Al Khawf Dan Al Khasyyah

Al Khawf [1]dan Al Khasyyah[2]

Wahai kekasihku, takutkah engkau kepada Allah –Azza wa Jalla-, sadarlah akan kemaha agungan-Nya, pikirkanla selalu keadaan hari hisab/penghitungan dan ingatlah bermacam-macamnya siksa.

Bayangkanlah kematian, sulitnya alam barzakh dan sangsi hari kiamat… baca dan renungkanlah ayat-ayat dan riwayat-riwayat yang datang tentang surga dan neraka, nasib keadaan orang-orang baik yang takut…

Ketahuilah semakin betambah ma’rifat seorang hamba akan keagungan dan kepeskasaan Sang Maha Pencipta semakin terbuka baginya aib-aib dirinya dan bertambah pula rasa takut, khawfnya kepada Tuhannya.[3]

Sesunggunhya Allah-Azza wa Jalla– menisbatkan khawf terhadap-Nya kepada para ulama. Allah berfirman:

إِنَّما يَخْشَىْ اللهَ مِنْ عبادِهِ العُلماءُ

“Sesungguhnya yang rtakut kepada Allah di antara hamba-hambaNya, hanyalah ulama (yang mengetahu kebesaran dan kekuasaan Allah)” (QS:35;28)

Rasulullah saw. bersabda:

أَنا أَخْوَفُكُمْ مِنَ الله

“Akulah yang paling takut kepada Allah di antara kalian.”[4]

Ats Tsa’labi meriwayatkan dengan sanad kepada Abu Juhaifah, ia berkata, “Dikatakan kepada Rasulullah saw.’ ‘Wahai Rasulullah alangkah cepatnya uban mendatangi Anda! Beliau saw. menjawab:

شَيَّبَتْنِيْ هودٌ وَ أَخَواتُها

Surah Huud dan surah-surah serupa/saudarasaudaranya telah membuatku beruban.”[5]

Dalam hadis lain, Rasulullah saw. bersabda:

شَيَّبَتْنِيْ هودٌ و الواقِعَةُ و الْمُرْسَلاتً و عَمَّ.

“Surah Huud, Waqi’ah, Mursalat dan Amma telah membuatku beruban.”[6]

Apabila engkau tidak melihat (dengan mata kepalamu), sesungguhnya engkau telah mendengar dengan pasti kisah-kisah takutnya para nabi dan orang-orang muqarrabiin(hamba-hamba yang dekat di sisi Allah), ghaibubah (kealpaan dari alam materi) Amirul Mukminin as. dan rintihan dan munajat Sayyidus Saajidiin (penghulu kaum yang sujud/Imam Zainal Abidin as.)


[1] Khawf ialah kondisi sakit dalam batin dikerenakan kekhawatiran akan terjadinya sebab-sebab kejelakan/yang menyakitkan atau dikerenakan kekhawatiran akan luputnya sesuatu yang diinginkan. Dan apabila sebab-sebab itu sudah dipastikan atau dimungkinkan dengan kemungkinan kuat bakal terjadi maka rasasakit itu semakin dalam. Khawf itu berlaku terhadap apa yang akan terjadi, adapun huzn (sedih) berlaku terhadap sesuatu yang sudah terjadi. (Awshaaf Al Asyraaf; Nashiruddin Ath Thusi:63.)

[2] kata Khawf dan Khasyyah dalam bahasa memiliki makna yang sama hanya saja para ulama mengkhususkan penggunaan khasyyah untuk para ulama sedangkan khawf demikian juga huzn jauh dari menimpa mereka.

[3] Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ كان باللهِ أَعْرَف كانَ مِنَ اللهِ أَخْوَفَ.

“Semakin seorang itu mengenal Allah semakin ia takut.”

[4] Jami’ As sa’adât,1/pasal Al Khawf Al Mahmuud/218. Cet. Ismailiyaan. Qom.

[5] Tafsir Nûr Ats Tsaqalain,2/334 tafsir Surah Huud.

[6] Al Khishâl,1/199, bab Arba’ah (empat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: