Tafsir Salaf Shaleh dan Kaum Salafiyah (2)

Di antara ayat yang juga mendapat perhatian dari para Salaf Shaleh adalah ayat Ikmâluddîn yang menegaskan bahwa Allah telah menyempurnakan agama-Nya, melengkapi nikmat-Nya dan meridhai Islam sebagai agama-Nya. Perhatian Salaf Shaleh meliputi; kapan dan dalam peristiwa apa ayat itu turun, dan faktor apa yang menyebabkan disempurnakannya agama Allah SWT?

Untuk menyingkat waktu mari kita simak tafsir Salaf Shaleh (yang tentuunya berdasarkan kaidah keberagamaan kaum Salafi/Wahhâbi adalah tafsir paling utama)!

Salaf Shaleh menuturkan bahwa setelah Nabi saw. menyampaikan sabdanya tentang keutamaan (dan tentunya juga menegasan kedudukan Imam Ali as. sebagai imam dan pemimpin tertinggi umat Islam sepeninggal Rasulullah saw.), maka Allah SWT menurunkan ayat dan menegaskan bahwa sekarang agama telah sempurna dan nikmat Allah pun telah lengkap!

Allah berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دينَكُمْ وَ أَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتي‏ وَ رَضيتُ لَكُمُ الْإِسْلامَ ديناً

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah [5];3)

Bukti bahwa ayat tersubut turun dalam kaitan pengangkatan Imam Ali as. di Ghadir Khum telah diriwayatkan dalam beberapa riwayat Ahlusunnah dari Rasulullah saw. melalui beberapa sabahat dan tabi’in, di antaranya Abu Sa’id al Khudir, Abu Hurairah, Jabir ibn Abdillah dan Mujahid.

Para Ulama Ahlusunnah Meriwayatkannya!

Hadis tentang turun ayat al Ikmâl dalam kaitan pengangkatan Imam Ali as. di Ghadir Khum telah diriwayatkan oleh puluhan ulama Ahlusunnah melalui banyak jalur periwayatan. Di bawah ini akan saya sebutkan beberapa nama di antara mereka:

1)      Ibnu Jarir ath Thabari (w.310 H)

2)      Ad Dâruquthni (w.385 H).

3)      Abu Hafs ibn Syâhîn (w.385H).

4)      Abu Abdillah al Hâkim an Nîsâbûri (w.405H).

5)      Abu Bakar Ibnu Mardawaih (w.410 H).

6)      Abu Nu’aim al Ishfahâni (w.430 H).

7)      Abu Bakaar Ahmad ibn Hasan al Baihaqi (w.458 H).

8)      Abu Bakar al Khathîb al Baghdâdi (w.463 H).

9)      Abu al Hasan Ibn Naqûr (w. 470 H)

10)  Abu Sa’id as Sijistâni (w.477H).

11)  Ibnu Al Maghâzili (w.483H).

12)  Abu al Qâsim al Hâkim al Hiskâni.

13)   Hasan ibn Ahmad al Haddad al Isfâhâni (w. 515 H)

14)  Abu Bakar ibn al Marzûqi (w. 527 H).

15)  Abul Hasan ibn Qubais (w. 530 H).

16)  Abul Qasim ibn as Samarqandi (w. 536 H).

17)  Abu al Fath an Nathanzi (w. 550 H).

18)  Abu Manshur as Sahr Dâr ibn Syirawaih ad Dailami (w. 558 H).

19)  Al Muwaffaq ibn Ahmad al Makki al Khawârizmi (w. 568 H).

20)  Ibnu ‘Asâkir ad Dimasyqi (w.571 H).

21)  Abu Hâmid Sa’aduddîn ash Shâlihâni.

22)   Abu al Mudzaffar Sibtu Ibn Jawzi (w. 654 H).

23)  Abdurrazzâq ar Ras’ani (w.661 H).

24)  Syaikhul Islam al Hamaini al Juwaini (w. 722 H).

25)  Ibnu Katsir ad Dimasyqi (w. 774 H).

26)   Jalaluddîn as Suyuthi (w.911 H).

Mereka itulah para ulama Ahlusunnah yang meriwayatkan dalam buku-buku mereka riwayat tentang turunnya atas al Ikmâl terkait dengan pengangkatan Imam Ali as. di Ghadir Khum.

Teks Riwayat tafsir Salaf Shaleh

Banyak sekali riwayat yang memuat tafsir Salaf Shaleh tentang tafsir ayat di atas. kami hanya akan menyebutkan satu di antaranya demi ringkasnya pembahasan.

Riwayat  Abu Nu’aim al Isfahâni:

Dalam kitab Mâ Nazalâ Fi Ali Min al Qur’ân,[1] Abu Nu’aim al Isfahâni meriwayatkan hadis sebagai berikut:

حدّثنا محمّـد بن أحمد بن عليّ بن مخلّد، قال: حدّثنا محمّـد بن عثمان بن أبي شيبة، قال: حدّثني يحيى الحماني، قال: حدّثنا قيس بن الربيع، عن أبي هارون العبدي، عن أبي سعيد الخدري ـ رضي الله عنه ـ: أنّ النبيّ صلّى الله عليه [وآله] وسلّم دعا الناس إلى عليٍّ عليه السلام في غدير خمّ، وأمر بما تحت الشجر من الشوك فقمّ، وذلك يوم الخميس، فدعا عليّـاً، فأخذ بضبعيه فرفعهما حتّى نظر الناس إلى بياض إبطَي رسول الله صلّى الله عليه [وآله] وسلّم، ثمّ لم يتفرّقوا حتّى نزلت هذه الآية: (اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الاِسلام ديناً)، فقال رسول الله صلّى الله عليه [وآله] وسلّم: الله أكبر على إكمال الدين وإتمام النعمة، ورضا الربّ برسالتي وبالولاية لعليٍّ من بعدي.

ثمّ قال: من كنت مولاه فعليٌّ مولاه، اللّهمّ والِ من والاه، وعادِ من عاداه، وانصر من نصره، واخذل من خذله.

فقال حسّان بن ثابت: ائذن لي يا رسول الله أن أقول في عليٍّ أبياتاً تسمعهنّ.
فقال: قل على بركة الله.

فقام حسّان فقال: يا معشر مشيخة قريش! أتبعها قولي بشهادة من رسول الله صلّى الله عليه [وآله] وسلّم في الولاية ماضية. ثمّ قال:

يناديهم يـوم الغــدير نبـيـّهم * بــخـمّ وأسمع بالنبي مناديا
يقول فمن مولاكــم ووليّـكم * فقـــالوا ولم يبدوا هناك التعاميا
إلهك مولانـا وأنـت ولـيّـنـا * ولـن تجـدنْ منّا لك اليوم عاصيا
فقال له: قم يا علــيّ فـإنّنـي * رضيتـك من بعـدي إماماً وهاديا

هنـاك دعـا اللّـهـمّ والِ ولـيّه * وكن للذي عادى عليّـاً معاديا.

Muhammad ibn Ahmad ibn Ali ibn Mukhallad menyampaikan hadis kepada kami, ia berkata, Muhammad ibn Utsman ibn Abi Syaibah menyampaikan hadis kepada kami, ia berkata,Yahya al Himmani menyampaikan hadis kepadaku, ia berkata, Qais ibn Rabî’ menyampaikan hadis kepada kami dari Abu Harun al ‘Abdi dari Abu Sa’id al Khudri ra., bahwa Nabi saw. mengajak manusia kepada Ali as. di Ghadir Khum. Beliau memerintah agar duri-duri di bawah beberapa pohon disapu, ketika hari kamis, lalu Nabi memanggil Ali, dan mengangkat kedua lengannya dan mengankat sehingga putih ketiak beliau terlihat oleh orang-orang, kemudain sebelum mereka berpisah turun ayat ini:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دينَكُمْ وَ أَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتي‏ وَ رَضيتُ لَكُمُ الْإِسْلامَ ديناً

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat- Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”

Maka Rasulullah saw. bersabda, “Maka besar Allah atas penyempurnaan agama dan pelengkapan niktat, atas kerelaan Tuhan dengan kerasulanku dan dengan kepemimpinan,wilayah Ali sepeninggalku.”

Kemudian beliau bersabda, “Barang siapa yang Ali maulâ-nya maka Ali juga maulâ-nya. Ya Allah bimbinglah orang yaang menjadikan Ali sebagai pemimpinnya dan musuhi yang memesuhinya. Belalah yang membelanya dan hinakan yang menghinakannya.”

Lalu Hassân ibn Tsâbit berkata memohon, “Wahai Rasulullah izinkan aku menggubah beberapa bait syair tentang Ali yang akan engkau dengar.”

Maka beliau bersabda, “Katakan atas keberkahan dari Allah!”

Maka Hassân bengun dan berkata:

Di Ghadir Khum Nabi memanggil mereka*** duhai alangkan lantangnya seruannya.

Beliau bersabda ”Siapa maulâ  dan wali kalian kalian*** maka mereka menjawab dengan tegas…

Tuhanmu adalah maulâ kami dan engkau adalah wali kami*** dan engkau tidak akan mendapatkan kami pada hari yang menentangmu

Maka beliau bersabda: “Hai Ali! Bangunlah, Sesungguhnya aku tela rela engkau menjadi pemimpin/imam dan pemberi petunjuk sepeninggalku”.

Ketika itu Nabi berdoa, “Ya Allah bimbinglah yang menjadikan Ali pemimpinnya*** dan jadilah Engkau musuh atas yang memusuhi Ali.”

Ibnu Jakfari berkata:

Tafsir di atas tidak hanya menjelaskan kepada kita tentang kapan dan dalam kaitan apa ayat tersebut turun, akan tetepi lebih dari itu, ia menjelaskan bahwa kesempurnaan agamaa dan kelengkapan nikmat itu adalah  karena dilengkapinya agama ini dengan faktor kepemimpinan Imam Ali as. sebagai untuk pelanggeng Risalah Allah SWT. Dan sesungguhnya sabda Nabi saw. di Ghadir Khum itu adalah penunjukan Imam Ali sebagai Khalifah yang berhak mepimpin umat Islam sepeninggal Nabi saw.

Namun demikian, betapapun tegas dan shahihnya tafsir Salaf Shaleh di atas, pasti kaum pendengki keluarga suci Nabi saw. akan sangat keberatan dan pasti akan mencari-cari seribu satu alasan untuk membantahnya… seperti pada ayyat-ayat lain tentang keutamaan Ali dan Ahlulbait as.

Jadi Salaf Shalef akan dijunjung tinggi selama tidak menafsirkan ayat dengan tafsiran yang dapat membatalkan doqma ajaran mereka! Jika bertentangan maka Salaf Shaleh akan segera berubah menjadi Salaf Thaleh!


[1] Sebagaimana dikutip dalam kitab Khashâish al Wahyi al Mubîn:61-62.

3 Tanggapan

  1. untuk semua saudaraku dari penganut faham/aliran Salafiyah saya sangat berharap kalian mau menangapi tulisan mas jakfari ini dengan kepala dingin, jauh dari tuduhan dan jauh sikap semau sendiri… harapan saya hanya satu bagaimana sikap kalian terhadap tafsir Salaf yang dibawakan mas jakfari ini?
    Jangan seperti yang sudah-sudah, bisanya cuma menudh riwayat yang dibawakan mas jakfari langsung dituduh dhaif bin lemah!

  2. Mas saya mau nanya … yang diatas ntu yang ada bacaan jamaah takfiriyah itu foto2nya sp aj….serem2 amat mukanye…bener2 redup tanpa cahaya karisma…..mungkin karena kebanyakan mengkafirkan orang kali ye…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: