Bantahan Untuk haulasyiah: Ali dan Syi’ahnya adalah Sebaik-baik Makhluk Allah (I)

BANTAHAN Atas: haulasyiah “TAFSIR SURAT AL-BAYYINAH AYAT YANG KE 7 menurut syi’ah”

Nisbah Tafsir Kepada Syi’ah

Pertama yang perlu dipertanyakan adalah penisbatan tafsir atas ayat 7 surah al Bayyinah, seperti dalam riwayat yang dikutip kepada tafsir Syi’ah. Apa maksud penisbatan itu? Tidak ada alasan yang disebutkan untuk itu.

 Ada beberapa asumsi yang mungkin dapat diangkat menjadi dasar penisbatan itu.

Pertama, Tafsir itu hanya ada di kitab-kitab tafsir ulama Syi’ah.

Kedua, Tafsir itu diriwayatkan oleh periwayat Syi’ah.

Ketiga, Tafsir itu memuat keutamaan Ahlulbait as. yang sangat diagungkan oleh kalangan Syi’ah (tidak oleh Bakriyah/Salafy/Neo Nawashib).

 

 Itulah asumsi yang dapat dimunculkan sebagai dasar. Mana di antara asumsi itu yang menjadi dasar alasan blog “haulasyiah”. Apakah kerena tafsir itu hanya terdapat di kitab-kitab tafsir Syi’ah? Atau karena ia diriwayatkan oleh periwayat Syi’ah? Atau karena tafsir itu memuat keutamaan Ahlulbait as.?

Sepertinya ketiga alasan itu telah mendorong penisbatan tafsir itu kepada tafsir Syi’ah sehingga ditulis dalam kategori Tafsir Syi’ah.

Tetapi penisbatan itu adalah penisbatan yang zalim dan sekaligus membongkar kedalaman jiwa dan mentalitas kaum Neo Nawashib/Salafy terhadap berbagai keutamaan Imam Ali as. dan Ahlulbait Nabi saw..

· Tafsir Ayat Tersebut Dalam Kitab-kitab Ahlusunnah Wal Jama’ah

Para ulama dan mufasir Ahlusunnah telah meriwayatkan, seperti yang juga dikutip sebagiannya oleh blog “haulasyiah” dalam artikelnya. Di bawah ini akan saya sebutkan beberapa riwayat darinya agar jelas bagi pembaca bahwa penisbatan tafsir itu kepada Syi’ah adalah nisbat zalim yang bertujuan untuk memprovokasi pembaca dan membentuk opini negatif terhadapnya, bahwa tafsir itu adalah tafsir Syi’ah, tafsir ahli bid’ah bahkan tafsir sekte sesat yang sudak kafir!

Dan cara-cara tidak jujur seperti itu sudah menjadi ciri Neo Nawashib/Salafy/Wahhabi dalam dakwah mereka. Dan dengan demikian makin memperjelas motivasi penisbatan itu… bahwa karena tafsir itu memuat keutamaan Imam Ali as., maka itu adalah tafsir Syi’ah, dan setiap hadis keutamaan Ahlulbait as. Adalah patut dicurigai bahkan dituduh sebagai riwayat Syi’ah/Rafidhah.

Di bawah ini riwayat-riwayat para ulama, bukan sebuah riwayat saja:

1. Al-Thabari, salah seorang tokoh terkemuka Ahlussunah, menyebutkan sebuah riwayat yang bersumber dari Muhammad bin Ali, ketika Nabi saw. membaca ayat tersebut beliau bersabda menjelaskan:

أَنْتَ يَا علِيُّ وَ شِِيْعَتُكَ

Mereka adalah kamu, hai Ali, dan Syi ‘ahmu (pen gikutpengikutmu). [1]

2. Ibnu Hajar Al-Haitami menggolongkan ayat ini sebagai salah satu ayat yang turun berkenaan dengan keutamaan Ahlulbait as., ia berkata, “(Ayat ke sebelas); Finnan Allah SWT:

إِنَّ الذينَ آمَنُوا و عَمِلُوا الصالِحاتِ أُولَئِكَ هُمْ خيرُ البَرِيَّةِ.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk” (QS 98:7)[2] 

3. Al-Hafidz Jamaluddin Al-Zarandi meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra.,ia berkata,’Sesungguhnya ketika ayat ini turun, Nabi saw. bersabda kepada Ali:

هُو أَنْتَ وَ شِيْعَتُكَ. تَاْتِيْ أنتَ وَ شيعتُكَ يومَ القيامة راضين مرضِيِّيْنَ، و يأتي عَدُوُّكَ غِضابًا مُقْمَحِيْنَ. قال: و مَنْ عدُوِّيْ؟ قال: مَنْ تَبَرَّأَ منْكَ و لَعَنَكَ.

Dia adalah kamu dan Syi ‘ahmu. Kamu dan Syi’ahmu datang pada hari kiamat dalam keadaan ridha dan diriidhai, sedang musuhmu dalam keadaan murka dan tertelangah. Ia berkata,”Siapa musuhku?” Beliau menjawab,”Orang yang berlepas tangan darimu dan melaknatmu[3].

4. Ibnu Asakir meriwayatkan dan Jabir bin Abdillah ra., ia berkata, “Kita bersama Nabi saw. lalu datanglah Ali as., maka beliau saw. bersabda:

وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ، إِنَّ هَذَا وَ شِيْعَتَهُ لَهُمُ الفائِزُونَ يوم القيامةِ

Demi yang jiwaku ditangan-Nya, sesungguhnya orang ini dan Syi’ahnya benar-benar orang-orang yang beruntung di hari kiamat.

Lalu turunlah ayat tersebut.

Maka para sahabat Nabi saw. apabila Ali datang, mereka berkata, “Telah datang Khairul Bariyyah“.[4]

Dalam riwayat lain, Ibnu Asakir dan Ibnu Adi mengutip hadis dari Abu Sa’id yang ia marfu’kan (sandarkan) kepada Nabi saw.:

عَلِيٌّ خيرُ البَرِيَّةِ

Ali adalah Khairul Bariyyah, Ali sebaik-baik makhluk.

5. Ibnu Murdawih meriwayatkan sebuah hadis dengan sanad bersambung kepada Imam Ali as., beliau berkata,”Rasulullah saw. telah berkata kepadaku, “Tidakkah kamu mendengar firman Allah yang berbunyi:

إِنَّ الذينَ آمَنُوا و عَمِلُوا الصالِحاتِ أُولَئِكَ هُمْ خيرُ البَرِيَّةِ.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk” (QS 98:7)

*

 

هُمْ أنت وَ شيعتُكَ، و مَوْعِدِيْ و مَوْعِدُكم الحوضُ إذا جاءَتِ الأُمَمُ للِحسابِ يومَ القيامة تُدْعَوْنَ غُرًّا مُحَجَّلِيْنَ

Mereka itu adalah kamu dan Syi’ahmu. Tempat perjumpaanku dan kamu adalah telaga, Al-Haudh. Ketika umat manusia untuk hisab, kalian akan dipanggil dalam keadaan berseri-seri/dengan wajah ceria[5].

 Al-Alûsi juga menyebutkan beberapa riwayat yang mendukung bahwa ayat ini turun untuk menjelaskan keutamaan Imam Ali as. dan keluarganya[6].

Inilah sekilas riwayat tafsir ayat tersebut, selain yang telah kami sebut masih banyak lainnya, seperti akan kami sebutkan nanti.

Setelah kami paparkan beberapa riwayat tafsir di atas dari kitab-kitab Ahlulsunnah apa nilai penisbatan yang dilontarkan tanpa dasar oleh Neo Nawashib seperti yang dilakukan dalam blog mereka.

Apakah setiap hadis keutamaan Imam Ali as. dan Ahlulbait dinisbatkan kepada Syi’ah? Lalu kemanakah pengakuan mereka dengan tanpa malu bahwa mereka juga mengagungkan dan memuliakan Ahlulbait?

Adapun pencacatan sanad yang dilakukan dengan mencacat Abu al Jarûd dan meragukan riwayat Imam Muhammad al Baqir as. (imam kelima Syi’ah Imamiyah) adalah hal sia-sia, karena:

Pertama, Tidak semua riwayat itu diriwayat dari jalur Abu al Jarûd.

Kedua, Anggap jalur periwayatan itu terbatas pada Abu al Jarûd, itupun belum cukup alasan untuk menggugurkannya dengan mencacatnya.

(Bersambung Insya Allah)

_____________________________________________________

CATATAN KAKI

[1] Ibid.265.

[2] Al-Shawaiq bab: 11 pasal pertama ayat ke sebelas hal:161.

[3]Riwayat ini juga disebutkan oleh beberapa ulama dalam buku-buku mereka seperti: Al-Zarandi Al-Hanafi dalam Nadmu Simthi Al- Durar: 92 cet. Maktabah Nainawa -Tehran- , Al-Syaukani datam tafsir Fath Al-Qadir.5,477 dari riwayat Ibnu Murdawaih, Al-Suyuthi dalam Al-Durr Al-Mantsur.7,589, dan Al-Syablanji dalam Nur Al-Abhar: 87.

[4] Al-Durr Al-Mantsur.7,589 dan Fath Al-Qadir.5,477.

[5] Ibid.

[6] Tafsir Ruuh al-Ma’ani.15,431.

___________________________________________________________________________

DIBAWAH INI ARTIKEL HAULASYIAH YANG KAMI BANTAH

*

TAFSIR SURAT AL-BAYYINAH AYAT YANG KE 7, menurut syi’ah

إِنّ الّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصّالِحَاتِ أُوْلَـَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيّةِ

“Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal shalih, mereka adalah Khairul Bariyyah (sebaik-baik manusia).”

Siapa yang dimaksud dengan “Khairul Bariyyah”?

Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menyatakan kepada Ali bin Abi Tholib:

“Wahai Ali! Baru saja Jibril ‘alaihis salam menyampaikan kepadaku bahwa yang dimaksud di dalam surat Al Bayinah ayat ke tujuh itu adalah engkau dan para syi’ahmu yang akan datang pada hari kiamat dalam keadaan ridha dan diridhai oleh Allah subhanahu wata’ala.”. Hadits ini disebutkan oleh Al Imam Ath Thobari di dalam tafsirnya, pada ayat ketujuh dari surat Al Bayyinah ini.

Hadits diatas menunjukkan betapa besarnya keutamaan Ali radhiallahu ‘anhu, akan tetapi sayang seribu sayang hadits diatas adalah hadits yang lemah dari beberapa sisi

Yang Pertama: Hadits diatas diriwayatkan dari seorang yang dikenal dengan Abul Jarud (namanya Ziyad bin Al Mundzir asalnya dari negeri Kufah) meriwayatkan dari Muhammad bin ‘Ali bin Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib, jadi Muhammad bin ‘Ali ini adalah cucunya Husain, anaknya ‘Ali bin Abi Thalib.

Ternyata Abul Jarud tersebut yang namanya Ziyad bin Al Mundzir dinyatakan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani di dalam kitabnya “Tahdzibut Tahdzib” dan “Taqribut Tahdzib” sebagai Kadzdzabun Rofidhy (seorang rowi yang pendusta dan beraqidahkan syi’ah rafidhah).

Kemudian Al Imam Ibnu Hibban menyatakan: (Abul Jarud Ziyad bin Al Mundzir) adalah seorang syi’ah rafidhah, dia dikenal sebagai pemalsu hadits dalam perkara-perkara yang menjatuhkan kredibilitas shahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, dan dia juga sering menyebutkan keutamaan-keutamaan ahlul bait yang tidak ada dasarnya, sehingga tidak halal meriwayatkan hadits dari orang tersebut”.

Yang kedua: Para ulama ahli hadits menyebutkan bahwa Muhammad bin Husain adalah seorang tabi’in yang terpercaya, yang memiliki keutamaan dan termasuk fuqaha’ negeri Madinah di jamannya. Di dalam hadits diatas disebutkan bahwa Muhammad bin ‘Ali langsung meriwayatkan hadits dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, padahal beliau yang dijuluki dengan Muhammad Al Baqir tidak pernah bertemu dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Maka hadits ini disebut dengan hadits mursal di dalam ilmu mushtholahil hadits, dan hadits mursal tidak bisa diterima sebagai landasan (hadits dha’if).

Yang ketiga: Di dalam riwayat lain disebutkan bahwa Muhammad bin ‘Ali meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Tholib (kakeknya), akan tetapi sayang ulama’ ahli hadits menyebutkan bahwa beliau tidak pernah bertemu dengan ‘Ali bin Abi Tholib.

 

Inilah hadits yang sering dipakai oleh kaum syi’ah rafidhah untuk mendukung madzhabnya. Dan telah kita ketahui bahwa hadits tersebut lemah dan tidak dapat dijadikan sebagai sandaran. Wallahu ‘alam

Transkip: dari ta’lim Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh, dengan tema “Kedustaan Agama Syi’ah” dengan sedikit perubahan kalimat yang tidak merubah makna”.

5 Tanggapan

  1. Saya jadi bingung terhadap mereka yang selalu bersikap sinis kepada setiap keutamaan keluaga nabi dan menuduhnya sebagai syiah… dikit-dikit dibilang syiah… nyebutin keutamaan sayyidina Ali ra. dibilang syiah!
    saya besar dilingkungan Ahlusunnah wal jama’ah (ASWAJA)tulen, dan saya sering ortu-ku dan guru-guruku seka memunji Ahlu bait nabi…
    jadi kalau ada yang tidak simpatik kepada ahlu bait pasti dia bukan Ahlusunah, mungkin keturunan khawarij atau munafik.

    -Ibnu Jakfari yaqul-

    Kami yakin bahwa saudara-saudara kami kalangan Ahlusunnah juga sangat mencintai dan menghormati Ahlulbait as., tetapi kalangan New Nawashib memang selalu sinis terhadap Ahlulbait as. jadi kita semua harus waspada terhadap sikap-sikap mereka, sebab mereka selalu memakai nama Ahlusunnah.

    Pembenci Ali dan Ahlulbait adalah munafik

  2. Buat Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh.
    Salam ustadz.
    Saya berharap dari para ustadz itu dalam ceramah-ceramahnya itu memberikan sesuatu yang terbaik untuk Umt Sayyidina Rasulillah SAW. bukan menfitnah satu golongan tertentu dengan dorongan kebencian kita kepada mereka.
    Usdtadz menyebut tafsir ayat diatas adalah tafsir Syiah, tapi ternyata riwayat hadisnya ada dibuku ulama Ahlusunnah sendiri, lalu apa jawaban Ustadz?
    Apa setiap hadis fadhail Imam Ali -karramalah wajhahu- dibilang produksi orang Syiah? Itu jelas tidak ilmiah ustadz.
    Saya berharap ada bantahan di sini atau di blog haulasyiah milik saudara-saudara kita pembenci Syiah itu. kami ini ingin sekali menyaksikan dan kemudian menimbang dalil-dalil kedua pihak yang berselisih ini.
    Terima kasih, semoa ustadz berkenan menjawab, di blog ini atau di blog haulasyiah, saya sering kunjung ke sana juga.

  3. Beginilah Kalian Wahai Pendusta, kalian mencela Ahlus Sunnah namun kalian memakai perkataan Ahlus SUnnah. berani sekali kalian memakai perawi dari kalangan sahabat yang kalian kafirkan untuk menguatkan kesesatanmu, berani sekali kalian mengambil perkataan Ulama Ahlus Sunnah untuk menghantam Ahlus Sunnah dan membenarkan Ajaran Sesat Syi’ahmu itu, Islam tidak Sama dengan Syi’ah, Wahai Kadzab “Bertaubatlah Wahai Syi’ah, sebelum Ajalmu tiba, kembalilah kepada Islam yg murni kepangkuan Ahlus Sunnah, Suni Salafy itulah Fitrah seorang Manusia” mana bukti cinta kalian terhadap Nabi, Ahlul Bait sedang kalian saja berselawat masih di singkat SAW, RA dan bahkan lebih parah lagi dengan Tuhan sendiri masih di singkat SWT. Wahai Kadzab dimana Rasa Malumu apa karena Hawa Nafsu telah mendahuluimu sehingga rasa malupun telah hilang dari Jiwamu, jika demikian maka sudah rusaklah dirimu, Semoga Alloh menghindarkan kita dari Jiwa-jiwa yang Rusak lagi Kotor.

    Ketahuilah Cukuplah Kami menghormati Seluruh para sahabat terutama Khulafa Rasyidin, tidak membicarakan kesalahan para sahabat karena mereka adalah orang-orang yang telah diampuni dosa2nya dahulu dan yang akan datang, Alloh ridho terhadap mereka dan merekapun ridho kepada Alloh(Al ‘Aqidah Al Wasithiyyah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah). cukuplah Sabda Nabi kami Shalallohu ‘Alahi Wa Salam yg mengatakan keutamaan Ali Radhiyallohu Anhu SEBAGAI BENTUK BERLEPAS DIRINYA KAMI DARI GOLONGAN NAWASHIB , Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada ‘Ali : “Pasti besok aku akan menyerahkan bendera (perang) ini -atau pasti akan memegang bendera ini (dalam pertempuran)- seseorang yang dicintai oleh Allah dan dicintai pula oleh Rasul-Nya, serta orang tersebut adalah orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan Allah akan beri kemenangan melalui kepemimpinannya.” inilah Aqidah Kami Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, PERHATIKANLAH!!! Wahai orang yg mengaku Ahlus Sunnah namun kosong dari pembuktian, Katanya hidup di lingkungan ASWJ Tulen tp gak mengerti hakikat hal ASWJ. inilah Aqidah Ahlus SUnnah inilah Aqidah Imam Madzhab kalian, kenapa kalian berbeda dengan Imam Kalian, Wahai Orang yg mengaku Ahlus Sunnah Belajarlah Ilmu Dienmu Semoga Alloh memberikan Ilmu dan kepahaman Agama ini terhadapmu.

    inilah Jawaban kami wahai orang yg mengaku pencinta nabi -buktikanlah bahwa dirimu mencintai nabi dengan mengikuti ajaran nabi Shallallohu ‘alahi wa Salam- Pengakuan tanpa bukti adalah sia-sia:
    Semoga Alloh merahmati Imam Ahlus Sunnah ketika mengatakan “Setiap Perkataan bisa di terima dan di tolak kecuali penghuni Kubur ini (Makam Rasulullah Shalallohu ‘alahi Wa salam)

    -Ibnu Jakfari-

    Sudah kami jawab.

  4. […] Ali dan Syi’ahnya adalah Sebaik-baik Makhluk Allah (I) Bantahan Untuk Blog “Haulasyiah” […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: