Mengungkap Kecurangan Saudara el-Askari

Seperti telah saya janjikan bahwa saya akan menanggapi secara terpisah komentar saudara el-Askari pada:

https://jakfari.wordpress.com/2008/03/19/menjawab-sidogiri-

Kini tanggapan itu saya hadirkan di sini.

Dalam komentarnya, sudara el Askari melakukan kecurangan demi memojokkan Sayyid Imam al Khû’i (Rahmatullah ‘Alaih) dengan memenggal dan tidak menyebut dengan lengkap komentar beliau.

el Askari menukil demikian:

ان القول بنسخ التلاوة هو بعينه القول بالتحريف والإسقاط

Di kesempatan lain ia juga berkata:

ان القول بالتحريف هو مذهب أكثر علماء أهل السنة لأنهم يقولون بجواز نسخ التلاوة.

(Lihat al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an li al-Khu’i hlm. 205)

Dengan tulisan di atas, ia hendak menuduh Sayyid al Imam al Khu’i berbuat curang karena menuduh kebanyakan ulama Ahlusunnah meyakini tahrîf. Dan demikian yang tampak dari kemnetar di atas yang ia kutp itu.

Akan tetapi, pada kenyataannya tidak demikian, al Khu’i tidak menuduh kebanyakan Ahlusunnah meyakini tahrîf…. Tetapi kecuarangan saudara al-Askari membuat pernyataan beliau berkesan demikian.

Andai ia jujur pastilah ia akan menyebutkan lengkap keterangan beliau yang menjabarkan apa yang beliau katakana itu.

Maka demi amanat ilmiah, kami akan sebutkan pernyataan Sayyid al Imam al Khu’i (RH) dengan lengkap:

وغير خفي أن القول بنسخ التلاوة بعينه القول بالتحريف والاسقاط . وبيان ذلك : أن نسخ التلاوة هذا إما أن يكون قد وقع من رسول الله – ص – وإما أن يكون ممن تصدى للزعامة من بعده ، فإن أراد القائلون بالنسخ وقوعه من رسول الله – ص – فهو أمر يحتاج إلى الاثبات .

وقد اتفق العلماء أجمع على عدم جواز نسخ الكتاب بخبر الواحد ، وقد صرح بذلك جماعة في كتب الاصول وغيرها ( 1 ) بل قطع الشافعي وأكثر أصحباه ، وأكثر أهل الظاهر بامتناع نسخ الكتاب بالسنة المتواترة ، وإليه ذهب أحمد بن حنبل في إحدى الروايتين عنه ، بل إن جماعة ممن قال بإمكان نسخ الكتاب بالسنة المتواترة منع وقوعه ( 2 ) وعلى ذلك فكيف تصح نسبة النسخ إلى النبي – ص – بأخبار هؤلاء الرواة ؟ مع أن نسبة النسخ إلى النبي – ص – تنافي جملة من الروايات التي تضمنت أن الاسقاط قد وقع بعده . وإن أرادوا أن النسخ قد وقع من الذين تصدوا للزعامة بعد النبي – ص – فهو عين القول بالتحريف . وعلى ذلك فيمكن أن يدعى أن القول بالتحريف هو مذهب أكثر علماء أهل السنة ، لانهم يقولون بجواز نسخ التلاوة . سواء أنسخ الحكم أم لم ينسخ ، بل تردد الاصوليون منهم في جواز تلاوة الجنب ما نسخت تلاوته ، وفي جواز أن يمسه المحدث . واختار بعضهم عدم الجواز . نعم ذهبت طائفة من المعتزلة إلى عدم جواز نسخ التلاوة ( 3  (.

__________

( 1 ) الموافقات لابي اسحاق الشاطبي ج 3 ص 106 طبعة المطبعة الرحمانية بمصر .

( 2 ) الاحكام في اصول الاحكام للامدي ج 3 ص 217 .

( 3 ) نفس المصدر ج 3 ص 201 – 203 .

 

 

 Kecurangan itu sangat bermasalah ketika terkait dengan penukil kedua, di mana saudara el-Askari tidak menyertakan kata kunci dalam kalimat tersebut: وعلى ذلك فيمكن أن يدعى yang terjemahnya: Maka atas dasar itu dapat diklaim bahwa keyakinan adanya tahrîf adalah mazhab mayoritas ulama Ahlusunnah.

Selain itu pada awal pembahasan, Sayyid al Khu’i telah menegaskan bahwa lâzim /konsekuen pendapat adanya naskh tilâwah adalah tahrîf Al Qur’an…. Dan tidak samara bagi para ulama bahwa lâzim sebuah pendapat bukan pendapat itu sendiri….. dan jika saudara el-Askari seorang santri pasti mengerti ini.

Kecurangan ini sangat mencoreng nilai ilmiah sebuah tulisan…. Dan saya khawatir saudara kita ini telah terjangkit “Virus Penyakit” yang sering disebarkan kaum Wahhabi…. Sebab sebelum ini, kecuarangan yang persis dengan yang sadara al-Askari lakukan telah dilakukan seorang Syeikh Wahhabi.

Jadi, kami harap saudara el-Askari mampu memberikan jawaban terhadap kritik Imam al Khu’i di atas untuk mempertahan konsep naskh tilawah yang ia yakini.

Semoga kita semua diberi taufiq untuk melakukan yang meridhakan Allah dan Rasul-Nya. Amin.

Sekian tanggapan kami. Dan di bawah ini kami sertakan alamat yang dapat dirujuk untuk membaca langsung kitab tafsir al Bayân karya Ayatullah al Udzma Sayyid Abu al Qâsim al Khu’i.

http://www.shiaweb.org/quran/bayan/pa44.html

19 Tanggapan

  1. sudah biasa/banyak orang yang mengambi keterangan sepotong-sepotong, termasuk dalam hal agama, guna kepentingan pribadi/golongannya..
    makanya diperlukan penjelasan-penjelasan pembanding( sepertitulisan di atas) agar adil dan terlihat mana yang benar..

  2. Assalamu alaikum
    Buat dek el askari, dody, khumaini dkk.
    Semestinya akhi el-askari harus jujur kalau menukil atau boleh jadi dia sedangf kurang teliti….. tapi mesti ya mbok ati-ati dek…. kutipan kaum itu kan bakal dibaca banyak orang….
    jadi gini aja gimana…. kamu sanggah aja ktirikan Ayatollah ya Syi’ah: al Khu’i dalam masalah naskh tilawah, khususnya bi duni hukmi…..
    Kan kamu pasti belajar tuh di PONPES kamu kitab Burhan dan Itqon atao lainnya…..
    Nah bantah aja bia rfokus diskusinya…..
    Kalau kamu yakin bahwa misalnya perkataan Syd. Umar itu maksudnya naskh ya buktikan, siapa yang memansukh? kapan dimansukh?
    Tapi ingat ya dek, nanti tanyakan sama pak Kiai kamu, apa boleh menetapkan sebuah ayat al quran dengan tanda kemutaqaitiran?
    Apa boleh terjadi pemansukhan pada selain ayat hukum?
    Maaf ya adik-adik rasa rasanya kok tanggapan kamu kamu ini sering melenceng, nggak fokus, dan menghindar dari tema yang dibahas…. nggak naggapai tapi lari menuduh itu dan ini!
    Tolong biar nggak tampak cuma menang menagan tok diskusi yang baik.

  3. sudah biasa/banyak orang yang mengambi keterangan, ditambah-tambah (seperti tulisan saya ini), termasuk dalam hal agama, guna kepentingan pribadi/golongannya..
    makanya tidak diperlukan penjelasan-penjelasan pembanding( sepertitulisan di atas) agar adil dan terlihat mana yang benar..

  4. el-Askari-nya lari kemana ya? dibantah disinin kok nggak muncul? he…he…he…

    aku kan pingin liat bantahan baliknya!

  5. @EL-ASKARI

    EL-ASKARINYA KOK BELUM NONGOL-NONGOL YA?, DILUCUTI DISINI MALAH LARI…MALU-MALUIN SIDOGIRI AJA!

    YANG PANTAS NAMANYA DIGANTI EL-SATPAM AJA BUKAN EL-ASKARI KARENA LARI DARI DISKUSI KAYAK SATPAM LARI DARI PERANG…

    AYO EL-ASKARI (EL-SATPAM) JAWAB TUH SANGGAHAN PAK ADMIN

  6. Diskusi kita lanjutkan jika memang tulisan-tulisan saya ditampilkan. Selama ini saya merasa diskusi tidak ada gunanya jika memang justru jawaban saya tidak ditampilkan. Biarpun bagaimana seharusnya fair. Biar pembaca yang tahu.

    ________________
    Ibnu jakfari

    Kalau mau pake nama yang macam-macam mbok email-nya yang beda toh mas,
    Ada pake nama el-Askari, M. Burhanuddin dan A. Jalal, al-muntadzar, semua pake email yang sama, bahkan IP-nya juga sama smua!!
    Masalah tulisan kamu, asal tidak keluar dari tema bahasan pasti saya tanggapi… Kalau keluar tema… ngomong ngalor ngedul (kesana kemari) kaya orang pusing ya maaf lah! blog ini bukan tong sampah para pengangguran atau santri stes.

  7. El Satpam nama yg cocok buat eskari…askar ko kabur, ngumpet..!…ntar dibilang taqiya…?? jgn ngaco bos

    Mas…jangan terlalu bodoh untuk ngibulin di dunia maya, ketauan lg khan..?!

    nama aja ganti2 karena udah malu pk “el esakri” heheheheh

    setiap admin blog tau orang yg email nya sama tp gnti nama..apalagi IP address sll terdeteksi..!

  8. udahlah el Askari, diskusi aja yang bener. Gw berani sumpah, kalau ente berani diskusi yang bener di sini dan Ibnu Jakfari gak bisa ngejawab argumen ente, gw pindah mazhab…!!!

  9. Siapa ya kira-kira yang di prediksikan oleh Sayyidina Ali Karramallahu wajhah dalam perkataannya yang di abadikan dalam Nahj al-Balaghah:
    وسيهلك في صنفان : محب مفرط يذهب به الحب إلى غير الحق ، ومبغض مفرط يذهب به البغض إلى غير الحق ، وخير الناس في حالا النمط الأوسط فالزموه ، والزموا السواد الأعظم بأن يد الله على الجماعة ، وإياكم و الفرقة
    Muhibbun mufrith menurut saya adalah orang yang keterlaluan mencintai beliau sampai-sampai menganggap Sayyidina Abu Bakar ,Sayyidina Umar dan Sayyidina Utsman radhiyallahu anhum telah merampas hak-hak khilafah dan menganggap istri-istri Nabi telah durhaka kepada Nabi terutama Sayyidah ‘Aisyah Radhiyallahu anha dan Sayyidah Hafshah Radhiyallahu anha dan juga menganggap Sayyidina Mu’awiyah radhiyallahu anhu telah keluar dari islam sebagaimana di katakan oleh salah satu tokoh syiah bahwa Mu’awiyah:
    صاحب الأحداث والموبقات في الإسلام-الى أن قوله- إن معاوية في جميع مراحل حياته لم يؤمن بالله.
    Padahal Sayyidina Ali Karramallahu wajhah berkata bahwa Sayyidina Mu’awiyah dan pasukannya adalah “ikhwanuna baghau ‘alaina” sebagaimana di tulis dalam kitab qurb al-isnad hlm 62 dan wasa’il as-Syi’ah 11/62 melalui riwayat Imam Ja’far Shadiq:
    عن جعفر عن أبيه أنّ عليًّا – عليه السّلام – لم يكن ينسب أحدًا من أهل حربه إلى الشّرك، ولا إلى النّفاق، ولكنّه يقول: هم اخواننا بغوا علينا”
    Meskipun oleh al-hur al-‘amili setelah menulis riwayat ini di komentari dengan ungkapan taqiyyah, ia berkata:
    “أقول: هذا محمول على التّقية”
    Sebab memang sembilan dari sepuluh ajaran syiah berada dalam taqiyyah:
    إن تسعة أعشار الدين في التقية
    Menurut saya ungkapan al-Amili tersebut merupakan pelecehan terhadap Sayyidina Ali sebab menganggap beliau tidak kesatria sehingga harus bertaqiyyah di samping juga ungkapan ini beliau sampaikan ketika beliau berkuasa.
    Kenapa ya, syiah kok benci-bencinya kepada Abu Bakar dan putrinya padahal imam Ja’far Shadiq berkata:
    ولدني أبو بكر مرتين
    Beliau mengatakan demikian karena Ibu Beliau Ummu Farwah merupakan putrinya Qasim bin Muhammad bin Abi Bakar. Sedangkan Istrinya Qosim adalah putrinya Abdurrahman bin Abi Bakar

    __________
    Ibnu Jakfari

    Saudaraku A. Jalal (=el-Askari=M. Burhanuddin juga =al-muntadzar,) yang terhormat…. tanggapan saudara melenceng dari tema bahasan di atas.
    Saya membongkar kecurangan el askari, tapi sauadar lari kesana kemari… bicara itu bicara ini…
    Penafsiran saudara tentang muhibbun ghalin sungguih luar biasa ndak nyambungnya…. apa urusan kecintaan kepada Imam Ali as. dengan sampai-sampai menganggap Sayyidina Abu Bakar ,Sayyidina Umar dan Sayyidina Utsman radhiyallahu anhum telah merampas hak-hak khilafah dan menganggap istri-istri Nabi telah durhaka kepada Nabi terutama Sayyidah ‘Aisyah Radhiyallahu anha dan Sayyidah Hafshah Radhiyallahu anha dan juga menganggap Sayyidina Mu’awiyah radhiyallahu anhu telah keluar dari islam

    Saya tidak keberatan Anda membela kaum munafikin seperti Mu’awiyah CS. itu hak Anda….
    Mestinya sudara mengatakan bentuk keterlaluan dalam mencintai Ali as. itu dengan sampai-sampai menganggapnya tuhan…. saya beri contoh ya pak: kerena keterlaluan mencintai istrinya sampai-sampai ia menyembahnya!! itu nyambung. tapi kalau saudara berkata: Si folan itu keterlaluan dalam mencintai istrinya sampai-sampai ia membenci istrinya pak lurah dan anti dengan partai A atau B. itu pasti tidak nyambung kan!

    Kalau masalah taqiyyah di anggap tidak kesatria, saya mau bertanya, apakah Nabi Muhammad saw. pernah bertaqiyah terhadap orang kafir/yahudi/munafik di saat beliau berjaya?
    Maaf ya kalian tidak mengerti dengan baik apa itu taqiyyah tapi paling banyak bicara tentang taqiyyah.
    Masalah sabda imam ja’far as. jika benar…. apa manfaatnya buat kalian Ahlusunnah? Apa keutamaan Abu Bakar yang dapat saudara simpulkan darinya? Bukankah menurut kalian AHhusunnah, seorang Nabi bisa saja dilahirkan oleh kedua orang tua yang musyrik dan neraka tempatnya?
    Harap omongan saya ini tidak dijadikan bahan fitnah dengan mengatakan bahwa saya mengafirkan Abu Bakar.

    lalu terakhir, apa hukumnya mempercayai kekhalifahan Abu Bakar?
    Wajib?, jika tidak diyakini jadi kafir?
    Atau tidak apa-apa menolaknya?

  10. halo….sudah seminggu el askary…melarikan diri kok kagak muncul2…….huakakakkkkk…
    ditunggu……ane mau liat dalil2…nya…
    huakakakakak

    __________
    Ibnu Jakfari:

    Bob el askari tidak melarikan diri tapi ia berganti-ganti nama! Mungkin itu wansit yang diterima dari kyainya?

  11. Yang di ini belum dikomentari:
    Bagaimana murutmu tentang ungkapan al-Hur al-Amili bahwa Sayyidina Ali ketika berkata:
    هم اخواننا بغوا علين
    Al-Amili berkata: “أقول: هذا محمول على التّقية”
    Kurang ajar betul al-Amili terhadap Sayyidina Ali beliau di katakan sedang berbunglon ria dan pengecut, begitu di katakan cinta pada Sayyidina Ali.

    ___________
    Ibnu Jakfari:

    @A. Jalal=el-Askari=M. Burhanuddin juga=al-muntadzar,
    Tolong Anda jawab dulu pertanyaan saya sebelumnya! Dan saya sarankan kamu banyak belajar tentang Syi’ah sebelum berbicara tentang Syi’ah! Saya dahulu juga Sunni seperti Anda, bahkan anti Syi’ah karena teracuni fitnah kaum pemfitnah, tetapi setalah saya tau bukti kebenaran Syi’ah saya menerimanya…. Pelajari konsep Ushul Fikih Syi’ah baru bisa mengerti apa maksud ucapan al Hurr al ‘Amili (rahmatullah ‘Alaihi)….

    Jadi Anda tidak usah lari dari tema…. itu kebiasan memalukan orang yang tidak bermodal dalil….
    Pak A Jalal…. menurut kami Imam Ali itu Mukmin tidak?
    Pasti Mukmin kan jawab kamu (semoga jawaban itu tidak taqiyyah!!!!)
    Nah sekarang, ulama ahli hadis kamu telah meriwayatkan hadis shahih berbunyi:

    سباب المسلِمِ فسوقٌ و قتالُه كفرٌ

    yang terjemahannya menurut para ustadz pesantrenan begini: Mencaci maki orang muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kufr.

    sekarang apa Anda ragu Mu’awiyah memerengi Imam Ali as.? Jadi jelas kan status orang yang memerangi Imam Ali as.
    Yaa… karena Mu’awiyah menampakkan dzahir islam formal maka disebut munafik dan:

    إن المنافقين في الدركِ الأسفل من النار

    Apakah menurut Anda Imam Ali as. akan bangga berikhwan dengan kaum munafikin?!
    Oh ya pak, kamu juga belum jawab, apa Nabi pernah bertaqiyyah? Kalau jawabnya pernah apa berarti Nabi saw. itu Syi’ah?

    Kalau belum tau jawabnya soan dulu ke rumah-rumah para ustdaz dan kiai, amplopi uang sedikit biar mau membagi ilmunya…. tapi kalau amplopnya tipis ya biasanya jawabnya agak singkat atau bahkan kurang shoheh!

  12. (kalo mau ngomentari jangan separuh-separuh, mending kalo nggak nyambung dibuang saja,katanya takut jadi blog sampah)
    Yang ini belum dikomentari,
    Sayyidina Ali ketika mengatakan: هم اخواننا بغوا علينا
    kemudian al-Amili berkomentar: “أقول: هذا محمول على التّقية”
    kurang ajar betul al-Amili kepada Sayyidina Ali, beliau dikatakan pengecut, padahal siapa saja tau hatta anak yang masih duduk di klas sifir akan keberanian beliau, kemudian orang-orang syiah begitu mudahnya mengatakan TAQIYYAH. begitu dikatakan cinta kepada Ahlul Bait, bukan cinta tapi mencoreng nama baik Sayyidina Ali.

    ___________
    Ibnu Jakfari:

    Benar pak, keberanian Imam Ali sudah dikenal bahkan anak kecil sekalipun… semua tau beliau as. tidak pernah lari dari medan perang tidak seperti sahabat kebanggaan kalian yang lari terbirit-birit dalam peperangan Uhud… semua tau keberanian Imam Ali as. bagaimana ketika ‘Amr ibn Abdi Wudd menantang duel kaum Muslimin sambil mengejek-ngejek mereka… tapi semua diam…. semua bungkam, Abu Bakar diam, Umar diam Utsman diam semua diam tidak ada yang berani tampil walaupun surga jaminannya apabila gugur syahid, ya semua diam hanya Imam Ali as. yang bangkit dan akhirnya membuat ‘Amr mati tersungkur!!!

    Jadi pak A Jalal, saudara tidak usah marah-mara atas al Hurr al ‘Amili… beresi dulu mazhab kamu… baru ngurus mazhab kami!

    Adapun tuduhan bahwa Syi’ah berbohong dalam kecintaan mereka kepada Ahlulbait Nabi as., itu hal memalukan pak, Anggap benar Syi’ah berbohong dalam kecintaannya kapada Ahlulbait as. lalu apakah dengan serta merta dapat membuktikan kalau Ahlusunnah tidak mencintai Ahlulbait?

    Kalau Syi’ah yang terbukti paling getol mengoleksi sabda-sabda para imam suci Ahlulbait, paling rajin memperingati hari-hari lahir dan wafat para imam, yang rajin berziarah ke makam-makam para imam dan paling menghormati keturunan Nabi saw. dan para imam kalau setelah semua itu Syi’ah dianggap berbohong dalam kecintaannya, lalu apa bukti kacintaan kalian Ahlusunnah kepada Ahlulbait?

    Akapah kalian rajin mengoleksi hadis-hadis riwayat Ahlulbait as. dan sabda-sabda mereka?
    Apakah kalian yang paling bersemangat untuk menziarai dan merawat kuburan dan makam-makam para imam?

    Apakah kalian yang paling aktif merayakan hari-hari kelahiran Ahlulbait? Yang memperingati hari wafat (haul) para imam Ahlulbait as?

    Apakah menurut kalian mengafirkan ayah bunda Nabi dan paman kecintaannya termasuk bukti kecintaan kepada Nabi saw. dan Ahlulbaitnya?

    Apakah menurut kalian mencintai dan membela musuh-musuh dan orang-orang yang benar-benar terbukti menyakiti Ahlulbait termasuk bukti kecintaan kalian kepada Ahlulbait?
    mengapa tidak satu bukti pun dapat dilihat dari kalian?!

    Pak, Anda perlu duduk memikirkan apakah pola keberagaam bapak sekarang ini sudah benar?
    Apakah bapak yakin bahwa Nabi Muhammad SAW. tidak pernah memerintahkan umat Islam (Saya dan Anda semua) untuk mengikuti Ahlulbait?
    Lalu sejauh mana bukti bahwa bapak telah mengikuti Ahlulbait as.?

    Bapak perlu duduk di keheningan malam, sedirian kemudian memikirkan masalah ini. memikirkan apakah pola keberagamaan bapak sekarang ini sudah benar!! sebab jika terbukti salah bapak masih punya kesempatan untuk mencari yang benar. Tapi jika bapak teledor dan mati kesempatan itu hilang.. dan siapapun yang teledor tidak akan diampuni.

  13. @ A Jalal.
    Saya ingin tanyakan apa sih mau anda2 terhadap Syiah Immamyah Yg notabene mencintai Ahlulbait. Dihilangkan? Dimusnahkan? Sehingga yg tinggal pembenci ahlulbait? Sperti pd Zaman Muawyiah LA dan Jazid ibnu Muawyiah? Dan sekarang golongan2 ini sdgkan mempersiapkan diri kembali kpd zaman Jazid ibnu Muawiyah

  14. Apa perlu aku membeda-bedakan antara keturunan Rasulullah yang telah kalian angkat jadi Imam atau tidak. Bagi kami, semua ketururan Rasulullah termasuk dalam Alihi yang kami baca setiap kami shalat.
    Para Habaib yang memang betul keturunan Rasulullah kami hormati dan kami ta’dzimi. Tapi kecintaan kami tidak sampai mengkultuskan beliau, tapi lebih karena beliau adalah keturunan Rasulullah.
    Apa perlu sebuah kecintaan kepada keluarga Nabi harus menziarahi Kuburan mereka?
    Kamu kira dengan mengatasnamakan Madzhab Ahlul Bait kalian betul cinta pada keturunan Rasulullah sehingga kalian yakin akan dicintai oleh mereka. Apa kamu saja yang mencintai Rasulullah?
    Apa memang betul hadits-hadtis Ahlul bait hanya diriwayatkan oleh Syiah saja. Lihat Imam Ahmad yang meriwayatkan hadits dari Imam Jakfar.
    Apa perlu sebuah riwayat harus dari keluarga Nabi? Padalah umat Islam semuanya berhak untuk mengambli hadits dari Nabi.
    Jangan sok ngaku deh.
    Kami cinta Ahlul Bait, semua keturunan Rasulullah. Baik yang Sunni atau Syi’i. Hanya untuk yang beraliran SYIAH kami tidak mengikuti keyakinannya, karena itu tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah, dan kami tetap mencintai mereka selaku KELUARGA NABI. Allahumma Shali Ala Sayidina Muhammad wa Ala Ali Shahbih.
    Ternyata hal itu berbeda dengan Anda yang hanya mencintai keturuan Rasulullah melalui jalur Imam yang hanya Anda sendiri yang mengimaninya.
    Shalli Ala Sayidina Muhammad wa Ala Aali Sayidina Muhammad.
    Semoga Allah memberikan curahan Rahmat kepada keluarga Nabi, cucu Nabi dan semua keluarga Nabi Amin.

    ____________________________
    -Ibnu Jakfari-

    Saudaraku A. Jalal… saya tidak mengatakan bahwa seluruh Ahlusunnah tidak mencintai Ahlulbait as. Kenyataannya kebanyakan mereka mencintai Ahlulbait as. hanya minoritas yang tidak mencitai.. tidak menghormati Ahlulbaut as.

    Tetapi dalam pengambilan ajaran agama dan hadis Nabi saw. ternyata Ahlusunnah tidak terlihat antusias dan bersemangat menimba ilmu agama dari Ahlulbait Nabi as. sebagai bukti: begitu sedikitnya riwayat-riwayat Ahlulbait dalam kitab-kitab hadis Ahlusunnah! Bukankah begitu akhi A. Jalal?

    Bukhari tidak meriwayatkan satu hadis pun dari Imam Ja’far ash Shadiq as.!!!
    Imam Malik tidak meriwayatkan satu hadis atau atsar pun dari Imam Ali as.
    Coba Anda total berapa sih hadis riwayat Ahlulbait as. dalam kitab-kitab Ahlusunnah?
    Berapa hadis Imam Ali as.?
    Berapa hadis Imam Hasan dan Husain as.?
    Berapa hadis Imam Zainal Abidin as.?
    Berapa hadis Imam Muhammad al Baqir as.?
    Berapa hadis Imam ja’far as.?
    lalu bandingkan dengan hadis Abu Hurairah! Hadis Abdullah ibn ‘Amr ibn al ‘Ash! hadis Zuhri! hadis Sy’abi! dll.

    Akhi, Anda berkata: Apa perlu sebuah riwayat harus dari keluarga Nabi? Padalah umat Islam semuanya berhak untuk mengambli hadits dari Nabi.
    Apa pendapat saudara tentang hadis Tsaqalain? Hadis Safinah? Hadis:
    أنا مدينة العلم و علي بابها
    ?

    Benar! Semua berhak mengambil hadis dari Nabi saw. tetapi tidak semua berhak menyampaikannya! Dan jika tetap menyampaikannya kita berhak meragukan penyampaian seorang yang fasiq! yang munafiq! yang suka mencampur adukkan hadis dengan omongan israiliyat!

    Akhi, apa yang Anda katakan:Ternyata hal itu berbeda dengan Anda yang hanya mencintai keturuan Rasulullah melalui jalur Imam yang hanya Anda sendiri yang mengimaninya. tidak benar, sebab kami (Syi’ah) diwajibkan mencintai seluruh keturunan Nabi mulia saw. baik yang jahil apalagi yang alim! Baik yang Sunni maupun Syi’ah! baik keturunan Imam Musa (al Musawi) maupun keturunan Ali al Uraidhi atau lainnya!

    Jadi akhi, perbedaan Syi’ah dan Sunni (yang muhibbin) hanya satu yaitu Syi’ah selain mencintai juga mengambil agama dari para Imam Ahlulbait seperti Imam Ja’far dan Imam Musa as. sedangkan Sunni yang muhibbin hanya mencintai saja! Bukankah begitu? Kalau saya salah tolong diluruskan.

  15. Ketika saya membaca posting dari Mas Jakfari di atas saya berkesimpulan adalah antara Sunnah dan Syiah memang betul-betul berbeda.
    Hanya saja, dari Syiah tameng utama adalah Ahlul bait sedangkan Sunnah tidak. kendati Ahlussunnah seratus persen mencintai Ahlul Bait.
    Sunni mencintai ahlul bait tapi tidak diproklamirkan ke seluruh dunia, tapi berupa tindakan dan aksi. Kami mencintai mereka tapi tidak sampai mengkultuskan mereka sampai menuhankan. Kami mencintai mereka namun tidak sampai memukul dada dan punggung. Kami hanya mencintai Ahlul bait mengikuti ajaran Syariah.
    Kami tidak memilah itu keturunan Sayidina Husain atau Sayidina Hasan. Kami tidak memilah itu jadi Imam atau tidak, asalkan keturunan Rasulullah.
    Akapah kalian rajin mengoleksi hadis-hadis riwayat Ahlulbait as. dan sabda-sabda mereka?
    Ya, bahkan kami meriwayatkan dari Sayidina Ali tentang pelarangan kawin Mutah di saat perang Khaibar.
    Apakah menurut kalian mencintai dan membela musuh-musuh dan orang-orang yang benar-benar terbukti menyakiti Ahlulbait termasuk bukti kecintaan kalian kepada Ahlulbait?
    Tidak, yang menjadi bukti adalah pengkhiatan Syiah kepada Sayidina Husain sehingga beliau tewas di Karbala. Akhirnya mereka menyesali diri dengan memukul-mukul dada. Itukah yang dinamakan cinta?
    Kenyataannya, kebanyakaan para Habaib yang juga keturunan Sayidina Husain tidak berbuat sedemikian. Padahal yang dibunuh adalah kakek mereka. Apakah mereka tidak mencintai kakek mereka?
    Jika memang ajaran itu adalah dari Nabi dan Ahlul Bait mengapa banyak dari mereka tidak memukul-mukul dada seperti kalian. Kami tidak pernah berbuat semacam itu.
    Saya marah jika yang dibuat tameng adalah Ahlul Bait. Karena Ahlul bait tidak pernah berbuat seperti yang kalian lakukan.

    _______________________
    Ibnu Jakfari:

    Setau saya al muhdhar itu dari keturunan habaib! Al hamdulillah, Anda dijadikan keturunan Ahlulbait Nabi saw. yang disucikan sesuci-sucinya! Kami hanya bisa berharap diterima Nabi saw. sebagai pecinta Ahlulbait beliau dan keturunan mereka.

    Benar ya habib, kecintaan kepada Ahlulbait as. tidak boleh sampai menjadikan mereka tuhan! Kami mengafirkan orang yang menuhankan Imam Ali as.
    Kalau apa yang dilakukan Syi’ah dengan menagisi, menepuk dada meratapi Imam Husain as. yang syahid di Karbala itu tidak boleh…. dan para keturunan Nabi (habaib) tidak melakukannya! Lalu menurut Anda yang benar apa yang harus diperbuat?

    kalau Anda menuduh Syiah yang membantai Imam Husain as. lalu waktu itu kaum Sunni kemana? Mengapa tidak membela Imam Husain as.?

    Ya habib, usulan saya, coba Anda mau mempelajari ajaran datuk-datuk Anda.
    Kenyataannya ya habib berapa sih hadis jidd Anda Imam Ali as., imam Ja’far as. Imam Baqir?
    Coba anda renungkan masalah ini baik-baik….

    Ya habib, menghormati orang yang alim itu dianjurkan dan diwajibkan Islam. Jadi mestinya dalam menghormati keturunan Nabi pun prinsip ini harus ditrapkan! Apakah Anda akan menghormati seorang habib yang kebetulan jahil (ma’af, saya mengatakannya) dengan kadar yang sama dengan habib yang alim yang wali? apalagi seperti Imam Ja’far datuk Anda? Saya pikir itu tidak adil!

    Terakhir tentang apa yang habib katakan:Ya, bahkan kami meriwayatkan dari Sayidina Ali tentang pelarangan kawin Mutah di saat perang Khaibar. saya sudah bahan tuntas di:Nikah Mut’ah Antara Hukum Islam dan Fitnah Wahhabi (1)
    mudah-mudahan Anda menyempatkan waktu membacanya! Agar Anda tau bahwa nama datuk para habaib telah dipalsukan oleh para pemalsu!

  16. @A jalal
    Anda hrs mengerti dulu apa arti Syiah. Mungkin sdh banyak penjelasan tapi anda nda mau tahu tetap saja menghujat. Bgm cara seseorang bertindak dlm melampiaskan kencintaan mereka adalah urusan masing2 krn anda tdk tahu isi hati mereka. Yg tahu adalah Allah dan bukan anda2 jd anda2 tdk berhak menghukum tindakan mereka sirik/bid’ah/kafir. Anda2 bkn Allah. Allah yg menentukan apakah mereka sirik atau kafir. Mungkin sebaliknya. Manusia tdk berhak memberikan predikat demikian. Ilmu Allah maha Tinggi dan Dia jg Maha Pengampun. Anda2 berteriak darah Syiah hal. Anda2 se-akan2 telah mengambil Hak Allah. Terkecuali Tuhan anda berbeda dgn kami. Sebab tuhan berjisim. Duduk dan berdiri seperti manusia. Seperrti apa yg disampaikan oleh Imam Wahabi dan Muftinya Ben Bazz

  17. Salam..

    Jika ingin mengetahui keyakinan suatu kaum, ada baiknya tidak melihat perbuatan orang2 “bodohnya”.

    misalkan, berapa banyak orang (yang mengaku) Ahlussunah yang meminum khamer, berzina dan maksiat2 lainnya..? jelas bahwa dalam Ahlussunah maksiat2 tersebut adalah HARAM, lalu apakah urusan ini dikembalikan kepada mazhab tersebut atau kepada pribadi mereka masing2..?

    Ada baiknya sdra Al Muhdhar memepelajari syiah lebih mendalam lagi, ini bukan menggurui namun mengajak antum dan diri saya sendiri untuk lebih mempelajarinya.

    Kecintaan kepada Ahlulbait tidak hanya dengan ucapan, namun dengan perbuatan. Kita mengakui mencintai Ahlulbait, namun banyak sekali riwayat dan hadis dari jalur Ahlulbait yang kadang tidak dihiraukan, padahal mereka jelas-jelas sumber Ilmu (salah satunya yang diucapakan Rasul saww mengenai kota ilmu Nabi saww).

    Dimana mana orang yang mengultuskan manusia sebagai Tuhan adalah Musyrik, ga peduli syiah atau suni.

    anda mengatakan “….Saya marah jika yang dibuat tameng adalah Ahlul Bait….”

    sebenarnya saya juga marah dengan mereka yang mengaku sadah namun pada hari Asyura malah ketawa2( mksd ana bukan mengetawai tragedi tersebut), bahkan lupa dengan tragedi yang menimpa Datuk mereka sendiri di karbala pada hari itu…padahal banyak yang tau riwayat dari Rasullulah saww jauh2 sebelum tragedi karbala yang mana waktu itu Rasul mencerikatan nya dng sedih dan menangis apa yang akan menimpa Al Husain as kelak.

    Ga sedikit orang yang menangis ketika dibacakan cerita Nabi Ibrahim as yang diperintah oleh Allah swt untuk menyembelih anaknya, padahal (dari Al qur’an dan Sejarah) mereka tau Nabi Ismail as diganti dengan domba…yang intinya Nabi Ismail as ga jadi disembelih…

    sedangkan Imam Husain as yang oleh Rasul saww dikatakan : “Husainu minni ,wa ana min Hussain” jelas2 “disembelih” oleh makhluk2 durjana..apakah salah jika mereka yang mencintai Ahlul Bait menangis dan bersedih mendengar cerita tragedi yang menimpa ahlulbait tersebut..!

    Orang Syiah bersedih karena Rasul saww bersedih, mereka juga ridha jika Rasul saww ridha..

    Maaf jika yang saya tulis tidak berkaitan dengan artikel diatas.

    Wassalam

  18. @Almuhdar
    Mudah-mudahan nama yang mas tampilkan memang menunjukkan mas adalah habaib.
    Saya sering mendengar apa yang mas utarakan itu: Kami mencintai ahlulbait Nabi dan keturunannya. Terutama Wahabi paling getol untuk mengumbar-umbar hal ini.
    Saya pribadi sesungguhnya tidak tertarik dan kurang tergerak mendengar pengakuan-pengakuan seperti ini. Karena apa? Karena kecintaan seseorang kepada seseorang/kelompok lain tidaklah dilihat dan didengar dari hanya ucapan, tetapi adalah dari i’tikad, sikap, ucapan dan tindakan mereka kepada orang yang dicintai.
    Sehubungan dengan ungkapan kecintaan kepada ahlulbait ini, ada banyak pertanyaan yang mengganjal sebenarnya. Yakni:
    (1) Mengapa kecintaan kepada ahlulbait dan Nabi harus pakai syarat?
    Seperti bahwa mereka haruslah menjalankan Sunnah Nabi baru mereka layak dicintai. Inikan dagelan kosong? Siapa yang menjadi hakim dan penentunya bahwa mereka melaksanakan Sunnah Nabi atau tidak? Bagi Wahabi (mungkin) hanya Imam Ali lah yang pantas dicintai. Itu pun mungkin.
    Seperti bahwa jika mereka menyalahi sahabat, maka tidak berhak baginya dicintai. Apa-apaan ini? Kalian (Wahabi) ingin bermain-main dengan Allah swt dan Nabi-Nya? Bagimana mungkin syarat yang tidak masuk akal ini dimunculkan?

    Perlu saya tekankan. Jika kita menyatakan cinta kepada seseorang, maka tidak ada lagi syarat. Karena dengan meminta syarat hal itu hanya menunjukkan apmrih dan ketidakikhlasan.

    (2) Mengapa jika ada perselisihan/pertentangan antara ahlulbait Nabi dan salah satu sahabat (dari sejarah yang kita baca) maka pembelaan pertama ditujukan ke sahabat. Atau paling tidak kenapa tidak ada keberanian untuk mengakui bahwa kedudukan ahlulbait adalah selalu benar, maka setiap yang menyalahinya berada dalam kesalahan? Mengapa harus mengatakan hal yang tidak logis bahwa dua-duanya dalam kebenaran?

    Terakhir yang sangat penting. Bagi mas-mas yang menyatakan cinta kepada ahlulbait, apakah mas-mas sudah mengerti konsekuensinya?

    Apa itu konsekuensinya?
    Konsekuensinya adalah bahwa mas-mas HARUS mengikuti mereka. Karena jika tidak, maka sia-sialah ungkapan kecintaan mas. Apakah mas sudah mempelajari apa yang diajarkan Imam Ali, dan ahlulbait lainnya? Apakah mas menaatinya? Kenapa mas harus mengikuti ‘orang lain’ padahal ahlulbait juga telah memiliki ‘ajarannya’?
    Apakah mas sudah pernah mendengar Hadits Tsaqalain yang mengaharuskan kita mengikuti ahlulbait?

    Semoga Allah swt melimpahkan Rahmat-Nya kepada kita semua. Amin.

    Damai….damai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: