Benarkah Al Qur’an Sunni Masih Lengkap?

Al Qur’an adalah kitab yang diyakini kesuciannya oleh umat Muslim. Dia dijadikan rujukan utama dalam mengenal ajaran agama Islam. Dalam keyakinan umat Muslim Al Qur’an telah dijaga Allah, sehingga setiap ayatnya, bahkan setiap hurufnya selalu dijaga dari perubahan, pengurangan dan penambahan. Dan demikian semestinya keyakinan kita.

Benarkan Al Qur’an itu demikian? Yakinkah Anda bahwa Al Qur’an Anda sekarang ini telah memuat seluruh ayat yang pernah diterima Nabi Muhammad saw.? Sebagai seorang Muslim Sunni pasti Anda akan menjawab: Ya!
Tetapi, apakah riwayat-riwayat kitab-kitab standar Ahlusunnah mendukung jawaban Anda? Atau justru menentang jawaban Anda?
Jawabnya akan kami serahkan kepada para ulama Ahlusunnah!

Perhatikan riwayat-riwayat di bawah ini!

Khalifah Umar ibn al Khaththab membeber fakta yang tersembunyi ini:

Umar bin al Khaththab, ia berkata, “Nabi Muhammad saw. bersabda:

القرْآنُ أَلْفُ أَلْفِ حَرْفٍ وَ سَبْعَةٌ و عِشْرُونَ ألفِ حَرْفٍ، فَمَنْ قَرَأَهُ مُحْتَسِبًا فَلَهُ بِكُلِّ حرفٍ زَوْجَةٌ مِنَ الْحُوْرِ العِينِْ.

“Al Qur’an itu adalah terdiri dari sejuta dua puluh tujuh ribu huruf, barang siapa membacanya dengan niat mengharap pahala maka baginya untuk setiap hurufnya seorang istri dari bidadari.” [1]

Para ulama Ahlusunnah menyebutkan bahwa bilangan huruf Al Qur’an yang sekarang tersisa di kalangan umat Muslim-pengikut Muhammad- berkisar antara: 323015 huruf, atau 321000 huruf, atau 340740 huruf. [2]

Itu artinya jumlah ayat Al Qur’an yang hilang sebanyak lebih dari 686.260 huruf.

As Suyuthi –seorang pakar Al Qur’an Sunni – mengakui bahwa Al Qur’an yang ada sekarang kurang dari jumlah itu…

Kenama Hilangnya Dua Pertiga Bagian Al Qur’an Itu?

Sebagai seorang Muslim Sunni pasti peduli untuk tau, kemanakah hilangnya dua pertiga bagian Al Qur’an yang pernah diterima Nabi Muhammad itu?

Karena kita tidak hidup sezaman dengan Nabi Muhammad, maka kita serahkan saja kepada para sahabat terdekat Nabi Muhammad saw. untuk menginformasikan misteri hilangnya banyak bagian Al Qur’an itu.

Dalam hal ini, kita menemukan jawaban itu dari pengakuan Umar bin al Khtahthab. Umar memerintah agar umat Islam berkumpul, setelah berkumpul ia naik mimbar dan berpidato, setelah memuji Allah, ia berkata:

أَيُّها الناس! لا يَجْزِعَن مِنْ آيَةِ الرَجْمِ، فَإِنَها أيَةٌ نزلَتْ في كتابِ اللهِ و قَرَأْناها، و لَكِنَّها ذَهَبَتْ في قُرْآنٍ كَثِيْرٍ ذهَبَ معَ محَمَّدٍ.

“Hai sekalian manusia! Jangan ada orang yang sedih atas ayat Rajam. Sesungguhnya ia adalah ayat yang diturunkan dalam Kitab Allah, kami semua membacanya, akan tetapi ia hilang bersama banyak ayat Al Qur’an yang hilang bersama (kematian) Muhammad.” [3]

Jadi menurut Umar bin al Khtahthab bahwa banyak ayat Al Qur’an yang hilang bersama kematian Muhammad dan tidak seorang pun dari pengikutnya yang sempat menhafalnya!

Maka jika demikian kenyataannya, maka mungkinkah pengikut Muhammad sekarang ini bisa menemukan Al Qur’an yang lengkap?

Jawabnya kita serahkan kepada putra Umar bin al Khtahthab yang bernama Abdulllah, yang juga sahabat terdekat Muhammad. Ia telah jujur mengakui bahwa tidaklah mungkin menemukan naskah lengkap Al Qur’an. Ia mengakui bahwa telah banyak sekali bagian-bagian Al Qur’an yang telah hilang.

Abdullah bin Umar berkata:

لا يَقُوْلَنَّ أَحَدُكُمْ : قَدْ أَخَذْتُ القُرْآنَ كُلَّهُ! و ما يُدْرِيْهِ ما كُلُّهُ؟ قَدْ ذَهَبَ مِنْهُ قُرْآنٌ كثِيْرٌ. و لكن لِيَقُلْ قدَ أخَذْتُ مِنْهُ ما ظَهَرَ.

“Jangan sekali-kali seorang dari kalian mengatakan, ‘Aku telah mengambil (menghafal) seluruh Al Qur’an!’ Tahukah dia apa ‘seluruh’ itu! Telah banyak Al Qur’an yang hilang. Akan tetapi hendaknya ia berkata, ‘Aku mengambil (menghafal) yang tampak saja.’”

Kata-kata putra Umar di atas jelas sekali akan adanya banyak bagian Al Qur’an yang telah hilang, karenanya jangan ada yang berkata aku telah menghafal seluruh Al Qur’a

Di antara penyebab hilangnya banyak bagian Al Qur’an itu adlah gugurnya para sahabat terdekat Muhammad yang telah menghafal banyak bagian Al Qur’an, sehingga tidak lagi ditemukan bagian-bagian tersebut!

Kenyataan ini telah diakui-walau dengan berat hati- oleh umat Muslim sejak zaman dahulu, tetapi sepertinya mereka tidak mampu memberikan solusi kecuali dengan menyelamatkan sisa-sisa bagian Al Qur’an yang masih bisa diselamatkan.

Dalam riwayat-riwayat yang menerangkan prakarsa awal pengumpulan Al Qur’an di masa kekhalifahan Abu Bakar, ditegaskan bahwa yang mendorong para sahabat terdekat Muhammaad untuk menuliskan dan mengumpulkan sisa-sisa Al Qur’an adalah telah hilangnya banyak ayat Al Qur’an disebabkan gugurnya para prajurit yang berjuang menumpas paraa pemberontakan yang dipimpin Musailamah-yang mengaku sebagai nabi- yang digelari dengan al kadzdzab/si pembohong. Kematian para prajurit yang menghafal Al Qur’an itu telah menyebabkan hilangnya ayat-ayat Al Qur’an yang tidak dihafal oleh sahabat lain. Demikianlah yang diriwayatkan oleh Abu Bakar ibn Abi Daud dalam kitab al Mashahif-nya dengan sanad yang shahih bersambung kepada az Zuhri bahwa ia berkata, “Telah sampai berita kepada kami bahwa sesungguhnya terdapat banyak ayat Al Qur’an, lalu para penghafalnya gugur di hari peperangan Yamamah, maka tidak diketahui lagi setelah kematian mereka. Dan ketika Abu Bakar, Umar dan Utsman mengumpulkan Al Qur’an, ayat-ayat tersebut tidak ditemukan setalah itu… .” [4]

Hafidz Ibnu Abdil Barr seorang ulama besar Islam menulis dalam kitab at Tamhîd-nya, “Abu Nu’aim meriwayatkan dengan sanad bersambung kepada Muhajid, ia berkata, ‘Dahulu surah Al Ahzâb itu panjangnya seperti surah Al Baqarah atau lebih panjang, dan sesungguhnya telah hilang banyak ayat Al Qur’an pada hari (peperangan) Yamamah, dan tidak hilang darinya tentang halal dan haram.” [5]

Hafidz Abdurrazzâq ash Shan’ani berkata dalam kitab Mushannaf-nya: “Sufyân ats Tsauri berkata, ‘Telah sampai berita kepada kami bahwa banyak sahabat Nabi yang telah menghafal Al Qur’an gugur dalam peperangan Yamamah ketika memerangi Musailamah, maka hilanglah banyak ayat Al Qur’an.’” [6]

Para Ulama Ahlusunnah Mengakui Hilanganya Banyak Bagian Al Qur’an

Malik bin Anas –seorang ulama senior, pendiri sekte Malikiyah, yang diagungkan umat Muslim- juga tidak dapat menolak adanya kepunahan banyak bagian Al Qur’an. Ia terpaksa mengakui menyataan bahwa telah hilang banyak bagian penting Al Qur’an.

Demikian dilaporkan para ulama dan pakar Ahli Al Qur’an seperti Burhanuddin az Zarkasyi dalam al Burhân nya dan Jalaluddin as Suyuthi dalam al Itqân nya.

Imam Malik berkata tentang sebab gugurnya basmalah pada pembukaan surah Barâ’ah, “Sesungguhnya ketika bagian awalnya gugur/hilang maka gugurlah pulalah basmalahnya. Dan telah tetap bahwa ia sebenarnya menandingi surah al Baqarah (dalam panjangnya)” [7]

Selain Imam Malik, Ibnu ‘Ajlân juga meyakininya demikian.

Dan seperti telah dimaklumi bersama bahwa ayat-ayat surah Barâ’ah sekarang hanya berjumlah129 ayat sementara ayat-ayat surah al Baqarah berjumlah 286, jadi yang hilang sekitar 157 ayat.

Aisyah -Istri Nabi Muhammad saw.- ra. Menuduh Utsman Telah Merusak Al Qur’an

Ternyata hilanganya banyak bagian Al Qur’an itu juga disebabkan oleh keterlibatan Utsman bin Afffan –menantu dan juga penerus agama Muhammad-. Aisyah (putri Abu Bakr, penerus agama setalah kematian Muhammad), dan juga istri Muhammad- telah membongkar keterlibatan Utsman dan menuduhnya bertanggung jawab atas kerusakan Al Qur’an suaminya.

Urwah-keponakan Aisyah, istri Muhammad- meriwayatkan dari Aisyah, ia berkata:

كانَتْ سورَةُ الأحزابِ تُقْرَاُ في زمَنِ النبيِّ (ص) مِئَتَيْ آيَة، فَلَمَّا كتَبَ عثْمانُ المصاحِفَ لَمْ نَقْدِرْ مِنْها إلاَّ ما هُوَ الآنَ.

“Dahulu surah Al Ahzâb itu dibaca di sama hidup Nabi sebanyak dua ratus ayat. Lalu setelah Utsman menulis mush-haf-mush-haf kita tidak bisa membacanya kecuali yang sekarang ada ini.” [8]

Jumlah ayat surah Al ahzâb (surah dengan urutan 33 dalam Al Qur’an) yang ada dalam mushaf umat Muslim sekarang hanya 73 ayat. Itu artinya ada 127 ayat hilang.

Dan selain apa yang telah kami sebutkan di sini masih banyak data lainnya.

Catatan Akhir:

Sekali lagi kami tegaskan di sini, bahwa kita umat Islam (baik Syi’ah maupun Ahlusunnah), tetap meyakini kesucian Al Qur’an dari adanya perubahan. Dan apa yang kami sajikan tidak bermaksud mengatakan telah terjadi perubahan, akan tetapi agar diketahui bahwa dalam kitab-kitab Ahlusunnah sebagiamana juga dalam kitab-kitab Syi’ah terdapat riwayat-riwayat yang menunjukkan adanya tahrif. Jika keberadaan riwayat-riwayat seperti dalam kitab-kitab Syi’ah dianggap sebagai bukti bahwa Syi’ah meyakini adanya tahrîf, maka semestinya keberadaannya dalam kitab-kitab standar Ahlusunnah dapat dijadikan sebagai bukti yang sama. Tetapi amanat ilmiah dan ketaqwaan seorangf penulis yang akan menentukan sikapnya.

Jika ia seorang yang gemer menebur kekacauan dalam tubuh Umat Islam maka ia akan mengangkat riwayat-riwayat seperti itu sebagai bahan pemecah belah umat. Dan kaum Wahabi-lah yang sekarang ini getol melakukannya.

(bersambung)

________________________

[1] Ad Durrul Mantsur,6/422.

[2] Al Burhân Fî ‘Ulûmil Qur’ân,1/314-315. cet. Dâr al Kotob al Ilmiah. Lebanon. Thn.1988.

[3] Mushannaf; ash Shan’âni,7/345, hadis no.13329

[4] Al Mashâhif: 31 dan Muntakhab Kanz al Ummal (dicetak dipinggir Musnad Ahmad).

[5] At Tamhîd Fi Syarhi al Muwaththa’,4/275 ketika menerangkan hadis no.21. Adapun anggapannya bahwa dan tidak hilang darinya tentang halal dan haram adalah sekedar rekaan tanpa dasar, sebab bagaimana ia dapat memastikan bahwa yang hilnag itu tidak mencakup ayat-ayat yang berbicara tentang hukum halal dan haram? Bukankah ia sudah hilang?

[6]
Mushannaf,7/330 pada hadis no.13363.

[7] Al Itqân,1/86, baca juga al Burân,1/263.

[8] Al Itqân,2/25.

17 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh,

    Saya belum pernah membaca dari buku-buku yg ditulis oleh kalangan Ahlusunnah bahwa ada para ulama Ahlusunnah yg berkeyakinan bahwa Al Qur’an yg ada sekarang tidak lengkap atau ada bagian yg hilang seperti yg diyakini oleh Syi’ah.
    Malah sebaliknya mereka berkeyakinan Al Qur’an sekarang sudahlah lengkap, karena ALLAH yg menjaganya.

    “Sungguh, Kamilah yang menurunkannya (Al Qur’an) dan kamilah yang menjaganya.” [Al Hijr: 9]

    Orang yg mengatakan bahwa Al Qur’an tidak lengkap/hilang, berarti ia telah mendustakan (Al Qur’an) ayat di atas. Tidak mungkin ALLAH lalai dalam menjaga Al Qur’an.

    Saya khawatir, tulisan di atas hanyalah akal-akalan Syiah saja untuk “mencari teman” untuk mengatakan bahwa bahwa Al Qur’an tidak lengkap. Dari pengajian yg pernah saya ikuti, tidak pernah sekalipun para ulama dan ustadz Ahlusunnah mengatakan bahwa Al Qur’an yg sekarang tidak lengkap/ada bagian yg hilang.

    Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh

    ____________
    -Ibnu Jakfari-

    Akhi Suryadi yang saya hormati.
    Saya berharap Anda membaca artikel saya di atas dengan cermat.

    Ada dua hal yang perlu Anda renungkan.
    Pertama, Adanya riwayat-riwayat yang mengatakan telah terjadinya perubahan pada Al-Qur’an Al-Karim. Riwayat-riwayat seperti itu ada, baik dalam buku-buku hadis maupun tafsir Ahlusunnah dan juga Syi’ah.

    Kedua, Adanya segelintir ulama yang meyakini apa adanya kandungan riwayat-riwayat seperti baik dari kalangan Syia’h maupn Ahlusunnah sendiri. Ini bukan akal-akalan Syiah saja untuk “mencari teman” untuk mengatakan bahwa Al-Qur’an tidak lengkap!.

    Seperti telah saya tegaskan bahwa Al Qur’an adalah kitab suci yang terjaga dari perubahan, dan itulah keyakinan umat Islam baik Syi’ah maupun Ahlusunnah. dan pendapat yang nyeleneh tidak layak untuk dihiraukan.

    Kalau Anda selama ini tidak pernah membaca dalam buku-buku ulama Ahlusunah adanya seorang ulama Sunni yang meyakini adanya tahrif, itu bukan berarti tidak ada. Jangan jadikan ketidak tahuan Anda sebagai tolok ukur dan penentu akhir. Fas’aluu Ahladz dzikri in kuntum laa ta’lamun.
    Mas Suryadi, yang penting sekarang ialah, apakah Anda meyakini kesahihan riwayat-riwayat yang saya sebutkan di atas?
    Kalau jawabnya: Ya. lalu apa tafsiran Anda tentangnya?
    Apakah riwayat-riwayat di atas bukan pernyataan adanya perubahan dalam Al Qur’an?!

    Wassalam.

  2. Jakfari…saya mau tanya …bagaimana pandangan Syiah periwayatan Aisyah RA, Abu Hurairah, Umar bin Khotob, Ustman bin Affan, Abu Bakar bin Sidiq RA dalam Ilmu Hadist.

    Sementara Banyak rujukan Syiah menjelek-jelekan sebagian para sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam diantaranya yg telah saya sebutkan di atas.

    Semoga Kaum Muslimin Dilindungi dari pemahaman Orang-orang syiah.

    ___________
    -Ibnu Jakfari-

    Ukhti Aisyah, ma’af, tolong jangan keluar dari tema inti di sini. Fokuskan aja ke masalah riwayat Tahrif di atas. Bagaimana sikap dan tanggapan ulama Ahlusunnah atau tanggapan saudari sendiri tentangnya?
    Syukran.

  3. @Neng Aisyah

    ass. wr. wb

    Neng Aisyah saya mau nanya tolong dijawab ya, bagaimana pendapat saudari (saya tidak tahu apakah benar anda wanita atau lelaki) tentang Hadis Bukhari dibawah ini mengenai Aisyah ra (istri Nabi saw)

    عن عبدالله قال: قام النبى صلى الله عليه واله وسلم خطيبا فاشار نحو مسكن عائشة فقال: هاهنا الفتنة – ثلاثا – من حيث يطلع قرن الشيطان
    Dari Abdullah (bin Umar) berkata: Nabi saw. berkhotbah sambil menunjuk tempat tinggal Aisyah ra, seraya berkata “Disinilah (tempatnya) Fitnah -(diucapkan beliau) tiga kali- dari sinilah munculnya tanduk syaithan”

    [Shahih al-Bukhari, Kitab fardhi al-Khums, Bab Fardhi al-Khums, (Kutub as-Sittah, Shahih Bukhari, hal: 250. Cetakan Darussalam Linnasyr wa at-tauzi’ – Riyadh – Saudi Arabia)]

    atau bisa dirujuk di website wahabi/salafy:

    http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=0&Rec=4888

    Jika kita melihat sejarah dan hubungannya dengan hadis diatas, siapakah kiranya penyebab perang (fitnah) “JAMAL” antara Khalifa Ali ra dan Aisyah ra. serta para sahabat lainnya?

    Apakah Neng Aisyah akan menuduh Imam Bukhari melecehkan atau mencaci Aisyah ra gara-gara memuat hadis ini?

    Ataukah Neng aisyah akan menuduh Imam Bukhari seoranga syiah?

    Inilah sejarah pahit tentang -para sahabat sepeninggal Rasul saw- yang harus kita telan !!

  4. assalamu alaikum

    kayaknya perlu didiskusikan

    ____________
    -Ibnu Jakfari-

    Benar sekali. Masalah itu harus didiskusikan oleh ahlinya. Dan di sinilah tempat paling tepat untuk mendiskusikannya. Kami ajak seluruh kelompok yang masih terus-menerus menuduh (dengan tanpa rasa malu dan tanggung jawab) bahwa Syi’ah mentahrif Al Qur’an untuk terlibat dalam diskusi itu.

    Wassalam.

  5. ass….
    saya mau nimbrung sedikit…
    ukhti aisyah,,, menurut saya apa yang dikatakan ibnu jakfari adalah benar adanya, ketidaktauan kita, jangan dijadikan tolak ukur, mbak bisa mengecek ke sumber aslinya dan jelaslah saudara-saudara kita yang bernazhab syi’ah (imamiyah) adalah obyektif, stigma dan sentimen anti syi’ah yang telah menciptakan doktrin yang aneh tentang syi’ah dalam file otak kita telah menyesatkan kita sebagai pribadi sunni yang polos. saya mahasiswa s2-bukannya sok tau, orang juga baru s2-, tapi dalam kajian ulumul qur’an, sunni telah terjerembab dalam ketidakpastian arah dalam berargumen, coba anda cek buku-buku ulumul qur’an yang ditulis ulama syiah seperti hadi ma’rifat, zanjani, thaba’thabai, thabarsi dan yang lain dan bandingkan dengan tulisan karya ulama sunni.
    wassalam

  6. Kalo syi’ah hanya ANTI THAGUT AMERIKA saya pro syi’ah terdepan.

    Tapi kalo Syi’ah ngomong Al Qur’an itu, ayatnya banyak yang hilang, itu basi. SUPER BASI.

    Ente semua keduluan sama orang JIL. (makanya Jaludin Rahmat laku jadi kontributor JIL, he ..he..)

    Sorry ya, yang gw fokuskan hare gene adalah gimane itu Thagut Amerka jatuh sama antek2nya (SAUDI, RI, RT, RW, Lurah, Ca’em sebelah rumah .. he.. he..).

    Sunni ? Syi’ah ? Kacian Loe.

  7. salam….akhie…. ana mantan anggota NII….ana sekrg bikin blog sebagai persembahan ana bagi Muhammad tercinta dan ahlulbaitnya alaihimussalaam ,: dariniimenujuterang.blogspot.com…. isinya pergulatan pemikiran para mantan NII hingga menemukan jalan terang…. juga insya Allah akan dilengkapi profil para mantan tokoh NII yang menyadari perpecahan di tubuh NII dan kemudian membuka matahatinya…. juga akan ada liputan ttg perkampungan NII yang mayoritas warganya pindah rame2 ke mazhab keluarga nabi, hingga 2 masjid jami di kampung tersebut jamaahnya shalat tanpa taqiyah… salaam

  8. salam….akhie…. ana mantan anggota NII….ana sekrg bikin blog sebagai persembahan ana bagi Muhammad tercinta dan ahlulbaitnya alaihimussalaam ,: dariniimenujuterang.blogspot.com…. isinya pergulatan pemikiran para mantan NII hingga menemukan jalan terang…. juga insya Allah akan dilengkapi profil para mantan tokoh NII yang menyadari perpecahan di tubuh NII dan kemudian membuka matahatinya…. juga akan ada liputan ttg perkampungan NII yang mayoritas warganya pindah rame2 ke mazhab keluarga nabi, hingga 2 masjid jami di kampung tersebut jamaahnya shalat tanpa taqiyah…mampir ya ke blog ana … salaam

  9. ‘Ali bin Abi Thalib dan ahlul bait berlepas diri dari syiah.. bahakan ‘Ali pernah membakar hidup-hidup sekelompok kaum syiah..
    apakah yang tidak beriman kepada Al-Qur’an masih sah Islamnya?
    dalam ilmu hadits orang syiah terkenal memalsukan hadits, bahkan akidah mereka (syiah) adalah takiyah (berdusta)..

  10. si jakfary ini seorang yang beragama syiah tulen…!! dan dia punya seribu hadist palsu (karangan syiah) untuk berpendapat apa saja, termasuk meragukan keabsahan al-quran saat ini.

    disatu sisi, bila ada kaum muslimin yang komentar keras/tegas diforum ini, dianggapnya/dituduhnya dengan “inilah ciri2 salafy wahaby”, tapi disisi lain tulisan jakfary sendiri isinya hujatan, cacian, makian kepada ulama2 salafy. dan tidak jarang juga jakfary juga mencaci dan memaki komentator. berlagak sok sabar, sok tenang, tapi kedodoran juga…

    sebetulnya para komentator yang mencaci dan memaki jakfary masih bisa ditolerir, mereka mau membantah secara ilmiah tidak sanggup, karena bingung melihat lihainya si jakfari memelintir dalil, jadilah kata2 kasar yang keluar.

    lha… sijakfary dengan beraninya mencaci/memaki ulama seperti syaikh bin baz. kalaulah jakfary dan konco2nya tidak menerima ke-ulama-an syaikh bin baz, padahal beliau pernah menjabat ketua dewan masjid sedunia, anggota majelis tinggi rabithah islami, dll. NAH YANG GOBLOG ITU PARA ULAMA YANG MENGANGKAT SYAIKH BIN BAZ ATAU SIJAKFARY….????

  11. makan tuh hadits diatas …kacian deh lu semua

  12. Terbongkar sudah keyakinan agama syiah yang ingin membatalkan islam.. Pada awalnya agama syiah ini masih malu2 dan tutup diri dengan “taqiyahnya” tentang alquran.

    Tetapi sekarang mereka menampakkan keasliannya, bahwa mereka menuduh alquran kita kaum muslimin TIDAK LENGKAP, artinya syiah punya alquran sendiri.

  13. piye piye………., kok dho rak karuan kabeh yo nopo……….,ini dunia….., jd ada yg salah jg ada yg benar…………., kenapa sich urusan akherat di bahas di dunia….????? kan nggak ketemu lah………., lha wong mereka semua saja membawa keyakinan dan kebenaran mereka masing-masing…………, kapan ketemunya…….??????? mendingan masing-masing semua ibadah menurut keyakinan pribadi masing-masing……….., ok……………., thank’s…………., ” syieh siti jenar “

  14. Allah maha benar sehingga kita sebagai manusia sudah diberikan petunjuk olehNya mellui alquran dan hadis, alquran yang ada saat ini sudah merupakan petunjuk yang sempurna bagi kita semua…

  15. tulisan diatas adalah jarum beracun untuk memecah belahkan umat islam semata waspadalah selalu , di mohon penulis ini bertaubat daripada menuduh orang tanpa bukti yang akurat .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: