Hadis: Abubakar Bergelar Shiddiq Palsu!

Hadis-Hadis Palsu Keutamaan Abu Bakar, Umar dan Utsman

Di antara hadis-hadis palsu yang diproduksi para sukarelawan dan pendekar pemalsuan yang menyambut dengan antusias kebijakan Mu’awiyah yang memerintahkan memproduksi hadis keutamaan pesaing-pesaing Imam Ali as. adalah hadis palsu di bawah ini;

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi saww. bersabda:

ما في الجَنَّةِ شَجَرَةٌ إلاَّ مَكْتُوبٌ عَلىَ كلِّ وَرَقَةٍ مِنها: لا إله إلا الله ، مُحَمَّدٌ رسولُ الله ، أبو بكر الصِّدِّيْقُ ، عُمَرُ الفَارُوْقُ ، عُثْمانُ ذُو النُّورَيْنِ.

Tiada pohon di surga kecuali tertulis di setiap daunnya, Tiada tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah, Abu bakar Shiddiq, Umar faruq (pemisah antara haq dan batil) dan Utsman adalah pemilik dua cahaya.

Keterangan:

Bukti-bukti kebatilan dan kebohongan hadis ini cukup jelas untuk dibicarakan di sini. Namun kami tidak akan membuktikannya kecuali dari penegasan para ulama Ahli Hadis Ahlusunnah sendiri, demi menjaga kenetralan dan etika berdiskusi secara sehat. Karenanya kami akan sebutkan komentar pakar hadis Ahlusunnah.

Riwayat ini adalah hadis palsu yang dipalsukan oleh Ali ibn Jumail ar Raqiy, diriwayatkan ath Thabarani dan ia berkata:

موضوع وعلي ابن جميل وضاع، وقد تفرد به وسرقه منه معروف بن أبي معروف البلخي، وعبد العزيز بن عمرو الخراساني رجل مجهول.

Ini adalah hadis mawdhû’ (palsu), dan Ali ibn Jumail adalah pemalsu berat. Ia telah menyendiri dalam meriwayatkannya dan kemudian dicuri oleh Ma’ruf ibn Abi ma’ruf al balakhi dan AbdulAziz ibn Amr al Khurasani, seorang perawi tak dikenal identitasnya.

Hadis ini juga diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari jalur Ali ibn Jumail. Dan diriwayakan juga oleh al Khatli dalam kitab ad Dîbâj dari jalur Abdul Aziz ibn Amr al Khurasani. Seperti dikatakan adz Dzahabi dalam kitab Mizân-nya,2/138:

عبد العزيز فيه جهالة والخبر باطل فهو الآفة فيه.

“Abdul Azizi tidak dikenalan, hadis ini adalah batil, dialah (Abdul Aziz) adalah penyakitnya”.

Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Adiy dari jalur ma’ruf al balkhi. Adz Dzahabi dalam Mîzân:3/184, berkata tentangnya:

Hadis ini adalah palsu, tetapi ia dikenal dari riwayat Ali ibn Jumail dari Jarir, ia bersumpah seraya bersumpah, “Demi Allah, jarir menyampaikan hadis kepadaku. Ibnu Adiy berkomentar, “Ma’ruf ini tidak dikenal, bisa jadi ia mencurinya dari Ali ibn Jumial.

Ia juga diriwayatkan Abul Qâsim ibn basyrân dalam Âmâli-nya dari jalur Muhammad ibn Abdi ibn Amir as Samarqandi, ia adalah seorang pembohong besar dari Isham ibn Yusuf. Ibnu Adiy berkata, : Ia meriwayatkan yang tidak pernah didukung parawi lain.

Hadis ini juga diriwayatkn al Khathib al Baghdadi dalam Târîkh-nya:5/4 dan 7/337 dari jalur Hasan ibn Ibrahim al Ihthiyâthi dari Ali ibn Jumali.

Adz Dzahabi berkata dalam Mîzân-nya:1/253 setelah menyebutkan jalur di atas:

هذا باطل والمتهم به حسين الاحتياطي

“Ini adalah batil. Yang tertuduh pemalsu adalah Hasan al Ihthiyâthi.

Dan dalam,3/184, ia menegaskan:

إنه موضوع.

“Ia adalah palsu, mawdhû’. “

Ibnu Katsir juga meriwayatkannya dalam Târîkh-nya:7/205 dari jalur ath Thabarani, dan setelahnya mengatakan:

إنه حديث ضعيف في إسناده من تكلم فيه ولا يخلو من نكارة.

Ini adalah hadis dhaif, pada sanadnya terdapat perawi yang masih diperbincangkan dan ia hadis yang terdapat kemunkaran di dalamnya.

Ibnu Jakfari berkata:

Adalah sikap aneh dari Ibnu Katsir yang menggolongkan hadis palsu di atas sebagai hadis dha’if (lemah) semata, sementara ia sendiri mengaku bahwa padanya terdapat nakârah! Ia pasti tau bahwa hadis seperti itu tidak layak disebut sebagai hadis dhai’f dalam istilah Ahli Hadis, padahal ia sendiri menggolongkan dirinya sebagai seorang dari mereka! Tapi yang mengenal mentalitas Ibnu pasti tidak akan kaget dengannya.

Dan yang lebih mengherankan adalah sikap Al Khathib al Baghdadi yang meriwayatkannya tanpa berkomentar sepatah katapun tentang kondisi hadis tersebut. Tapi jika Anda kenal pesis siapa Al Khathib dan bagaimana kebiasaannya dalam menyikapi hadis-hadis palsu seperti itu pasti tidak akan heran.

24 Tanggapan

  1. Kalau merujuk ke hadis ini berarti Umar bergelar Al Faruq dan Usman bergelar DzunNurain adalah juga tidak benar
    Apa benar begitu?

    Ibnu Jakfari:

    Benar sekali, sebab kata faruq artinya yang membedakan (antara yang haq dan yang batil). itu adalah gelar Imam Ali yang kemudian disematkan para pamalsu untuk Umar. begtitu juga dengan dzun Nurain itu juga gelar Imam ali sebab beliau memiliki dua cahaya yaitu Imam Hasan dan Imam Husain.
    dan usaha membagi-bagi keutamaan Imam Ali untuk orang lain adalah hal biasa dilakukan sebagian pamalsu bentukan bani Umayyah!

  2. Salam ‘alaikum.
    Untuk topik berikutnya, saya usul Penulis Blog membuat tulisan & analisis sanad & rawi dari hadis2 kalangan Sunni yg menyebutkan ‘Ali bin Abi Thalib diberi gelar Al-Shodiq/Al-Shiddiq al-Akbar, Al-Faruq, dan juga gelar Dzu al-Nurayn. Ditunngu tulisannya. Syukron.
    Salam ‘alaikum.

    Ibnu Jakfari:

    Salam akhi Badari, insyaallah, semoga Allah membri taufiq dan kemudahan-Nya untuk itu.

  3. YA IBN KHOMAINI ALMAL’UN, ANAK KECIL AJA TAU KALAU YG PERTAMA KALI MASUK ISLAM DARI KALANGAN LAKI2 ADALAH ABU BAKAR ASHSHIDDIQ, ENTE PINDAH AJA KE IRAN SANA , DARI PADA DI INDONESIA NGRUSAK

    Ibnu Jakfari:

    Seorang Muslim Sunni pasti selalu menjaga mulutnya. Yang suka caci maki dan berkata-kata keji hanya kaum Wahabi.
    Apa Anda punya bukti kalau Khalifah Abu Bakar seperti yang akhi katakan? Menurut Imam Thabari (sejarawan teragung Sunni) Abu Bakar baru masuk Islam setelah 50 orang. Jadi ia adalah orang ke 51.

  4. assalamualaikum,
    apa yang nak dipertikaikan lagi, itu hanya sekadar sifat kepada mausuf sahaja, walau apa pun sifat baik yang diberikan sememangnya adalah sangat layak kepada mereka para sahabat nabi. ketika nabi susah dlm menyebarkan Islam mereka inilah yang kuat membela nabi s.a.w dan berjuang bersama baginda.

    sifat itu adalah suatu pengiktirafan kepada kemuliaan mereka yang sanggup syahid demi mempertahankan nabi dan menceburkan diri untuk berperang kerana Islam. apakah tak boleh kita memuliakan mereka dengan sifat-sifat yang baik?

    anda semua mempertikaikannya sehingga sampai satu tahap boleh menjatuhkan maruah para sahabat Rasulullah s.a.w. Para sahabatlah orang yang paling kuat membela nabi serta ahli bait baginda. cinta mereka itu lebih tinggi dari cinta anda kepda mereka.

    tapi anda bersikap melampau dan kurang ajar kepada mereka? sesungguhnya saya adalah pecinta ahli bait tetapi sumpah saya katakan tak pernah sekali menjatuhkan maruah para sahabat nabi s.a.w.

    anda meletakkkan mertabat mereka yang tinggi dan mulia ke tempat yang bawah dengan merendah-rendahkan mereka. ketahuilah jangan sampai Allah Ta`ala akan hinakan anda suatu masa ketika nanti dengan penghinaan yang hebat.


    Ibnu Jakfari:

    Salam pak Cik Gu…. kami sepakat dengan Tuan Guru untuk mencintai dan membela semua yang berjuang bersama Nabi saw. demi menegakkan Kalimatullah. Tapi itu tidak berarti kita akan mencintai mereka yang berkedok persahabatan dengan Nabi mulia saw. seperti Abdullah ibn Ubay ibn Salul dan kawan-kawan.

    Lalu apa kaitan yang Tuan Guru sampaikan dengan nada emosi tentang kami dan tulisan kami di sini?!
    Apa yang salah dari ulasan kami di atas? Tolong pembicaraan Tuan agar fokus ke inti permasalahan yang dibahas. Syukran.

  5. Pa AlBaqir dan Pa Iltizam, sesungguhnya mas Jakfari hanyalah menyampaikan apa yang diungkapkan oleh para penulis hadis dari kalangan Sunni sendiri. Jadi andaikan apa yang diungkapkan oleh para ulama hadis Sunni tsb tidak benar maka berarti para ulama hadis Sunni tsb adalah para pembohong ! Jadi anda engga usah emosi dulu, tapi coba teliti dulu referensi yang dimaksud.

    Pa Iltizam saya menghargai kecintaan anda kepada Ahlul Bait, tapi sayang pada waktu yang sama anda sangat marah ketika ada orang yang mengecam (sebagian) para sahabat, karena ini berarti anda mensejajarkan posisi Ahlul Bait yang disucikan Allah (33 : 33) dengan para sahabat (yang tidak ada jaminan apa2 dari Allah), bahkan sampai pada tahap melebihkan para sahabat diatas Ahlul Bait.

    Saya tidak sependapat bahwa para sahabat dikatakan telah berjuang, berperang dan membela Nabi dalam mendakwahkan Islam. Saya ingin bertanya ketika Nabi dan keluarganya dari Bani Hasyim diembargo total selama 3 tahun di suatu tempat yang dinamakan Syiib Abu Thalib oleh kafir Quraisy, dimana dan kemana para sahabat ? Kenapa para sahabat (Abu Bakar, Umar, Usman dll) membiarkan hal itu terjadi dan tidak membantu Nabi dan Bani Hasyim umpamanya dengan menyelundupkan bahan makanan ?
    Kalau para sahabat anda katakan berjuang bersama Nabi atau membela, kenapa ada ayat yang mengindikasikan adanya sebagian besar sahabat yang lari dari medan perang meninggalkan Nabi dengan Bani Hasyim dan segelintir para sahabat yang setia (3:153) sampai Nabi memanggil-manggil mereka supaya kembali lagi ke medan perang dan kenyataan para sahabat yang enggan pergi ke medan perang untuk berjihad (9:38,39). Mereka lebih mencintai dunia ketimbang jihad fi sabilillah.

    Jadi inti tulisan2 mas Jakfari adalah mengajak kita untuk mengkritisi atau menganalisa adanya dua fakta yang saling bertentangan dimana yang satu menyanjung para sahabat dan fakta yang lainnya justru sebaliknya melalui hadis2 palsu. Dan kedua fakta ini bersumber dari kitab2 hadis Sunni sendiri. Tentunya tolok ukur yang benar dan obyektif adalah AlQuran.

    Barangkali yang perlu kita tunggu adalah tulisan mas Jakfari selanjutnya yang mengungkap apa motivasi dan tujuan tersembunyi orang2 yang memproduksi hadis2 palsu itu. Kapan dan oleh siapa. Apakah ada kaitannya dengan larangan penulisan hadis oleh Khalifah Abu Bakar, Umar, Usman dan Muawiyyah.

  6. Salam..

    Blog ini penuh pencerahan..

    Ala Nabi wa aalihi Shalawat..!

    Wassalam

  7. Salam, himbauan ini terkhusus bagi al faqir illaLlah, bahwa sudah menjadi kewajiban setiap diri yang mengaku muslim untuk hanya menempuh cara-cara santun dalam menyampaikan segala rupa pendapat untuk menyeru manusia ke jalan Allah SWT: bil hikmah, atau dengan suri tauladan yang baik, atau mengajukan argumentasi dan/atau dalil dengan cara YANG paling baik. Sepertinya hanya tiga jalan ini yang dikenal Islam dan tidak ada alasan untuk mencari jalan ke-empat. Mari kita belajar bersama-sama untuk hanya menggunakan kata-kata santun yang bermartabat, karena darinyalah orang akan tahu siapa diri kita sebenarnya. Terima kasih, khusus kepada al akh, Ibn Ja’fari. Salam kenal, Edi Shams

    Ibnu Jakfari:

    Salam kenal juga, dan terima ksih atas arahannya.

  8. Salam buat temanku yang nagku AL BAQIR.
    akhi, mengapa anta harus marah-marah dan emosional begitu?! Bukankan Islam kita memerintahkan kita agar berlemah lembut dalam berda’wah, bil hikmah. Saya khawatir, anda akan terperangkap dalam sikap kibir yang kata nabi saw. batharul haq wa ghamtun naas (enggan menerima kebenaran dan merendahkan manusia)apalagi pakai kata-kata kutukan, ALMAL’UN.
    Akhi AL BAQIR, dalam jawabannya saudara Ibnu Jakfari telah menyebutkan bahwa Abu Bakar baru masuk Islam setelah 50 orang. Jadi ia adalah orang ke 51.najh sekarang giliran anta yang mengomentarinya, apa benar kutipan itu? kalau tidak buktikan kebohongannya. kalau benar ya apa sikap anta? Dari mana anta mengatakan ANAK KECIL AJA TAU KALAU YG PERTAMA KALI MASUK ISLAM DARI KALANGAN LAKI2 ADALAH ABU BAKAR ASHSHIDDIQ?
    kalau amsalah pindah ke Iran atau ke Iraq itu dalam hemat ana tidak lucu, sebab kalau orang Syiah disuruh pindha ke Iran, memangnya Indonesia ini milik siapa? Milik Ahlusunah? Apa buktinya? Saya pikir anta coba tanyakan aja kje Pemerintah Pusat! Trus lagian orang Wahhabi harus pulang ke nama? Ke Arab Saudi? bisa-bisa entar dipekerjakan jadi TKI. ngeri ah. lah yang kristen pulan ke mana? Ke Itali? wah ini logika ndak bener akhi!
    Coba diskusi billati hiya ahsan ya!?

  9. Albaqir… Albaqir…
    Mungkin kita musti nyanyi lagu :
    Tanah Airku Indonesia, Negeri elok amat kucinta, tanah tumpah darahku yang mulia, yang kupuja sepanjang masa, tanah airku aman dan makmur, pulau kelapa yang amat subur, pulau melati pujaan bangsa sejak dulu kala… dstdst…
    MERDEKA… HIDUP INDONESIA…!! BHINEKA TUNGGAL IKA…!!
    GANYANG PENJAJAH… GANYAK PROVOKATOR… GANYANG PERUSAK BANGSA..
    GANYANG… GANYANG… (waduh, kaya taon 45 ajah… hikhikwkwkw)

  10. @4
    kutipan: …..kepada kemuliaan mereka yang sanggup syahid demi mempertahankan nabi dan menceburkan diri untuk berperang kerana Islam.
    komen:
    Sahabat Abu bakar, Umar, Usman mereka semua tidak sempet syahid pada semua perang yang mereka ikuti….jangan-jangan mereka ini yang dipanggil-panggil Nabi untuk kembali ke medan laga?!! atau ketika bertempur mereka pilih barisan terbelakang? sehingga gampang kaburnya….
    Kalau Sayyidina ‘Ali jelas beliau selalu terdepan dalam semua perang yang dijalani. Banyak para kafirin yang terbunuh melalui pedang beliau dan karena hal ini juga kenapa Sayyidina ‘Ali mempunyai banyak musuh pasca Syahidnya Rasulullah SAW. Sanak keluarga dari korban Dzulfikar yang kemudian akhirnya masuk Islam pun banyak yang mendendam….

  11. Imam Ali membaiat Abu Bakar dua kali,
    membaiat Umar dan menjadi wakil menggantikan Umar ketika Umar bin Khattab al Faruq jihad ke Palestina, yang memilih Ustman bin Affan menjadi khalifah menggantikan Umar bin Khattab al Faruq.

    Menikahkan Ummu Kulstum adik Imam Hasan dan Husein dengan Umar Al – Faruq.

    Sekiranya saya boleh mengambil seseorang untuk dijadikan khalil (kekasih); maka aku akan memilih Abu Bakar, tapi beliau adalah saudaraku dan sahabatku”. (Al-Bukhari).

    Suatu hari beliau pernah menaiki gunung Uhud bersama Rasulullah saw, Umar dan utsman –semoga Allah meridlai keduanya-, maka gunung uhudpun bergetar, lalu Rasulullah saw bersabda : “Diamlah engkau wahai Uhud, tidak ada yang membebani engkau disini kecuali Nabi, seorang yang shiddiq, dua calan mati syahid”. (Al-Bukhari).

    Ibnu Jakfari:

    Saya yakin akan lebih baik dan bermanfaat jika saudara mau meluangkan waktu saudara untuk mengikuti seri artikel-artikel saya di Wahhabi menggugat Syi’ah agar saudara menemukan data tentang kondisi dan kapan pembaiatan Imam Ali as. untuk Abu Bakar itu terjadi.
    dan selain itu, coba saudara mau meneliti kualitas hadis yang saudara sebutkan di atas… apakah ia shahih dan layak diusung sebagai hujjah di hadapan Syi’ah atau tidak?!
    Wassalam.

  12. Dari Abu Darda ra ia berkata : Aku sedang duduk di sisi Nabi saw, tiba-tiba Abu Bakar datang sambil memegang ujung gamisnya hingga lututnya Nampak terlihat. Nabi saw bertanya “Adakah sahabat kalian itu pulang bertempur?” Abu Bakar mengucapkan salam dan berkata “Sesungguhnya antara aku dan putera Khaththab telah terjadi sesuatu, lalu aku segera menemuinya dan mengungkapkan penyesalan dihadapannya, aku meminta maaf kepadanya, tapi dia enggan memaafkan, karena itulah aku menghadap kepadamu.” Nabi saw berkata: “Semoga Allah memberikan ampunan untukmu wahai Abu Bakar.” Itu diucapkan sebanyak tiga kali. Umar pun merasa menyesal, ia berangkat ke rumah Abu Bakar dan bertanya : “Apakah ada Abu Bakar disana?” Penghuni rumah menjawab: “Tidak ada”. Lalu ia segera menemui Nabi saw dan mengucapkan salam padanya. Rasulullah saw menatapnya dengan wajah merah padam menahan rasa marah, hingga Abu Bakar merasa kasihan pada Umar.
    Ia pun berlutut dan berkata: “Wahai Rasulullah, demi Allah, aku telah berbuat aniaya padanya” Itu diucapkannya dua kali. Nabi saw berkata: “Sesungguhnya Allah telah mengutusku menyeru kalian tapi kalian telah mendustakan, sedang Abu bakar telah membenarkan, ia telah membantuku dengan segenap harta jiwanya. Apakah kalian akan mengabaikan aku kembali dengan menyakiti temanku ini?” Rasulullah saw mengatakan itu dua kali. Sejak itu Abu Bakar tidak pernah disakiti lagi. (HR. Bukhari)

    Ibnu Jakfari:

    Ibnu Jarir Ath Thabari -seorang tokoh sejarah dan ahli tafsir kenamaan yang diakui kehebatannya oleh kaum Sunni menegaskan dalam kitab tarikhnya bahwa Abu bakar baru memeluk Islam setelah lima puluh orang mendahulinya…. jadi dengan demikian riwayat yang saudara bawa di atas perlu dipertanyakan kesahahihannya….
    Selain itu berdalil dengan riwayat yang hanya diriwayat kelompok Anda untuk berhujjah kepada kaum Syi’ah adalah menyalahi etika berdialoq yang sehat dan ilmiah.
    Wassalam.

  13. Orang yang berani menyakiti Abu Bakar berarti dia berani menerima kebencian dari Allah dan Rosulullah.

    Maka jika dia tidak bertaubat, dikhawatirkan di akhirat nanti dia mendapat laknat dari Allah Azza Wa Jalla. Dan tempat kembalinya adalah neraka.

    Allah berfirman: “Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu : “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka”. Allah berfirman: “Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui”. (QS. Al A’raaf : 38 )

    Ibnu Jakfari:

    Pepatah Arab berkata:
    ثبت العرش ثم انقش
    Tegakkan dahulu mahligai baru ukir.
    Artinya buktikan dahulu dasar-dasar kesimpulan baru tegakkan kesimpulan… Bukan menetapkan kesimpulan di atas dasar yang labi apalagi tidak di atas dasar apa-apa.
    Mas, Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Siti Fatimah -putri kesayangan dan belahan jiwa Rasulullah saw.- murka atas Abu Bakar dan sampai wafat pun beliau murka atasnya, seperti dikabarkan Aisyah, lalu apakah menurut Anda Siti Fatimah mati terlaknat? Dinanti siksa dan murka Allah? mohon dijawab dengan jujur tanpa taqiyyah!!
    Wassalam

    • Assalamualaikum semuanya..
      baiklah.. mungkin anda meragukan hadist yang menyebutkan keutamaan Abu Bakar diatas yang disampaikan oleh saudara saya “penulis bebas”….

      tapi mudah2ah pintu hidayah akan terbuka untuk anda, setelah menyaksikan riwayat2 keutamaan Abu Bakar lainnya, dari imam anda sendiri di bawah ini…

      1. Dengarkanlah pernyataan imam terakhir, yaitu Hasan bin Ali yang dijuluki al-Hasan al-’Askari Imam kesebelas ia menceritakan kisah Hijrah. Setelah Rasulullah menanyakan kepada Ali RA tentang tidurnya Ali di tempat Rasulullah, kemudian beliau bertanya kepada Abubakar RA : “Relakah anda bersama aku, meminta sebagaimana yang aku pinta, dan anda mengetahui bahwa anda telah memikul beban apa yang aku da’wahkan, dan karena aku pula anda mengalami berbagai siksaan ? Abubakar menjawab : Ya Rasulullah, andaikan aku diperkenankan untuk hidup sepanjang umur dunia ini dan selama itu aku disiksa dengan siksaan yang paling pedih sekalipun tanpa harus mati, aku lebih rela demi kecintaanku kepadamu, Bari pada aku diberi keni’matan yang berlimpah ruah tapi aku diharuskan menentangmu. Diriku, hartaku dan anak-anaku kukorbankan semuanya demi membela engkau. Lalu Rasulullah berkata Tak satu dosapun yang melekat dalam hati saat Allah memeriksanya. Dan semuanya sesuai dengan yang kau ucapkan, sehingga kau dijadikan Allah senilai sebagai telingaku, mata, kepada dari jasad dan roh dari badan.”( Tafsir al-Hasan al’Askari, hal. 164 dan 165. Cet. Iran. )

      2. Putera Zainul Abidin, Muhammad bin Ali bin al-Husein, yang dijuluki Al-Baqir, Imam ma’sum Syi’ah yang kelima, telah ditanya tentang memperhias pedang, sebagaimana yang dikisahkan oleh al-Arbili dalam bukunya “Kasyful Ghummah” :
      Berdasarkan kisah Abi Abdullah Al-Ja’fi yang diperoleh dari Urwah bin Abdullah : “Telah kutanya Abu Ja’far Muhammad bin Ali AS tentang memperhias pedang ?” Beliau menjawab :”Tidak mengapa, karena Abubakar Siddiq telah menghias juga pedangnya.” Kutanya pula padanya : “Kau sebut ia itu ‘Ash-Shiddiiq’?” Secepatnya imam itu bergeser menghadap qiblat sambil berkata dengan tandas : “Ya, benar Ash-Shiddiiq. Siapa yang tidak menyebut ia sebagai Shiddiiq, maka Allah tidak akan lagi mempercayai kata-katanya di dunia dan di akhirat.”( Kasyful Ghummah, jus II hal 147. )

      3. Bukankah kakeknya sendiri, Rasulullah, yang mengucapkan wahyu Ilahi dan menjuluki Ash-Shiddiiq, sebagaimana yang dikisahkan Al-Bahrani dalam tafsirnya Al-Burhan, yang dikutip dari Ali bin Ibrahim mengatakan : Dari kisah ayahku yang diperoleh dari beberapa ahli hadits bahwa Abi Abdullah AS mengatakan “Ketika Rasulullah di gua, beliau berkata kepada Abubakar : ‘Aku seperti melihat kapal Ja’ far beserta kawan-kawannya terombang-ambing di lautan. Perhatikanlah para pendukungnya yang sedang celaka itu’. Abubakar menegur :

      Kau lihatkah semua itu, ya Rasulullah ? Ya, aku lihat semua itu, jawab Rasulullah. Perlihatkan aku, ya Rasulullah, pinta Abubakar. Lalu Rasulullah menyapu kedua mata Abubakar. Maka terlihatlah semuanya itu. Setelah itu Rasulullah mengatakan : Kau adalah Ash-Shiddiiq. ( al-Burhan, jus 2 hal. 125. )

      4. Abu Abdullah Ja’far, yang dijuluki sebagai Yang Keenam, imam ma’sum Syi’ah yang keenam telah ditanya tentang Abubakar dan Umar sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Qaadhi Nurullah Asy-Syusyturi, tergolong Syi’ah Ghulat, yang terbunuh tahun 1019 :
      “Telah bertanya seseorang kepada Al-Imam Ash-Shoodiq AS : Wahai putera Rasulullah, bagaimanakah pendapat anda tentang Abubakar dan Umar ? Imam itu lalu menjawab : ‘Kedua imam itu adil dan bijaksana. Mereka hidup dalam kebenaran dan wafat dalam kebenaran pula. Allah akan melimpahkan rahmatnya kepada mereka berdua di hari kiamat nanti.” ( “Ihqooqul Hak”, karya Syusyturi jus I hal. 16, cet. Mesir. )

      5. Al-Kulaini bercerita panjang lebar perihal ucapan imam keenam tentang kezuhudan Abubakar yang tak ada tandingannya itu. Dikatakannya bahwa kezuhudan Abubakar menduduki tempat pertama dan setelah itu menyusul Abu Dzar dan Salman.

      6. Diriwayatkan pula oleh Arbili bahwa Imam keenam itu berkata: “Aku dilahirkan Abubakar dua kali.(Kasyful Ghummah, jus II, ha]. 161. )
      Ibunya Ummu Farwah binti Al-Qosim bin Muhammad bin Abubakar, sedangkan ibu dari Ummu Farwah adalah Asmaa’ binti Abdurrahman bin Abubakar.” (Firoqusy karya Naubakhti, hal 78. )

      7. Dengarkanlah pernyataan imam terakhir, yaitu Hasan bin Ali yang dijuluki al-Hasan al-’Askari Imam kesebelas ia menceritakan kisah Hijrah. Setelah Rasulullah menanyakan kepada Ali RA tentang tidurnya Ali di tempat Rasulullah, kemudian beliau bertanya kepada Abubakar RA : “Relakah anda bersama aku, meminta sebagaimana yang aku pinta, dan anda mengetahui bahwa anda telah memikul beban apa yang aku da’wahkan, dan karena aku pula anda mengalami berbagai siksaan ? Abubakar menjawab : Ya Rasulullah, andaikan aku diperkenankan untuk hidup sepanjang umur dunia ini dan selama itu aku disiksa dengan siksaan yang paling pedih sekalipun tanpa harus mati, aku lebih rela demi kecintaanku kepadamu, Bari pada aku diberi keni’matan yang berlimpah ruah tapi aku diharuskan menentangmu. Diriku, hartaku dan anak-anaku kukorbankan semuanya demi membela engkau. Lalu Rasulullah berkata Tak satu dosapun yang melekat dalam hati saat Allah memeriksanya. Dan semuanya sesuai dengan yang kau ucapkan, sehingga kau dijadikan Allah senilai sebagai telingaku, mata, kepada dari jasad dan roh dari badan.”(Tafsir al-Hasan al’Askari, hal. 164 dan 165. Cet. Iran. )

      8. Kisah yang pertama dari Zeyd bin Ali bin Al-Husein bin Ali bin Abi Thalib, adik dari Muhammad al-Baqir dan paman dari Ja’far ash-Shodiq, yang mengatakan : “Beliau(maksudnya adalah Abu Bakar) adalah kawan terdekat Al-Quran.”( Al-Irsyad, Lilmufid, hal. 268, dalam bab “Dzikir Ikhwatuhu”. )

      9. Zeyd bin Zainul AbiBin bin Al-Husein telah diminta pendapatnya tentang Abubakar, sebagaimana yang disebut dalam Nasikhut Tawaariikh. Tokoh-tokoh Kufah yang membai’at Zeyd, suatu hari mendatangi Zeyd dan bertanya : “Bagaimana pendapat anda tentang Abubakar dan Umar ?” Beliau menjawab : “Mereka adalah orang-orang baik. Ahlulbaitku juga sependapat dengan aku dan menyatakan mereka adalah orang-orang baik. Tidak pernah mereka mendhalimi salah seorang pun dari fihak kami. Dan mereka mengamalkan Kitabullah dan Sunnah Rasulnya.”( Naasikhut Tawaariikh, jus II, hal. 590. )

      10. “Rasulullah telah menyatakan tentang sahabatnya itu sebagai berikut : ‘Tak ada yang melebihi Abubakar dalam puasa dan shalat, demikian pula keyakinan hatinya’.” (Majaalisul Mu’minin, karya Syusyturi, hal. 89. )

      11. Demikian hormatnya Rasulullah kepada Abubakar, pada saat perang Badr Abubakar telah menghunus pedangnya untuk berduel dengan salah seorang puteranya yang kebetulan berada di barisan Quraisy. Secepatnya Rasulullah mencegahnya dengan berkata : “Sarungkan kembali pedang itu. Kembalilah ke tempatmu, agar engkau bisa lebih lama bersama aku.” Allah memanjangkan usia Abubakar demi sebagai pendamping Rasulullah. ( Kasyful Ghummah, jus I hal, 190. )

      Jakfari:

      Akhi –Thahharakanalllah wa Iyyaka Minal kadzibi Ala an nabi wa âlihi/semoga Allah menyelamakatkan saya dan Anda dari berdusta atas nama nabi dan keluarga sucinya-
      Komentar yang Anda tulis sangat panjang dan pada awalnya membuat saya bangga karena ternyata saudara-saudara Ahlusunnah/Wahhabi sudah mulai mau membuka-buka dan meneliti kitab-kitab ulama Syi’ah. Walaupun mungkin dengan motivasi menemukan kesalahan dan penyimpangan agar mereka luruskan.
      Akan kemudian tetapi terus terang saya menjadi kecewa setelah menyaksikan ketidak jujuran dalam menukil dan penyelewenan dalam terjemahan apa yang Anda sebutkan, (paling tidak untuk pon nomer 1).
      Ada kekhawatiran dalam diri saya atas saudara tentang penyelewengan penerjemahan atas nash dalam tafsir yang dinisbatkan kepada Imam Hasan Askari as., hal itu dapat terjadi karena beberapa kemungkinan:
      A) Anda kurang teliti dalam memahami teks asli dalam bahasa Arabnya.
      B) Anda sedang tertipu oleh sumber kepercayaan Anda yang menukil nash tersebut. Karena Anda menukilnya sebagai tangan kedua atau mungkin bahkan tangan ketiga atau keempat. Sekedar untuk mengecek apakah Anda merujuk langsung ke kitab tersebut, mungkin pembaca perlu Anda beritahu riwayat tersebut disebutkan dalam kitab tersebut ketika menafsirkan ayat berapa surah apa?
      C) Adanya kesengajaan untuk memutar balikkan fakwa dan demi meraih dukungan kaum awam yang tidak tau banyak atau sedikit tentang kitab-kitab ulama Syi’ah!
      Apapun alasan yang menyebabkan kesalahan fatal tersebut tidaklah terlalu penting dibincangkan sekarang.
      Akan tetapi saya akan menanggapainya dengan sekadarnya.
      Pertama: Kitab Tafsir yang dinisbatkan kepada Imam Hasan al Askari itu masih disangsikan kebenaran penisbatannya oleh para tokoh ulama Syi’ah sendiri. Dan sekadar untuk memudahkan penelusuran ketarangan para ulama Syi’ah, saya perselihkan Anda membaca lampiran dalam akhir tafsir tersebut:714-736.
      Kedua: Dalam sabda Nabi saw. pada riwayat tersebut sama sekali tidak ada pujian apapun untuk Abu Bakar! Yang ada Nabi saw. justru mengatakan jika apa yang engkau katakan hai Abu Bakar sesuai dengan yang tersimpan dalam hatimu maka Allah menjadikanmu di sisiku seperti kedudukan telinga, mata dan kepala pada jasad dan seperti kedudukan ruh pada badan, seperti Ali yang mana ia juga dariku, dan ia lebih tinggi dari itu semua, karena banyaknya keutamaan dan kemuliaannya…
      Terjamahan Anda penuh dengan kesalahan fatal yang akan merusak argumentasi Anda sendiri. Di bawah ini akan saya bawakan terjemahan lengkap yang benar insya Allah.
      Kemudian Rasulullah saw. berkata kepada Abu Bakar: Hai Abu Bakar relakah engkau bersamaku, engkau akan dicari (diburu) seperti aku juga dicari (diburu), dan engkau dikenal sebagai yang mebelaku atas apa yang aku klaim (berupa kenabian maksudnya), maka karenaku engkau akan menanggung beragam siksa?

      [Terjemahan Anda: “Relakah anda bersama aku, meminta sebagaimana yang aku pinta, dan anda mengetahui bahwa anda telah memikul beban apa yang aku da’wahkan, dan karena aku pula anda mengalami berbagai siksaan ?]
      Yang kami tulis dengan huruf tebal adalah terjemehan Anda yang menympang. Anda menerjemahkan kata: تطلبdengan, meminta itu adalah sebuah kesalahan, sebab kata tersebut tidak selamanya diartikan meminta seperti dalam kamus-kamus bahasa Arab yang biasa dipakai murid-murid Tsanawiyah Negeri atau Ibtidaiyah Madrasah di desa-desa. Ia di sisi berartikan mencari. Kesalahan kedua Anda dalam bacaan pada kata tersebut di mana Anda membaca: تَطْلُبُ sementara bacaan yang benar adalah: تُطْلَبُ/dicari (diburu). Dan akibat kesalahan ini Anda terjatuh dalam kasalahan fatal dalam penerjemahan kata tersebut!!
      *****
      Abu Bakar berkata: Ya Rasulullah, andaikan aku hidup hidup sepanjang umur dunia ini dan selama itu aku disiksa dengan siksaan yang paling pedih, kematian yang mengistirahatkan tidak turun kepadaku tidak pula kesudahan dari siksa yang menyelamatkan, dan pada semua itu terdapat kecintaan kepadamu pastilah lebih aku sukai dari pada aku diberi keni’matan dan diberim kekuasaan seluruh kerajaan tapi dalam penentangan terhadapmu. Dan tidaklah diriku, hartaku dan anak-anaku melainkan tebusan untuk keselamatnmu?!
      Pada bagian ini tidak ada masalah dalam terjemahan Anda! Akan tetapi pada paragraph di bawah ini, adegan penyelewengan mulia dikencangkan.
      Anda menulis demikian:
      Lalu Rasulullah berkata: Tak satu dosapun yang melekat dalam hati saat Allah memeriksanya. Dan semuanya sesuai dengan yang kau ucapkan, sehingga kau dijadikan Allah senilai sebagai telingaku, mata, kepada dari jasad dan roh dari badan.”
      Pada bagian ini: Tak satu dosapun yang melekat dalam hati saat Allah memeriksanya, terdapat penyelewengan serius!!
      Terjemahan yang benar dan bertanggung jawab adalah:
      Tidaklah salah jika Allah memeriksa hatimu lalu Dia mendapatkan di dalamnya sesuai dengan apa yang berjalan atas lisanmu bahwa Dia menjadaikanmu di sisiku seperti kedudukan telinga, mata dan kepada pada jasad dan kedudukan ruh pada badan, …
      Sampai di sini Anda potong riwayat tersebut demi menyembunyikan keutamaan Imam Ali atas Abu Bakar andai apa yang ia ucapkan kepada Nabi saw. sesuai dengan apa yangb tersimpan dalam hatinya!!
      Dalam riwayat itu, Nabi saw. melanjutkan: … seperti Ali yang mana ia juga dariku, dan ia lebih dari itu karena banyaknya keutamaan dan kemuliaannya…
      Jadi di manakah pengagungan atas Abu Bakar seperti yang hendak simpulkan?
      Akhi Fillah, mengapa Anda harus tidak jujur dan bermain curang di sini? Apakah membela kebenaran akidah Anda harus dengan cara-cara kotor dan curang?
      Apakah ajaran Anda membolehkan berbohong dan menipu serta main cunang dalam menghadapi pengikut Ahlulbait Nabi as.?
      Saya tidak yakin mazhab Anda membolehken semua tindakan curang seperti itu!!
      Para pembaca yang terhormat mungkin Anda meragukan apa yang saya katakan tentang penyelewengan penerjemahan secara kotor di atas, maka saya berharap Anda mau merenungkan teks Arab riwayat tersebut:
      فقال رسول الله (ص): لا جرم إنْ اطلع اللهُ على قلبك ووجد ما فيه موافقا لما جرى على لسانك جعلك مِني بِمنزلة السمع و البصر و الرأس من الجسد، وَ بِمنزلة الروح من البدن، كعليٍّ الذي هو مني كذلك، و عليٌّ فوق ذلك لزيادة فضائله و شريف خصاله.
      (Baca tafsir yang dinisbatkan kepada Imam Al Askari:467-468, diterbitkan dan ditahqiq oleh Madrasah Imam Al mahdi. Qom- Iran)
      Tolong yang Anda punya terbitan nama, tidak cukup hanya dengan mengatakan cet. Iran!
      Akhirnya!
      Sementara saya cukupkan di sini dalam menaggapi komentar Anda yang panjang dan memuat sebelas kutipan atas nama Nabi dan para imam Syi’ah yang Anda anggap bertentangan dengan kaum Syi’ah dan karenanya mereka berhak diragukan kecintaan dan kepengikutan mereka kepada Ahlulbait as.
      Jika yang satu ini telah Anda tanggapi secara ilmiah maka sisinya akan saya akan tanggapi sisanya, Insya Allah !!
      Catatan Akhir!

      Adalah salah dan terkesan lugu jika ada yang tertipu dengan sekedar adanya riwayat ini dan itu yang diatas namakan para imam suci Ahlulbait as. atau seorang dari tokoh dari keturunan Nabi saw. dan para imam yang memuat pernyataan atau ucapan tertentu yang memuji si anu atau si fulan, bahwa ia pasti demikian, sebab sebelum menyimpulkan kesimpulan tertentu kita harus memastikan terlebih dahulu keshahihan penukilan yang diatas namakan mereka itu!

      • xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

        ___________
        -Ibnu Jakfari-

        Ma’af akhi zein, blog ini tidak menampilkan copy-paste !
        Silahkan menanggapi secara langsung tulisan diatas, syukron !

    • Keutamaan Saidina Abu Bakar… yg anda katakan dari Imam Ibnu Jarir Ath Thabari menyatakan Abu Bakar memeluk Islam di kalangan orang ke 50.. MasyaAllah, Taqiyah apa yg anda pakai??? Saya dapati beliau menyatakan Abu Bakar (ra) dikalangan 8 orang terawal memeluk Islam.

      Beliau memuji Saidina Abu Bakar :

      Tentang sahabat2 Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam
      Al-Imam ibnu Jarir rahimahullah mengatakan :
      فأفضل أصحابه صلى الله عليه وسلم الصديق أبو بكر رضي الله عنه ثم الفاروق بعده عمر ثم ذو النورين عثمان بن عفان ثم أمير المؤمنين وإمام المتقين علي بن أبي طالب رضوان الله عليهم أجمعين
      “Maka yang paling utama diantara sahabat2 Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah ash-Shidiq Abu Bakar radhiyallaahu ‘anhu, kemudian setelahnya adalah Al-Faruq ‘Umar (bin Al-Khathab) radhiyallaahu ‘anhu, kemudian Dzun-Nurain (pemilik dua cahaya) ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallaahu ‘anhu, kemudian Aimrul-Mu’minin dan imamnya orang2 bertaqwa ‘Ali bin Abu Thalib radhiyallaahu ‘anhu, semoga Allah ridha kepada beliau semuanya.”
      (Sharih as-Sunnah hal.32)

      Beliau rahimahullah juga mengatakan dalam tafsir beliau atas firman Allah “Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik.”(Q.S Al-Hadid ayat 10) :
      وقوله : ( وَكُلا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى ) يقول تعالى ذكره : وكلّ هؤلاء الذين أنفقوا من قبل الفتح وقاتلوا ، والذين أنفقوا من بعد وقاتلوا ، وعد الله الجنة بإنفاقهم في سبيله ، وقتالهم أعداءه
      “Dan firman Allah : “Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik.”, maka Allah menyebutkan bahwa semua (sahabat) yang ber-infaq dan berperang sebelum Fathu Mekkah, dan juga semua yang ber-infaq dan berperang sesudah Fathu Mekkah, maka Allah menjanjikan kepada mereka surga disebabkan infaq mereka dan peperangan mereka di jalan Allah.”
      (Jami’ul-Bayan 23/177)

  14. Anas bin Malik berkata: Pernah seorang laki-laki datang kepada Rasulullah lalu bertanya: “Wahai Rasulullah kapan hari kiamat datang?” Beliau bersabda: “Apa yang kamu persiapkan untuknya?” Ia menjawab: “Cinta kepada Allah dan cinta kepada Rasul-Nya.” Beliau bersabda: “Engkau akan bersama orang yang kamu cintai.” Anas berkata: “Kami tidak bergembira setelah masuk Islam lebih daripada mendengar sabda beliau: Sesungguhnya kamu bersama orang yang kamu cintai”. Anas ra.berkata: “Saya mencintai Allah, Rasul-Nya, Abu Bakar dan Umar dengan harapan saya bisa berkumpul bersama mereka walaupun saya tidak beramal seperti mereka.” (HR. Muslim)

    Ibnu Jakfari:

    Mas, bagian akhir kutipan Anda itu bukan hadis/sabda suci Nabi saw., ia hanya ucapan seorang Anas bin Malik….
    Benar setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai, kalau Anas cinta Rasul, Fatimah, Ali, Hasan Husain as. pastilah akn dikumpulkan bersama mereka.

  15. WASIAT ROSULULLOH SAW
    KEPADA IMAM ALI KW

    XXXXXXXXXXX

    ___________
    -Ibnu Jakfari-

    Ma’af akhi zein, blog ini tidak menampilkan copy-paste !
    Silahkan menanggapi secara langsung tulisan diatas, syukron !

  16. Hubungan Ahlul Bait dengan Sahabat

    ___________
    -Ibnu Jakfari-

    Ma’af akhi zein, blog ini tidak menampilkan copy-paste !

  17. ah, ini hanya website syi’ah biasa… yah namanya juga syi’ah rofidhoh, kerjanya ya pasti mencela dan mengkafirkan shahabat… ini sudah terjadi selama berabad-abad… saya tidak heran, maklumlah syi’ah rofidhoh kan bukan Islam… taubatlah yaa syi’ah…

  18. Ah, biasa wahabiy kalau kasih komentar pasti itu saja. Sudah berabad abad orang wahabiy kalau dikasih bukti sikapnya seperti itu. Saya tidak heran maklumlah wahabiy takfiri

  19. […] Hadis: Abubakar Bergelar Shiddiq Palsu! […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: