Wahhabi Menggugat Syi’ah (14)

Turunnya Ayat at Tablîgh Adalah Bukti Kuat Hadis Ghadir Bermakna Imamah (8)

Sikap Syeikh Agung Wahhabi; Nashiruddin al Albâni Tentang Hadis Ghadir

Diriwayatkannya hadis Ghadir dan hadis tentang sebab turunnya ayat al Balâgh dalam kitab-kitab kalangan Jumhur adalah bukti pemeliharaan Allah SWT akan agama-Nya, sebab pada dasarnya hadis Ghadir adalah bukti kuat penunjukan Imam Ali as. sebagai pemimpin, Khalifah sepeninggal Rasulullah saw. karenanya sebagian kaum Nawâshib (para pembenci Imam Ali dan Ahlulbait Nabi saw.) merasa sakit hati terhadapnya, dan benar-benar dibuat kebingungan untuk menentukan sikap terhadapnya, yang kemudian mencari-cari cela dan mengada-ngada catat pada hadis tersebut, walau harus menjungkir balikkan etika penelitian dan kaidah-kaidah yang berlaku. Dan seperti biasanya, senjata kaum lemah adalah memuaskan nafsu mereka dengan caci-maki, kata-kata keji dan tuduhan palsu!


Sebelumnya Anda telah menyaksikan bagaimana Syeikh Muhammad ibn Abdil Wahhâb- pendiri aliran Wahhabiyyah- mencacat tanpa dasar hadis tersebut!

Kini, Anda saya ajak melihat sikap tokoh andalan kaum Wahhabiyyah dan yang selalu dibanggakan dalam penelitian hadis, ia adalah Syeikh Nâshiruddîn al Albâni. Dalam bukunya Silsilah al Ahâdits ash Shahîhah (yang penuh kesalahan dan kontradiksi seperti buku-bukunya yang lain), al Albâni mengatakan, “Nabi saw. senantiasa dijaga sehingga turun ayat: والله يعصمك من الناس, maka Rasulullah mengeluarkan kepala beliau dari qubah (kemah) dan bersabda kepada para penjaga, ‘Wahai manusia, pergilah kalian, karena Allah telah memeliharaku.’”

Hadis ini diriwayatkan oleh at Turmudzi,2/175, Ibnu Jarir,6/199 dan al Hâkim,2/3 dari jalur al Hârits ibn Ubaid dari Sa’ad al Jariri dari Abdu ibn Syaqiîq dari Aisyah, ia berkata, “…. .”

Dan setelah berpanjang-panjang menyebutkan mana yang benar di antara jalur periwayatan hadis di atas, dan setelah menyebutkan hadis Ibnu Hibbân dalam Shahih-nya:1739 dari Abu Hurairah melalui dua jalur bahwa ayat tersebut turun disebabkan ada seorang Arab Baduwi yang menyerang Nabi saw. di kemahnya di sa’at beliau tertidur, lalu membangunkan dan mengancam akan membunuhnya dengan mengatakan, ‘Hai Muhammad, siapakah yang akan menyelamatkanmu malam ini dariku? Dan Nabi menjawab, ‘Allah’. Maka Allah menurunkan ayat itu dalam peristiwa tersebut … setelah itu semua, ia menuangkan kemarahannya kepada Syi’ah, ia berkata, “Ketahuilah bahwa kaum Syi’ah mengaku –menyalahi hadis-hadis yang telah lewat- bahwa ayat tersebut turun di Ghadir Khum tentang Ali ra.. Mereka menyebut beberapa riwayat yang kebanyakannya adalah berstatus mursal (tidak bersambung sanadnya) dan mu’dhal di antaranya adalah hadis riwayat Abu Sa’id al Khudri, dan ia tidak shahih darinya, seperti telah saya tahqîq dalam kitab Silsilah al Ahâdîts adh Dah’îfah:4922 …. dan setelah menuduh ulama Syi’ah sebagain yang gemar berbohong dan menghalalkannya dengan nama taqiyyah, serta menipu, dengan mengutip vinis Ibnu Taimiyyah (musuh bebuyutan Syi’ah yang tidak pernah jujur terhadap mereka), ia melanjutkan, “dan yang lebih jelas kebohongannya darinya (Syarafuddin) adalah Khumaini, ia menegaskan dalam kitabnya Kasyfu al Asrâr:149 bahwa ayat al Ishmah (al Balâgh) turun di Ghadir Khum berkaitan dengan imamah Ali ibn Abi Thalib sesuai dengan pengakuan ulama Ahlusunnah dan kesepakatan Syi’ah. Demikian ia katakan, semoga Allah memperlakukannya dengn yang layak baginya!”

Ibnu Jakfari berkata, “Wahai tuan al Albâni, tinggalkan kebiasaan mencaci, menuduh dan menvonis sembarangan…. sebab ia adalah senjata kaum lemah! Tinggalkan pula mengkalsivikasi manusia menjadi sekte yang jujur dan gemar berbohong… di antara penganut Syi’ah sebagaimana di antara penganut Ahlusunnah pasti beragam! Tetapi kaum Nawâshib yang gemar menolak dan mengkafiri nash-nash keutamaan Ahlulbait as., dan gemar menuduh secara palsu para pecinta mereka perlu ditetapkan atas mereka hukum dan sikap tertentu!

Dan jika Anda mengandalkan Ibnu Taimiyyah ddalam menilai kaum Syi’ah, maka sangat riskan, sebab seorang yang tidak pernah jujur dan obyektif sikapnya terhadap Imam Ali as. dan hadis-hadis keutaman beliau, apa munkin akan obyektif dan jujur terhadap para pecinta beliau?!

Bukankah Anda sendiri telah membantah kekejian sikap Ibnu Taimiyyah ketika menvonis palsu bagian akhir hadis Ghadir yang mutawatir itu, ketika itu Anda membantahnya dengan panjang lebar dan teliti serta mengatakan bahwa Ibnu Taimiyyah dalam sikapnya itu bergesah-gesah sebelum meneliti seluru jalur-jalurnya, seperti yang Anda tegaskan dalam Silsilah al Ahâdîts sh Shahîhah:344.

Ketika Anda menvonis hadis-hadis tentang turunnya ayat al balâgh di Ghadir Khum berkaitan dengan imammah Ali as. sebagai hadis-hadis mursal dan mu’dhal, apakah Anda telah meneliti seluruh-jalur-jalurnya?

Sudahkah Anda telah meneliti jalur hadis-hadis tersebut dalam riwayat ats Tsa’labi, riwayat Abu Nu’aim, riwayat al Wâhidi, riwayat Abu Sa’id as Sijistâni, riwayat al Hiskâni dengan mengecek satu persatu sanadnya, lalu Anda mendapatkannya riwayatriwayat mursalah dan mu’dhalah?!

Atau jangan-jangan Anda juga terjatuh dalam kubangan fanatisme dan ketergesah-gesahan dalam menvonis setiap riwayat yang bertolak belakaang dengan doktrin mazhabnya.

Sayang Anda telah meninggalkan alam baqa’ ini sehingga tidak dapat menanggapi apa yang saya katakan ini, namun paling tidak, harapan saya bahwa para pengagummu dari kalangan kaum Wahhabi dan Salafi dapat membelamu dan mau melakukan penelitian terhadap beberapa saja dari jalur-jalur hadis tersebut.

Di sini saya minta mereka sanggup melakukan penelitian terhadap sanad/jalur riwayat-riwayat hadis tersebut dalam kitab Syawâhid at Tanzîl, karya al Hâkim al Hiskâni –murid imam al Hâkim an Nisâbûri penulis al Mustadrak, pada riwayat dengan nomer:

1) 244 dari Abu Sa’id al Khudri.

2) 245-246,249 dan 250 dari Ibnu Abbas.

3) 247 dari Abdullah ibn Abi Aufâ.

4) 248 dari Muhammad al Baqir ibn Ali ibn Husain.

Dengan catatan gunakan kaidah dan metodologi yang biasa digunakan Syeikh al Albâni, dan jangan mendhaifkan seorang perawi di sini yang ia tsiqahkan ditempat lain hanya karena ia meriwayaatkan hadiss keutamaan Imam Ali as.!!

Dan sebenarnya apa yang telah saya sebutkan sebelumnya di awal pembahasan ini sudah cukup sebagai bukti keshahihan riwayat-riwayat tersebut, andai mereka mau bertaqwa kepada Allah dan bersikap jujur serta meningggalkan fanatisme terkutuk!

(Selesai)

2 Tanggapan

  1. Tentang Ayat Balagh, surat AL Maidah ayat 67, yang kata anda dan kaum syiah diklaim sebagai dalil masalah imamah, ini saya bawakan bantahan dari Imam Ath Thabari tentang asbabun nuzul dari ayat tsb, yang sama sekali bukan menunjukkan adanya imamah kepada ali bin abi thalib ra

    jadi maap deh pak ibnu bukan wahabi saja, bukan syaikh albani saja, bukan ibnu taimiyah saja, tapi semua para ulama sunni menyatakan bahwa ayat balagh itu bukan dalil masalah imamah, coba deh diteliti la

    Tafsir Thabari

    القول في تأويل قوله تعالى : { يا أيها الرسول بلغ ما أنزل إليك من ربك وإن لم تفعل فما بلغت رسالته } وهذا أمر من الله تعالى ذكره لنبيه محمد صلى الله عليه وسلم , بإبلاغ هؤلاء اليهود والنصارى من أهل الكتابين الذين قص الله تعالى قصصهم في هذه السورة وذكر فيها معايبهم وخبث أديانهم واجتراءهم على ربهم وتوثبهم على أنبيائهم وتبديلهم كتابه وتحريفهم إياه ورداءة مطاعمهم ومآكلهم ; وسائر المشركين غيرهم , ما أنزل عليه فيهم من معايبهم والإزراء عليهم والتقصير بهم والتهجين لهم , وما أمرهم به ونهاهم عنه , وأن لا يشعر نفسه حذرا منهم أن يصيبه في نفسه مكروه , ما قام فيهم بأمر الله , ولا جزعا من كثرة عددهم وقلة عدد من معه , وأن لا يتقي أحدا في ذات الله , فإن الله تعالى كافيه كل أحد من خلقه , ودافع عنه مكروه كل من يتقي مكروهه . وأعلمه تعالى ذكره أنه إن قصر عن إبلاغ شيء مما أنزل إليه إليهم , فهو في تركه تبليغ ذلك وإن قل ما لم يبلغ منه , فهو في عظيم ما ركب بذلك من الذنب بمنزلته لو لم يبلغ من تنزيله شيئا . وبما قلنا في ذلك قال أهل التأويل . ذكر من قال ذلك : 9575 حدثني المثنى , قال : ثنا عبد الله بن صالح , قال : ثني معاوية , عن علي بن أبي طلحة , عن ابن عباس , قوله : { يا أيها الرسول بلغ ما أنزل إليك من ربك وإن لم تفعل فما بلغت رسالته } يعني : إن كتمت آية مما أنزل عليك من ربك , لم تبلغ رسالتي . 9576 حدثنا بشر بن معاذ , قال : ثنا يزيد , قال : ثنا سعيد , عن قتادة : { يا أيها الرسول بلغ ما أنزل إليك من ربك } الآية , أخبر الله نبيه صلى الله عليه وسلم أنه سيكفيه الناس ويعصمه منهم , وأمره بالبلاغ . ذكر لنا أن نبي الله صلى الله عليه وسلم قيل له : لو احتجبت ! فقال : ” والله لأبدين عقبي للناس ما صاحبتهم ” . 9577 حدثني الحارث بن محمد , قال : ثنا عبد العزيز , قال : ثنا سفيان الثوري , عن رجل , عن مجاهد , قال : لما نزلت : { بلغ ما أنزل إليك من ربك } قال : ” إنما أنا واحد , كيف أصنع ؟ تجتمع علي الناس ! ” فنزلت : { وإن لم تفعل فما بلغت رسالته } الآية . 9578 حدثنا هناد وابن وكيع , قالا : ثنا جرير , عن ثعلبة , عن جعفر , عن سعيد بن جبير , قال : لما نزلت : { يا أيها الرسول بلغ ما أنزل إليك من ربك وإن لم تفعل فما بلغت رسالته والله يعصمك من الناس } قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” لا تحرسوني إن ربي قد عصمني ” . 9579 حدثني يعقوب بن إبراهيم وابن وكيع , قالا : ثنا ابن علية , عن الجريري , عن عبد الله بن شقيق : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يعتقبه ناس من أصحابه , فلما نزلت : { والله يعصمك من الناس } خرج فقال : ” يا أيها الناس الحقوا بملاحقكم , فإن الله قد عصمني من الناس ” . 9580 حدثنا هناد , قال : ثنا وكيع , عن عاصم بن محمد , عن محمد بن كعب القرظي , قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم يتحارسه أصحابه , فأنزل الله : { يا أيها الرسول بلغ ما أنزل إليك من ربك وإن لم تفعل فما بلغت رسالته } إلى آخرها . 9581 حدثني المثنى , قال : ثنا مسلم بن إبراهيم , قال : ثنا الحارث بن عبيدة أبو قدامة الإيادي , قال : ثنا سعيد الجريري , عن عبد الله بن شقيق , عن عائشة , قالت : كان النبي صلى الله عليه وسلم يحرس , حتى نزلت هذه الآية : { والله يعصمك من الناس } قالت : فأخرج النبي صلى الله عليه وسلم رأسه من القبة , فقال : ” أيها الناس انصرفوا , فإن الله قد عصمني ” . 9582 حدثنا عمرو بن عبد الحميد , قال : ثنا سفيان , عن عاصم , عن القرظي : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ما زال يحرس حتى أنزل الله : { والله يعصمك من الناس } . واختلف أهل التأويل في السبب الذي من أجله نزلت هذه الآية , فقال بعضهم : نزلت بسبب أعرابي كان هم بقتل رسول الله صلى الله عليه وسلم , فكفاه الله إياه . ذكر من قال ذلك : 9583 حدثني الحارث , قال : ثنا عبد العزيز , قال : ثنا أبو معشر , عن محمد بن كعب القرظي وغيره , قال : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا نزل منزلا اختار له أصحابه شجرة ظليلة , فيقيل تحتها , فأتاه أعرابي , فاخترط سيفه ثم قال : من يمنعك مني ؟ قال : ” الله ” . فرعدت يد الأعرابي , وسقط السيف منه . قال : وضرب برأسه الشجرة حتى انتثر دماغه , فأنزل الله : { والله يعصمك من الناس } . وقال آخرون : بل نزلت لأنه كان يخاف قريشا , فأومن من ذلك . ذكر من قال ذلك : 9584 حدثنا القاسم , قال : ثنا الحسين , قال : ثني حجاج , عن ابن جريج , قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم يهاب قريشا , فلما نزلت : { والله يعصمك من الناس } استلقى ثم قال : ” من شاء فليخذلني ! ” مرتين أو ثلاثا . 9585 حدثنا هناد , قال : ثنا وكيع , عن أبي خالد , عن عامر , عن مسروق , قال : قالت عائشة : من حدثك أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كتم شيئا من الوحي فقد كذب . ثم قرأت : { يا أيها الرسول بلغ ما أنزل إليك } الآية . * – حدثنا ابن حميد , قال : ثنا جرير , عن المغيرة , عن الشعبي , قال : قالت عائشة : من قال إن محمدا صلى الله عليه وسلم كتم فقد كذب وأعظم الفرية على الله , قال الله : { يا أيها الرسول بلغ ما أنزل إليك من ربك } الآية . * – حدثني يعقوب بن إبراهيم , قال : ثنا ابن علية , قال : أخبرنا داود بن أبي هند , عن الشعبي , عن مسروق , قال : قالت عائشة : من زعم أن محمدا صلى الله عليه وسلم كتم شيئا من كتاب الله فقد أعظم على الله الفرية , والله يقول : { يا أيها الرسول بلغ ما أنزل إليك من ربك } الآية . * – حدثني المثنى , قال : ثنا عبد الله بن صالح , قال : ثني الليث , قال : ثني خالد , عن سعيد بن أبي هلال , عن محمد بن الحميم , عن مسروق بن الأجدع , قال : دخلت على عائشة يوما , فسمعتها تقول : لقد أعظم الفرية من قال : إن محمدا كتم شيئا من الوحي , والله يقول : { يا أيها الرسول بلغ ما أنزل إليك من ربك } .
    رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ

    ويعني بقوله : { والله يعصمك من الناس } يمنعك من أن ينالوك بسوء , وأصله من عصام القربة , وهو ما توكأ به من سير وخيط , ومنه قول الشاعر : وقلت عليكم مالكا إن مالكا سيعصمكم إن كان في الناس عاصم يعني : يمنعكم .
    النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ

    وأما قوله : { إن الله لا يهدي القوم الكافرين } فإنه يعني : إن الله لا يوفق للرشد من حاد عن سبيل الحق وجار عن قصد السبيل وجحد ما جئته به من عند الله , ولم ينته إلى أمر الله وطاعته فيما فرض عليه وأوجبه

    Link :
    http://quran.al-islam.com/Tafseer/DispTafsser.asp?nType=1&bm=&nSeg=0&l=arb&nSora=5&nAya=67&taf=TABARY&tashkeel=1

    itu dari Tafsir Thabari…gimana pak,,,
    nanti bisa saya tambahi lagi dari tafsir ibnu katsir, dan juga tentang surat al maidah ayat 3, yang masih ada rangkaiannya dnegan ayat tsb, yang menurut riwayat yang mutawatir ayat tersebut turun pada hari arafah pada haji wada pada hari jumat, bukan pada hari ghadir khum…

    ________
    Ibnu Jakfari:

    Mas Dody, mudah-mudahan Allah membalas jerih payah Anda mencopy paste tafsir ath Thabari. Tapi sebenarnya saya perlu meminta ma’af kepada Anda, karena terus terang saya tidak paham logika dan cara berpikir Anda.. mungkin terlalu tinggi!
    Akhi, sejak awal ulama Syi’ah tidak pernah berharap-harap dari Sunni bahwa hadis-hadis keutamaan Ahlulbait atau penunjukan Imam Ali as. itu tidak ada tandingannya dalam riwayat mereka sendiri! Jadi kebaikan hati saudara dengan mengutip banyak riwayat lain itu tidak ada gunanya… sebab Anda masih harus mampu mebuktikan kepalsuan hadis-hadis shahih yang menunjukkan kebenaran “klaim” Syi’ah yang ada dalam kitab-kitab standar Sunni!
    Buat kami cukup lah sebagai bukti untuk kalian adanya hadis-hadis seperti itu dalam kitab-kitab hadis dantafsir standar kalian dan juga dishahihkan oleh ulama kalian!
    dan jangan salah paham, penshahihan yang dimaksud di sini tidak bebrarti bahwa hadis itu harus dishahihkan oleh seluruh ulama Sunni! Sebab hadis-hadis yang bukan menjadi bahan perselisihan paham SunniXSyi’ah saja keharusan seperti itu tidak logis! Apa Anda berpendapat bahwa hadis yang boleh dijadikan hujjah itu adalah hadis yang dishahihkan oleh seluruh ulama Sunni?! Saya tidak yakin ada orang berakal waras membenarkan konsep seperti ini!!!
    Jadi akhi, lebih baik kelebihan tenaga Anda dipakai untuk membuktikan kepalsuan apa yang kami sebutkan dari riwayat Sunni dalam 7 edisi dan edisi-edisi lain di sini!!!

  2. […] Wahhabi Menggugat Syiah (14) Turunnya Ayat at Tablîgh Adalah Bukti Kuat Hadis Ghadir Bermakna Imama… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: