Astaghfirulâh, Sahabat Mengancam Nabi saw. Dengan Mau Menikahi Istri Tercintanya!

Tiada seorang nabi yang diganggu kaumnya seperti Nabi Muhammad saw. diganggu kaumnya!

Dan tiada nabi yang lebih sabar  dari Nabi Muhammad saw. dalam menghadapi gangguan kaumnya, baik yang kafir maupun yang munafik atau yang lemah imannya!

Serta tiada dosa melebihi dosa mengganggu Allah dan Rasul-Nya! Allah melaknat dan mencampakkan ke dalam siksa pedih-Nya sesiapa yangberani-berani mengganggu rasul-Nya!

Allah SWT. berfirman:

إِنَّ الَّذينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَ رَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيا وَ الْآخِرَةِ وَ أَعَدَّ لَهُمْ عَذاباً مُهيناً.

“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (QS. al Ahzâb[33] ;57)

Keterangan:

Tentang ayat di atas, Ibnu Katsir berkata, “Allah berfirman sembari mengancam dan manjanjikan siksaan atas sesiapa yang mengganggu-Nya dengan melanggar perintah-perintah-Nya dan menerjang larangan-larangan-Nya serta berterus-terus dalam melanggar. Allah juga mengancam sesiapa yang mengganggu Rasul-Nya dengan menisbatkan aib atau cacat –kami berlindung kepada Allah darinya-…. .” Dan setelah menyebutkan perselisihat pendapat para ahli tafsir tentang siapa atau kelompok mana yang dimaksud dengannya, di antaranya adalah pendapat Ibnu Abbas ra. bahwa yang dimaksud dengannya  adalah para sahabat yang mengganggu Nabi saw. terkait dengan pernikahan beliau saw. dengan Shaifyah binti Huyai ibn Akhthab, ia melanjutkan, “Yang zahir bahwa ayat itu bersifat umum untuk siapapun yang mengganggu beliau dengan bentuk gangguan apapun. Maka barang siapa mengganggu beliau berarti ia benar-benar telah mengganggu Allah. Sebagaimana ta’at kepada beliau adalah ta’at kepada Allah.”[1]

Asy Syaukani menjelaskan makna mengganggu dengan: “Tindakan apapun yang tidak disukai Allah dan rasul-Nya berupa maksiat. Sebab mustahil Allah terganggu. Adapun makna la’nah (laknat) adalah diusir dan dijauhkan dari rahmat Allah. Dan Allah menjadikan ganjaran itu di dunia dan di akhirat agar mereka diliputi laknat sehingga tidak tersisa waktu hidup dan mati mereka melainkan laknat/kutukan Allah mengena dan menyertai mereka.”[2]

Dalam ayat di atas Allah menegaskan bahwa siapapun yang mengganggu Rasulullah saw. berarti ia menganggu Allah, sebab seorang rasul selaku rasul tidak lain adalah utusan Allah, maka siapapun yang mengganggunya berarti sebenarnya ia sedang bermaksud mengganngu Allah. Dan Allah mencancam bagi yang mengganngu-Nya dan mengganggu Rasul-Nya dengan kutukan/ laknatan yang akan mengena dan menyertainya di sepanjang kehidupan dunia dan akhiratnya, selain Allah siapkan siksa yang menghinakan kelak di hari kiamat ketika mereka dicampakkan ke dalam api neraka!

Allah mengancamnya dengan laknat yang artinya –seperti telah disebutkan- adalah diusir dan dijauhkan dari rahmat Allah SWT. Dan rahmat Allah yang khusus bagi kaum Mukmin adalah berbentuk bimbingan kepada keyakinan yang benar/haq dan hakikat keimanan yang akan diikuti dengan amal shaleh. Jadi dijauhkan dari rahmat di dunia berkonsekuensi terhalanginya orang tersebut dari mendapatkan rahmat tersebut di atas sebagai balasan atas kejahatannya. Dan ia akan menyebabkan terkuncinya hati dari menerima kebenaran, seperti ditegaskan dalam firman-Nya:

لَعَنَّاهُمْ وَ جَعَلْنَا قُلُوبَهُم قاسِيَةً.

“Kami laknati mereka dan Kami jadikan hati mereka keras membatu.” (QS. Al Mâidah [5];13)

Sebagaimana mata hati mereka menjadi buta dan telinga battin mereka menjadi tuli. Allah SWT berfiaman:

أُلئكَ الذين لَعَنَهُمُ اللهُ فَأَصَمَّهُم و أَعْمَى أَبْصارَهُمْ.

“Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan penglihatan mereka.” (QS. Muhammad [47];23)

Inilah ganjaran mereka yang menggangggu Rasulullah saw. di dunia. Adaapun ganjarang atas mereka di akhirat nanti adalah dijauhkan dari rahmat kedekatan Allah. Mereka dihalau dari mendapat anugrah-Nya. Dan setelah itu Allah menambahkan lagi dengan firman-Nya: “dan (Allah) menyediakan baginya siksa yang menghinakan.”

Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang menghinakan mereka, karena daahulu di dunia mereka mengganggu Rasulullah saw. sebagai bentuk kecongkakan mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya, maka sekarang mereka dibalas dengan kehinaan abadi.

Salah Satu Bentuk Mengganggu Nabi saw.

Para ulama ahli tafsir Sunni menyebutkan bahwa di antara sikap yang mengganggu dan menyakitkan hati Nabbi saw. adalah ucapan sebagian sahabat bahwa ia akan menikahi seorang dari istri beliau saw. jika nanti beliau mati. Maka Allah merekam sikap tidak senonoh tersebut dalam firman-Nya:

وَ ما كانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَ لا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْواجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَداً إِنَّ ذلِكُمْ كانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظيماً.

“….Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.” (QS. al Ahzâb[33];53)

Keterangan:

Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah (dengan melanggar perintahnya baik yang terkait dengan sikap kalian terhadap istri-istri beliau atau dalam masalah-masalah lain) dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu ( menikahi istri-iastri beliau sepeninggal beliau) adalah (dosa yang) amat besar (dosanya) di sisi Allah.

Ayat ini mengesankan secara kuat bahwa sebagian sahabat telah menyebut-nyebut niatan/ucapan yang disebut di dalamnya bahwa ada di antara mereka yang berniat menikahi istri-istri Nabi saw. sepeninggal beliau saw.

Beberapa riwayat telah direkan para Ahli Hadis bahwa yang berbicara tidak sononoh itu adalah salah seorang sahabat Nabi saw. Sementara beberapa riwayat lainnya menegaskan bahwa sahabat yang dimaksud adalah Thalhal ibn Ubaidillah.

Jalaluddin as Suyuthi menyebutkan dalam kitab tafsir ad Durr al Mantsûr-nya delapan riwayat dalam masalah ini dari para muhaddis kenamaan Ahlusunnah, di antaranya adalah:

(1)   Ibnu Jarir ath Thabari meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra., ia berkata, “Ada seorang datang menemui salah seorang istri Nabi saw. lalu berbincang-bincang dengannya, ia adalah anak pamannya. Maka Nabi saw. bersabda, ‘Jangan kamu ulang lagi perbuatan ini setelah hari ini!’ Ia menjawab, ‘Wahai Rasulullah! Dia adalah anak pamanku dan aku tidak berbincang-bincang yang munkar kepadanya dan dia pun tidak berbicara yang munkar kepadaku.’ Nabi saw. bersabda, ‘Aku mengerti itu. Tiada yang lebih cemburu dibanding Allah dan tiada seorang yang lebih pecemburu dibanding aku.’ Lalu ia meninggalkan Nabi kemudian berkata, ‘Dia meralangku berbincang-bincang dengan anak pamanku, jika ia mati aku benar-benar akan menikahinya.’ Maka turunlah ayat itu. …. “

(2)   Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari as Siddi ra., ia berkata, “Telah samapai kepada kami berita bahwa Thalhah berkata, ‘Apakah Muhammad menghalang-halangi kami dari menikahi wanita-wanita suku kami, sementara ia menihaki wanita-wanita kami setelah kematian kami? Jika terjadi sesuatu atasnya (mati_maksudnya) aku akan nikahi istri-istrinya.” Maka turunlah ayat ini.

(3)   Abdurrazzâq, Abdu ibn Humaid dan Ibnu Mundzir meriwayatkan dari Qatadah ra., ia baerkata, “Thahlah berkata, ‘Jika Nabi wafat aku akan nikahi ‘Aisyah ra.” maka turunlah ayat: Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri- istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat… “

(4)   Ibnu Sa’ad meriwayatkan dari Abu Bakar ibn Muhammad ibn ‘Amr ibn Hazm tentang firman Allah: Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri- istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat….”, ia berkata, “Ayat ini turun untuk Thalhah ibn Ubaidillah, sebab dia berkata, ‘Jika Rasulullah saw. aku akan nikahi Aisyah ra.’”[3]

Wallahu A’lam.

Khulashah:

Dari keterangan di atas dimengerti bahwa karenan Allah SWT. tidak mungkin menimpa-Nya gangguan apapun baik secara fisik maupun non fisik karena Dzat Allah Maha suci dari mengalami itu semua. Maka Allah menetapkan manusia-manusia suci pilihan-Nya sebagai barometer gangguan kepada Allah. Nabi Muhammad saw. adalah barometer tersebut! Sesiapa yang mengganggu Nabi Muhammad saw. maka berarti ia benar-benar telah mengganggu Allah SWT. Sebab beliau adalah duta Allah dan hamba pilihan-Nya!


[1] Tafsir al Qur’an al Adzîm; Ibnu Katsir,4/517.

[2] Fathul Qadîr,4/302-303.

[3] Baca ad Durr al Mantsûr,5/403-404, Tafsir Fathul Qadîr,4/298-300, tafsir Ibnu Katsir,3/506, Tafsir Ma’âlim at Tanzîl,5/273, dll.

40 Tanggapan

  1. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang suka mencela dan melaknat istri2 Nabi ya??? termasuk A’isyah dan Hafsah ra? padahal jelas Allah bersabda bahwa istri-istri Nabi adalah Ummahatul Mukminin?

    Mbok Instropeksi diri tho kang.. wuakakakak..

    *paling ga ditampilin lg nich komentar, mana komentar sy yg laen, kok ga ditampilin? Ibnu Jakfari jangan kyk jd orang munafik dech.. jika anda yakin dg apa yg anda tulis jangan takut dunk menampilkan komentar orang, atau menunjukkan link2 yang berlawanan dg artikel anda.. ato anda sebenarnya ga pede ya dengan keyakinan anda?? kasihan org awwam ditipu mentah2.. wuakakakak.. tapi walau bgmnapun Allah akan tetap menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang2 munafik benci..

    Ibnu Jakfari:

    Sungguh memalukan sikap kaum wahabi dan nawashib, Nabi Muhammad saw. dihina dan diancam akan dinikahi istri tercintanya eh malah diam tidak bereaksi, seakan mereka tuli dan buta! Lalu mengelak dari berani mengambil sikap dengan membual yang tidak ada kaitannya!

    • @imem

      komennya gaya lama kang, baik komen nt disini maupun di blog mas SP nggak ada yang baru, selalu keluar jalur, biasa wahabi/salafy gitu lho
      wakakak kak kak…he..he..

      ane tunggu komen nt tentang tulisan diatas kang wakakak..kak…ka..

    • emang inbu jakfari tidak tahu diri….ga pernah ngaca, saya sebagai orang yang berlatar belakang NU tidak terima istri nabi dicaci maki ama orang2 syiah seperti ibnu jakfari ini, ilmu dan amal belum berapa sombongnya setengah mati..merasa paling pinter, padahal modal dia hanya berdusta, menggunakan hadis palsu, dan memelintir dan memperkosa pendapat ulama.

      Ibnu Jakfari:

      Mas tolong tunjukan di mana saya mencaci istri Nabi Saw.? Dan kata-kata saya yang mana yang Anda maksud?

    • Sudah jadi kebiasaan pengunjung salafy nashibi menjawab (membual) yg tidak nyambung ama tema….tapi “kelebihan” mereka terletak pada omelan & umpatan….
      Itu sunnah Rasul atau sunnah Kafir Jahiliyah ya ??

  2. Sahabat juga manusia….bisa salah bisa lupa…
    Tapi yang sering saya dengan justru sebaliknya, “Nabi juga manusia, bisa salah bisa lupa” Kok aneh ya…kenapa Sahabat dibela begitu rupa, sementara Nabi dibiarkan terlecehkan ???!!! Mungkin ini konsep ‘Adalah yang sebenarnya dibanggakan itu.

  3. aya aya waenya si buhori teh ah..

  4. itu artinya Nabinya Salafy wahabi bukan Muhammad saw, tp orang-2 munafik yg hdp dimasa Nabi.. Aneh, Nabi dilecehkan diam, tp kl sahabat yg dikritik membela mati-2an… Biasalah anak buahnya Ben Baz Al-Murtadun Al-Jahilun, Abdul Wahab Al-Musyrikun Al-Buta’un & Ibnu Tai-miyyah Al-Munafiqi Al-Kafiri….

  5. Buat kang mas imem!!!!
    harapanku kamu jangan asal ngomong!!! Tolongt jelaskan ya apa maksudnya istri-istri Nabi iutu digelari dengan ibu-ibu kaum mukminin (Ummahatul Mu’minin)?
    Turs kamu itu, seperti juga shohib-shahib kamu yang benci Ahlulbait Nabi, setiap kali diajak bicara satu tema pasti loncat sana loncat sini! Kamu ndak usah rubutin soal orang yang mencela istri Nabi (kalau ada?).. itu urusan lain bung!! Kamu harus jelaskan gimana sikap kamu kepada orang yang mengancam Nabi mu mau ngawini Aisyah??? Mana lebih berat (jika ada) antara yang mencela Aisyah karena beliau memerangi Imam Ali as. dan menyebabkan matinya puluhan ribu umat Nabi, mana lebih keji dengan yang megancam Nabi dengan mau mengawini Aisyah kalao nanti Nabi mati? Itu kan keterlaluan? Apa sikap kalian hai imem dan pengagum bani umayeh lainnya???
    Jangan ngelantur!
    Sebab kalau saya perhatikan semua komentar kalian hanya ngelantur! Takut bicara inti masalah!!!
    dan akhirnya pamer kejahilan!!
    Wassalam atas yang beriman!

  6. @ nogosostro:

    jangan anda mengina nabi2 mereka, yg menjadikan mereka akan menghina nabi kita. tingkat pemahaman mereka baru sebatas itu jadi ya harus dimaklumi.anda tidak akan mampu merobah kefahaman seorang dalam sekejab. bukankah begitu…………

  7. @ pertanyan kang imem itu bkn pembualan atao gaya lama.tp memang ilmiah.
    jwb dong dg ilmiah sbgmna dlm artikel mau nunjukin dalil2,jwb dg dalil jg soal kang imem ?
    yg fair,klo ada comment tampilin smuanya,jgn klo g bisa jwb g ditampilin,itu pengecut………….

  8. Imem dan manusia sejenisnya mah tdk peduli dgn riwayat2 spt ini.

    Di otak mereka, yg entah berisi apa entah bahkan tak berisi apa-apa, pokoknya sahabat itu selalu benar, tidak mungkin keliru, tdk mungkin bermasalah, tidak mungkin suul adab, tidak mungkin khianat dan tidak mungkin dapat laknat.

    Di hati mereka, yg entah terbuat dari bahan apa entah batu cadas entah batu hitam, sudah tertanam keyakinan bahwa apa pun yg terjadi, seburuk apa pun riwayat mengenai sementara sahabat, maka surga tetap menjadi kediaman mereka. Namun entah batunya yg sangat keras, entah karena sdh sangat hitam, mereka telah berketetapan bahwa salah seorang paman Nabi saw, seorang Penjaga, seorang Pembela, seorang Pencinta, sdh ditetapkan dalam neraka, padahal tdk ada 1 riwayat pun yg menunjukkan kesyirikan, keburukan dan kemunafikan beliau. Uh aneh bin ajaib memang.

    Semoga Allah swt tidak membutakan hati kita dan melemahkan akal kita.

    Salam

  9. Sebenarnya menurut Imem cs itu adl sbb :
    1. Nabi SAW terbebas dr kesalhan dan dosa
    2. Sahabat hanya terbebas dari dosa walaupun melakukan kesalahan. Krn sahabat sdg berijtihad, meskipun salah dpt 1 pahala.

  10. @ ibn jakfari dan all pengunjung, jika anda katakan menikahi istri Nabi walaupun masih berupa keinginan saja anda katakan sesuatu yang menyakitkan hati Nabi, terus kira2 lebih menyakitkan mana antara keinginan menikahi dengan mengkafirkan istri NAbi ???
    bukankah yang ingin dinikahi oleh Talhah ra adalah syd A’isyah, tapi bagaimana dengan orang2 syi’ah yang mengkafirkan dan melancarkan laknat kepada beliau ra ?? bukankah mengkafirkannya berarti menganggap Nabi menikah dengn perempuan kafir atau minafik ???
    pikir lebih dulu mas …!!!!!!!

    Ibnu Jakfari:

    Jangan mengelak dari sesuatu yang pasti kepada sesuatu yang hanya fitnah murahan.

    • Yah sama aja deh… Emang setiap istri Nabi dijamin surga….bukannya istri nabi Nuh & Nabi Luth itu kafir (QS. at-Tahrim: 10) …
      Bahkan kalangan salafy mengkfirkan abah n ibunya Rasul KAFIR…. Wah lebih menyakitkan mana tuh bagi Rasul….
      Salafy Nashibi menganggap Rasul kita yg mulia lahir dari rahim seorang wanita KAFIR….
      Nauzubillah….

  11. @ armand, ya mas emang keras hati mereka, udah tau gak boleh mengganggu Nabi walau hanya berkeinginan untuk menikahi istri Nabi kok tambah mengkafirkan dan terus menerus melaknatnya , gimana ini ya ??? kira2 berkeinginan untuk menikahi istri2 Nabi aja udah dianggap mengganggu Nabi dan diancam dengan dosa yang amat besar, apalagi mengkafirkannya dan menjadikan laknat kepadanya sebagai wirid diseetiap shalat dan bacaan qunutnya, kira2 ancaman Allah untuk orang2 semacam ini seperti apa ya??????
    waduh takut ane…….

    • Ah mas sy ga tau darimana tuduhan yg mas keluarkan itu. Yang jelas melaknat itu boleh kepada manusia2 yg pantas utk dilaknat berdasarkan Firman Allah swt:

      “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati”
      (Al-Baqarah: 159)

      Namun terkhusus kepada ummul mukminin Siti ‘Aisyah sy lebih baik menjaga sikap dan ucapan sy thd beliau.

      Salam

    • komentarnya semakin ngawur saja ente ini.

  12. @ ibn jakfari, klo buat blog dan membuka ruang diskusi yang fair donk …..jangan teman2 syiah aja yang di approve tapi dr orang sunninya tidak, klo emang gak bisa jawab jangan buat ruang diskusi…
    takut ya keliatan bohongnya dan keliatan bodohnya orang2 syiah, cuman ngaku2 ilmiah tapi gak berdasar sama sekali….
    sekali lagi klo gak bisa jawab gak usah buat ruang koment
    n klo nt benar2 bernyali, masuk aja di http://www.forsansalaf.com disitu selalu fair komentar2 baik dr orang sunni atau orang syiah pasti di approve selama masih ilmiah..
    buktikan klo nt benar, ane tunggu disitu klo nt berani jangan cuman jd betina kandang aja

    • lebih baik saudara suni memberikan bantahan argumen yg ilmiah atas smua tulisan/ulasan ustd.ibnjakfari, kita pengunjung blog yg lagi pada cari lebenaran juga bisa menelaah mane yang argumentasinya valid dan jitu, syiah ape suni. Ayo para faqih sayidin/habaib kasih komentarnye yg jitu tulisan ustd.ibnjakfari trutama tentang artikel perawi/hadis2 buhori muslim yg ente banggain, jgan bisanye konvoy motor doang.

      • Tahukan mas mengapa Wahabi membenci foto-foto manusia dipampang di dalam rumah? Sebabnya adalah dimana-mana selalu terpampang foto-foto ulama syiah dan foto para awliya/habib yg mereka puja. Hanya sedikit sekali, kalau dibilang malah tidak ada satu pun terpampang foto M. Abdul Wahab, Bin Bazz, Albani.

        Tahukah mas mengapa Wahabi membenci ziarah kubur? Sebabnya adalah dimana-mana yg sering dikunjungi makamnya hanya para ulama Syiah & makam para awliya/habib. Hanya sedikit sekali, kalau dibilang malah tdk ada satu pun yg berkunjung ke makam M. Abdul Wahab, Bin Bazz, Albani.

        Tahukah mas mengapa suatu saat sebuah majelis Sunni dibenci kaum Syiah? Sebabnya adalah di Syiah kalau datang ke majelis tdk pernah sekompak majelis Sunni yg berkonvoy dgn motor.

        Menyerang sebuah kelompok Islam dan merendahkan dzuriat Rasul saw sy kira bukanlah sikap yg ingin disampaikan oleh para Imam Suci.

        Tapi, ehem..kalau ke Wahabi sy kira sih pantaslah.

        Salam

      • Bohong aje ane prnh lihat fotonya si abdul wahab dan si albani,si wahab gi pose breng kaum kafir imprialis,klo ziarah memang itulah balasannya mayat mreka trsiksa tanpa doa tanpa peziarah akibat ucapan mrk(abdul wahab )sendiri,kta siapa? Jemaah syiah lebih aktif dri sunni,tahlilan,40 harisn,tabuik dsb dari syiah bkn adat hindu

  13. @ ibn jakfari, anda katakan “Jangan mengelak dari sesuatu yang pasti kepada sesuatu yang hanya fitnah murahan.” apa maksud nt ngomong gituan? anda gak percaya klo orang syiah melaknat syd A’isyah ?????

    Ibnu Jakfari:

    Anda harus menegaskan sikap Anda terhadap sahabat byang mengancam Nabi saw. dengan mau menikahi “istri tercinta” beliau… Kalau itu dikategorikan ijtihad yang yang anda katakan dilakukan Syi’ah sebut saja ijtihad… Kalau keliru yang dapat pahala satu kan?!
    Selain itu saya mau tanya (harap dijawab dengan jujur): Mana yang lebih berat melaknat sahabat atau mengafirkannya?
    Apa hukumnya orang yang mengafirkan sahabat yang mukmin?

  14. kekacauan dan kontradiksi dalam alam pikiran para syiah,,
    kebenaran sudah jelas,,,sayang menolaknya…

    salah satu ciri dari kesesatan ajaran adalah berada dalam kebingungan dan kontradiksi,,,,dan ciri ini ternyata ada dalam ajaran syiah…

  15. yang saya cantumkan disini adalah kisah dari tafsir tentang teguran dan peringatan Allah kepada sebagian shahabat nabi saw…
    dan itu adalah salah satu bentuk tarbiyah kepada para shahabat nabi saw…
    kisah2 tarbiyah yang diabadikan dalam al qur’an banyak sekali…
    diantaranya perintah dan peringatan kepada kaum muslimin agar berbicara lembut di hadapan rasul,,,,tarbiyah yang diabadikan dalam alqur;an bukan merupakan suatu celaan dan vonis buruk kepada para shahabat nabi saw..
    contoh saja sebagai pembanding, surat abasa,,,disana bahkan rasul sendiri ditegur langsung Allah swt…tentunya teguran itu bukan suatu celaan dan vonis buruk tapi suatu bentuk tarbiyah…
    nah gimana nih…kalau anda jujur dalam kerangka dan metodologi berpikir maka seharusnya anda sudah saatnya taubat dari syiah !!!

    Ibnu Jakfari:

    Akhi, memang ada bedaanya antara teguran dalam rangka mendidik dan kecaman dalam rangka adanya penyimpangan dan kefasikan serta kemunafikan!! Saya setuju dengan itu.
    Lalu yang Anda bawakan di antaranya teguran atas Nabi saw. deangan surah Abasaitu adalah hak Anda karena memang dalam akidah mazhab Anda Nabi saw. tidak ditempatkan dalam posisi terhormat… Tapi dalam riwayat-riwayat kami yang dishahihkan ulama kami dan atasnya akida kami terhadap kesucian nabi saw. kami bangun mengatakan berbeda dengan riwayat kalian… bahwa yang bermukan masam bukan Nabi saw., tapi orang lain….

  16. @elfasi

    Mas kalau ingin menyerang balik, mending respon dulu pertanyaan admin blog ini. Begitulah adabnya sy kira.

    Salam

  17. @ ibn jakfari, anda katakan
    “Anda harus menegaskan sikap Anda terhadap sahabat yang mengancam Nabi saw. dengan mau menikahi “istri tercinta” beliau… Kalau itu dikategorikan ijtihad yang yang anda katakan dilakukan Syi’ah sebut saja ijtihad… Kalau keliru yang dapat pahala satu kan?”
    mas, anda katakan orang2 syiah itu ijtihad dalam melaknat istri Rasulullah SAW, melaknat para mertua Rasulullah sebagasi suatu ijtihad, ijtihad dari mana mas ? coba bandingkan, apkah sama antara sahabat yang ingin menikahi istri Rasulullah dgn anda orang syiah melaknat istri Rasul ? jelas tidak sama mas, klo sahabat talhah belum melakukannya dan Allah langsung memperingatkannya, ini menunjukkan klo Allah ingin memuliakan Rasulullah dan menjaga sahabat dr menyakiti hati Nabi. tapi anda orang syiah anda sudah melakukannya bahkan menjadikan laknat sebagai wirid anda setiap hari. sangat jelas mas bedanya.
    anda perlu koreksi lagi pernyataan anda, anda katakan sebagai ancaman dr sahabat talhah, mas beliau kan masih berencana belum melakukannya gak seperti anda.
    klo anda pikirkan, ayat yang anda tampilkan diawali dengan ” jangan menyakitkan Rasulullah” baru Allah menyatakan ” jangan kalian menikahi istri Rasulullah setelah sepeninggal beliau”
    mas, peringatan Allah dalam ayat itu belum dilakukan oleh sahabat Talhah. tapi ancaman pertama telah anda dan orang syiah lakukan yaitu melukai hati RAsulullah dengan melkanat dan menganggap kafir istri beliau A’isyah, mertua beliau Abubakar dan Umar, justru ancaman itu berlaku bagi anda semua……..
    anda katakan ” Selain itu saya mau tanya (harap dijawab dengan jujur): Mana yang lebih berat melaknat sahabat atau mengafirkannya?” mas, bukannya keduanya hanya dilakukan oleh orang2 syiah seperti anda ini, kok malah bertanya kepada orang sunni ??????

    • @elfasi
      “tapi ancaman pertama telah anda dan orang syiah lakukan yaitu melukai hati RAsulullah dengan melkanat dan menganggap kafir istri beliau A’isyah, mertua beliau Abubakar dan Umar, justru ancaman itu berlaku bagi anda semua……..”

      tanggapan :

      terus bagaimana dengan org sunni yg mengkafirkan ayahanda dan ibunda Rasul serta org yang mati2an membesarkan & melindungi dakwah Rasul ( Abu Thalib) RA ajmain….bukankah itu jauh lebih menyakiti perasaan Rasul…Nauzubillah kalian mengagungkan sahabat namunmengkafirkan keluarga (Abah,bunda, & paman ) Rasul ??

  18. mas ndka baik lho fitnah orang itu

  19. wah……ternyata ini hanya bolg murahan yang gak fair……
    bisanya cuman menmpilkan komentar2 dari orang2 sendiri atauorang lain yang kurang bisa jawab dan mungkin kurang ilmiah…… takut ya keliatan bodohnya adu argumen dengan orang sunni……
    takut kebongkar aibnya klo nt orang2 syiah semuanya gak bisa diskusi secara ilmiah, cuman bisa bawa dalil walaupun maudhu’ dan diberikan kpd orang2 bodoh yang kurang ngerti ama dalil
    klo mo liat kepinteran nt semua diskusi dengan orang yg benar2 bisa ilmiah
    klo gak bisa…tutup aja blog ini mas atao jgn buka ruang koment !!!!!!

    • @ Elfasi
      Sebenarnya seluruh kata2 kamu lebih pantas dialamatkan pada dirimu sendiri kalo nt memang mampu berdiskusi dan berdialog nt bakal kirim koment yang menyentuh pokok permasalahan diatas ttg sahabat yg ngancam bakal ngawinin istri Rasul kalo Rasul mangkat….tapi yang saya lihat seluruh kata2 anda hanyalah hujatan2 kosong yang tak bernilai….

  20. @ Ibn Jakfari, mas anda bawa ayat al-Qur’an tapi tidak anda liat tafsiran ayat tersebut dari para ahli tafsir, sehingga anda hanya menilai dari dhohirnya saja, padahal penialaian anda jauh dari kebenaran.
    klo anda liat lagi tafsir ayat di atas, diterangkan secara jelas, bahwa ayat di atas bukanlah menjadi pernyataan bahwa sahabat Talhah mendapatkan adzab yang besar karena menikahi istri Nabi, karena beliau belum mengerjakannya. Akan tetapi ayat ini justru sebagai penetapan hukum bahwa istri2 Nabi walaupun sepeninggal Nabi tetap statusnya sebagai ummil mukminin sehingga tidak bisa untuk dinikahi oleh siapapun selama-lamanya sebagai bentuk pemuliaan Allah kepada Rasulullah dan kepada istri2 beliau. Klo Allah memuliakannya sampai dijadikan ummil mukminin, maka tidak mungkin orang yang terlaknat atau bahkan orang kafir.
    mas, perlu anda ketahui, ancaman itu hanya sebagai khobar dari Allah bahwa orang yang menikahi salah satu dari istri2 Rasulullah sepeninggal beliau akan mendapatkan adzab yang pedih. sehingga karena sahabat Talhah belum melakukan niatan beliau yaitu menikahinya tapi udah mendapat teguran langsung dari Allah, maka beliau belum mendapatkan adzab tersebut. karena ancaman itu tidak hanya ditujukan kepada sahabat Talhah aja, walaupun sabab nuzul ayat itu kepada beliau, akan tetapi berlaku secara umum kepada siapa saja dengan bukti Allah menggunakan lafdh jamak yaitu : لا تنكحوا ازواجه. ini menunjukkan bahwa ancaman ini berlaku untuk siapa saja, sehingga tidak halalnya untuk menikahi istri2 Nabi tidak hanya berlaku kepada sahabat Talhah tapi berlaku untu semua orang……
    koreksi lebih lanjut mas tulisan anda, mumpung belum banyak yang komentar…

  21. @armand
    Waah…betapa naifnya anda bicara kekompakan.
    Bahwa syiah di indonesia tdk sekompak suni yg gemar konvoy kendaraan, wajar toh mas. Karna sunilah yg berkuasa dan mendominasi dinegri ini ratusan tahunkan. syiah konvoy? Apakah dijamin aman mas armand?

    Anda begitu bangga dengan jamaah yg berkonvoy dijalan-jalan, fair dong…siapaun akan mudah berkata tentang ‘kehebatan’ jamaahnya jika keberadaan mereka berlindung dibalik kekuasaan/penguasa. Lalu bagaimana mnurut anda ttg keadaan kepemimpinan yg carutmarut di negri tercinta ini? Berlomba2 menaikan gengsi dg kemewaha fasilitas, kenaikan gaji ditengah rakyat kebanyakan yg serba kekurangan? (bukankah mereka para pemimpin mengaji dan banyak belajar agama dr para alimulama/sayidin suni)

    Sudahlah…skalilagi melihat kenyataan ini pantaskah syiah yg ‘dipinggirkan’ dinegri ini dikritik karena tdk bisa kompak jamaahnya dlm’brkonvoy kendaraan sperti jamaah sayidin suni? Jujurlah..
    Wasalam.

  22. @ hiroali, anda katakan mereka para pemimpin banyak yang mengaji dengan ulama’ sunni, mas, anda liat pemimpin sekarang, apakah mereka orang yang berilmu agama ? berapa banyak yang nonmuslim ??
    bukti bahwa pembawa islam pertama yang datang ke Indonesia bisa anda liat dari komunitas terbesar di Indonesia, apakah mereka seperti and orang2 syi’ah yang membenci sahabat ataukah orang2 sunni ???
    liat, gimana hasil didikan dari walisongo, gak ada sama sekali dari ajaran mereka untuk mengutuk dan mencaci apalagi mengkafirkan sahabat Rasulullah SAW,
    Syi’ah tidak pernah ada dan tidak pernah terdengar semenjak ratusan tahun yang lalu mas, baru munculnya kan setelah revolusi iran. Jadi gak ada dalam sejarah Indonesia yang menyatakan bahwa pembawa Islam ke Indonesia adalah orang2 syi’ah… Klo ada yang ngomong itu hanya klaim anda sendiri aja..
    mas, justru yang ana tanyakan, salah satu pembawa perpecahan islam itu apakah dari orang sunni ? bukankah mulai marak ketika muncul paham syi’ah yang berbeda dengan paham dari masa sahabat, tabi’in dan seterusnya…

  23. Wah begitcyu ya …. Sahabat adil datang hongkong niy…..bukktinya ngancam nabi gara2 kebelet pengen ngawinin Aisyah nan cantik jelita…wah…wah…wah…sampai Allah “harus” menurunkan Firman yang ngancem sp2 yg berani ngawini istrinya Rasul….
    Luar biasa….Selamat buat para pembela sahabat yg ngawur tadi….sikapnya yg menggertak sambal Rasul dgn pengen ngawini Aisyah benar2 menunjukkan sikap yang benar2 “adil dan bertaqwa”….

  24. Kembali ke topik semula…
    Siapapun yg menyakiti Nabi SAW memang pantas dilaknat termasuk sahabat sekalipun. Doktrin bhw semua sahabat itu baik dan adil hanyalah dogma kosong seperti mimpi di siang bolong.

  25. TEMEN2 SUNNI N SALAFI KAALAU SUDAH DIHADAPKAN DENGAN BUKTI KUAT BEGINIAN PASTI KOMENNYA NGELANTUR KE SANA KEMARI… KELIHATN TUH KALAU BINGUNG JADI PALING ENAK YA CACI MAKI DAN NUDUH SEMBARANGAN… LIHAT TUH SI ELFARISI CS. ITU CONTOH SALAFI BINGUNG…
    MAS-MAS SALAFI, APA MASIH MAU NGOTOT NGEBELAIN “SAHABAT SELURUHNYA UDUL”?
    APA MASIH MAU NGELAK JUGA KALAU SAHABAT KEBANGGAAN KALIAN TERNYATA AKHL;AKNYA BURUK?

  26. wah makin tak pasti nih coment2 dri saudara suni ,,ayoo yg masuk akal dong coment ya jangan cmn bisa lari-lari dong ,,he eh maaf klo agah kasar soalnye ane pengunjung stia juga blok ini yg ingin mencari kebenaran ;;;

    kata orang awam jangan bikin kami jadi binggug …..

    smoga allah swt panjangkan umur ustat ibn ja’fari … *_^

  27. […] Astaghfirulâh, Sahabat Mengancam Nabi saw. Dengan Mau Menikahi Istri Tercintanya! […]

  28. […] Astaghfirulâh, Sahabat Mengancam Nabi saw. Dengan Mau Menikahi Istri Tercintanya! […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: