Membantah Tuduhan Salafy – Wahabi Atas: Hadis Safinah Dha’if ?!

Bantahan Atas Para Salafy-Wahabi Yang memvonis “Hadis Safinah” (Perumpamaan Ahlul Bait Seperti Kapal Nabi Nuh as.) Dhoif?

Oleh Ibnu Jakfari:

Kebiasaan musuh-musuh Ahlulbait as. adalah mendustakan hadis-hadis sahih keutamaan mereka. Sikap dan kegemaran Neo Nawashib/Salafi/Wahhabi dalam mendha’ifkan hadis-hadis shahih adalah bukti nyata antipati mereka terhadap Ahlulbait Nabi as.

Hadis Safinah (Perumpamaan Ahlul Bait Seperti Kapal Nabi Nuh as) salah satu hadis yang mereka cacat!

Marilah kita telaah pencacatan mereka dan sanggahan kami.

Hadits Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu:

مَثَلُ أَهْلِ بَيْتِي مَثَلُ سَفِيْنَةِ نُوْحٍ مَنْ رَكِبَهَا نَجَا وَمَنْ تَخَلَّفَ عَنْهَا غَرَقَ

(Perumpamaan Ahlul Bait-ku seperti kapal Nabi Nuh, barangsiapa yang menaikinya pasti dia selamat dan barangsiapa yang enggan untuk menaikinya, maka dia akan tenggelam (binasa).”

Keterangan:

Hadits ini dha’if (lemah) walaupun diriwayatkan dari beberapa sanad (jalan). Beberapa ulama pakar hadits seperti Al-Imam Yahya bin Ma’in, Al-Bukhari, An-Nasaa`i, Ad-Daruquthni, Adz-Dzahabi dan beberapa ulama yang lainnya telah mengkritik beberapa rawi (periwayat) hadits tersebut. (Lihat Silsilah Adh-Dha’ifah no.4503 karya Asy-Syaikh Al-Albani)

Sumber: Buletin Islam Al Ilmu Edisi 30/I/II/1425, Yayasan As-Salafy Jember.

(Dikutip dari Bulletin Al Wala’ wa Bara’, Edisi ke-11 Tahun ke-3 / 11 Februari 2005 M / 02 Muharrom 1426 H. Diterbitkan Yayasan Forum Dakwah Ahlussunnah Wal Jamaah Bandung. Url sumber :

http://salafy.iwebland.com/fdawj/awwb/read.php?edisi=11&th=3)

http://salafy.iwebland.com/fdawj/awwb/read.php?edisi=11&th=3)

Dan termasuk yang melemahkan “Hadis Safinah” ini, adalah blog “haulasyaiah” artikel ditulis di/pada Agustus 27th, 2007

______________

Dari lorong desa Harrân menyeruak suara sumbang yang dipekikkan seorang Anak Taymiah yang mendustakan kesahihan Hadis Safinah yang telah diriwayatkan dari banyak sahabat melalui berbagai jalur yang saling menguatkan. Maka di sini suara sumbang itu telah dijadikan nyanyian oleh segelintir kelompok yang mengaku sebagai “Pembela Sunnah” yang bertugas sebagai pelestari cita-cita bani Umayyah yang bertekad bulat untuk mengubur hadis-hadis suci keutamaan Ali dan Ahlulbait Nabi as.

Ibnu Taimiyah berkata:

“Adapun ucapannya: ‘Perumpamaan Ahlubaitku seperti bahtera Nuh.’ Ia tidak dikenal memiliki isnad sahih dan tidak dikenal dalam kitab-kitab hadis yang dijadikan sandaran, walaupun telah diriwayatkan oleh orang-orang yang biasa meriwayatkan yang semisalnya dari kalangan pemungut kayu bakan dikegelapan malam, yang biasa meriwayatkan hadis-hadis palsu, maudhû’at.” [1]

Suara sumbang Ibnu Taymiah itu kembali disuarakan oleh sebagian kalangan dengan berusaha mencacat sebagian periwayatnya.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa hadis Safinah dengan berbagai redaksinya telah diriwayatkan para ulama besar dan muhaddis Ahlulasuuah dari delapan sahabat Nabi saw.:

1. Imam Ali as.

2. Abu Dzar Al-Ghifari ra.

3. Abdullah bin Abbas ra.

4. Abu Said Al-Khudri ra.

5. Abu Thufail Amir bin Watsilah ra.

6. Salamah bin Al-Akwa’.

7. Anas bin Malik.

8. Abdullah bin Zubair.

Kualitas Hadis Safinah:

Sedangkan dari sisi sanad, riwayat-riwayat hadis ini saling menguatkan satu sama lain. Para ulama telah mensahihkan banyak jalurnya, sementara sebgaian lainnya adalah hadis hasan.

Ibnu Hajar dalam Shawa’iq-nya[2] berkata:

“Dan telah datang dari jalur yang cukup banyak, sebagiannya menguatkan yang lain, bahwa Nabi saw. bersabda:( مثل اهل بيتي ) Dalam riwayat lain: إِنَّمَا مَثَلُ اَهْلِ بَيْتِيْ Dalam riwayat lain: إِنَّ مَثَلَ اَهْلِ بَيْتِيْ Dalam riwayat lain:

اَلاَ إِنَّ مَثَلَ اَهْلِ بَيْتِيْ فِيْكُمْ مَثَلُ سَفِيْنَةِ نُوْحٍ فِيْ قَوْمِهِ، مَنْ رَكِبَهَا نَجَا، وَمَنْ تَخَلَّفَ عَنْهَا غَرِقَ.

Dalam riwayat lain:

مَنْ رَكِبَهَا سَلِمَ وَمَنْ تَرَكَهَا غَرِقَ

Dalam Syarah al Hamaziyahnya, Ibnu Hajar kembali menegaskan, “Dan telah sahih hadis:

إنَّ مَثَلُ أَهْلِ بيتِيْ مثلُ سَفِيْنَةِ نُوْحٍ ، مَنْ رَكِبَهَا نَجَا، وَ مَنْ تَخَلَّفَ عنها هَلَكَ.

Syeihk Muhammad bin Shabbân dalam kitabnya Is’âf Al-Raghîbîn [3] berkata,” Sekolompok penulis buku sunan telah meriwayatkan dari beberapa sahabat bahwa Nabi saw. bersabda:

مَثَلُ اَهْلِ بَيْتِيْ كَسَفِيْنَةِ نُوْحٍ مَنْ رَكِبَهَا نَجَا وَمَنْ تَخَلَّفَ عَنْهَا هَلَكَ

Sayyid Zaini Dahlan berkata dalam kitab Al Fadhlu Al Mubin Fi Fadhail Al Khulafa’ ar Rasyidiin Wa Ahlilbait ath Thahiriin [4], “Dan telah sahih dari jalur yang banyak bahwa beliau saw. bersabda:

َّإِنَّما مَثَلُ أَهْلِ بيتِيْ مثلُ سَفِيْنَةِ نُوْحٍ ، مَنْ رَكِبَهَا نَجَا، وَ مَنْ تَخَلَّفَ عَنها غَرِقَ

Dalam redaksi lain: هَلَكَ.

Dan:

مَثَلَ اَهْلِ بَيْتِيْ فِيْكُمْ كمثلِ باب حطَّةِ في بني إسرائيل، من دخلهُ غُفِرَ لَهُ.

Perumpamaan Ahlulbaiku laksana pintu pengampunan di kalangan bani Israil, siapa yang memasukinya ia pasti diamini.

Syeikh Muhammad ibn Yusuf Al Tunisi Al Maliki (yang dikenal dengan Al Kâfi) berkata dalam As saiful Yamani al Masluul fi ‘Unuqi Man Yath’anu Fi Ashhaabir Rasuul, “Bazzar meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Abu Daud meriwayatkan dari Ibnu Zubair, Al Hakim meriwayatkan dari Abu Dzarr dengan sanad yang hasan-:

مَثَلَ اَهْلِ بَيْتِيْ فِيْكُمْ مثلُ سَفِيْنَةِ نُوْحٍ ، مَنْ رَكِبَهَا نَجَا، وَ مَنْ تَخَلَّفَ عَنها غَرِقَ

Dan setelah panjang lebar beribcara, ia melanjutkan “Dan hal itu ditunjukkan oleh hadis masyhur yang disepakati penukilannya:

مَثَلَ اَهْلِ بَيْتِيْ فِيْكُمْ مثلُ سَفِيْنَةِ نُوْحٍ ، مَنْ رَكِبَهَا نَجَا، وَ مَنْ تَخَلَّفَ عَنها غَرِقَ

Ia adalah hadis yang dinukil oleh dua kelompok besar dan di sahihkan oleh dua mazahab. Tiada jalan bagi yang mencacatnya. Dan hadis yang semisal itu banyak.”[5]

Demikian juga ditegaskan oleh para ulama’ lain seperti Syeh Yusuf Al-Nabhani dalam kitab Syaraf Mu’abbadnya.[6]

Hadis Safinah ini telah dirwayatkan oleh belasan ulama dan Ahli Hadis serta para penulis kitab-kitab hadis yang menjadi sandaran, di antaranya:

1. Imam Ahmad.

2. Al Bazzâr.

3. Abu Ya’la.

4. Ibnu Jarir ath Thabari.

5. An Nasa’i.

6. Ath Thabarani.

7. Ad Dâruquthni.

8. Al Hakim.

9. Ibnu Mardawaih.

10. Abu Nu’aim al Isfahani.

11. Al Khathib al Baghdadi.

12. Abu al Mudzaffar as Sam’âni.

13. Ibnu al Atsir.

14. Muhibbuddin ath Thabari.

15. Adz Dzahabi.

16. Ibnu Hajar al Asqallani.

17. As Sakhawi.

18. As Suyuthi.

19. Ibnu Hajar al Haitami al Makki.

20. Al Muttaqi al Hindi.

21. Al Qâri.

22. Al Munnâwi. Dll.

Apabila mereka dianggap oleh Ibnu Taymiah sebagai huthâbul lail, pemungut kayu bakar di tengah malam, maka ahlan wa sahlan, kami tidak keberatan.

Dan diantara sanad ini yang kuat dan mu’tabarah adalah:

1. Riwayat jalur al Hakim yang beliau sahihkan berdasarkan syarat Imam Muslim.

2. Riwayat yang dikerluarkan al Khathib at Tabrîzi dalam Misykat al Bashâbih-nya, sebab ia telah menetapkan bahwa ia hanya akan meriwayatkan hadis-hadis yang sahih atau hasan, seperti al Baghawi, penulis Mashâbih as Sunnah- induk kitab Misykat al Bashâbih.

3. Riwayat jalur ath Thabarani dalam al Mu’jam ash Shaghîr-nya, ia berkata: Muhammad ibn Abdul Aziz ibn Muhammad ibn Rabi’ah al Kilâbi menyampaikan hadis kepada kami, ia berkata, ayahku menyampaikan hadis kepada kami, ia berkata, Abdur Rahman ibn Abi Hammâd al Muqri menyampaikan hadis kerpada kami, dari Abu Salamah ash Shâigh dari ‘Athiyah dari Abu Said al Khudri, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda:

إِنَّما مَثَلُ أَهْلِ بيتِيْ فِيْكُمْ مثلُ سَفِيْنَةِ نُوْحٍ ، مَنْ رَكِبَهَا نَجَا، وَ مَنْ تَخَلَّفَ عَنها غَرِقَ. و إِنَّما مَثَلُ أَهْلِ بيتِيْ فِيْكُمْ مثلُ بابِ حِطَّةٍ في بنِيْ إسرائيل مَنْ دَخَلَهُ غُفِرَ لَهُ.

Sesungguhnya perumpamaan Ahlulbaitku di tengah-tengah kalian bagaikan bahtera Nuh, barang siapa menaikinya ia selamat dan barang siapa meninggalkannya ia pasti tenggelam. Dan sesungguhnya perumpamaan Ahlulbaitku di tengah-tengah kalian bagaikan pintu pengampunan di kalangan bani Israil barang siapa masuk ke dalamnya maka ia pasti diampuni.

Tidak meriwayatkan dari Abu Salamah kecuali Ibnu Abi Hammâd, ia menyendiri dengan riwayat Abdul Aziz ibn Muhammad.[7]

Para perawi pada sanad di atas tidak dipermasalahkan selain ‘Athiyah… dan ia adalah perawi yang dipakai Imam Bukhari dalam kitab al Adab al Mufrad, Abu Daud dalam Sunan-nya, an Nasa’i dalam Sunan-nya, Ibnu Mâjah dalam Sunan-nya dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya.‘Athiyah telah ditsiqahkan oleh Ibnu Sa’ad. Ibnu Main berkata tentangnya, “Shalih.” Al Bazzâr berkata, “Ia tergolong berfaham Syi’ah, para pembesar meriwayatkan darinya. Abu Hatim dan Ibnu Adi berkata, “Hadisnya boleh ditulis. Ringkas kata, ‘Athiyah adalah perawi yang diandalkan banyak penulis kiab Shahih dan Musnad, dan Al Bukhari dalam al Adab al Mufrad. Sementara itu sebagian ulama jarh dan ta’dîl menpermasalahkannya karena kesyi’ahannya, tidak lebih dan hal demikian tidak dapat mencacatnya.

4. Adapun hadis riwayat al Hakim yang beliau sahihkan berdasarkan syarat Imam Muslim, maka adz Dzahabi menyetujinya, hanya saja ia mengatakan, “Aku berkata, ‘Mufadhdhal telah diriwayatkan darinya oleh at Turmudzi saja, mereka mendha’ifkannya.” Jadi sebenarnya jalur ini berdasarkan syarat Muslim dan seorang perawinya adalah perawi andalan at Turmudzi…

Adapun kata-katab adz Dzahabi, ‘mereka mendha’ifkannya’ maka kami tidak melihat adanyan alasan untuk vonis itu, dari memperhatikan komentar para penjarh dapat dimengerti bahwa pencacatan itu sebenarnya lebih tertuju kepada hadis-hadis yang ia riwayatkan bukan kepada pribadinya, seperti mereka mengatakan, munkarul hadîts/hadisnya munkar, bahkan tidak semua hadis riwayatnya munkar.

Ibnu Adi berkomentar, “Hadis riwayatnya yang paling munkar sepanjang yang aku saksikan adalah hadis (riwayat) al Hasan ibn Ali, sementara hadis-hadisnya yang lain saya berharap lurus.”[8]

Sedangkan hadis Safinah di atas bukan dari riwayat al hasan ibn Ali, maka dengan demikian sanad hadis itu adalah sahih.

5. jalur lain yang juga sahih adalah riwayat jalur para ulama’ dan ahli hadis, diantaranya al Bazzâar, ath Thabarani dari Ibnu Abbas ra. jalur tersebut tidak dipermasalahkan kecuali dari sisi al hasan ibn Abi Ja’far.[9]

Dan perawi yang satu ini telah diandalkan oleh Abu Daud ath Thayâlisi, Ibnu Mahdi, Yazid ibn Zurai’, Utsman ibn Mathar, Muslim ibn Ibrahim, dan sekelompok ahli hadis, dan yang demikian itu bukti keagungannya.

Muslim ibn Ibrahim berkata, “Dia adalah tergolong manusia terbaik.”

Amr ibn Ali berkata, “Ia shadûq (jujur).”

Abu Bakar ibn Abi al Aswad berkata, “Tadinya Ibnu Mahdi meninggalan hadisnya tetapi kemudian ia meriwayatkan darinya.”

Ibnu Adi berkata, “Al hasan ibn Abi Ja’far, hadis riwayatnya adalah baik, shâlihah, dan ia meriwayatkan hadis-hadis yang aneh, gharâib, dan menurutku ia bukan tergolong orang yang menyengaja berbohong, ia jujur, shadûq.”

Ibnu Hibbân berkata, “Ia tergolong orang-orang baik dan sedernaha dalam hidupnya, ia termasuk hamba yang rajin beribadah dan doanya selalu diijabahkan.”[10]

Dengan demikian dapat dipastikan jalur ini sahih.

Dari keterangan singkat ini dapat dimengerti bahwa apa yang dikatakan Nashiruddin al Albâni adalah tidak berdasar. Wal hamdulillah Rabbil ‘Alâmîn.

CATATAN KAKI

[1] Minhâj as Sunnah,4/105.

[2] Al-Shawaiq Al-Muhriqah:152 dan186.

[3]Is’âf Al-Raghîbîn:120.

[4] Dicetak dipinggir kitab Sirah Dahlaniyah, bab Dzlkru Fadhail Ahlilbait –alaihimus salaam-..

[5] As Saiful Yamani al Maslûl fi ‘Unuqi Man Yath’anu Fi Ashhâbir Rasûl:9.

[6] hal 18.

[7] Al Mu’jam Al Shaghir:2/22.

[8] Mîzân al I’tidâl,4/167.

[9] Baca majma’ az Zawâid,9/168.

[10] Untuk semua komentar di atas rujuk Tahdzîb at Tahdzîb,2/260.

18 Tanggapan

  1. Salam pak Ibnu Jakfari.Senagn berkunjung ke sini…. banyak informasi baru yang didapat… bermanfaat..
    Dengan menyimak tulisan ini, saya jadi yakin bahwa salah satu ciri orang-orang salafiah adalah kecenderungan mendhoifkan hadis fadhoil Ali ra. walaupun ia dishahihkan banyak ulama… mereka lebih senang dan lebih tertarik memilih pendapat yang mendhoifkan ketimbang yang menshohihkan… itu keliahatan jelas di sini dan di banyak kesempatan… dikit-dikit hadis ini atao itu dhoif, mungkar, mursal, munqoti’ dll.
    Dasar benci sih, jadi tidak demen kalau ada hadis keutamaan ahlul bait nabi

    Ibnu Jakfari yaqul:
    Benar, memang demikian kenyataannya, seperti Syeikh Al bani kebanggaan mereka.

  2. saya baru saja mebuka blog haulsyiah, itu loh blog ygang menggugat syiah, wah gerem banget, syukurlah blog ini bisa mengantisipasikannya, tolong deh, ada jawaban2 dari kita pihak ahlul bayt untuk mengerem fitnahan2 dr blog tsb

  3. Setiap ada hadis keutamaan Ahlul Bait Nabi as. lalu komentar ulama bebeda, ada yang menshahihkan dan ada yang menolak, pasti kelompok Wahhabi cenderung berpihak kepada yang menokaknya.Itu adalah bukti kuat bahwa mereka adalah pembnenci keluarga suci Nabi saw.
    tetapi kalau hadis plsu keutamaan musuh-musuh Ahlul Bait, seperti Mu’awiyah, Amr bin Ash dkk. pasti mereka berusaha sekuat tenaga menshahihknya walaupun dengan dasar POKOE begitu! POKOE SHAHIH kata si alim itu atau si muhaddis anu!!
    Ini harus kita jadikan tolok ukur yang memsihahkan antara Ahlusunnah dan Wahhabi/ Nawashib Medern!
    Kami Ahlusunnah bukan pembenci Ahlu Biat… kami mencintai dan menerima hadis-hadis keutamaan Ahlul Bait…

    Ibnu Jakfari Yaqul:

    Itu adalah sikap yang selalu ditanpakkan kaum Nawashib (para pembenci Ahlulbait as.) di setiap zaman. Imam Syafi’i pernah mengeluhkan hal itu dengan bait-bait syairnya.

  4. hadist mengenai imam ali a,s dikatakan dhaif tetapi hadist mengenai muawiyah dikatakan shahih…saya berharap khususnya para wahaby lokalan agar diberi hidayah oleh allah SWT..

  5. wah ini blog syiah ya???membingungkan umat,daripada saling menghujat, mendingan kita perbaiki saja ibadah kita…kalu merasa paling benar,wah gak akan selesai masalahynya…kita buktiakan saja di akhirat

  6. @woooo…
    lama mas nunggu di akhirat keburu orang2 wahabi merusak agama Islam ini mas.apa mau mas kalau wahabi mengganti agama Islam dengan agama Wahabi…ini bukan ajang hujat menghujat mas tapi ajang mencari kebenaran yang hakiki..gitu..kalau mas ndak mau cari yang kebenaran yang hakiki ya silahkan aja gabung sm antek2 amerika ini mas.

  7. numpang komentart dikit pak ibnu, maaf baru tau kalo ada blog ini. saya salut dengan data2 ini…. saya heran sekali oleh ulama” salafy yang mau menutup kemuliaan ahlul bayt dengan mengorek2 hadist2 ttg ahlul bayt. dan yang lebih heran lagi di hati mereka itu ada ahlul bayt atau ada musuh2 ahlul bayt yang mereka idolakan…. jangan2 salafy yang sekarang ini udah skenario bersama untuk memusuhi ahlul bayt dan pecintanya.
    wallahu a’lam

  8. Eh bagaimanapun orang awam seperti saya juga tau kalo agama syiah itu sesat. Kok ada sih perayaan bacok-bacokan ditengah jalanan?? banayk bukti di youtube.com . Kalo sampai di indonesia agama seperti ini kami perangi. Aneh !!

    amit2

  9. ^ inilah bukti-bukti nawasib berkedok awwam.

    judul topik disini : “Membantah Tuduhan Salafy – Wahabi Atas: Hadis Safinah Dha’if ?!”

    loh kok dikait-kaitkan dengan bacok2an di youtube?

    semoga dendam anda yg kesumat itu tidak sampai menjadikan moncong anda menjadi hitam diakhirat kelak….

  10. Maaf saya copas dari blog salafytobat, kiriman dari

    ___________
    Ibnu Jakari:

    Ma’af akhi kami tidak menerima Copas

  11. Ahlulbait yg ssuai sunnah yg msti jd panutan. Jd kturunan Nabi tak maksum, sprti kan’an.

  12. Subhanallah

    Saya kurang memahami dengan para salafi..
    mereka tiba2 datang dan mengobrak-ngabrik pola pikir qta…

    Kitab safinah sendiri di dhaifkan, padahal orang tua qta turun temurun dari zaman wali .. sampai sekarg mempelajarinya dan tak ada masalah dalam tatanan masyarakat pd waktu itu

    dan itu Kondusif, sdgkan ajrn2 salafi ini bikin sesuatu di masyrkt skrg ini tdk kondusif !!

    Saya rasa bagus mempelajari Kitab safinah
    sbgai pembeda.

    dan ini sudah tidak asing, apalagi di jawa Barat, sdgkan salafi mandeg perkembangnnya ..,

    masyrkt indnesia zaman ini lebih memilih yang sulit.. ketimbang menerima pelajaran islam dari org tua mreka,,, yang sdh dpljri sjk awal msknya islam ke Indnesia

  13. yang jelas Syiah salafi Sama saja!!
    Saya mah keluaran pesantren K.H Zaenal Mustafa Tasikmalaya, Tokoh favorit saya di Indonesia adalah K.H Zaenal Mustafa.. sudah terbukti Ko lantas kenapa cari yang susah dan kontroversial di Indonesia ini apakah anda2 salafi – syiah akan menginjak2 kehormatan Tokoh2 Sejarah Islam di Indonesia yang sangt bejasa menybrkan ajaran Islam sampai bnyk sperti sekrg????
    jika ingin menyebarkan syiah silahkan di Irak Sajaa.. Kita di Indonesia menganut Ahlussunnah .. dan bermahzab Imam syafii titik!

    Masalah siapa yang benar Hanya ALLAH yang tahu!
    wass

    • Islam kok ada ahlussunah indonesia lucu yah mas sadar indonesia Islam saja baru abad ke 10 masehi…Pantas No Progress..negara terbelakang…Terbukti sampai saat ini…Kemana para Ulama dan Umaro sampean ?!

  14. yasinan, tahlilan, ngalap berkah kuburan wali apa itu yang anda anggap islam? …itukah yang kalian maksud sunnah rasul?…aneh islam dah sempurna bikin syariat baru..bid’ah bos itu namanya

    Ibnu Jakfari:

    Latihkan diri Anda menjadi orang terhormat dengan tidak menyimpang dari tema!

  15. wek wek wek ternyata pengikut muawiyah banyak juga yak, mencoba jadi cheerleader aliran manjat salak, berdasarkan pemahaman salahfunboleh ….. wek wek wek

  16. […] Membantah Tuduhan Salafy – Wahabi Atas: Hadis Safinah Dha’if ?! Bantahan Untuk Blog “Haulasyia… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: