Tafsir Salaf Shaleh dan Kaum Salafiyah (1)

Di antara slogan yang tak henti-hentinya dibanggakan kaum Salafi adalah bahwa akidah, pola pandang dan praktik keberagamaan mereka ditegakkan di atas pondasi Al Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman para Salaf Shaleh! Untuk sementara ini, saya tidak bermaksud mengadili konsep di atas yang mengharuskan kita memformat pemahaman kita tentang nash-nash agama; Al Qur’an dan Sunnah Nabi saw. sesuai dengan pemahaman Salaf Shaleh yang tidak terlalu jelas batasan dan kriterianya.

Akan tetapi kali ini saya handak menguji sejauh mana ketulusan, kejujuran dan konsistensi mereka dalam memelihari konsep ini… darinya Anda dapat menyaksikan sendiri sejauh mana konsistensi mereka terhadapnya!

Kali ini saya ajak kaum Salafi untuk menyelami makna beberapa ayat Al Qur’an yang telah ditafsirkan oleh para Salaf Shaleh dengan sejelas-jelasnya…. Sehingga kesamarran terusir dan mentari kejelasan terbit bersinar!

Ayat:

يا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ ما أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَ إِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَما بَلَّغْتَ رِسالَتَهُ. رِسالَتَهُ وَ اللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ

“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.” (QS. Al Mâidah [5];67)

.

Tentang ayat di atas banyak hakikat yang mesti diungkap, tetapi kali ini saya hanya membatasi penelusuran apa yang dimaksud dengan firman: apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu saja. Tentang apa sebenarnya sesuatu/apa yang diturunkan yang jika beliau saw. tidak menyampaikan sesuatu tersebut itu sama artinya beliau tidak menyampaikan total Risalah Allah SWT?

Di sini sesuai dengan format keberagamaan dan akidah kaum Salafi, kita mesti berujuk kepada kaum Salaf Shaleh untuk mendengar keterangan mereka dan kemudian menyesuaikan pemahanann kita dengannya. Bukankah demikian model keberagamaan kaum Salafi?!

Nah sekarang, coba kita perhatikan apa kata Salaf Shaleh tentang ayat tersebut! Kapan ia turun? Dan terkait dengan masalah apa ia diturunkan?

A) Tafsirt Sahabat Abu Sa’id al Khudri:

1) Riwayat Abu Nu’ainal Isfahâni[1]:

Abu Nu’aim berkata:

حدّثنا أبو بكر ابن خلاّد، قال: حدّثنا محمّـد بن عثمان بن أبي شيبة، قال: حدّثنا إبراهيم بن محمّـد بن ميمون، قال: حدّثنا عليّ بن عابس، عن أبي الجَحّاف والاَعمش، عن عطية، عن أبي سعيد الخدري، قال: نزلت هذه الآية (يا أيّها الرسول بلّغ ما أُنزل إليك من ربّك)  على رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلّم في عليّ بن أبي طالب عليه السلام

“….. dari Abu Said al Khudri, ia berkata, “Ayat ini:

يا أيّها الرسول بلّغ ما أُنزل إليك من ربّك

turun kepada Rasulullah saw. tentang Ali ibn Abi Thalib as.”

.

2) Riwayat Riwayat Ibnu ‘Asâkir

Ibnu Asâkir berkata:

أخبرنا أبو بكر وجيه بن طاهر، أنبأنا أبو حامد الاَزهري، أنبأنا أبو محمّـد المخلّدي الحلواني، أنبأنا الحسن بن حمّاد سجّادة، أنبأنا عليّ ابن عابس، عن الاَعمش وأبي الجَحّاف، عن عطية، عن أبي سعيد الخدري، قال: نزلت هذه الآية: (يا أيّها الرسول بلّغ ما أُنزل إليك من ربّك) على رسول الله صلّى الله عليه [وآله] وسلّم يوم غدير خمّ في عليّ ابن أبي طالب.

“Abu Bakar Wajîh ibn Thâhir mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Hamid al Azhari mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Muhammad al Mukhallad al Hulwâni mengabarkan kepada kami, ia berkata, Hasan ibn Hammâd Sajjâdah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ali ibn Âbis mengabarkan kepada kami, dari A’masy dan Abu Jahhâf dari Athiyyah dari Abu Sa’id al Khudri, ia berkata, “Ayat ini:

يا أيّها الرسول بلّغ ما أُنزل إليك من ربّك

turun kepada Rasulullah saw. pada hari Ghadir Khum tentang Ali ibn Abi Thalib.” [2]

Hadis di atas telah diabadikan oleh: Al Wâhidi, Ibnu ‘Asâkir dan as Suyuthi, asy Syaukâni, al ‘Aini dkk. [3] Dan selain dua riwayat tafsir di atas, masih banyak jalur lainnya yang menyebutkan tafsir Abu Sa’id al Khudri.

Mungkin bagi sebagian oramng keterangan sahabat Abu Sa’id di atas belum memberikan kejelasan tegas, tentang Ali ibn Abi Thalib itu tentang apa? Keutamaaan atau apa? Maka ketarangan sahabat Ibnu Mas’ud di bawah ini akan memperjelasnya.

B) Tafsir Ibnu Mas’ud

Jalaluddin as Suyuthi dan asy Syaukani berkata: “Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa ia berkata, “Kami membaca ayat ini di masa Nabi demikian:


{يا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ ما أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ} أنَّ علِيًّا مولَى الْمُؤمنين {وَ إِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَما بَلَّغْتَ رِسالَتَهُ وَ اللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ}

{“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu}, bahwa Ali adalah pemimpin kaum Mukminin.{Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.}”[4]

Ini Adalah Tafsir Para Tokoh Salaf Shaleh!

Dalam ketarngannya, Fakhruddîn ar Râzi mengatakan bahwa tafsir di atas adalag tafsir para tokoh Salaf Shaleh. Ia berkata, “Ayat ini turun tentang keutamaan Ali ibn Abi Thalib. Dan ketika ayat itu turun, Nabi memegang tangan Ali dan bersabda: “Barang siapa aku maulanya maka Ali juga maulanya. Ya Allah bimbinglah yang menjadikan Ali sebagi pemimpinnya dan musuhi yang memusuhi Ali.” Lalu kemudian Umar menjumpai Ali dan ia berkata kepadanya, “Selamat hai putra Abu Thalib engkau telah menjadi pemimpinku dan pemimpin setiap orang Mukmin dan Mukminah.”

Ini adalah pendapat Ibnu Abbas, Barâ’ ibn ‘Âzib dan Muhammad ibn Ali.”[5]

Ibnu Jakfari Berkata:

Turunnya ayat tersebut dalam kaitan peristiwa pengangkatan Imam Ali as. sebagai maula/Imam/pemimpin sepeninggal Nabi saw. di Ghadir Khum telah diriwayatkan oleh para ulama dan pembesar ahli tafsir Ahlusunnah, di antara mereka adalah:

1)      Imam Ahli Tafsir Salaf, Ibnu Jarir ath Thabari (w.310H)

2)      Ibnu Abi Hatim Abdurrahman ibn Muhammad ibn Idris ar Râzi (w.327H)

3)      Abu Abdilllah  al Husin ibn Ismail al Mahâmili (w.330H)

4)      Abu Bakar Ahmad ibn Abdurrahman al Fârisi asy Syîrâzi (w.407 atau 411H)

5)      Abu Bakar Ahmad ibn Musa ibn Mardawaih al Isfahâni (w. 410H)

6)      Abu Nu’aim Ahmad ibn Abdillah al Isfahâni (w.430H)

7)      Abul Hasan Ali ibn Ahmad al Wâhidi (w. 468 H)

8)      Abu Sa’id Maus’ud ibn Nâshir as Sijistâni (w. 477H)

9)      Abul Qâsim Abudullah ibn Abdillah al Hakim al Hiskâni.

10)  Abu Kabar Muhammad ibn Mukmin asy Syîrâzi (penulis buku Mâ Nazala Fî Ali wa Ahlil Bait.

11)  Abul Fath Muhammad ibn Ali ibn Ibrahim an Nathanzi (w.550 H)

12)  Ibnu ‘Asâkir; Abul Qâsim Ali ibn Husain (w 571 H)

13)  Abu Sâlim Muhammad ibn Thalhah an Nashîbi asy Syâfi’i (w652 H)

14)  Imam Fakhruddin ar Râzi (w.653 H)

15)  Nidzamuddin  Hasan ibn Muhammad an Nisâburi, penulis tafsir.

16)  Badruddin Mahmud ibn Ahmad al ‘Aini (w. 855 H)

17)  Jalaluddin as Suyuthi (w. 911 H)

18)  Syeikh Muhammd ibn Ali Asy Syawkani (w.1250 H)

19)  Sayyid Syihabuddin Al Alûsi (w.1270 H)

20)  Syeikh Sulaiman al Qandûzi al Hanafi (1293 H)

Dan selain mereka masih banyak nama-nama lain yang tidak mungkin saya sebutkan satu-satu persatu di sini.

Setelah ini, semua kami hanya meminta kejujuran dan ketulusan kaum Salafi untuk mengimani haakikat yang nyata dari tafsir Para Salaf Shaleh ini!

Tetapi –bukan mendahului takdir-, terus terang banyak pihak yang meragukan kejujran para Salafiyyun yang mengaku sebagai representatif Salaf Shaleh! Mereka –seperti kebiasaannya- pasti akan keberatan dengan tafsir pasa sahabat Nabi mulia di atas, dengan satu alasan yang sederhana bahwaa tafsir itu ternyata tidak sesuai dengan Doqma Salafiyah yang telah mereka sembah!

Mereka –seperti kebiasaan yang tidak mengagetkan para peneliti yang bijak- pasti akan mencari-cari seribu satu alasan untuk membatalkan dan membohongkannya! Pasti!! Kalau tidak percaya… Anda perhatikan komentar-komentar para pengikut Mazhab Salafi/Wahabi… mereka pasti akan membohongkan dan mengkufuri kenyataan ini!


[1]Khashâish al Wahyi al Mubîn, Ibnu Bithrîq (W.600 H): 53 dari Mâ Nazala Min al Qur’an Fî Ali; Al Hafidz Abu Nu’aim al Isfahâni.

 

[2] Biodata Imam Ali as. pada kitab Tarikh Damasqus,2/86.

[3] Asbâb an Nuzûl:204, ad Durr al Mantsûr,3/117, Tarikh Damasqus,42/37, Umdatu al Qâri,18/206, Fathu al Qadîr,2/60 dan al Fushûl al Muhimmah:42.

[4] Ad Durr al Mantsûr,3/117 dan Fathu al Qadîr,2/60.

[5] Tafsir ar Râzi,12/50.

36 Tanggapan

  1. ustad…
    belom ada yg komentar…nih…
    di share ke situs lain boleh nggak?

    • Soalnya udah cape mo nanggepin pemikiran kaya gini. ga usah buang-buang waktu dech ! mendingan belajar islam yang benar yang bermanhajkan ahlussunnah waljamaah ….cobalah berfikir cerdas…….!!! semoga kita semua ditunjukkan kepada jalan/aqidah yang lurus, sesuai dengan pemahaman para salaf ash-sholih

      • mas bob ???…….anda mau tahu kenapa ga ada yang komentar ?…soalnya udah pada cape’ kali ngurusin orang syi’ah. satu hal yang perlu kita ketahui bersama, bahwa firqoh syi’ah merupakan pemahaman yang dipenuhi dengan berbagai kedustaan, termasuk dalam periwayatan hadits, dan manhaj mereka adalah manhaj ngawur…….so belajarlah…..!! belajarlah…!! belajarlah islam yang benar yang sesuai dengan pemahaman salaf ash-sholih…….!!! semoga kita ditunjukkan kepada ahlussunnah waljama’ah amien…….

        ________________________

        Ibnu Jakfari:

        ox’ bin lex’ bin Abdullab ibn ???? Anda sepertinya kehabisan bahan untuk mempertahankan doqma mazhab Anda, karenanya yang Anda lakukan hanya mendutstakan kebenaran dan menuduhnya palsu!
        Mana bantahannya???

      • Thats right mas ‘abdullah

      • betul tulisan ini ngawur……

        Ibnu Jakfari:

        Akhi ox’ bin lex’ mana yang ngawur? tolong tunjukkan! Jangan karena bertentangan dengan doqma ajaran Anda, langsung ANda tolak!

  2. Bener om bob kelihatan wahabi masih rapat darurat mencari jawabannya…. sebab mereka khawaitr kalau Syi’ah juga ternyata Salafi alias ikut Salaf Saleh!!!!!
    Ini kan keyakinan syi’ah paling pokok yang selalu tak henti-hentinya dipersengketakan sampai ribut habis-habisan eh ternyata dalilnya ada di kitabnya ulama’ Suni wal jama’ah!
    Atao jangan-jangan kata suni yang salafi itu bohong yang disisipkan para pemalsu syi’ah ke dalam kitabnya Suni!!!
    he he he kitabnya SUnii kebobolaqn ya????!!! Malu donk!

  3. ya udh gw aj yg nanggepin………….tulisan ini ngawur…hati-hati aja mas bob…………firqoh syi’ah di penuhi dengan berbagai kedustaan. belajarlah islam yang benar. jangan terima mentah-mentah tulisan ini……!!! ???

  4. Artikel ini ngawur, jangan di terima mentah-mentah belajarlah islam yang benar……..hati-hati dengan firqoh syi’ah yang di penuhi dengan beribu-ribu kedustaan…..!!!

    Ibnu Jakfari:

    Akhi fillahi, saya setuju dengan Anda, jangan menerima tanpa mengecek kebenarannya… tapi jangan juga menolak kebenaran dengan bermodal hawa nafsu. Jadi tolong cek apa yang kami sebutkan di sini. Jika kami berbohong dan mengada-ngada maka tolak dan bongkarlah kepalsuan yang kami buat di sini….
    Salam atas mereka yang tunduk kepada al Haq.

  5. @Abdurrohman:
    Emangnya manhaj Ahlusunnah wal jamaah udah lurus????

    Di mana letak Ahlusunnah-nya sementara manhajnya gak sesuai dengan sunnah Rasul????

    Dimana letak Jama’ah-nya sementara mazhabnya berpecah belah, aqidahnya pecah belah, fiqihnya juga pecah belah????

    Mazhab Ahlusunnah wa al-jamaah mustahil dapat dianut karena perselisihan dlm masalah syariat yang sangat parah dan ribuan tahun gagal menerapkan Syariat, baik syariat ala Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, Hanbaliyah maupun Salafiyah. GAGAL MENERAPKAN SYARIAT SAMA DENGAN………….jawabnya ada di QS.5: 44. Barang siapa yang tidak menerapkan Hukum (syariat) dengan apa yang diturunkan oleh Allah maka mereka itulah orang-orang kafir.

    • penerapan hkum syriat tdk mngkn tlksana slma Syi’ah msh ad d bumi Allah… kalian lha yg mmatikn syariat.. kalian lh yg mfitnah pra Sahabat Radiallahu Anhum.. mrusak aqidah Islam N mbawa Agama baru!!
      ALLAHU AKBAR….!!!!!!!

  6. Kepada orang2 yang mengatakan tulisan si blog ini dusta atau palsu seharusnya menunjukkan dimana palsu dan dustanya????? kalau anda anda gak mampu nunjukin berarti anda anda lah yang dusta. HAATUU BURHAANAKUM INKUNTUM SHADIQIIN……………………….!!!!!!

  7. Wuakakak… Riwayat2 yang dhaif digelar.. ckckckck…

    Untuk melihat lebih jauh kelemahan syubhat di atas silahkan baca di sini :

    http://alfanarku.wordpress.com/2009/11/23/analisa-hadits-ghadir-khum-bagian-3/

    ____________________
    Ibnu Jakfari:

    Mas yang saya hormati, tolong jangan Anda ulang kesalahan yang sudah berumur ratusan tahun di sini….
    Semua bukti tentang turunnya ayat Balagh di Ghadir Khum tentang keutamaan dan kepemimpinan Ali as. sudah kami paparkan panjang lebar di:
    Wahhabi Menggugat Syi’ah (7)
    Posted on Oktober 31, 2008 by Ibnu Jakfari
    Turunnya Ayat at Tablîgh Adalah Bukti Kuat Hadis Ghadir Bermakna Imamah.
    https://jakfari.wordpress.com/2008/10/31/wahhabi-menggugat-syiah-7/

  8. lihat juga asbabun Nuzul tentang Al-Maidah : 67 di sini :

    http://alquran-indonesia.com/index.php?option=com_quran&task=detail&Itemid=70&surano=5&limitstart=60

    __________________

    Ibnu Jakfari:

    Mas yang saya hormati, tolong jangan Anda ulang kesalahan yang sudah berumur ratusan tahun di sini…. Semua bukti tentang turunnya ayat Balagh di Ghadir Khum tentang keutamaan dan kepemimpinan Ali as. sudah kami paparkan panjang lebar di:
    Wahhabi Menggugat Syi’ah (7)
    Posted on Oktober 31, 2008 by Ibnu Jakfari
    Turunnya Ayat at Tablîgh Adalah Bukti Kuat Hadis Ghadir Bermakna Imamah.
    https://jakfari.wordpress.com/2008/10/31/wahhabi-menggugat-syiah-7/

  9. @bob

    belom ada yg komentar…nih…

    bukti bahwa wahabi/salafy belum mampu ngebantah, atau benar masih berunding dan konsultasi dengan para asatid dan masyaikh… he,,..he…he..

    dengan blog ini saya tambah melek islam…

    jangan bosa2 ustad tetap mengupdate blog nya

    matur nuwun!

    • mas bkan krna tdk mo bntah. toh bwt ap jga ldeni Syi’ah si Agama bru.. sy sja orang Awam yg tdk pham Agama ttap hti2 dgn Ajaran Syi’ah yG Sesat!!!

  10. Akhi ox bin lex : sebaiknya anda tidak berkomentar dulu cukup sebagai pembaca yang tulus dan merenung , ini akan sangat bermanfaat bagi anda, dari pada ketahuan kwalitas anda. ( ada istilah arab yg artinya : “kalau perlu neraka diterjang, asal jangan mau kalah.”

  11. @ox dan lex

    antum benar, mas Ibn Jakfari salah karena menunjukkan kebenaran pada orang seperti antum…

  12. Saudaraku yg Suni / wahabi, tolong bantah saja analisa Ustdz.Jakfari ini, itupun kalo bisa akan saya sangat hargai anda2 saudara Suni. Saya juga dr. keluarga besar suni, hanya saja akal dan hati nurani saya akan selalu condong pd argumentasi yg Valid, bukan sekedar Taqlid Buta…!

  13. Saudaraku yg Suni / wahabi, tolong bantah saja analisa Ustdz.Jakfari ini, itupun kalo bisa akan saya sangat hargai anda2 saudara Suni. Saya juga dr. keluarga besar suni, hanya saja akal sehat dan hati nurani saya akan selalu condong pd argumentasi yg Valid, bukan sekedar Taqlid Buta…!

  14. Soalnya udah cape mo nanggepin pemikiran kaya gini. ga usah buang-buang waktu dech ! mendingan belajar islam yang benar yang bermanhajkan ahlussunnah waljamaah ….cobalah berfikir cerdas…….!!! semoga kita semua ditunjukkan kepada jalan/aqidah yang lurus, sesuai dengan pemahaman para salaf ash-sholih,

    Hebat sekali Tengku Abdurrohman, belum meneliti bahkan belum disorga aja udah menghakimi, bahwa nanggepin pemikiran kaya gini tidak belajar islam dengan benar…

    Tapi Tengku masih tertarik masuk blog ini kenapa lagi taqiyah yaaaa….

  15. Salam ya Ibnu Jakfar,lanjutkan terus tulisannya semoga Allah memudahkan usaha anda,beberapa bln kemarin tdk ada artikel yg ditulis.Alhamdulillah sekarang muncul kembali semoga terus berlanjut,mohon ijinnya untuk saya copy

  16. Ustadz Jakfari,
    Mana janjimu??
    pada satu sisi anda menghujjat sunni namun pada sisi yg laen berhujjah dengan sunni pula…

    Ehmmm…
    Adalah perbuatan mulia jika kita mampu “mematahkan hujjah” gerombolan Salafiers
    namun di sisi lain jangan anda TUTUPI Manhaj Ahlul Bayt dengan tidak berani menampilkan hujjah-hujjahnya??

    Baiklah kalau anda merasa malu membentangkan hadis tsaqalayn versi ahlul bayt silakan kirim ke email saya:

    Rendy_romansa@yahoo.co.id</blockquote

  17. Capelah.. Ngawurlah… Huh. HELLOO.. Salafy apa gada yang bsa beragumen. Bantah saja sesuai tema yang di angkat pak IJ. Cik hayang nyaho

  18. @Rendy
    lebih elok jika kita mengedepankan persamaan bukan memperuncing perbedaan antar mazhab. Ingat, dlm suni pun masyhur sudah adanya sejarah hitam kelam antar ke 4 mazhabnya.

    Artinya, sdh lebih dari1500 tahun musuh Islam tertawa loh kegirangan melihat ini semua…..

    nah…kalaupun anda ingin memasarkan/menjual Keyakinan Suni anda, silahkan, ini pasar bebas, pembelilah yg menentukan mana yg bagus barangnya atau kurang bagus. Syiah pun begitu, jual /syiarkan Keyakinan Syiahnya, pastinya dengan Fair, Ilmiah dan penuh Hikmah.
    Ibarat Jual Beli (Allah pun menganalogikan Agama Seperti Transaksi Jual Beli dl Al Quran), kita ( Syiah & Suni ) sedang saling berebutan Pasar kaum Wahabi, utk ‘membeli’ Manhaj Kita…mari sama2 utk menarik simpati secara fair, tdk ada pemaksaan dan semua kembali pada kepuasan rasa si ‘Pembelinya”

  19. Tak ada madzab yg sempurna…
    Ahlussunnah comot sana comot sini, salafy penyembah kertas hadis dan mempertuhankan sahabat sementara syiah “lowongan Imam” hanya dibatasi 12 saja,
    beginilah kalau tidak bisa memahami “makna sunnah nabi”
    tegaknya semua agama Allah haruslah ada 3 unsur utama: yaitu adanya Allah, Rosul(+kitabullah) dan umat. Ini berlaku untuk zaman kapanpun.
    Pahamilah Allah,Sunnah Rosul, Dienul Islam, hadis tsaqalayn secara adil dan sidiq tanpa ghuluw baik ghuluw terhadap Allah maupun ghulu terhadap Muhammad SAW, Pahamilah sesuai apa adanya jangan dilebih-lebihkan…

  20. dlm Alquran, Allah Swt akan membeli /menukar harta, diri jiwa orang2 mukmin dengan Syurga. Pengorbanan kita utk Agama/Manhaj Allah, akan Allah tukar dengan Syurga Jannatunna’im…mungkin seperti itulah gambaran Dakwah antara kita…

  21. ibnu jakfari :
    Saya sunggug tertawa melihat artikel anda,kok bisanya anda mentafsirkan alqur’an,bukan kah qur’an yg ada ini palsu menurut kaum syi’ah????
    Klo mau bukti liat al-kafi 1 : 240-241 . Bkn kah disebutkan di al-kafi klo anda memiliki mushaf fatimah yang isinya sama sekali tdk terdapat di dlm al-qur’an yg ada ini………. !!!

  22. Sampai sekarang pun salafiers msh ga tau siapa-siapa itu tokoh jaman dulu yg dilabelkan salafus saleh. Asal mencocoki dgn selera mereka, dibilang berasal dari perkataan salafus saleh. Asal mendukung kekeliruan manhaj mereka dibilang salafus saleh. Asal bertentangan dgn syiah dibilang salafus saleh. Hei yang mengada-ada tentang salafus saleh…apa tanggapan sampeyan?

    Salam

  23. kalau mau bertukar pikiran tentang islam. harus dibicarakan dulu yang pokok-pokonya. jika pokonya sudah benar. maka bisa berlanjut ke yang cabang. dalam hal ini, salafi dan syiah tidak akan pernah bertemu. karena dasarnya juga sudah berbeda. salah satu perbedaan pokok itu adalah salafi mengagungkan para sahabat sedangkan syiah mencerca sahabat. jai tidak akan pernah ketemu

  24. menurut sy riwayat2 ttg ke utamaan imam ali bkn lah milik kalangan syiah sj,tp jg milik kalangan sunni
    yg sy heran ketika kalangan syiah mengangkat nama2 ulama sunni ko kalangan yg mengaku dirinya suni bkn nya bangga n berterimakasih eh.. malah menghujat
    pdhal yg d sampaikan oleh saudara jakfari adalah kenyataan bkn rekayasa,atau pemutar balikan fakta .
    dimana ahlak kalian wahai wahabbiun n salaffiyun?
    sy melihat didiri kalian ada hasut n kedengkian,didiri kalian dikuasai oleh nafsu sehingga akal n ahlak kalian hilang
    jd nampaklah kalian seperti orang jahil bersuara khimar(sejelek2nya suara)
    cobalah anda lihat dgn hati yg bersih,klu ada yg salah tunjukan,klu benar anda akui saja,apa susahnya

  25. Begitulah orang yang mati-matian menolak imam zaman, pasti ngawur, sengawir Eyang Gurunya Ibu Taymiah, yang sangat membenci Imam Ali as. sampai mengatakan Imam Ali telah membunuh banyak sahabat. Ya Alloh, berikan hidayahmu kepada orang-orang yang memusuhi Ahlul Bait-mu, semoga mereka tidak mati dalam kegelapan seperti matinya orang jahiliah.

  26. Maaf copas dari salafytobat.wordpress.com

    abu salma, on February 18, 2009 at 3:27 am Said:

    perpecahan salafy (bingung sama salafy)

    _____________________________

    __________
    Ibnu Jakfari

    Ma’af copas anda tidak dapat kami tampilkan
    karena blog ini tidak menerima copas !

  27. Hadooh kok pd berat amat sih mengakui keutamaan sepupu, menantu dan sahabat Rasulullah SAW yg satu ini? Padahal byk riwayat dr hadits yg menggambarkan keutamaan atau kelebihan2 imam Ali as dibanding sahabat2 yg lain.. Terima kasih ustadz Jakfari, anda telah menambah ilmu sy.. Semoga kita menemukan jalan yg benar yg diridhoi اللّهُ SWT. Amin

  28. […] Tafsir Salaf Shaleh dan Kaum Salafiyah (1) . Masalah Imamah […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: