Kuliah 9: Al ‘Adawah dan asy Syatm

Al ‘Adawah dan asy Syatm[1]

Wahai saudaraku, berhentilah kamu dari sikap dengki dan permusuhan,sebab buahnya adalah penyesalan dan kepedihan dunia akhirat, dan hasilnya adalah pukulan, laknatan dan celaan. Dan tidak diragukan akan kejelekan sifat ini, khususnya kerkata-kata keji dan caci maki.[2]

Telah diriwayatkan dari Rasulullah saw., beliau bersabda:

إِنَّ اللهَ حَرَّمَ الجَنَةَ على كُلِّ فَحَّاشٍ بَذِيْئٍ قليلِ الحياءِ، لا يُبالِيْ ما قال و ما يُقالُ لَهُ، فَإِنَّكَ إِنْ فَتَّشْتَهُ لم تَجِدْهُ إلاَّ لَغيِّة أَو شِرْكَ الشيطانِ.

“Sesungguhnya Allah mengharamkan surga atas setiap orang yang keji tutur katanya, sedikit rasa malunya, ia tidak peduli apa yang ia katakana dan apa yang dikatakan orang tentangnya. Jika engkau memeriksanya pasti kamu tidak mendapatkannya kecuali anak haram atau sekutu setan (ketikakedua orang tuanya berhubungan badan).” [3]

Diriwayatkan juga dari Rasulullah saw., beliau bersabda:

إنَّ اللهَ لا يُحِبُّ كَلَّ فاحِشٍ مُتَفَحِّشٍ.

“Sesungguhnya Allah tidakmenyukai orang yang bertutur kata keji.”

الْجّنَّةُ حرامٌ عل كُلِّ فاحِشٍ أَنْ يَدْخُلَها.

“Haram atas setiap orang yang bertutur kata keji untuk memasuki surga.”[4]

Diriwayatkan daeri Imam Muhammad ibn Ali al baqir as., beliau bersabda:

قُولُوا لِلنَّاسِ أَحْسَنَ ما تُحِبُّون أَنْ يُقالَ لَكُمْ، فَإِنَّ اللهَ يُبْغِضُ الَّلعَّانَ السَّبَّابَ الطَّعَّانَ على الْمُؤْمنِيْنَ، الفاحِشَ المْتَفَحِّشَ، السائِلَ الْمُلْحِفَ.

“Katakana kepada manusia sebaik perkataan yang kamu sukai untuk dikatakan untukmu.sesungguhnya Allah membenci orang yang suka melaknat, mencaci maki dan mencela kaum mukminin, orang yang keji tutur katanya yang memaksa dalam meminta-minta.”

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الحَيِيَّ المُتَعَفِّفَ وَ يُبْغِضُ البَذِيَّ السائلَ الملحِفَ.

“Sesungguhnya Allah mencintai orang pemalu yang menjaga harga dirinya (tidak merndahkan diri dengan meminta-minta) dan membenci orang yang keji tutur katanya, yang memaksa dalam meminta-minta.”

Ketahuialah sesungguhnya kekejian tutur kata dan mencaci maki ada kalnay keluar dari sekedar emosi, dan terkadang keluar dari akibat bergauldengan orang-orang rendahan, kaum fasik, kaum penceloteh dan orang-orang yang biasa bertutur kata keji, maka dengan demikian ia berubah menjadi kebiasaan teman gaul mereka, lalu ia menjadi seorang yang bertutur kata keji tanpa adanya permusuhan dan kemarahan.

Mungkin kamu menyaksikan orang-orang rendahan meluncurkan kata-kata keji atas sebagian mereka, khususnya atas ibu-ibu dan keluarga dekat mereka dengan nada bergurau.

Tidak diragukan bahwa orang-orang seperti itu jauh dari sifat kemanusiaan sejauh-jauhnya.


[1] asy Syatm adalah menyikapi orang lain dengan kata-kata jelek yang menggangu si pendengarnya.

[2] Rasulullah saw. bersabda:

سِبابُ الْمُسْلِمِ فُسُوْقٌ و قِتالُهُ كُفْرٌ، و أَكْلُ لَحْمِهِ مَعْصِيَةٌ. و حُرْمَةُ مالِهِ كَحرمةِ دَمِهِ.

“Mencaci maki seorang Muslim itu kefasikan, memeranginya adalah kekafiran dan memakan dagingnya (mengumpatnya) adalah maksiat. Dan kemulian hartanya seperti ekmuliaan darahnya.” (HR. Kafi,2/268 hadis 2).

[3] Safinatul Bihar,2/kata baghiyyah.

[4] Bihar al Anwar,78/181 dan 79/111 dan Kanz al’Ummal, hadis 8078 dan 8085.

Satu Tanggapan

  1. udah tau jelek kok masih aja mencela dan memusuhi sesama muslim.Jadi pengetahuan yang kau umbar di sini tidak menjadikanmu lebih bijak.Belajar jadi orang baik lebih sulit daripada jadi orang fanatik!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: