Wahhabi Menggugat Syi’ah (11)

Turunnya Ayat at Tablîgh Adalah Bukti Kuat Hadis Ghadir Bermakna Imamah (5)

 Senjata Terakhir& Upaya Keputus Asaan

Menyaksikan kuat dan tegasnya hadis-hadis tentang sebab turunnya ayat al Balâgh dalam peristiwa Ghadir Khum terkait dengan pengangkatan Imam Ali as., serta ketidak-mampuan mereka membantah dan membatalkannya, maka dihadapan mereka tersisa dua usaha, walaupun terbukti apa yang mereka usahakan itu sia-sia, sebab menegakkannya sebagai bukti bak menegakkkan benang basah dan alasan yang mereka andalkan lebih rapuh dari rumah laba-laba!

Di sini ada dua usaha yang mereka lakukan:

Pertama, mengaitkan ayat di atas dengan siyâq/konteks ayat-ayat sebelum dan sesudahnya.

Kedua, menyajikan riwayat-riwayat tandingan tentang turunnya ayat tersebut dalam peristiwa lain.

 Syubhat Siyâq

Dalam kesempatan ini saya hanya akan menelaah kedua masalah ini secara ringkas, agar tidak makin melebar pembicaraan dan diskusi kita, dan semoga dalam kesempatan lain Allah SWT memberi taufiq saya untuk menuntaskan kajian tentangnya. Amîn.

Akan tetapi, sebelum mendiskusikan kedua syubhat di atas, perlu diketahui bahwa:

1)                  Ayat tersebut di atas adalah bagian dari surah al Mâidah yangt telah disepakati ia sebagai surah Madaniyyah (turun setelah Hijrah Nabi saw.), dan dia termasuk surah-surah yang terakhir turun. Lebih lanjut baca tafsir al Qurthubi, tafsir al Khâzin, dan al Itqân fî ‘Ulûmil Qur’ân,1/26-52, serta kitab-kitan tafsir dan Ulumul Qur’an lainnya.

2)                  Peletakan sebuah ayat dalam tempatnya dalam sebuah surah itu tidak mesti sesuai urutan turunnya. Bisa jadi sebuah ayat turun pada suatu waktu tertentu, akan tetapi Nabi saw. memerintahkan agar ia diletakkan dalam rangkaian ayat-ayat yang telah turun beberapa waktu sebelumnya. Sebab peletakan ayat-ayat pada posisinya dalam surah-surah adalah bersifat tawqîfi. Untuk itu banyak contoh telah dikemukan para pakar dan ahli Al Qur’an.

Karenanya, semata bersandar kepada siyâq itu belum cukup sebagai bukti bahwa ayat tertentu itu berbicara dalam konteks yang sesuai dengan siyâq-nya dan dalam penafrisanannya harus dikaitkan dengannya, selama belum ada bukti pasti bahwa ia turun bersamaan dengan rangkaian ayat-ayat tersebut!

Peletakan ayat al Balâgh di antara rangkaian ayat-ayat yang berbicara  tentang Ahlul Kitab telah menyebabkan sebagain mufassir terjebak dalam syubhat di atas.

Fakhruddin ar Râzi berkata:

اعلم أنّ هذه الروايات وإن كثرت، إلاّ أنّ الاََوْلى حمله على أنّه تعالى آمنه من مكر اليهود والنصارى، وأمره بإظهار التبليغ من غير مبالاة منه بهم، وذلك لاَنّ ما قبل هذه الآية بكثير وما بعدها بكثير، لمّا كان كلاماً مع اليهود والنصارى، امتنع إلقاء هذه الآية الواحـدة في البين على وجه تكون أجنبيّة عمّا قبلها وما بعدها»(2).

“Ketahuilah bahwa kendati riwayat-riwayat itu banyak, hanya saja memaknai ayat itu dengan: “Bahwa Allah –Ta’ala– menjamin keamanan bagi Nabi dari makar jahat kaum Yahudi dan Nashrani, dan perintah agar menampakkan tablîgh tanpa menghiraukan mereka, hal itu dikarenakan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya berbicara tentang Yahudi dan Nashrani, maka tidaklah mungkin melontarkan ayat tunggal tersebut di celah-celahnya sehingga ia menjadi asing dari ayat-ayat sesebelum dan sesudahnya.”[1]

Di sini, sepertinya ar Râzi lalai bahwa ayat al Balâgh itu terdapat dalam surah al Mâidah. Dan surah al Mâidah itu turun di masa-masa akhir kehidupan Nabi Muhammad saw., di mana Nabi saw. tidak lagi takut kepada ancaman musuh-musuh Islam, baik Yahudi, Nashrani maupun kaum Musyirk. Siyâq itu akan menjadi bukti pendukung penafsiran sebuah ayat, jika tidak ada nash mu’tabar yang menentangnya! Di sini, seperti Anda baca sendiri, ar Râzi mengakui bahwa turunnya ayat tersebut terkait dengan keutamaan Imam Ali as. adalah telah ditegaskan dalam banyak riwayat, dan ia adalah pendapat para sahabat besar dan tokoh Tabi’in seperti Ibnu Abbas, Barâ’ ibn Âzib dan Imam Muhammad ibn Ali al Baqir as. Sementara itu ketika mengajukan  pendapatnya itu, ia sama sekali tidak mendukungnya dengan satu bukti pun. Tidak pula pendapat-pendapat lain yang ia sebutkan selain pendapat yang menegaskan bahwa ayat itu turun tentang keutamaan Ali as.!!

Adapun riwayat-riwayat yang disebutkan para ulama yang menandingi hadis bahwa ayat tersebut turun sebagai keutamaan Imam Ali as. dapat Anda baca dalam tafsir ath Thabari dan ad Durr al Mantsûr; as Suyuthi. Dan dengan sedikit merenungkan dan membandingkan antara yang satu dengan lainnya akan Anda temukan sederatan pertentangan dan ketidak harmonisan! Di sampin yang memperparah semuanya ialah bahwa surah al Mâidah itu berdasarkan ijmâ’ para Ahli tafsir –seperti telah saya katakan- turun di akhir masa hidup Nabi saw., sehingga semua riwayat di atas tertolak.

(Bersambung)


[1] Tafsir ar Râzi,12/50.

3 Tanggapan

  1. o Catatan Penting

    Pertama, disini perlu kami informasikan bahwa hadis yang menerangkan turunnya ayat al Balâgh pada hari Ghadir Khum terkait dengan peristiwa pengangkatan Imam Ali as. telah diriwayatkan para ulama dan muhaddis dari banyak sahabat Nabi saw.,
    ======

    Saya org syiah yg awam kok jadi bingung.

    Katanya para sahabat Rasul mejadi murtad setelah Rasulullah wafat, kecuali 1 sd3 saja. dan bukan yg disebutkan diatas.

    Terus kenapa orang2 murtad tsb dijadikan utk menguatkan tentang hadist Ghadir Khum oleh kita Syiah

    Apakah ini akan sebaliknya menjadikan hadist tsb lemah karena kesalahan keyakinan kita sendiri??

    Atau kita telah melemahkan diri kita sendiri??

    Apakah artinya kaum Ahl sunnah itu telah benar dan kita syaih dalam posisi yang benar2 salah.

    Ibnu Jakfari:

    Salam mas Prima, dalam komentar Anda sebelumnya di no 12 Anda mengatakan bukan Syi’ah dan lebih meyakini Ahlusunnah yang lebih benar. sementara itu di sini Anda mengakui sebagai orang Syi’ah yang awam…. yang benar yang nama sih mas? tapi nggak penting rasanya masalah itu.
    Mas, saya hanya ingin meluruskan isu palsu yang berkembang bahwa Syi’ah menganggap seluruh sahabat Nabi saw. telah murtad kecuali 1 sd 3 orang saja…. ini sama sekali tidak benar…. baca keterangan para ulama yang berkompenten dalam masalah ini… jangan terbawa fitnah Wahhabi dan musuh-musuh Islam yang hendak memcah belah barisan kaum Musliminl.
    Keshahihan hadis Ghadir Khum telah saya buktikan dalam artikel-artikel saya di bolg ini, tolong dipelajari dengan teliti.
    Wassalam.

  2. Kalau soal pecah memecah belah malahan fakta dan realita terjadi disetiap negara yg ada Syiahnya.
    Bisa dilihat di Iran, Irak, Lebanon, Afgahnistan, Pakistan dll.

    Pasti yg membuat kerusuhan pertumpahan selalu Syiah.

    dimana saja negara yg ada syiahnya pasti negara tsb terjadi komplik berdarah-darah, dan bunuh membunuh.

    Saya jadi ngeri kok Agama yg diambil melalui imam Ali kok serem sekali.

    Belum lagi teman2 di Syiah semua bila muncul di Blog manapun selalu menggunakan bahasa2 kasar, bila ada pihak dari ahl sunnah menanggapi.

    Saya khawatir Imam Ali yg diyakini oleh Syiah bukan Imam Ali yang di yakini oleh Umat Islam lainnya.

    Masalahnya kok gak ada yg mengaku pengikut Imam Ali yang berprilaku seperti Imam Ali sendiri.

    Sebaliknya di kalangan ahl Sunnah lebih mengedepakan Akhlak.

    Maaf saya jad bingung…

    Terus mana yg benar lagi..dgn komentar bahwa para sahabat telah murtad ke cualli 1-3 orang saja setelah Rasulullah wafat.

    Skrg malahan di blog ini dibantah, dan mau diluruskan…..saya Jadi tambah bingung…

    Kok akhirnya antara teman2 syiah sendiri mau meluruskan… emang diantara kita syiah mempunyai sumber yg berbeda dari Imam Ali nya, atau Imam ali nya yg berbeda, dan ada Imam Ali yg lainnya, lebih dari satu?

    Betul saya bingung…
    Yach maklum namanya juga org bingung,…

    Tapi kebingungan saya beralasan, karena saya coba fair melihat dari dua sisi yg berbeda, saya ambil dari sudut pandang berbeda pula, baik dari Syiah maupun dari kalangan Ahl sunnah.

    Ibnu Jakfari:

    Akhi prima -Rahimakallah-, tidaklah fair jika Anda menimpakan semua kecaman atas terjadinya poerpecaah di tenhah-tengah umat Islam kepada Syi’ah!
    Syi’ah selalu menjadi saaran tuduhan keji dan palsu musuh-musuhnya, lalu apakah fair jika kita hanya menerima sepihak berbagai kecaman atas Syi’ah dari musugh-musuh mereka?! di antara tuduhan palsu itu adalah banya Syi’ah menuduh seluruh sashabat Nabi saw. telah murtad kecuali 2, 3 atau 4 orang saja! Ini jelas palsu bung!
    Jadi akan lebih fair jika Anda mengenal Syi’ah dari ulama Syi’ah sendiri….
    Masalah akhalk itu saya serahkan kepada para pengunjung untuk menila siapa yang berakhlak karimah dan siapa yang tidak! Ti antara orang-orang Syi’ah pasti ada yang berakhlak karimah dan ada juga yang tidak seperti juga di antara orang-orang Ahlusunnah ada yang meakhlak mulia dan ada juga tidak berakhlak buruk…. apakah kalau ada orang Sunni yang berakhlak buruk itu yang kitra persalahkan adalah mazhab ahlusunnah nya?!
    Wassalam.

  3. […] Wahhabi Menggugat Syiah (11) Turunnya Ayat at Tablîgh Adalah Bukti Kuat Hadis Ghadir Bermakna Imama… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: