Wahhabi Menggugat Syi’ah (22)

Di antara bukti lain yang memperkuat pemaknaan hadis sabda Nabi saw. di Ghadir Khum untuk makna kepemimpinan Ali as. adalah bait-bait syair yang digubah langsung seusai peristiwa tersebut dan dengan izin, restu serta dukungan Nabi saw. terhadapnya.

Bait-bait syair tersebut telah diabadikan oleh para pembesar ulama Ahlusunnah seperti:

1.                        Abu Bakar Ahmad ibn Musa ibnu Mardawaih.

2.                        Abu Nu’aim al Isfahani.

3.                        Al Muwafaq ibn Ahmad al Khawarizmi.

4.                        Abul Fath Muhammad ibn Ali an Nathanzi.

5.                        Sibthu Ibn al Jauzi.

6.                        Abu Abdillah Muhammad ibn al Muayyad Al Kinji.

7.                         Al Mawaini.

8.                        Jalaluddin as Suyuthi

 

Bait-bait Syair Hassân ibn Tsâbit

Dalam kitab Mâ Nazalâ Fi Ali Min al Qur’ân,[1] Abu Nu’aim al Isfahâni meriwayatkan hadis sebagai berikut:

حدّثنا محمّـد بن أحمد بن عليّ بن مخلّد، قال: حدّثنا محمّـد بن عثمان بن أبي شيبة، قال: حدّثني يحيى الحماني، قال: حدّثنا قيس بن الربيع، عن أبي هارون العبدي، عن أبي سعيد الخدري ـ رضي الله عنه ـ: أنّ النبيّ صلّى الله عليه [وآله] وسلّم دعا الناس إلى عليٍّ عليه السلام في غدير خمّ، وأمر بما تحت الشجر من الشوك فقمّ، وذلك يوم الخميس، فدعا عليّـاً، فأخذ بضبعيه فرفعهما حتّى نظر الناس إلى بياض إبطَي رسول الله صلّى الله عليه [وآله] وسلّم، ثمّ لم يتفرّقوا حتّى نزلت هذه الآية: (اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الاِسلام ديناً)، فقال رسول الله صلّى الله عليه [وآله] وسلّم: الله أكبر على إكمال الدين وإتمام النعمة، ورضا الربّ برسالتي وبالولاية لعليٍّ من بعدي.

ثمّ قال: من كنت مولاه فعليٌّ مولاه، اللّهمّ والِ من والاه، وعادِ من عاداه، وانصر من نصره، واخذل من خذله.

فقال حسّان بن ثابت: ائذن لي يا رسول الله أن أقول في عليٍّ أبياتاً تسمعهنّ.
فقال: قل على بركة الله.

فقام حسّان فقال: يا معشر مشيخة قريش! أتبعها قولي بشهادة من رسول الله صلّى الله عليه [وآله] وسلّم في الولاية ماضية. ثمّ قال:

يناديهم يـوم الغــدير نبـيـّهم * بــخـمّ وأسمع بالنبي مناديا
يقول: فمن مولاكــم ووليّـكم * فقـــالوا ولم يبدوا هناك التعاميا
إلهك مولانـا وأنـت ولـيّـنـا * ولـن تجـدنْ منّا لك اليوم عاصيا
فقال له: قم يا علــيّ فـإنّنـي * رضيتـك من بعـدي إماماً وهاديا

هنـاك دعـا اللّـهـمّ والِ ولـيّه * وكن للذي عادى عليّـاً معاديا.

Muhammad ibn Ahmad ibn Ali ibn Mukhallad menyampaikan hadis kepada kami, ia berkata, Muhammad ibn Utsman ibn Abi Syaibah menyampaikan hadis kepada kami, ia berkata, Yahya al Himmani menyampaikan hadis kepadaku, ia berkata, Qais ibn Rabî’ menyampaikan hadis kepada kami dari Abu Harun al ‘Abdi dari Abu Sa’id al Khudri ra., bahwa Nabi saw. mengajak manusia kepada Ali as. di Ghadir Khum. Beliau memerintah agar duri-duri di bawah beberapa pohon disapu, ketika hari kamis, lalu Nabi memanggil Ali, dan memegang kedua lengannya dan mengankatnya sehingga putih ketiak beliau terlihat oleh orang-orang, kemudain sebelum mereka berpisah turun ayat ini:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دينَكُمْ وَ أَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتي‏ وَ رَضيتُ لَكُمُ الْإِسْلامَ ديناً

 “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku- cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.”

Maka Rasulullah saw. bersabda, “Maka besar Allah atas penyempurnaan agama dan pelengkapan niktat, atas kerelaan Tuhan dengan kerasulanku dan dengan kepemimpinan, wilayah Ali sepeninggalku.”

Kemudian beliau bersabda, “Barang siapa yang Ali maulâ-nya maka Ali juga maulâ-nya. Ya Allah bimbinglah orang yaang menjadikan Ali sebagai pemimpinnya dan musuhi yang memusuhinya. Belalah yang membelanya dan hinakan yang menghinakannya.”

Lalu Hassân ibn Tsâbit berkata memohon, “Wahai Rasulullah izinkan aku menggubah beberapa bait syair tentang Ali yang akan engkau dengar.”

Maka beliau bersabda, “Ucapkan atas keberkahan dari Allah!”

Maka Hassân bengun dan berkata:

Di Ghadir Khum Nabi memanggil mereka *** duhai alangkan lantangnya seruannya.

Beliau bersabda ”Siapa maulâ  dan wali kalian kalian *** maka mereka menjawab dengan tegas…

Tuhanmu adalah maulâ kami dan engkau adalah wali kami *** dan engkau tidak akan mendapatkan kami pada hari yang menentangmu

Maka beliau bersabda: “Hai Ali! Bangunlah, Sesungguhnya aku tela rela engkau menjadi pemimpin/imam dan pemberi petunjuk sepeninggalku”.

Ketika itu Nabi berdoa, “Ya Allah bimbinglah yang menjadikan Ali pemimpinnya *** dan jadilah Engkau musuh atas yang memusuhi Ali.” 

 

o       Nilai dan Petunjuk Dalam Syair Hassân ibn Tsâbit

Bait-bait syair Hassân ibn Tsâbit pada hari Ghadir Khum adalah bait-bait syair pertama yang mengabadikan peristiwa pengangkatan Imam Ali as. sebagai “Pemimpin Umat” pasca kerasulan. Bait-bait syair itu sangat jelas petunjuknya akan makna kepemimpinan Ali as. dan bahwa Nabi saw. bersabda kepada Ali as. ketika itu, “Bangunlah hai Ali, sesungguhnya aku telah rela menjadikanmu Imam/pemimpin dan Hâdi/pemberi petunjuk setelahku”!

Inilah makna hadis Ghadir yang beliau saw. sabdakan di hadapan sekirat setarus ribu sahabat yang menghadiri pertemuan akbar tersebut, bukan memelesetan makna seperti yang dimaukan para penakwil itu!

Jadi berdalil dengan bait-bait syair Hassân ibn Tsâbit adalaah tepat dan telah memenui standar ilmah yang dibutuhkan, sebab alasan-alasan di bawah ini:

Pertama: Hassân ibn Tsâbit adalah Seorang Sahabat.

Penggubah bait-bait syair agung itu adalah seorang sabahat Nabi mulia saw. yang menyandang berbagai sifat dan manâqib mulia. Ia seorang panyair andalan Rasulullah saw. dalam membantah serangan dan ejekan kaum kafir terhadap Nabi saw… beliau pernah mendoakan Hassân agar Allah senatiasa menguatkan Hassân dengan Ruhul Qudus dikarenakan kegigihannya dalam membela kemuliaan Nabi saw.

Aisyah ra. pernah berkata bahwa Nabi saw. berpah bersabda, “Sesungguhnya Allah menguatkan Hassân dengan Ruhul Qudus selama ia membela Rasulullah saw.”[2]

Al Barâ’ ibn Âzib berkata bahwa Nabi saw. bersabda kepada Hassân, “Seranglah (kaum-kaum kafir dengan bait-bait syairmu) dan Jibril bersamamu!”[3]

Kedua: Ia Menggubahnya Atas Izin Nabi saw.

Hassân ibn Tsâbit menggubah bait-bait syair tersebut setelah meminta izin kepada Nabi saw. dan beliau mengizinkan dengan sabdanya, “Ucapkan atas keberkahan dari Allah.” Dan hal ini adalah bukti kuat atas kehujjahan bait-bait yang ia gubah!

 

Ketiga: Nabi saw. Mentaqrîr

Dari riwayat para ulama dan ahli hadis Ahlusunnah terlihat jelas bahwa Nabi saw. mendengar dengan penuh perhatian dan kemudian mentaqrîr (membenarkan). Dan seperti disepakati ulama Islam bahwa taqrîr Nabi saw. adalah hujjah!

 

Keempat: Nabi saw. Memuji Bait-bait Hassân

Tidak cukup dengan mentaqrîr bait-bait syair yang digubah Hassân yang mengekspresikan makna dan maksud oleh sabda yang beliau khuthbahkan untuk Ali as…., tidak cukup itu, Nabi Muhammad saw. membenarkan pemahaman dan pemaknaan Hassân tersebut dengan sabda beliau, “Hai Hassân engkau senantiasa dikuatkan oleh Ruhul Qudus, semala engkau membela kami dengan lisanmu.” Seperti disebutkan dalam riwayat al Kinji dan Sibthu Ibn al Jauzi.[4]

 

Kelima: Bait-bait Itu Ia ucapkan Di hadapanPara Sahabat

Selain itu semua, Hassân mengubahnya di hadapan para sahabat tepat seusai Nabi saw. menyampaikan pidato bersejarah di Ghadir Khum tersebut. Dan tidak seorang pun dari para sahabat tersebut yang memprotes pemahaman Hassân atau menyalahkannya!

Maka dengan demikian dapat ditarik kesimpulan adanya ijmâ’ dari para sahabat bahwa maksud kata Mawla adalah Imam dan Hâdi. Dan adakah redaksi yang lebih jelas menunjukkan arti kepemiminan darinya?!

 



[1] Sebagaimana dikutip dalam kitab Khashâish al Wahyi al Mubîn:61-62.

[2] Usdul Ghâbah,2/4.

[3] Al Ishâbah,1/325.

[4] Kifâyah ath Thâkib; al Kinji:64 dan Tadzkirah al Khawâsh:33.

14 Tanggapan

  1. Rasulullah mengirimkan para sahabat ke Yaman untuk mengajarkan agama Islam kepada penduduk Yaman. Rasulullah memilih Ali ibn Tholib sebagai pemimpin para sahabat yang berangkat ke Yaman; karena Ali ibn Tholib telah menghafal AlQuran dengan sempurna. Terjadi perbedaan pendapat atau perselisihan antara Ali ibn Tholib dengan para sahabat di Yaman.

    SHOHIH MUSLIM. Kitab 31 tentang keutamaan para sahabat; terutama ketuamaan Ali ibn Tholib no 5920

    Rasulullah bersama para sahabat berangkat ke Makkah dan meninggalkan Madinah untuk melakukan Ibadah Haji. Mereka berhenti di mata air yang bernama GHADIR KHUMM. Perselisihan di antara Ali ibn Tholib dengan para sahabat terus berlangsung; sehingga terdengar oleh Rasulullah. Rasulullah berusaha mendamaikan & menyelasaikan perselisihan di antara Ali ibn Tholib dengan para sahabat.

    Rasulullah memangil semua sahabat dan Rasulullah mengangkat tanggannya Ali ibn Tholib. Kemudian Rasulullah berkata: “AKU akan meninggalkan dua perkara yang besar; supaya kamu semua tidak tersesat setelah kepergianku. Pertama adalah AlQuran. Kedua adahal Ahlul Bait-ku (Ali, Fatimah, Hasan, Husian dan Zainab)!”

    Zaid (anak lelaki yang diangkat oleh Nabi Muhammad) berkata: ” Ahlul Bait adalah Ali ibn Tholib dan keturunannya!”

  2. BAGIAN KE DUA

    Setelah selesai melaksanakan Ibadah Haji di Makkah; maka Rasulullah bersama para sahabat kembali ke Madinah. Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk berhenti; supaya mereka dapat beristirahat dan sholat berjamaah.

    SUNAN IBN MAJAH. Volume 1 Bab 11 (keutamaan para sahabat Rasulullah; terutama keutamaan Ali ibn Tholib) no 116

    Bara ibn Azib melaporkan bahwa setelah selesai sholat berjamaah; Rasulullah mengumpulkan para sahabat. Kemudian Rasulullah berkata: “Tidakkah aku lebih dekat kepada kamu dari pada kamu kepada budak budakmu?”

    Para sahabat berkata: “Ya benar!”

    Rasulullah berkata: “Barangsiapa yang mengakui aku sebagai MAULA; maka mereka wajib mengakui Ali ibn Tholib sebagai MAULA!”

    Rasulullah berdoa: “Ya ALLAH, kasihanilah dan cintailah mereka yang mencitai Ali ibn Tholib; dan musuhilah mereka yang memusuhi Ali ibn Tholib!”

    Kosa kata MAULA berasal dari Kosa Kata WALI. Wali ditulis dengan huruf Waw, Lam dan Ya. Kosa kata MAULA berarti Pemimpin, Pelindung, Penolong, Pembimbing dll.

    Ibnu Jakfari:
    Tolong dosertakan tesk arabnya untuk terjemahan Anda ini: “Tidakkah aku lebih dekat kepada kamu dari pada kamu kepada budak budakmu?”
    terima kasih.

  3. BAGIAN KE TIGA

    Kosa kata Maula berasal dari kosa kata Wali. Wali ditulis dengan huruf Waw Lam Ya. Kosa kata Maula berarti Pemimpin, Pelindung, Penolong, Pembimbing dan lain lain.

    ALQURAN 66:4
    Jika kamu kembali kepada ALLAH; maka hati kamu telah condong (untuk menerima Hidayah); jika kamu berusaha menyusahkan Nabi; maka sesungguhnya ALLAH adalah MAULA (pelindungnya Nabi)), Jibril dan orang2 yang benar2 mukmin dan para Malaikat

    ALQURAN 47:11
    Sesungguhnya ALLAH adalah MAULA (peimpin, pelindung, penolong, pembimbing) untuk orang2 yang beriman; dan orang2 Kafir tidak memiliki MAULA

    ALQURAN 9:71
    dan orang2 yang beriman, lelaki atau perempuan, orang2 tersebut adalah MAULA (pemimpin, pelindung, penolong, pembimbing dll) untuk orang2 yang beriman yang lain. Mereka mengajak untuk melakukan kebaikan2; dan mereka mencegah kejahatan2 (perbuatan yang berdosa), mendirikan sholat , membayar zakat. Mereka akan mendapatkan kasih sayang dari ALLAH; karena sesungguhnya ALLAH maha perkasa dan maha bijaksana.

  4. asslm,… allahumma sholli ala Muhammad wa ala aalihi at-thohirin.

    Mohon Ustdz membantu kami menghadapi kampanye melalui tulisan yang dinuat di situs myquran.com mohon bantuan ulasanya, berikut tema tulisan yang diposting untuk menyerang syi’ah :

    Pada topik : Shirah Nabawi, Shahabat, dan Alim Ulama
    1. SEJARAH SYIAH DAN IMAMAH (berdasar sumber2 Syiah [Persia?])
    2. Rafidlah dan Abdullah bin Saba’
    3. MENGUAK KONSPIRASI PERSIA DALAM MERUSAK ISLAM DAN MEMECAH-BELAH MUSLIMIN.
    4. ‘Ali bin Abi Thalib Menamai Sebagian Anaknya dengan Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Utsman
    dll

    mohom ust membuat ulasan terhadap tulisan tersebut

    Ibnu Jakfari:

    Insya Allah. Doakan Allah memberi saya kemudahan untuk itu.

    • WAHAI IBNU JAKFARI………………….
      HATI HATI DGN MENGATASNAMAKAN AHLUL BAIT.
      SDH SEPINTAR APAKAH SAUDARA SEHINGGA BERANI SEKALI MEMUTAR BALIKKAN FAKTA YG ADA.
      ANDA MEMAKAI ALQURAN MANA????
      SAMPAI ANDA BERANI BERBUAT SESUATU YG NABI SAW SANGAT MEMURKAINYA.
      WAHAI IBNU JAKFARI………………….
      SESUNGGUHNYA DIYAUMIL QIYAMAH NANTI KAMU AKAN DIMINTA PERTANGGUNG JAWABAN ATAS ILMU YG SESAT INI, SADARLAH SELAGI MASIH BISA UNTUK BERTOBAT.
      DEMI ALLAH DAN DEMI RASUL SAW KAMU AKAN CELAKA JIKA KAMU MENGABAIKANNYA.
      JIKA TIDAK SAYA AKAN MEMBAWA KAMU UNTUK BERMUBAHALAH DAN DISITU AKAN LIHAT MANA YG BENAR DIANTARA KITA.
      JIKA KAMU MERASA BENAR SY AKAN SIAP UNTUK MELAKUKANNYA. kirim balasannya ke email sy.

  5. Takfiri tu nda boleh yah???
    Tapi kenapa Syiah Justru mengkafirkan para sahabat Rasulullah? Bukankah Sahabat itu orang-orang yang mulia:
    Abu Bakar, Umar Serta Ustman Radhliallahuanhum?

    Kok aneh sih, nda tau diri Banget sih! Siapa yang takfiri sekarang hayo???

    http://rumaysho.wordpress.com/2009/02/23/syiah-tega-mencela-sahabat/

  6. Ass..wr..wb
    Kebetulan saya baru di blog ini. Setelah melalui kajian secara seksama, Alhamdulillah saya menemukan bahwa syiah-lah yang benar2 mengikuti sunnah Nabi saw yaitu berpegang teguh kepada Al-Quran dan Ahlul Baitnya yang suci. Melalui blog ini, saya ingin tanyakan kepada pak admin maupun saudara2 yang ikut berdiskusi dalam blog ini, di mana saya dapat menemukan komunitas syiah ataupun juga pengajian pengajian syiah terutama di Malang, karena kebetulan saya tinggal di Malang. Mungkin Pak Admin dan Saudara2 lainnya bisa mengenalkan saya dengan orang2 syiah di Malang (kalau bisa juga nomor telponnnya) atau memberi alamat2 yayasan syiah di Malang, karena saya ingin sekali ikut dalam pengajian syiah karena selama ini saya tidak punya kenalan dengan orang syiah, jadi saya hanya bisa belajar syiah dari buku-buku yang di jual di toko buku. Saya juga ingin berkenalan dengan saudara2 syiah dalam blog ini, silahkan hubungi saya di 085646695456. terima kasih sebelumnya. Wassalam…

  7. saudara Ibnu jakfari
    Apakah darjat hadis di atas itu shahih?

    Ibnu Jakfari:

    Tentu.

  8. TO: ALJATISY

    Sebaiknya anda perbanyak baca sejarah dulu baru komentar ! Anda tau dari mana syi’ah mengkafirkan sahabat? Kalo cuma katanya atau dapat dari buku-buku yang ditulis oleh orang-orang yang gerah dengan eksistensi syi’ah, sebaiknya anda diam.

    Jangan biasakan komentar yang TONG KOSONG NYARING BUNYINYA, sebab hanya Wahabi yang biasa melakukannya, yang jelas Hasud dan Iri Hati dengan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai kelompok syi’ah.
    Seperti yang kita ketahui kaum wahabi disarangnya sana buat SANDAL JEPITdan KEROKAN JENGGOT saja tidak mampu, apalagi teknologi senjata dan nuklir.

    Seharusnya kita malu kepada kelompok syi’ah yang begitu peduli terhadap Islam, fakta tak terbantahkan jika kelompok syi’ah-lah yang begitu mati-matian membela Palestina yang mayoritas penduduknya bermazhab SUNNI. Sedangkan negara-negara yang selama ini dibangga-banggakan seperti SAUDI, MESIR, YAMAN, JORDANIA dan KUWAIT pada kemana? Jangan-jangan pada ngumpet diwarung kaleng di-PUNCAK sana sambil celangak-celunguk cari PECUN yang mau dikawin kontrak ALA WAHABI itu.

    Apa yang negara-negara itu sudah lakukan untuk membela Islam? Bisanya cuma jualan Kurma sama Zam-zam dan Ekspor-Impor TKW saja sih, malu-maluin.
    Umat Islam sudah tidak butuh dengan tuduhan-tuduhan dan fitnah-fitnah tentang syi’ah lagi mas, kalo sampeyan orang berakal lihat FAKTA dan KENYATAAN lapangannya saja sudah cukup.

    Umat Islam mana sih yang tidak mengenal Prsident dan Pemimpin Spiritual Iran? Siapa sih yang tidak mengetahui keberanian pemimpin-2 syi’ah tersebut dalam penentangannya yang sangat keras terhadap negara-negara Kafir yang menginjak-injak Islam? Kita bicara yang FAKTA sajalah!

    SAUDI, MESIR, YAMAN dan JORDANIA kemana???? Negara mana sih yang menutup pintu perbatasannya ke-Palestina hingga bantuan sulit masuk ke-Palestina??? Negara yang mayoritas SUNNI atau yang Mayoitas Syi’ah yang ketakutan untuk membuka pintu perbatasannya itu??

    Sudah tau belum sepak terjang President Iran yang baru-baru ini di kantor pusat PBB di Jenewa-Swiss? Belum tau ya mas? Makanya baca koran mas, jangan baca buku-buku yang tidak bermanfaat karangan ustadz-ustadz JADUL TAK BERKELAS yang tidak tau apa-apa tentang syi’ah itu. Apalagi yang model Pak Haji TOHIR ALKAF from TEGAL itu, karena kebanyakan makan NASI MEGONO jadi KWALITAS otaknya dari dulu JALAN DITEMPAT, dari zaman purba sampe zaman milienium pembahasannya itu-itu saja, bisanya cuma memfitnah dan menuduh kelompok Syi’ah saja, amit-amit deh, seperti tidak ada lagi pembahasan lain dalam Islam yang lebih bermutu. Mustahil-lah umat Islam akan maju jika yang menjadi panutan ustadz-ustadz model Ajengan Tohir Alkaf Tegal itu.

    Kelompok Syi’ah sudah sibuk bahas Teologi, Filsafat, Ushul Fiqh, Tafsir, Sience, Teknologi, Nuklir. Sementara kita dengan ustadz over acting Ajengan Tohir yang Made in Tegal itu masih dicekoki masalah Sunnah-Syi’ah. KELAMAAN DI UDARA akhirnya kita tidak bisa turun-2 dan tidak sampai-2 di tujuan alias jadi JUMUD selamanya. Faham mas ALJATISY???

    • YG MESTINYA BANYAK BACA BUKU YA SITU PAK.
      HAMPIR SEMUA KITAB SYIAH( ALKAFI, TAHRIRUL WASILAH, DLL) SEMUA HAMPIR MENGKAFIRKAN SAHABAT NABI KECUALI 6 ORG. FAHAM???????
      JGN BAWA BAWA AHLUL BAIT KALAU GAK MENGERTI AQIDAH MEREKA.
      CAMKAN BAIK BAIK.

      _________________
      Ibnu Jakfari:

      mas, bagaimana kalao hadis-hadis yang sama juga ada di Shahih Bukhari, Muslim dll.???

      • kalo pengkafiran sahabat ada juga di kitab bukhori muslim artinya sdr faizdjafar hanya asbun doang yg tdk ngerti kitab idolanya sendiri.

  9. kalau seandainya hadis ghadir khum itu sebagai nash kepemimpinan imam ali kenapa tidak ada riwayat yang mengatakan bahwa, imam ali menggunakan dalil itu atas hak kekhilafahan beliau?

    dan ana pernah dengar imam ali pernah membaiat abu bakar secara diam2 (ini hadis sohih lo…..),

    kedua, kenapa para sahabat muhajirin dan anshor mengatakan “dari kami ada pemimpin dari kalian ada pemimpin” apakah mereka udah ngelupain itu hadist, padahal jarak antara g odir khum dengan perkataan mereka ini tidak kurang dari 2 bulan?

    ataukah hadist ini bukanlah nash atas kekhilafaan immam ali?

    _____________________
    Ibnu Jakfari Menjawab:

    Akhi Fillah –Hadakallah Ilal haqqil Mubin-,
    dari pada ngotot mengingkari sesuatu yang belum kita ketahui lebih baik kita belajar dan mendalami dalil-dalil pihak lain!

    Apa yang kamu katakan juga dapat menjadi senjata makan tuan,1. Coba kamu renungkan sikap kaum Anshar (yang mewakili separoh masyarakat Muslim saat itu), mengapa mereka ngotot mengatakan (seperti yang kamu sebutkan): “dari kami ada pemimpin dari kalian ada pemimpin” bukankah menurut mazhab Sunni kamu bahwa kaum Anshar tidak punya bagian apa-apa dalam kekhalifahan, sebab ia hanya khusus hak kaum Muhajirin (sukunya Nabi SAW.), lalu mengapakah mereka beramai-ramai mengingkari sabda Nabi saw. itu? Apakah menurut kamu mereka itu tidak pernah mendengar seruan Nabi saw. itu? Atau mereka sengaja tidak mengindahkannya? Atau apa?
    Apakah anda sudah baca seluruh data yang mengataakan bahwa Imam Ali as. tidak berhujjah dengan hadis Ghadir di hadapaan Abu Bakar CS?!

  10. Umat Islam sudah tidak butuh dengan tuduhan-tuduhan dan fitnah-fitnah tentang syi’ah lagi mas, kalo sampeyan orang berakal lihat FAKTA dan KENYATAAN lapangannya saja sudah cukup…

    Barang siapa yg ingin tahu org2 yg ahlinya dalam fitnah2 & tuduhan ttg syiah maka lihatlah pada pengikut Salafiah Wahabiah….
    Barang siapa yg ingin melihat FAKTA n KENYATAAN kiprah gemilang ummat islam dunia dlm nuklir & teknologi sert penentangan pd Tirani Amerika, Yahudi Zionis maka lihatlah pada Muslim Syiah di Iran….

    INILAH KENYATAAN !!!

  11. […] Wahhabi Menggugat Syiah (22) -Hadis Ghadir Khum- […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: