Kulian 5:Al Hilm

Kulian 5:

Al Hilm[1]

Al Hilm ialah tenang/tidak gegabah dan menahan amarah serta mengontrol jiwa sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh emosi dan dengannya seorang tidak askan dibuat guncang oleh kesusahan masa [yang menimpanya].

Kadzmu al Ghaidh ialah menyembunyikan dan mengontrol amarah. Keduanya (al Hilm dan Kadzmu al Ghaidh) tergolong akhlak mulia.

Dan cukup sebagai bukti terpujinya al Hilm bahwa dalambanyak hadis ia digandengkan dengan ilmu.[2] Ada yang mengakatan bahwa al Hilm adalah bagaikan garam untuk akhlak. Makahan tidak akan dikenal rasanya tanpagaram. Demikian juga akhlak (karakter) tidak akan indah tanpa al Hilm. Dari sisi huruf yang dipakai, kata Hilm adalah bentuk kebalikan dari huruf-huruf Milh (garam).

Amirul Mukminin as. bersabda:

الحِلْمُ نُوْرٌ جَوْهَرُهُ العَقْلُ.

“Al Hilm adalah cahaya yang intinya adalah akal sehat.”[3]

الحلمُ تَمامُ العقْلِ.

“Al Hilm adalah kesempurnaan akal.” [4]

الحلمُ نِظامُ أمْرِ المُؤْمِنِ.

“Al Hilm adalah keteraturan urusan orang Mukmin.”[5]

الحلمُ خَلِيْلُ الْمُؤْمِنِ و وَزيرُهُ.

“Al Hilm adalah kekasih dan pembantu orang Mukmin.”[6]

جَمالُ الرَّجُلِ حلمُهُ.

“Kebagusan seorang adalah al Hilm.”[7]

مَنْ غَاظَكَ بِقُبْحِ السَفَهِ عليكَ فَعِظْهُ بِحُسْنِ الْحلمِ عَنْهُ.

“Barang siapa menyakitimu dengan dengan kejelekan sikap bodohnya, maka nasihati dia dengan kebaikan hilm-mu.”[8]

إِذَا لَمْ تكُنْ حليمًا فَتَحَلَّمْ.

“Jika engkau bukan orang yang berperangan haliim, maka berusalah bersikap haliim.”[9]


[1] Ada yang mendefinisikan Al Hilm dengan: mengontrol diri ketika berkobarnya bara amarah dengan mematahkan kekuatannya tanpa berarti hina. Sifat ini akan membawa penyandangnya untuk meninggalkan dendam dari orang menyakitinya atau membuatnya murka.

[2] Dalam Misykaat Anwarnya: 219, Al Thabarsi meriwayatkan dari Imam Ja’far as., beliau berkata: “Rasulullah saw. bersabda, “Demi Zat yang jiwaku di tangan-Nya, Allah tidak mengumpulkan sesuatu kepada sesuatu lain yang lebih afdhal dari hilm di kumpulkan dengan ilmu.”

[3] Tashniif Ghurar al Hikam:286 hadis:6412.

[4] Ibid.6411.

[5] Ibid.

[6] Ibid.

[7] Ibid.:285 hadis:6392.

[8] Ibid.6400.

[9] Ushul al Kaafi,2/92, hadis:6 bab al Hilm.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: