Syi’ah Di Mata Para Imam Ahlulbait as.

Dengan Cara Licik Dan Picik Mereka Menghujat Syi’ah!

Di antara usaha musuh-musuh Ahlulbait dalam menghujat Syi’ah adalah dengan memutar balikkan fakta dan kebenaran. Dan di antara kebenaran dan kenyataan yang mereka putar baikkan adalah mereka mengatakan bahwa kaum Syi’ah telah dikecam habis-habisan oleh para imam suci Ahlulbait as. dan itu artinya Syi’ah adalah ‘pengikut Ahlulbait gadungan’!! Yang benar-benar Syi’ah (pengkiut setia Ahlulbait as. adalah Ahlusunnah)!! Bukan Syi’ah Rafidhah!!

Untuk tujuan ini, -para penulis Wahabi, seperti Utsman al Khamis, dan juga para penulis amatiran yang tampil dengan nama pinjaman tertentu sebagai ulama Syi’ah yang telah tobat dan hengkang dari kubangan kesesatan aliran Syi’ah dan bermigran ke mazhab Sunni- tidak segan-segan berdusta atau memelintir nash tertentu agar sesuai dengan kesimpulan yang mereka hendak sajikan untuk para pembaca atau memenggal nash menjadi potongan-potongan terpisah setelahnya mereka memanipulasi analisa atau mengubah arah khithab (pembicaraan) atau cara-cara lain yang tidak samara bagi para peneliti!

Kecurangan sikap seperti itu mestinya memalukan! Akan tetapi sepertinya untuk menghujat Syi’ah semua cara halal ditempuh. Sebab tanpanya, sepertinya mustahil tjuan mereka tercapai!

  • Di antara kepalsuan dan pemelesetan yang mereka lakukan adalah memelintir sabda Imam Hasan as. yang kata mereka mengecam kaum Syi’ah!

Beliau as. bersabda: “Demi Allah, menurutku Muawiyah lebih baik dari mereka itu. Mereka mengaku sebagai Syi’ahku, tapi ternyata mereka ingin membunuhku, merampok hartaku barang-barangku dan mencuri hartaku. Demi Allah, jika aku membuat perjanjian damai dengan Muwaiyah sehingga aku bisa menjaga darahku, dan menyelamatkan keluargaku itu tentu lebih baik dari pada mereka membunuhku lalu terlantarlah Ahlubiat dan keluargaku…. .”[1]

Musuh-musuh Syi’ah mengatakan:

Hadis itu adalah dari riwayat Syi’ah sendiri. Dan ia memuat kecaman tajam atas kaum Syi’ah serta kekecewaan Imam Hasan as. atas pengkhianatan mereka! Maka darinya dapat dipastikan bahwa Syi’ah adalah musuh Ahlulbait!

Di sini perlu dicermati:

Pertama: riwayat di atas adalah riwayat ath Thabarsi dalam kitab al Ihtijâj. Dan dari sisi sanad ia adalah lemah, karena sanadnya terputus, ia riwayat mursal!

Kedua: Akan tetapi andai riwayat itu dishahihkan maka perlu diketahui pulan bahwa tidak ada sedikitpun kecamana atas Syi’ah (pengikut setia Ahlulbait)! Sebab Imam Hasan dalam sabda di atas sedang mengecam sekelompok orang yang telah beliau sebutkan kreteria dan sepak terjang mereka! Imam Hasan as. mengecam mereka sebagai yang mengaku Syi’ah sementara mereka merencanakan pembunhan terhadapnya, merampok barang-barang dan mencuri harta beliau.

Mereka telah bersepakat dengan Mu’awiyah untuk menangkap Imam Hasan as. dan kemudian menyerahkannya kepada Mu’awiyah jika Imam Hasan tetap merancanakan melanjutkan pertempuran melawan Mu’awiyah!

Kecaman itu dialamatkan kepada mereka yang telah menyurati Mu’awiyah sementara menampakkan pembelaan untuk Imam Hasan as. dan mengaku sebagi Syi’ahnya!

Kenyataan ini jalas sekali jika Anda perhatikan awal pembicaraan dalam dialoq itu, di mana Zaid (sang perawi) berkata kepada Imam Hasan as., “Ketika Hasan ibn Ali ditikam di kota Madâin, aku mendatanginya dan ia dalam keadaan sakit, maka aku berkata, ‘ Wahai putra Rasulullah, apa pendapatmu, an Nâs/manusia/orang-orang sedang kebingungan’” Maka Imam Hasan as. bersabda: ….

Sebagaimana ia akan menjadi jelas dengan memerhatikan lanjutan ucapan keluahan Imam Hasan as. tersebut yang sengaja tidak disebutkan oleh sebagai penulis anti Syi’ah itu!

Beliau as. melanjutkan setelah kalimat: “… tentu lebih baik dari pada mereka membunuhku lalu terlantarlah Ahlubiat dan keluargaku…. . Demi Allah andai aku teruskan berparang melawan Mu’awiyah pastilah mereka itu akan menangkapku dan menyerahkanku kepada Mu’awiyah. Demi Allah aku berdamai dengannya dalam keadaan aku mulia lebih baik dari pada Mu’awiyah membunhku dalam keadaan aku tertawan, atau ia berbudi kepadaku dengan membebaskanku yang akan menjadi beban bagi seluruh bani Hasyim hingga hari kiamat dan menjadi jasa baik bagi  Mu’awiyah yang dengannya ia dan keturunnya akan berbangga atas yang mati dan masih hidup dari kami (bani Hasyim).”

Dengan kata lain Imam Hasan as. sedang mengecam sekelompok orang dari rakyatnya! Dari anggota masyarakat yang beliau pimpin yang mengaku-ngaku secara palsu sebagai Syi’ah beliau! Dan tentunya tidak semua rakyat dalam pemerintahan beliau adalah kaum Syi’ah! Dan tidak pula setiap yang mengaku Syi’ah benar-benar sebagai Syi’ah!

Dan para lanjutan riwayat itu juga disebutkan kekhawatiran Zaid ibn Wahb al Juhani akan keselamata Syi’ah jika Imam Hasan as. berdamai dan menyerahkan kekuasaan kepada Mu’awiyah! Zaid berkata, “Apakah engkau akan membiarkan Syi’ahmu bak sekawanan domba ttaanpa mengembala?” Lalu Imam Hasan as. menjawab bahwa kekuasaan akan jatuh  ke tangan Mu’awiyah dan ia akan mematikan kebenaran dan  sunnah dan menghidupkan kebatilan dan bid’ah, dan akan menghinakan kaum Mukmin dan menguatkan kekuasaannya denga bantuan kaum fasik.

Dalam lanjutan ucapannya, Imam Hasan as. mengecam bani Umayyah dan khususnya Mu’awiyah yang akan merusak agama Islam!

Kecaman palsu Dihadapi Pujian Sejati Allah SWT Atas Kaum Syi’ah!

Selain itu, seperti telah dibuktikan pada tempatnya, bahwa Allah telah memuji Syi’ah Ali as. dalam surah al Bayyinah sebagaimana telah kami paparkan dalam salah satu artikel sebelumnya. Allah berfirman:

إِنَّ الذينَ آمَنُوا و عَمِلُوا الصالِحاتِ أُولَئِكَ هُمْ خيرُ البَرِيَّةِ.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk” (QS 98:7)

Ketegasan pujian Allah SWT yang dikukuhkan berdasarkan riwayat-riwayat shahihah itu bukan rahasia di kalangan ulama Ahlusunnah, sampai-sampai mereka menyebutnya dalam banyak kitab mereka ketika menjelaskan keutamaan Imam Ali as. Ibnu Hajar al Haitami menggolongkan ayat tersebut sebagai ayat kesebelas yang turun tentang keutamaan Imam Ali as.[2]

Di antara riwayat itu adalah sebagai berikut:

Ibnu Abbas ra.,ia berkata,’Sesungguhnya ketika ayat ini turun, Nabi saw. bersabda kepada Ali:

هُو أَنْتَ وَ شِيْعَتُكَ. تَاْتِيْ أنتَ وَ شيعتُكَ يومَ القيامة راضين مرضِيِّيْنَ، و يأتي عَدُوُّكَ غِضابًا مُقْمَحِيْنَ. قال: و مَنْ عدُوِّيْ؟ قال: مَنْ تَبَرَّأَ منْكَ و لَعَنَكَ.

“Dia adalah kamu dan Syi ‘ahmu. Kamu dan Syi’ahmu datang pada hari kiamat dalam keadaan rela dan diridhai, sedangkan musuhmu datang dalam keadaan murka dan terbelenggu. Ia berkata,”Siapa musuhku?” Nabi menjawab,”Orang yang berlepas tangan darimu dan melaknatimu.”[3]

Nabi Muhammad saw. Memuji Syi’ah Ali as.!

Sebagaimana Nabi saw. juga mempertegas pujian tersebut dalam banyak sabdanya seperti Anda saksikan dalam hadis di atas, dan banyak lainnya di antaranya adalah hadis yang diriwayatkan oleh al Hafidz Abu Manshur Syahr Dâr ibn Syirawaih ibn  Syahr Dâr ad Dailami  yang dikenal dengan panggilan Al Khawarizmi dari Jabir, ia berkata, “Kami di sisi Nabi saw., lalu Ali ibn Abi Thalib as. datang, maka bersabdalah Rasulullah saw.,”Telah datang kepada kalian sandaraku.” Kemudian beliau menoleh ke Ka’bah dan menepuknya dengan tangan beliau seraya bersabda:

وَ الذي نفسي بِيَدِهِ إِنَّ هذا و شِيْعَتَهُ هُمُ الفائِزُوْنَ يومَ القيامَةِ.

“Demi Zat Yang jiwaku di Tangan-Nya, sesungguhnya dia ini dan Syi’ahnya adalah orang-orang yang berjaya pada hari kiamat.”

Kemudian beliau menlanjutkan: Sesungguhnya dia adalah orang pertama yang beriman, paling menepati janj Allah –ta’ala-, paling menegakkan perkara Allah, paling adil terhadap rakyat, paling merapa pembagiannya dan paling agung di sisi Allah kedudukan/keistimewaannya.

Ia (Jabir) berkata, “Maka turun untuknya ayat:

إِنَّ الذينَ آمَنُوا و عَمِلُوا الصالِحاتِ أُولَئِكَ هُمْ خيرُ البَرِيَّةِ.

Ia (Jabir) berkata, “Dan adalah para sahabat Nabi saw., apabila Ali datang mereka berkata, ‘telah datang khairul bariyyah.’”[4]

Para Imam Ahlulbait as. Memuji Syi’ah!

Selain ratusan hadis telah diriwayatkan ulama Syi’ah dari jalur-jalur terpercaya di mana para Imam suci Ahlulbait as. telah memuji, membanggakan dan membela Syi’ah mereka. Di antara riwayat-riwayat itu adalah sebagai berikut:

Diriwayatkan dari Ibnu Abi Najrân, ia berkata, “Aku mendengar Abul Hasan bersabda:

مَنْ عادَى شِْعَتَنَا فقَدْ عادانَا ، و مَنْ والاَهُمْ فقد والانا ، لأَنَّهُمْ خُلِقُوا مِنْ طِيْنِتِنَا ، مَنْ أَحَبَهُمْ فًهُوَ مِنَّا ، و مَ أيْغَضَهُمْ فَليسَ مِنَّا . شِيْعَتُنا يِنْظُرُوْنَ بِنُورِ اللهِ ، و يَتَقَلَّبُوْنَ في رَحْمَةِ اللهِ ويَفُوزُوْنَ بِكَرامَةِ اللهِ.

“Siapa yang memusuhi Syi’ah kami maka ia sungguh telah memusuhi kami, dan sesiapa yang bercintai mereka maka sungguh ia telah mencintai kami, sebab  mereka dari kami, mereka diciptkan dari tanah kami. Siapa mencintai mereka maka ia dari kami, dan siapa membenci mereka maka ia bukan dari kami. Syi’ah kami memandang dengan cahaya Allah. Mereka bergelimang dalam rahmat Allah dan berjaya dengan kemulian.”[5]

Kulaib ibn Mu’awiyah al Asadi berkata, “Aku mendengar Abu Abdillah (Imam Ja’far ash Shadiq) as. berkata membanggakan Syi’ahnya dan sekali gus memberi mereka bimbingan agar mereka dapat dikuatkan Allah di atas jalan kesyi’ahan dan kesetiaan kepada Ahlulbait as.:

و اللهِ إنَّكُمْ لَعلَى دينِ اللهِ و دينِ ملآئكَتِهِ فَأَعِيْنُونِيْ بورَعٍ و اجتهادٍ. عليكُمْ بصلاةِ الليلِ و اعبادَةِ، عليكم بالورعِ.

“Demi Allah kalian benar-benar berada di atas agama Allah dan agama para malaikat-Nya, maka bantulah aku dengan wara’ dan kesungguh-sungguhan dalam ibadah. Hendaknya kalian kinsisten shalat malam, beribadah. Hendaknya kalian kinsisten berpegang dengan wara’.” [6]

Dalam hadis di atas je;las sekali bahwa Imam Ja’far as. menegaskan bahwa Syi’ah beliau benar-benar di atas agama Allah yang murni; agama yang dibawa para malaikat as. kepada para nabi dan rasul as.!

Adakah pujian melibihi sabda di atas dalam kejelasan agamanya! Adakah jaminan dari Imam Ja’far as. untuk selain Syi’ah beliau bahwa mereka berada di atas agama Allah dan malaikat-Nya?!

Mungkin ada yang meragukan keshahihan riwayat-riwayat seperti di atas yang memuat sabda para Imam suci Ahlulbait as. yang memuji Syi’ah mereka, mengingat ia dari riwayat Syi’ah sendiri, maka ketahuilaah bahwa sabda-sabda para Imam suci Ahlulbait as. yang memuji Syi’ah tidak hanya diriwayatkan dari jalur ulama dan muhaddis Syi’ah semata, akan tetapi dalam jalur-jalur Ahlusunnah pun banyaak kita temukan sabda-sabda pujian tersebut. Di antara hadis-hadis shahih pujian untuk Syi’ah yang di sabdakan para Imam Ahlulbait as. adalah hadis yang diriwayatkan adz Dzahabi dengan sanad sebagai berikut:

Al Humaid, ia berkata, ‘Sufyan menyampaikan hadis kepada kami dari Abdullah ibn Syarîk, ia berkata, “Hudain berkata:

نُبْعثُ نحن و شِيْعَتُنا كهاتين – و أشار بالسبابة و الوسطى.

“Kami dan Syi’ah kami akan dibangkitkan seperti ini.” –seraya beliau menunjuk kedua jari telunjuk dan jari tengah-.

Hadis di atas tidak diragukan lagi keshahihan sanadnya. Al Humaidi, nama lengkapnya Abu Bakar  Abdullah ibn Zubair al Qurasyi. Ia adalah seorang tokoh Ahli Hadis Ahlusunnah. Baca biodatanya dalam kitab Siyar A’lâm an Nubalâ’,10/616. ia adalah perawi yang diandalkan Bukhari dan tiga penulis kitab Shahih lainnya. Adapun Sufyan adalah ibn ‘Uyainah, seorang perawi yang taka sing lagi bagi para pengkaji ilmu hadis. Ia prrawi andalan keenam penulis kitab hadis Shahih Ahlusunnah. adz Dzahabi mensifatinya dengan:  al Imâm  al Kabîr Hâfiszul ‘Ashri, Syaikul Islâm/seorang imam agung, Ahli hadis di masanya, Syeikhul Islam. (Siyar A’lâm an Nubalâ’,8/454). Sedangkan Abdullah ibn Syarîk adalah perawi andalan Imam an Nasai. Ia ditsiqahkan oleh Imam Ahmad ibn Hanbal, Yahya ibn ma’in dll.[7] Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Ia seorang yang shadûq/jujur.” Tentang kejujurannya tidak ada keraguuan, hanya saja sebagian mengecamnya karena kecintaan ddan kesetiannya kepada Ahlulbait Nabi saw.

Adapun Imam Husain as. tidak seorang pun dari kaum Muslimin –selainn kaum Nawâshib; antek-antek bani Umayyyah pohon terkutu dalam Al Qur’an- yang meragukan keagungan dan kesetianya kepada agama kakek beliau Nabi Muhammad saw.

Jadi, berdasarkan barometer para ulama hadis Ahlusunnah, kualitas hadis di attas adalah shshih!

Apa Keuntungan Musuh Ahlulbait as. Dengan Menghujat Syi’ah?!

Andai benar fitnahan para musuh Ahlulbait dan musuh Syi’ah bahwa Ahlulbait as. membenci dan mengecam kaum Syi’ah lalu apa hal itu dengan sendirinya membuat selain Syi’ah (dari kalangan kaum Muslimin) adalah dicintai dan disanjung serta dibanggakan oleh para Imam Ahlulbait as.?

Jika Imam Hasan seperti isu yang mereka gelindingkan mengecam Syi’ah, apa itu artinya Imam Hasan memuji dan membanggakan Ahlusunnah atau kaum Wahabiyah serta kaum Nawâshib?

Konsekuensi Logika Sakit Mereka!

Selain itu semua, dengan mengikuti irama logika sakit musuh-musuh Ahlulbait dan Syi’ah bahwa melalui sabda di atas Imam Hasan as. mengecam Syi’ahnya! Padahal anggap saja benar kesimpulan mereka bahwa dalam sabda itu terdapat kecamana, maka sesungguhnya kecaman tertuju kepada sebagian orang yang mengaku sebagai Syi’ahnya! Lalu berdasarkan logika sakit di atas, bagaimana mereka (mush-musuh Syi’ah) menyikapi menomena di bawah ini:

  • Allah Mengecam Kaum Muslimin

Dalam banyak ayat Al Qur’an Allah SWT mengecam habis-habisan kaum Muslimin generasi pertama; para sahabat, lalu bagaimana taanggapan mereka jika ada yang menyimpulkan bahwa Allah SWT sedang mengecam kaum Mukminin?

Allah berfirman: “(keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyirikin adalah) seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta benda dan anak-anaknya daripada kamu. Maka mereka telah menimati bagian mereka, dan kamu telah nimati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menimati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu, amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS. At Taubah;9:69)

Dalam ayat tersebut Allah mengecam para sahabat karena mereka tenggelam dalam kenikmatan dunia seperti umat-umat durhaka sebelum mereka! Allah menegaskan bahwa mereka itu adalah kaum merugi!

Apakah kalian (hai musuh-musuh Ahlulbait as.) akan mengandalkan logika sakit yang kalian pergunakan untuk menghujat Syi’ah secara palsu? Apakah kalian juga akan mengatakan bahwa Allah SWT mengecam kaum Muslimin generasi pertama?

Dalam ayat 2-3 surah ash Shaff, Allah berfiman mengecam para sahabat karena mengatakan sesuatu yang tidak mereka lakukan!

Apakah kalian akan mengatakan bahwa Allah SWT sedang mengecam sahabat Nabi saw.?

Dalam ayat 38-39 surqah at Taubah juga Allah berfiman:

“ Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu : Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah kamu merasa berat dan ingin tinggal ditempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal kenimatan hidup di dunia (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah akan menyiksa dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Dalam ayat tersebut terlihat jelas Allah sedang mengecam para sahabat yang bermalas-malas berjuang di jalan Allah dan lebih memilih harta dan gemerlapannya kehidupan dunia! Dan Allah Allah mengancam akan menyiksa mereka dan menggantikan mereka dengan kaum lain! Apakah demikian kalian akan menyimpulkannya dengan bermodal logika sakit kalian?!

Dalam ayat 25 surah at Taubah juga Allah mengecam sikap bangga diri tanpa kualitas yang mengakibatkan kekalahan pasukan kaum Muslimin yang dipimpin Nabi saw. dalam peperangan Hunain.

Allah berfiman:

“Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai orang-orang muminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu ketika kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu,maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dan bercerai-berai.” (QS. 9:25)

Apakah itu artinya Allah mengecam seluruh sahabat Nabi saw.?! Atau sedang mengecam sekelompok dari mereka saja yang bias jadi terdiri dari kelompok munafikin?

Apakah ayat di bawah ini:

“(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.” (QS. Al ahzâb; 33:10)

Artinya Allah sedang mengecam para sahabat Nabi saw.; seluruh mereka bahwa mereka menaruh rasa cinta dan kasih kepada kaum kafir; musuh-musuh Allah dan musuh-musuh agama? Atau kecaman itu tertuju kepada ????

Serta masih banyak ayat-ayat lain yang dapat disajikan di sini!

  • Nabi Melaknat Kaum Muslimin

Nabi saw. juga telah mengecam bahkan mengutuk para sahabat. Banyak riwayatkan yang melaporkan kepada kita bahwa Nabi saw. melaknat para sahabat! Seperti: “Berangkatkan pasukan Usamah, semoga Allah melaknat (mengutuk) siapa saja yang enggan berangkat dan bergabung dengan pasukan usamah“.[8]

Apakah sabda kutukan Nabi saw. akan kita maknai umum untuk seluruh sahabat Nabi saw. tanpa terkecuali, sehingga kemudian akan disipulkan bahwa Nabi Muhammad saw. telah mengutuk seluruh sahabat beliau sendiri! Nabi saw. tidak mengakui mereka sebagai umat dan pengikut beliau! Jika tidak demikian mana mungkin beliau mengutuk mereka? Apa harus demikian kesimpulannya berdasar logika sakit kaum Nawashib!

Bukti lain adalah riwayat Imam Muslim berikut ini: Bahwa dalam sebuah perjalanan Nabi saw. bersama para sahabat beliau, dalam perjalanan itu beliau berpesan agar tidak seorangpun yang mendahului beliau menuju tempat air yang kebetulan sangat sedikit itu, beliau bersabda “Jangan seorang mendahului saya ke tempat iar itu.” Tetapi anehnya malah ada sekelompok yang dengan sengaja mendahului beliau mengambli air dari tempat. Kata Hudzaifah ra., Maka Nabi melaknat mereka.[9]

Apa benar dengan dasar reiwayat di atas kita menyimpulkan bahwa Nabi saw. melaknat seluruh sahabat beliau? Sementara kenyataannya Nabi saw. hanya melaknat sebagian mereka saja!

Serta banyak kasus lain!

Kami berharap bahwa kaum Nawâshib merenungkan kenyataan ini baik-baik! Dan bagi sebagian saudara kami Ahlusunnah yang mungkin terpengaruh fitnahan dan hasutan kaum Nawâshib hendaknya menyadari bahwa klaim bahwa para Imam Ahlulbait as. telah mengecam Syi’ahnya sendiri adalah sebuah kepalsuan belaka! Riwayat-riwayat yang mereka usung sama sekali tidak mengena!

Semoga dalam kesempatan lain kami berkesempatan membuktikan kepalsuan kesimpulan miring mereka atau membongkar pemelintiran mereka! Amîn.


[1] Al Ihtijâj; ath Thabrasi, 2/290.

[2] Ash Shawâiq al Muhriqah:161.

[3]Riwayat ini telah disebutkan oleh banyak ulama Ahlusunnah dalam buku-buku mereka seperti Az Zarandi Al Hanafi dalam Nadmu Simthi Ad Durar: 92 cet. Maktabah Nainawa -Tehran-, Al Syaukani datam tafsir Fath Al Qadir.5,477 dari riwayat Ibnu Murdawaih, As Suyuthi dalam Ad Durr Al Mantsur.7,589, Ibnu Hajar dalam ash Shawâiq:161 dan Asy Syablanji dalam Nur Al-Abhar: 87.

[4] Al Manâqib; al Khawarizmi:111-112 hadis.120.

[5] Al Bihâr,68/168.

[6] Bisyâratul Mushthafa:55 dan 174, dan Al Bihâr,68/87.

[7] Mîzân al I’tidal,2/439.

[8] Al-Milal wa al-Nihal, mukaddimah ketiga. Vol.1,23.

[9] Shahih Muslim. 17,125-126.

6 Tanggapan

  1. naam….

  2. para nawashib adalah kelompok yang hobi memalsu,.. jangankan terhadap syiah.. mulai buku2 hadis sampai buku2 ulama ahlussunnah pun mereka palsu.

    silahkan membaca buku2 terbitan mereka (khususnya buku2 hadis dan buku2 ulama ahlussunnah seperti assyafi’i dll) lalu bandingkan dengan terbitan ahlussunnah akan anda temukan penghapusan dan pemalsuan..

    mereka persis seperti kaum nashrani yang suka bongkar pasang injil sesui udel mereka..

    karena kejahilan mereka maka kepalsuan2 tersebut dapat dideteksi dengan mudah bagi orang yang arif terkecuali para salafy/wahabi yang cuman membeo kepada ustad dan masyaih2nya.

    salah satu contoh pemalsuan kitab oleh wahabi/salafy

    http://abdurrahmanbinsaid.wordpress.com/2009/01/09/hati-hati-pemalsuan-kitab-bagian-1/

    http://abdurrahmanbinsaid.wordpress.com/2009/01/09/pemalsuan-kitab-bagian-2/

  3. Ibnu Ja’fari, anda lihat sendiri kan kitab-kitab pegangan anda? sangat penuh sekali kontroversi!, jadi sebelum anda mengajak ahlussunnah untuk mengikuti akidah rofidhoh anda, benerin dulu itu kitab2 rofidhoh yang diatasnya kaum rofidhoh membangun akidahnya…

    Ibarat anda menawarkan barang, barang anda aja busuk, gimana anda menyuruh orang membelinya… pikir donk pikir…

    ok selamat berinstrospeksi…

  4. saudari imem binti inem kok komen ente nggak nyambung sih! malu-maluin Golongan Suni aja!!
    Mas Jakfari bawakan bukti kental eh malah ente bilang kitab pengangan syiah sangat penuh kontroversi!!! Dimana letak kontroversinya neng imem????
    Kalo liahh ngelantur gini kaya’nya lagi datang bulan ya? atau lagi bulan datang kali!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  5. Temen-temen pernah denger ngak kalau musuh-musuh syia’h sring bawa-bawa nama Ahlul Bait untuk memuji Abu Bakar dan rekan setianya; Umar bin Khathab?
    Bawa nama Imam Ali, Imam Ja’far, bawa Imam Baqir katanya mereka semua mengutuk kaum syiah!!!!!!!!!
    Eh ternyata di sini malah dibuktyikan kalau para imam itu malah membela mati-matian syiah mereka?

  6. […] Syi’ah Di Mata Para Imam Ahlulbait as. -Dengan Cara Licik Dan Picik Mereka Menghujat Syi’ah!- […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: