Hadis: “SEMOGA ALLAH TIDAK AKAN MENGENYANGKAN PERUTNYA, YAKNI PERUT MU’AWIYAH”. Adalah Doa Keburukan Nabi saw. Atas Mu’awiyah

Hadis: “SEMOGA ALLAH TIDAK AKAN MENGENYANGKAN PERUTNYA, YAKNI PERUT MU’AWIYAH”. Adalah Doa Keburukan Nabi saw. Atas Mu’awiyah

Bantahan Atas: Artikel Blog -haulasyiah-: Hadis “SEMOGA ALLAH TIDAK AKAN MENGENYANGKAN PERUTNYA, YAKNI PERUT MU’AWIYAH”. ANTARA CELAAN DAN PUJIAN

Para pecinta dan pembela kaum munafikin selalu berusaha dengan berbagai cara dan upaya -walau sia-sia- bahwa Nabi saw. telah memuji dan mengungkap keutamaan dan fadhâil tokoh-tokoh kemunafikan. Persis apa yang dilakukan pengelolah blog haulasyiah… Setiap kali menyaksikan hadis keutamaan Ali dan Ahlulbait as. bergegas mencacatnya, dengan membuat seribu satu alasan, ia akan terbang kegiraang dengan menemukan komentar miring seorang muhaddis tentang hadis tersebut, walaupun harus mengabaikan keterangan para muhaddis lain. pencacatan, jarh yang mubham sekalipun akan ia telan dan tidak pernah mau menelitinya kembali. Sebailiknya apabila ia menemukan sebuah hadis yang menyebut-nyebut keburukan kaum munafikin atau orang-orang yang mereka kagumi, ia bergegas membelanya walaupun dengan hanya komentar seorang muhaddis “miring”, menakwilkannya, memutar-balikkan pemaknaannya dll.

Bukanlah hal yang perlu dirisaukan apakah apa yang ia lakukan harus melecehkan kemuliaan Nabi Muhammad saw. dan mencoreng keagungannya… Yang penting baginya Si Munafik itu harus diselamatkan!

Inilah persis dilakukan pengelolah blog  haulasyaih… ia ngotot dan bersusah-susah mengatakan bahwa hadis: “Semoga Allah tidak mengenyangakan perutnya (Mu’awiyah).” adalah shahih dan ia adalah doa kebaikan Nabi saw. untuk Mu’awiyah!

Dengan formulasi ramuan sebagai  berikut:

Nabi saw. telah meminta kepada Allah SWT bahwa doa keburukan yang beliau panjatkan untuk orang-orang tertentu yang ternyata tidak layak menjadi alamat doa itu agar Allah jadikan sebagai penyucian, rahmat dan kebaikan baginya + Mu’awiyah tidak berhak mendapat doa itu, Jadi doa itu adalah doa kebaikan bagi Mu’awiyah. Dan itu artinya ini adalah keutamaan untuk Mu’awiyah.

Demikianlah mereka mempermainkan agama atas nama agama dengan melecehkan Nabi saw. sebagai Rasul pilihan Allah SWT!

Dalam kesempatan ini saya hanya mengajak para pembaca untuk merenungkkan kembali keterangan dan penegasan para ulama yang kami tulis pada: Ibnu Rahawaih: Tidak Sahih Satupun Dari Hadis Keutamaan Mu’awiyah.

Jadi jika para ulama telah menegaskan tidak ada hadis shahih tentang keutamaan Mu’awiyah yang pernah disabdakan mulut suci Rasulullah saw., mengapa masih ada pihak-pihak yang ngotot mengatakan sebaliknya!

Bukti Lain:

Selain itu, pada peristiwa keji yang dialami Imam an Nasa’i adalah sebuah butki nyata kesalahan dan kesesatan usaha dan kesimpulan Front Pembela Kaum Munafik (FPKM) pada apa yaang mereka simpulkan.

Ikuti lapora peristiwa kriminal para pemuja kesesatan atas Imam pembela as Sunnah; Imam an Nasa’i.

Para ulama melaporkan bahwa ketika Imam Nasa’i; Ahmad ibn Syu’aib  berkunjung ke kota Damaskus ia menyaksikan bahwa penduduknya tenggelam dalam kecintaan kepada bani Umayyah, khususnya Mu’awiyah dan sangat membenci Ali dan Ahlulbait Nabi as., maka merasa bertanggung jawab untuk menyebarkan kebenaran, beliau menulis kitab Khashaish dan membacakannya secara umum di Masjid Jami’. Masyarakat di sana tidak terima, mereka memaksa Imam Nasa’i agar meriwayatkan juga hadis keutamaan Mu’awiyah. Beliau menjawab, “Tidak cukupkah Mu’awiyah tidak disebut-sebut, mengapa ia harus diberi keutamaan?!”

Dalam riwayat lain Imam Nasa’i menjawab, “Aku tidak mengetahui bahwa ia punya keutamaan, kecuali hadis yang mengatakan, ‘Semoga Allah tidak membuatnya kenyang.’” Mendengar jawaban itu, spontan para pemuja setan itu menyerangnya, menginjak-nginjak kemaluannya dan menendang-nendangnya. Setelahnya, beliau dibawa keluar dari masjid dalam keadaan cedera parah dan dilarikan keluar Damaskus, sesampainya di kota Ramalah-Paletina, beliau wafat pada hari senin tanggal 13 Shafar tahun 303 H.[1] Semoga Allah Merahmati beliau.

Abu Bakar Muhammad ibn Musa ibn Ya’qub ibn Al Ma’mun Al Hasyimi berkata, “Aku mendengar banyak kalangan mengecam Nasa’i karena ia mengarang kitab Khashaish Ali ibn Abi Thalib ra. dan tidak mengarang kitab tentang keutamaan Abu Bakar, Umar dan Utsman ra., lalu aku sampaikan kepada beliau hal itu. Beliau menjawab, “Kami masuk ke kota Damaskus sementara penduduknya banyak yang menyimpang dari Ali, lalu aku mengarang buku itu dengan harapan mereka mendapat hidayah Allah…” Beliau, kata Abu Bakar, pernah ditanya, ”Mengapa Anda tidak meriwayatkan keutamaan Mu’awiyah?” Maka beliau menjawab, “Apa yang akan aku riwayatkan? Apa hadis ‘Semoga Alah tidak membuat perutnya kenyang.”! Setelahnya An Nasa’i diam dan si penegur pun bungkam.

Oleh sebab itu, Imam Nasa’i juga tidak selamat dari tuduhan sebagai Syi’ah, seperti yang dituduhkan Ibnu Taimiyah, ia berkata, “Dan kesyi’ahah sebagian ulama seperti Nasa’i, Ibnu Abdil Barr dan semisalnya tidak sampai batas mengutamakan Ali di atas Abu Bakar dan Umar. Dan faham seperti itu (mengutamakan Ali di atas Abu Bakar dan Umar) tidak terdapat pada seorang pun dari ahli hadis(?).”[2]

Imam Nasa’i, dituduh Syi’ah (seperti ulama lainnya) karena dua alasan; pertama, ia mengarang kitab Khashaish dan kedua, karena ia dianggap merendahkan Mu’awiyah. Demikian dikatakan Abu Ishaq Al Hawaini.

Di sini Anda dapat bayangkan situasi dan mentalitas masyarakat Muslim yang sudah kerasukan gila cinta bani Umayyah dan anti pati kepada keluarga suci Nabi saw… Sampai-sampai ulama besar dan  Imam agung ahli hadis seperti Imam Nasa’i sekalipun tidak selamat dari kebiadaban sikap arogansi mereka.

Sikap yang sama sekarang tampak pada sebagian kaum yang memuja-muja dan menshahihkan hadis-hadis palsu keutamaan Mu’awiyah dan selalu ngotot mendha’ifkan hadis-hadis shahih keutamaan Imam Ali as.

Mereka Memalsu Atas Nabi Nabi Suci Muhammad saw.

Dan demi membela si gembong kaum munafik, para pemalsu membuat-buat hadis atas nama Nabi saw. bahwa beliau bersabda:

اللَّهُمَّ فَأَيُّما مُؤْمِنٍ سَبَبْتُهُ فَاجْعَلْهُ لَهُ قُرْبَةً إليكَ يومَ القيامَةِ.

“Ya Allah, siapapun dari kaum mukmin yang aku caci maki dia maka jadikan caci makian itu untuknya sebagai qurbah (kebaikan yang mendekatkan) kepada-Mu kelak di hari kiamat.”

Sekali lagi, demi mebela Mu’awiyah kini mereka melecehkan Nabi Muhammad saw… mereka berkata, “Bahwa yang dimaksud dengannya adalah orang yang dicaci-maki atau dilaknat atau disakiti atau dicambuk itu adalah orang yang sebenarnya tidak berhak mendapatkan perlakuan buruk tersebut dari Nabi saw.. Karena beliau adalah manusia biasa, maka sebab itu hal-hal di atas tidak terelakkan lagi dari kehidupan beliau seperti juga orang-orang lain yang tak mampu menahan nafsunya dengan mencacai-maki orang yang tidak berhak ia caci-maki dan atau melaknati orang yang tidak layak dilaknati.

Dalam kitab Shahihnya, Kitab al-Birr wa al-Shilah Wa al-Aadaab (Kitab Kebajikan, Kebaikan dan Sopan Santun), Muslim menulis sebuah bab dengan judul Man La’anahu an-Nabi saw. Aw Sabbahu Aw Da’a ‘Alaihi Wa Laisa Huwa Ahlan Lidzalika Kaana Lahu Zakatan Wa Ajran Wa rahmatan (Orang yang dilaknat, dicaci maki atau dido’akan celaka/jelek oleh Nabi saw. sedangkan orang itu tidak layak (diperlakukan seperti itu maka laknatan, caci maki dan doa itu menjadi penyuci, pahala dan rahmat baginya).

Mereka berkata bahwa kebiasaan buruk mencaci, melaknat dan mendoakan sembarangan atas orang lain itu sulit ditinggalkan Nabi saw. lantara beliau juga manusia biasa!! Seorang Nabi juga manusia biasa!!

Dan untuk menilai sesat tidaknya pikiran seperti itu saya persilahkan para pembaca menilai sendiri.

Wassalam.

_________________

[1] Baca Wafayât Al A’yân; Ibnu Khallikan, tentang biodata Imam An Nasa’i, Mukaddimah Khashaish Imam Ali oleh Abu Ishaq Al Hawaini.

[2] Minhaj As Sunnah,4/99.

_________________________________

Tulisan Kami Lainnya Tentang Muawiyah

28 Tanggapan

  1. Dahsyat!!!

  2. Kelompok ini memang sudah keterlaluan. Demi menjaga nama baik klan Muawiyyah, mereka rela dan tidak malu memutarbalikkan logika, berani membuat hadits-hadits palsu, tega mendhaifkan hadits-hadits keutamaan Ahlulbayt. Semoga Allah swt mencurahkan Rahmat-Nya kepada kita semua.

    Salam

  3. (QS 53:2) kawanmu ( Muhammad ) tidak sesat dan tidak pula keliru
    (QS 53:3) dan tiadalah yang di ucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya
    (QS 53:4) ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang di wahyukan.
    Mana yg paling shahih? Saya kira sudah jelas. Trims mas IJ

  4. xxxxxxxxxxxxxx
    xxxxxxxxxxxxxx

    ______________
    -Ibnu Jakfari-

    Saudara Ali Husen alias prima
    anda saya persilahkan mengomentari tulisan kami diatas,
    bukan menempel copy-paste artikel apalagi artikel yang tidak berhubungan.

    terima-kasih

  5. hmmm…..Laknat Allah menimbulkan azab, tapi…..laknat Rasulullah menimbulkan rahmat !!! :-O

  6. logika anda jumpalitan badari…
    masak laknat Allah dan Rasul saaw berkebalikan..
    konslet nih..org

  7. @badari

    ya itu lah mas bukti kepalsuan hadis tersebut.
    untuk membela manusia-manusia laknat hadis itu dibikin atas nama rasulullah saw.

    banyak bukti sejarah beberapa sahabat yang membikin marah Rasulullah saw seperti al-hakam ayah si marwan lalu Rasulullah saw mengutuk dan mengusirnya keluar dari Madina…. eh tau-tau dengan perbuatan yang membikin Rasulullah saw marah tersebut menjadi Rahmat…

    kalo gitu enak ya bikin aja marah Rasulullah saw biar dapat pahala dan rahmat.

    Rasulullah saw bersabda yang mengisaratkan bahwa neraka adalah tempat bagi orang-orang yang membuat hadis palsu….!

  8. 🙂 mohon maaf, komentar saya di atas kurang saya perjelas dgn penilaian saya; tapi, setidaknya saya sudah tulis karakter :-O di akhir kalimat sbg penanda bhw saya terkejut, terheran-heran, & tidak habis pikir dgn (=saya tidak bisa menerima) hadis bhw Nabi saw. salah sasaran ketika marah/melaknat & bhw marah/laknat Nabi saw. bahkan menjadi rahmat & pensucian bagi yg tertimpa.

    Memarahi/melaknat orang yg tidak layak dimarahi/dilaknat adalah akhlak buruk/tercela. Situs haulasyiah (pada topik perut Muawiyah) menulis bhw Nabi Muhammad saw. “telah dihiasi oleh Allah dengan akhlak yang muliau, sikap-sikap terpuji, sebagai kesempurnaan yang belum pernah diraih oleh manusia manapun”.
    Bagaimana mungkin Nabi saw. yg kemuliaan akhlaknya mencapai kesempurnaan tertinggi di antara manusia melakukan akhlak buruk berupa marah/melaknat orang yg tidak pantas dimarahi/dilaknat? Mudah2an Allah senantiasa menyadarkan kita akan kekeliruan faham yg ada & mengantarkan kita ke jalan yg benar. Amin.

  9. Orang2 Kafir & orang2 Musyrik di Makkah dipimpin oleh Umayyah. Umayyah menyiksa Bilal; ketika Bilal masuk Islam. Umayyah menaruh batu besar di atas dadanya Bilal.

    Umayyah dibunuh oleh Bilal di dalam perang Badar. Umayyah digantikan oleh cucunya sendiri yang bernama Shokhrun bin Harbun alias Abu Sufyan.

    Abu Sufyan memimpin orang2 Kafir & orang2 Musyrik di Makkah untuk membunuh Rasulullah dan para sahabat di Madinah. Abu Sufyan memiliki istri yang bernama Hindun. Hindun menyewa budak hitam untuk membunuh Hamzah di perang Uhud. Jangtungnya dan hatinya Hamzah dimakan oleh Hindun.

    Abu Sufyan dan Hindun memiliki anak yang bernama Muawiyyah. Muawiyyah ibn Abu Sufyan banyak membantu Abu Sufyan untuk memusnahkan ummat Islam dari muka bumi.

    Ketika Rasulullah berhasil merebut kembali kota Makkah; maka Rasulullah memaafkan orang2 Kafir dan orang2 Musyrik di Makkah untuk menghentikan peperangan. Bukan berarti penduduk Makkah dipaksa untuk masuk Islam; karena agama Islam tidak ada paksaan.

    Banyak orang yang benar2 masuk Islam dengan tulus hati (Muslim); tetapi banyak juga orang yang berpura-pura masuk Islam (Munafiq) untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Banyak juga orang yang tetap di dalam keadaan Jahiliyyah (Kafir & Musyrik) di Makkah; setelah Makkah direbut kembali oleh Rasulullah.

    SUNAN IBN MAJAH. Volume 5 Buku 37 (Kitab Az-zuhdi) Bab 12 (Taqqiyy Ala ‘Amal= takut perbuatan tidak diterima) no 4199

    Muawiyyah ibn Abu Sufyan melaporkan bahwa Rasulullah berkata kepada dirinya: “Aku mendengarkan bahwa Rasulullah menjelaskan kepada aku bahwa Perbuatan sama dengan air di dalam botol. Jika isi botol baik maka isi botol di bawah juga baik. Jika isi botol di atas buruk; maka isi botol di bawah juga buruk!”

    Ulama madhab Ahlul Bait (Syi’ah) menerangkan ahadith tersebut sebagai berikut ini.

    Penafsiran Pertama
    Jika orang tua mengajarkan anak2 mereka untuk melakukan kebaikan2; maka anak2 mereka akan menjadi orang2 yang baik;

    tetapi jika orang tua mengajarkan anak2 mereka kejahatan2; maka anak2 mereka akan menjadi orang2 jahat.

    Penafsiran Ke dua
    Jika seorang anak dilahirkan dan dibesarkan di dalam keluarga orang2 Munafiq, orang2 Kafir, orang2 Musyrik; maka anak tersebut akan menjadi orang Munafiq, orang Kafir, orang Musyrik.

    Jika seorang anak dilahirkan dan dibesarkan di dalam keluarga orang2 Muslim; maka anak tersebut akan menjadi orang yang beriman.

  10. Apakah mereka pikir dengan tipu daya dan pemutarbalikkan nash yang mereka buat Allah swt tidak mengetahui?

    Az-Zukhruf: 78. Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.

    Az-Zukhruf: 79. Bahkan mereka telah menetapkan satu tipu daya (jahat), maka sesungguhnya Kami menetapkan pula

    Az-Zukhruf: 80. Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka.

    @suyuti

    Mereka telah memutarbalikkan nash. Menurut mereka memang Nabi saw dan Allah swt berbeda pendapat dalam hal ini. Jika Nabi saw melaknat, maka mereka boleh bergembira karena itu berarti pujian. Sebaliknya jika Allah swt melaknat maka mereka akan bersedih hati.

    Al-Baqarah: 159. Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati

    Salam

  11. blog ini khusus syi’ah. buat yang sunni jangan ikut-ikutan.

  12. Ustaz teruslah berjuang dalam melawan fitnah2 dari tanduk setan (wahabi) ini. Semoga Allah memberkati Anda.

  13. Dalam satu artikel di blog ini, pengikut syiah ini tidak mengakui hadits dari Imam Bukhary dan Imam Muslim DAN MENGATAKAN BAHWA SAHABAT NABI INI ADALAH begini.. Syiah menghina Sahabat Nabi. itu biasa. dan tradisi, MAKA SUNGGUH ANEH ORANG YANG MAU BERDAMPINGAN DALAM DA’WAH BERSAMA SYIAH.
    Fikirkanlah saudaraku bagaimana syiah itu sesat dan menyesatkan. BERHATI2LAH

  14. mas / mbak ramadhan, mbok ya kalau mau orang itu tidak ingin tertipu oleh syiah, ya silakan dibantah semua artikel yang ada di sini. Itu baru cerdas.

  15. @Ramadhan

    Anda yakin Syiah menghina sahabat Nabi saaw? Anda tergoncang saat ‘sahabat’ digugah? Namun tenang saat ayahbonda dan paman Nabi saaw dikafirkan?

    Rasanya anda lebih harus berfikir ttg ini Mas. Pemilik blog tidak berbicara kosong, beliau membawakan hujjah2 dari sumber anda sendiri. Jika anda kira beliau salah, buktikan aja mana salahnya. Itu lebih menepati perintah al Quran,

    ‘Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar’
    QS Al Baqarah : 111

    Salam Damai

  16. Hadith ini ditafsirkan oleh pengikut syiah sebagai sesuatu yang jelek dan menghina terhadap Muawiyah.

    Tetapi bagi orang yang mengerti bahasa arab ‘Semoga Alah tidak membuat perutnya kenyang.” adalah dimaksudkan sebagai “semoga rezekinya tidak ada penghujung.’

    Jadi untuk orang yang mencari-cari keburukan orang yang dibenci, secara natural mereka akan mentafsir mengikut hawa nafsu mereka.

    Ibnu Jakfari Menjawab:

    Caci maki dan asal bicara adalah ciri kaum lemah. Tolong serbutkan siapa di antara ulama yang menafsirkan sabda itu seperti yang anda karang? Siapa orang yang mengerti bahasa Arab yang Anda maksud? Abu Jahl, Abu Lahab, Abdullah ibn Ubay ibn Salul? Atau Ibnu Taimiyah, Ibnu Hazm, Ibnu Abdil Wahhab atau siapa?

  17. Ibnu Jakfari saya dapati bukan yang berminat mencari kebenaran, anda tidak membenarkan komen saya di dalam kes Ali menamakan anaknya dengan Omar.Mengapa???

    “Semoga Alah tidak membuat perutnya kenyang.” Adalah satu unggapan bahasa arab yg selalu diguna pakai oleh orang arab, mengapa perlu kepada kepada nama2 diatas untuk menafsirkan nya.

    Nabi (saw) adalah seorang yang sangat menghormati sahabat2 beliau, malah jangankan sahabat beliau, kepada musuh beliau sendiri pun beliau tidak mengeluarkan kata2 yang menghina. Dengan menafsirkan unggapan ini sebagai sesuatu yang jelek anda telah menghina kepribadian Nabi (saw).

    Jakfari:

    Untuk membela Mu’awiyah sepertinya anda perlu banyak tenaga!
    Tolong di jawab, apakah Nabi SAW. pernah melaknat sebagian sahabatnya?
    Apa pendapat Anda tentang sikap ulama terhadap hadis/sabda kecaman Nabi SAW atas Mu’awiyah? Apa komnetar Anda tentang sikap Imam Nasa’i yang menegaskan sabda kecaman itu dan kemudian kaum munafikin pembela Mu’awiyah membunuhnya?

  18. @Amirudin

    Pikiran saudara itu picik sekali!!

    Kalau saudara tidak sependapat silahkan kemukakan argumen anda untuk membantahnya…. insya Allah, pemilik blog ini akan senanghati menanggapi argumen saudara..

  19. Sejarah juga telah membukti bahwa Ali bin Abi Thalib terlaknat disetiap mimbar jum’at selam 80 tahun (-/+)atas perintahnya. padahal baginda nabi begitu banyak menyampaikan utamaan Ali bin Abi Thalib.
    apakah perintah pelaknatan ini bermaksud memuliakan Ali bin Abi Thalib …?

  20. blog ini penuh dengan penghinaan kepada rasulullah!!
    Semoga Allah menghancurkan blog ini dan memberikan hidayah kepada si pembuat Blog. Amin….

  21. @Putri Malu,

    Siapa yg memerintahkan ‘pelaknatan’ terhadap Amirul Mukminin Ali as? Rasul saaw?

    Apapun celaan yg dilakukan si Muawiyah terhadap Imam Ali as, tidak sedikit pun merendahkan martabat mulia Imam Ali as, sebaliknya bagi si Muawiyah

  22. Mas Jakfari apakah bisa memberikan sedikit riwayat mengenai Muawiyyah setelah laknat Nabi ini? Jika benar apa yg diucapkan Nabi saw, maka di akhir hidupnya si Muawiyyah tentu mengalami penderitaan yg sangat. Betapa tidak? Makan terus tanpa merasakan kenyang? Bagaimana jadinya?🙄
    Salam

    Ibnu Jakfari Menjawab:

    Laknat Allah artinya dijauhkan dari rahmat Nya. Jadi orang yang telaknat adalah yang dijauhkan dari rahmat Allah. Pasti hidupnya menyimpang dan diakhirat disiksa dengan neraka jahannam.

  23. Andai Muawiyah hidup di zaman ini sudah pasti dia dijerat hukum sebagai PENJAHAT PERANG.

    bagai yang mau mengkaji sejarah islam kejahatan hitler tidak ada apa-apanya di banding kejahatan MUAWIYAH dan keturunannya khusususnya sia anak durhakanya Yazid. si Mujrim anak si mujrim

  24. para wahabiyyun ini sudah terkena virus muawiyah yang sangat ganas sehingga sangat sulit untuk disembuhkan, tetapi tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya. untuk menyembuhkan mereka harus melalui operasi atau pembedahan, melalui pembedahan ini otak dan hati mereka dikeluarkan kemudian dibersihkan dengan air zam2 yang telah didoain dengan ayat kursi. insya Allah setelah itu mereka siap menerima pencerahan dan kebenaran melalui al-qur’an dan ahlul bayt.

  25. Ada yang bilang Mu’awiyah mati karena perutnya pecah kebanyakan makan. Semoga Alloh menghukum Mu’awiyah dan pengikutnya (pecintanya).

  26. kini mereka berganti nama,..wahaby as salafi(lahir dari gejolak yg timbul antara kaum kawarj dan syi’ah di jaman muawiyah ato dinasti umayyah),.hahahaha,kwkwkwk,maaf kalo salahhhhh..hehehehehe

  27. […] Hadis: “SEMOGA ALLAH TIDAK AKAN MENGENYANGKAN PERUTNYA, YAKNI PERUT MU’AWIYAH”. Adalah Doa Keb…Bantahan Untuk Blog “Haulasyiah” […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: