Lima Belas Bukti Palsu Khilafah Abu Bakar (8)

Di antara hadis yang diandalkan oleh Ibnu Abdil Wahhab –pendiri sekte Wahabiyah- dan juga oleh para pemuka kaum Nawâshib adalah riwayat yang mereka nisbatkan kepada Nabi saw. bahwa beliau telah menegaskan nama-nama para Khalifah dalam sebuah peristiwa ketika beliau berpatisipasi dalam membangun sebuah masjid. Hadis itu sebagai berikut:

وعن سفينة قال : لما بنى رسول الله صلى الله عليه وسلم المسجد وضع في البناء حجراً وقال لأبي بكر: ضع حجرك إلى جنب حجري. ثم قال لعمر: ضع حجرك إلى جنب حجر أبي بكر. ثم قال : هؤلاء الخلفاء بعدي” رواه إبن حبان ، وقال أبو زرعة: إسناده قوي لا بأس به ، والحاكم وصححه والبيهقي .

“Dari Safinah ia berkata, “Ketika Rasulullah saw. membangun masjid, beliau  melatakkan batu pada bangunan dan berkata kepada Abu Bakar, ‘Letakkan batumu di samping batuku!’ Lalu berkata kepada Umar, ‘Letakkan batumu di samping batu Abu Bakar.’ Setelahnya beliau bersabda, ‘Mereka adalah para Khalifahku sepeninggalku.” (HR Ibnu Hibbân, dan berkata Abu Zar’ah, ‘Sanadnya kuat, tidak mengapa-ngapa’, dan al Hakim dan ia menshahihkannya serta al Baihaqi.)

 

Ibnu Jakfari berkata:

Adapun hadis tentang silih bergantinya para Khalifah yang akan menggantikan Nabi saw.; Abu Bakar kemudian Umar kemudian Utsman dari sahabat Safinah adalah hadis riwayat Ibnu Hibbân dan al Hakim. Ibnu Hajar telah menyebutnya dalam kitab ash Shawâiq-nya:14 dan Ibnu Katsir dalam al Bidâyah wa an Nihâyah,6/204.

Namun sangat disayangkan hadis tersebut tidak memiliki sanad yang dapat dipertahankan. Para muhaddis Sunni telah meriwayatkannya dari jalur Nu’aim ibn Hammâd (W. 228H). Sementara itu semua yang akrab dengan kajian penelitian sejarah para periwayat mengatahuyi bahwa Nu’aim ibn Hammâd yang adalah seorang yang sangat cacat dalam dunia periwayatan. Ia adalah seorang pembohong besar dan pemalsu hadis.

Al Azdi berkata, “Nu’aim sering memalsu hadis untuk mendukung Sunnah dan kisah-kisah palsu dalam mencacat Nu’man, semua palsu. Lebih lanjut Anda saya persilahkan merujuk berbagai buku Rijâl untuk mengenali siapa sejatinya di pemalsu hadis di atas tersebut.

Sebagaimana juga dalam mata rantai riwayat tersebut terdapat seorang parawi yang sangat cacat yaitu Hasyraj ibn Nubatah, seperti akan saya sebutkan nanti ketika mendiskusikan hadis (no. 14) bahwa Khilafah adalah tiga puluh tahun!

Selain itu, ketika meriwayatkan hadis al hakim yang semakna dengan hadis di atas, adz Dzahabi menegaskan kepalsuannya dengan mengatakan, “Anda hadis itu benar pastilah ia sebagai nash/penunjukan tiga Khalifah! Dan ia sama sekali tidak shahih!”

Lagi pula andai benar Nabi saw. telah mensabdakan penujukan itu pastilah Abu Bakar dan Umar pasti akan berhujjah dengannya pada rapat darurat di pendopo  Saqifah bani Sâidah.

3 Tanggapan

  1. syiah rafidhah apa kah kalian ini tidak meyakini hadist nabi yang apa-apa diberitakan pasti akan terjadi dan tidak ada yang dapat mehalanginya karna yang disampaikan adalah wahyu tidak abu bakar maupun ali ra mareka telah ditakdirkan oleh allah swt.

    maka apakah kalian meragukan kenabian beliau sehingga kalian berani berdusta atas nama beliau Saw yang mengatakan bahwa yang menjadi khalifah setalah rasulullah adalah ali Ra dan nyatanya tidak terwujud dan jelas sekali kalian adalah sesat dan musuh islam, kalau memang betul kata beliau Saw pasti akan terwujud dan tidak akan dapat menhalanginya sepertin saya sebutkan jadi kalian syiah rafidha kemana akal kalian sehingga kalian tidak lagi mempercayai kenabian beliau saw.


    Ibnu Jakfari:

    Saudaraku yang saya kasihi…. sepertinya anda sedang salah faham terhadap masalah ini… ini tidak dalam rangka memberitakan tentang berita ghaib yang akan terjadi,, tapi sedang menunjuk Ali sebagai Imam dan Pemimpin tertinggi umat sepeninggal beliau… itu sudah terjadi! Ali sudah ditunjuk! Masalahnya, sepeninggal beliau, umat tidak memberi Ali kesempatan untuk memimpin…
    akhi, meminjam kesimpulan anda di atas, saya mau bertanya, apakah anda percaya bahwa Ali dan Ahlulbait Nabi as. itu tertindas sepeninggal Nabi saw., sebab dalam hadis shahih telah ditegaskan oleh beliau saw.?!
    disingkirkannya Ali dan Ahlulbait as. dari puncak kepemimpinan adalah ketertindasan yang dimaksdu dalam sabda itu!!!

  2. akhi salafy… kok begitu cara berpikir kamu wah payah ini.. kamu tidak bisa membedakan antara yang diminta agar dilaksanakan dan yang terjadi karena pelanggaran umat…

  3. akhi salafy… kok begitu cara berpikir kamu wah payah ini.. kamu tidak bisa membedakan antara yang diminta agar dilaksanakan dan yang terjadi karena pelanggaran umat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: