Bukti-bukti Kejahilan Musuh-musuh Syi’ah(3)

Jangan Unjuk Kejahilan dan Kedunguan

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan musuh-musuh Ahlulbait as. adalah orang-orang yang dungu!!

Di antara ciri kedunguan seorang adalah ketika ia berani berbicara tentang sebuah masalah tanpa bermodalkan ilmu! Ketika si jahil yang dungu itu banyak berbicara tentang sesuatu yang tidak ia ketahui, makin banyak tercecer bukti kedunguan dan kejahilannya! Setiap kata ia ucapkan…. Setiap paragrap yang ia tulis akan menjadi saksi hidup kedunguan dan kehajilan…

Itulah kira-kira yang dapat kita saksikan ketika membaca buku hasil patungan beberapa santri/ustadz pilihan kebanggaan Sidogiri yang terdiri dari 6 penulis “cerdas dan kreatif”.

Hampir pada setiap paragrap yang tertulis dalam buku itu menjadi saksi kejahilan para penulisnya….

Dan agar pembaca tidak menuduh saya mengada-ngada dusta maka coba perhatikan contoh kecil di bawah ini:

Pada Bagian Ketiga tentang pokok-pokok akidah Syi’ah, yang pertama mereka sebutkan adalah imamah…. Banyak penyimpangan dan fitnah yang tertuang dalam bagian tersebut, sebagaimanna banyak pula kejahilan yang tercecer di sana…. Akan tetapi, kali ini saya hanya akan mengajak Anda menyimak ketika Tim Sidogiri melawak dengan gaya ilmiah.

Ketika mengutip beberapa kutipan pernyatan ulama Syi’ah tentang keyakinan bahwa para imam suci Ahlulbait as. itu lebih afdhal dari para nabi as. selain Nabi Muhammad saw., Tim Sidogiri mengutip sebuah pernyataan dari Ayatullah Sayyid Abdul Husain.

Tim Sidogiri menulis:

Ayatullah Sayyid Abdul Husain, salah satu asisten Khomaini (penulis al Murâja’ât), dalam salah satu bukunya, al Yaqîn, mengatakan:

و أئمتنا الإثناعشر عليهم السلام أفضل من جميع الأنبياء بإستثناء خاتم الأنبياء صلى الله عليه و سلم، و لعل أحد أسباب ذلك هو أن اليقين لديهم أكثر.

Para imam yang dua belas lebih utama dari semua nabi selain Nabi Muhammad saw., barang kali penyebab hal itu adalah bahwa keyakinan mereka (para imam) lebih banyak (dari padaa para nabi).” (Mungkinkah:138)

Dalam paragrap singkat yang hanya terdiri dari beberapa kalimat di atas sebelum ia menyebut pernyataan Ayatullah Sayyid Abdul Husain, terdapat paling tidak dua kesalahan memalukan…. Dan demikianlah ciri tulisan orang-orang jahil!

Pertama, Tim Sidogiri menyebut Ayatullah Sayyid Abdul Husain sebagai asisten Imam Khumaini (rh).

Kedua, Tim Sidogiri bahwa Ayatullah Sayyid Abdul Husain adalah penulis kitab al Yaqîn. Tadinya saya tidak membayangkan kejahilan Tim Sidogiri separah ini…. Sampai-sampai mereka menyebut Allamah al Imam Saayyid Syarafuddîn al Mûsawi (rh) –penulis kitab al Murâj’ât/Dialoq Sunnah-Syi’ah- sebagai salah satu asisten Imam Ruhullah al Khumaini (rh). Sebab tidak satu pun penulis sejarah, sengawur apapun tulisannya yang menyebut bahwa Sayyid Allamah Abdul Husain al Mûsawi sebagai asinten Imam Khumaini!!

Sedekar untuk mengingat data saja saya sebutkan tanggal kelahiran dan wafat Sayyid Abdul Husain al Mûsawi.

Beliau lahir di kota al Kâdzimiyah-Irak pada tahun 1290 H dan wafat pada hari senin tanggal 8 Jumada ats Tsaniyah tahun 1377 dan dikebumikan di kota Najaf Irak, di samping makam kakek beliau; Imam Ali as..

Sayyid Abdul Husain al Mûsawi sudah meraih derajat ijtihad sementara ketika itu Imam Khumaini masih muda belia…. Ada perbedaan usia yang sangat mencolok antara kedua imam agung tersebut!

Sayyid Abdul Husain lebih banyak tinggal di Lebanon untuk perjuangan menyebarkan agama dan membela wathan islami dari penjajahan Barat saat itu…. Sementara Imam Khumaini lebih banyak tinggal di kota ilmu Qom-Iran sebelum kemudian diusir Syah Iran ke Najaf-Irak.

Pendek kata, tidak ada satupun sejarawan yang menyebut bahwa Sayyid Abdul Husain adalah asisten Imam Khumaini!!

Selain itu, tidak ada nama kitab al Yaqîn dalam daftar nam-nama kitab yang dikarang oleh Abdul Husain Syarafuddîn al Mûsawi…. Nama-nama kitab-kitab beliau telah disebutkan dengan tuntas oleh para ulama dan tidak ada nama al Yaqîn sebagai kitab karya beliau…

Inilah nama-nama kitab karangan beliau:

  1. Al Murâj’ât.
  2. al Fushûl al Muhimmah.
  3. Ajwibah Masâil Musa Jârullah.
  4. Al kalimatul Gharrâ’ Fî Tafdhîl az Zahrâ’.
  5. Al Majâlis al Fâkhirah Fî Maâtim al ‘Itrah ath Thâhirah.
  6. Abu Hurairah.
  7. Bughyatur Râghibîn (masih belum sempat naik cetak).
  8. Falsafatul Wilâyah wa al Mîtsâq.
  9. Tsabtul Atsbât Fî Silsilatul Ruwât.
  10. Masâil Fiqhiyah.

Dari sini dapat kita saksikan betapa kerdil dan jahilnya mereka yang menuliskan bahwa Abdul Husain al Mûsawi adalah asisten Imam Khumaini dan ia adalah penulis kitab al Yaqîn!!

Tetapi kejahilan Tim Sidogiri supanya tidak berhenti para kebutaannya akan nama-nama dan sejarah ulama Syi’ah dan kitab-kitab karangan mereka, akan tetapi kajahilan mereka itu juga tentang kota-kota yang penduduknya mayoritas Syi’ah! Mereka tidak mengetahui bahwa kota Najaf, –kota di mana Imam Ali as. (khalifah Ahlusunnah keempat) dikebumikan- itu terletak di negera Irak!

Hal ini membuktikan “kecintaan yang mendalam” Tim Sidogiri kepada Imam Ali as., sampai-smpai kota tempat dikebumikannya saja mereka tidak mengetahuinya!!

Ketika membicarakan kitab-kitab hadis standar Syi’ah, Tim Sidogiri menuliskan:

“Kedua kitab tersebut (Ushûl dan Furû’ al Kâfi) telah nmengalami cetak ulang. Ushûl al Kâfi telah dicetak sejak tahun 1376 H. di Najaf Iran.” (Mungkinkah:76)

Ibnu Jakfari: Adik-adikku yang tergabung dalam Tim Sidogiri, Najaf itu di Irak bukan di Iran!

Tapi tak apa lah, toh mengenal nama-nama bukan rukun Islam atau rukun Iman yang akan ditanyakan di kuburan nanti! Lagi pula di PONPES tradisional sepertinya pelajaran Geografi dan pengenalan peta Dunia Islam belum diajarkan, jadi pantas kalau mereka buta akan kota-kota Islam. Sepertinya mereka terlalu sibuk mempelajari limu falaq untuk mengenal “Bintang-bintang Kecil di Langit Yang Tinggi”, bintang Zuhal… bintang ini bintang itu sampai-sampai tidak sempat mengenal peta Dunia Islam!!! Terlalu lama hidup di awang-awang!!

Jadi, menurut hemat saya, jika kejahilah Tim Sidogiri sudah sampai batas seperti itu lebih awlâ dan afdhal apabila mereka tidak usah membahas tentang Syi’ah! toh kenyataannya mereka selalu gagal memahaminya! Lebih baik waktu mereka dibuang untuk ngaji “Kitab-kitab Kuning Protolal” atau “Kitab-kitab Jenggotan” dengan duduk bersila di hadapan pak Kiai! Itu akan lebih bermanfa’at!

Sebab ternyata meneliti Syi’ah modal utama yang dibutuhkan adalah kesanggupan intelektual dan bukan kedunguan dan kejahilan!

Dan kitab kalian adalah kitab fitnah dan kejahilan!!

7 Tanggapan

  1. salam.
    sangatlah disayangkan apabila penulis buku dari sidogiri tidak memberikan sanggahan tulisan saudara kita ini.apa penulis sidogiri cuma dapat hasil jiplakan aja ????????

  2. Wah.. Ne ladang muslim pa ladang kafirin? Apa mungkin rakyat syi’ah emang rakyat tak beradab, mestinya gugatan semacam ini di sampaikan secara proporsional dunk.., tapi pa mungkin kalian takut..?

    Ibnu Jakfari:

    Fitnah penyesatan itu telah menjalar ke kalangan kaum awam… tentang tahrif telah saya sanggah di sini berbulan-bulan, tetapi Tim Sidogiri tak kunjung nongol, mungkin malu atau takut dimalu-maluin!
    yang tidak beradab adalah yang tak malu menfitnah sesama Muslim!

  3. Wah sepertinya sidogiri di “prerteli”..Mungkin ada baiknya tim sidogiri merenungkan pepatah Arab:
    إن كان بيتك من الزجاجة
    فلا ترم بيوت الناس بالهجارة
    “‘Kalau rumahmu terbuat dari kaca, jangan melempari rumah orang lain dengan batu”
    Jika mereka tidak mengenal syi’ah, kenapa mereka menulis tentangnya? dan jika mereka mengenal, kenapa harus menulis yang tidak benar?

    إِن كُنتَ لاَ تَدرِي فَتِلكَ مُصِيبَةٌ وَإِن كُنتَ تَدرِي فَالمُصِيبَةُ أَعظَمُ

    Untuk IJ, saya salut dengan keteletian Anda. Memang yang benar itu pasti mendapat ujian, tapi pasti akan menag!

    والحق منصور وممتحن
    فلا تعجب فهذي سنة الرحمن
    “Kebenaran itu akan menang dan mendapat ujian,
    maka janganlah heran, sebab ini adalah sunnah ar-Rahman (sunnatullah)”

  4. @Lukman, di/pada Mei 14th, 2008 pada 1:45 pm Dikatakan:
    Wah.. Ne ladang muslim pa ladang kafirin? Apa mungkin rakyat syi’ah emang rakyat tak beradab, mestinya gugatan semacam ini di sampaikan secara proporsional dunk.., tapi pa mungkin kalian takut..?

    kalau kita masih berdabab mas buktinya kita masih menjawab sanggahan2 dari penulis dr sidogiri tapi mana sanggahan dari pihak penulis sidogiri????mana yang gentle??????????????ini sudah sangat proporsional bung

  5. Salom
    Pak admin, kali aja mesin cetak penerbit buku kyai muda sudah karatan jadi wajar salah cetak dikit. Oya, ngomong2 ane jadi pengen beli bukunya tuh tadinya ane sudah yakin itu buku pasti ngawur (bukannya sok tau tapi kan sudah lumrah kalo buku2 anti Syiah itu jadul alias gak memenuhi standar ilmiah moderen). Suwer ane sampe gak habis pikir koq allamah Syaraffudin RA dibilang asisten Ruhullah Khomeini RA, itu kyai kayaknya abis nenggak Yazid Walker kali yee??? Buat kyai Sidogiri kalo ente pade perlu buku biografi Ruhullah Khomeini RA, ane boleh pinjemin gratis dech plus dianterin ke sono (tapi ongkos kirimnya ente2 yang bayarin oce).

  6. coba orang2 sunni khususnya wahabi bersihkan hati dulu sebelum melakukan sesuatu mungkin hasilnya gak seperti ini. orang goblok aja tahu lo kalo wahabi itu pura2 islam tapi ngancurin islam dari dalam (suka adu domba) maklum anjingnya amerika (saudi)

  7. […] Bukti-bukti Kejahilan Musuh-musuh Syi’ah (3)-Bantahan Untuk Sidogiri- […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: