SUDAH JELAS KOK BAHWA NABI SAW MENUNJUK RUMAH AISYAH, JADI ARTINYA FITNAH AKAN MUNCUL DARI RUMAH AISYAH, HANYA ORANG ORANG BODOH SAJA YANG MENAFSIRKAN LAIN DAN BERBELIT2, HEHEHE
Aswb
maaf sebelumnya saya ingin bertanya sebagai orang awam, dalam pidatonya nabi Muhammad SAW menunjuk rumah aisyah sebagai sarang fitnah dan tanduk setan akan muncul, secara logika, apa yang dilakukan oleh istri tercinta sampai sampai rosul kita marah dan berkata seperti itu, padahal kita tau nabi Muhammad SAW sangat mencintai istri istrinya, dapatkah saya mendapatkan refferensi bacaan penyebab yang membuat nabi Muhammad SAW marah kepada istrinya, sampai2 kaum syiah membenci istri rosul tersebut, terus adakah sahabat rosul yang bertanya memastikan hal tersebut apakah kerumah siti aisyah apa ke timur, mungkin karena semua makna pidato itu bias, butuh penjelasan yang akurat, jadi jangan sampai keyakinan kita membuat kebencian kita kepada sesama muslim semakin kuat, mohon pencerahannya….wassalam
agar kita tak singgung istri nabi walau salah gitu lho,walla hum
@Daralhikmaahmad
Berikut tanggapannya yg mungkin bs kita renungi bersama :
1. Kenapa sih sebahagian periwarayat menyesebutkan “kearah rumah Aisyah” dan sebahagian yg lain menyebutkan “kearah timur (najed)”? Memangnya para periwayat itu buta arah mata angin sehingga sebagian periwayat (mungkin) bertanya.. “Dimana sih arah timur itu” “Kearah Rumah Aisyah”.. Atau bertanya.. Dimanakah arah najed itu..? Klolah memang mereka ingin menjaga kemuliaan Siti Aisyah harusnya menyebutkan.. Yg dimksd arah timur itu adalah arah terbitnya matahari. Yaa pastilah periwayat lebih memilih memuliayakan Nabi dengan meriwayatkan yg sebenarnya yaitu ketika “Nabi memberi isyarat ke arah tempat tinggal aisyah seraya besabda : disana ada fitnah”. Ada mesti kt renungkan dan coba kita bayangkan kalimat : “Nabi memberi isyarat ke arah tempat tinggal aisyah” (seraya besabda :disana ada fitnah). apa maksud kalimat para periwayat “nabi memberi isyarat”. Tolong sebutkan apakah ada makna lain “memberi Isyarat” ketika sy mengatakan “nabi mengarahkan telujuknya” kearah rumah Aisyah lalu bersabda;disana ada fitnah.. Dan kemudian para perawi menceritakan kembali mengatakan “Nabi mengisyaratkan”. Ohh iyaa sy lupa.. ada Isyaratnya selain menggunakan telunjuk yaitu dgn cara menghadapkan wajah atau melirikkan mata kt kearah yg dimakasud.
Lantas apa maksud anda wahai saudaraku @Daralhikmaahmad.. Dengan berkata “penunjukan arah tersebut hanya sekedar untuk menunjukan arahnya, yaitu ( mungkin ) ke arah timur atau arah lain sesuai arah rumahnya. Bukankah kalimatnya “ke arah rumah Aisyah” bukan ” ke rumah Aisyah” jadi ya tidak spesifik”
(Kata kuncinya bkn “ke arah rumah Aisyah” tp “nabi mengisyaratkan”)
@Hamba Allah
Sdh mengertikah anda makna kalimat “Nabi mengisyaratkan”? Dan yg pasti anda akan aneh sendiri dgn kalimat anda dibawah ini ;
1. pada hadits pertama rasullullah mengisaratkan ..( Rasulullah bersabda dan beliau menghadap ke timur)
2. pada hadits kedua rasullullah mengisaratkan ..(memberi isyarat ke arah tempat tinggal aisyah )
3. pada hadits ketiga rasullullah mengisaratkan……( mengisaratkan ke arah negeri Najed ),, Ehh sy mau tanya mana kata dr hadis ke ketiga tersebut bermakna “Rasul mengisaratkan ke arah negeri Najed” coba anda sebutkan? Apa dasar kesimpulan anda bahwa hadis ke 3 “Rasul mengisaratkan ke arah negeri Najed”..?
Kalaulah anda coba sedikit kritis dan tdk terburu-buru mengambil kesimpulan tentulah tdk akan ada yg branggapan (yaitu sy) bahwa anda sbenarnya ingin menafikan hadis ke 2 dan coba meragukan salah satu hadis yg tulis shahih bukhari. Kenapa demikian.. Anda lebih condong ke hadis ke 3. Krn dgn trgesa-gesa dan tanpa dasar anda mengambil kesimpulan bahwa dihadis ke 3 “Rasul mengisaratkan ke arah negeri Najed”. Yaa apa lg klo bkn pengaruh hati kecil anda yg sdh tdk menerima itu (hadis ke2 diatas) yg mmbuat anda enggan memakai aqal anda. Tdkkah anda melihat bahwa hadis ke 2 dan ke 3 diriwayatkan 2 org yg sm (nafi’ dari abdullah ra). Tdkkah anda memperhatikan bahwa sebenarnya ketiga hadis itu tdk saling brtentangan bahkan saling memperjelas satu sama lain. Coba anda baca kembali hadis ke 3. Disitu terkandung dua persoalan yg brbeda. Pertama: membahas tentang doa Nabi akan negri syam dan yaman.. Kemudian diikuti oleh sahabat “jg negri najed”. Terpisah dgn pembahasan Kedua yaitu membahas tentang peringatan nabi (bkn doa); “Disanalah akan terjadi bencana dan fitnah, dan di sana akan muncul tanduk setan” sebagai mana telah di rincikan dan dijelaskan pada hadis 1 (shahih muslim) dan hadis ke2 (shahih bukhari) yg anda bawakan di atas.
Sy jg baru mengerti maksd Mas Jakfari mengatakan “Anda Melompati hadist…….,,”
Ayatullah Muhammad ‘Aliy at-Taskhiriy mengatakan, bahwa di antara yang menyebabkan keretakan hubungan sunniy-syi’ah adalah diungkapkannya kejadian-kejadian masa lalu (terlepas dari shahih tidaknya cerita itu), yang bahkan kemudian dibesar-besarkan, dan pada gilirannya melecehkan kepercayaan pihak lain.
Banyak kalangan Ahlul Bait yang mempertanyakan ‘adaltush shahabah, demikian juga banyak kalangan sunni mempertanyakan ‘ishmatul a’immah. Yang jelas, kedua golongan sepakat, bahwa tidak mempercayai masalah itu tidak membuatnya keluar dari Islam. Mereka mempunyai alasan sendiri terhadap kepercayaan masing-masing yang tidak bisa diubah dengan mudah. Dalam Sunni ada banyak riwayat hadits yang dha’if, demikian juga diakui banyak hadits dha’if dalam riwayat Ahlul Bait. Seshahih-shahihnya hadits, kecuali yang mutawatir (yang bisa dipastikan kebenarannya secara ‘aqliy, seperti mutawattirnya al-Quran), adalah dhanniyul wurud (dipersangkakan kebenarannya). Jangan sampai, yang bersifat persangkaan itu mengalahkan yang pasti, yakni al-Quran, yang dalam salah satu ayatnya (yang dipahami sebagai qath’iyud dilalah) memerintahkan umat Islam untuk bersatu.
Saya sering mengikuti pengajian bersama ustdaz Jalal dan mempunyai banyak kenalan di ICAS. Banyak yang membuat saya tertarik dan simpati terkait Ahlul Bait. Namun saya tidak menemui banyaknya cercaan seperti dalam blog ini. Padahal, kebanyakan orang akan mengikuti perkataan orang lain adalah karena kesantunan dalam berkomunikasi, bukan pada benar tidaknya apa yang disampaikan. Banyak pengikut aliran “sesat” yang jelas-jelas kesesatannya tetap berpegang dengan keyakinannya karena buruknya komunikasi yang kita lakukan pada mereka.
Apakah Anda ingin membuat komunikasi yang mulai baik dirintis oleh para tokoh ulama kita akhir-akhir ini, dan sebenarnya telah dilakukan pula oleh para ulama besar, para imam madzhab masa awal, menjadi sia-sia, dan menginginkan peperangan serta saling membunuh seperti yang terjadi pada saudara-saudara kita di Iraq? Saya kira tidak. Karena semua menginginkan kedamaian.
Saya banyak belajar mengenai Non Violent Communication pada ustadz Jalal. Dan mungkin anda perlu juga belajar darinya.
Dari yg sy tau hadist bukhari ini shahih
Knp ?
Fitnah itu bneran sudah muncul
Dan fitnah itu sendiri dimunculkan oleh kaum syiah
Syiah menganggap aisyah penzina, pembangkang, suka melawan nabi dll
Pdhl itu smua tidak benar
Karna dlm al quran disebutkan bahwa aisyah adlh istri ksygan nabi sesudah khadijah
Dan itu lah yg dinamakan fitnah
Fitnah dari kaum yg tidak suka akan aisyah, dan itu adalah SYIAH
Wallahualam..
Ibnu Jakfari:
Sungguh memalukan jika kita berbicara masalah agama tanpa ilmu! Hanya berdasar doqma keliru!
Akhi, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan!
Apa yang kamu katakan tentang sikap Syi’ah terhadap Siti Aisyah itu tidak berdasar!
Bahwa Al Qur’an menegatakan Siti Aisyah istri tersayang Nabi itu di ayat mana bisa dibaca?
Jangan bebicara atas nama Allah apa-apa yang tidak pernah difirmankan! Itu bahaya bung!!
@ Ustadz Ibnu Jakfari
Kenapa harus ngeladenin ocehan RYAN, dia juga tau dari KATANYA kok , hehehe
semestinya kita harus berimbang dalam mengkaji…bagaimana dengan hadis keutamaan aisyah…bukankah kita dituntut untuk melihat kedua versi…..misalkan hadis bahwa jibril menyampaikan salam kepada Aisyah……
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهَا يَا عَائِشَةُ هَذَا جِبْرِيلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلَامَ فَقَالَتْ وَعَلَيْهِ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ تَرَى مَا لَا أَرَى تُرِيدُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
hadis yang lain juga ada……tentang janganlah menyakiti aisyah dan nabi tidak pernh mendapatkan wahyu bersama istri-istrinya kecuali aisyah,..
لَا تُؤْذِينِي فِي عَائِشَةَ فَإِنَّ الْوَحْيَ لَمْ يَأْتِنِي وَأَنَا فِي ثَوْبِ امْرَأَةٍ إِلَّا عَائِشَةَ
heran syi’ah ketika istri nabi di hina, mereka suka2.. adakah layak orang yg mengaku kluarga nabi yg suci berujar demikian??
emang syiah itu selalu membenci aisyah,hafsoh, abu bakar dan umar bin khattab..syiah itu memang anjing…semoga Allah melaknat orang yg mencela sahabat rasul dan istri rasul..amiiin
assalamu ‘alaykum wa rohmatullahi wa barokatuh, tanggapan dari saya mungkin simpel saja. kenapa Nabi SAW (mengisyaratkan, menunjuk, dan atau/menghadapkan wajahnya) ke arah timur atau ke arah rumah siti Aisyah bahwa sesungguhnya finah itu akan muncul di situ (arah yang dimksud)?. itukan peng-isyaratan saja dari nabi SAW, bahwa fitnah itu akan muncul dan ber-mula dari keberadaan siti Aisyah sepeninggal Nabi SAW dimana upaya dan taktik kaum munafik yang mau memecah belah Islam dilakukan atas nama ahlul bayit Nabi SAW. jadi kesempatanlah bagi mereka. ingat peperangan Jamal dan perang siffin, coba kita kaji kenapa itu bisa terjadi???????kalau tidak ada penyusup (munafik). yang mengakibatkan umat Islam terpecah belah menjadi tiga kelompok, yang masing-masing “fanatik” dengan kelompoknya. jadi bukan “siti Aisyah” yang menbar fitnah ataupun “sumber” fitnah, tetapi kaum munafiklah sumber fitnah itu yang mengatasnamakan ahlul bayit. astagfirullah al-’adziim. Wallahu a’lam.
memang istri dan anak bisa jadi fitnah.
memang yang dimaksud menunnjuk rumah aisyah r.a benar adanya ,fitnah ada keluar dari rumah aisyah adalah munculnya fitnah syiah kepada aisyah….dan jarak berdirinya islam sama berdirinya dengan syiah,dan mereka syiah banyak mengeluarkn fitnah bahkan kepada sahabat yang mulia abu bakar dan umar r.a