Ahlu Sunnah Versus Ahli Bid’ah!

Ahlu Sunnah Versus Ahli Bid’ah!

Berebut Merek Lupa Esensi

Dua istilah yang sejak lama telah dimonopoli kelompok tertentu untuk mempropagandakan validitasnya dalam mewakili Sunnah dan ajaran murni Islam! Kelompok tertentu itu mengklaim bahwa kelompoknya-lah satu-satunya yang mewakili ajaran/Sunnah Nabi saw. secara utuh dan kâffah! Sedangkan kelompok lain adalah Ahli Bid’ah yang menyimpang dari kemurnian ajaran dan Sunnah Nabi Islam!

Dahulu penamaan ini dimonopoli oleh kelompok Ahli hadis yang barisan terdepannya adalah kaum Hanâbilah (kelompok yang dalam akidahnya mengadopsi pemikiran yang dirancang Ahmad bin Hanbal, khususnya dalam masalah ketuhanan dan terlebih lagi dalam masalah sifat Allah)…. kaum Syi’ah, Mu’tazailah dan kelompok-kelompok lain digolongkan dalam Ahli Bid’ah!

Dengan kemunculan Abul Hasan Al Asy’ari yang merancang akidah barunya (di mana sebelumnya, selama kurang lebih empat puluh tahun ia bermazhab Mu’tazilah bahkan seorang tokoh pembelanya, dan kemudian mendadak berbalik arah menentang mazhab Mu’tazilah dan membela Ahli Hadis dan merancang akidah baru yang tidak sepenuhnya persis dengan akidah Ahli hadis)… dengan kemunculannya, nama Ahlu Sunnah menjadi monopoli kaum Asy’ariyah! Maka siapapun selain yang berakidah Asyi’ari adalah Ahli Bid’ah!

Dengan kebangkitan kaum Wahhâbi yang sering kerkedok dengan nama Salafi yang dimotori oleh para ulama AS (Arab Saudi) dan dengan dukungan penuh real AS… mereka merebut kembali monopoli nama Ahlu Sunnah hanya untuk mereka.. kini giliran kaum Asy’ariyah dikeluarkan dari Ahlu Sunnah… dalam keyakinan mereka kaum Asy’ariyah adalah Ahli Bid’ah!

Setelah keterangan singkat di atas, saya mengajak Anda merenungkan sejauh mana monopoli penamaan itu berguna?

Apakah dengan merebut nama dan hak paten merek Ahlu Sunnah seorang denagn otomatis benar-benar di atas Sunnah dan Ajaran Nabi saw.? Atau kepatuhan dan konsistensi dalam menjalankan Sunnah Nabi saw. secara utuh yang akan menentukan apakah dia/kelompok itu termasuk Ahlu Sunnah atau Ahli Bid’ah!

Dalam Al Qur’an Allah Swt mengecam kaum Yahudi, Nashrani dan Shabi’in yang hanya sibuk memperebutkan kursi istimewa di sisi Allah dengan hanya mengandalkan nama dan gelar keanggotaan! Hal mana mestinya cukup menjadi pelajaran berharga bagi kaum Muslimin agar tidak terjebak dalam lembah kesesatan seperti umat-umat terdahulu!

Shalawat Kepada Nabi Saw. Adalah Bukti Kecil!

Di sini saya tidak ingin membebani pembaca dengan ratusan contoh kasus untuk membuktikan siapa yang Ahlu Sunnah dan siapa yang terjatuh dalam lembah penyimpangan sehingga berhak disebut sebagai Ahlu Bid’ah! Kasus praktik bershalawat atas Nabi saw. semestinya sudah cukup menjadi bukti disamping ratusan bukti lain.

Kendati para ulama dan para muhaddis Ahlusunnah telah meriwayatkan dan menshahihkan hadis yang mengatakan bahwa Nabi saw. dalam mengajarkan ibadah shalawat selalu menyertakan menyebutkan Ahlulbaitnya as.; Allâhumma Shalli ‘Alâ Muhammad wa Âli Muhammad. Tidak ada satupun hadis shahih yang mengajarkan shalawat tanpa menyebut wa Âli Muhammad… sebagaimana tidak ada satu hadis pun baik yang maudhû’/palsu dan dh’aif/lemah apalagi yang shahih yang menyebutkan bahwa Nabi saw. menyertakan menyebut wa Ash-hâbih/dan para sahabatnya…  dan apalagi dengan pelengkap kata Ajmaîn/dan seluruh sahabatnya!!

Lalu mengapakan dan atas dasar apakah umat Islam Ahlusunnah menjalankan praktik menyimpang dengan menggugurkan kata wa Âli Muhammad ? Siapakah yang mengajarkan bahwa ibadah shalawat itu harus dengan mengurangi kata wa Âli Muhammad? Siapakah yang mengajarkan mereka menambah kata wa Ash-hâbih atau wa shahbih? Bukankan menambah dalam ibadah sesuatu yang tidak diajarkan sebagaimana juga menguranginya adalah itu Bid’ah? Bukankan pelaksana praktik bid’ah lebih pantas menyandang gelar Ahlu Bid’ah bukan Ahlu Sunnah?!

Sementara kaum Syi’ah baik kaum awamnya apalagi ulamanya konsisten menjalan praktik ibadah shalawat sesuai yang diajarkan Nabi saw. jadi merekalah yang Ahlu Sunnah!

Ibnu Jakfari:

Dalam kesempatan singkat ini saya mengharap kapada seluruh ulama Ahlusunnah untuk mengajukan satu bukti dari Al Qur’an dan Sunnah Nabi yang shahihah bahwa ibadah shalawat yang diajarkan Nabi Muhammad saw. itu tanpa menyebutkan wa Âlihi? Sebagimana saya menanti mereka mampu menyebutkan satu nash saja (kalau menghadirkan nash shahih mereka kerepotan maka saya akan tolerir walaupun hanya nash tidak shahih yang mereka hadirkan) bahwa Nabi saw mengajarkan kita agar juga menyebut para sahabatnya dalam shalawat!

Tantangan saya tidak dibatasi waktu… Saya akan sabar menanti walau sampai menjelang kiamat tiba!!

Bukankah ini bukti bahwa mereka Anti Sunnah Nabi saw. dalam ibadah Shalawat? Kalau bukan itu alasannya… kira-kira apa yang menjadikan mereka turun temurun menggugurkan sebuah kata kunci dalam sebuah amal ibadah shalawat?! Dan jika mereka menyebut kata wa Âlihi (yang memang diperintahkan Nabi saw.) mereka segera menyusulnya dengan kata wa Ash-hâbihi! Bukankah demikian yang kita saksikan dari kalian wahai kalian yang mengaku Ahlusunnah?!

Inilah contoh bid’ah yang kalian warisi dari Salaf kalian… yang telah terpengaruh oleh kesesatan Bani Umayyah yang siang malam memerangi Ahlulbait Nabi as…. kini kesesatan dan penyimpangan itu benar-benar telah berubah dan diyakini sebagai Sunah! 

About these ads

36 Tanggapan

  1. Allahummashalli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad itulah yg diperintahkan Allah dalam shalat2 kita ,,,
    tak ada redaksi wa ashabihi .. barangsiapa menambahnya maka ia adalah ahlulbid’ah.
    “Kullu bid’atin dholalah” salafy mode ” ON

  2. Salafy wahhabi laknat! Semoga saya Dan keluarga dijauhkan dari ajaran wahhabi..

  3. Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh. Mari kita hentikan bicara beda tentang al Qur’an tentang al hadist didepan publik apalagi secara emosional. Tidak ada gunanya ! Lebih baik perbedaan itu dibahas secara intensif, mendalam, diwakili oleh ahlinya masing masing secara tertutup dengan penuh rasa persaudaraan bila ada persamaan baru disampaikan kepada publik. Kalau tidak ada titik temu ya sudah memang kita beda, dan perbedaan itu memang sudah pasti kehendak Allah untuk menguji kecerdasan, kesabaran dan ukhuwah Islamiyah. Sudah pasti kalau yang kita bela madzhab masing masing maka Islam bisa lemah. Oleh karena itu mari kita dakwahkan hal hal yang sama bersama sama, dan mari kita amalkan saja dengan penuh kyakinan apa yang beda sesuai madzhab masing masing tanpa diperdebatkan didepan publik demi KEBANGKITAN ISLAM yang mensyaratkan UKHUWAH ISLAMIYAH. Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    • wa’alaikum salam….. se7 mas miftahuddin, Rasulullah saw. juga bersabda, “Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain laksana sebuah bangunan yang sebagian yang lain dengan sebagian yang lainnya saling menguatkan.” (HR Bukhari dan Muslim)

  4. Mantap kang jafari.. Selalu menunggu tulisan2n mu..

  5. Orang NU itu kalau di singgung Kesyirikan atau kebid’ahan mereka akan marah, sebagaimana marahnya nenek moyang ahlul Pagani. Trus ujung2nya akan menunjuk “pasti orang wahabi”. Jadi selain penyembah kubur di juluki “wahabi”. Wong di ingatkan akan kesyirikan dan kebid’ahan kok alibi nya sampai kemana2. Dan untuk menguatkan kesyirikan harus belajar di ponpes bertahun2. wah persis jaman2 abu jahal, abu lahab…persiiisss…plek

  6. assalamu’alaikum ustadz.
    saya adalah penyimak blog setia anda sudah lama ini hehe, syukurlah setidaknya berbagai tuduhan wahabi terhadap syiah diluar sana dapat saya tangkis semampunya berdasarkan petunjuk dari artikel-artikel seperti di blog anda ini.
    namun ustads jika boleh saya minta tolong, msh ada bbrp tuduhan dari wahabi terhadap syiah yg ingin sekali saya temukan bantahannya, tapi sampai saat ini saya belum ketemu (atau mungkin saya blm dapat menemukannya?). mohon kiranya ustadz Jakfari bersedia membantahnya?, demi jg menyelamatkan para awam akan prasangkanya terhadap syiah. bisakah saya minta email ustadz Jakfari utk saya kirim tulisan yang berisi tuduhan tsb ke email ustadz?

    Ibnu Jakfari:

    Kirim aja di sini.

  7. LDII itu wahabi salafy bukan ustadz ? syukron katsiro. Labaika Ya Husain.

    Ibnu Jakfari:

    maaf kami tidak tau.

  8. LDII bukan golongan wahabi salafy, sebab setahu saya LDII tidak pernah menjelekan islam lainnya.

  9. Alhamdulillah, kini saya tahu bahwa Syiah memang seperti yang digosipkan.
    Memusuhi sahabat nabi dan berlindung dibalik ahlu bait.
    jika Syiah mau benar-benar mempelajari sejarah tentunya kalian akan malu dengan perbuatan nenek moyang kalian yaitu Abdullah Bin Saba yang berhasil mengadu domba kaum muslimin sehingga terjadi pembunuhan keji yang menimpa para sahabat dan ahlu bait.
    Ga usah bicara bid’ah jika tauhid kalian sudah bermasalah.
    Apakah zaman nabi SAW masih hidup azan yang berkumandang itu seperti yg sekrang berkumandang di Iran dan negeri2 syiah lainnya????
    Tolong jawab!!!!
    JIka kalian jujur, mari kita bicara.
    Jika kalian dusta, itulah perbuatan kaum kafir.

    Ibnu Jakfari:

    Akal itu mahal.. hidayah itu tidak mungkin diberikan kecuali orang berakal dan serius mencarinya!
    makin banyak anda berkomentar makin ketahuan kualitas akal anda! maaf.

  10. Semoga kita terhindar dari praktek-praktek bid’ah dan selalu bisa berpegang teguih pada sunnah.

    • Yang banyak ngomong kayak yahudi, macam ente2 aja yg benar…
      Ilmu kalian cuma buat pinter2an sj…

  11. saya mau tny kpd anda2 yg mau menggunakan akal fikiran.
    benarkah klo surah yasin dibaca sekian kali, maka akan begini, akan begitu… benarkah membaca surah al waqiah dpt mendatangkan kekayaan…?.

  12. tidaklah anda menuduh salafy itu sebagai wahabi, kecuali anda adalah orang yang tidak tau dan tidak mengerti apa itu salafy dan apa itu wahabi.

  13. Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad …

    Syukran akhi ja’far, bongkar terus khasanah ilmu yang tiada yang menselihinya kecuali kaum nashibi dan kurang akal. Dgn maksud watawaa syubil haq …. hancurkan faham kaum nawashib salafi wahabi mereka adalah duri dalam daging di tubuh Islam .

    Bihaqqi Muhammad wa aali Muhammad …

  14. alhamdulillah, bisa mengenal sunnah dan jauh dari bid’ah..
    saya orang awam setelah mengenal kajian salaf, spertinya saya baru masuk islam…dan sudah tidak aneh dengan perkataan orang syiah karena dia yahudinya umat islam. dia selalu bertaqiyah=menghalalkan dusta, mencaci maki sahabat, seperti pendahulunya yahudi abdullah bin saba

  15. situs ini situs pengadu domba sesama muslim,,,

  16. Teman2 sunni dan salafi/wahabi (mazhab tekstualis) alangkah baiknya jika membantah artikel di sini dgn argumen yg lbh kuat dan kata2 yg jauh lebih bijak, itu sekaligus akan menunjukkan kualitas intelektual dan ahlak ajaran anda, meskipun ahlak personal tidak linier dengan ajaran yg dianut. Mari kita bangun suasana diskusi yg lbh bersifat akademis, agar bisa lbh dewasa menyikapi perbedaan. Ketakutan akan syiah itu adalah cerminan kerapuhan kerangka ajaran “islam” yg anda yakini, respon seperti cacian atau hinaan justru menunjukkan ketidak dewasaan anda atau ajaran anda bersikap. Maaf saya harus bilang, hal ini bisa saja terjadi karena kontrol rasa takut alam bawah sadar anda merespon dengan sikap berlebihan..di sini tidak ada yg hina atau terhina, cukup dengan respon yg lbh rasional itu akan mencerminkan keyakinan anda…salamdamai untuk indonesiaku…

    • Assalamu’alaikum wr. wb.
      Akar permasalahan pada hukum ibadah, bahasa arabnya fikih. Para ahli hukum (fikih) disebut fukaha singkat arti demikian.

      Dasar hukum dalam (addin) Islam dimulai dari tingkat paling tinggi Al-Qur’an, peringkat ke dua Sunnah Rasulullah (semua ibadah yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW). Peringkat Ke Tiga Ibadah yang dikerjakan oleh Khulafaturrasyidin (4 sahabat RAsulullah). Semua ibadah seperti yang ada dalam rukun Islam (Syahadat, sholat, puasa, haji) dan ibadah sunah yakni ibadah yang dikerjakan oleh Rasulullah seperti sholat sunah, puasa sunah, berdoa berdzikir dan seterusnya yang bukan termasuk pada rukun Islam.

      Awal perbuatan bid’ah, dimulai dari sholat tarawih 21 raka’at yang dikerjakan pada masa Khalifah Umar Bin Khata RA. Pada saat itu Khalifah Umar Bin Khatab RA mengganti sholah Tarawih 11 rakaat dengan jumlah bacaan 210 ayat. Melihat jama’ah saat itu agak kendur karena dikerjakan pada tengah malam (jam 00) maka Khalifat merubah menjadi 21 dimana pada setiap raka’atnya hanya 10 ayat. Ada yang mengatakan Khalifah sempat berucap inilah bidah (Rasulullah SAW tidak mengerjakan) karena yang dilakukan di masa Rasulullah sampai pada Khalifah Abu Bakar RA dan Khalifah Umar RA 11 raka’at dimana setiap rakaatnya 20 ayat.

      Bid’ah yang nyata dikerjakan pada waktu Tabi’in, kurang lebihnya demikian “ada beberapa pemuda yang dukuk melingkar di masjid sedang berdzirkir dengan menghitung menggunakan batu-batuan, saat itu datang Ibnu Abbas kalu nggak salah (maaf lagi tulis ini saya gak buka buku) maka tabiin itu bilang yang kayak ini Rasulullah SAW tidak mengerjakan, apakah ajaran Rasulullah SAW masih kurang atau tidak sempurna?. Iniliah perbuatan bid’ah.

      Singkat dan hemat SAYA punya usul kepada saudara se Islam dan satu Iman. Kerjakanlah, sempurnakanlah apa yang diperintah, apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan Khulafaturrasyidin, Mudah kok. Jangan mencari-cari dalam membuat pembenaran biar tidak dikucilkan oleh jama’ah masing-masing.

      Sebenarnya Islam, Al-Qur’an, Assunah adalah Haq, kebenarannyapun Haq. Kepada para tokoh Agama katakanlah yang Haq sekalipun itu pahit (ditinggalkan jama’ahnya). Saya tahu bahwa para tokoh Ahli Bid’ahpun tahu maka kembalilah pada AlQur’an dan Assunah bila ada suatu perselisihan pada umat Muhammad SAW (maaf…. ada yang mengatakan Perselisihan ummatku rahmat bukan hadits rasulullah)

      Semoga mendapat petunjuk, amiin.

  17. Assalamu’alaikum wr. wb.
    Akar permasalahan pada hukum ibadah, bahasa arabnya fikih. Para ahli hukum (fikih) disebut fukaha singkat arti demikian.

    Dasar hukum dalam (addin) Islam dimulai dari tingkat paling tinggi Al-Qur’an, peringkat ke dua Sunnah Rasulullah (semua ibadah yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW). Peringkat Ke Tiga Ibadah yang dikerjakan oleh Khulafaturrasyidin (4 sahabat RAsulullah). Semua ibadah seperti yang ada dalam rukun Islam (Syahadat, sholat, puasa, haji) dan ibadah sunah yakni ibadah yang dikerjakan oleh Rasulullah seperti sholat sunah, puasa sunah, berdoa berdzikir dan seterusnya yang bukan termasuk pada rukun Islam.

    Awal perbuatan bid’ah, dimulai dari sholat tarawih 21 raka’at yang dikerjakan pada masa Khalifah Umar Bin Khata RA. Pada saat itu Khalifah Umar Bin Khatab RA mengganti sholah Tarawih 11 rakaat dengan jumlah bacaan 210 ayat. Melihat jama’ah saat itu agak kendur karena dikerjakan pada tengah malam (jam 00) maka Khalifat merubah menjadi 21 dimana pada setiap raka’atnya hanya 10 ayat. Ada yang mengatakan Khalifah sempat berucap inilah bidah (Rasulullah SAW tidak mengerjakan) karena yang dilakukan di masa Rasulullah sampai pada Khalifah Abu Bakar RA dan Khalifah Umar RA 11 raka’at dimana setiap rakaatnya 20 ayat.

    Bid’ah yang nyata dikerjakan pada waktu Tabi’in, kurang lebihnya demikian “ada beberapa pemuda yang dukuk melingkar di masjid sedang berdzirkir dengan menghitung menggunakan batu-batuan, saat itu datang Ibnu Abbas kalu nggak salah (maaf lagi tulis ini saya gak buka buku) maka tabiin itu bilang yang kayak ini Rasulullah SAW tidak mengerjakan, apakah ajaran Rasulullah SAW masih kurang atau tidak sempurna?. Iniliah perbuatan bid’ah.

    Singkat dan hemat SAYA punya usul kepada saudara se Islam dan satu Iman. Kerjakanlah, sempurnakanlah apa yang diperintah, apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan Khulafaturrasyidin, Mudah kok. Jangan mencari-cari dalam membuat pembenaran biar tidak dikucilkan oleh jama’ah masing-masing.

    Sebenarnya Islam, Al-Qur’an, Assunah adalah Haq, kebenarannyapun Haq. Kepada para tokoh Agama katakanlah yang Haq sekalipun itu pahit (ditinggalkan jama’ahnya). Saya tahu bahwa para tokoh Ahli Bid’ahpun tahu maka kembalilah pada AlQur’an dan Assunah bila ada suatu perselisihan pada umat Muhammad SAW (maaf…. ada yang mengatakan Perselisihan ummatku rahmat bukan hadits rasulullah)

    Semoga mendapat petunjuk, amiin.

  18. ada kelompok yang dibuat oleh inggris untuk mengacaukan umat islam yaitu salafi dan wahabi

    • Ana itu heran sama orang aswaja (ahlussunnah waljama’ah), ngaku2 aswaja tpi tidak mengikuti ajaran Nabi Muhammad salallahu’alaihi wassalam, n membuat perkara2 yang baru, emang sudah merasa lebih hebat dri Rosulullah gitu…??? apakah yg seperti itu pantas dikatakan ahlussunnah……..??? skrang ana tanya, emang orang salafi bkan ahlussunnah??? n knp sich org NU itu menyebut dirinya ASWAJA??? pdhal setahu ana ajarannya itu masih menyimpang lo sama sunnah rossul…….

    • silakan baca latar belakang berdirinya NU. Konspirasi Yahudi dan Nasarni menghancurkan Islam Indoneis. Sumber Delia Noor akademisi, dan MOU NU dengan BAnk Dunia yang ditandatangani Agil Siraj PB NU online. ente baru tahu siapa NOE sebenarnya. gak asal baris kayak bebek .. week …. wek wek 9x

  19. Ciri – ciri Ahli Bid’ah

    1. Bodoh, tidak mengenal tentang syariat dan apa maksud syariat islam sesungguhnya. Beribadah tanpa Al-Qur’an dan Sunnah
    2. Berpecah belah, berusaha untuk memisahkan kaum muslimin dengan membuat berbagai macam sekte2 / aliran
    3. Suka bertengkar tentang masalah yang sudah jelas, jika mendebat orang lain tanpa memakai ilmu syariah hanya berdasarkan hawa nafsunya saja “yang penting menang”
    4. Selalu mengikuti hawa nafsu. walaupun apa yang mereka katakan itu tidak memiliki dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah mereka akan tetap mengatakan bahwa apa yang mereka kerjakan dan yang mereka sampaikan itu baik
    5. Lebih mendahulukan akal daripada wahyu
    6. Bodoh dengan sunnah, tidak mengenal istilah tentang hadits, tidak tahu mana yang dhoif dan yang shahih. semua tulisan yang berbahasa arab diklaim sebagai hadits
    7. Suka mencari ayat-ayat mutasyabihat, untuk dipertentangkan dengan ahli sunnah
    8. Menolak sunnah, hanya mengikuti Al-Qur’an yang diterjemahkan dengan akal dan ahli bid’ah tidak menyukai sunnah dengan alasan bahwa sunnah adalah perkataan manusia.
    9. Berlebih-lebihan dalam mengagungkan seseorang / fanatik terhadap seseorang dan tidak akan mau tau apabila orang yang dipujanya telah salah dalam beragama
    10. Berlebih-lebihan dalam beribadah. Batas kita dalam beribadah adalah Al-Qur’an dan Sunnah
    11. Ibadahnya mengikuti orang kafir, contohnya telur yang diwarna-warnai dan dihias sedemikian rupa lalu ditancapkan di ketan, membawa pohon ke dalam masjid sementara mereka tau bahwa masjid itu tempat ibadah bukan kebun, dsb
    12. Memberikan gelar-gelar yang jelek terhadap ahli sunnah, contohnya : mengatai orang yang memakai cadar itu ninja, bapak yang pake celana cingkrang, dan masih banyak lagi
    13. Memusuhi ulama ahlul hadits
    14. Gampang mengkafirkan seseorang yang tidak sependapat
    15. Selalu berusaha membujuk penguasa untuk menghambat ahli sunnah

    Demikianlah ciri-ciri ahli bid’ah, semoga kita semua bisa menghindari

  20. Wahabi bukan ahlussunah. Wahabi yaaah wahabi. Sekali wahabi tetap wahabi, mau ditukar bolak-balik juga tdk mungkin berubah menjadi ahlussunah. Wahabi yaaa wahabi akidahnya wahabi bukan akidah ahlussunah. Sulit mengubah wahabi menjadi ahlussunah. Karena wahabi anti kitab2 ulama ahlussunah.

  21. Dendeng lado, Ini salah satu murid sang kyai, sang kyai kalau ngomong Dendeng yang dendeng nggak usah ngeyel. NU sih ngikutin Ahli Sunah wal jamaah, sunah mana ya? sunah malam jum’at kayaknya. jama’ah yang mana? jamah yang suka berbaris kayak bebek yang mau mandi di sungai, atau ngikutin muhamad tukang sayur, atau tukang ojeg kali yang muter-muter kalau ngomong. ORANG KOLOT TETAP KOLOT

  22. Alquran jelas,Hadist Sahih Jelas,bagi yang mangamalkan hadis dhaif itulah yang seasat,Apa ada hadist harus mengikuti Mazhab kalau adaberarti sudah menambah rukun iman…….. Dari Aceh >M.Dir

  23. agamaku agamaku, agamamu agamamu. jika Tuhan kita Allah SWT, Nabi kita Muhammad SAW dan Kitab kita Al-Qur’an berarti tetap satu yaitu ISLAM meskipun berbeda mahzab!!

  24. maaf nie saya orang awam, ingin lebih tau tentang syiah………
    saya ingin tau, katanya Syiah lebih mengunggulkan Khalifah sayidina Ali. R.A,……..alasannya apa ya? padahal 3 Khalifah Sbelum sayidina Ali pun memiliki keutamaan2 di dekat Rasull SAW, terutama Sahabat Abu Bakar, Yang lebih Dulu masuk Islam Dari K-4 Khalifah tersebut..? mohon di jawab, agar lebih jelas lagi,…

    Ibnu Jakfari:
    Apa buktinya kalau Abu Bakar lebih dulu memeluk Islam

  25. wis…ojo gelut,nek mau paham ke Pesantren Temboro saja nanti baru jelas…hal ini perlu dikupas oleh ulama,bukan oleh kita yang msh jahil ini…ya ribut terus, sahut sini sahut sono….70 tahun ga selesai…setelah tau memang bedanya tidak bisa ketemu, ya sudh saling menghormati aja…titik.

  26. masing2 hendaknya mluruskan pemahaman dg pemahaman nabi shallallahualaihiwasallam dan para shabatnya ra. abu hani alleneki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 74 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: