Imam Bukhari dan Perawi Pencaci-Maki Sahabat Nabi saw.!! (3)

Imam Bukhari dan Perawi Pencaci-Maki Sahabat Nabi saw.!! (3)

.

وَ الذِي فَلَقَ الْحَبَّةَ و بَرَأَ النَّسَمَةَ إنَّهُ لَعَهْدُ النَّبِيِّ الأُمِّيْ أَنَّهُ : لاَ يُحِبُّنِيْ إلاَّ مُؤْمِنٌ ولاَ يُبْغِضُنِيْ إلا مُنافِقُ.

“Demi Dzat Yang membelah biji-bijian dan menciptakan makhluk bernyawa, ini adalah ketetapan Nabi yang Ummi kepadaku bahwa tiada mencintaiku kecuali mukmin dan tiada membenciku kecuali munafik.” (Diriwayatkan Oleh Imam Muslim, An Nasa’i, At Turmudzi, Ibnu Majah Dll)

.

Gembong munafik lain yang dibanggakan riwayatnya oleh Bukhari dan para ulama hadis Sunni lainnya adalah‘Imrân ibn Haththân.

Imrân ibn Haththân -Gembong Kaum Khawârij-.

‘Imrân ibn Haththân. Nama lengkapnya adalah ‘Imrân ibn Haththân ibn Dhabyân al Bashri (w.84H). karenanya sebagian ulama Sunni, seperti Ibnu Hajar harus membelanya dengan segala cara dan dengan segala resiko yang mungkin menimpa dunia hadis Sunni, walaupun dengan menjungkir balikkan norma-norma keagamaan dan menelantarkan kaidah-kaidah yang mereka bangun sendiri!

Apapun yang akan terjadi dan seburuk apapun resiko yang akan terjadi ‘Imrân tetap harus dibela. Seribu satu uzur akan dicarikan…. Sebab Bukhari –Imam besar Ahli Hadis- telah meriwayatkan hadis darinya dan mengandalkan pengambiilan ajaran agama darinya!!

Bukhari telah meriwayat hadis dari ‘Imrân ibn Haththân dalam bab tentang mengenakan pakaian sutra dengan sanad  Muhammad ibn Basysyâr….. dari Yahya ibn Abi Katsîr dari‘Imrân ibn Haththân, ia berkata, ‘Aisyah ditanya tentang sutra…. “[1] sementara para ulama menegaskan bahwa ia tidak pernah mendengar barang satu hadis pun dari A’isyah!

Al ‘Uqaili berkata, “‘Imrân ibn Haththân hadisnya tidak terdukung oleh perawi jujur lainnya. Ia meyakini pandangan kaum Khawârij. Ia menyampaikan hadis dari A’isyah sementara tidak terbukti ia pernah mendengar hadis darinya.” Demikian juga, Ibnu Abdil Barr memastikan bahwa ‘Imrân ibn Haththân tidak pernah mendengar hadis dari ‘Aisyah.[2]

Siapa Sejatinya ‘Imrân ibn Haththân Ini?

Tidak diragukan lagi, semua tau bahwa ‘Imrân ibn Haththân adalah gembong sekte sesat Khawârij dari kelompok al Qa’diyah. Lebih dari itu ia adalah seorang penganjur kepada aliran sesatnya. Dialah yang menggubah bait-bait syair memuji dan meratapi si pembunuh Imam Ali ibn Abi Thalib as. di antaranya adalah bait di bawah ini:

يا ضربة من تقي ما أراد بها * إلا ليبلغ من ذي العرش رضوان

إني لأذكره حينا فأحسبه * أوفى البرية عند الله ميزانا

“Duhai pukulan dari seorang yang bertaqwa yang tidak ia lakukan ** melainkan agar mencapai keridhaan Allah pemilik Arsy

Setiap kali aku mengingatnya aku yakin bahwa ** ia adalah orang yang paling berat timbangan kebajikannya di sisi Allah.

.

Ibnu Jakfari berkata:

Tidak diragukan lagi bahwa bait-bait syair itu sangat menyakitkan hati Rasulullah saw. dan hati Ali ibn Abi Thalib as. lebih dari pukulan Abdurrahman ibn Muljam  (pembunuh Ali as.) itu sendiri! Bagaimana tidak?

Dan termasuk kurang hormat kepada Nabi saw dan Ali as. apabila kita menyebut-nyebut nama-nama musuh Ahlulbait as. seperti Ibnu Muljam, Imrân ibn Haththân, Umar ibn Sa’ad, Ziyâd, Mu’awiyah tanpa dibarengi dengan kutukan dan laknatan.

Pembelaan Ulama Hadis Sunni Terhadap ‘Imrân ibn Haththân

Semua bukti kemunafikan ‘Imrân ibn Haththân telah diketahui ulama hadis Sunni, namun demikian mereka tetap berusaha dengan sekuat tenaga membela dan mencarikan uzur untuknya. Dan sikap ulama Sunni yang membanggakan kejujuran tutur katanya dan mengandalkannya dalam urusan agama itu yang kami sayangkan! Imam Bukhari telah mempercayainya dalam meriwayatkan hadis dalam kitab Shahihnya! Demikia juga dengan Abu Daud dan an Nasa’i.

Al Ijlimentsiqahkannya. Untuk lebih lengkapnya saya akan terjemahkan keterangan dan pembelaan Ibnu Hajar terhadap ‘Imrân ibn Haththân dalam mukaddimah Fathu al Bâri-nya

Ibnu Hajar berkata,

“(Kh –Bukhari-, D –Abu Daud-, S –An Nasa’i-) ‘Imrân ibn Haththân as Sudûsi, seorang penyair kondang. Ia berfaham Khawâirij. Abu Abbas al Mubarrad berkata, ‘‘Imrân ibn Haththân adalaah gembong/pinpinan, penyair dan khathib/juru dakwah sekte al Qa’diyah.’ Al Qa’diyah adalah kelompok sempalan dari sekte Khawârij yang berpandangan tidak perlu memberontak atas penguasa akan tetapi mereka hanya merangsang untuk memberontak. Imrân adalah juru dakwah/penganjur kepada mazhabnya. Dialah yang meratapi Abdurraman ibn Muljam; pembunuh Ali –Alaihi as Salâm/semoga salam Allah atasnya-[3]dengan bait-bait syairnya yang terkenal.

Al Ijlimentsiqahkannya.

Qatadah berkata, ‘Ia (‘Imrân) tidak tertuduh kejujurannya dalam hadis.’

Abu Daud berkata, ‘Tiada di antara penyandang kesesatan yang lebih jujur/shahih hadisnya dari kaum Khawârij.’ Kemudian ia menyebutkan ‘Imrân dan beberapa orang Khawârij lainnya.

Ya’qub ibn Syaibah berkata, ‘Ia sezaman dengan beberapa orang sahabat Nabi. Dan ia di akhir urusannya berfaham Khawârij.’

‘Uqaili berkata, ‘Ia menyampaikan hadis dari A’isyah sementara tidak terbukti ia pernah mendengar hadis darinya.’

Aku (Ibnu Hajar) berkata:“Bukhari hanya meriwayatkan satu hadis darinya dari jalur Yahya ibn Abi Katsir darinya… hadis ini diriwayatkan Bukhari dalam mutâba’ah. Di sisi Bukhari, hadis ini punya jalur-jalur lain dari riwayat Umar dan lainnya….

Aku melihat sebagian imam (ulama besar) mengklaim bahwa Bukhari meriwayatkan hadis darinya itu sebelum Imrâm berfaham Khawârij. Dan uzur itu tidak kuat sebab Yahya ibn Abu Katsir itu meriwayatkan hadis darinya di kota Yamâmah di saat Imrân melarikian diri dari kejaran Hajjâj yang mencarinya untuk membunuhnya karena keyakinannya… kisah lengkapnya dapat Anda baca dalam kitab al Kâmil karya al Mudarrad dan juga dalam kitab-kitab lainnya. Abu Bakaar al Mûshili menceritakan bahwa Imrân telah insaf/meninggalkan faham Khawarij di akhir usianya. Jika ini benar maka ia adaalaah uzur yang bagus.[4]

Ibnu Jakfari berkata:

Kisah kembalinya Imrân dari faham Khawârij adalah sesuatu yang tidak berdasar

Adapun pembelaan Ibnu Hajar terhadap Bukhari bahwa ia meriwayatkan hadis itu dari ‘Imrân hanya dalam mutâba’ah yaitu hadis yang diriwayatkan sekedar untuk menjadi pendukung untuk menguatkan hadis dari jalur lain adalah pembelaan yang mengada-ngada!! Sebab apa perlunya mendukung sebuah hadis dengan membawakan hadis dari riwayat ‘anjing nereka’ seperti ‘Imrân?

Abu Daud Membongkar Rahasia Ulama Hadis Sunni!

Dan dengan memperhatikan pernyataan sumbang Abu Daud diatas: Tiada di antara penyandang kesesatan yang lebih jujur/shahih hadisnya dari kaum Khawârij, Anda berhak curiga bahwa tenyata sepertinya tidak hanya Imrâm ibn Haththân saja yang mereka banggakan dan percayai sebagai penyambung lidah suci Nabi Muhammad saw!! Akan tetapi seluruh kaum Khawârij adalah kelompok andalan dalam menyampaikan hadis Nabi saw. karena mereka adalah kelompok paling jujur dalam bertutur kata dan meriwayatklan hadis Nabi saw.!

Sungguh luar biasa “kehati-hatian” ulama hadis itu sehingga mereka bangga meriwayatkan hadis dari anjing-anjing neraka![5]

Jika seorang gembong Khawârij yang sesat yang menyesatkan seperti Imrân diyakini kejujurannya, maka sepertinya kita perlu mendefenisikan ulang kata jujur dan kejujuran! Jika ada yang membanggakan membangun agamanya dari riwayat-riwayat kaum munafikin maka apa yang bisa dibayangkan tentang kualitas bangunan agama itu?

Inikah yang dibanggakan sebagian pihak bahwa dunia hadis Sunni telah rapi dan selektif?

Mengapakah Bukhari -imam teragung mereka- dan juga yang lainnya membanggakan riwayat-riwayat seorang Imrân –si gembong kaum munafikin-?

Kenyataan Pahit Nasib Pasar Hadis Sunni!

Ada sebuah kenyataan yang sangat menyedihkan yang dialami oleh dunia hadis Sunni yaitu bahwa pasar hadis Sunni telah dibanjir oleh hadis-hadis dari riwayat kaum sesat daan penyandang hawa nafsu alias kaum ahli bid’ah!

Kendati –dalam teori mereka bersilang pendapat, apakah dibenarkan mengambil riwayat dari kaum pembid’ah (maksudnya selain anggota Ahlusunnah sendiri), ada yang membolehkan asal si pembid’ah itu bukan penganjur kepada ksesataan bid’ah mazhabnya. Namun demikina dalam praktiknya mereka telah benar-benar tenggelam dalam kubangan riwayat kaum pembid’ah bahkan dengan riwayat-riwayat para penganjur kepadaa kesesatan bid’ah mazhabnya! “Imrân ibn Haththân adalaah satu dari ratusan nama ahli bid’ah yang hadis riwayatnya telah membanjiri ‘Pasar Hadis Sunni’!

Menyaksikan kenyataan ini apa kira-kira yang tersisa dari keseriusan kata-kata Imam Nawawi dalam mukaddimah syarah Shahih Muslim yang mengatakan bahwa praktik para Salaf dan Khalaf telah tetap bahwa mereka hanya mau menerima riwayat, mendengar memperdengarkan dan berhujjah dengan hadis-hadis riwayat kaum pembid’ah yang bukan penganjur/du’ât? Sementara kitab-kitab dan jalur-jalur periwayatan para Imam Ahlusunnah dipenuhi dengan nama-nama gembong panganjur kepada kesesatan bid’ah mazhabnya?

Dan menyaksikan kenyataan seperti itu Anda berhak ragu akan kemurnian materi mazhab mereka yang ditegakkan di atas hadis-hadis kaum pembid’ah yang tidak sedikit dari mereka disamping kesesatan bid’ah mereka juga dikenal sebagai pembohong dan pemalsu hadis.

Dan jika mereka (ulama hadis Sunni) telah mengimani bahwa kaum Khawârij adalah orang-orang yang jujur dalam tutur katanya sementara mereka itu adalah kaum munafik… maka salahkah jika ada yang menyimpulkan bahwa sebagian dari meteri ajaran Sunni itu adalah produk kaum Khawarij… Terlepas dari benar atau palsunya kesimpulan Abu Daud bahwa kaum Khawârij adalah kelompok yang paling jujr… terlepas dari itu, sebenarnya aapa yang di katakan adalah membongkar sebuah kenyataan bahwa sebenarnya para ulama Sunni sangat mengandalkan hadis-hadis riwayat kaum Khawârij… Adapun tentang apresiasi Abu Daud terhadap kejujuran mereka jelas-jelas sebuah kepalsuan sebab dan nyataannya adalah sebaliknya… kaum Khawârij adalah kaum yang paling berani memalsu hadis demi mendukung kesesatan mazhabnya… Dan analis kejiwaaan pun pasti mendukung kesimpulan ini! Sebab siapapun yang membangun akidah/mazhabnya di atas kerapuhan hujjah ia pasti akan sangat membutuhkan kepada hujjah/nash keagamaan yang dapat mendukung mazhabnya. Dan tidak ada peluang yang terbuka lebar bagi para pemalsu yang sedang kelabakan mencari pembelaan untuk mazhabnya melebihi peluang pemalsuan hadis atas nama Nabi saw…. dan kita semua yakin bahwa mazhab Khawârij dengan bergabai penyimpangan ajarannya sangat lemah dan karenanya ia sangat membutuhkan kepada hadis… karena tidak banyak (kalau kita mengatakan tidak ada) hadis Nabi saw. yang mendukungnya maka jalan satu-satunya adalah memalsu hadis atas nama Nabi saw.!

Ibnu Hajar membongkar sebuah dokumen penting pengakuan seorang berfaham Khawârij yang telah taubat (yang sepertinya diusahakan oleh sebagian pihak untuk dirahasiaakan) bahwa “Kaum Khawarij jika menyukai sesuatu pendapat ia buatkan hadis yang mendukungnya.” Baca keterangan Ibnu Hajar tentangnya dalam Tahdzîb at Tahdzîb ketika ia menyebutkan biografi Qadhi Abdullah ibn ‘Uqbah al Mishri yang dikenal dengan nama Ibnu Luhai’ah.


[1] Shahih Bukhari, Kitab al Libâs, hadis dengan nomer.5387.

[2]

[3] Sebagian pembenci Syi’ah Ahlulbait as. –yang selalu bekerja siang malam untuk memecah belah kesatuan kaum muslimin dan menghasut agar terjadi permusuhan antara Syi’ah dan Ahlusunnah selalu bergegas menjulurkan lidah beracunnya menuduh siapapun yang mengucapkan ‘Alaihi as Salâm/semoga salam Allah atasnya’ setelah menyebut nama Imam Ali sebagai Syi’ah!! Jadi apakah sekarang mereka akan mengarahkan panah beracun mereka ke jantung Ibnu Hajar dan menuduhnya sebagai Syi’ah kerena beliau menyebutkannya?!

[4] Hadyu as Sâri; Muqaddimah Fahil Bâri,2/186-187.

[5] Dalam banyak hadis yang dishahihkan ulama Sunni sendiri diriwayatkan bahwa Nabi saw. menyebut kaum Khawarij sebagai Kilâb Ahli an Nâr/ anijng penghuni neraka!

_____________________________________________________________________________________

ARTIKEL TERKAIT

  1. Imam Bukhari Dan Perawi Yang Mencaci Sahabat Nabi saw. (1)
  2. Imam Bukhari Dan Perawi Yang Mencaci Sahabat Nabi saw. (2)
  3. Imam Bukhari Dan Perawi Yang Mencaci Sahabat Nabi saw. (3)

17 Tanggapan

  1. wah mas jakfari ini ada-ada aja. masa’ sih hal-hal seperti ini kok dibongkari di sini bisa kacau annti keimanan kaum awam (atau ustazalafi setengah awam) bisa rusak nati….
    wahai saudaraku kaum Sunni yang saya cintai… tolong legakan hatiku dengan bantahan kalian atas tulisan mas jakfari…. Kini imanku terhadap KITAB BUKHRAI jadi GONJANG GANJING!
    Mungkin kamu juga demikian… semoga aja tidak

  2. wahai kaum rofidhoh! kami ahlus sunah wal jamaah tidak kaget bila imam bukhori kau hina.karena memang mulut kaum rofidhoh penyebar fitnah dari nenek moyang mu kaum yahudi abdulah bin sabak.tidak kah kau tahu bahwa ali ra telah membakar nenek moyangmu abduloh bin sabak? bukan kah hujahmu telah di hancurkan oleh imam imam ahlus sunah? dan sekarang kamu mencoba meracuni masyarakat awam? sunguh kalian telah murtad drai islam! pikiran kalian picik bak imam kalian yang bsuk khumaini laknatulah!
    kalian hancurkan masjid masjid sunio di irak dan iran.padahal kita masih menoleran si kamu.tinggu tiba saatnya.pasti kaum syiah hancur sebagaimana perkataan ali ra.kalain adalah pelaku syirik akbar berkedak tauhid dan imamah.bohong bohong bohong bohong! itulah hakikatnya aqidah syiah! musnahlah kau karena telah mengkafirkan abu bakar dan umar! sungugh kalian kaum penduharka sahabat! ku tungugu tan tanganmu dalm dunia maya ini!

    • Wahabi kaum Nashibi…kami pecinta Ahlulbayt tidak kaget jika Ahlulbayt kau hina…memang mulut kaum nashibi itu lebih busuk ketimbang mulut babi…

      gimana nashibi? Bantah donk tulisan diatas, bukan menggerutu kayak orang bego…

    • Ngelantur….Innahu layahjur…:D

      Ibnu Jakfari:

      Tuduhan keji itu pernah dilontarkan sebagian sahabat kepada Nabi mulia saw. di sa’at beliau meminta sepucuk kertas dan tinta untuk menuliskan surat wasiat keselamatan bagi umatnya hingga hari kiamat…. sepontan ketika permintaan itu beliau sabdakan, mereka menuduh Nabi saw. yang maksum itu sebagai bicara ngelantur/yahjuru.
      Suhnanallah kini kata-kata itu menjadi kalimat pilihan para pengikut kelompok penuduh Nabi itu!!

    • @usama (bin ladin)

      ha..ha…ha… nggak bisa bantah cuman ngomel2…. dalil orang jahil !

      bantah yang ilmiah dong…!

      bela tu imam bukhari yang mengambil hadis dari orang2 munafikin !!

  3. @usamahcenter
    saya heran sama kaya antum2 ini, ngga habis di pikr oleh saya smpai detik ini. Coba lihat, anda sangat bela mati2an Bukhori tanpa pikir lg. Siapa sih bukhori, dia adapun 150 tahun stlh Rosulullah wafat. punya dzuriyat saja tdk…
    Sedangkan Rasul anda sendiri di lecehkan pd adanya para periwayat Buhori yg Nashibi, kok anda bergeming, seperti katak dlm tempurung…Sungguh saya heran doktrin apa yg tlh anda asupkan.

    Ustadz IJ, jelas sy (pembaca yg lainpun sy yakin sama) tdk menemukan sedikitpun kata2 yg menghina imam Buhori. Inilah jika kalian berdalih-jawab tanpa akal sehat dan hanya mengedepankan Hawa Nafsu, akan pasti banyak para Wahabiyun yg Putar Haluan dr Manhaj Wahabi Salafi (seperti saya dulu)

  4. Bersyair ‘Imrân ibn Haththân al Munafik ini

    .

    يا ضربة من تقي ما أراد بها * إلا ليبلغ من ذي العرش رضوان

    إني لأذكره حينا فأحسبه * أوفى البرية عند الله ميزانا

    “Duhai pukulan dari seorang yang bertaqwa yang tidak ia lakukan ** melainkan agar mencapai keridhaan Allah pemilik Arsy

    Setiap kali aku mengingatnya aku yakin bahwa ** ia adalah orang yang paling berat timbangan kebajikannya di sisi Allah.

    Ketika syair ini disampaikan kepada ulama syafi’i al Qodhi Abu Thoyyib Thohir bin Abdullah asy Syafi’i maka beliau membalas spontanitas dengan melantunkan syair balasan kepada Imran bin Khattan

    .

    إني لأبرأُ مما أنت قائله * * * على ابن ملجم الملعون بهتاناً
    إني لأذكره يوماً فألعنه * * * ديناً و ألعن عمراناً و حطاناً
    عليك ثم عليه الدهر متصلاً * * * لعائنُ الله إسراراً و إعلاناً
    فأنتم من كلاب النار جاء به * * * نصّ الشريعة تِبياناً و بُرهاناً

    .

    bait terakhi kamu (maksudnya Imran bin Khattan) adalah bagian dari anjing2 neraka… terinspirasi oleh hadis nabi yang menyatakan bahwa kaum khawarij adalah anjing-anjing neraka… hadis ini di shahihkan oleh Imam hadis wahabi/salafy Al Bani (حاشية أخرجه أحمد .4-355. وابن ماجة 173.. صححه الألباني.) .

    Sangat menyedihkan ahli hadis yang dibangga2kan -Bukhari- ternyata memungut hadis dari seorang seperti Imran bin khattan…

    konon katanya Bukhari pernah menolak hadis dari seseorang yang memukul binatang piaraannya… TAPI TERNYATA BUKHARI MASIH MENGHARGAI SEORANG PEMBUNUH SADIS SALAH SATU SAHABAT TERKEMUKA KALO TIDAK YANG PALING UTAMA DIANTARA SAHABAT yaitu Ali bin Abi Thalib salamullah alaih..

    TERNYATA SEORANG PEMUKUL BINATANG LEBIH MULIA DIBANDING PEMENGGAL KEPALA HARUNNYA MUHAMMAD SAW -ALI as-.

  5. Imaran bin khttan laknatullah alaihi wa kullu muhibbihi…!

  6. Syair lain yang menjawab syair Imran bin Khattan

    عليكما لعنة الجبار ما طلعت ** شمس، وما أوقدوا في الكون نيرانا
    معارضة لبيتي اللعين ابن حطان، لعنه في ابن ملجم أخزاها
    قل لابن ملجم، والأقدار غالبة، ** هدمت ويلك للإسلام أركانا
    قتلت أفضلَ مَنْ يمشي على قدم ** وأول الناس إسلاماً وإيمانا
    وأعلم الناس بالقرآن، ثم ما ** سَنَّ الرسول لنا شرعاً وتبيانا
    صهر النبي، ومولانا، وناصره ** أضحت مناقبه نوراً وبرهانا
    وكان منه على رغم الحسود له ** مكان هارون من موسى بن عمرانا
    وكان في الحرب سيفاً صارماً ذكراً ** ليثاً إذا ما لقي الأقران أقرانا
    ذكرت قاتله والدمع منحدر ** فقلت: سبحان رب الناس سبحانا
    إني لأحسبه ما كان من بشر ** يخشى المَعَاد ولكن كان شيطانا
    أشقى مراد إذا عُدَّت قبائلها ** وأخسر الناس عند الله ميزانا
    كعاقر الناقة الأولى التي جَلَبَتْ ** على ثمود بأرض الحجر خسرانا
    قد كان يخبرهم أنْ سوف يخضبها ** قبل المنية أزماناً فأزمانا
    فلا عفا الله عنه ما تحمله ** ولا سقى قبر عمران بن حطانا
    لقوله في شقي ظل مجترماً ** ونال ما ناله ظلماً وعدوانا

    ____________________

    dan

    قل لابن ملجم والأقدار غالبة * * * هدمت ويلك للإسلام أركانا
    قتلت أفضل من يمشي على قدم * * * وأول الناس إسلاماً وإيمانا
    وأعلم الناس بالقرآن ثم بما * * * سن الرسول لنا شرعاً وتبيانا
    صهر النَّبي ومولاه وناصره * * * أضحت مناقبه نوراً وبرهانا
    وكان منه على رغم الحسود لـه * * * مكان هارون من موسى بن عمرانا
    ذكرت قاتلـه والدمع منحدر * * * فقلت: سبحان رب العرش سبحانا
    إني لأحسبه ما كان من بشر * * * يخشى المعاد ولكن كان شيطانا
    أشقى مراد إذا عدت قبائلـها * * * وأخسر الناس عند اللـه ميزانا
    كعاقر الناقة الأولى التي جلبت * * * على ثمود بأرض الحجر خسرانا
    قد كان يخبرهم أن سوف يخضبها * * * قبل المنية أزمانا فأزمانا
    فلا عفا اللـه عنه ما تحملـه * * * ولا سقى قبر عمران بن حطانا
    لقولـه في شقي ظل مجترما * * * ونال ما نالـه ظلماً وعدوانا
    «يا ضربة من تقى ما أراد بها * * * إلا ليبلغ من ذي العرش رضوانا»
    بل ضربة من غوى أوردته لظى * * * فسوف يلقى بها الرحمن غضبانا
    كأنه لم يرد قصداً بضربته * * * إلا ليصلى عذاب الخلد نيرانا

    ______________

    .

  7. Kalian ini lucu anti Umar dll selain Ali tapi masih menjalankan Tarawih yg notabene justru digencarkan oleh beliau agar kita jamaah

    Kalian mengaku cinta Nabi SAW tetapi justru menghina sahabat2 Nabi SAW yg utama selain Ali,padahal kaum sunni tdk sekalipun menghina Ali & keturunannya,apa ini berarti iman kalian,amal kalian,derajat kalian,jihad kalian,kesetiaan kalian terhadap Allah,Nabi SAW dan agama islam sudah melebihi dari Abu Bakar Ra,Umar Ra,Usman Ra dll? & khususnya apakah ada Ali Ra terang2an menyatakan bahwa sahabat2 beliau itu sesat? (kecintaan kalian yg berlebihan terhadap Ali Ra hampir serupa terhadap kecintaan ummat kristern terhadap Nabi Isa AS sampai2 sahabat beliau Barnabas yg slh satu dari 12 sahabat utama beliau,yg justru meriwayatkan hidup Nabi Isa AS malah dianggap sesat oleh ummatnya skrg,padahal termasuk golongan ahli syurga)

    Sayang kalian tdk kasyaf & ma’rifat jadi tdk bisa lihat bahwa sesungguhnya kaum yg menghina sahabat Nabi SAW selama tdk taubat rupanya menurut pandangan mata bathin kami seperti babi,& tdk berubah selama blm taubat,sementara pada saat yg sama justru hingga skrg 4 sahabat utama beliau justru “selamat & bahagia di alam barzah” …(percuma detail diberikan,sama saja berdebat dgn org buta,yg satu blg sy sdh lihat warna daun sdg yg buta ttp mendebat tdk itu tdk benar,warnanya tdk benar pdhl dia blg bgt krn buta,sampai kiamat juga tdk akan ada titik temu…)

  8. @Muslim
    Ga nyambung. Topiknya tentang ‘Imrân ibn Haththân, gembong kaum Khawarij yg suka memuji-muji Abdurrahman ibn Muljam (pembunuh Imam Ali as). Tapi ironisnya, Imam Bukhari menganggapnya sebagai seorang yg jujur dan menerima periwayatan darinya. Itu intinya. Kalo diskusi yg fokus, ga usah melebar kemana-mana.

    • pemburu ilmu yg cerdas. salam dgn hormat, permasalahan sepeti itu ndk bakalan habis sampe kapan pun, udahlah sekarang mari kita cari aja ilmu mukasyafah & ma’rifat billah, niscaya nanti kita akan temukan mana yg benar di antara permasalahan adanya antara suni&syi’ah, kita klo cuma menghandalkan otak/pikiran itu sangatlah terbatas. trimakasim salm ‘alika.

  9. ass.wr.wb, hakikatnya syiah dan suni adalah agama yg berbeda,walau sumbernya sama gak usah dipaksain sama,toh hasil akhirnya rasa benci dan dendam yg muncul,…seperti apapun yg dtulis admin benernya gak bakal tuh mengoyahkah keimanan mereka,…kalo udah gitu saling tolerasi aja dech,…tunjukah dng perilaku kt,toh kebenaran yg fitrah akan selalu muncul dimuka bumi,…

  10. ORANG AWAM SEPERTI KU ,,,SUNGGU SANGAT SANGAT SNGAT BINGGUNG MELIHAT KOMENTR2 KONYOL TANPA ARAH DRI SAUDARA SUNI ..

    KLO MEMENG KALIAN SEBAGAI ORANG2 YG BERPENDIDIKN , SARJANA MUDA. KIYAI . UST .. COBALAH BERTUTU KATA YG BAGUS DAN COBA KASIH BANTAHAN KALIAN YG ILMIA UNTUK UST IBN JA’FARI ,,,,

    MAAF YG TERLIHAT D SINI CMN KEKOYOLAN YG D TAMPAKAN OLEH KALIAAN ( SAUDARA SUNI ) ,SUGGGU KECEWA AKU SEBAGAI ORANG AWAM YG BUTUH PENGETHUAN MELIHAT KETIDAK ILMIAN KALIAAN D FORUM DISKUSI INI

    MAAF KLO ADA KATA2 AKU YG AGAK KASAR SOALNYA AKU ..MERASA TAK PERCAYA STELAH MEMBCA BANTAHAN2 KONYOL DRI SAUDARA SUNI INI ,,,

    SELEBIHNYA ,,,AFWA N ..

  11. […] Imam Bukhari dan Perawi Pencaci-Maki Sahabat Nabi saw.!! (3) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: