Di Mata Ahlusunnah, Ahlulbait as. Adalah Ahli Bid’ah Dan Penyimpang Agama?

Telah banyak usaha serius dilakukan para tokoh kaum Muslimin demi persatuan umat Islam dari berbagai mazhab dan aliran. Namun tidak sedikit pula langkah-langkah jahat yang merusak hasil usaha para pemersatu dan mushlihûn.

Di antara prakarsa jahat untuk memecah belah umat Islam adalah cacci maki, berbagai tuduhan palsu hingga vonis pengafiran yang kerap dilontarkan terhadap Syi’ah (para pengikut setia Ahlulbait as.) oleh sebagian pihak yang tidak bertangggung jawab. Dan di masa kita sekarang ini, ada pihak-pihak bekerja siang malam hanya untuk memecah belah kesatuan dan persatuan umat Islam! Kelompok ini hanya membidikkan mata melototnya kepada hal-hal yang akan menimbulkan perpecahan… mengobral fatwa-fatwa dan stitmen ekstrim sebagain ulama yang kaku atau memelintir hadis-hadis tertentu agar dapat menimbulkan sara sentimen atau memaksakan pemahaman sebuah hadis tidak sebagaimana mestinya untuk dijadikan senjata menyerang!

Itu semua sudah sering kita dengar dan mereka yang sadar tidak akan mudah terpengaruh dengannya!

Akan tetapi yang sangat berbahaya adalah ketika fatwa penyesatan dan vonis sebagai penyimpang dan ahli bid’ah tidak lagi dialamatkan kepada pengikut setia Ahlulbait as…. tetapi kepada Ahhlulbait itu sendiri! Kini Ahlulbait yang disucikan Allah SWT dalam Kitab Suci-Nya telah divonis sebagai Ahli Bid’ah yang telah mengada-ngada aliran sesat dan fikih yang menyimpang dari fikihnyan kaum Muslimin!

Jika kejahatan mereka sudah sampai sedikian beraninya, maka apa yang hendak kita katakana? Di mata ulama Ahlusunnah wal Jama’ah para imam suci Ahlulbait dan tokoh-tokoh terkemuka keturunan Nabi Muhammad saw. telah divonis sebagai sesat, ahli bid’ah!

Mungkin Anda menuduh saya telah menimbulkan perpecahan dengan mengatakan demikian?

Atau bahkan mungkin Anda menuduh saya mengada-ngada kepalsuan untuk memojokkan Ahlusunnah?

Tetapi coba perhatikan apa yang difitnahkan Ibnu Khaldun –sejarawan dan filsuf kebangggan Ahlusunnah- dalam kitab Mukaddimah-nya! Ia telah dengan tanpa tanggung jawab menuduh Ahlulbait as. sebagai Kaum Penyimpang sama dengan kaum Khawarij dan kelompok sesata lainnya! Sekali lagi yang ia vonis adalah Ahlulbait! Bukan penyikut Ahlulbait! Bukan Syi’ah Ahlulbait!!

Di sini saya tidak ingin menjelaskan kembali masalah yang sudah sangat jelas siapakah Ahlulbait itu? Ali, Fatimah, Hasan, Husain, Ali Zainal Abidin, Muhammad al Baqir, Musa, Al Kadzim, Zaid ibn Ali Zainal Abidin, Ali ibn Ja’far, Ali ibn Musa ar Ridha adalah nama-nama harum dan cemerlang bani Hasyim, dzurriyah Nabi Muhammad saw.

Jadi jelas bahwa merekalah yang sedang divonis sebagai Ahli Bi’dah dan menyimpang dari agama!!

Siapakah yang menuduh demikian Ahlusunnah wal Jamâ’ah!!

Perhatikan vonis sesat Ibnu Khaldun di bawah ini:

Ibnu Khaldun berkata dalam pasal yang ia tulis khusus tentang ilmu fikih:

و شذَّ أهلُ البيتِ بمذاهبَ ابتَدعُوها و فِقْهٍ انفرَدُوا به، و بنوه على مذاهبهم في تناوُلِ بعض الصحابة بالقدح و على قولهم بعصمة الأئمة و رفع الخلاف عن أقوالهم، و هي كلها أصولٌ واهيةٌ.

“Dan Ahlulbait telah menyimpang dengan mengada-ngada mazhab dan fikih yang mereka menyendiri dengannya. Mereka membangun mazhab mereka di atas caci maki terhadap sebagian sahabat, pendapat mereka bahwa imam harsu makshum dan tidak mungkin berselisih. Dan semua ini adalah dasar-dasar yang lemah.”

Ia juga melanjutkan:

و شذَّ بِمثل ذلك الْخوارج ….

“Dan menyimpang seperti itu juga kaum Khawarij. Jumhur ulama tidak menghiraukan mazhab-mazhab mereka. Bahkan mereka (jumhur) mengingkari dan mengecamnya seraca tegas. Kami tidak tau sedikitpun dari mazhab-mazhab mereka dan kami tidak meriwayatkan kitab-kitab mereka dan tidak ditemukan sebutan apapun dari mazhab-mazhab mereka melainakn anya di tempat-tempat tinggal mereka dan demikian juga dengan kitab-kitab Syi’ah, ia hanya ada di negeri-negeri merreka…. “

Ibnu Jakfari:

Di sini Ibnu Khaldun menvonis bahwa Ahlulbait adalah kaum penyimpang yang mengada-ngada mazhab yang menyimpang dari mazhab kaum Muslimin (jumhur)!! Dan yang berada di atas Sunnah adalah Ibnu Khaludn dan Jama’ahnya!!

Tidak heran saranya jika ada seorang Muslim yang akan hilang kesabarannya, ia bangkit dan duduk bahkan ttidak heran jika ada seorang Muslim yang cemburu terhadap kesucian agamanya akan mati karena menyesal dan maratapi nasib Islam dan penganutnya! Tidak heran itu semua jika kegilaan sebagain umat sudah mencapai sedemikian parahnya!

Apakah Ibnu Khaldun mengatakan bahwa Ahlulbait adalah kaum penyimpang? Ahli Bid’ah? Sementara mereka itu telah Allah sucikan berdasarkan nash Al Qur’an?

Bukankah Alllah memerintah umat Islam agar mencintai mereka?

Bukankah Ahlulbait itu bahtera keselamatan umat?

Jika Ahlubait Nabi dikatakan sebagai Kaum Penyimpang oleh Ibnu Khaldun, lalu siapakah yang ia yakini sebagai pemelihara kemurnian agama Rasulullah? Bani Uamayyah? Mu’awiyah? Yazid? Bagi Anda yang rajin membaca pembelaan Ibnu Khaldun kepada keluarga besar Bani Umayyah pasti Anda tidak akan heran jika Ibnu Khaldun begitu benari memvonis Ahluliabt sebagai Ahli Bid’ah dan kaum Penyimpung!

Mungkin Anda bertanya, bukankah yang menvonis itu hanya Ibnu Khaldun seorang, sementara tokoh-tokoh Ahlusunnah lainnya tidsak sependapat dengannya, lalu mengapakah Anda membebenkan dosa itu kepada Ahlusunnah?

Apa yang Anda pertanyakan itu benar! Hanya Ibnu Khaldun dan segelintir ulama Ahlusunnah saja yang memandang Ahlulbait seperti itu! Akan tetapi coba Anda perhatikan sejak stitmen sesat Ibnu Khaldun itu diluncirkan, tidak pernah seorang pun dari ulama Ahlusunnah yang membantahnya! Itu dapat menimbulkan spikulasi bahwa mereka jangan-jangan setuju dengan vonis sesat menyesatkan Ibnu Khaldun!

Kedua, musuh-musuh Syi’ah Ahlulbait as. sering menggunakan bahasa dan logika yang sama! Mereka membebankan penyimpangan seorang ulama Syi’ah kepada Syi’ah secara keseluruhan! Membebankannya kepada Mazhab!

Jadi, salahkan jika saya berbicara kepada kaum Nawashib Modern dengan bahasa dan logika mereka!

Apa yang saya katakana tidak saya tujukan kepada saudara-saudara kami Ahlusunnah yang kami kenal sebagai mencintai dan menghormati Ahlulbait as. dan dzurriyah Nabi Muhammadd saw.. sebab di kalangan Ahlusunnah sendiri terdapat dua kelompok;

A)    Kelompok Muhibbîn yang mencintai dan menghormati Ahlulbait Nabi saw.

B)     Kelompok Nawashib atau yang yang terpengaruh dengan ide-ide kaum Nawashib.

Ciri kelompok kedua ini adalah menampakkan kebencian kepada keluarga Nabi; Ahlulbait dengan beragam bentuk, mulai mendustakan hadis-hadis shshih keutamaan Ahlulbait as., membela musuh-musuh Ahlulbait as., khususnya Bani Umayyyah, hingga menghujat melecehkan Imam Ali, Siti Fatimah, Imam Hasan, Imam Husain dan tokoh-tokoh Ahlulbait as. lainnya.

Di antara mereka yang dicurigai bahkan dibuktikan ulama Sunni sendiri sebagai pembenci Imam Ali Ahlulbait as. adalah Ibnu Khaldun, Ibnu Tamiyah, adz Dzahabi, Ibnu Al Arabi penulis kkitab al ‘Awâshim Min al Qawâshim dkk.

Ibnu Khaludnlah yang mengtatakan bahwa Imam Husain –cucu tercinta Nabi saw.- itu memang pantas dibunuh oleh Yazid sebab ia memberontak melawan Khalifah yang sah, Amirul Mukminin Yazid putra Mu’awiyah![1] Yang karenanya Imam Abul Hasan al Haitsami mencaci maki dan melaknati Ibnu Khaldun.[2] Dan setipa pemberontah hukumnya harus ditumpas dan darahnya halal untuk dicucurkan. Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh Ibnu Al Arabi.

Semoga kita diselamatkan dari keseatan dan kemunafikan dan diberkahi keimanan kita dengan mencintai kekasih-kekasih Allah dan membenci musuh-musuh-Nya.


[1] Baca al Badru ath Thâli’; asy Syaukani,1/339, menukil dari Ibnu Hajar.

[2] Ibid. Yang pasti bahwa Abul Hasan al Haitsami tidak mungkin semberono dalam sikapnya itu, ia pasti telah mengetahui dengan pasti keasesatan sikap Ibnu Khaldun ketika mengatakan bahwa Imam Husain dibunuh oleh syari’at kakaknya sendiri. Maksudnya berdasarkan syari’at Rasulullayh saw. setiap yang memberontak dan keluar dari keta’atan Khalifah yang saha maka ia harus dibunuh dan jika mati maka ia mati Jahiliyah!. Sebab Al Haitsami hidup sezaman dengan Ibnu Khaldun, ia wafat satu tahun sebelum kematian Ibnu Khaldun. Al Hatsmai wafat tahun 807 H. sementara Ibnu Khaldun mati tahun 808 H sementara yang menerima pernyataan sikap Al Haitsami adalah Ibnu Hajar al Asqallani – salah seorang murid Ibnu Khaldun sendiri-. Sikap dan stitmen sesat Ibnu Khaldun itu sebagai dikatakan Ibnu Hajar termuat dalam salah satu naskah kitab tarikh Ibnu Khaldun kendati pada naskah yang beredar sekarang tidak ditemukan lagi! Mungkin setelah mendapat juhatan para ulama dan agar tidak kentara kenashibiannya ia meralatnya! Dan apa yang saya sebutkan di sini membuktikan kebenaran apa yang saya katakkan bahwa di tubuh Ahlusunnah terdapat dua aliran atau kelompok!

12 Tanggapan

  1. sejatinya Rosul saw telah mengisyaratkan kepada ummatNya bahwa yg paling ditakuti adalah ulama su’ tg menyesatkan ummat. dan ini terbukti . semoga blog ini terus memberi pencerahan kpd ummat.

  2. Saya kok yakin bahwa Sunni masih banyak yang muhibbin… kepada ahlulbait… Ibnu Khaldun dkk yang nashibi memaang tidak boleh dianggap sunni sejati.. ia sunni ala Umayyah!

  3. Sholawat..Allahummasholli ‘ala muhammad wa aali muhammad….3x cerahkan umat yg terbodohi ini ya Allah……jadikan bangsa ini golongan umat yg dimuliakan dan bermartabat melalui ahlulbayt as…..bukan selainnya….

  4. ini aga sedikit berlebihan, ana fikir yang antum kutip dari ibnu khaldun itu tidak berarti kepada Ahlul Bayt a.s yang suci.
    Memang kita tidak menyukai Ibnu Khaldun tapi Jangan dilebih-lebihkan pada penafsiran dan pemahaman yang tidak terarah !!!!
    nanti malah kita akan terlihat asal seruduk

    ______________________
    Ibnu Jakfari:

    Akhi, kalau penafsiran saya dinilai atau dikhawatirkan berlebihan, lalu apa kira-kira yang tepat tafsirannya? Kata Ahlulbait yang disebutkan Ibnu Khaldun sudah jelas! tokoh-tokoh Ahlulbait yang “membangun mazhab” juga jelas! Imam Ja’far! Zaid ibn Ali Zainal Abidin! Kalau bukan mereka yang dimaksud kira-kira siapa?

    • Imam Ja’far berkata kepada temannya, ‘Wahai Muhammad, kumpulilah budakku ini sesuka hatimu. Jika engkau sudah tidak suka kembalikan lagi kepadaku” (Al-Istibshar III, hlm. 136 oleh Abu Ja’far Muhammad Hasan ath-Thusi).
      APA BETUL REDAKSINYA SESUAI TERTULIS DI KITABNYA APA HADIST PALSU.. MOHON PENCERAHANNYA UST

      ______________
      Ibnu Jakfari

      Akhi Qamarudin, Anda telah menyampaikan permasalahan yang terkait dengan fikih. Hadis di atas termuat dalam kitab al Istibshar karya Syeikh ath Thusi dalam Kitabun Nikah, bab (1) tentang dibolehkannya seorang menghalalkan budak perempuannya untuk saudaranya sebagai hadis no.4 (dan dari urutan total kitab ia hadis no3554).
      Memang terdapat kesalahan dalam terjemahannya, entah disengaja atau tidak!

      Ini teks aslinya:

      يا محمد! خذهذه الجاريية تخدمك و تصيب منها, فإذا خرجتَ فارددها إلينا

      “Hai Muhammad, Ambillah budak wanita ini agar ia membantumu (melayanimu) dan engkau dapat (boleh) menyentuhnya (menggaulinya), jika engkau pergi (keluar kota/pulang ke kota asalmu) engkau dapat mengembaikannya kepada kami.”

      Tidak ada kata-kata:Jika engkau sudah tidak suka tidak juga kata-kata:sesuka hatimu.

      Dan Ath Thusi juga menerangkan bahwa tidak apa-apa hukumnya (tidak haram) menghalalkan budak perempuannya untuk saudara/temannya, sebab seorang budak adalah milik tuannya, ia dapat lakukan apa yang ia maukan! Bukankah Islam membolehkan seorang tuan (pemilik budak) untuk mengauli budak tersebut tanpa akad nikah dengan ijab dan qabul?!

      Memang hukum ini dianggap ganjil oleh mereka yang tidak memahaminya, tetapi dalam fikih Ahlulbait as. adaalah halal meskipun kata ath Thusi (dan juga para fukaha lainnya) hukumnya makruh.

      Dan ini bukan satu-satunya hukum Allah yang ditolak/dianggap ganjil oleh ulama Sunni… hukum nikah mut’ah pun mereka anggap ganjil dan tidak etis atau anggapan-anggapan tidak berdasar lainnya!
      Allah A’lam.

  5. Ya ampuun….ternyata ibnu khaldun seorang bajingan tengik…..

  6. Terimakasih ya Allah atas jalan kecintaan kepada ahlulbait yg Engkau tunjukkan pd hambaMu ini

  7. @julian;
    jakfary juga bajingan tengik…!!!
    dia sukanya mencari-cari ketergelinciran ulama2 ahlussunnah untuk menjelek-jelekkan kaum sunni.
    (saya juga gak tau ibnu khaldun itu ahlussunnah atau bukan), tapi jakfary main pukul rata menuduh ibnu taimiyah, dll dengan pembenci ahlul bait, pembenci syiah rafidah betul.

    aya2 ae..

    _________________
    Ibnu Jakfari Yaqul:

    Ibnu Khaldun tidak diragukan lagi kesunniannya…. Syukur Anda mau mengaku ada ulama Sunni yang tergelincir. Semestinya kalian yang meralat dan mengkritisinya duluan… Biar kelihatan obyektif dan jujur.

  8. pendapat, bukti, dll bersifat insani tidak bersifat Illahiyah ataupun nubuwah…so dalam pandangan saya yang bodoh sebodohnya manusia di muka bumi ini……mungkin yang disebut fanatik terhadap golongannya dan digolongkan dalam orang-orang yang menyekutukan Allah SWT dalam Ar-Rum itu …mmmm kaya gitu ya ….mereka yang perangkapkan diri dalam raga insani yang didalamnya hanya ada akal…dan mereka lupa adanya kekuasaan di atas akal itu sendiri….hey ontohod semua….mau kalian itu golongan apa…kalian itu pernah ga sekali aja berdoa sungguh2 agar dinampakkan kebenaran yang tak bisa disangkal walau turun secara non logis…pernah ga berdoa untuk bertemu yang tercinta Rasulullah dalam mimpi dimana rupa beliau tidak bisa diserupai oleh makhluk apapun…berani ga seh berdoa seperti itu..contoh dunk Rasulullah SAW, Nabi Musa AS, Nabi Ibrahim AS, semuanya juga minta turunnya suatu yang haq.BEBASKAN DIRI ANDA DARI SEGALA PERANGKAP LOGIKA…berfikir tuh hanya jalan mencari kebenaran tentang adanya Tuhan..Allah menurunkan yang nampak dan yang nampak itu menakjubkan tak bisa dicapai dengan akal (contoh bagaimana Allah menciptakan manusia dengan sempurna) supaya kita berpikir tentang beriman kepada hal-hal yang gaib. apakah ungkapan sejarah dan riwayat hadis itu bisa terlihat sebagai suatu yang menakjubkan…jika sahih ya…benar2 menakjubkan….bagaimana membuktikannya…metode pembuktiannya juga dari manusia…kita ntuh hanya disuruh untuk berserah diri ketika ada perbedaan…karena Allah walaupun menyuruh kita untuk menaatiNya, rasulNya, Allah itu Maha Tahu akan keterbatasan manusia…kesimpulannya Allah itu suruh Anda semua diam seribu bahasa ketika ada perbedaan….dan teruslah belajar …teruslah cari diriNya…karena Allah akan selalu dekat dengan orang mukmin yang mencariNya. selama ini Islam pecah belah itu karena kaya gitu…tenaga pikirannya habis buat mempertahankan pendapatnya yang tidak ada apa-apanya dibandingkan kebenaran yang haq dan sibuk menyalahkan pendapat orang lain dimana iblis dan syaitan sedang berpesta pora atas terpenuhi segala nazarnya. aku cintai Allah, Rasulullah, para ahlul bait, para ummul mukminin, para sahabat, para Ulama Salaf, …karena disuruh asalnya…kemudian jadi bener-bener mencintai…dah gitu aja…tinggal gue sekarang ini lagi berusaha keras mendapat hidayahNya akan suatu haq…karena janji Allah selalu dekat dengan orang-orang yang mencari diriNya…Insya Allah aku beritakan semua ini agar orang bisa melihat sisi-sisi kebodohanku dan juga sisi kebenaranku.

  9. hihi……maafkan segala perkataanku semua saudara2ku…aku geli sama diriku sebenarnya..aku ini ngakunya hamba Allah..tapi kelakuanku aduh……memalukan..tapi gini untuk orang-orang sepertiku (yang sepertinya banyak):
    1. mudah2an tidak menjadi suatu golongan yang tergolong memecah belah agama..karena artinya menyekutukan Allah..ih tatut
    2. susah mencari kebenaran yang haq karena segala pertentangan yang karena pemahaman
    3. berharap semua ikhwanul muslimin senantiasa berdoa akan diturunkannya kebenaran yang tak terbantahkan …bukan artinyanya aku itu meragukan AlQuran..tapi tafsir manusia-manusia yang terlihat indah sehingga aku silau untuk mempelajari firman Allah yang demi Allah aku imani.
    4. Aku yakin jika semua membersihkan diri dari segala kemaksiatan dan mengamalkan semua yang diperintahkanNya…semua akan mendapatkan kebenaran yang sama (hanya satu golongan yang selamat…yah mudah2an yang gitu tuh..senantiasa tidak merasa benar atas pemahamannya dan senantiasa beriman bahwa kebenaran mutlak hanya dari Allah SWT.
    5. klaim manusia atas golongan yang selamat atas dasar ndasnya masing-masing sedangkan klaim Allah itu jelas haq..coba aku tanya sekali lg aja sebelum pada bersumpah bahwa dirinya berada dalam golongan yang selamat…..sudahkan anda semua berdo’a atas keselamatan anda dengan melepaskan semua pemahaman anda selama ini semua?

  10. hihi buat aku seh ga sulit berdoa seperti itu karena aku lepaskan semua pemahamanku sampai saat ini dan bahkan semua tulisan yang kubuat ini tidak aku imani seratus persen…karena itu dari pemahaman diriku…orang ga konsisten ya aku ini…tapi aku berharap pada Allah agar aku bukan termasuk orang2 fasik pa lagi munafik ataupun musyrik. aduh Ya Allah aku malu atas dosa-dosaku selama ini..tapi aku ingin selamat…maka walaupun kata sebagian ulama aku sulit meminta hidayah karena dosa-dosa ini…aku tetap ngotot meminta kebenaran-kebenaranmu. Ya Allah jadikanlah Al Quran adalah Hujjah sehingga tergerak semua gigi gerahamku untuk menggigit saking ku beratnya mempertahankan hujjah itu. Ya Allah….karena kebodohanku aku menjadi bingung untuk menaati ulil amri diantara kami…lepaskanlah kebingungan ini sehingga aku selamat di dunia maupun akhirat. Amin

  11. oh ya belum puas neh …mungkin karena nafsuku yang jelek….tadi saya baca judulnya aja tentang bukti-=bukti palsu Abu Bakar bla..bla gitu….saya mah bener-bener sedih klo itu jadi fitnah…sebab dalam sejarah manusia…ternyata bukti itu kemudian dibantahkan lagi dikemudian hari kemudian dibantahkan lagi…nah. jaman sekarang aja sebenernya kita tidak boleh percaya Kris Dayanti itu selingkuh…karena itu jadi gibah dan trus jadi fitnah…walaupun mungkin jadi benar. itu jaman sekarang…nah jaman dulu itu tuh ga kelihatan…jadi bantah2an sekarang tentang masa lampau harus disertai keberserahan kita pada Allah SWT, selama tidak termaktub dalam kitab AlQuran. pokoe yang ga jadi gibah itu berita dari AlQuran…misalnya tentang Abu Lahab, Firaun..itu mah dah jelas dah. kita omongin juga ga jadi gibah atau fitnah. artinya berita tentang Abu Bakar itu hanya Allah SWT yang tahu nah kalo ingin jelasnya barangkali ada keterangannya di AlQuran…yuk cari secara benar ayat-ayat muhkamat yang secara verbal jadi keterangan yang pasti…mernerangkan nama, tempat dan kejadiannya. Saya tanya orang sunni…orang syiah itu banyak bid’ah dan mengimamkan orang2 yang salah…takutnya itu jadi fitnah…demikianpula saya tanya orang syiah tentang 3 khalifah sebelum imam Ali…eh dinafikkan kepemimpinnanya…takut juga saya jadi fitnah. saya juga tanya tentang golongan syiah Zaidiah yang akuin 3 khalifah..kata orang syiah yang lain (ini mah pengalaman bertanya yang nyata)…katanya itumah kaum buatan yahudi….belum soal gadhir kum, soal ahlul bait itu yang mana. kata orang suni ahlul bait yang ada di al Ahzab 33 itu imam Ali, Fatimah, Hassan, dan Husain. kata orang sunni istri-istri nabi….karena ada dhomir (gitu ya kalo ga salah) kunna dan kum yang diperdebatkan. aduh saya cintai semua yang dimaksud lah…soalnya istri-istri :6)kanjeng rasulullah juga ibunda kaum mukmin (al Ahzab ..imam Ali dan keluarganya juga ahlul bait yang harus kita cintai…takut dosa kalo ga. Ada yang berani tidak mencintai salah satunya? sok lah terangin saya yang bodoh ini. trus katanya ada 12 khalifah setelah rasulullah semua dari bangsa Quraisy , HR bukhari-muslim (ntar saya cek dulu 12 imam atau khalifah, terus bedanya apa imam dan khalifah). trus dipotong2 lagi hadits Bukhari-muslim yang nerangin siapa ahlul bait setelah Rasulullah meninggalkan 2 hal yang berat (AlQuran dan keluarganya), yaitu soal ahlul baitnya pada saat saya nanya sama orang syiah (ada deh siapanya, takut gibah), eh tapi terus teman saya yang syiah itu juga mau mempelajari lagi siapa ahlul bait itu…dan teman saya yang sunni juga mau mempelajari tentang imam Ali dan semua ahlul baitnya….hehe indah menurut saya mudah-mudahan kegiatan ini yang diridhai Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: