Lima Belas Bukti Palsu Khilafah Abu Bakar (5)

Di antara hadis-hadis palsu yang kerap kali dijadikan oleh sebagian musuh Syi’ah –di antaranya adaalah Pendiri Sekte Wahhabi; Ibnu Abdil Wahhab an Najdi- hujjah untuk menegakkan kebsahan kekhalifahan Abu Bakar adalah hadis riwayat sahabat Anas ibn Malik di bawah ini: 

بعثني بنو المصطلق إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أسأله إلى من ندفع صدقاتنا بعدك . فقال : إلى أبي بكر. رواه الحاكم وصححه.

“Suku bani Mushthaliq mengutusku kepada Rasulullah saw. agar aku bertanya kepada beliau kepada siapa kami menyetor harta (hasil bumi) desa Fadak sepeninggal Anda nanti. Maka beliau bersabda, ‘Kepada Abu Bakar.’”  (HR Al Hakim dan ia menshahihkannya.)

 

Ibnu Jakfari berkata:

Pertama yang membuktikan kepalsuan hadis ini adalah adanya kesepakatan Ahlusunnah bahwa Nabi saw. tidak pernah menunjuk seorang Khalifah yang akan menggantikan beliau dalam memimpin umat ini. Sedangkan riwayat tersebut menetapkan adanya penunjukan itu!

Selain itu teks/matan hadis itu sangat mengundang kecurigaan adanya rekayasa dari para pemalsu dengan tujuan yang bias jadi mereka anggap baik, yaitu mendukung kekhilafahan Abu Bakar, Umar dan Utsman dengan dalil tekstual/nash.

Riwayat itu adalah potongan dari riwayat panjang yang menyebut-nyebut Khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman.

Coba Anda perhatikan lanjutan riwayat di atas dalam riwayat al Hakim:

“…. Kemudian aku datangi mereka (kaum Yahudi bani Mushthaliq) dan aku kabarkan kepada mereka. Mereka berkata, ‘Kembalilah kepadanya dan tanyakan jika terjadi terhadap Abu Bakar sesuatu kejadian (mati), kepada siapa?’ Maka aku datangi lagi beliau dan aku tanyakan, maka beliau bersabda, ‘Kepada Umar.’  Kemudian aku datangi mereka dan aku kabarkan kepada mereka. Mereka berkata, ‘Kembalilah kepadanya dan tanyakan jika terjadi terhadap Umar sesuatu kejadian (mati), kepada siapa?’ Maka aku datangi lagi beliau dan aku tanyakan, maka beliau bersabda, ‘Kepada Utsman.’ Kemudian aku datangi mereka lalu aku kabarkan kepada mereka. Mereka berkata, ‘Kembalilah kepadanya dan tanyakan jika terjadi terhadap Utsman sesuatu kejadian (mati), kepada siapa?’ Maka aku datangi lagi beliau dan aku tanyakan, maka beliau bersabda, ‘Jika terjadi atas Utsman kejadian maka benar-benar celaka masa ini untuk kalian.”[1]

Hadis-hadis yang menyebutkan urutan seperti itu dapat dipastikan kepalsuannya, ia adalah buatan kaum Al Bakriyah untuk menandingi hadis-hadis penunjukan Imam Ali as., seperti ditegaskan para ulama Ahlusunnah sendiri.

Ibnu al Jauzi berkata, “Dan sebagian kaum yang tidak ada harganya di sisi Allah telah bersikap fanatik, mereka mengaku berpegang teguh dengan Sunnah, lalu mereka memalsu atas nama Nabi saw. hadis-hadis keutamaan untuk Abu Bakar.”[2]

Siapakah mereka itu yang Ibnu Jauzi maksud kalau bukan kaum al Bakriyah?

Ibnu Abil Hadid al Mu’tazili menerangkan, “Dan ketika kaum Al Bakriyah menyaksikan apa yang dilakukan kaum Syi’ah[3], maka mereka memalsu hadis-hadis keutamaan untuk Abu Bakar untuk menghadapi hadis-hadis keutamaan Ali itu… “[4] Setelahnya ia menyebutkan beberapa contoh hadis-hadis palus produk kaum Al Bakriyah itu, dan di antaranya adalah hadis senada dengan hadis nomer sembilan di bawah ini.

 

 


[1] Al Mustadrak,3/77. Dar al Fikr, Thn.1398 H/1978 M.

[2] Al Maudhû’ât,1/303.

[3] Di sini perlu saya katakana bahwa apa yang dilakukan kaum Syi’ah tidak lebih dari berargumen dengan hadis-hadis shahih tentang keutamaan Imam Ali as. yang telah diriwayatkan dan dishahihkan para ulama Ahlusunnah sebagai bukti imamah dan hak kepemimpinan Ali as, baik dengan penujutuk jelas atau secara tersirat. Jadi apa yang salah dari para ulama Syi’ah?! Kaum Syi’ah tidak mengada-ngada atau memalsu hadis-hadis tersebut! Sebab hadis-hadis itu telah diriwayatkan melalui jalur-jalur Sunni dan dishahihkan para ulama berdasarkan syarat-syarat yang diterima!

[4] Syarah Nahjul Balaghah,11/49.

11 Tanggapan

  1. Yang punya BLOG SYIAH???!!!!

    • saya yakin orang macem anda dan si imem ini, suatu saat akan berubah pahamnya slama ini (kalo otak mereka cerdas), yaah rajin2 aja berdiskusi ama para ustadz mantan wahabi-suni,…pasti yakin ente2 semuanya yg udeh keracunan paham ibn taymiyah pade baean otaknye…he..he…he

  2. Yah kirain Ustaz Ibnu Ja’fari akan menunjukkan bukti kepalsuan riwayat2 di atas dengan ilmiyah, ternyata cuma gitu doank.. ga seru ah..

    Di sini perlu saya katakana bahwa apa yang dilakukan kaum Syi’ah tidak lebih dari berargumen dengan hadis-hadis shahih tentang keutamaan Imam Ali as. yang telah diriwayatkan dan dishahihkan para ulama Ahlusunnah sebagai bukti imamah dan hak kepemimpinan Ali as, baik dengan penujutuk jelas atau secara tersirat. Jadi apa yang salah dari para ulama Syi’ah?! Kaum Syi’ah tidak mengada-ngada atau memalsu hadis-hadis tersebut! Sebab hadis-hadis itu telah diriwayatkan melalui jalur-jalur Sunni dan dishahihkan para ulama berdasarkan syarat-syarat yang diterima!

    Perasaan Sunni tidak mengingkari keutamaan Imam Ali, lagian jika anda (kaum syi’ah) merasa berhak untuk berargumen dengan hadits-hadits sunni, maka kaum sunni-pun yang empunya hadits2 tsb berhak juga donk berargumen dg hadits2 yang lain seperti yang anda sebutkan di atas.. iya toh..

    lagian bagaimana anda bisa memastikan bahwa hadits2 di atas adalah termasuk hadits2 palsu bikinan Al-Bakriyah? memang Rasulullah tidak menunjuk khalifah penggantinya dengan dalil yg tersurat tetapi dengan dalil yg tersirat, artinya beliau sudah mengetahui (tentunya dari Allah) bahwa penggantinya adalah si fulan, fulan, fulan dan fulan.. jadi isyarat2 yg beliau sampaikan menunjukkan keridhaan beliau terhadap para khalifah yang akan menggantikan beliau tsb. karena menurut beliau yang menunjuk mereka adalah Allah dan kaum mukminin, sebagaimana dlm suatu hdits beliau mengatakan “Allah dan kaum mukminin tidak akan meridhai kecuali Abu bakar”

    Salam

    Ibnu Jakfari:

    Akhi mungkin akan lebih lurus cara berpikir anda jika anda mau memberbaiki logika dan memahami etika berdialoq…
    Syi’ah berdalil dalam menghadapi kaum Sunni dengan dalil-dalil Sunni! Itu adalah etika sehat berdiskusi! Kalau kemudian Sunni menghadapinya dengan hadis Sunni sendiri dalam menghadapi Syi’ah itu sioh tidak sehat!
    Selain ityu hadis yang anda singung di akhir komentar anda adalah palsu! Dan kalau anda keberatan bahwa yang memalsu hadis-hadis seperti adalah Kaum Bakriyah, lalu siapa menurut hemat kalian,? Apa kaum Syi’ah yang memalsunya? Coba anda perhatikan lagi pernyataan Ibnu Jauzi dan Ibnu Abi al Hadid yang saya sebutkan!
    lagi pula, andai shahih menurut Sunni itu tidak laku di sini! Anda sedang berdiskusi dengn Syi’ah bukan dengan Sunni!
    Saya harap anda mengerti hal itu.

  3. Rupanya imem ama ustad al faruq ini setali tiga reyal rupanya… sama-sama anehynya. ya shohibi bukti kepalsuan hadis itu ada dalam matannya itu sendiri… kan udah diterangin oleh ustad jakfari…..

  4. Biar pembaca imbang silahkan baca juga bantahan posting di atas pada tautan di bawah ini :
    http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=782 dan yang lain di situs http://www.darussalaf.or.id

    Ibnu Jakfari

    Terima kasih atas informasinya.

  5. Syi’ah berdalil dalam menghadapi kaum Sunni dengan dalil-dalil Sunni! Itu adalah etika sehat berdiskusi! Kalau kemudian Sunni menghadapinya dengan hadis Sunni sendiri dalam menghadapi Syi’ah itu sioh tidak sehat!

    Ya sehat donk! logika anda yg ga sehat! jika anda menyerang sunni dengan hadits2 sunni, maka mereka berhak untuk mempertahankannya dengan hadits2 sunni, sedangkan hadits2 sunni yg menurut sangkaan kaum syi’ah adalah tentang pengangkatan Imam Ali sebagai khalifah, tetapi bagi kaum sunni, sebagai empunya hadits2 tsb, tidak-lah memahaminya seperti itu. silahkan anda melihat syarah2 mengenai hadits2 tsb.

    Akhi, anda menginginkan kami memakai hadits syi’ah untuk membantah anda, bagaimana bisa, lha wong kalian sendiri (orang syi’ah) spt Al-Majlisi mendhaifkan hampir sebagian besar kitab2 pegangan utama syi’ah! apatah lagi kaum sunni dlm menilai kitab2 syi’ah!

    Selain ityu hadis yang anda singung di akhir komentar anda adalah palsu! Dan kalau anda keberatan bahwa yang memalsu hadis-hadis seperti adalah Kaum Bakriyah, lalu siapa menurut hemat kalian,?

    Kalo anda (syi’ah) yg mengatakan palsu.. kami ga ambil pusing! pertanyaan saya bagaimana anda bisa memastikan bahwa hadits2 di atas adalah termasuk hadits2 palsu-nya Al-Bakriyah hanya dengan mengandalkan kecurigaan semata, tanpa memakai ilmu dirayah hadits? maka artikel di atas itu tidak ada nilainya sama sekali di mata sunni.

    andai shahih menurut Sunni itu tidak laku di sini! Anda sedang berdiskusi dengn Syi’ah bukan dengan Sunni!
    Saya harap anda mengerti hal itu.

    Maka perkataan anda di atas bahwa hadits2 tsb adalah palsu, tidaklah bernilai sama sekali bagi kaum sunni! ingat anda sedang berdiskusi dengan banyak orang sunni di sini, dan membawa-bawa hadits2 sunni.. saya harap andapun juga mengerti akan hal ini..

    salam

  6. saya hanya pembaca setia forum ini, saya harap masing2 akan menyajikan alasan dan logika berpikir sehat. supaya bisa diikuti jalan pikiran masing2. dan semoga forum ini jauh dari cacian/ merendahkan satu sama lain. hanya dengan jalan ini kebenaran bisa didapat. semoga.

  7. utk mas imem, siapa bilang hadist2 yg dibawakan sdr.ibnu jakfari di atas tdk bernilai bagi orang2 suni ? para pemerhati yg suni atas diskusi ini sy yakin banyak dan saya salah satunya (mantan pham wahabi suni). anda jg berpikir bahwa semua suni akan taqlid seperti anda mas imem, banyak loh yg sdh berubah paham mereka setelah melihat diskusi ini.

  8. hehehe..

    ibnu jakfari..
    hadis riwayat sahabat Anas ibn Malik di bawah ini:
    ????? ??? ??????? ??? ???? ???? ??? ???? ???? ???? ?? ????? ??? ?? ???? ??????? ???? . ???? : ??? ??? ???. ???? ?????? ?????.
    “Suku bani Mushthaliq mengutusku kepada Rasulullah saw. agar aku bertanya kepada beliau kepada siapa kami menyetor harta (hasil bumi) desa Fadak sepeninggal Anda nanti. Maka beliau bersabda, ‘Kepada Abu Bakar.’” (HR Al Hakim dan ia menshahihkannya.)

    wah cuma karena hadit itu terus anda SENDIRI berani menyimpulkan bahwa hadits itu isyarat tentang wasiat rasullah tentang khalifah abu bakar RADHIALLAHU ANHU…

    wah,,,jangan main distorsi ah,ga baik,,,kasihan orang yang awam agama, bisa anda sesatkan..

    tanggung jawab di akherat kalau anda menyesatkan mereka…

    pertama, saya ingin saudara ini menuliskan hadits itu secara lengkap, berikut rujukannya, halaman berapa, kitab apa, juz berapa, BAB APA?

    karena sudah banyak terbukti nih bahwa tulisan saudara ini tidak menampilkan JUDUL BAB PEMBAHASAN,.,,,

    kenapa ya?…pasti ada alasannya deh,,,ingat judul lagi bang jakfari,,,jangan ada dusta di antara kita hehehe…

  9. memang kebenaran itu selalu pahit dan berat untuk dterima disebabkan kebodohan dan kefanatikan yg mendarah daging tanpa mau melihat dengan logika yg sehat dan fakta yg ada.

  10. […] Lima Belas Bukti Palsu Khilafah Abu Bakar (5) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: