<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Menjawab Tuduhan Salafy-Wahabi</title>
	<atom:link href="http://jakfari.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jakfari.wordpress.com</link>
	<description>Katakan Yang Benar Atau Diam</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Nov 2009 03:09:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Perlakuan Diskriminatif Terhadap Pembawa Syari’at Islam oleh lenteralangit</title>
		<link>http://jakfari.wordpress.com/2009/11/24/perlakuan-diskriminatif-terhadap-pembawa-syari%e2%80%99at-islam/#comment-1776</link>
		<dc:creator>lenteralangit</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 03:09:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakfari.wordpress.com/?p=545#comment-1776</guid>
		<description>Terimakasih pada Ustd yang telah memberikan pencerahan. sekalian kami dari komunitas kaki langit mohon ijin menerbitkan tulisan ustadz dalam bentuk bulletin bernama al mawaddah, yang insya Allah akan kami edarkan secara gratis.
syukran sebelumnya. dari kami komunitas kaki langit 
dengan alamat blog www.lenteralangit.wordpress.com
wasalam
&lt;strong&gt;
Ibnu Jakfari:&lt;/strong&gt;
Demi pencerahan umat kami berterima kasih kepada Anda dan rekan-rekan seperjuangan Anda... Jangan lupa cantumkan sumber pengambilan Anda.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih pada Ustd yang telah memberikan pencerahan. sekalian kami dari komunitas kaki langit mohon ijin menerbitkan tulisan ustadz dalam bentuk bulletin bernama al mawaddah, yang insya Allah akan kami edarkan secara gratis.<br />
syukran sebelumnya. dari kami komunitas kaki langit<br />
dengan alamat blog <a href="http://www.lenteralangit.wordpress.com" rel="nofollow">http://www.lenteralangit.wordpress.com</a><br />
wasalam<br />
<strong><br />
Ibnu Jakfari:</strong><br />
Demi pencerahan umat kami berterima kasih kepada Anda dan rekan-rekan seperjuangan Anda&#8230; Jangan lupa cantumkan sumber pengambilan Anda.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Perlakuan Diskriminatif Terhadap Pembawa Syari’at Islam oleh hiroali</title>
		<link>http://jakfari.wordpress.com/2009/11/24/perlakuan-diskriminatif-terhadap-pembawa-syari%e2%80%99at-islam/#comment-1775</link>
		<dc:creator>hiroali</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 16:03:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakfari.wordpress.com/?p=545#comment-1775</guid>
		<description>Kalau melihat tulisannya Ustd Jakfari....Kacau sekali apa yang dibangun oleh Umat Islam Mayoritas selama ini yah.
manusia bisa sangat berkuasa dan bebas didalam menetukan hadist2....kehendaknya serba disesuaikan dengan perasaan benci dan suka. Padahal...didlm agama sendiri dlm menghukum sesuatu untuk tidak atas perasaan suka atau tdk suka....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau melihat tulisannya Ustd Jakfari&#8230;.Kacau sekali apa yang dibangun oleh Umat Islam Mayoritas selama ini yah.<br />
manusia bisa sangat berkuasa dan bebas didalam menetukan hadist2&#8230;.kehendaknya serba disesuaikan dengan perasaan benci dan suka. Padahal&#8230;didlm agama sendiri dlm menghukum sesuatu untuk tidak atas perasaan suka atau tdk suka&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Lima Belas Bukti Palsu Khilafah Abu Bakar (9) oleh imem</title>
		<link>http://jakfari.wordpress.com/2009/10/12/lima-belas-bukti-palsu-khilafah-abu-bakar-9/#comment-1774</link>
		<dc:creator>imem</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 15:38:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakfari.wordpress.com/?p=467#comment-1774</guid>
		<description>Ibnu Jakfari.. Allahu Yahdika..

&lt;blockquote&gt;pristiwa shalatnya Abu Bakar sebagai dalil atas khilafah adalah sangat bermasalah bahkan di mata ulama Sunni sendiri…&lt;/blockquote&gt;

Ah siapa bilang, tidak ada masalah dengan riwayat tersebut justru tampak bagaimana Nabi shalallahu &#039;alaihi wasallam begitu antusias dan tegas dalam memilih Abu Bakar sebagai Imam Shalat yang beliau tidak ingin yang lain menggantikan beliau selain Abu Bakar.. inilah point-nya.. walo 1000 x anda hendak menolaknya ga bakalan bisa Ibnu Jakfari.. dan lucunya anda mengatakan riwayat di atas bermasalah di mata ulama sunni sendiri.. pertanyaannya berapa jumlah ulama sunni yang bilang spt itu?? jutaan kah? berapa persen? ada 90%? atau 0.00000000000% yg bilang spt itu... wuakakak..

&lt;blockquote&gt;Selain itu, banyak bukti mengatakan bahwa Abu bakar termasuk dalam pasukan Usamah.&lt;/blockquote&gt;

kan sudah dijelaskan di atas bahwa awalnya Abu Bakar memang ditunjuk ikut pasukan Usamah tetapi kemudian beliau jatuh sakit dan mengganti perintah beliau kepada Abu Bakar untuk menjadi Imam Shalat, karena beliau mengetahui dari Allah bahwa Abu Bakar yang akan menjadi khalifah sepeninggal beliau dengan sabda beliau &quot;Allah dan kaum mukminin hanya ridha kepada Abu Bakar&quot;

&lt;blockquote&gt;Untuk membuktikan keunggulan mushthslsh hsdid Sunni baca artikel-artikel kami di sisi… kami telah sajikan dalam beberapa edisi lengkap dengan bukti dan datanya… selain itu kami masih memiliki setumpuk data lainnya. Nantikan!&lt;/blockquote&gt;

Apa yang hendak anda buktikan?? apakah artikel2 anda tersebut dapat mengangkat mustholahul hadits Syi&#039;ah Rofidhoh menjadi lebih baik dari mustholahul hadits Sunni?? jangan bermimpi anda Ibnu Jakfari.. wuakakakak..

Saya sangat setuju sekali jarh thd rawi, jika rawi tsb terindikasi terkena virus syi&#039;ah, maka riwayat dari dia mesti diteliti lagi, kalo perlu seratus kali lagi.. kenapa? karena orang yg terinfeksi virus syi&#039;ah terkenal dengan kedustaannya! 
  
lebih baik anda cek mustholahul hadits Syi&#039;ah yang ga jelas dan penuh kontradiktif itu! 

Seperti pepatah mengatakan &quot;Semut di seberang lautan anda bisa tampak, tapi gajah segedhe Gaban di depan Mata anda kagak tampak.. &quot; kasihan.. kasihan.. virus rofidhoh bener2 telah memakan akal jernih anda.. wuakakak..
&lt;strong&gt;
Ibnu Jakfari:&lt;/strong&gt;
Cara berpikir yang terselubungi emosi dan ketidakobyektifan hanya membuah hasil bersyair tanpa makna...
Anda sepetinya masih perlu banyak membaca kajian ulama Sunni sendiri tentang masalah ini.. Baca al Fishal nya Ibnu Hazm (yang sering dibanggakan Ibnu Taimyah kebanggaan kaum Nawashib dan Wahabi dalam menghujat Syi&#039;ah) Baca kitabnya Ibnu Jauzi berjuduh &lt;em&gt;Afatu Ahlil Hadits&lt;/em&gt; yang membongkar habis masalah itu... pasti Anda jadi malu &quot;ngotot&quot; mempertahankan anggapan itu!!
Masalah kuantitas; (berapa persen ?) hanyalah cara berpikir kaum lemah yang awam... kebenaran tidak ditentukan oleh kuantitas.. Tidakkah Anda poercaya Firman Allah yang mengatakan bahwa kebanyak manusia itu la ya&#039;qilun/tidak berakal.. la ya&#039;lamun/tidak mengatahui??
Anda hanya bersyari ketika mengatakan bahwa: &lt;strong&gt;awalnya Abu Bakar memang ditunjuk ikut pasukan Usamah tetapi kemudian beliau jatuh sakit dan mengganti perintah beliau kepada Abu Bakar untuk menjadi Imam Shalat,&lt;/strong&gt;adalah cocok disampaikan kepada anak TK sebagai dongeng penghantar tidur! ia tidak laku dipasar ilmu dan penelitian!!
Sisa komentar Anda la yastahiqqul jawab. 
إذا نطق.... فلا تجبه **
فخيرٌ من إجابته السكوت</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ibnu Jakfari.. Allahu Yahdika..</p>
<blockquote><p>pristiwa shalatnya Abu Bakar sebagai dalil atas khilafah adalah sangat bermasalah bahkan di mata ulama Sunni sendiri…</p></blockquote>
<p>Ah siapa bilang, tidak ada masalah dengan riwayat tersebut justru tampak bagaimana Nabi shalallahu &#8216;alaihi wasallam begitu antusias dan tegas dalam memilih Abu Bakar sebagai Imam Shalat yang beliau tidak ingin yang lain menggantikan beliau selain Abu Bakar.. inilah point-nya.. walo 1000 x anda hendak menolaknya ga bakalan bisa Ibnu Jakfari.. dan lucunya anda mengatakan riwayat di atas bermasalah di mata ulama sunni sendiri.. pertanyaannya berapa jumlah ulama sunni yang bilang spt itu?? jutaan kah? berapa persen? ada 90%? atau 0.00000000000% yg bilang spt itu&#8230; wuakakak..</p>
<blockquote><p>Selain itu, banyak bukti mengatakan bahwa Abu bakar termasuk dalam pasukan Usamah.</p></blockquote>
<p>kan sudah dijelaskan di atas bahwa awalnya Abu Bakar memang ditunjuk ikut pasukan Usamah tetapi kemudian beliau jatuh sakit dan mengganti perintah beliau kepada Abu Bakar untuk menjadi Imam Shalat, karena beliau mengetahui dari Allah bahwa Abu Bakar yang akan menjadi khalifah sepeninggal beliau dengan sabda beliau &#8220;Allah dan kaum mukminin hanya ridha kepada Abu Bakar&#8221;</p>
<blockquote><p>Untuk membuktikan keunggulan mushthslsh hsdid Sunni baca artikel-artikel kami di sisi… kami telah sajikan dalam beberapa edisi lengkap dengan bukti dan datanya… selain itu kami masih memiliki setumpuk data lainnya. Nantikan!</p></blockquote>
<p>Apa yang hendak anda buktikan?? apakah artikel2 anda tersebut dapat mengangkat mustholahul hadits Syi&#8217;ah Rofidhoh menjadi lebih baik dari mustholahul hadits Sunni?? jangan bermimpi anda Ibnu Jakfari.. wuakakakak..</p>
<p>Saya sangat setuju sekali jarh thd rawi, jika rawi tsb terindikasi terkena virus syi&#8217;ah, maka riwayat dari dia mesti diteliti lagi, kalo perlu seratus kali lagi.. kenapa? karena orang yg terinfeksi virus syi&#8217;ah terkenal dengan kedustaannya! </p>
<p>lebih baik anda cek mustholahul hadits Syi&#8217;ah yang ga jelas dan penuh kontradiktif itu! </p>
<p>Seperti pepatah mengatakan &#8220;Semut di seberang lautan anda bisa tampak, tapi gajah segedhe Gaban di depan Mata anda kagak tampak.. &#8221; kasihan.. kasihan.. virus rofidhoh bener2 telah memakan akal jernih anda.. wuakakak..<br />
<strong><br />
Ibnu Jakfari:</strong><br />
Cara berpikir yang terselubungi emosi dan ketidakobyektifan hanya membuah hasil bersyair tanpa makna&#8230;<br />
Anda sepetinya masih perlu banyak membaca kajian ulama Sunni sendiri tentang masalah ini.. Baca al Fishal nya Ibnu Hazm (yang sering dibanggakan Ibnu Taimyah kebanggaan kaum Nawashib dan Wahabi dalam menghujat Syi&#8217;ah) Baca kitabnya Ibnu Jauzi berjuduh <em>Afatu Ahlil Hadits</em> yang membongkar habis masalah itu&#8230; pasti Anda jadi malu &#8220;ngotot&#8221; mempertahankan anggapan itu!!<br />
Masalah kuantitas; (berapa persen ?) hanyalah cara berpikir kaum lemah yang awam&#8230; kebenaran tidak ditentukan oleh kuantitas.. Tidakkah Anda poercaya Firman Allah yang mengatakan bahwa kebanyak manusia itu la ya&#8217;qilun/tidak berakal.. la ya&#8217;lamun/tidak mengatahui??<br />
Anda hanya bersyari ketika mengatakan bahwa: <strong>awalnya Abu Bakar memang ditunjuk ikut pasukan Usamah tetapi kemudian beliau jatuh sakit dan mengganti perintah beliau kepada Abu Bakar untuk menjadi Imam Shalat,</strong>adalah cocok disampaikan kepada anak TK sebagai dongeng penghantar tidur! ia tidak laku dipasar ilmu dan penelitian!!<br />
Sisa komentar Anda la yastahiqqul jawab.<br />
إذا نطق&#8230;. فلا تجبه **<br />
فخيرٌ من إجابته السكوت</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Lima Belas Bukti Palsu Khilafah Abu Bakar (9) oleh hiroali</title>
		<link>http://jakfari.wordpress.com/2009/10/12/lima-belas-bukti-palsu-khilafah-abu-bakar-9/#comment-1773</link>
		<dc:creator>hiroali</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 15:34:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakfari.wordpress.com/?p=467#comment-1773</guid>
		<description>si Abu Bakar.....umur sama tua dengan Rosulullah...XXXX
XXX&lt;strong&gt;
bnu Jakfari:&lt;/strong&gt;
Akhi kami harap komentar di sini menggunakan bahasa ilmiah agar tidak menimbulkan perpecahan nanti yang untung juga musuh-musuh Islam... Anda boleh kritik siapapn namun usahakan dengan tetap menjaga keilmiahan.
Maaf.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>si Abu Bakar&#8230;..umur sama tua dengan Rosulullah&#8230;XXXX<br />
XXX<strong><br />
bnu Jakfari:</strong><br />
Akhi kami harap komentar di sini menggunakan bahasa ilmiah agar tidak menimbulkan perpecahan nanti yang untung juga musuh-musuh Islam&#8230; Anda boleh kritik siapapn namun usahakan dengan tetap menjaga keilmiahan.<br />
Maaf.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Perlakuan Diskriminatif Terhadap Pembawa Syari’at Islam oleh wong kito galo</title>
		<link>http://jakfari.wordpress.com/2009/11/24/perlakuan-diskriminatif-terhadap-pembawa-syari%e2%80%99at-islam/#comment-1770</link>
		<dc:creator>wong kito galo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 10:14:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakfari.wordpress.com/?p=545#comment-1770</guid>
		<description>menyedihkan apa yang terjadi dengan saudara saudara kita yg bermahzab sunni.... :(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menyedihkan apa yang terjadi dengan saudara saudara kita yg bermahzab sunni&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Perlakuan Diskriminatif Terhadap Pembawa Syari’at Islam oleh sobatmuslim</title>
		<link>http://jakfari.wordpress.com/2009/11/24/perlakuan-diskriminatif-terhadap-pembawa-syari%e2%80%99at-islam/#comment-1769</link>
		<dc:creator>sobatmuslim</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 09:40:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakfari.wordpress.com/?p=545#comment-1769</guid>
		<description>wah bagus banget nih postingnya. salam kenal ya.
senang melihat posting anda yang begitu islami. jadi ingin terus berkunjung</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah bagus banget nih postingnya. salam kenal ya.<br />
senang melihat posting anda yang begitu islami. jadi ingin terus berkunjung</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Perlakuan Diskriminatif Terhadap Pembawa Syari’at Islam oleh relawanindonesia</title>
		<link>http://jakfari.wordpress.com/2009/11/24/perlakuan-diskriminatif-terhadap-pembawa-syari%e2%80%99at-islam/#comment-1768</link>
		<dc:creator>relawanindonesia</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:52:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakfari.wordpress.com/?p=545#comment-1768</guid>
		<description>Ustadz ada komentar di Facebook demikian mohon tanggapan

oleh Abdullah bin Abi Ya&#039;foor: Aku menanyakan pada Abu Abdullah tentang
ngeseks dengan para wanita melalui anus mereka,dia berkata: Tak ada masalah. Dia lalu melafalkan 2:223 &quot;Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam,maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu...... kehendaki.&quot;[Tafseer
al-Ayyashi, vol.1, p.110; Bihaar al-Anwaar Baqir al-Majlisi, vol.23,
p.98; al-Burhaan fee Tafseer al-Qur&#039;an: Hashim al-Bahraani,vol.1, p.219; Wasaa&#039;il al-Shi&#039;a: al-Hur al-Amily, vol.3, chpater 73: An-Nikaah wa Aadabuh](INI DARI KITAB2 SYIAH)
&lt;strong&gt;
Ibnu Jakfari:&lt;/strong&gt;
Akhi, semua yang bergelut dalam liku-liku dunia hadis pasti tau bahwa tidak dibenarkan mengambil sikap gegabah dalam menilai atau menyimpulkan sebuah hukum darinya tanpa memerhatikan berbagai hal terkait... termasuk juga dalam masalah hadis di atas.
Kedua, apa yang aneh dari hadis di atas?
Kalau itu dianggap sebagai cacat atas Syi&#039;ah ketahuilah hadis-hadis yang persis maknanya dengan hadis di atas juga banyak diriwayatkan dan dishaihkan ulama Sunni.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ustadz ada komentar di Facebook demikian mohon tanggapan</p>
<p>oleh Abdullah bin Abi Ya&#8217;foor: Aku menanyakan pada Abu Abdullah tentang<br />
ngeseks dengan para wanita melalui anus mereka,dia berkata: Tak ada masalah. Dia lalu melafalkan 2:223 &#8220;Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam,maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu&#8230;&#8230; kehendaki.&#8221;[Tafseer<br />
al-Ayyashi, vol.1, p.110; Bihaar al-Anwaar Baqir al-Majlisi, vol.23,<br />
p.98; al-Burhaan fee Tafseer al-Qur'an: Hashim al-Bahraani,vol.1, p.219; Wasaa'il al-Shi'a: al-Hur al-Amily, vol.3, chpater 73: An-Nikaah wa Aadabuh](INI DARI KITAB2 SYIAH)<br />
<strong><br />
Ibnu Jakfari:</strong><br />
Akhi, semua yang bergelut dalam liku-liku dunia hadis pasti tau bahwa tidak dibenarkan mengambil sikap gegabah dalam menilai atau menyimpulkan sebuah hukum darinya tanpa memerhatikan berbagai hal terkait&#8230; termasuk juga dalam masalah hadis di atas.<br />
Kedua, apa yang aneh dari hadis di atas?<br />
Kalau itu dianggap sebagai cacat atas Syi&#8217;ah ketahuilah hadis-hadis yang persis maknanya dengan hadis di atas juga banyak diriwayatkan dan dishaihkan ulama Sunni.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Perlakuan Diskriminatif Terhadap Pembawa Syari’at Islam oleh relawanindonesia</title>
		<link>http://jakfari.wordpress.com/2009/11/24/perlakuan-diskriminatif-terhadap-pembawa-syari%e2%80%99at-islam/#comment-1767</link>
		<dc:creator>relawanindonesia</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:34:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakfari.wordpress.com/?p=545#comment-1767</guid>
		<description>Berikut saya kopikan, mohon ustadz tanggapi.

Berikut ini akan dituliskan sebagian fiqh Syi’ah dari fatwa salah seorang ulama tertinggi Syi’ah kontemporer, yaitu Aayatullaah Al-‘Udhmaa As-Sayyid ‘Aliy Al-Husainiy Al-Khaamainiy. Diambil dari kitab karangannya yang berjudul Al-Ajwibah (Al-Masaailut-Thibbiyyah) juz 2, hal. 71, Ad-Daarul-Islaamiyyah.

Pertanyaan :

“Apakah diperbolehkan untuk membuahi (sel telur/ovum) istri seorang laki-laki yang mandul dengan sperma (nuthfah) laki-laki ajnabiy (bukan mahram) dengan jalan memasukkan sperma tersebut ke dalam rahim si istri ?”.

Jawab :

Tidak ada larangan dari syari’at dalam usaha membuahi (sel telur/ovum) seorang wanita dengan sperma laki-laki ajnabiy. Akan tetapi wajib bagi wanita dan laki-laki itu untuk menjauhi pembuka hal-hal yang diharamkan, seperti memandang, menyentuh, dan yang lainnya. Meskipun demikian, apabila dilahirkan dari pembuahan tersebut seorang anak, maka ia tidak dinasabkan pada si suami, namun dinasabkan pada laki-laki pemilik sperma dan wanita pemilik rahim dan ovum. Sudah selayaknya dalam kondisi seperti ini agar berhati-hati, terutama menyangkut permasalahan waris……” [selesai jawaban dari Al-Khaamainiy].

Kita katakan :

Fatwa di atas adalah fatwa baathil yang akan menyebabkan kekacauan nasab dan direndahkannya kehormatan muslim/muslimah melalui jalan perzinahan. Allaahul-Musta’aan. Ada yang ingin mempraktekkan ? Saya kira, fithrah Islam akan mencegah kita untuk melakukannya, sekaligus akan mengingkarinya…….. kecuali………

Berikut adalah sumber penukilannya :

[Abul-Jauzaa’ Al-Atsariy – 1 Dzulhijjah 1430 H, Perumahan Ciomas Permai, Ciapus, Ciomas, Bogor – http://abul-jauzaa.blogspot.com].
di 08:21
Label: Syi&#039;ah 

di sana juga ada scan kitab juga mohon ditanggapi
&lt;strong&gt;
Ibnu Jakfari:&lt;/strong&gt;
Salam akhi, menvonis fatwa itu bathil adalah sikap gegabah....  dan kekacauan nasab yang dikhawatirkan itu di mana?
Apa yang dimaksud dengan zina dalam syari&#039;at? Apa arti dan kriteria nasab? Apakah ia dikutkan kepada suami secara hukum,  atau kepada pemilik sperma sah?
Tolong dijelaskan dulu pandangan Syari&#039;at berikut dalilnya, baru setelahnya anda berhak mengatakan fatwa itu bathil atau tidak! </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut saya kopikan, mohon ustadz tanggapi.</p>
<p>Berikut ini akan dituliskan sebagian fiqh Syi’ah dari fatwa salah seorang ulama tertinggi Syi’ah kontemporer, yaitu Aayatullaah Al-‘Udhmaa As-Sayyid ‘Aliy Al-Husainiy Al-Khaamainiy. Diambil dari kitab karangannya yang berjudul Al-Ajwibah (Al-Masaailut-Thibbiyyah) juz 2, hal. 71, Ad-Daarul-Islaamiyyah.</p>
<p>Pertanyaan :</p>
<p>“Apakah diperbolehkan untuk membuahi (sel telur/ovum) istri seorang laki-laki yang mandul dengan sperma (nuthfah) laki-laki ajnabiy (bukan mahram) dengan jalan memasukkan sperma tersebut ke dalam rahim si istri ?”.</p>
<p>Jawab :</p>
<p>Tidak ada larangan dari syari’at dalam usaha membuahi (sel telur/ovum) seorang wanita dengan sperma laki-laki ajnabiy. Akan tetapi wajib bagi wanita dan laki-laki itu untuk menjauhi pembuka hal-hal yang diharamkan, seperti memandang, menyentuh, dan yang lainnya. Meskipun demikian, apabila dilahirkan dari pembuahan tersebut seorang anak, maka ia tidak dinasabkan pada si suami, namun dinasabkan pada laki-laki pemilik sperma dan wanita pemilik rahim dan ovum. Sudah selayaknya dalam kondisi seperti ini agar berhati-hati, terutama menyangkut permasalahan waris……” [selesai jawaban dari Al-Khaamainiy].</p>
<p>Kita katakan :</p>
<p>Fatwa di atas adalah fatwa baathil yang akan menyebabkan kekacauan nasab dan direndahkannya kehormatan muslim/muslimah melalui jalan perzinahan. Allaahul-Musta’aan. Ada yang ingin mempraktekkan ? Saya kira, fithrah Islam akan mencegah kita untuk melakukannya, sekaligus akan mengingkarinya…….. kecuali………</p>
<p>Berikut adalah sumber penukilannya :</p>
<p>[Abul-Jauzaa’ Al-Atsariy – 1 Dzulhijjah 1430 H, Perumahan Ciomas Permai, Ciapus, Ciomas, Bogor – <a href="http://abul-jauzaa.blogspot.com" rel="nofollow">http://abul-jauzaa.blogspot.com</a>.<br />
di 08:21<br />
Label: Syi&#8217;ah </p>
<p>di sana juga ada scan kitab juga mohon ditanggapi<br />
<strong><br />
Ibnu Jakfari:</strong><br />
Salam akhi, menvonis fatwa itu bathil adalah sikap gegabah&#8230;.  dan kekacauan nasab yang dikhawatirkan itu di mana?<br />
Apa yang dimaksud dengan zina dalam syari&#8217;at? Apa arti dan kriteria nasab? Apakah ia dikutkan kepada suami secara hukum,  atau kepada pemilik sperma sah?<br />
Tolong dijelaskan dulu pandangan Syari&#8217;at berikut dalilnya, baru setelahnya anda berhak mengatakan fatwa itu bathil atau tidak!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Perlakuan Diskriminatif Terhadap Pembawa Syari’at Islam oleh relawanindonesia</title>
		<link>http://jakfari.wordpress.com/2009/11/24/perlakuan-diskriminatif-terhadap-pembawa-syari%e2%80%99at-islam/#comment-1766</link>
		<dc:creator>relawanindonesia</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:28:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakfari.wordpress.com/?p=545#comment-1766</guid>
		<description>Kami yang ada di daerah sangat bergembira dengan uraian ustad. pada kesempatan ini kami mohon ijin menrbitkan tulisan ustad dalam bentuk bulletin yang kami gratiskan untuk menjelaskan masalah Isue yang menjelekan syiah.

kami mohon juga ustad sudi menanggapi tulisan dihttp://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/11/mengenal-fiqh-syiah-1-hukum-menerima.html tentang hukum menerima donor spermalaki laki ajnabiy ke rahim istri. karena menyangkut fiqih kami sangat kekurangan informasi mohon ustad menanggapi Dan membantah tulisan di blog tersebut.
&lt;strong&gt;
Ibnu Jakfari:&lt;/strong&gt;
Terima kasih. Silahkan. Tentang masaah fikih itu akann kami pelajari artikel Abu jauza terlebih dahulu.
Syukran.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kami yang ada di daerah sangat bergembira dengan uraian ustad. pada kesempatan ini kami mohon ijin menrbitkan tulisan ustad dalam bentuk bulletin yang kami gratiskan untuk menjelaskan masalah Isue yang menjelekan syiah.</p>
<p>kami mohon juga ustad sudi menanggapi tulisan dihttp://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/11/mengenal-fiqh-syiah-1-hukum-menerima.html tentang hukum menerima donor spermalaki laki ajnabiy ke rahim istri. karena menyangkut fiqih kami sangat kekurangan informasi mohon ustad menanggapi Dan membantah tulisan di blog tersebut.<br />
<strong><br />
Ibnu Jakfari:</strong><br />
Terima kasih. Silahkan. Tentang masaah fikih itu akann kami pelajari artikel Abu jauza terlebih dahulu.<br />
Syukran.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Lima Belas Bukti Palsu Khilafah Abu Bakar (6) oleh wong kito galo</title>
		<link>http://jakfari.wordpress.com/2009/06/24/lima-belas-bukti-palsu-khilafah-abu-bakar-6/#comment-1765</link>
		<dc:creator>wong kito galo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 03:12:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakfari.wordpress.com/?p=363#comment-1765</guid>
		<description>@ M Nur 

jika memang pengganti Rasul SAW adalah suatu yang sangat penting, kenapa Rasulullah tidak mengangkat pemimpin setelah beliau?? apakah Rasulullah SAW tidak tau bahwa masalah kepemimpinan setelah beliau adalah penting?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ M Nur </p>
<p>jika memang pengganti Rasul SAW adalah suatu yang sangat penting, kenapa Rasulullah tidak mengangkat pemimpin setelah beliau?? apakah Rasulullah SAW tidak tau bahwa masalah kepemimpinan setelah beliau adalah penting?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Lima Belas Bukti Palsu Khilafah Abu Bakar (9) oleh wong kito galo</title>
		<link>http://jakfari.wordpress.com/2009/10/12/lima-belas-bukti-palsu-khilafah-abu-bakar-9/#comment-1764</link>
		<dc:creator>wong kito galo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 03:07:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakfari.wordpress.com/?p=467#comment-1764</guid>
		<description>saya selalu merasa heran.... jika memang Rasul telah mensabdakan tentang keutamaan keutamaan abu bakar , mengapa abu bakar tidak sedikitpun berhujjah dgn keutamaannya itu waktu perebutan kekuasaan di Saqifah bani Sa&#039;idah ?? 

ada yang bisa menjelaskan??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya selalu merasa heran&#8230;. jika memang Rasul telah mensabdakan tentang keutamaan keutamaan abu bakar , mengapa abu bakar tidak sedikitpun berhujjah dgn keutamaannya itu waktu perebutan kekuasaan di Saqifah bani Sa&#8217;idah ?? </p>
<p>ada yang bisa menjelaskan??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Hadis: “SEMOGA ALLAH TIDAK AKAN MENGENYANGKAN PERUTNYA, YAKNI PERUT MU’AWIYAH”. Adalah Doa Keburukan Nabi saw. Atas Mu’awiyah oleh abu thurab</title>
		<link>http://jakfari.wordpress.com/2008/12/02/hadis-%e2%80%9csemoga-allah-tidak-akan-mengenyangkan-perutnya-yakni-perut-mu%e2%80%99awiyah%e2%80%9d-adalah-doa-keburukan-nabi-saw-atas-mu%e2%80%99awiyah/#comment-1763</link>
		<dc:creator>abu thurab</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 01:13:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakfari.wordpress.com/?p=222#comment-1763</guid>
		<description>para wahabiyyun ini sudah terkena virus muawiyah yang sangat ganas sehingga sangat sulit untuk disembuhkan, tetapi tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya. untuk menyembuhkan mereka harus melalui operasi atau pembedahan, melalui pembedahan ini otak dan hati mereka dikeluarkan kemudian dibersihkan dengan air zam2 yang telah didoain dengan ayat kursi. insya Allah setelah itu mereka siap menerima pencerahan dan kebenaran melalui al-qur&#039;an dan ahlul bayt.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>para wahabiyyun ini sudah terkena virus muawiyah yang sangat ganas sehingga sangat sulit untuk disembuhkan, tetapi tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya. untuk menyembuhkan mereka harus melalui operasi atau pembedahan, melalui pembedahan ini otak dan hati mereka dikeluarkan kemudian dibersihkan dengan air zam2 yang telah didoain dengan ayat kursi. insya Allah setelah itu mereka siap menerima pencerahan dan kebenaran melalui al-qur&#8217;an dan ahlul bayt.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Lima Belas Bukti Palsu Khilafah Abu Bakar (6) oleh M.Nur</title>
		<link>http://jakfari.wordpress.com/2009/06/24/lima-belas-bukti-palsu-khilafah-abu-bakar-6/#comment-1759</link>
		<dc:creator>M.Nur</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 17:19:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakfari.wordpress.com/?p=363#comment-1759</guid>
		<description>Bagus atau tidak suatu tulisan tidaklah penting. Yang jauh lebih penting adalah kemanfaatannya terhadap ummat Islam. 
Memberikan manfaatkah atau sebaliknya. Sehingga penulis harus bertanggung jawab untuk meluruskan pemahaman yang hak disisi Allah kepada ummat. Agar jangan sampai ummat terombang ambing pada keraguan dan kebimbangan akan suatu kebenaran. Jika surat wasiat itu benar atau sebaliknya, maka tidak ada hak bagi ummat setelahnya untuk mencacinya atau mengkritiknya. Karena mereka adalah orang-orang dicintai nabi semuanya tanpa kecuali. Jika bukan Khulafaur Rasyidin yang memimpin ummat setelah rasulullah SAW siapa lagi yang pantas. Apakah yang lebih pantas kaum khawarij atau Murji&#039;ah atau siapa??? Padahal Rasulullah tidak pernah membeda-bedakan diantara keempat sahabat itu dengan sangat rinci secara haq. 
Semua tulisan ini sangat tidak berakhlaq apalagi untuk bisa diambil manfaatnya terhadap ummat.
Walllahu &#039;alam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagus atau tidak suatu tulisan tidaklah penting. Yang jauh lebih penting adalah kemanfaatannya terhadap ummat Islam.<br />
Memberikan manfaatkah atau sebaliknya. Sehingga penulis harus bertanggung jawab untuk meluruskan pemahaman yang hak disisi Allah kepada ummat. Agar jangan sampai ummat terombang ambing pada keraguan dan kebimbangan akan suatu kebenaran. Jika surat wasiat itu benar atau sebaliknya, maka tidak ada hak bagi ummat setelahnya untuk mencacinya atau mengkritiknya. Karena mereka adalah orang-orang dicintai nabi semuanya tanpa kecuali. Jika bukan Khulafaur Rasyidin yang memimpin ummat setelah rasulullah SAW siapa lagi yang pantas. Apakah yang lebih pantas kaum khawarij atau Murji&#8217;ah atau siapa??? Padahal Rasulullah tidak pernah membeda-bedakan diantara keempat sahabat itu dengan sangat rinci secara haq.<br />
Semua tulisan ini sangat tidak berakhlaq apalagi untuk bisa diambil manfaatnya terhadap ummat.<br />
Walllahu &#8216;alam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Lima Belas Bukti Palsu Khilafah Abu Bakar (6) oleh M.Nur</title>
		<link>http://jakfari.wordpress.com/2009/06/24/lima-belas-bukti-palsu-khilafah-abu-bakar-6/#comment-1758</link>
		<dc:creator>M.Nur</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 17:08:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakfari.wordpress.com/?p=363#comment-1758</guid>
		<description>Assalaamu&#039;alaikum.
Tulisan ini tanpa memberikan arahan dan tujuan yang dicapai dalam pembahasan secara panjang lebar. Maka tidak semua pembaca mampu mengambil kesimpulan dan manfaatnya.
Saya menilai tulisan ini tak bertujuan, atau bahkan membuat bingung pembaca dan terkesan membuat Islam dipetak-petakkan dengan membongkar semua dalil dan nash yang mendukung atau menafikannya.
Jika rasulullah SAW pernah bersabda bahwa generasi terbaik adalah generasi setalah beliau. Lalu jika bukan Abu Bakar atau Umar atau Utsman atau Ali yang menggantikan beliau setelah wafat, siapakah yang lebih pantas??? Pembaiatan terhadap Khalifah yang empat adalah bukti bahwa umat Islam setelah rasulullah SAW wafat perlu pengganti untuk menyatukan umat dan memelihara ajaran Tauhid. Walaupun seorang Imam besar atau seorang wali, bila tidak mempunyai kecintaan dan pembelaan kepada Rasulullah dan para sahabat dekatnya (Ahlul Bait dan Assabiquunal Awwalun) tidaklah pantas dikatakan seorang yang wala dan bara&#039;.  Karena akibat perkataannya dan fatwanya akan membingungkan ummatnya. Sehingga terjadilah perpecahan sebagaimana kaum khawarij dan murji&#039;ah yang terpecah-pecah pemahaman akidahnya. 
Semoga semua tulisan dalam blog ini tidak sampai membingungkan ummat sedemikian rupa sehingga, bukan menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT  dan kecintaan kepada rasulullah malah sebaliknya. Nau&#039;dzu billah mindzaalik.
Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada kita sekalian dan terhindar dari segala bentuk kesesatan pemahaman terhadap Islam. 
Wallahu&#039;alam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaikum.<br />
Tulisan ini tanpa memberikan arahan dan tujuan yang dicapai dalam pembahasan secara panjang lebar. Maka tidak semua pembaca mampu mengambil kesimpulan dan manfaatnya.<br />
Saya menilai tulisan ini tak bertujuan, atau bahkan membuat bingung pembaca dan terkesan membuat Islam dipetak-petakkan dengan membongkar semua dalil dan nash yang mendukung atau menafikannya.<br />
Jika rasulullah SAW pernah bersabda bahwa generasi terbaik adalah generasi setalah beliau. Lalu jika bukan Abu Bakar atau Umar atau Utsman atau Ali yang menggantikan beliau setelah wafat, siapakah yang lebih pantas??? Pembaiatan terhadap Khalifah yang empat adalah bukti bahwa umat Islam setelah rasulullah SAW wafat perlu pengganti untuk menyatukan umat dan memelihara ajaran Tauhid. Walaupun seorang Imam besar atau seorang wali, bila tidak mempunyai kecintaan dan pembelaan kepada Rasulullah dan para sahabat dekatnya (Ahlul Bait dan Assabiquunal Awwalun) tidaklah pantas dikatakan seorang yang wala dan bara&#8217;.  Karena akibat perkataannya dan fatwanya akan membingungkan ummatnya. Sehingga terjadilah perpecahan sebagaimana kaum khawarij dan murji&#8217;ah yang terpecah-pecah pemahaman akidahnya.<br />
Semoga semua tulisan dalam blog ini tidak sampai membingungkan ummat sedemikian rupa sehingga, bukan menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT  dan kecintaan kepada rasulullah malah sebaliknya. Nau&#8217;dzu billah mindzaalik.<br />
Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada kita sekalian dan terhindar dari segala bentuk kesesatan pemahaman terhadap Islam.<br />
Wallahu&#8217;alam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Salafiyah Wahhabiyah Pelanjut Misi Sesat Kaum Nawâshib!! (II) oleh M.Subagyo</title>
		<link>http://jakfari.wordpress.com/2009/11/08/salafiyah-wahhabiyah-pelanjut-misi-sesat-kaum-nawashib-ii/#comment-1757</link>
		<dc:creator>M.Subagyo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 17:03:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jakfari.wordpress.com/?p=498#comment-1757</guid>
		<description>Assalaamu&#039;alaikum.
Tulisan ini tanpa memberikan arahan dan tujuan yang dicapai dalam pembahasan secara panjang lebar. Maka tidak semua pembaca mampu mengambil kesimpulan dan manfaatnya.
Saya menilai tulisan ini tak bertujuan, atau bahkan membuat bingung pembaca dan terkesan membuat Islam dipetak-petakkan dengan membongkar semua dalil dan nash yang mendukung atau menafikannya.
Jika rasulullah SAW pernah bersabda bahwa generasi terbaik adalah generasi setalah beliau. Lalu jika bukan Abu Bakar atau Umar atau Utsman atau Ali yang menggantikan beliau setelah wafat, siapakah yang lebih pantas??? Pembaiatan terhadap Khalifah yang empat adalah bukti bahwa umat Islam setelah rasulullah SAW wafat perlu pengganti untuk menyatukan umat dan memelihara ajaran Tauhid. Walaupun seorang Imam besar atau seorang wali, bila tidak mempunyai kecintaan dan pembelaan kepada Rasulullah dan para sahabat dekatnya (Ahlul Bait dan Assabiquunal Awwalun) tidaklah pantas dikatakan seorang yang wala dan bara&#039;.  Karena akibat perkataannya dan fatwanya akan membingungkan ummatnya. Sehingga terjadilah perpecahan sebagaimana kaum khawarij dan murji&#039;ah yang terpecah-pecah pemahaman akidahnya. 
Semoga semua tulisan dalam blog ini tidak sampai membingungkan ummat sedemikian rupa sehingga, bukan menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT  dan kecintaan kepada rasulullah malah sebaliknya. Nau&#039;dzu billah mindzaalik.
Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada kita sekalian dan terhindar dari segala bentuk kesesatan pemahaman terhadap Islam. 
Wallahu&#039;alam.
&lt;strong&gt;
Ibnu Jakfari:&lt;/strong&gt;
Mas kalau berganti nnama mbok selamatan dulu. setelah M. Nur sekarang M. Subagyo.... besok entah apa lagi namanya?
Tapi tidak apalah yang penting konentar Anda itu nyambung dengan tema jangan ngelantur.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaikum.<br />
Tulisan ini tanpa memberikan arahan dan tujuan yang dicapai dalam pembahasan secara panjang lebar. Maka tidak semua pembaca mampu mengambil kesimpulan dan manfaatnya.<br />
Saya menilai tulisan ini tak bertujuan, atau bahkan membuat bingung pembaca dan terkesan membuat Islam dipetak-petakkan dengan membongkar semua dalil dan nash yang mendukung atau menafikannya.<br />
Jika rasulullah SAW pernah bersabda bahwa generasi terbaik adalah generasi setalah beliau. Lalu jika bukan Abu Bakar atau Umar atau Utsman atau Ali yang menggantikan beliau setelah wafat, siapakah yang lebih pantas??? Pembaiatan terhadap Khalifah yang empat adalah bukti bahwa umat Islam setelah rasulullah SAW wafat perlu pengganti untuk menyatukan umat dan memelihara ajaran Tauhid. Walaupun seorang Imam besar atau seorang wali, bila tidak mempunyai kecintaan dan pembelaan kepada Rasulullah dan para sahabat dekatnya (Ahlul Bait dan Assabiquunal Awwalun) tidaklah pantas dikatakan seorang yang wala dan bara&#8217;.  Karena akibat perkataannya dan fatwanya akan membingungkan ummatnya. Sehingga terjadilah perpecahan sebagaimana kaum khawarij dan murji&#8217;ah yang terpecah-pecah pemahaman akidahnya.<br />
Semoga semua tulisan dalam blog ini tidak sampai membingungkan ummat sedemikian rupa sehingga, bukan menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT  dan kecintaan kepada rasulullah malah sebaliknya. Nau&#8217;dzu billah mindzaalik.<br />
Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada kita sekalian dan terhindar dari segala bentuk kesesatan pemahaman terhadap Islam.<br />
Wallahu&#8217;alam.<br />
<strong><br />
Ibnu Jakfari:</strong><br />
Mas kalau berganti nnama mbok selamatan dulu. setelah M. Nur sekarang M. Subagyo&#8230;. besok entah apa lagi namanya?<br />
Tapi tidak apalah yang penting konentar Anda itu nyambung dengan tema jangan ngelantur.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
