Lima Belas Bukti Palsu Khilafah Abu Bakar (4)

Di antara hadis-hadis palsu itu adalah:

o Hadis Ibnu Umar

وعن إبن عمر رضي الله عنهما قال :” سمعت رسول الله يقول : يكون خلفي إثنا عشر خليفة ، أبو بكر لا يلبث إلا قليلا ” رواه البغوي بسند حسن .

“Dari Ibnu Umar ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Akan datang setelahku dua belas Khalifah. Abu Bakar tidak akan lama menjabat.’” (HR. al Baghawi dengan sanad hasan)

Adapun riwayat keempat dari Ibnu Umar yang menyebut-nyebut jumlah para Khalifah sepeninggal Nabi saw. adalah dua belas, dan nama Abu Bakar secara khusus disebut dibelakangnya adalah bagian dari riwayat yang menyebut setelahnya nama Umar yang akan terbunuh sebagai syahid dan nama Utsman yang akan dipaksa oleh umat untuk menaggalkan busana kekhalifahan yang Allah kenakan padanya, yang dikatakan Ibnu Abdil Wahhâb sebagai riwayat al Baghawi dengan sanad hasan, maka perlu diketahui bahwa tambahan itu adalah maudhû’ (palsu).

Hadis tersebut adalah dari riwayat al Baihaqi sebagaimana disebutkan Ibnu Katsir dalam Târîkh-nya,6/206 lengkap denga sanadnya. Dan pada mata rantai sanadnya terdapat nama-nama perawi bermasalah sebagai berikut:

A) Abdullah ibn Shâleh si pembohong besar, al Kadzdzâb.

B) Rabî’ah ibn Saif.

Imam Bukhari berkomentar tentangnya, “Ia banyak memiliki hadis-hadis munkar, manâkîr.”

Adz Dzahabi menyebutkan hadis tersebut dalam kitab al Mîzân-nya dari riwayat Yahya ibn Ma’in lalu berkata, “Saya terheran-haran terhadap sikap Yahya ibn Ma’in, padahal ia orang yang agung dan teliti, bagaimana ia meriwayatkan hadis batil seperti itu lalu mendiamkannya. Dan Rabî’ah adalah pemilik hadis-hadsi munkar dan yang aneh-aneh.”[1]

Jadi, atas dasar apa ia mengatakan bahwa sanad riwayat tersebut sanadnya hasan?

Selain itu telah datang banyak riwayat shahih tanpa menyebut tambahan pada bagain akhir riwayat.

Para ulama Syi’ah Imamiyah berhujjah dengan hadis-hadis tersebut bahwa dua belas Khalifah yang dimaksud adalah para Imam suci dari Ahlulbait Nabi saw., diawali oleh Imam Ali ibn Abi Thalib, Imam hasan dan Imam Husain serta kesembilan dari keturunan Imam Husain yang ditutup dengan Imam al Mahdi; Muhammad ibn Hasan al Askari as., seperti dapat dibuktikan kebenarannya dalam riwayat-riwayat Ahlusunnah sendiri di antaranya adalah:

أنا سيد النبيين و علي سيد الوصيين , و إن اوصيائي يعدي إثنا عشر أولهم علي و آخرهم القائم المهدي.

“Sesungguhnya aku adalah penghulu para nabi dan Ali penghulu para washi.Dan sesungguhnya para washiku sepeninggalku ada dua belas yang pertama adalah Ali dan yang terakhir adalah al Qaim al Mahdi.”[2]

Sementara itu, selain Syi’ah hingga sekarang masih belum menemukan kata sepakat siapa yang dimaksud dengan dua belas Khalifah itu!

  • Dua Belas Khalifah!

Pada mathlab tentang dibatasinya Khilafah hanya pada dua belas orang, Syeikh Ibnu Abdul Wahhâb menuliskan ketarangan sebagai berikut:

ومنها دعواهم إنحصار الخلافة في إثني عشر فإنهم كلهم بالنص والابصار عمن قبله وهذه دعوى بلا دليل مشتملة على كذب فبطلانها أظهر من أن يبين ويتوسلون بها إلى بطلان خلافة من سواهم ، في ذلك تكذيب لنصوص واردة في خلافة الخلفاء الراشدين وخلافة قريش .

“Di antara kesesatan Syi’ah adalah klaim mereka bahwa Khilafah hanya terbatas pada dua belas Khalifah, dan mereka semuanya ditetapkan berdasarkan nash/ penunjukan dari Khalifah sebelumnya. Ini adalah klaim tanpa dalil, lagi memuat kebohongan. Kebatilannya lebih terang untuk harus diterangkan. Dengannya mereka mencari bantuan untuk membatalkan Khilafah selain dua belas Khalifah (Imam) mereka. Pada yang demikian terdapat pengingkaran terhadap nash-nash yang datang tentang khilafah para Khulafâ’ yang Rasyidin dan Khilafah Quraisy.”

Ibnu Jakfari berkata:

Adapun tuduhannya bahwa klaim Syi’ah tanpa dalil, maka itu hanya sekedar klaim batil tanpa dalil, seperti akan kami buktikan bahwa klaim Syi’ah justru sesuai dengan dalil! Selain itu, saya tidak mengerti mengapa Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb tidak mau membebani dirinya untuk membuktikan kepalsuan klaim Syi’ah dan hanya mencukupkan diri dengan mengatakan bahwa “kebatilannya lebih terang untuk harus diterangkan” bukankah sikap pasif itu membuktikan ketidak-mampuannya mematahkan argumentasi-argumentasi pandangan Syi’ah yang didukung oleh dalil-dalil shahih dan kuat?!

  • Sabda Nabi saw. Bahwa Jumlah Khalifah Sepanjang Usia Umat Islam adalah dua Belas!

Banyak sekali hadis yang telah diriwayatkan dan dishahihkan para muhaddis dan ulama Ahlusunnah, di antaranya adalah para penulis Shihâh, Musnad, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Abu Daud, Imam Ahmad, al Hakim dkk. bahwa jumlah pemimpin/Khalifah adalah dua belas, tidak lebih tidak kurang, semuanya dari suku Quraisy. Tidak ada perbedaan kecuali dalam redaksi: Khalifah atau Amîr atau Rajul atau Qayyim.

Di bawah ini akan saya sebutkan sebagian darinya:

o Hadis Bukhari:

Dari Jabir ibn Samurah, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda:

يكونُ اثْنا عشرَ أميرًا

“Akan ada dua belas Amir.”

Lalu beliau mengucapkan sebuah kalimat yang aku tidak mendengarnya, lalu ayahku berkata, “Nabi saw. bersabda:

كُلُّهُمْ مِنْ قُريش.

“Semuanya dari suku Quraisy.[3]

o Hadis Mulsim:

Imam Muslim meriwayatkan beberapa riwayat tentangnya, di antara dari Jabir bin Samurah, ia berkata: “Saya mendengar Rasulullah bersabda:

لا يزالُ الدينُ عزيزا مَنِيْعًا إلى اثني عشر خليفةً

“Agama ini senantiasa akan jaya dan terpelihara hingga berlalu dua belas Khalifah.”

Lalu beliau menyampaikan sebuah kata yang aku dibuat tuli (tidak mendengarnya) oleh orang-orang! Aku bertanya kepada ayahku, “Apa yang beliau sabdakan?” Ia menjawab:

كُلُّهُمْ مِنْ قُريش.

“Semuanya dari suku Quraisy.”[4]

Jabir ibn Sarumah, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda:

لا يزالُ الإسْلاَمُ عزيزاً إلى إثْنَيْ عشر خليفَةً.

“Agama Islam senantiasa akan berjaya hingga berlalu dua belas Khalifah.”

Kemudian beliau berkata sebuah kata yang tidak kufahami, lalu aku bertanya kepada ayahku, “Apa yang beliau sabdakan?” Ia menjawab, “B eliau bersabda:

كُلُّهُمْ مِنْ قُريش.

“Semuanya dari suku Quraisy!.”

Hadis-hadis serupa juga telah diriwayatkan oleh Imam at Turmudzi dalam Sunan-nya, Abu Daud dalam Sunan-nya, al Hakim dalam al Musdatrak-nya, ath Thabarâni dalam al Mu’jam al Awsath-nya dkk.

Sebagian ulama di luar mazhab Syi’ah merasa kebingungan memaknai hadis-hadis di atas, sehingga pada akhirnya tidak sedikit yang memaksa diri menyebutkan tafsir dan pemaknaan yang tidak bertanggung jawab, sebagaimana sebagian lainnya menyerah dan mengaku tidak memahami apa sebenarnya maksud sabda Nabi saw. tersebut.

Ibnu al Jawzi –salah seorang alim yang tidak jarang dibanggakan kaum Wahhâbi- bertaka, “Aku telah lama merenungkan dan meneliti maksud hadis ini dan mencari tau tentangnya diberbagai tempat yang mungkin memberikan jawabannya, akan tetapi aku tidak mendapatkan kejelasan maksud dari hadis itu.”[5]

Adapun Ibnu Taimiyyah –panutan utama pendiri sekte Wahhabi- dengan tegas mengatakan bahwa yang dimaksud dengannya bukanlah dua belas Imam dari Ahlulbait as. yang diyakini Syi’ah! Dan salahlah sebagian orang Ahli Kitab (Yahudi) yang menganggap bahwa dua belas Khalifah itu adalah para imam Syi’ah. Ibnu Katisr menukil pendappat gurunya; Ibnu Taimiyah sebagai berkata, “Guru, Syeikh kami Allamah Abu al Abbas ibn Taimiyyah berkata, ‘Mereka yang dikabar-gembirakan dalam hadis Jabir ibn Samurah dan ditetapkan bahwa mereka akan berpencar di antara umat (Islam), dan kiamat tidak akan terjadi sehingga kedua belas itu ada. Dan salahlah banyak orang yang berkohormatan memeluk Islam dari kaum Yahudi maka mereka menganggap behwa mereka itu (dua belas Khalifah/Amir) itu adalah para imam yang dianjurkan kaum Rafidhah, lalu mereka (orang-orangYahudi) itu mengikutinya.”[6]

Jika demikian, lalu siapakah dua Khalifah yang dikabar-gemnbirana Allah dan Rasul-Nya akan membawa kejayaan Islam menurut Ibnu Taimiyyah? Di sini Ibnu Taimiyyah menegaskan bahwa mereka itu adalah: 1) Abu Bakar, 2) Umar, 3) Utsman, 4) Ali. Kemudian berkuasalah pemimpin yang disepakati umat Islam dan ia mendapat kejayaan dan kekuatan, yaitu, 5) Mu’awiyah, 6) Yazid putra Mu’awiyah, 7) Abdul Malik ibn Marwan, dan keempat pelanjutnya dari keturunannya, di antara adalah Umar ibn Abdul Aziz. Setelah itu terjadilah di negri Islam apa yang terjadi hingga sekarang.

Sesunggunya bani Umayyah telah berkuasa di seantero penjuru dunia Islam. Kekuasaan di masa mereka berjaya. … Mereka itulah dua belas Khalifah yang telah disebutkan dalam Taurat ketika mengabar-gembirakan kepada Ismail bahwa akan lahir dari keturunannya dua belas pemimpin.”[7]

Kabar gembira yang ia maksudkan adalah apa yang tertera dalam kitab Perjanjian Lama, Kejadian:17;20. Allah berfirman: “Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.”

Jadi dalam pandangan Ibnu Taimiyyah –Salaf dan rujukan utama kaum Wahhabi- Mu’awiyah dan putranya Yazid, Abdul Malik ibn Marwan –si jagal yang haus darah-, Sulaiman ibn Abdil Malik dkk adalah termasuk pribadi-pribadi agung yang telah dikabar-gembirakan Allah kepada Nabi Ismail dan kemudian juga dikabar-gembirakan dan dibanggakan oleh Rasulullah saw… dalam banyak sabdanya.

Mungkinkah Allah memberkati Yazid yang dengan kejam dan penuh nafsu setan membantai mkeluarga suci Rasulullah saw. di padang Karbala?! Akal sehat siapam yang eken menerima omongan bahwa Allah telah memberkati Mu’awiyah yang dengan tanpa iman memerangi Khalifah yang sah; Ali ibn Abi Thalib as. dan membunuh dengan darah dingi para sahabat Nabi saw. serta sebagai Penganjur kepada api nereka, seperti disabdakan Nabi saw. sendiri?!

Dan apakah …?! Dan apakah….?!


[1] Mîzân al I’tidâl,2/48.

[2]Yanâbi’ al Mawaddah :Bab :77 :3\105

[3] Shahih Bukhri, Kitabul Ahkâm, Bab al Istikhlâf,8/127.

[4] Shahih Muslim, 6/3.

[5] Fath al Bâri; Ibnu Hajar al ‘Asqallâni,13/181.

[6] Al Bidayah wa an Nihayah,6/250.

[7] Minhaj as Sunnah, 8/238.

14 Tanggapan

  1. xxxxxxxxxxxxxx
    xxxxxxxxxxxxxx

    ______________
    -Ibnu Jakfari-

    Saudara Ali Husen alias prima
    anda saya persilahkan mengomentari tulisan kami diatas,
    bukan menempel copy-paste artikel apalagi artikel yang tidak berhubungan.

    terima kasih

  2. Saya kok bingung ya? Saya ini orang awam dalam agama…tapi kenapa semuanya kelihatan rumit ya???
    Menurut saya agama itu simple kok…
    Ada aturan, tata cara dan implementasi…
    Kalau anda mengaku muslim, lantas apa yang anda perdebatkan? Abu BakarN Umar, utsman, Ali adalah pemeluk Islam…
    Apakah anda memandang kekuasaan? Apakah ada diantara anda yang tahu sebenarnya islam itu apa? Dibangun diatas pondasi seperti apa?
    Jika ya anda tahu, maukah anda memberitahu saya apakah dengan memperdebatkan sesuatu yang telah terjadi dan itu merupakan ketentuan Allah (karena telah terjadi) dapat mengkokohkan islam? Apa kontribusi anda sekalian terhadap Allah dalam bentuk nyata? Apakah pikiran yang kalian miliki digunakan untuk menjalankan misi rahmatan lil alamin, sementara kalian berselisih paham yang membuat semua menjadi bermusuhan (baik secara langsung misalnya fisik, ataupun tidak langsung misalnya adu argumentasi yang tidak berkesudahan). Dimanakah islam itu? Bagaimana orang memandang islam jika kita semua seperti ini? Wahai saudaraku…kalau kalian memang cinta islam, Allah dan Rasulnya, maka kalian akan melihat islam itu sebagai jalur hidup bukan sekedar konsep. Just do it…do not talking to much…
    Tahukah anda…bahwa justru yang merusak islam itu adalah orang yang mengaku mengerti islam tapi tidak menjalankan islam itu sendiri.
    Abu Bakar Benar…
    Umar bin Khatab juga benar…
    Utsman juga benar….
    Ali juga benar….
    Mereka menjalankan islam sesuai dengan apa yang mereka ketahui dan dijalankan sesuai dengan kapasitas mereka.

    Pertanyaan medasarnya adalah, jikalau mereka benar…siapa yang salah?
    Yang salah adalah yang saling bersekutu untuk menjalankan perbedaan pendapat yang mengakibatkan perpecahan dan perselisihan. Siapa yang turut andil? Manusia, dajjal, iblis, dan orang-orang yang dilaknat Allah.
    Apakah kita mau masuk kedalam kategory tsb? Tak usahlah berselisih…dan jika tak sependapat, maka jalankan ijtihadmu tanpa memaksa orang lain ikut ijtihad kita. Selama kita mengucap kalimat syahadat dan tidak menyekutukan Allah dengan segala sesuatunya, maka kita adalah bersaudara.
    Tunjukkan dan lakukanlah yang terbaik untuk Islam. Do it…make it real…penuhi dunia dengan kasih sayang dan akhlak mulia…lanjutkan perjalanan Rasullullah SAW …
    Jika anda Ahli agama, maka buatlah kami semua memiliki pengetahuan Agama sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasulnya…bukan ketentuan selain itu.
    Adapun masalah dunia, buatlah dunia ini dihiasi dengan ilmu pengetahuan yang dpt implementasikan sehingga tercipta rahmatan lil alamin.
    Buat dunia memandang Islam sebagai rahmat….
    Sebab, umur kita terbatas…
    Jikalau ada pertanyaan dari sang pencipta nanti…untuk apa umurmu didunia ini…maka kita dapat menjawabnya dengan tersenyum…
    Jikalau ada pertanyaan dari sang pencipta nanti…bagaimana engkau memanfaatkan seluruh nikamat yang KU berikan (pikiran, hati, ilmu, materi, dll)…maka kita dapat menjelaskan dengan tersenyum…
    Jikalau ada pertanyaan dari sang pencipta nanti…apakah kalian menyekutukan-KU dengan ciptaan-KU dalam bentuk apapun nanti…maka kita dapat berkata tidak dengan tersenyum…
    Jikalau ada pertanyaan dari sang pencipta nanti…apakah engkau mengharapkan balasan atas perbuatan baikmu didunia dengan mengharap penilaian orang terhadapmu serta nikmat-nikmat lainnya didunia…maka kita dapat berkata…tidak ya Rabb…kami hanya ingin cintaMU dan RahmatMu serta berkumpul dengan Rasul dan para sahabat serta orang-orang yang mengikutinya karena cinta kepadaMU dan RasulMu…

    Ya arhammarrohimin…berikanlah saudaraku dan diriku RahmatMU dan AmpunanMU….
    Bukakanlah hijab yang selama ini ada dihati kami…
    Tuluskanlah semua perjuangan Kami
    Tiada yang benar kecuali Engkau dan orang-orang yang telah engkau tetapkan sebagai khalifah dimuka Bumi ini hingga hari Akhir nanti…
    Antara kami dan Rasul kami jauh sekali rentang waktunya
    Antara kami dan para sahabat Rasul jauh sekali rentang waktunya
    Antara kami dengan para keluarga utama Rasul jauh sekali rentang waktunya…
    Namun antara kami dan Engkau akan selalu dekat…
    Kau tinggalkan kami dalam bentuk persaudaraan didalam Islam…
    Maka…tuntunlah kami dalam persaudaraan….karena tidak ada yang utama diantara mahlukMU kecuali yang bertakwa kepadaMU dengan sebenar-benarnya…takwa.
    Takwa kata yang sederhana…namun memiliki makna yang dalam…
    Takwa …walaupun aku tunggang tunggit shallat, sepanjang hari puasa dan berbuka, sepanjang tahun beribadah haji, akan tiada artinya jika aku tiada berbakti kepada Ibu Bapak, akan tiada artinya jika berselisih dengan saudaraku dan mengikuti prasangkaku yang didalam ilmu saat ini dikatakan persepsi…., akan tiada artinya jika aku menistakan semua para syuhada dan penerus RasulMU…, akan tiada artinya jika aku tiada berbuat untuk rahmatan lil alamin dengan menaburkan akhlak yang mulia serta berkasih sayang terhadap manusia siapapun mereka.
    Irhamna ya Arhammarrohimin…Ya Rabb…wa Asshaduanlla Ilahaillalah…wa asshaduanna muhammaddarosullollah….iyakana’budu wa iyakanasta’in…..

    From love with peace….

  3. Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Kepada seluruh umat Islam saya mengucapkan “Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1430 H” semoga Allah swt melembutkan hati kita semua untuk menuju kepada kesatuan dan persatuan umat.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  4. ASSALAMUALAIKUM
    MARHABAN YAA NUUROL AINY…
    MARHABAN YAA JADDAL HUSAINY….
    ASSALAAMU ALAIKA YAA ROSUULALLOOH….
    “SELAMAT MERAYAKAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW”
    PUN GIEGIER AE MAS JA’FARY…SABAR NGIEH…!
    WASSALAAM

  5. Ass..wr..wb
    Kebetulan saya baru di blog ini. Setelah melalui kajian secara seksama, Alhamdulillah saya menemukan bahwa syiah-lah yang benar2 mengikuti sunnah Nabi saw yaitu berpegang teguh kepada Al-Quran dan Ahlul Baitnya yang suci. Melalui blog ini, saya ingin tanyakan kepada pak admin maupun saudara2 yang ikut berdiskusi dalam blog ini, di mana saya dapat menemukan komunitas syiah ataupun juga pengajian pengajian syiah terutama di Malang, karena kebetulan saya tinggal di Malang. Mungkin Pak Admin dan Saudara2 lainnya bisa mengenalkan saya dengan orang2 syiah di Malang (kalau bisa juga nomor telponnnya) atau memberi alamat2 yayasan syiah di Malang, karena saya ingin sekali ikut dalam pengajian syiah karena selama ini saya tidak punya kenalan dengan orang syiah, jadi saya hanya bisa belajar syiah dari buku-buku yang di jual di toko buku. Saya juga ingin berkenalan dengan saudara2 syiah dalam blog ini, silahkan hubungi saya di 085646695456. terima kasih sebelumnya. Wassalam…

  6. Pada faktanya Ali bin Abi Thalib r.a. dan para sahabat yang lain telah membai’at Abu Bakar ash Shiddiq r.a. sebagai khalifah yang pertama. Ini sudah menunjukkan bukti sahnya ke khalifahan Abu Bakar r.a.

    Karena jabatan khalifah adalah jabatan administratif. yang disahkan sesuai dengan persetujuan mayoritas umat …

    Bai’at Ali bin Abi Thalib r.a. terhadap Abu Bakar r.a. tercatat baik dalam kitab sunnah maupun Syi’ah.

    Mengingkari kekhalifahan Abu Bakar r.a. sebagai khalifah berarti mengingkari sejarah .. juga mengingkari tindakan Ali bin Abi Thalib r.a. ..

    Jadi anda mengikuti siapakah?

    Jakfari Menjawab:
    Saya tidak mengerti dengan logika yang saudara pakai. Apa maksud sudara dengan: mengingkari khilafah Abu bakar mengingkari sejarah ? Apa mengingkari keabsahannya yang Anda maksud? Atau apanya?
    Tantang Imam Ali as., coba beri saya jawaban yang memuaskan pertanyaan2 di bawah ini:
    1) Kapan ya mas Imam Ali membaiat Abu Bakar?
    2) Kata kitab-kitab Sunni, beliau terlanbat membaiat Abu Bakar, kenapa ya?
    3) Apakah Imam Ali membauat dengan suka rela atau terpaksa?
    4) Dan apakah baiat Imam Ali as. itu menetukan sah tidaknya khilafah Abu Bakar?
    Tolong dijawab.
    Syukran katsiran.

    • Kasihan anda tidak tahu. Katanya pengikut setia Ali bin Abi Thalib r.a.

      Ali bin Abi Thalib memberikan bai’at setelah wafat Rasulullah saw. seperti diriwayatkan oleh Hakim dan Baihaqi. Dan karena bai’at pertama tidak banyak diketahui orang, maka setelah wafatnya Fathimah r.a. Ali pun memberikan bai’at di depan masyarakat luas.
      Karena itulah, banyak orang yang menyangka Ali baru memberikan bai’atnya setelah 6 bulan. Padahal itu bai’at yang kedua, yang dilakukan di depan umum.
      Karena itu Ibn Katsir mengatakan:
      يقول ابن كثير رحمه الله : ولكن لما وقعت هذه البيعة الثانية ، اعتقد بعض الرواة أن علياً لم يبايع قبلها فنفى ذلك ، والمثبت مقدم على النافي كما هو مقرر ، والله أعلم).

      Anda ini menggelikan sekali. Jelas Ali bin Abi Thalib r.a. sudah memberikan bai’atnya, demikian juga seluruh kaum Muslimin saat itu.
      Lantas, anda siapa hingga sampai bertanya kekhalifahan Abu Bakar ash Shiddiq r.a. yang sudah diridhai oleh seluruh kaum Muslimin itu sah atau tidak?
      Ketahuilah, Ja’far Shadiq sangat marah dengan orang-orang yang mengaku sebagai pengikut Ahli Bait tapi perilakunya justru berselisihan dengan Ahlul Bait. Dia berkata:

      قال أبو عبد الله (جعفر الصادق): “قوم يزعمون أني لهم إمام، والله ما أنا لهم بإمام ، ما لهم ، لعنهم الله. كلما سترت سترا هتكوه ، هتك الله ستورهم . أقول كذا ، يقولون إنما يعني كذا …” انظر: اختيار معرفة الرجال ، الشيخ الطوسي
      جزأ 2 ص 590
      “Ja’far Shadiq berkata: ada sekelompok orang yang mengklem bahwa aku imam mereka. Demi Allah aku bukan imam mereka. Aku sama sekali bukan imam mereka. Semoga Allah melaknat mereka. Karena mereka itu setiap aku menutupi sesuatu, mereka membukanya. Semoga Allah membongkar keburukan mereka. Dan setiap kali aku berkata “begini (A)”, maka mereka berkata “maksud imam begitu (B)..”

      Ibnu Jakfari:

      Akhi, belajar sejarah bukan mengarang pristiwa sejarah atau menyimpulkannya dengan selera kita!
      Sejarah adalah pristiwa yang terjadi… Kita mengetahuinya melalui data sejarah yang dapat dipertanggung jawabkan keshahihannya…
      Imam Bukhari Anda meriwayatkan dari Ummul Mukminin Aisyah (yang tentunya menghadiri masa pristiwa tersebut dan lebih mengerti dibanding Ibnu Katsir dkk)… Bukhari meriwayatkan bahwa Imam Ali as. baru memberikan baiat untuk Abu Bakar setelah 6 bulan (atau setelah wafat Fatimah) Dan kata Aisyah: Setelah wafat Fatimah Ali meminta mushalahah (berdamai) dan berbaiat kepada Abu Bakar!! Jadi di manakah baiat pertama lalu baiat kedua karena tidak banyak orang tau?
      Mengapa di masa hidup putri tercinta Rasulullah saw. (Fatimah as) Ali tidak menampakkan baiatnya?
      Dan Anda berkata Abu Bakar telah disepakati seluruh kaum Muslimin!! Apakah Fatimah putri tersayang Nabi yang ridhanya adalah ridaha Allah dan rasul-Nya dan murkanya adalah murka Alah dan rasul-Nya juga membaiat Abu Bakar dan mengakuinya sebagai Khalifah yang sah?
      Bukankah dalam riwayat Aisyah (riwayat Imam Bukhari) Fatimah wafat dalam keadaan murka kepada ABu Bakar?
      Atau Anda akan mengatakan bahwa itu adalah riwayat palsu Syi’ah?
      Akhi, lebih baik tunduk kepada kebenaran dari dapa bersikeras membela kebatilan!
      Adapun sabda Imam kami Ja’far ash Shadiq as. adalah benar! Betapa banyak kaum yang mengaku mengikuti Ahlulbait as. namum mereka menyalahi ajaran dan menyimpang dari petunjuk mereka!
      Mengaku mencintai dan mengikuti Ahlulbait, namun kenyataannya mengiukuti ajaran orang lain! Kenyataannya menjadikan selain Ahlulbait as. sebagai imam dalam fikih dan akidah!!
      Apakah kalian mampu mebuktikan bahwa kalian pengikut Imam Ali dan Ahlulbaitnya? Berapa hadis riwayat Imam Ali as. dalam kitab-kitab hadis Ahlusunnah? Tolong sebutkan satu saja riwayat dari Imam Ja’far dalam shahih Bukhari yang kalian bangakan! Kalau ada riwayat beliau di Shahih Bukhari saya siap mengakui kepalsuan mazhab saya dan kebenaran mazhab Anda!
      Kalau Anda dapat buktikan bahwa riwayat Imam Ali dan Ahlulbait (Hasa, Husain dan Fatimah) dalam kitab-kitab hadis Ahlusunah mencapai 10% dari total hadis riwayat Abui Hurairah, Amr ibn al ‘Ash, Ibnu Umar, Mughirah ibn Syu’bah, Aisyah, Urwah ibn Zubair, Zuhri, Sya’bi dkk dari kalangan tabi’in dll dari antek-antek bani Uammyah, pasti saya akan berbindah lagi ke mazhab lama saya alias balik kucing!
      Wassalam.

      • Kemarahan Fathimah r.a. menjadi bukti keimanan seseorang?

        Apakah Ali bin Abi Thalib r.a. harus dilaknat karena dia pernah dimarahi berkali-kali oleh Fathimah r.a.
        Dan itu tercatat dalam kitab Syi’ah sendiri.

        Nih baca dalam kitab Syi’ah tentang kemarahan Fathimah kepada Ali r.a.

        يروي القمي والمجلسي عن أبي ذر أنه قال : كنت أنا وجعفر بن أبي طالب مهاجرين إلى بلاد الحبشة ، فأُهديت لجعفر جارية قيمتها أربعة آلاف درهم ، فلما قدمنا المدينة أهداها لعلي (ع) تخدمه ، فجعلها عليّ في منزل فاطمة ، فدخلت فاطمة عليها السلام يوماً فنظرت إلى رأس عليّ عليه السلام في حجر الجارية ، فقالت : يا أبا الحسن !! فعلتها ؟؟ فقال : والله يا بنت محمد ما فعلت شيئاً ، فما الذي تريدين ؟ قالت : تأذن لي في المسير إلى منزل أبي رسول الله صلى الله عليه وسلم . فقال لها : قد أذنت لك ، فتجلببت بجلبابها ، وأرادت النبي صلى الله عليه وسلم .
        انظر علل الشرائع للقمي ص 163 وأيضاً بحار الأنوار ص 43 ، 44 باب (كيفية معاشرتها مع عليّ )

        Ibnu Jakfari:

        Memutar balikkan fakta dan memanipulasi data serta memenggal nash untuk mengelabui pembaca atau pendengar adalah ciri penabur fitnah dan kepalsuan dan modal kaum lemah.
        Nabi saw. bersabda bahwa Ammar ibn Yasir akan dibunuh fiah baghiyah/kelompok penyimnag yang mengajak kepada neraka sedangkan Ammar mengajak menuju surga. Tetapi oleh MU’awiyah dikatakan bahwa Ali lah yang membunuh Ammar sebab Ali lah yang mengajak Ammar ke medan pertempuran. Demikianlah pikiran picik dan penipuan murahan yang dilakoni Mu’awiyah dan antek-anteknya di sepanjang zaman!!
        Dan kini sebagian juga melakoni peran Mu’awiyah (gembong kaum munafikin) memutar balikkan dan memenggal-mengal nash dengan anggapan untuk memojokan Syi’ah. Termasuk apa yang sedang dikalukan akhi al Faruq (semoga beliau hanya sekedar menjadi korban kaum Wahhabi yang nawashib) dengan memotong riwayat panjang tentang keutamaan Imam Ali as. dan kemudian dimaknai sebagai kecaman atasnya.
        Saya beminta akhi al Faruq agar mau menampilkan riwayat secara lengkap dari kitab Ilal asy Syarai’! Saya yakin ia tidak aa siap untuk itu, sebab;
        A) Mungkin ia tidak punya kitab tersebut! Kalau punya, tolong di Bab apa hadis nomer berapa?
        B) Ia mengerti bahwa dengan menampilkan riwayat secara lengkap akan terbongkar kedok pemalsuannya!
        Akhi al Faruq tolong terangkan, pada redaksi mana dalam riwayat itu yang mengandung kecaman atau kesalahan Imam Ali as.?
        Apa dasar anda mengatakan:Apakah Ali bin Abi Thalib r.a. harus dilaknat karena dia pernah dimarahi berkali-kali oleh Fathimah r.a.
        Kapan Ima Ali dimarhi Sayyidatuna Fatimah as.
        Jangan menutupi kenyataan bahwa Fatimah hingga fawat murka kepada orang yang kalian agungkan dengan mengada-ngada kepalsuan akhi!
        Tolong permintaan saya agar anda menampilkan secara lengkap riwayat di atas jangan anda abaikan, agar tidak terbongkar kecurangan anda.
        Wassalam.

  7. selalu perselisihan sesama umat islam sunni dan syiah…
    saya kira masing2 pengikut syiah maupun sunni sama2 munafiknya.
    di satu sisi saling mengaku sebagai saudara namun di sisi lain selalu saling menjatuhkan dan merasa bahwa kelompoknyalah yg paling benar sedang kelompok lain sesat.
    syiah enggan mengakui sunni sebagai umat islam yg benar namun tiap berdebat selalu memakai dalil2 dari sunni demikian pula sebaliknya.
    apakah tidak bisa meninggalkan fanatisme kelompok dan hanya kembali kepada kitabullah saja?
    lebih baik tinggalkan semua hadis dan sunnah jika itu hanya membawa perpecahan

  8. Semua hal bisa menjadi bahan untuk berpecah belah.
    Lihatlah pada urusan Rumah Tangga…. cerai dsb. antar partai, antar kampung….

    intinya bukan jangan dibahas…. akhlaknya itu yang penting…. sejauh apa pun perbedaan kalau dibingkai dengan akhlak yang baik dan nalar yang sehat tentu akan membawa manfaat…..

  9. Salam tuk semua, wabil khushush saudaraku al Faruq… ya akhini, sebanarnya apa sih mau ente meminta & ngeyel supaya bang jakfari menyebutkan hadis syiah… emangnya entta mau beriman nanti kalau bener-bener dibawakan?
    ya akhina lebih baik ente ngaca aja dan jawab tuh pertanyaan jakfari… di manan bisa kita temukan hadis Ahlul Bait di kitab hadisnya Ahlu Sunnah?

  10. Akhi ustad al faruq ketemu lagi diisini… kalau saya perhatikan ustad ini seperti kancil.. lompat sana lompat sini… dan kalau ditanggapi secara ilmiah lari dari berdiskusi… buktinya di sini… ustad Jakfari menanyakan kepada anda beberapa pertanyaan untuk didiskusikian eeh anda malah lari… pindah tema lain! Ini sih cara-cara orang yang hanya demen usil… dan bukan tipe pencari kebenaran sejati!!!
    ustad mas al faruq… kalau memang anda berada di atas al haqul mubin, tolong ditanggapi itu tantangannya ustad jakfari asy syi’iy!!
    mas jakfari, saya sarankan, lebih baik jangan ditanggapi siapapun yang maunya cuma iseng dan tidak bertanggung jawab… termasuk ustad al faruq kalau dia tidak mau berdiskusi secara jantang di sini .

  11. LUCU-LUCU-LUCU SAMPEAN KABEH IKI… OMONGAN KALIAN MEMANG TEGAS, BAHASA KALIAN LUGAS, OTAK KALIAN CERDAS, TAPI HATI KALIAN BUASS, PERSIS SEPERTI ANJING GANAS (MAAF…, KADANG ORANG YANG TERTIDUR PULAS, CARA MEMBANGUNKANNYA HARUS AGAK KERAS)…..
    * APA KALIAN YAKIN SORGANYA ALLAH ITU MENJADI HAK MILIK KALIAN..?
    * APA KALIAN YAKIN DENGAN DEBAT SEPERTI INI ALLAH MERAHMATI KALIAN…?
    * APA KALIAN YAKIN RASUL YANG KALIAN IMANI SENANG DENGAN PERSETERUAN SESAMA UMMATNYA SEPERTI KALIAN…?
    JAAAAWWWAAAAABBB……!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  12. […] Lima Belas Bukti Palsu Khilafah Abu Bakar (4) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: