Nabi Muhammad Saw. Penggagas Ritual Ratapan Atas Kesyahidan Imam Husain As.

Setiap kali bulan Muharram tiba, para pecinta Rasulullah saw. dan pengikut setia Ahlulbait as. di seluruh penjuru dunia memperingati kesyahidan Imam Husain as.; cucu terkasih Nabi Muhammad saw. Mereka meperingatinya dengan membaca kembali sejarah tragedi Karbala yang sangat memilukan dan menyayat hati setiap yang orang yang memliki nurani sehat… Mereka mencucurkan air mata kesedihan, meratapi kesyahidan Imam Husain as. dan kekejaman yang dilakukan oleh pasukan munafik yang biadab terhadap keluarga dan keturunan Nabi saw.!

Namun di balik sana, ada sekelompok yang menamakan dirinya sebagai umat Nabi Muhammad saw. namun mereka merayakannya sebagai hari kejayaan Islam dan kemenangan sang Khalifah Amirul Mukminin Yazid putra Mu’awiyah putra Abu Sufyan yang telah membantai keluarga suci Nabi Muhammad saw.!

Hari Asyûrâ’ menjadi hari penuh kebahagiaan bagi bani Umayyah dan pengikut mereka! Lalu sebagian kaum Muslimin tertipu oleh kepalsuan propaganda sesat bani Umayyah.

Dalamkesempatan ini, kami hanya akan mencari tau akar dan asal muasslam tradisi masyrû’iyyah menangisi kesyahidan Imam Husain as.? hanya itu sementara yang saya ningin terlusuri… mengingat ada sebagian anggapan yang salah dengan menuduuhnya sebagai tradisi buruk yang dilarang dalam Islam!

Nabi saw. lah yang Mencontohkan Dan Mengajarkan Kepada Umat Islam Dimasyrû’kannya Menangisi Imam Husain as.!

Dalam banyak hadis shshih disebutkan bahwa sesaat setelah Imam Husain as. lahir dan dibawakan kepangkuan suci Nabi saw. beliau menggendongnya dan mengumandangkan adzan di telinga kanan Husain dan iqamah di telinga kirinya… Setelahnya beliau saw. meneteskan air meta kesedihan atas cucu tercintanya tersebut.. ketika ditanya mengapa beliau menangis, beliau menjawab bahwa Malaikat Jibril as. baru saja mengabarkan kepada beliau bahwa cucu tercintanya ini krlak akan dibantai oleh sekawanan orang yang mengaku sebagai umatnya… beliau bersabda bahwa mereka tidak akan mendapakan syafa’at beliau.

Hadis-hadis tentang masalah ini sangat banyak jadi tidak mungkin disebutkan seluruhnya di sini. Tetapi paling tidak satu hadis dapat meyakinkan kita jika kita memang beriman kepada kesucian sunnah Nabi saw.

Para ulama meriwayatkan bahwa: Ketika Husain as. lahir, Nabi saw. berkata kepaqda Asmâ’, “Hai Asmâ’, bawakan kemari putraku!” Lalu aku bawakan dia kepada beliau dalam kain selimut berwarna putih, beliau mengumandangkan adzan di telinga kanan Husain dan iqamah di telinga kirinya, setelahnya beliau meletakkannya di pangkuannya dan beliau menangis.

Asmâ’ berkata, “Semoga ayah dan ibuku sebagai tebusan bagi Anda, mengapa Anda menangis?”

Beliau saw. bersabda, “Aku menangisi putraku ini.”

Aku berkata, “Bukankah ia baru saja lahir. Ini adalah saat gembira, lalu bagaimana ANda menangis?”

Beliau saw. bersabda, “Hai Asmâ’ ia akan dibunuh oleh Fi’atun bâghiyah (kelompok pembangkang). Semoga Allah tidak memberi mereka syafa’atku.”

Lalu beliau bersabda kepada Asmâ’, “Hai Asmâ’ jangan engkau kabarkan berita ini kepada putriku Fatimah, ia baru saja melahirkannya.”[1]


[1] Banyak sekali rujukan yang menjadi sumber hadis di atas, di antaranya Jawâhir al Aqdain; as Samhudi.

34 Tanggapan

  1. Ajib, sungguh ajib sikapnya orang-orang sunni yang anti kepada penampakana sikap sedih atas kematian sang cucu nabi tercinta… malah ulama mereka seperti ibnu hajar (si anak batu- demikian terjemahan bebas nama itu) ,alah berfatwa melarang menampakkan sikap sedih dan meratapi kematian sang syahid di Karbala….
    Apakah mereka masih Sunni atau sudah menjadi nashib ya?!

  2. mw tanya rujukan hadits ini semua dari mana.

    Ibnu Jakfari:

    Sudah saya sebutkan di catatan kaki, tolong baca sekali lagi!

  3. satu pertanyaan,apakah sayyidina husein lebih utama dibanding rosulullah saw,sehingga kepergian beliau begitu diperingati sementara kepergian rosulullah seakan berlalu tanpa makna?

  4. adapun tangisan di hari asyuro blh aja asalkan tidak menyalahi syari’at,namun yg dilakukan oleh kaum syi’ah bkn saja mrk menangisi,melainkan melukai dirinya,apa ada dalil yg membolehkan sampai melukai diri ?
    dan knp ketika di hari meninggalnya imam ali,syd umar n usman tdk membuat ritual sama spt imam husen/ ???? bkn kah sama – sama di bunuh meninggalnya ?

    Ibnu Jakfari:

    Kenapa tidak membuat ritual yang sama dengan Asyura untuk Umar dan Utsman, itu urusannya kaum Sunni, sebab merteka adalah Khalifanya kaum Sunni!
    Untuk Imam Husain as. memang ada banyak anjuran dai Nabi saw., Imam Ali as., dan para imam dari keturunan beliau as. agar tragedi Karbala selau dikenang demi menjaga kemurnian Islam!

  5. COBA DONG TUNJUKIN RIWAYAT DARI IMAM ALI TENTANG ANJURAN MERATAPI DALAM KARBALA ?

    • =- knp ketika di hari meninggalnya imam ali,syd umar n usman tdk membuat ritual sama spt imam husen/ ???? bkn kah sama – sama di bunuh meninggalnya ? -=

      Anda baca sejara ga’ se bukanya Umar & usman itu meninggal lebih dahulu daripada iman aLi

      Jika Logikanya umar & usman meninggal lebih dahulu apa bisa orang mati membuat Ritual?

  6. @dayak
    Bagi saya terbunuhnya/Syahidnya Imam Husein As, tidak bisa dibandingkan dg terbunuhnya Umar dan Ustman, bahkan lebih tragis dari terbunuhnya Imam Ali As. Dari sisi pribadinya saja Hussein adalah salah satu Ahlulbayt Nabi Saw dlm Hadis Al Kisa (Nabi sendiri, Ali, Fatimah, Hassan dan Hussein)…
    MAs, sebagian kecil Umat Syiah yg sampai melukai dirinya (itu hanya luka kecil) di dalam peringatan Asyuro, lukanya akan cepat sembuh besoknya, sedangkan melukai Ahlulbayt, pecinta Ahlulbayt, dengan membantai dan menzoliminya, itu sangat melukai hati, yang tdk akan sembuh sampai akhir zaman.

  7. @dayak
    Ayatullah Khamenei mengatakan, “Ketika Komunis menguasai Azerbaijan di masa Uni Soviet, mereka berusaha memusnahkan segala warisan Islam. Mereka menjadikan masjid sebagai gudang, sehingga tidak ada bekas mengenai Islam dan Syiah. Hanya satu hal yang mereka perbolehkan dan itu adalah qameh zani [perbuatan melukai diri saat Asyura]. Para petinggi Komunis melarang orang-orang muslim melakukan salat berjemaah atau membaca Alquran, tapi diperbolehkan melakukan qameh zani. Karena qameh zani bagi mereka adalah alat propaganda anti-agama dan anti-Syiah.”
    Kebiasaan ini dilakukan sebagian kecil orang awam syiah di pakistan dan irak. Tidak ada satupun ulama yang mengajarkan atau menganjurkan.
    Sama saja dg ,Apakah semua aswaja disebut penganut teologi teror karena amrozi cs bermadzab sunni?

    maaf Ustadz, kepanjangan….soalnye ane jadi gemes ngeliat orang gampang terprovokasi media barat yg mendeskreditkan Islam.

  8. maaf, mo ikutan koment,
    @ gholib, emang anda tau dr mana orang sunni gak bersedih dgn kematiannya syd Husein ???? semua org pasti sedih dgn kematiannya apalgi beliau cucu Rasulullah SAW…..
    Ibn Hajar tu gak ngebolehin ritualnya sampe nyakitin n ngelukai diri sendiri…emang ada apa gk dalil yang memperbolehkan menyakiti diri sendiri atas kematian seseorang ?? bukankah Nabi hanya menangisinya aja, gak pake menyakiti diri sendiri n itupun gak diwaktu kematian syd Husein ….
    klo dibilang kematian syd Husein sgt tragis, bukankah kematian syd Hamzah juga sngt tragis n Nabipun menangisinya, trus kenapa gk sekalian dibuat ritual berkabung juga buat kematiannya syd Hamzah ????

  9. @elfasi

    Maaf ya…anda benar, saat anda mengatakan bahawa kematian Sayyidina Hamzah adalah tragis, karena Hindun, isteri Abu Sufyan, dan ibunya Muawiyah melapah dan mengunyah jantung Sayyidina Hamzah…namun, itu adalah perbuatan orang kafir, bukan?

    Imam Husein as, dibunuh kejam oleh umat Islam sendiri…apakah itu tidak lebih tragis dan patut ditangisi?

  10. antara sunni dan syiah jelas berbeda terutama dari dalil dan ulama yang dijadikan rujukan..maka sampaikan kapanpun ga akan ada titik temu….apalagi dalam masalah sahabat, syiah lebih parah lagi sampai berani mengkafirkan para sahabat…..

  11. apakah anda-anda penganut faham syiah,walopun ada sebagian dari anda yang menyebut mahzab keluarga suci nabi,sudah sebegitu yakin dengan apa yang anda yakini walo anda harus MENGKAFIRKAN beberapa sahabat dan bahkan sayyidah aisyah istri nabi MUHAMMAD SAW? apa anda tidak terpikir bagaimana kalo diakhir zaman nanti justru anda salah?dan tak ada waktu untuk bertobat?

    _________________

    Ibnu Jakfar:

    Akhi sebelum melontarkan sebuah kata-kata hendaknya dicek kebenarnya…
    إن جاءكم فاسق بنبإ فتبينوا

    Demikian didikan Islam!
    Apa yang Anda lontarkan adalah lagu lama dan fitnah yang lucu.

  12. @eyangx

    Sebelum sampeyan memfonis Syiah mengkafirkan sahabat dan isteri Nabi saw secara sepihak, maka periksa dulu itikad sampeyan terhdp keimanan Abu Thalib. Menurut sampeyan Abu Thalib apakah beriman ataukah kafir?

    Salam

  13. @ hadi, anda katakan “Imam Husein as, dibunuh kejam oleh umat Islam sendiri…apakah itu tidak lebih tragis dan patut ditangisi? ”
    berarti anda tidak ikut2an ama orang syiah lainnya yang mengkafirkan sahabat dan mengkafirkan yazid bin mu’awiyah…..
    @ ibn jakfari, dalam artikel anda katakan ” Hari Asyûrâ’ menjadi hari penuh kebahagiaan bagi bani Umayyah dan pengikut mereka! Lalu sebagian kaum Muslimin tertipu oleh kepalsuan propaganda sesat bani Umayyah.”
    mas, apakah ketika seorang melaksanakan kesunahan Rasulullah dengan puasa Asyura’ dengan berlandaskan pada dalil2 berupa hadits denga riwayat yang banyak dikatakan tertipu ???? mas, tertipu itu klo gak punya dalil2nya, orang yang gak tau apa2 seperti dakwahnya orang2 syiah yang mempropagandakan pada orang2 awam untuk memusuhi dan mengkafirkan sahabat, itu baru dikatakan tertipu,…
    klo anda memang cinta ama ahlil bait khususnya syd Ali, gimana dengan hadits riwayat syd Ali berikut :
    Dalam kitab diriwayatkan ath-Thusi dalam “Tahdziibu al-Ahkaam”; 4/299, “al-Ibtishaar”; 2/134 :

    يروي عن أبي عبد الله عليه السلام عن أبيه أن علياً عليهما السلام قال : صوموا العاشوراء-هكذا- التاسع والعاشر فإنه يكفر ذنوب سنة

    Lakukanlah puasa Hari Asyura’ pada tanggal sembilan dan sepuluh, sebab itu dapat menghapuskan dosa-dosa selama satu tahun.
    klo anda cinta ama syd Ali, buktikan kecintaan anda dengan mengikuti amalan beliau yaitu puasa Asyura’ !!!!! bukankah tanda kecintaan paling nampak adalah dengan mengikuti amalan orang2 yang kita cintai ??? adapun menangisinya, tidak bisa dijadikan dasar kecintaan karena bisa jadi pura2 belaka biar dibilang cinta atau ada tendensi lainnya.
    oelh karena itu, kaum muslimin jika datang kepada kalian orang2 syi’ah mempropagandakan untuk membenci bahkan mengkafirkan sahabat, maka bertabayunlah sebagaimana firman Allah :
    إن جاءكم فاسق بنبإ فتبينو

    ________________________-

    Ibnu Jakfari:

    *) Akhi elfasi, saya begitu prihatin membaca komentar yang Anda tulis di atas, entah karena ketidak mengertian Anda atau anda sedang tertipu oleh mereka yang begitu bersemangat menghujat Syi’ah dengan atau tanpa ilmu dan dasar.

    *) Akhi, Anda perlu tau bahwa dalam menyikapi hadis yang beredar di kitab-kitab hadis, banyak hal yang perlu dilibatkan…. apakah ada hadis lain yang menyalahi hadis tersbut misalnya sehingga perlu dilakukan uji banding dan setelahnya tarjih atau mengkomprmikan antara keduanya dan masih banyak hal lainnya yang harus dilibatkan. Dan itu adalah tanggung jawab ilmu Fikih dan Ushul Fikih!
    Jadi adalah menggelikan dan terkasan sangat awam jika hanya sekedar menemukan sebuha hadis yang kebetulan tidak diamalakan oleh kelompok tertentu kita dengan serta merta menuduh kelompok itu telah menyalahi Nabi atau Imam yang diyakininya!

    *) Hadis yang Anda sebutkan itu benar adanya dalam kitab Istibshar karya Syeikhuth Thaifah Abu Jak’far ath Thusi (rh) hadis no. 2307 dan saya tambahkan bahwa hadis-hadis lain serupa yang mungkin belum Anda ketahui karena mungkin hanya itu yang ditalqinkan kepada Anda (ma’af). yaitu hadis no.2308-2309.
    kemudian setelahnya ath Thusi menyebutkan hadis no.2310s/p no. 2313 yang kesemuanya mengatakan bahwa puasa Asyura itu bid’ahnya bani Umayyah.
    setelah menyebutkan kedua kelompok riwayat itu ath Thusi menganalisanya dan meberikan tarjih dan pengarahan…. Itulah yang mungkin tidak Anda ketahui karena Bos Anda hanya memberikan matan hadis itu saja… Karenanya saya tantang Anda untuk menyebutkan keterangan beliau di akhir bab tersebut (Bab Shaumi yaumi Asyura’)!!

    *) Akhi logika Anda itu sangat berbahaya bagi mazhab Anda sendiri, sebab Anda akan bersikap sama terhadap apapun riwayat yang ada dalam kitab-kitab hadis mazhab Anda betapapun hadis-hadis itu saling ta’arudh!

    *) Akhinya, saya yakin Anda belum mengerti untuk tujuan apa ath Thusi mengarang kitab al Istibshar! Sebab jika Anda telah mengatahuinya pasti Anda tidak akan mengatakan seperti apa yang Anda telah katakan kecuali jika Anda sedang mau menipu para pembaca/pengunjung blog ini. Adapun kami jelas tidak akan goyah dengan cara-cara tidak ilmiah seperti yang biasa dilakukan kaum Sunni Plus alias Nashibi (maksud kami plus kebencian kepada keluarga suci nabi). Tapi saya yakin Anda bukan termasuk dari mereka… Anda hanya sedang tertipu. Semoga Allah memelekkan Anda dan kita semua kepada kebenaran yang membimbing kita kejalan-Nya. Amin

  14. @ ibn jakfari, klo buat blog dan membuka ruang diskusi yang fair donk …..jangan teman2 syiah aja yang di approve tapi dr orang sunninya tidak, klo emang gak bisa jawab jangan buat ruang diskusi…
    takut ya keliatan bohongnya dan keliatan bodohnya orang2 syiah, cuman ngaku2 ilmiah tapi gak berdasar sama sekali….
    sekali lagi klo gak bisa jawab gak usah buat ruang koment
    n klo nt benar2 bernyali, masuk aja di http://www.forsansalaf.com disitu selalu fair komentar2 baik dr orang sunni atau orang syiah pasti di approve selama masih ilmiah..
    buktikan klo nt benar, ane tunggu disitu klo nt berani jangan cuman jd betina kandang aja

    • gini aja deh, anda juga kagak mau kan disebut orang yang jago kandang, nah, undang tuh orang-orang yang ada di foransalaf untuk diskusi disini. gampang kan?

  15. huakakakak…
    si elfasi….melakukan pemelintiran……dan pmutar balikan fakta…lalu kehilangan argumentasi…ganti thema FITNAH…ttg diskusi yg tdk fair….huakakakka….

    sudah telanjang bulat kedunguan elfasi disini…

  16. @ Ibn jakfari, anda katakan ” Anda perlu tau bahwa dalam menyikapi hadis yang beredar di kitab-kitab hadis, banyak hal yang perlu dilibatkan…. apakah ada hadis lain yang menyalahi hadis tersbut misalnya sehingga perlu dilakukan uji banding dan setelahnya tarjih atau mengkomprmikan antara keduanya dan masih banyak hal lainnya yang harus dilibatkan. Dan itu adalah tanggung jawab ilmu Fikih dan Ushul Fikih!
    Jadi adalah menggelikan dan terkasan sangat awam jika hanya sekedar menemukan sebuha hadis yang keberulan tidak diamalakan oleh kelompok tertentu kita dengan serta merta menuduh kelompok itu telah menyalahi Nabi atau Imam yang diyakininya!”
    saya memang gak mau komentar banyak soal karangna aththusi, karena itu adalah ulama’ anda sendiri yang penuh dengan kebencian terhadap para sahabat.
    yang perlu ana tanyakan, apakah riwayat dari syd ALi orang yang anda (orang2 syiah) anggap maksum sebagaimana para Nabi tentang puasa Asyura’ tapi anda menoleknya dengan alasan bertentangan dengan riwayat mu’awiyah, apakah keyakinan kalian bahwa Asyura’ adalah bid’ahnya bani Umaiyah sehingga kalian tidak mempercayai riwayat Imam anda sendiri ????

    ________________

    Ibnu Jakfari:

    Sebelumnya saya tidak menyangka kalau saya harus berdiskusi dengan seorang sejahil Anda (maaf bukan dengan niat mengejek, tapi memastikan status anda saja)… masalahnya apakah Anda yakin bahwa setiap hadis yang diatas-namakan Nabi Muhammad saw. itu pasti shahih beliau sabdakan, sehingga jika ada yang meragukannya atau menolaknya digolongkan menentang Nabi saw.?!

    Dan sejak awal saya sudah khawatir bahwa jangan-jangan Anda ini belum pernah barang melihat sampul kitab hadis Syi’ah yang bermana al Istibshar..apalagi isinya, karenanya Anda mengatakan: yang perlu ana tanyakan, apakah riwayat dari syd ALi orang yang anda (orang2 syiah) anggap maksum sebagaimana para Nabi tentang puasa Asyura’ tapi anda menoleknya dengan alasan bertentangan dengan riwayat mu’awiyah, apakah keyakinan kalian bahwa Asyura’ adalah bid’ahnya bani Umaiyah sehingga kalian tidak mempercayai riwayat Imam anda sendiri ????
    Baca lanjutan hadis-hadis yang disebutkan Syeikh th Thausi (semoga Allah mengumpulkan beliau bersama para Imam suci yang beliau cintai yang yakini keimamahannya) agar Anda tau!!
    Akhi alfasi, Apakah jika ada seorang ulama Anda (dari mazhab Syafi’i atau maliki atau lainnya misalnya) menolak sebuah atau beberapa hadis berarti ia sedang tidak mempercayai nabinya sendiri??

    Akhi saran saya kamu perbaiki cara berpikir Anda… Maaf sekali lagi bukan menghina tapi karena kasihan aja. Saya tidak melarang Anda membenci Syi’ah tapi ya mbok jangan membuat malu teman-teman Anda yang jauh lebih cerdas dan bagus logikanya…

  17. @elfasi

    berarti anda tidak ikut2an ama orang syiah lainnya yang mengkafirkan sahabat dan mengkafirkan yazid bin mu’awiyah…..

    Sebelum mas gembar-gembor menuduh Syiah mengkafirkan sahabat, sebaiknya periksa dulu itikad mas thd pamanda Rasul saw Abu Thalib. Bagaimana pendapat mas tentang keimanan Beliau?

    Salam

  18. usyadz jakfari kalau saya boleh saran jangan buang tenaga deh ngeladenin si elfasi sebab kita jadi sebel ngeliatnya… komen asal… aku ko jadi curiga jangan2 memang mau ngerepoti & nyita waktu berharga antum..

  19. Untuk mas Elfasi:

    Nt kayanya ga nongkrongin lg yah blog Forsan Salaf?
    Pertanyaan saya koq yg di http://www.forsansalaf.com/2009/asyura-hari-berkabung/comment-page-2/#comment-1533 sdh 4 hari ga dijawab? Ada apakah? Atw perlu saya tanyakan di sini kpd anda?

    “Iye trus Imam Husein as puasa jg ga saat 9 atw 10 Muharram di Karbala ? Atw pd saat peristiwa tsb Imam Husen as menyinggung2x masalah puasa Asyura kpd para syi’ahnya atw kpd para mushnya ga ?. Secara diakan cucu Nabi SAW pasti tahu sunnah Nabi SAW kan.”

  20. @ ibn jakfari, perlu anda pahami lagi dari perkataan ana sebelumnya “apakah riwayat dari syd ALi orang yang anda (orang2 syiah) anggap maksum sebagaimana para Nabi tentang puasa Asyura’ tapi anda menoleknya dengan alasan bertentangan dengan riwayat mu’awiyah”
    mas apakah perkataan ana disitu mengatakan anda menolak Rasulullah SAW ? klo anda punya pemahaman bagus pasti bisa paham kata2 yang ane maksud (maaf bukan ane kasr tapi udah kenyataannya), ane mau tanya gimana menurut anda, riwayat dari imam Ali ini, apakah akan anda tolak juga walaupun itu diriwayatkan dari orang yang anda anggap maksum ??? atau anda hanya menyesuaikan dengan keyakinan nt aja tanpa berpikir logis dengan riwayat begitu banyaknya bahkan diriwayatkan pula oleh imam Ali tapi anda tolak juga ?
    maaf, sekedar ingin tau, pernyataan dari saudari muhibbah di atas tidak mendapat komentar sama sekali, apakah tidak anda temukan jawabannya ??

  21. wah……ternyata ini hanya bolg murahan yang gak fair……
    bisanya cuman menmpilkan komentar2 dari orang2 sendiri atauorang lain yang kurang bisa jawab dan mungkin kurang ilmiah…… takut ya keliatan bodohnya adu argumen dengan orang sunni……
    takut kebongkar aibnya klo nt orang2 syiah semuanya gak bisa diskusi secara ilmiah, cuman bisa bawa dalil walaupun maudhu’ dan diberikan kpd orang2 bodoh yang kurang ngerti ama dalil
    klo mo liat kepinteran nt semua diskusi dengan orang yg benar2 bisa ilmiah
    klo gak bisa…tutup aja blog ini mas atao jgn buka ruang koment !!!!!!

    Ibnu Jakfari:

    Akhi dari pada ngomel tanpa dasar lebih baik tanggapi dulu pertanyaan-pertanyaan saya atas komentar-komentar Anda yang berserakan hampir di semua artikel saya…. kenapa kalau sudah kerepotan jawab, Anda pindah tema dan menghiasinya dengan omelan?!

  22. @ nomad dan ibn jakfari, yang jadi tolak ukur dalam kesunahan puasa asyura’ bukanlah syd Husein, sehingga perkara syd Husein puasa ataukah tidak tidak bisa menghilangkan kesunahannya karena kesunahan puasa harus dari dalil2 baik al-Qur’an ataupun hadits.
    kita orang2 sunni tidaklah mempermasalahkan klo anda semua orang2 syiah tidak mengerjakan puasa asyura’ karena itu hanyalah sunnah bukan wajib. akan tetapi, kita sangat tidak setuju dengan pandangan bahwa asyura’ sebagai hari raya zaid bin mu’awiyah dan puasa asyura’ sebagai bentuk hari rayanya, dair mana dasarnya ini semua ???? ini justru akan menghilangkan riwayat hadits kesunahan puasa asyura’ yang sangat banya ???
    tolong dijawab mas.!!!!!

  23. @elfasi

    ente sekolah dasarnya di mana sih?

  24. @elfasi
    mumpung kemaren tagl 12 rabiul awal….puasa Asyura agak mirip dengan fenomena maulid nabi yang bagi orang suni umumnya di peringati tanggal 12 Rabiul Awal, padahal kita tahu bahwa taggl tersebut adalah taggal kematian rasul, dan orang suni dengan suka cita memperingati tanggal tersebut tanpa sadar yang di peringati adalah hari kematiannya…perlu di ketahui wahai saudara2, ini adalah tipu muslihat dari para musuh2 Rasul yang senang dengan kematian Rasul dan mengajak kita umatnya untuk bersuka cita mengenang kematian nya.
    sama halnya dengan hari asyura yang di peringati dengan puasa yang konon bisa menghapus dosa-dosa yang telah lalu adalah propaganda musuh Rasul yang senang dengan kematian keluarganya.

    nb. kalo mau tahu tanggal lahir Rasul yang sebenarnya liat Akta Lahir nya….siapa yang nympen Akta Lahirnya? sahabatnya kah? tetangganya? atau bahkan musuh-musuhnya? ah rasanya nda mungkin, yang mungkin nyimpen adalah KELUARGANYA, yuk kita tanya….

  25. Maaf copas dari salafytobat.wordpress.com

    ___________
    bnu Jakari:

    Ma’af akhi kami tidak menerima Copas

  26. Seru juga nih.. perdebatan tdk akan selesai kecuali keduanya berperang saling bunuh.. kalian siap?
    Menarik bagi saya dari syiah adalah mut’ahnya, tolong dong beri tahu caranya. Tolong perkenalkan saya dengan adik atau saudara perempuanmu biar kenalan, saya yakin dia mau mut’ah dengan saya.

    • semua mengaku islam tapi kelakuannya memalukan mengapa mesti saling berebut benar malah jadinya orang non islam yang tepuk tangan kesenangan. broer hanya Allah SWT SUMBER KEBENARAN ,KITA BERSAUDARA LEBIH BAIK JABAT TANGAN DOL.

  27. aduuh..mas elfasi o’on bgt c anda ini..

  28. KALAU SUNI SELALU MEMULYAKAN SEMUA PARA SAHABAT ENTAH ITU SAHABATNYA BAIK ATAU BURUK TERMASUK BANI UMAYAH YG SUDAH JELAS2 KEBUSUKANNYA ORANG SUNI MASIH SAJA MEMBELANYA!! SIMPEL AJA GA USAH DIPERTEBATKAN KARNA ORANG SUNI SEMUA TATA CARA IBADAHNYA SESUAI DENGAN SUNAHNYA SAHABAT BUKAN SUNAH RASUL….CONTOH ; WUDHU,TARAWEH DAN LAIN2 SEMUNYA HASIL IJTIHAD PARA SAHABAT, NAH UNTUK ITU GAMPANG JADIIN AJA PARASAHABAT SEBAGAI NABI KARNA YG DIIKUTI KAN SUNAH SAHABAT BUKAN SUNNAH NABI!!!

  29. […] Nabi Muhammad Saw. Penggagas Ritual Ratapan Atas Kesyahidan Imam Husain As. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: