Ali ibn Thalib as Putra Ka’bah

Ali ibn Abi Thalib as. Putra Ka’bah

Kelahiran Putra Ka’bah

Imam Ali adalah satu-satunya sahabat Nabi saw. yang telah dikenal memiliki sederetan keutamaan dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh sahabat lain, keistimewaan yang mencerminkan betapa besar perhatian Allah WST. terhadapnya, sejak dari awal proses kelahiran hingga detik-detik syahadah beliau.

Dan diantara keistimewaan yang unik dan keutamaan yang mulia serta karamah yang nyata yang tidak dimiliki seorangpun dari umat manusia ialah proses kelahiran beliau di dalam Ka’bah, rumah kesucian dan kiblah kaum Muslim.

Para pengikut Ahlulbait as. telah bersepakat tentangnya, seperti ditegaskan al-Hafidz Ibn Syahr Aasyuub al-Mazandarani dalam manaqibnya [1] Sebagaimana para ulama’ dari berbagai mazhab mengakuinya kecualinya segelintir orang yang menyimpang dengan meragukan atau bahkan mengingkari bahwa Imam Ali adalah satu-satunya hamba Allah yang di lahirkan di dalam Ka’bah, seperti Ibnu Abil Hadid al-Mu’tazili [2] ad-Diyaar Bakri [3] Burhanuddin al-Halabi [4] dan al-Qari [5] Mereka mengatakan bahwa yang lahir di dalam Ka’bah ialah Hakiim ibn Hizaam ibn Khuwailid ibn Asad. Dan sikap mereka tidak sedikitpun mengurangi vailiditas kebenaran berita itu, dan betapa banyak hadis keutaman Imam Ali as. Yang jauh lebih masyhur darinya namun demikian kita menemukan orang-orang yang menolaknya.

Makalah ini akan berupaya menyajikan pembuktian bahwa satu-satunya hamba Allah yang lahir di dalam Ka’bah adalah Imam Ali as. Dan bukan Hakiim ibn Hizaam.

Catatan:

Sesuai dengan pendapat yang shahih ialah bahwa Imam Ali as. lahir pada hari Jum’at tanggal 13 bulan Rajab tahun ketiga puluh setelah peristiwa gajah. Adapun pendapat selain itu, seperti mungkin disampaikan sebagaian ulama’ yang kami kutip keterangannya adalah tidak benar. Tujuan pengutipan itu ialah pembuktian tentang proses dan tempat kelahiran Imam Ali as.

Komentar Para Ulama’ Dan Pakar Serjarah

Dalam kesempatan ini kami hanya akan menyebutkan beberapa komentar ulama’ dan pakar sejarah tentang tempat kelahiran Imam Ali as. Tanpa bertujuan menelusuri seluruh yang pernah di tulis para sejarawan Islam di sepanjang masa.

Dan apabila Anda perhatikan kutipan-kutipan dibawah ini pasti Anda berkesimpulan dan keluar dengan keyakinan bahwa bertia tersebut adalah sangat masyhur di kalangan umat Islam sejak generasi awal, oleh karenanya tidak ada tempat bagi keraguan tentangnya yang biasa di tabur oleh musuh-musuh Ahulbait as.

Abu Utsman Amar ibn Bahr al-Jahidh al-Bashri berkata ketika menyebut-nyebut keutamaan Imam Ali as.: asal-usul keturunannya baik, nasabnya jelas dan tempat kelahirannya adalah tempat yang diagungkan… [6]

Ibnu Jakfari berkata:

Yang ia maksud dengan tempat kelahirannya adalah tempat yang diagungkan adalah perut Ka’bah. Disini kita saksikan ia mengukuhkannya tanpa harus menyebut sandaran kutipan sebagai bukti kemasyhurannya. Dan al-Jahidh sendiri adalah salah seorang yang disinyalir kurang simpati terhadap Imam Ali as., bahkan tidak jarang berusaha memalingkan keutamaan tertentu mereka kepada pihak lain selama jalan untuk itu terbuka. Dan jika menurutnya berita kelahiran Hakiim ibn Hizaam di Ka’bah itu benar pastilah ia akan menyebutkannya dan bukan Imam Ali as.

Syeikh al-Imam al-Hafidz al-Faqiih Abi Bakar ibn Muhammad ibn Ali ibn Ismail asy-Syasi yang di kenal dengan nama al-Qaffal berkata: Tiada yang pernah dilahirkan di dalam Ka’bah kecuali Ali as [7]

Syeikhul Islam Ibrahim ibn Muhammad al-Juawaini menyampaikan komentar yang sama [8]

Al-Hafidz Abu Abdillah al-Hakim an-Nisaburi dalam kitabnya al-Mustadrak berkata: Telah mutawatir berita bahwa Fatimah binti Asad telah melahirkan Amirul Mukminin Ali ibn Abi Thalib –karramallahu wajhahu- di dalam perut Ka’bah [9]

Al-Hafidz Abu Muhammad ibn Yusuf al-Kunji dalam kitab Kifayah ath-Thalib-nya mengutip pernyataan al-Hakim yang senada dengan yang disampaikan dalam Mustadraknya, ia berkata: Abu Abdillah Muhammad ibn Mahmud an-Najjar menyampaikan kepada kami ……. Al-Hakim Abu Abdillah ibn Muhammad ibn Abdillah al-Hafidz an-Nisaburi berkata: Amirul Mukminin Ali ibn Abi Thalib as. Lahir di kota Makkah didalam Baitullah al-Haram, pada malam Jum’at , tanggal tiga belas bulan Rajab tiga puluh tahun setelah peristiwa gajah. Dan tidak seorangpun baik sebelum maupun setelahnya- yang di lahirkan di dalam Baitullah al-Haram, hal itu sebagai pengagungan baginya dan pemulian bagi tempat itu [10]

Syamsuddin Abu al-Mudzaffar Yusuf yang di kenal dengan nama Sibthu Ibnu Jauzi berkata: Dirwayatkan bahwa Fatimah bintu Asad sedang bertawaf di Ka’bah, ketika itu beliau mengandung putranya Ali as., lalu ia merasa sakit sebagai tanda mau melahirkan, maka tiba-tiba pintu Ka’bah terbuka untuknya lalu beliau masuk dan melahirkan Ali di dalamnya [11]

Nuruddin Ali ibn Muhammad ibn ash-Shabbagh al-Makki al-Maliki berkata: Ali as. Di lahirkan di Makkah Musyarrafah (yang di muliakan) di dalam baitullah al-haram pada hari Jum’at tanggal 13 bulan Rajab al-Asham tahun ketiga puluh setelah peristiwa gajah sebelum Hijrah… dan tiada pernah dilahirkan di dalam baitullah al-Haram seorangpun selain beliau, ini adalah keutamaan yang dikhususkan Allah baginya sebagai pengagungan baginya, meninggikan kedudukannya dan menampakkan pemuliaan-Nya untuknya…. [12]

Dan selain komentar yang kami telah sebutkan masih banyak lainnya seperti yang di sampaikan oleh:

1. Ash-Shufuri dalam Nuzhatul Majalis.

2. Syeikh Abdur Rahim al-Jami dalam Syawahid an-Nubuwwah.

3. Muhammad Khuwande Syah dalam Raudhatush Shafa.

4. Shafiyuddin Ahmad ibn Muhammad ibn Bakatsir al-Hadhrami dalam wasilahtul Ma’aal Bi Dzikri fadha’il al-Al.

5.Syeikh Mahmud ibn Muhammad ibn Ali asy-Syaikhani al-Madani dalam Ash-Shirath as-Sawiy fi Manaqib Aal an-Nabi saw.

6. Syeikh Abdul Haq ibn Saifuddin al-Muhadditz ad-Dahlawi dalam madarij an-Nubuwwah.

7. Syah waliullah Ahmad ibn Abdur Rahim al-Muhaddits ad-Dahlawi dalam Izalatul Khafaa’.

8. Syah Muhammad ibn Hasan al-Jasyti dalam Mir’atul at-Tashawwuf.

9. Sayyid Muhammad Abu Bakar ibn Muhammad asy-Syilli al-Alawi al-Husaini dalam Masyra’ ar Rawiy.

10. Syeikh Muhammad ibn Rustum al-badkhisyani dalam Miftahun Najah.

Dan selain nama-nama yang kami sebutkan masih banyak lainnya.

Darinya dapat di pastikan bahwa Amirul Mukminin Ali ibn Abi Thalib as. adalah satu-satunya orang yang di lahirkan di dalam Ka’bah dan upaya apapun untuk meragukan kebenaran berita keutamaan tersebut atau memalingkannya untuk orang lain adalah tertolak.

Semoga data-data ini dapat menambah pemahaman kita tentang keutamaan Imam Ali ibn Abi Thalib [13]

Catatan Kaki

[1] Manaqib Aal Abi Thalib, 2/175

[2] Syarh Nahj al-Balaghah, 1/14

[3] Tarikh al-Khamis, 1/307

[4] Insan al-‘Uyuun (as-Sirah al-halabiyah), 1/237

[5] Syarh asy-Syifaa’, 1/151

[6] Dikutib dalam Yanabi’al-Mawaddah, 153

[7] Lihat Ihqaq al-Haq, 7/489

[8] Faraid as-Samthain, 1/425

[9] al-Mustadrak, 3/483 hadis no. 6044

[10] Kifaya ath-Thalib Fi Manaqib Ali ibn Abi Thalib, 407.

[11] Tadzkirah al-Khawâsh:10.

[12] Al-Fushûl al-Muhimmah 30-31 dan Nuur al-Abshar:156.

[13] Tulisan ini di kutib oleh Ibnu Fathimah dari makalah dalam Jurnal Turathuna, Edisi63-64, tahun XVI bulan Rajab – Dzul Hijjah. Diterbitkan oleh Muassasah Aalil Bait Li Ihya’i Thurats- Qum).

3 Tanggapan

  1. Terus apa esensinya kalau Ali RA, bukan Ali AS, dilahirka di Ka’bah. Teman saya ada kok dilahirkan di masjidil Haram, tapi sekarang menjadi seorang pemabuk. Ada hal yang lebih penting membicarakan kemuliaan Beliau, seperti ittiba’nya beliau kepada Nabi Muhammad. Bagaimana beliau ketika mendengarkan azan yang asli saat itu (bukan kaya di Iran ya) dll.

    Jakfari yaqul:

    Para ulama menyebutkan kelahiran Imam Ali as. di ka’bah itu sebagai sebuah keistimewaan… Tapi jika ada orang jahil mengatakan itu bukan keistimewaan yang terserah saja. Biasa orang yang tidak tau akan memusui apa yang tidak ia ketahui!!

  2. masa jahiliyah banyak putra pembesar jahiliyah lahir di ka’bah, Rasul SAW ,Abubakar,Umar, Usman, Hasan.Husein dan banyak sahabat utama yg tdk lahir di Ka’bah sangat mulia dimata Allah dan Rasul Nya…kemuliaan Ali Ibn thalib bkn diukur krn itu. he he he he. dsr ghuluw

    Ibnu Jakfari:

    Tak terbayangkan oleh saya sebuah kajahilan begitu dibangakan dan dijadikan hujjah untuk menghujat!
    Saya baru pertama kali mendengar klaim mengelikan yang Anda utarakan di atas! Bisakah Anda mendukungnya dengan bukti bahwa selain Imam Ali as. lahir di Ka’bah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: