Lima Belas Bukti Palsu Khilafah Abu Bakar (7)

Untuk lebih meyakinkan kaum awam, para Nawâshib membawa-bawa nama suci Imam Ali as. untuk mereka palsukan! Dan itu adalah cara lugu dan hanya orang lugulah yang termakan olehnya!

Mereka mengada-ngada atas nama Imam Ali as. bahwa Rasulullah saw. telah meminta dan dengan agak sedikit atau bahkan sangat memaksa Tuhan agar mau berpihak kepada Ali; anak asuh kesayangan dan menantu tercintanya, akan tetapi sepertinya Tuhan tidak menggubris permintaan itu! Karena Allah tidak menginginkan Imam Ali as. yang memimpin umat setelah wafat Nabi saw.! Entah mengapa? Mungkin Allah tidak memaukan keadilan yang akan diterapkan di muka bumi oleh Ali! Atau karena Ali terlalu muda usia, jadi biar yang tua-tua dulu kebagian duduk di kursi jabatan itu…? Atau …? Hanya Allah yang Maha tau dan tentunya para pemalsu juga tau!

Agar Anda tidak terlalu lama menanti riwayat itu, saya segera hadisrkan di bawah ini:

عن علي رضي الله عنه قال : قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم :” سألت الله أن يقدمك ثلاثاً فأبى الله إلا تقديم أبي بكر ” وفي رواية زيادة ” ولكني خاتم الأنبياء وأنت خاتم الخلفاء” رواه الدار قطني والخطيب وإبن عساكر .

“Dari Ali ra. ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda kepadaku, ‘Aku memohon kepada Allah sebanyak tiga kali agar Dia mengajukanmu (menjadi Khalifah) akan tetapi Dia enggan kecuali mengajukan Abu Bakar.” (HR ad Dâruquthni, al Khathîb dan Ibnu ‘Asâkir)

Ibnu Jakfari berkata:

Riwayat di atas dibanggakan Syeikh Ibnu Abdil Wahhab sebagai senjata paten keabsahan khilafah Abu Bakar dan kepalsuan akidah Syi’ah dalam Imamah Ali as.

Akan tetapi setelah Anda memerhatikan riwayat di atas, pasti Anda tidak ragu lagi mengatakan bahwa ia adalah sebuah kepalsuan murahan dan carut mawut kandungannya sudah cukup sebagai bukti kepalsuannya.

Sebab jika benar, lalu mengapa Imam Ali as. enggan menerima kekhilafahan Abu Bakar selama enam bulan?! Dan jika kekhalifahan Abu Bakar adalah ketetapan Tuhan, maka ia sangat bertolak belakang dengan doktrin Sunni yang menolak adanya penunjukan/nash atas siapapun, baik Ali maupun Abu Bakar! Apakah Syeikh Wahhâbi ini hendak menyebarkan doktrin kaum Al Bakriyah yang bertolak belakang dengan ajaran Ahlusunnah sendiri?!

Makin banyak hadis/riwayat yang Syeikh Wahhâbi kutip makin jelas kejahilannya akan ilmu hadis dan ketidak mampuannya dalam memilah antara hadis/riwayat shahih yang dapat dijadikan hujjah dan riwayat palsu atau batil yang dilayak dijadikan hujjah! Atau ia mengetahui kualitas setiap hadis yang ia kutip, hanya saja “semangat 45”nya dalam membela “kebenaran” telah menjadikannya merasa halal untuk berdalil dengan hadis-hadis palsu sekalipun!

Pujangga Arab klasik bertutur:

Jika engkau jahil, maka itu adalah sebuah bencana… dan jika engkau telah mengatahuinya (namun tetap bersikap  degil) maka musibah itu sungguh besar.

Para santri abangan saja mampu mengenali kepalsuan riwayat di atas, lalu bagaimana dengan “Syeikhul Islam”nya kaum Wahhâbi?! Pasti ia mengatahuinya…. Kalau tidak, alangkah jahilnya ia.

Hadis (baca dongen murahan) di atas telah diriwayatkan oleh al Khathib dalam Tarikh-nya, 11/213. adz Dzahabi telah menyebutnya dalam Mizân al I’tidâl-nya, 2/222 dari jalur al Khathib dari Abu Juhaifah dan ia berkata, “Hadis ini palsu/bathil, penyakit (penyebab)nya adalah Ali ibn Hisain al Kalbi.” Ibnu Hajar juga menolak hadis itu dalam kitab  al Fatâwâ al Haditsiyah:126

Ibnu Jakfari berkata:

Jika urusan kekhalifahan itu telah ditetapkan Tuhan, dan Allah SWT berbuat sesuai yang Ia kehendaki, dan tiada kehendak di sisi kehendak Allah, dan Allah telah menghendaki Abu Bakar, seperti dalam riwayat sebelumnya, lalu apa gerangan anggapan kita terhadap Nabi saw. yang memaksa Allah dengan panjatan doanya agar Allah menunjuk Ali, dan setelah ditolak permohonan itu beliau masih bersikeras memohonnya hingga tiga kali?! Bukankah akan lebih sopan Nabi bertanya terlebih dahulu siapakah di antara umat beliau yang paling laik menjabat sebagai Khalifah, bukan berdoa dan memaksa Allah hingga tiga kali agar menunjuk Ali as. yang tidak Allah kehendaki?! Bagaimana dapat samar atas Nabi saw. siapa yang laik dari umat beliau untuk jabatan Khalifah, sehingga beliau meminta dsengan sedikit memaksa agar Allah mengangkat orang yang tidak dikehandaki Allah, langit-langit dan bumi serta kaum Mukmin?! Apa motivasi di balik pemaksaan Nabi saw. dengan mengulang-ngulang permohonan agar Allah menunjuk Ali as., padahal beliau tahu bahwa Allah SWT tidak menghendaki Ali?!

Saya pikir Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb dan para Wahhâbiyûn tulen perlu merenungkan kenyataan ini! Dan agar mulai mengintropeksi diri dalam berdalil agar tidak sembarang “comot riwayat” tanpa meneliti kualitasnya!! Dan mulai sadar bahwa kebenaraan tidak akan dapat ditutup-tutupi dan kebatilan tidak akan pernah bisa ditegakkan dengan bantuan apapun, apalagi dengan hadis-hadis palsu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: