Menjawab Sidogiri (5)

Apakah Bukhari Yakin Tahrîf

Dalam kitab paling shahih setelah Kitabullah, dapat dengan mudahnya kita menemukan berbagai versi ayat Al Qur’an yang memuat tambahan redaksi yang tidak ada dalam Al Qur’an kaum Muslim.

Di bawah ini, saya ajak para pembeca budiman untuk menyaksikan secara langsung ayat-ayat tersebut bukan dengan tujuan menuduh Imam Bukhari dan kitab al Jâmi’ ash Shahîh-nya sebagai kitab yang meyakini tahrîf Al Qur’an, akan tetapi dengan satu tujuan yaitu, apa komentar ulama besar Ahlulsunnah tentang adanya tambahan itu? Dan apakah boleh seseorang menuduh Imam Bukhari meyakini adanya tahrîf dalam Al Qur’an dengan satu alasan bahwa kerana Bukhari meriwayatkan hadis-hadis tahrîf seperti itu! Dan kemudian menuduh Ahlulsunnah telah merubah Al Qur’an dan memiliki Al Qur’an dengan versi berbeda dengan yang berlaku di kalangan kaum Muslim?!

Ayat Pertama: Ayat 214 Surah asy Syu’arâ’.

Al Qur’an Kaum Muslim:

وَ أَنْذِرْ عَشيرَتَكَ الأَقْرَبينَ

Dan berilah peringatan kepada kerabat- kerabatmu yang terdekat,(214)

Al Qur’an Bukhari:

وَ أَنْذِرْ عَشيرَتَكَ الْأَقْرَبينَ، وَ رَهْطَكَ الْمُخْلَصِيْنَ.

Dan berilah peringatan kepada kerabat- kerabatmu yang terdekat dan kabilahmu yang terpilih.”

Dengan tambahan: وَ رَهْطَكَ الْمُخْلَصِيْنَ.

Ayat Al Qur’an versi Shahih Bukhari telah diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas ra., ia berkata:

“Ketika turun ayat:

وَ أَنْذِرْ عَشيرَتَكَ الْأَقْرَبينَ، وَ رَهْطَكَ الْمُخْلَصِيْنَ.

Rasulullah keluar sehingga menaiki bukit gunung Shafâ, lalu beliau menjerit wâ shabâhâh (sebagai tanda panggilan untuk berkumpul) … .”

Sumber Hadis:

Ayat Al Qur’an versi Imam Bukhari ini dapat dijumpai dalam Shahih Bukhari, Kitab at Tafsir, tafsir Tabbat Yadâ Abi Lahabin wa Tabb, 6/221.[1]

Ayat Kedua: Ayat 79 Surah al Kahfi

Al Qur’an Kaum Muslim:

Bunyi ayat tersebut dalam Al Qur’an kaum Muslimin demikian:

أمَّا السَفِيْنَةُ فكانَتْ لِمَساكِيْنَ يَعْمَلُوْنَ في البَحْرِ …. و كانَ وَراءَهُمْ مَلِكٌ يَأْخُذُ كَلَّ سَفِيْنَةٍ غَصْبًا.

“Adapun behtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap behtera.”

Al Qur’an Bukhari:

Sedangkan dalam Al Qur’an versi Imam Bukhari berbunyi demikian:

أمَّا السَفِيْنَةُ فكانَتْ لِمَساكِيْنَ يَعْمَلُوْنَ في البَحْرِ… و كانَ أَمامَهُُمْ مَلِكٌ يَأْخُذُ كَلَّ سَفِيْنَةٍ صالِحَةٍ غَصْبًا.

Kata وَراءَهُم diganti dengan kata أَمامَهُُمْ sementara kata سَفِيْنَةٍ disifati dengan kata صالِحَةٍ.

Sumber Hadis:

Ayat Al Qur’an versi Imam Bukhari itu dapat Anda baca dalam Shahih Bukhari, Kitab at Tafsir, tafsir Surah al Kahfi,6/112.

Ayat Ketiga: Ayat 80 Surah Al Kahfi

Al Qur’an KaumMuslim:

Dalam Al Qur’an versi kaum Muslim sedunia ayat tersebut berbunyi demikian:

وَ أََمَّا الغُلاَمُ فَكانَ أَبَواهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِيْنَا أَنْ يُرْهِقَهُما تُغْيانًا و كُفْرًأ

“Dan adapun anak muda itu, maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada keseatan dan kekafirann.”

Al Qur’an Versi Bukhari

Sedangkan dalam Al Qur’an versi Bukhari berbunyi:

وَ أََمَّا الغُلاَمُ فَكانَ كافِرًا وكان أَبَواهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِيْنَا أَنْ يُرْهِقَهُما تُغْيانًا و كُفْرًأ

“Dan adapun anak muda itu, maka [ia adalah kafir dan] kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada keseatan dan kekafirann.”

Dengan tambahan kalimat: كافِرًا وكان.

Sumber Hadis:

Al Qur’an versi Imam Bukhrai di atas dapat Anda temukan dalam Kitabu at Tafsir, Surah al Kahfi,6/114.

Ayat Keempat: Ayat 198 surah Al Baqarah

Al Qur’an Kaum Muslim

Dalam Al Qur’an yang diyakini umat Islam seluruh dunia ayat tersebut berbunyi demikian:

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوْا فَضْلاً مِّنْ رَّبِّكُمْ

“Tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia (perniagaan) dari Tuhanmu…”

Al Qur’an Versi Imam Bukhari

Akan tetapi dalam Shahih Bukhari ayat tersebut dabaca dengan tambahan demikian:

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوْا فَضْلاً مِّنْ رَّبِّكُمْ فِيْ مَواسِمِ الحَجِّ

“Tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia (perniagaan) dari Tuhanmu di musim-musim haji

Al Qur’an edisi Imam Bukhari ini dapat Anda simak dalam Shahih Bukhari, Kitabul Hajj, bab at tijârah ayyâmal al mausim… /bab tentang berniaga di musim haji hadis no.1770, juga hadis no.2050, 2098 dan 4519.[2]


[1] Maka dengan menggunakan pendekatan logika kaum Wahhabi dan sebagian teman-teman Ahlusunnah dapat dipastikan bahwa Bukhari termasuk yang meyakini tahrif Al Qur’an, sebab, A) Bukhari meriwayatkan hadis yang terang-terangan menunjukkan adanya tahrif/perubahan dalam Al Qur’an, B) Bukhari menshahihkan seluruh hadis yang ia koleksi dalam kitab al Jâmi’ as Shahih-nya. Tetapi kami Syi’ah tidak akan melakukan kecurangan seperti itu dengan membodohi kaum awam!

[2] Baca Fathu al Bâri,8/76-78.

9 Tanggapan

  1. yang bener mas..!!
    penemuan baru nich…
    masalahnya g ada ulama dari jaman doeloe yang bilang kaya si mas…
    bagi kaum muslimin yang baca artikel ni, jangan percaya sebelum dicek ke kitabnya..

    memang taqiyah t merepotkan dan bwt kite males dialog dengan Syi`i.. : )

    ____________
    -Ibnu Jakfari-

    Saya tidak minta Anda ataupun pembaca lainnya percaya apa yang saya tulis di sini…. Tapi Anda cek aja langsung ke kitab dan bab yang saya sebutkan… Baru setelahnya terserah Anda mau menyimpulkan apa?!

    Omongan saudara itu menggelikan saja…. kalau sudah dibongkar data-data rahasia yang selama ini ditutup-tutupi ustadz-ustadz kalian, kalian resah dan mulai plenca-plence dan menuduh ini dan itu…

    Saya dapat mengerti kalau Anda dan orang-orang model seperti Anda malas dialoq dengan orang Syi’ah…. sebab….. sebab kalian pasti akan dibuat malu…. digunduli dalil-dalil palsunya…. dibongkar kasalahan dan penyelewengannya…. Jadi lebih baik Anda jangan berdiskusi dengan orang Syi’ah! Diskusi aja dengan orang-orang Bodoh yang dapat dengan mudah dikelabui!!!!

  2. hahahaha…kasian banget si hadi.

  3. @IBNU JAKFARI

    Saya dapat mengerti kalau Anda dan orang-orang model seperti Anda malas dialoq dengan orang Syi’ah……..

    TENTU SAJA BEGITU MAS JAKFARI, WONG ULAMA’NYA (IBN UTSAIMIN) TELAH BERFATWA “LEBIH BAIK BERZINA DARIPADA BERDEBAT DENGAN SYIAH”

    MAKANYA WAHABI YANG KESINI KEBANYAKAN CACI MAKI AJA. SEPERTI IDOLA DAN PANUTANNYANYA -MUAWIYA BIN ABI SUFYAN DAN KETURUNANNYA- YANG TELAH MELAKNAT IMAM ALI RA. BERPULUH-PULUH TAHUN DI MIMBAR JUM’AT….

    MAKANYA LAKNAT DAN CACI-MAKI ADALAH AKHLAK WAHABI WONG IMAMNYA MUAWIYAH DAN YAZID DUA MANUSIA PEMBANTAI MANUSIA SUCI HASAN DAN HUSAIN CUCU KESAYANGAN RASULULLAH SAW.

    RASULLAH SAW MENYURUH KITA MENCINTAI KEDUA CUCUNYA TERSEBUT, TETAPI WAHABI MEMBELA PEMBUNUH KEDUA CUCUNYA TERSEBUT.

    JADI MENURUT LOGIKA WAHABI YANG MIRING MEMBUNUH=MENCITAI

    ALHAMDULILLAH ATAS AKAL YANG TELAH DIANUGERAHKAN ALLAH SWT

  4. Tolong Bagaimana dengan komentar ulama Anda di bawah ini?

    xxxxxxxx
    xxxxxxxxx

    _____________
    -Ibnu Jakfari-

    Mas el-Wahhaby, kami bawakan bukti adanya riwayat tahrif dalam Shahih Bukhari… mestinya saudara memberikan pembelaan atau arahan terhadapnya…. bukan menghindar dengan pindah fokus pembicaraan. Kerananya, kami tidak munculkan komentar saudara apalagi menjawabnya… semua yang saudara ajukan sudah terjawab… jadi jangan suka mengulang-ulang yang sudah dijawab….. Anda juga perlu membela Imam Malik yang meyakini terjadi pengguguran bagian awal surah Bara’ah… Itu yang sekarang penting Anda lakukan.

  5. Ternyata ada ulama syiah yang belum menelaah riwayat perubahan Al Qur’an, mungkinkah demikian? atau hanya kura-kura dalam perahu…”

    Dari makalah bagian pertama, akhirnya kita ketahui bahwa perubahan Al Qur’an adalah salah satu aksioma [hal yang tidak bisa lagi ditawar-tawar] dalam mazhab syi’ah imamiyah. Ini merupakan konsekwensi logis dari keterangan di atas barusan.
    xxxxxxx

    ______________
    -Ibnu Jakfari-

    Rupanya saudara punya banyak waktu untuk menulis tanggapan-tanggapan panjang lebar ke sana kemari…..
    Tetapi saran saya, Anda dan saudara-saudara sepaham dan seperjuangan dengan Anda dalam menghujat Syi’ah dan menuduhnya meyakini tahrif Al-Qur’an masih perlu banyak belajar tentang hadis-hadis imam-imam Syi’ah.

    Anda perlu fahami apa makna kata tahrif yang tersebuat dalam riwayat-riwayat yang ada… agar menjadi jelas dan tepat sasaran ketika meneliti.
    Anda perlu memahami keyakinan Syi’ah dari tokoh-tokoh dan pembesar Syi’ah….
    Anda perlu jujur dan teliti dalam menukil pendapat ulama….
    Anda harus mengerti mana pendapat dan mana riwayat…. mana pendapat yang mewakili mazhab mana yang tidak…. (ulama Syi’ah tidak pernah bahwa di antara kaum Muslimin, Sunni & Syi’ah tidak ada yang pernah berpendapat adanya tahrif)….

    Semua yang Anda tuangkan dalam tanggapan saudara hanyalah pengulangan dari apa yang sudah kami tanggapi.

    Wassalam.

  6. Kok diam semua ustadz-2 sidogiri? kenapa ya?
    Bingung kali ye?
    makanya kalau buku nomer wahid kamu isinya parah begitu lebih baik tawadhu’ aje. jangan serang syiah nati ente kuawalat. ditelanjang sama ustadz-2 syia’h yang genteng-2, kren n pinter lagi.
    oh ya pak kiai john al sidogiriyyu, kenama tuh hilangnya tambahan-2 ayat ala pak bukhari kamu? dimakan rayap ya? atau ditelen ayam (kaya kata Aisyah tentang ayat RADHA’AH alias HUKUM MENUSUI ORANG DEWASA, heem HOT NI YE)
    Atau disimpen diperpus pak kiai MOJO?
    ayo jawab ya.
    Maka nya jangan mau bibodoi sama Doktor GADUNGAN. KALAU BEGINI KAN MEREPOTKAN.

  7. Yah santri yg begitu biasanya bukan santri yg pinter dan cerdas. Santri itu macam2. Yg begitu itu saya yakin itu santri yg jahil, dan cari order bayaran. Sy juga mantan santri Pesantren NU, tapi tak sebodoh tim Sidogiri.

    Santri Sidogiri itu mulai cari order dari wahabi. Itu harus dikeluarkan dari pesantren. Kalau itu kiyai yah harus digusur dari kiyai seperti itu karena malu2in kiyai Ahlussunnah yg alim2 seperti Syeikh Kholil Bangkalan.

    Sy alumni pesantren Bangkalan tdk sebodoh tim dari Sidogiri. Itu bukan Santri NU. Mereka itu durhaka terhadap ulama sepuh NU seperti Syeikh Kholil Bangkalan. Sy generasi kedua dari santri syeikh Kholil tdk sebodoh tim Sidogiri.

    UNDANGAN DISKUSI HANGAT DI:
    KOMUNITAS MUSLIM SURABAYA:
    http://www.facebook.com/group.php?gid=58672909211

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: