Ibnu Rahawaih: Tidak Sahih Satupun Dari Hadis Keutamaan Mu’awiyah.

Ibnu Rahawaih: Tidak Sahih Satupun Dari Hadis Keutama’an Mu’awiyah.

Bantahan atas artikel Blog “haulasyiah”

SEKELUMIT TENTANG KEUTAMA’AN MUAWIYAH BIN ABI SUFYAN

Tentang Hadis Keutamaan Mu’awiyah ibn Abi Sufyân

Di antara ciri kaum Nawashib di masa silam maupun sekarang ialah apabila disebut keutamaan dan keistimewaan Ali as., mereka bercepat-cepat mengingkarinya, itu pasti mereka lakukan selagi mereka bisa, dan apabila pintu pengingkaran tertutup di hadapan mereka, maka penta’wilan dengan ta’wilan yang menyimpang, dan apabila jalan ini juga tertutup, maka mereka berusaha membuat-buat hadis palsu keutamaan musuh-musuh Imam Ali as. untuk dijadikan tandingan… dan dikemudian hari kaum Nawashib kontemporer bekerja keras menyebar luaskan hadis-hadis palsu itu.

Hadis-hadis palsu itu tersebar luas di kalangan para pemuja bani Umayyah di setiap generasi. Mereka mewairskannya generasi demi generasi, dan di atara hadis palsu itu adalah riwayat-riwayat keutamaan Mu’awiyah ibn Abi Sufyân.

Al Mubarakfûri -pensyarah kitab Sunan at Turmudzi- menegaskan, “Ketahuilah bahwasannya telah datang banyak riwayat hadis tentang keutamaan Mu’awiyah, akan tetapi tidak ada darinya yang sahih sanadnya”. Demikian ditegaskan Ishaq ibn Rahawaih dan an Nasda’i serta para ulama selain keduanya.

Dan Abu ‘Ashim telah mengarang sebuah buku tentang keutamaannya (Mu’awiyah), demikian juga dengan Abu Amr, Ghulam Tsa’lab dan Abu Bakar an Naqqâsh. Ibnu al jauzi telah menyebutkan dalam kitab al Maudh’ât-nya beberaa hadis yang mereka sebutkan, kemudian beliau menyebutkan dengan sanad bersambnung keada Ibnu Rahawaih bahwa ia berkata, ‘Tidak sahih satupun dari hadis keutamaan Mu’awiyah. Ibnu al Jauzi juga meriwayatkan dari jalur Abdullah putra Imam Ahmad, bahwa ia bertanya kepada ayahnya, ‘Apa pendapatmu tentang Ali dan Mu’awiyah? Maka beliau menundukkan kepalanya sejenak kemudian berkata: ‘Ketahuliah bahwa Ali banyak musuhnya, maka musuh-musuhnya mencari-cari kesalahannya namun mereka tidak menemukannya, lalu mereka mengangkat dan memuja-muja orang yang telah memeranginya sebagai bentuk makar dari mereka terhadap Ali.’” Al Mubarakfûri menerangkan maksud ucapam Imam Ahmad itu dengan hadis-hadis palsu tentang Mu’awiyah yang dibuat-buat oleh mereka (musuh-musuh Ali as.) yang sama sekali tidak punya asal muassal. Demikian diterangkan dalam Fathu al Bâri.

Maka dari ketarnagn para ulama itu jelaslah bagi kita bahwa hadis-hadis palsu itu adalah hasil kejahatan musuh-musuh Imam Ali as. dalam upaya mereka untuk meluapkan kedengkian mereka kaepada Imam Ali as.

Dan yang tidak boleh kita lupakan ialah bahwa Mu’awiyah memiliki andil besar dalam pemalsuan tersebut. Itu semua tidaklah heran bagi kita, memang musuh-musuh Ali as. pasti akan berbuat dengan segala cara dan upaya untuk menjatuhkan Ali as. dan atau mengunggul-unggulkan musuh-musuh Imam Ali as., akan tetapi yang mengherankan adalah setelah terbukti bahwa hadis-hadis seprti itu adalah palsu di mata ulama besar Ahlusnnah masih ada orang yang mangaku Ahlusunnah menyebarluaskan hadis-hadis palsu itu atas nama Nabi mulia saw. dan berani dengan tanpa asalan mengatakan bahwa ia adalah hadis shahih.

Ini adalah sebuah musibah besar atas Islam dan kaum Muslimin. Innâ lilahi wa innâ ilaihi râji’ûn.

Dalam blog haulasyiah ditulis sebuah artikel denagn judul: SEKELUMIT TENTANG KEUTAMAAN MU’AWIYAH BIN ABI SUFYAN yang dipenuhi dengan sebuah riwayat palsu tersebut.

Ibnu Jakfari berkata:

Hai anda yang mengaku sebagai pembela Islam ketahuilah bahwa apa yang kamu lakukan itu adalah sebuah bentuk penipuan terhadap hakikat Islam yang cemerlang. Engkau menukil hadis palsu dari riwayat at Turmudzi, tetapi melupakan keterangan para ulama Islam Ahlusunnah yang menvonis akan ketidak shahihan hadis tesebut. Adakah pengkhianatan yang melebihi itu?

Perhatikan komentar al Mubarakfûri tentang hadis yang kamu sebutkan di atas.

Parawi hadis itu yang mengaku mendengar langsung dari mulut suci Rasulullah saw. adalah bernama Abdurrahman ibn Abi ‘Umair. Al Azdi berkata tentangnya, ‘Ia diperselisihkan persahabatannya (dengan Nabi saw.), ia tinggal di kota Hims, demikian disebutkan dalam at Taqrîb.

Dalam kitab Tahdzîb at Tahdzîb disebutkan, ‘Ia hanya memilki satu hadis saja dalam Sunan at Turmudzi tentang sebutan Mu’awiyah.’ Al Hafidz berkata, ‘Ibnu Abdil Barr berkata, ‘Tidak benar ia pernah bersahabat dengan Nabi saw., dan tidak benar pengisnadan hadisnya.’”

Kendati at Turmudzi mengatakan bahwa hadis ini hasan gharib, akan tetapi al hafidz Ibnu Hajar memastikan bahwa hadis ini sanadnya tidak shahih, Isnâduhu laisa bishahîh, seperti telah anda ketahui ketika menyebut biografi Abdurraman ibn Abi ‘Umair.

Hadis kedua yang juga disebutkan at Turmudzi pada sanadnya terdapat periwayat bernama Amr ibn Wâqid ad Dimasyqi, ia matrûkul hadîts (hadisnya dibuang). Penyebutan status seperti di atas hanya benar disematkan untuk seorang periwayat yang banyak meriwayatkan hadis-hadis ngawur yang tidak benar di kalangan para ahli hadis.

Setelah keterangan singkat di atas, maka tidaklah heran apabila kaum Nawashib Modern tetap saja bersemangat menyebar luaskan hadis-hadis palsu keutamaan Tuan dan Junjungan Besar mereka Mu’awiyah, sebab kalau harus menanti hadis shahih, maka kapan kesempatan itu akan mereka peroleh.

Saya akan mengakhairi artikel ini dengan menyebut ulang hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya yang ia sifati dengan al atsar al masyhûr, berita yang masyhur/tersohor:

مَنْ حدَّثَ عَنِّيْ بِحديثٍ يرَى أنهُ كذِبٌ فَهو أحد الكاذِبَيْنِ.

“Barang siapa menyampaikan hadis dariku sementara ia mengetahui bahwa ia adalah palsu maka ia seorang dari dua pembohong”. [1]

Catatan:

Adapaun penshahihan Albani yang dibanggakan penulis itu dalam blog halusyiah adalah tidak berarti sebab selain tidak berdasar, ia bertentangan dengan vonis tidak shahih oleh para pakar hadis kenamaan Ahlusunnah yang tidak diragukan lagi kualitas dan bobotnya serta jauhnya mereka dari tendensi kemazhaban, berbeda halnya dengan Albani yang sering menampakkan ketidak sehatan sikapnya dalam menilai hadis-hadis keutamaan Ahlulbait as. atau musuh-musuh Ahlulbait.

***************************************

Dibawah ini artikel blog “Haulasyiah” yang kami Sanggah:

SEKELUMIT TENTANG KEUTAMA’AN MUAWIYAH BIN ABI SUFYAN-

Ditulis oleh haulasyiah di/pada September 16th, 2007

Mu’awiyah bin Abi Sufyan, seorang shahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang mulia, sekaligus sebagai penulis wahyu untuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

Telah diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dalam kitab beliau Al-Jami’ serta yang lainnya (hadits no. 4113) —berdasarkan peletakan nomor Asy-Syaikh Al-Albani— dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Umairah, seorang shahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang telah meriwayatkan dari beliau, bahwa beliau berdo’a untuk Mu’awiyah :

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ هَادِيًا مَهْدِيًا، وَ اهْدِ بِهِ.

“Ya Allah, jadikanlah dia (Mu’awiyah) seorang yang bisa memberikan petunjuk dan seorang yang diberi petunjuk dan berikanlah hidayah (kepada manusia) melaluinya.”

Dalam referensi yang ada pada kami, hadits ini tercantum dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi karya Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dengan nomor hadits 3842, tepatnya dalam Kitabul Manaqib. Hadits ini dishahihkan pula oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Ash-Shahihah no. 1969 dengan pembahasan atau rincian yang cukup panjang.

18 Tanggapan

  1. ya ibn sabaiyyah : ente selalu mencari cari kesalahan shahabat nabi yang mulia, apa manfaatnya bagi dunia akheratmu? ente lebih baik cari kesalahan dirimu sendiri , lebih manfaat, agar segera memperbaiki dirimu yang hobinya mengumpat shahabat nabi. akhzakalloh ‘ajilan.


    Ibnu Jakfari:

    Kami kaum Syi’ah pengikut setia Nabi saww dan keluarganya sangat mencintai dan menghormati para sahbat Nabi saww yang tulus keimanan dan persahabatnya. Adapun sahabat yang munafiq maka kami membenci dan memusuhi mereka. itu semua demia kemurnian kecintaan dan keimanan kami. semua itu adalah amal baik yang karenanya kami akan diberi pahala besar di akhirat nanti.

    • Mungkin kita menerima kebenaran kisah yang terjadi di masa para shahabat nabi, karena memang ada konfirmasi dari para sejarawan muslim yang shalih, tetapi bagaimana dengan sudut pandang dan penafsiran atas kejadian tersebut?

      Sebab biar bagaimana pun faktor subjektifitas dalam menilai sebuah kisah dan cerita memang sangat besar. Bukan tidak mungkin ada opini penulis sejarah yang terbawa. Kisah boleh sama, tapi keberpihakan pasti berbeda. Sudut pandangnya pun juga beda.

      Misalnya, kalau sejarah ditulis oleh Belanda, maka yang jadi pahlawan adalah tentara Belanda. Sebaliknya, kalau yang menuliskannya adalah orang Indonesia, maka yang biasanya yang benar dan menang dalam peperangan itu adalah pihak Indonesia.

      Kalau kita nonton film Rambo, maka yang jadi jagoan adalah Amerika. Tapi kalau kita nonton film buatan Vietnam, maka Amerika justru jadi penjahat.

      Sekarang ketika kita baca kisah perseteruan antara Mu’awiyah dan yang lainnya, kira-kira kisah itu versi siapa? Versi para pendukung Muawiyah atau kah versi para penentangnya?

      • menurut mas ali sendiri bagaimana, ketika mu’awiyah memerangi ali bin abi thalib as, mas berpihak kpd siapa?

  2. saya makin yakin kalau Wahhabi itu antek-anteknya bani Umayyeh, sebab mereka paling bgetol ngebelain Mu’awiyah sampai-sampai kalau hadis palsunya dibongkar mereka marah-marah ndak karuan.
    Buat mas Abu Wahabi, kenapa ente marah-marah begitu, apa karena imam ente ditelanjangi di sini?
    Omongan kamu: ya ibn sabaiyyah : (ente selalu mencari cari kesalahan shahabat nabi yang mulia) adalah bukti kecintaanmu kepada Mu’awiyah si penganjur kepada api neraka seperti disabdakan nabi Muhammad (dalam riwayat imam bukhari)
    kalau mu’awiyah yang kamu maksud dengan sahabat mulia, ya kamu ambil tuh mu’awiyah ndak usah kembalian. kami ndak doyan orang-orang munafik seperti dia, emak, bapak, dan keluarganya serta siapa saja yang mencintai mereka termasuk ente dan konco-konco wahabi ente.
    sampai ketemu di akherat ya, berikatu ana ente di kapling jahannam blok berapa?

  3. Pa Badruzaman saya ingat hadis Nabi yang mengatakan bahwa salah satu ciri orang munafik adalah membenci Ali. Nah Muawiyah ini bahkan memerangi Ali sebagai Khalifah yang sah yang kebetulan salah satu Ahlul Baitnya Nabi. Jadi cukup jelas siapa Muawiyah ini. Hanya orang salafi/wahabi saja yang mati2an membelanya, karena memang ajarannya bersumber kepada Ibnu Taimiyah yang keturunan Yazid bin Muawiyah.

  4. No comment deh..mereka harus belajar dan mencari kebenaran..
    Saya kasihan dengan orang2 yg membenci dan menolak ajaran AB..

  5. Mungkin benar para pengekspor dan pengimpor faham wahabi/nashibi atau apapun yang mengingkari keutamaan ahlul bayt adalah keturunan dari Mu’awiyah dan para pendukungnya dahulu…
    Makanya bagi yang tidak terkait sama nasab mereka sudah sepantasnya tidak ikutan dalam program mereka…pertaruhannya terlalu besar kawan…
    Arab Saudi dengan kerajaannya sangat gencar menyebarkan faham mereka dengan memberi donasi ke segala penjuru yang bisa dimasuki…memberi beasiswa gratis berikut akomodasi untuk belajar di universiti….imbalannya apa? tentulah dakwah-dakwah ke pemahaman mereka haruslah gencar…banyak blog-2, website dibuat…suaranya diamplifier hingga ke pojok-pojok kampung…
    Digembar-gemborkan hadits palsu (HR Muslim no 1855)tentang wajib ketaatan ke amir/imam walaupun imam tersebut berbuat maksiat kepada Allah…tidak lain hanyalah untuk legitimasi kerajaannya sekarang. Artinya…ketika faham mereka sudah menjalar keurat nadi seluruh negeri maka ketika rajanya bermaksiat kepada Allah seluruh umatpun harus tetap taat kepadanya…membenci hanya boleh pada perbuatannya saja…

  6. saya tertarik untuk menganggapi jawaban pengelolah blog haulasyiah dinama belaiau-beliau itu menanggapi pertanyaannya dengan tidak mengormati akaln sehat dan bukti sejarah. mana mungkin muawiyah dibilang (oo bukan, bahkan beliau adalah orang yang selalu melindungi dan membela Rasulullah dan ahlul baitnya.Wassalam..salamun ‘alaikum) saya jadi ngak ngerti apa maksudnya…. muawiyah melindungi dan selalu melindngi rasul dan ahlulbatnya…. luar biasa kebohongan jawaban ini…. saya teringat ketika abu sufyan bapak muawiyah yang sedang dibela dengan gigih oleh blog wahabi itu ditanya tentang nabi dan para pengikutnya oleh raja habasyah, ia tidak berani berbohong…. buna lantaran takut kepada siraja itu atau karena takut akan dosa, tapi takut dipermalukan bangsa arab suku quraisy kalau ketahuan ia berbohong! eh tapi anehnya,pengelolah blog itu, diantara mereka ada ustadz-ustadz salafy/wahaby ternyata ndak punya malu.
    apa arti melindungi nabi dan ahlulbaitnya? apa dengan memerangi Sayyidina Ali? dengan maracuni Sayyidina Hasan? dengan melancarkan laknat kepada ali setiap kali pertemuah shalat jum’at dan lainnya? membunuh setiap pecinta Ali.
    permintaan saya hanya satu, wahai pengelolah blog haulasyiah, hormati akal-akal sehat para pengunjung blog kalian… berikan jawaban yang bertanggung jawab.
    maaf kami kesel dan kesal setiap kali kami atau temen kami memberi komentar tidak pernah ditampilkan. kami keluhkan ini di sini biar tau semua bahwa kalian tidak jantang tidak berjiwa ARABY… walaupun kami sadar kalian nanti akan menertawakan keluhan kami ini…. tapi tatap saya yakin bahwa semua orang akan menilai.
    kami akan setia mengunjungi blog JAKFARI untuk mengetahui kelanjutan kebodohan wahhabi.
    wassalam.

  7. Semoga laknat Allah selalu menimpa orang-orang yang menindas ahlul bayt as.. Salah satunya adalah muawiyah dan keluarganya yang telah membantai imam husein as di padang karbala…

  8. Maaf Mas, tulisan anda udah dijawab tu sama blog haula itu. Saya menunggu respon balik anda🙂
    Salam

  9. […] ini terinspirasi oleh perdebatan Sayyid Ibnu Ja’fari dan Syaikh haulasyiah, semoga Allah melimpahkan rahmat pada […]

  10. Rosululloh sahabatnya banyak sekali, orang-orang sholeh, pembela islam, silahkan antum ambil daripadanya, yang penting ikhlash, yakin dan istiqomah dalam mengamalkannya. salam.

  11. menjadikan muawiyah dan keluarganya sebagai sahabat utama rasulullah saww adalah sebuah dagelan yang sangat menggelikan, hal ini bisa terjadi karena yang membuat pentas itu adalah kaum wahabi-salafy yang menderita pobhia sejarah yang sangat akut sehingga sangat sulit untuk disembuhkan. bagaimana mungkin pemberontak seperti dia, tukang makar bisa disebut utama, dan juga harus diingat, si muawiyah inoi adalah pendiri kerajaan bid’ah pertama dalam sejarah islam. rasulullah saww tidak pernah menganjurkan sistim kerajaan/dinasti dalam pemerintahan islam, muawiyah juga yang telah membunuh imam hasan dengan cara meracunnya, tidak cukup sampai disitu, dia juga yang mewajibkan seluruh ulama di wilayah kekuasaan bani umayyah untuk menghujat dan mencaci maki imam ali di atas mimbar2 masjid, belum puas dengan menghujat dan mencaci maki imam ali dia memerintahkan pasukan setannya untuk memusnahkan dan membasmi pengikut syiah ali sampai keakar2nya. namun berkat rahmat allah para syiah ali tetap eksis hingga saat ini tindakan genocid muawiyah ini jauh lebih kejam dari adolf hitler, hanya bisa disamakan dengan tindakan genocide zionis israel terhadap bangsa palestina. apakah hal-hal yang seperti ini yang disebut utama???

  12. wwww.secondprincee.wordpress.com

  13. […] ini terinspirasi oleh perdebatan Sayyid Ibnu Ja’fari dan Syaikh haulasyiah, semoga Allah melimpahkan rahmat pada […]

  14. […] Ibnu Rahawaih: Tidak Sahih Satupun Dari Hadis Keutamaan Mu’awiyah.Bantahan Untuk Blog “Haulasyiah” […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: