Lima Belas Bukti Palsu Khilafah Abu Bakar (6)

Di antara riwayat-riwayat yang tak henti-hentinya dibanggakan sebagian penentang konsep Imamah Ali ibn Abi Thalib as. seperti Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb; pendiri Sekte Wahhâbiyah dkk. Yang mengatakan bahwa Nabi saw. menuliskan wasiat penunjukan atas Abu Bakar, sebab beliau saw. khawatir akan ada orang yang menginginkan jabatan itu. Kerena Allah dan Rasul-Nya serta kaum Mukmin hanya menghendaki Abu Bakar bukan selainnya! Tidak Ali as. atau selainnya! Yang kemudian mereka simpulkan bahwa sesiapa yang enggan mengakui Khilafah Abu Bakar ash Shihddîq berarti ia benar-benar telah keluar dari keimanan alias kafir, munafik atau terserah Anda menyebutnya!

Riwayat itu adalah sebagai berikut:

وعن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم في مرضه الذي مات فيه ادعي لي أباك وأخاك حتى أكتب كتاباً فإني أخاف أن يتمنى متمن ويقول قائل : أنا أولى ، ويأبى الله   و المؤمنون إلا أبابكر. رواه مسلم وأحمد. 

“Dari Aisyah ra. ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda di sa’at sakit yang  mengantarkan kepada kamatiannya, ‘Panggilkan ayahmu dan saudaramu untukku agar aku menulis sepucuk surat, karena aku khawatir ada seorang yang menginginkan dan berkata, ‘Aku lebih berhak atas Khilafah.’ Semantara Allah dan oraang-orang yang beriman tidak memaukan kecuali Abu Bakar.” (HR Muslim dan Ahmad.)

Setelah membawakan riwayat di atas, Ibnu Abdil Wahhâb an Najdi (pendiri sekte Wahhabiyah) menyimpulkan:

وهذا الحديث يُخرج من يأبى خلافة الصديق عن المؤمنين .

“Dan hadis ini mengeluarkan siapa saja yang menolak Khilafah Abu Bakar ash Shiddîq dari kelompok kaum Mukminin!”

 

Ibnu Jakfari:

Demikianlah mereka hendak menyimpukan sebuah kesimpulan serius yang menvonis kafir dan keluar dari lingkaran kaum Mukminin sesiapa yang enggan atau menolak menerima kekhalifahan Abu Bakar –putra Abu Quhafah-!!

Sementara hadis itu penuh masalah!

Pertama yang perlu kita ketahui adalah:

A)     Hadis itu telah menvonis kafir/keluar dari keimanan sesiapa yang enggan menerima kekhalifahan Abu Bakar, persis seperti yang disimpulkan Syeikh –dan itulah memang yang menjadi tujuan utama pembuatnya-… Dan itu artinya ia telah menvonis banyak pembesar sahabat Nabi saw. yang akhyâr/baik lagi istiqamah dari kalangan as Sâbiqînal awwâlîn, baik kaum Anshar maupun Muhajirin dari lingkaran keimanan… utamanya Ali ibn Abi Thalib –Khalifah keempat kaum Muslimin-, paling utamanya umat setelah ketiga Khalifah (menurut Ahlusunnah)-. Sebagaimana telah ditegaskan Siti Aisyah akan keengganan beliau menerima kekhilafahan Abu Bakar, seperti telah lewat saya buktikan! Sebagaimana juga hadis itu menvonis keluar dari lingkaran keimanan seluruh Bani Hasyim, seperti ditegaskan az Zuhri bahwa tidak seorang pun dari Bani Hasyim memberikan baiat dan mengakui Abu Bakar selama enam bulan![1] Seperti juga para pengikut setia Imam Ali as., seperti Ammar ibn Yasir, Zubair ibn Awwam, Miqdad ibn Aswad, dkk.

B)     Kalaupun mereka kemudian setelah bertahan enam bulan menentang kekhalifahan Abu Bakar memberikan baiat untuknya, maka di sini perlu disadari bahwa, (1) Apa nasib dan status Imam Ali dan mereka yang menentang kekhalifahan Abu Bakar selama enam bulan penentangan itu? Apakah kita menetapkan status kafir untuk mereka!? Lalu kapan mereka itu kembali memeluk Islam dan masuk ke dalam lingkaran keimanan? Dan apakah harus dengan mengucapkan syahadatain/dua kalimat syahadat plus dengan tambahan wa asyhadu anna Aba Bakr Khalifatu Rasulillah/dan aku bersaksi bahwa Abu Bakar adalah Khalifah Rasulullah! (2) Sa’ad ibn Ubadah tetap pada pendiriannya menolak kekhalifahan Abu Bakar! Seperti juga putri kesayangan dan belahan jiwa Rasulullah saw.; Fatimah az Zahra as., apakah kaum Wahhâbi akan tegas dalam menvonis mereka kafir?!

C)    Sejak kapan dan atas dasar apa keimanan kepada kekhalifahan Abu Bakar sebagai ushûluddîn dan sekaligus penentu keimanan? Bukankah menurut pandangan Teologi Sunni keimamahan adalah bagian dari furû’uddîn!? Mengapakah sedemikan kacaunya doqma-doqma kaum Nawâshib/para pembenci Ali dan Ahlulbait Nabi saw.?! mengapakah ketika berbohong atas nama Rasulullah saw. mereka tidak menggunakan sedikit kecerdasan mereka? Coba Anda perhatikan ayat-ayat Al Qur’an yang menetapkan criteria iman dan kafir, tidak sedikitpun menyinggung bahwa keimanan seorang bergantung kepada menerima atau menolak Khilafah Abu Bakar dan atau Umar! Perhatikan hadis-hadis tentang batasan-batasan iman dan kufur dalam Shahih Bukhari dan Muslim serta kitab-kitab Shihâh lainnya, adakah menerima atau menolak kekhalifahan Abu Bakar menjadi penentu, atau bahkan sedikit memberikan pengaruh atas keimanan dan kekafiran? Semua itu tidak akan pernah Anda temukan! Lalu mengapakan mereka membuat-buat kepalsuan atas nama agama? Kaburat kalimatan takhruju min afwâhihim!

D)    Riwayat seperti di atas tidak lain hanya sekedar upaya konyol sebagian kaum pemalsu untuk menandingi hadis-hadis shahih yang telah diriwayatkan para ulama Ahlusunnah, utamanya Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya, yang menegaskan bahwa Nabi saw. di detik-detik terakhir kehidupan beliau hendak menuliskan sebuah wasiat keselamatan terakhir untuk umat manusia, namun sebagian sehabat Nabi saw. yang sedang menjenguk beliau mengacaukan niatan itu dan menentangnya, sehingga beliau pun mengusir meraka! Di bawah ini akan saya sebutkan beberapa riwayat hadis Bukhari tersebut. 

  • Hadis pertama:

Dari ibnu Abbas ra., ia berkata: Ketika sakit Nabi saw. kian parah, beliau bersabda, “Berikan kepadaku selembar kertas, akan aku tuliskan untuk kalian sebuah wasiat yang kalian tidak akan tersesat setelahnya.” Umar berkata, “Sesungghuhnya Nabi saw. telah dikuasai oleh sakitnya, dan kita sudah memiliki Kitab Allah, cukup bagi kita Kitab Allah”. Lalu para pengunjung berselisih dan terjadilah keributanpun, kemudian Nabi saw. bersabda, “Menyingkirlah kalian dariku! Tidak sepantasnya terjadi perselisihan (keributan) di hadapanku.”

Maka Ibnu Abbas keluar dan berkata, “Sesungguhnya bencana yang sebenar banar arti bencana ialah dihalanginya Rasulullah saw. dari penulisan wasiat beliau.”[2]

Riwayat kedua :

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata, “Ketika Rasulullah saw. terbaring sakit yang membawa wafat beliau dan ketika itu di dalam rumah ada banyak orang (pengunjung), di antara mereka ada Umar bin Khaththab, Nabi saw. bersabda, “Berikan kepadaku (selembar kertas), aku akan tuliskan untuk kalian sebuah wasiat yang dengannya kalian tidak akan tersesat.” Lalu Umar berkata, “Sesungguhnya ia telah dikuasai oleh sakitnya itu, dan kalian telah memliki Al Qur’an, cukup bagi kita Kitab Allah“. Maka berselisih dan ributlah penghuni rumah, di antara mereka ada yang berkata, ‘Berikan pada Rasulullah kertas itu agar beliau menulis wasiat yang dengannya kalian tidak akan tersesat selamanya.’ Dan di antara mereka ada yang berkata seperti ucapan Umar. Maka ketika berselisih dan banyak berbuat keributan serta perselisihan di hadapan Nabi saw., beliau bersabda, “Menyingkirlah kalian!!”

Ubaidullah berkata, “Ibnu Abbas berkata, “Bencana yang sebenar- benar bencana adalah dihalanginya Rasulullah saw. dari penulisan wasiat untuk mereka dikarenakan keributan dan perselisihan mereka.”[3]             

Riwayat ketiga :

Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata, “Hari kamis! Tahukah kamu apa hari kamis itu?! Kemudian ia menangis sampai janggutnya terbasahi oleh derasnya cucuran air mata, lalu ia melanjutkan, ‘Sakit Rasulullah saw.makin keras, lalu beliau bersabda, Bawakan kepadaku selembar kertas, aku akan tuliskan surat wasiat, setelahnya kalian tidak akan tersesat selamanya!’

Lalu mereka berselisih dan membuat keributan– dan tidaklah pantas di hadapan Nabi saw. ada keributan-, mereka berkata, ‘Rasulullah saw. telah melantur.’ Maka Nabi saw. bersabda, “Tinggalkan aku , apa yang aku alami lebih baik dari apa yang kalian mengajakku kepadanya.”[4]

Umar ibn Al Khaththab Mengakui Kebenaran!

Apa yang kami katakan bahwa Nabi saw. telah berniat mempertegas pengangkatan Imam Ali as. di Ghadir Khum dengan surat wasiat tertulis di akhir hayat beliau telah diakui mkebenarannya oleh Umar ibn al Kthaththab sendiri. Karenanya ia dan rekan-relannya berusaha menghalangi penulisan itu dengan alasan bahwa sudah cukup Kitab Allah ada di tengah-tengah umat Islam! Dan kemudian dikatakan oleh para pendukungnya bahwa niatan Umar itu sebenarnya baik, yaitu karena kasihan kepada Nabi saw. agar beliau tidak usah repot-repot.

Perhatikan pengakuan Umar dalam dialoq dengan Ibnu Abbas di bawah ini:

Umar: Hai Abdullah jawablah dengan jujur, apakah Ali masih menyimpan di hatinya anggapan bahwa ia lebih berhak dalam jabatan khilafah ini?

Ibnu Abbas: Ya, benar.

Umar: Apakah ia mengklaim bahwa Rasulullah telah menunjuknya sebagai Khalifah?

Ibnu Abbas: Ya, benar, bahkan aku tanyakan tentang penunjukan itu kepada ayahku dan ia pun membenarkan.

Umar: Aku tahu, bahwa ia memiliki kedudukan yang istimewa di sisi Rasulullah, dan ketika  beliau di hari–hari akhir ingin menunjuknya dengan nama terang, maka aku halangi beliau.[5]

Maka dengan demikian riwayat adanya niatan penulisan surat pengangkatan Abu Bakar adalah sekedar sebuah kepalsuan belaka yang dibuat-buat oleh kaum Al Bakriyah demi membela keabsahan khilafah Abu Bakar, sementara ia sendiri tidak butuh pembelaan itu!

****

Dan yang tidak kalah palsunya dari riwayat palsu di atas adalah dongen riwayat yang akan kami paparkan dalam tulisan akan datang. Nantikan!

 


[1] Lebih lanjut baca Târikh ath Thabari,3/208 dan al Kamil fi at Târikh,2/321.

[2] Shahih Bukhari, Kitabul Ilmi, bab Kitabatul ilmi, 1\38-39.

[3] Shahih Bukhari, Kitabuth Thib, bab Qaulul Maridh Qûmû!, 7\155-156, Shahih Muslim pada akhir Kitabul Washiyah, Musnad Ahmad, 4\356 hadis ke: 2992.

[4] Shahih Bukhari, Kitab Fadhlul Jihad, bab Hal Yusytasyfa’u Ila Ahlidz Dzimmah,4\84-85.

[5] An Nidhâm As Siyâsi: 142 menukil dari Syarah Nahjul Balaghah; Ibnu Abil Hadid, 3\105.

58 Tanggapan

  1. antum syiah rafidhah ya

    • @ishaq
      antum salafi nashibi almunharif, ya?!

    • tampaknya antum syi’ah ummawiyah…. asyik nih, muncul lagi …

    • bukti-bukti sudah jelas mas… mau sampai kapan lagi menafikkan, data yang dipaparkan disana dari sumber sunni semua yang “katanya” tidak bisa diganggu gugat lagi.

      Sudah terbukti bahwa Umar ibn khattab memang tidak menyukai Imam ‘Ali AS

  2. akhuna isahaq kayaknya kebingungan jadi cuma bisa ngomel… kasian dheh lho

  3. Tulisan yg bagus!

    Hadits penunjukan Abubakar di atas jg secara logika menyedihkan, karena;

    (1) Mustahil penyerahan wewenang kepemimpinan dari Rasul saw hanya disaksikan oleh 1 orang, itu pun Siti ‘Aisyah anak Abubakar yang kita tau juga memusuhi Imam Ali. Seyogjanya ialah seperti hadits Tsaqalain di Ghadir Khum yang disaksikan hampir semua umat saat itu dan permintaan Rasul saw ketika beliau sakit seperti yg diriwayatkan di atas.

    (2) Jika hadits di Ghadir Khum sdh diakui kemutawatiran serta kevalidannya, maka hadits penunjukkan Abubakar, yg persaksiannya bermasalah, menjadi konyol bukan?

    (3) Jika Abubakar memegang amanat dan surat dari Nabi saw atas penunjukan dirinya, maka dipastikan tdk ada penentangan dan perselisihan di Bani Tsaqifah saat pengangkatan dirinya oleh Umar dan sahabat lain. Terutama tdk akan ada “penundaan baiat” oleh Imam Ali dan keluarga Bani Hasyim yg lain.

    Hadits ini jelas seperti yg disebutkan penulis adalah untuk menyaingi hadits Tsaqalain dan keutamaan Imam Ali as.

    Menurut sy sih yang membuat hadits palsu ini malu-maluin dan anak turunannya harus segera memohonkan ampun kepada Rasul saw dan Allah swt agar di akhirat dapat mengurangi siksa (termasuk anak turunan Muhammad bin Abdul Wahab tentu).

    Salam

    • Bagus atau tidak suatu tulisan tidaklah penting. Yang jauh lebih penting adalah kemanfaatannya terhadap ummat Islam.
      Memberikan manfaatkah atau sebaliknya. Sehingga penulis harus bertanggung jawab untuk meluruskan pemahaman yang hak disisi Allah kepada ummat. Agar jangan sampai ummat terombang ambing pada keraguan dan kebimbangan akan suatu kebenaran. Jika surat wasiat itu benar atau sebaliknya, maka tidak ada hak bagi ummat setelahnya untuk mencacinya atau mengkritiknya. Karena mereka adalah orang-orang dicintai nabi semuanya tanpa kecuali. Jika bukan Khulafaur Rasyidin yang memimpin ummat setelah rasulullah SAW siapa lagi yang pantas. Apakah yang lebih pantas kaum khawarij atau Murji’ah atau siapa??? Padahal Rasulullah tidak pernah membeda-bedakan diantara keempat sahabat itu dengan sangat rinci secara haq.
      Semua tulisan ini sangat tidak berakhlaq apalagi untuk bisa diambil manfaatnya terhadap ummat.
      Walllahu ‘alam.

    • syi’ah sama sekali tidak mau pakai hadits2 dr Bukhari,Muslim,Ibnu Majah,an Nasa’i,Abu dawud dll..mereka punya perawi sendiri yang berasal dari bangsa persia, bukan Arab….jauuuh nemen yak? padahal Ali R.A adalah orang Arab???

  4. No comment…
    Perlu diteliti lagi. salam!

  5. No comment…
    Perlu diteliti lagi. salam! Salam!

  6. sorry mas atau embak, sebelumnya anda memikirkan dampaknya tidak dari judul atau bahkan isi postingan itu???

    jujur saya miris membacanya, khawatir menjadi sebuah pembenaran bagi pembacanya. dan dengan begitu anda sudah siap dengan konsekwensi dari dampak dengan opini seperti dalam judul postingan itu?

    kedua saya khawatir judul postingan itu akan memancing reaksi dari komunitas keagamaan….

    salam
    BakuDara

  7. Walahu alam..bukankah lebih baik kita berlomba2 menggalang persatuan untuk melawan musuh2 islam,daripada berkubang dan tenggelam semakin jauh,dalam perbedaan dan permusuhan… Benar juga perkataan nabi di akhir zaman..islam besar,cm saling sbuk untuk mencari2 perbedaan..seperti buih gtu loh!

  8. Perhatikan pengakuan Umar dalam dialoq dengan Ibnu Abbas di bawah ini:

    Umar: Hai Abdullah jawablah dengan jujur, apakah Ali masih menyimpan di hatinya anggapan bahwa ia lebih berhak dalam jabatan khilafah ini?

    Ibnu Abbas: Ya, benar.

    Umar: Apakah ia mengklaim bahwa Rasulullah telah menunjuknya sebagai Khalifah?

    Ibnu Abbas: Ya, benar, bahkan aku tanyakan tentang penunjukan itu kepada ayahku dan ia pun membenarkan.

    Umar: Aku tahu, bahwa ia memiliki kedudukan yang istimewa di sisi Rasulullah, dan ketika beliau di hari–hari akhir ingin menunjuknya dengan nama terang, maka aku halangi beliau.”

    Hah, anda ambil dari syarah Nahjul Balaghah, Ibnu Abil Hadid! Sorry ye.. bukan referensi kita tuch kitab, tapi syi’ah punya!

    Oke kalo anda pake syarah Nahjul Balaghah, walopun kami tidak memakainya, coba perhatikan riwayat berikut ini, tentang pengakuan Imam Ali tentang sah-nya kepemimpinan Abu Bakar :

    “Abu Sufyan mendatangi Ali AS dan mengatakan ‘Kalian dukung orang yang berasal dari marga yang terendah dikalangan Quraisy. Sungguh, kalau anda mau dicalonkan, akan kami kumpulkan pendu¬kung sebanyak-banyaknya’. Kemudian Ali menjawab : ‘Selama anda masih suka membuat onar dalam tubuh ummat Islam, tak ada guna¬nya dukungan anda itu. Kami tidak membutuhkan sumbangan ternak serta sekelompok pendukung, Andaikata Abubakar memang tidak pantas menduduki tempat itu, aku pasti tidak akan tinggal diam.” (Syarah Nahjul Balaghah, Ibnu Abdil Hadid, juz I hal. 130)

    Jakfari Yaqul:

    Akhi imem -hadakallah- kelihatannya Anda sedang tertipu oleh kepalsuan dan kesalahan sebagian ustaz-ustaz Salafi-Wahabi atau Sunni bahwa Ibnu Abi Hadid adalah Syi’ah!!! pasti Anda belum pernah membaca kitab tersebut! Sebab jika pernah pasti Anda akan malu mengatakan seperti itu. Ibnu Abi Hadid seorang alim beraliran Mu’tazilah dan dia juga bahkan tidak jarang menyerang Syi’ah… Jadi tidak menyimpang jika kami berargumen dengannya.
    dan jika Anda mebawa dalil dari kitab itu untuk menyarang kami itu jelas salah alamat dan tidak sesuai etika berdialoq… Kami tidak harus terikat dengan kitab selain ulama kami, sebagaimana kalian (Sunni) tidak mau terikat dengan kitab selain ulama kalian. Bukankah demikian sobat?!

  9. Demikianlah mereka hendak menyimpukan sebuah kesimpulan serius yang menvonis kafir dan keluar dari lingkaran kaum Mukminin sesiapa yang enggan atau menolak menerima kekhalifahan Abu Bakar –putra Abu Quhafah-!!

    ga juga… anda itu terlalu berlebihan ah… mengeluarkan dari kelompok kaum mukminin bukan berarti kafir, tetapi maksudnya menyelisihi jumhur/ijma’ kaum mukminin dalam hal itu…

  10. Antum nashibi yah?

  11. alhamdulillah, ane jauh hari udeh nyatakan belepas diri dari faham wahabiy, tinggal saat ini lg berusaha berdakwah utk keluarga, wabil khusus istri ane tercinta, agar jauh dari faham sesat dan jahil….mohon do’a dr teman2 pecinta para kekasih Allah yg suci…allahummasholli ‘ala muhammad waali muhammad

  12. bukannya di bantah argumentasinya
    dan dibawakan literaturnya
    malah ngomong yg lain…

    jaka sembung bawa golok nihi org
    nggak nyambung jack…..
    eh salah…lanjutin aja sendiri

  13. @isahaq: gak nyambung comment-nya…:) saya juga yakin Anda tidak mengerti apa syiah apa rafidhah…

    Wahabi madzhab yang paling banyak mengafirkan muslimin ini memang telah usang, harusnya dah masuk TPA. Mereka mengafirkan syiah karena (salah satunya kata mereka): Syi’ah mengafirkan sahabat. padahal konsep yang mereka bangun ternyata juga mengafirkan sahabat…..piye toh….

  14. @Isahaq,

    Antum nashibi ya

  15. Seumur hidup belum pernah denger yang begini !!!!!

  16. @isahaq
    komen yang bener!!

  17. Sejarah juga mencatat kata-kata Abu Bakar. ‘ketika Abu Bakar melihat seekor burung hinggap di suatu pohon,dia berkata,”berbahagialah wahai engkau burung.Engkau makan buah-buahan dan hinggap di pohon,tanpa ada hisab atau balasan.Aku lebih suka kalau aku ini adalah sebatang pohon yang tumbuh di tepi jalan,kemudian datanglah seekor unta lalu memakanku.Kemudian aku di keluarkan dan tidak menjadi seorang manusia.” Di tempat lain beliau juga pernah berkata: “Oh, kalaulah ibuku tidak pernah melahirkanku.”Oh,kalaulah aku hanya sebiji pasir dari satu batu bata.”

  18. kliatan syiah rafidah nih, ya nih ya nih …………

  19. Wah ngawur banget orang yang buat tulisan diatas! . Ini syiah extrim!

  20. inilah kondisi ummat islam sekarang ini.. mereka sibuk menjelek-jelekkan sahabat2 nabi, para khalifah dan istri2 nabi. kalau lah benar cerita yang telah antum sampaikan berarti antum telah membuka aib saudara kita sesama muslim. bukankah rasulullah bersabda “barang siapa yang menutup aib saudaranya maka Allah SWT akan menutup aibnya di dunia dan akhirat”. dan kalau cerita antum salah maka antum telah memfitnah para sahabat dimana mereka memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT. berhentilah… beruntunglah orang yang dikarenakan sibuk meneliti amal2nya sehingga tak sempat mencari-cari aib orang lain. Perbaiki saja amal antum, cobalah cek berapa kali antum berdusta dalam sehari??? sementara mereka para sahabat hampir tak pernah berkata dusta..Antum belum layak dan tidak akan pernah layak untuk memberikan penilaian terhadap mereka. Apa pandangan antum jika ada anak SD kelas 1 memberi komentar pelajaran kalkulus Kelas 3 SLTA?????

    _______________________
    Ibnu Jakfari:

    Akhi, saudaraku, janganlah setiap kritik dituduh mencaci maki dan menjelak-jelakkan. Apa yang kami sebutkan ini barulah sekelumit yang disebutkan para ulama Islam, lalu, apakah mereka mau anda persalahkan??

  21. jangan mau di propokasi jahudi2 biadab tu.. sudah menjadi keinginan kuat para musuh islam untuk mengadu domba umat muslim di seluruh belahan dunia ini. sebuah prestasi besar bagi para orientalis jika umat ini pecah dan saling bermusuhan sesama umat muslim. hati-hati fitnah ini..

  22. Assalamu’alaik ya habiiby fillah !
    Salam Kenal !
    Lalu bagaimana dengan orang yang bertanya ke email saya seperti dibawah ini :
    Sayyidina Abu Bakar ini adalah mertuanya Rasulullah saw,
    -” Sayyidina Umar mertua Rasulullah saw,
    – Sayyidina Utsman menantu Rasulullah saw,mereka ini semua keluarganya Rasulullah saw.
    Mereka yang mencaci dan mengatakan ada kesalahan pada hal ini berarti mengatakan rumah tangga Rasulullah saw kacau balau. Hal yang Mustahil
    Belasungkawa Iman Ali r.a kepada Abu Bakar Ash Shiddiq r.a

    Imam Ali r.a. seperti diketahui pernah berselisih pendapat dengan Abu Bakar Ash Shiddiq r.a. tentang kekhalifahan. Tetapi sebagai seorang zahid tidak mau mengingkari keutamaan Abu Bakar r.a. Sewaktu menyatakan belasungkawa atas wafatnya Abu Bakar r.a sambil menyeka air mata, Imam Ali r.a. berkata:

    “Hai Abu Bakar, Allah telah melimpahkan rahmat kepadamu. Demi Allah, engkau adalah orang Islam pertama dari ummat ini. Orang yang paling ikhlas imannya dan orang yang paling lurus keyakinannya. Engkau adalah orang yang membenarkan dan mempercayai Rasul Allah s.a.w. di saat orang-orang lain mendustakannya. Engkaulah yang membantunya di saat orang-orang lain menggenggamkan tangan (kikir). Engkaulah yang tegak berdiri di sampingnya di saat orang-orang lain duduk berpangku tangan.”

    “Demi Allah, engkaulah yang menjadi pelindung Islam di saat orang-orang kafir hendak menghancurkannya. Hujahmu (dalam membela Islam) tak pernah lemah, pandanganmu senantiasa tajam, dan engkau tidak pernah berjiwa penakut.”

    “Demi Allah, engkau adalah seperti yang dikatakan Rasul Allah s.a.w.: badanmu lemah, tetapi agamamu kuat dan selalu bersikap rendah hati. Semoga Allah melimpahkan ganjaran kepadamu, dan semoga pula Allah tidak akan membiarkan aku tersesat sepeninggalmu.”
    Nah begitu dia kirim emil ,akhii..bagaimana kitab jawab ?

    ____________________
    Ibnu Jakfari yarudd:

    Akhi, semoga drama kiriman email kepada anda itu beneran… tapi ta’ apalah…. bukan hal penting mau benar atau akal-akalan saja… saya husnudzan saja.
    Akhi, saya lebih butuh tanggapan anda atas tulisan saya!

    Akhi Abu Sufyan mertua Rasulullah saw.
    Huyay ibn Akhthab (gembong Yahudi)… lalu kenapa tidak anda sebut juga? Apa berarti rumah tangga beliau kacau balau???

    Akhi istri Nabi Nuh as. dan Nabi Luth as. juga disebut khiatan alias kafir dan binasa, apakah itu berarti rumah tangga beliau berdua kacau balau?!!

    Akhi, coba anda renungkan ajaran akidah kenabian mazhab Sunni anda, bukankah menurut sunni, Nabi itu hanya maksum dalam tabligh saja?! lalu apakah memilih mertua termasuk bagian tabligh? Jika bukan, berarti bisa salah dong?!

    Saya tidak mengatakan beliau salah memilih mertua! Jangan disalah pahami dan diplesetkan!!
    Akhi, hadis-hadis yang anda sebutkan itu perlu anda buktikan status kashahihannya! hati-hati lho, banyak hadis palsu !

  23. isahaq, tolong di beri tanggapan berdasarkan hadits juga agar aku yang awam ini bisa memilah dan memilih mana yang benar, dan do’akan saja umat islam selalu berada dalam jalan kebenaran. amien

  24. ini musuh islam kali ya, yang selalu mengadu domba sesama muslim.

    ingat dengan begini kamu telah meracuni otak dan perasaan sesama muslim.

    dasar “teroris” tobatlah

  25. Salam alaik.Saudaraku,kalo kita membuka perbedaan2 menyangkut siapa yg wajib jadi imam paska rasulullah. energi ruhani dan intetek kita akan habis disitu,ujung cerita para musuh 2 islam tertawa penuh kemenangan.dan scara realitas ini kita rasakan,permusuhan dan pperangan antar kita sesama muslim Syiah dan suni terjadi.bagi islam ini memprihatinkan dan merugikan,smoga Allah menerima saudara2 kita yg wafat akibat skenario iblis laknatullah (AS dan sekutunya).intelek kita hanya kita pake tuk mencari dalil2 tentang keabsahan imam ali dan ahlulbaet serta kesalahan dan batalnya 3sahabat. kita akan kehabisan energi secara ruhani dan intelek.lebih baik secara ruhani kita semaikan cinta kasih kpd sesama kaum muslim.(syiah-suni).secara intelek kita bangun kebersamaan dalam menghadapi kaum mustakbarin laknatullah.

  26. Dan atau akibatnya bagi kita generasi akhir zaman “Tidak sampainya” hadist tsaqalayn pada masyarakat selama berabad-abad merupakan bukti bahwa mayoritas salaf kita telah berpihak atau terpengaruh oleh Islam politik. dan hal ini kemudian menyebabkan Islam hanya sebagai agama politik yang menimbulkan kelompok-kelompok dan golongan-golongan atau ajaran Islam hanya berupa kertas dan tinta.

    Mengenai hadis-hadis yang aneh-aneh kami punya beberapa hadis yang “aneh” pula
    silakan kunjungi http://tamanlangit.worpress.com/
    buka halaman tentang hadis Rendy.

    Salam Damai

  27. wajar wahabi difitnah habis oleh syiah, karena mereka kaum terdepan dalam menguak kedok syiah..

    para ulama wahabi; syaikh bin baz, syaikh albani, dll telah menulis banyak buku-buku tentang islam,baik aqidahnya, fiqihnya, muammalahnya, ibadahnya… dan kaum muslimin seluruh dunia menerima itu (selain karena hidayah dari Alloh, tentu karena apa yang beliau bawa adalah quran dan sunnah yang shahih).

    lalu dimana karya syiah…???

  28. Karya ulama wahabi memang sgt bermutu tinggi dan bisa membanggakan dunia islam spt ulama Bin Baz pernah berfatwa bahwa matahari yg mengelilingi bumi di http://abusalafy.wordpress.com/2007/08/14/imam-besar-wahhabi-ben-baz-mengafirkan-yang-tidak-meyakini-matahari-berjalan/. Ada jg fatwa Ulama Wahabi dari Saudi spt pengharaman seragam tentara dan celana dalam di http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/10/seri-kumpulan-fatwa-fatwa-wahhhabi1/ dan msh banyak fatwa 2x brilian yg dikeluarkan ulama2x jenius Wahabi. Teruslah berfatwa biar semua org tahu k’lo ulama Wahabi itu “jenius” bgt.

  29. Salam,,
    @Wawan
    “dan kaum muslimin seluruh dunia menerima itu (selain karena hidayah dari Alloh, tentu karena apa yang beliau bawa adalah quran dan sunnah yang shahih)”

    ***Mas yg nerima siapa??jgn2 cuma salafi N wahabi

    lalu dimana karya syiah…???

    ***Coba deCh jLn2 ke Toko buKu terdeKat,kLo udah dapat,tRus baca N pahami jgn cUma disimpan diLemari,,takut tertular yach ? Virus Kaleeeeee
    ato Minta iJin ma Syekhx dLu,,sekaLian Aja syekHx iKut baCa jGn amPe ketUlar Yachhhhh,,
    PiSSSSS

  30. @wawan

    bukannya karena mengikuti kebiasaan org terdahulu atau tdk mau menggunakan akalnya

  31. Abu Al-Jauzaa’ :, 17 Juli 2008
    XXXXXX
    XXXXXXX
    Artikel saudara nanti akan kami bahas pada waktunya, Insya Allah.

  32. Ampun-Maaf, saya hanya meminta Bapak Jakfari menanggapi blog tersebut, demikian tks

  33. semoga allah menuntun kita kedalam ilmu yang faham tentang dien ini ,,, mudah-mudahan kita tidak termasuk orang yang mencela sahabat nabi.

  34. to Wawan: Tidak benar syiah memfitnah wahabi. yg benar wahabi mengeluarkan pernyataan2 keras tentang syiah entah itu fitnah ataupun nyata (wallahualam). untuk itulah kita yg masih mengaku ahlussunni belajar terus. kalau ada kritik dari orang jngan lantas nuduh “anda syiah ya?”. kritik bisa saja dari siapa saja, dari yahudi, kristen, syiah atau sekte lain.
    klo kita ngomong, “anda syiah ya?” jadi kayak anak kecil yg ngga punya pengetahuan.
    ato balik menuduh syiah memfitnah. Yang tepat, misalnya saudara ja’far membantah hadist yg di pakai az-zahabi dalam melegalkan kekhalifahan Abu bakar dengan bukti2nya. kita klo mau mempertahankan pendapat, kasih juga sanggahannya boleh berupa ayat alquran, hadist, riwayat sahabat ataupun logika. kecuali kita benar2 tidak bisa membantahnya lalu diamlah. rasululah berkata: tidak akan masuk surga orang yang ada kesobangan dihatinya sebesar biji zarrah, lalu sahabat bertanya, apakah berbaju baru dan bersendal baru adalah kesombongan? bukan, kesombongan adalah orang yg tidak mau menerima kebenaran yang telah sampai kedepan matanya”
    saya dolo termasuk yg termakan oleh dogma-dogma wahabi tentang kebusukan syiah..ini dan itu. sampai akhirnya karena kecintaan akan agama ini saya belajar dan belajar terus, sehingga menemukan sesuatu pada wahabisme ini yg borok dan tidak bisa dijawab oleh ustad-ustadnya. walaupun saya belum pernah membaca secuilpun buku karangan syiah. mudah2an saya mendapatkan petunjuk.

  35. @Wawan,

    Kalau anda berkenan tunjukan satu buku saja karangan kaum Wahabi yang diakui kualitasnya oleh para Ulama Ahlul sunnah,……ingat,.. ulama ahlulsunnah lho bukan ulama wahabi.

  36. Konon Khalifah Abu Bakar menjadi khalifah setelah Nabi karena Nabi memilihnya sebagai pengganti imam shalat (Subuh). Ini artinya qiyas.

    Sedangkan imamah Ali ada dalam Quran maupun hadis. Jadi mereka lebih mengutamakan qiyas dibandingkan dengan Quran dan hadis? Begitukah urutan penyimpulan hukum mereka?

  37. @wawan
    ooooooooo begituuu…

    karya syiah mmmm….? setahu saya …di toko buku banyak

  38. @dhava_dhede+@heri h,
    saya tinggal dijogja mas, bisa ditunjukkan ditoko mana daerah mana tu ada karya syiah..? apa judulnya, karangan siapa..?

    anda jangan tutup mata dengan karya para ulama yang saya sebut di atas..! kalau anda masuk toko buku gramedia atau toko2 buku islam diseluruh kota jga anda akan banyak jumpai karangan mereka.

    nb: nyarinya di bagian AGAMA ya mas…! jangan di bagian MASAK MEMASAK….!!

    karya ulama2 wahaby setahu saya banyak diperpustakaan2, UII, UIN, dll. trus syaikh bin baz pernah menjabat :
    – Anggota pimpinan Majelis Tinggi Rabithah ‘Alam Islami.
    – Pimpinan Majelis Tinggi untuk masjid-masjid.
    – Pimpinan kumpulan penelitian fiqih Islam di Makkah di
    bawah naungan organisasi Rabithah ‘Alam Islami.
    kalau menurut anda ada yang ganjil dari diri syaikh bin baz, berarti ulama seluruh dunia goblog donk dengan mengangkat beliau…??? ATAU ANDA YANG GOBLOGGGG YA…??? rasanya yang kedua deh yang bener.

    @ a_lee,
    jangan2 anda gak paham apa itu ahlussunnah apa itu wahaby…??!?? Saya meminta kepada anda :
    1. coba anda definisikan disini kedua istilah diatas…!!!!
    2. tolong sebutkan nama2 ulama ahlussunnah yang
    bukan wahaby…!!!
    3. kemudian sebutkan karya (kitab) ulama yang anda
    sebut ahlussunnah tersebut yang beredar ke seluruh
    penjuru bumi..!

  39. Asal muasal Suni dan Syiah.

    XXXXXXXXXXXXXX

    ___________
    Ibnu Jakfari
    Uaqul

    Mas Ibingbanjar alias lamaru, tolong jangan biasakan copy-paste apalagi yg tidak ada hubungan dengan artikel diatas.
    saya tunggu tanggapan anda atas artikel diatas. trims

  40. Asal muasal Suni dan Syiah.

    XXXXXXXXXXXXXX

    ___________
    Ibnu Jakfari

    Mas Ibingbanjar alias lamaru, tolong jangan biasakan copy-paste apalagi yg tidak ada hubungan dengan artikel diatas.
    saya tunggu tanggapan anda atas artikel diatas. trims

  41. HH

  42. Wah kalo dah rame gini orang nasroni and yahudi pada seneng nich….dasar pada bego semua, yang salah adalah ngakunya umat islam tapi salat tidak, zakat tidak dll….dasar pada belegug kabeh.

  43. @ wawan

    ada di jogja ya…. silahkan ke toko buku TOGA MAS di jalan gejayan, tau kan? silahkan cari dibagian agama banyak mas… silahkan search di kompienya terbitan Al Huda, Pustaka Zahra, Lentera, daras book, Mizan dll

  44. @Wawan,
    Saya sangat paham dengan wahaby karena selama beberapa tahun pernah menjadi bagiannya. Takut anda tidak faham saya kasih tahu contohnya nih
    1.Ahlulsunnah; berpegang kepada Imam yg 4 dalam masalah fikih dan Asyariah dan Maturidi, sedangkan Wahaby malah membidahkan mereka bahkan di satu tempat menyesatkannya.

    2. Ahlulsunnah membolehkan tawasul Wahaby mengharamkannya.

    Dll

    Mas saya cuma minta sebutkan judul judul karangan ulama Wahabi yg menjadi sumber pengetahuan di lembaga lembaga pendidikan Islam Ahlul sunnah, atau seperti mas bilang di UII UIN dll, kalau cuma ditarok diperpustakaan bukan apa2 mas, apalagi mas gak tahu kan kalau buku buku wahabi kayak gitu dipakai buat contoh kesesatan. bukan sebagai bimbingan.

    Soal Bin Baz,

    Ulama seluruh dunia yg mana yg mas maksud, kalau Ulama wahabi seluruh dunia mungkin iya, apakah seluruh dunia begitu gobloknya ngikutin orang yg gak bisa bedain apakah matahari mengelilingi bumi atau bumi mengelilingi matahari….

    Mas, betul dia menjabat banyak jabatan yg dibebankan padanya oleh rezim Saud, sampeyan pernah lihat rumah peristirahatannya yang mewah di Thaif? belum kan,

    Wahaby,…wahaby,….

  45. Pada kira- kira tahun 80-an saya baru dengar kata syiah , oleh sebab itu saya mencari tahu apa itu syiah. Setelah saya berusaha saya menemukan buku yang dikarang oleh orang india, di buku itu saya baca ternyata banyak fitnah fitnah yang oleh orang bodohpun bisa di ketahui,Saya pikir kok penulis memfitnah khomeini dengan sangat keterlaluan.Pada saat itu saya tak tahu syiah, tapi dengan pikiran jernih saya sudah bisa menilai buku tersebut adalah buku murahan yang dikarang oleh orang murahan dan dibayar dengan murah.Saya pikir orang syiah sekarang adalah memang waktunya untuk membela agama mereka dari fitnah murahan tersebut

  46. Assalaamu’alaikum.
    Tulisan ini tanpa memberikan arahan dan tujuan yang dicapai dalam pembahasan secara panjang lebar. Maka tidak semua pembaca mampu mengambil kesimpulan dan manfaatnya.
    Saya menilai tulisan ini tak bertujuan, atau bahkan membuat bingung pembaca dan terkesan membuat Islam dipetak-petakkan dengan membongkar semua dalil dan nash yang mendukung atau menafikannya.
    Jika rasulullah SAW pernah bersabda bahwa generasi terbaik adalah generasi setalah beliau. Lalu jika bukan Abu Bakar atau Umar atau Utsman atau Ali yang menggantikan beliau setelah wafat, siapakah yang lebih pantas??? Pembaiatan terhadap Khalifah yang empat adalah bukti bahwa umat Islam setelah rasulullah SAW wafat perlu pengganti untuk menyatukan umat dan memelihara ajaran Tauhid. Walaupun seorang Imam besar atau seorang wali, bila tidak mempunyai kecintaan dan pembelaan kepada Rasulullah dan para sahabat dekatnya (Ahlul Bait dan Assabiquunal Awwalun) tidaklah pantas dikatakan seorang yang wala dan bara’. Karena akibat perkataannya dan fatwanya akan membingungkan ummatnya. Sehingga terjadilah perpecahan sebagaimana kaum khawarij dan murji’ah yang terpecah-pecah pemahaman akidahnya.
    Semoga semua tulisan dalam blog ini tidak sampai membingungkan ummat sedemikian rupa sehingga, bukan menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan kecintaan kepada rasulullah malah sebaliknya. Nau’dzu billah mindzaalik.
    Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada kita sekalian dan terhindar dari segala bentuk kesesatan pemahaman terhadap Islam.
    Wallahu’alam.

  47. @ M Nur

    jika memang pengganti Rasul SAW adalah suatu yang sangat penting, kenapa Rasulullah tidak mengangkat pemimpin setelah beliau?? apakah Rasulullah SAW tidak tau bahwa masalah kepemimpinan setelah beliau adalah penting?

  48. berapa banyak ummat islam tersesat karena pengiyanatan khalifah ber3 itu shgga dari penghiyatan itu sangat layak yg ber3 itu mendapat laknat sepanjang masa hingga sekarang….

    • berapa banyak?apa kamu lebih pantas dibanding mereka?apakah umat muslim saat itu yg membaiat abu bakar semua berkhianat berjamaah??apakah kamu lebih tahu situasi dan keadaan saat itu?apakah kamu lebih tahu perilaku abu bakar saat itu?dibanding umat muslim saat itu yg membaiat abu bakar?

  49. Hendaknya kita dlm menanggapi segala sesuatu dgn khusnudhon, spt pula kita menerima berita pd tulisan diatas. Lebih lagi tulisan diatas berlandaskan dalil2 yg kuat, setelah itu tinggal dipahami dgn akal yg jernih. Tapi kalo dipahami dgn emosional ya tinggal tunggu serapahnya aja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: