Siapa Bilang Kaum Munafik Bukan Sahabat Nabi Saw.?!

Sekali lagi Anda saya ajak melihat dari dekat kerancuan konsep keadilan seluruh sahabat yang menjadi andalan Mazhab Sunni dalam mempertahankan berbagai doktrinnya di samping kerancuan dan celah yang sudah saya sebutkan dalam beberapa artikel sebelumnya.

Apabila ada peneliti yang menyajikan data-data penyimpangan, pelanggaran, pembangkangan para sahabat mereka (ulama Sunni dan tentunya juga kaum awamnya) segera mengatakan mereka yang disebutkan dalam data-data dan nash (Al Quran dan Sunnah) adalh kaum munafik! Dan kaum munafik bukan termasuk sahabat Nabi! Jangan masukan munafik ke dalam daftar sahabat Nabi Saw.! Munafik ya munafik!

Demikianlah kurang lebih pembelaan yang mereka lontarkan.

Tetapi benarkan kaum munafik itu bukan sahabat Nabi Saw.?

Sepertinya seluruh data bertolak belakang dengan pembelaan yang mereka kkatakan. Sebab kenyataannya iaalah bahwa kaum munafik adalah mereka yang menyatakan (mengikrarkan) syahâdatain dengan lisan mereka, kendati hati mereka tidak menerimanya. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa umat manusia di hadapan da’wah Nabi saw. Terkelompkkan menjadii tiga kelompok:

1)      Mereka yang menerima da’wah dan beriman kepada kenabian beliau dengan tulus. Mereka adalah kaum Mu’min.

2)      Kedua kaum yang menginkari kebenaran da’wah dan menolak kenabian beliau. Mereka iitu adalah kaum kafir. Kaum kafir yang ingkkar ini terbagi menjadi dua kelompok: A) Mereka yang berterus terang dalam kekafiran dan menentangannya. Mereka disebut kafir dan

3)      B) Mereka yang tidak berterus terang daalam kekafiiran dan pengingkarannya. Mereka menampakkkan keimanan sementara pada hakikatnya mereka adalah kafir! Mereka ini disebut sebagai kaum munafik!

Nah, jelslah sekarang siapa sebenarnya kaum munafik itu? Mereka yang secara lahrriyah muslim akan tetepi pada hakikatnya mereka itu kafir!

Mereka yang menampakkan keislaman dan keimanan itu pastilah akan dberlakukan atas mereka hukum Islam. Nabi saw. Akan mempperlakukan mereka sebagai orang-orang Muslim dan memberlakukan atas mereka hukum-hukum Islam sebagaimana diberlakukan atas yang lainnya.

Demikianlah sejaraan mencatat. Kaum munafik itu bergabung bersama kaum muslim lainnya di zaman Nabi saw.’ Mereka shalat berjama’ah bermaza Nabi saw., menunaikan haji bersama beliau bahkan berjihad melawan musuh-musuh Islam bersama Nabi saw. Dan kaum Muslim lainnya.

Jika demikian kenyataannya, apa alasan kita mengatakan bahwa kaum munafik itu buan sahabat Nabi saw.?!

Bukankah mereka yang berikrar dengan syahâdatain di hadapan Nabi saw. atau di zaman beliau lalu bergabung dengan jama’ah kaum muslim lainnnya sudah cukup syarat untuk disebut sebagai sahabat Nabi saw.?

Selain kenyataan di atas banyak data di mana Nabi saw. Menyebut kaum munafik sebagai sahabat beliau! Dalam kesempatan ini saya hanya ingin mengajak Anda melihat dari dekat data tersebut dan merenungkannya baik=baik.

Para mufassir Sunni ketika menerangkan atar-ayat surah al Munâfqûn demikian juga para sejarawan Islam ketika mereka menyebutkan perang Muraisi’ atau nama lainnya perang bani Mushthaliq pasti menyebutkan sebuah pristiwa percek-cokan antara dua orang sahabat; satu dari kalangan Anshar dan yang satu dari kalangan Muhajrin dalam urusan perebutan yangkemudian berakhir dengan luapan kemaraham Abdullah ibn Ubay ibn Salûl (yang kata data-data Sunni disebut sebagai gembong kaum Munafik) yang iia tuang dalam kata-kata busuk yang mengejek-ejek dan mengancam untuk mengusir Nabi saw. dan kaum Muslim dari kota Madinah. Kemdian setelah ucapannya yang menjelaskan kekentalan kemunafikannya iitu dilaporkan kepada Nabi saw. dan beliau pun menegurnya lalu Abdullah ibn Ubay pun mengelak dengan mengatakan bahwa ia tidak pernah mengatakan apa-apaun seperti yang dilaporkan kepada beliau.

Menyikapi kekejian kata-kata Abdullah ibn Ubay ibn Salûl sebagai sahabat lainnya (khususnya Umar ibn al Khaththâb) meminta (atau mengslkan) agar Nabi saw. memerintah untuk membunuh saja Abdullah ibn Ubay si gembong munafik iitu. Tetapi mereka (dan saya yakin, kaum awam Sunni yang selama ini menjadi korbar pembuutaan)  benar-benar dikejutkan dengan jawaban Nabi saw.

Apa jawaban Nabi saw. terhadap Umar yang mengusulkan agar Abdullah ibn Ubay dibunuh saja?

Perhatikan keterangan yang diabadikan para ulama Islam di bawah ini;

Ibnu Jarir ath Thabari, al Baghawi, al Khâzin, Ibnu Katsîr, as Suyûthi, asy Syaukâni dll menyebutkan banyak riwayat: bahwa ketika Umar berkata kepada Nabi, ‘Wahai Nabi, perintahkan Mu’âdz ibn Jabal agar memenggal kepala si munafik itu!’ Maka Nabi saw. menjawab:

لا يتَحَدَّثُ الناسُ أَنَّ مُحمدًا يَقْتُلُ أَصْحابَهُ.

“Jangan sampai orang-orang berbicara bahwa Muhammad mebunuh para sahabatnya.”

Riwayat di atas dengan berbagai jalur dan perincian pristiwanya dapat Anda baca dalam :

1)      Tafsir ath Thabari, ayat 8 surah al Munâqûn,28/112-115.

2)      Tafsir al Baghwi,7/99.

3)      Tafsir al Khizin,7/99.

4)      Tafsir Ibnu Katsîr,4/370.

5)      Tafsir asy Syaukâni,5/233.

Dan banyal lainnya.

Ibnu Jakfari berkata:

Nah, kini jelaslah bagi kita bahwa kaum munafik juga disebut Nabi saw. sebagai Sahabat beliau!

30 Tanggapan

  1. ===“Jangan sampai orang-orang berbicara bahwa Muhammad mebunuh para sahabatnya.”====

    Maaf, Mas Ibnu Jakfari. Bukannya saya Menyangsikan keautentikan riwayat yang Anda paparkan. Yang saya sangsikan adala CARA ANDA MEMAHAMI TEKS yang keliru.
    Dari teks Hadits di atas tidak bisa diambil kesimpulan bahwa Abdullah ibn Ubay ibn Salûl.
    Analoginya begini: Misalnya saya menemukan seorang anak kecil yang terlantar di jalan, kemudian saya bermaksud baik kepada anak tersebut untuk … Saya bawa dia jalan-jalan, saya jajakan, pokoknya saya senangkan dia supaya dia percaya bahwa saya benar-benar ingin berbuat menolongnyanya….

    Orang-orang akan mengatakan bahwa anak tersebut adalah anak saya, padahal sebenarnya dia bukan anak saya.
    Demikian juga Abdullah ibn Ubay ibn Salûl yang dianggap orang-orang di luar Islam (—barangkali Mas Ibnu Jakfar termasuk di dalamnya—) sebagai Sahabat padahal dia bukan Sahabat…
    Teman-teman netter yang lain setuju nggak dengan analogi saya di atas ?……..

    Ibnu Jakfari:

    Coba Anda jawab pertanyaan saya ini, mungkin bisa menjelaskan apa yang saya maksudkan: Apakah Abdulah ibn Ubay itu seorang Muslim bukan?
    Jika jawaban Anda: Ya. berarti salahkan jika ada yang berkata Abdullah ibn Ubay ity sahabat beliau? Sebeb sesuai dengan defenisi yang dibakukan mazhab Sunni, Ibnu Ubay dan sejenisnya itu bisa masuk ke dalamnya bukan?!
    Saya mengerti semangat orang seperti Anda dan saya juga setuju bahwa kesucian Nabi saw. harus dijaga dari semua yang dapat mencorengnya, termasuk dari kaum munafik! Karenanya, defenisi yang sekarang dibakukan mazhab Sunni perlu dilihat kembali, agar kaum munafik tidak tercakup di dalamnya. Jika tidak ya pasti kaum Munafik termasuk!

    • @mas muslim
      selalu saja menyangal kenyataan yg ada dg banyak dalih yg kekanak2kan.

      padahal sdh banyak hadis suni yg mengandung redaksi sahabat yg tdk bisa bersama nabi tercinta saww ditelaga haudh nanti.

      • Yang jadi masalah sebenarnya bukan hadits2 & ayat yg menyatakan sahabat Nabi Munafiq….Karena semuanya udah otentik bahkan shahih dikalangan Sunni…
        Tapi yg jadi masalah adalah ustadz2 & Syekh2 yg memfatwakan “seluruh sahabat nabi adil & benar” dgn mengabaikan hadits2 dan ayat2 yg sebenarnya membungkam fatwa mereka sendiri …..

  2. ya…maklumlah ustadz , kalau ada sahabat yang benar saya belain mati2an, kalau ada yang salah …harus di belain juga…..ya….di FILIH – FILIH dulu,.,. maklum lah sudah di dokrin jangan SALA h FI lih…..

  3. Allahumma Shalli ‘ala Sayyidinaa Muhammad, Wa ‘ala Aalie sayyidinaa Muhammad Waththayyibien waththahirien. andaikan aq bisa melihat dizaman itu seperti melihat kehidupan dizaman ini munkin aq bisa memberi pencerahan lebih kepada diriqu. Ihdinashshiratal Mustaqiem, Munkin si Muslim bisa memberi tahu jalannya

  4. saya setuju dgn pendapat saudara muslim, bukan seperti itu pemahamnya, rosulullah khawatir timbul fitnah yang ga benar, itu menunjukan kehati-hatian dan bijaksananya rosulullah…pemahaman ibnu jakfar terlalu dipaksakan untuk mencaci dan melakukan pembunuhan karakter terhadap sahabat nabi….ciri khas ajaran syiah….waspadalah…(tidak pernah ada pemahaman dan syarah hadis sunni seperti itu)

    • memang cinta itu buta, bisa membutakan segalanya. akal sehat jadi buta.sabda nabi yg sudah begitu jelas masih diplintir dan dipaksa belokkan artinya demi cintanya pada idola/sahabat yang jelas tidak dijamin kemaksumannya. anda tinggalkan saja pandangan yg salah tsb dan anda tidak berdosa, dari pada melintir sabda nabi dan akan menyesatkan ummat sudah pasti dosanya.

  5. @muslim

    Maka Nabi saw. menjawab:

    لا يتَحَدَّثُ الناسُ أَنَّ مُحمدًا يَقْتُلُ أَصْحابَهُ.

    “Jangan sampai orang-orang berbicara bahwa Muhammad mebunuh para sahabatnya.”

    kalimat ini jelas yg bilang sahabat itu Nabi saww.

    kalo kata sahabat itu ente artikan belom tentu sahabat yg didefinisikan secara umum, maka itu hanya pendapat ente.

    Dan silahkan saja, definisikan tepatnya pelintir kata sahabat ini menurut ente. kgk aneh buat kami model pelintiran kayak gini yg dilakukan kelompok ente..

    masalahnya siapa yg jujur dan memiliki nalar sehat , biar yg lain yg menilai..hihihiiiii

  6. @Muslim

    Difinisi Sahabat menurut Imam Bukhari (Suni)

    Sahabat adalah seorang Muslim yang pernah bersama Nabi saw atau pernah melihat beliau saw

    kemudian silahkan membaca ayat ini:

    Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kami-lah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan kami siksa dua kali kemudian mereka akan di kembalikan kepada azab yang besar. (QS. At Taubah [9]:101)

    Jadi dengan difinisi diatas dan merujuk ayat 101 surat attaubah, maka orang-orang munafik terkategorisebagai sahabat, mengingat sebagian penduduk madinah adalah orang-orang munafik yang mengaku islam walaupun sebenarnya munafik (bahkan Nabi sendiri tidak mengetahui kemunafikannya)…. jadi diantara sahabat yang kita agung2kan kemungkinan salah satunya adalah seorang munafik, sebab mereka menampakkan islam padahal hakekatnya munafik…!

    maka difinisi “SAHABAT” dalam suni perlu di revisi jika tidak mau disebut diantara sahabat ada yang munafik..

    jadi dalam artikel mas ibnu jakfari tepat sekali, yang perlu dipermasalahkan adalah difinisi sahabat menurut suni… dan sifat ghulu suni terhadap sahabat seolah-olah mereka itu manusia2 maksum…!

    padahal mereka manusia biasa yang tidak lepas dari dosa bahkan perbuatan sebagian dari mereka sungguh keterlaluan dan melakukan tindakan2 yang keji…!

  7. ibnu jakfar tidak melihat dan memahami sejarah dengan benar, coba baca sejarah dengan lengkap dan utuh, bagaimana sikap nabi dan sahabat kepada abdullah bin ubay, sikap nabi adalah bentuk kehati-hatian dan menghindari tanggapan-tanggapan miring/fitnah dari orang kafir, kesimpulan ibnu jakfar terlalu dipaksakan.

  8. lho memangnya definisi kaum munafiq apa sih pak ustadz,,hehe..

    lha wong ada surat al qur’an yang yg khusus membahas tentang kaum munafiq dan ciri-cirinya,,,,hehe..

    bisa menjadi diskusi yg menarik ,,,

    Ibnu Jakfari:

    Semua sih tau!Munafik itu:orang yang menampakkan keimanan dan Islam tetapi menyembunyikan kekafirannya.
    Munafik itu Muslim tidak?
    Muslim di zaman Nabi saw. yang melihat Nabi saw,, apa namanya?

  9. @Dody K

    mas dody yang pinter

    menurut kamu/suni sahabat dalam ayat dibawah ini (sahabat munafik yang tidak diketahui kemunafikannya),

    Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kami-lah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan kami siksa dua kali kemudian mereka akan di kembalikan kepada azab yang besar. (QS. At Taubah [9]:101)

    mereka itu termasuk sahabat apa tidak? kalo jawaban anda ya? maka bagaimana anda/suni mengatakan semua sahabat adil? padahal diantara mereka ada yang munafik yang tidak diketahui!

    kalo jawaban anda “mereka tidak dikategorikan sahabat” maka anda harus merivisi DIFINISI SUNI TTG SAHABAT!
    karena jika kita memakai difinisi sahabat menurut suni mereka itu termasuk sahabat (karena mereka ketemu Nabi saw dan mengaku Islam) -sesuai ayat itu Nabi SAW tidak mengetahui kemunafikannya- jadi tentunya mereka dihukumi sebagai “Muslim” dan kalo Muslim maka nereka menurut difinisi suni adalah SAHABAT)

    sekian saya tunggu jawaban sampean!

  10. @jakfari

    Mas mau nanya nih,

    Ketika Nabi saw wafat, beberapa sahabat menunjukkan penentangannya thd Imam Ali, khususnya dalam hal siapa yang berhak atas kekhalifahan sepeninggal Nabi saw. Dari yg saya pelajari, terdapat segelintir orang yg tetap berwilayah kepada Imam Ali, meskipun harus menghadapi begitu banyak manusia. Namun pada suatu waktu mereka/ia berbalik memusuhi dan bahkan berperang melawan beliau as. Menurut mas ketika mereka mengakui kenabian dan kebenaran ajaran Nabi saw, apakah mereka melakukannya dengan tulus dan msh tetap seperti itu ketika wafatnya Nabi saw?

    Salam

  11. ustadz mohon diluruskan pemelintiran hadi yang dimuat di : http://tenteradajjal.blogspot.com/

  12. 1.tolong sebutkan rukun iman orang syi’ah?
    2.knp orang syi’ah sholat mayit 5x takbir? apa aja c yg dibaca?
    tlg dijawab

  13. karena sudah sekian lama tak ada jawaban dari lawan bicara, maka saya simpulkan bahwa memang benar sebagian sahabat nabi saww adalah MUNAFIQ.

  14. ibn jakfari : ini ulasan anda : Perhatikan keterangan yang diabadikan para ulama Islam di bawah ini;

    Ibnu Jarir ath Thabari, al Baghawi, al Khâzin, Ibnu Katsîr, as Suyûthi, asy Syaukâni dll menyebutkan banyak riwayat: bahwa ketika Umar berkata kepada Nabi, ‘Wahai Nabi, perintahkan Mu’âdz ibn Jabal agar memenggal kepala si munafik itu!’ Maka Nabi saw. menjawab:

    لا يتَحَدَّثُ الناسُ أَنَّ مُحمدًا يَقْتُلُ أَصْحابَهُ.

    “Jangan sampai orang-orang berbicara bahwa Muhammad mebunuh para sahabatnya.”
    Klo mau fair jgn Cuma tulis rujukan dari kitab ini itu,gampang mas.
    Coba anda tulis naskah arab nya dengan detail,jadi yg menyimak tau apa benar pemahamannya spt itu,atau anda melintir ?

  15. Ribuan Salafi Wahabi Masuk Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariah Setelah Membaca Blog Spektakuler Menggemparkan Ini : http://syiahindonesia1.wordpress.com

    dengan dokumen 7 buah

    1. Bukti Imamah Ali Yang Mengguncang Semesta ! Meruntuhkan Aswaja Sunni ———

    2. Guncang !!! Hadis Palsu Dalam Kitab Bukhari Terungkap !———-

    3. KAiDAH : HADiS YANG MERUGiKAN AHLUL BAiT ADALAH PALSU DENGAN SENDiRi NYA ——–

    4. Nabi SAW bilang tidak semua sahabat adil.. Kok Ulama Aswaja membantahnya !!! ———

    5. 12 khulafaur rasyidin Syi’ah Dizalimi Rezim Umayyah Abbasiyah Dan Kaitannya Dengan Kitab Hadis Bukhari Muslim————-

    6. SALAFi WAHABi MEMAKAi HADiS DHA’iF SYi’AH SEBAGAI BLACK CAMPAiGN ————-

    7. Kesalahan Terfatal Aswaja Sunni Karena Membela Rezim Mu’awiyah

    Ribuan Salafi Wahabi Masuk Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariah Setelah Membaca Blog Spektakuler Menggemparkan Ini : http://syiahindonesia1.wordpress.com

  16. hehe…definisi shahabat dalam sunni sudah jelas, orang Islam yang bertemu nabi dan wafat dalam keadaan Islam

    definisi munafiq adalah jelas, orang yang PURA-PURA masuk Islam, padahal hatinya kafir…

    bagi siapa saja yang sering membaca shirah nabi saw sudah paham betul siapa yang kaum munafiq, bahkan abdullah bin ubay adalah kaum munafiq yang dibahas paling komplet,,,

    abdullah bin ubay lah yang memfitnah isteri nabi Aisyah ra sebagai pezina,,,,,abdullah bin ubay lah yang mendirikan masjid dhirrar, yang akhirnya masjid tsb dibakar oleh rasul…

    nah jadi rasul dan para shahabatnya sudah paham siapa yang munafiq….

    mereka paham betul siapa kaum munafiq….pantas saja sampai diturunkan surat munafiqin…

    gitu deh…

    Ibnu Jakfari:

    Secara dzahir, kaum Munafiq itu Muslim bukan?
    Apakah Abdullah ibn Ubay itu mati dalam keadaan Islam tidak? Jika tidk mengapa Nabi menshalatinya?
    Lalu sahabat yang munafiq apa cuma IbnuUbay saja…..

    • @jakfari

      Sy coba bantu ngejawab nih;

      Jkf: Secara dzahir, kaum Munafiq itu Muslim bukan?
      Sy: Muslim dong (*tegas dan yakin*)

      Jkf: Apakah Abdullah ibn Ubay itu mati dalam keadaan Islam tidak?
      Sy: Eh…anu..ga tau. Ma…matinya…Islam…ya?

      Jkf: Jika tidk mengapa Nabi menshalatinya?
      Sy: Eh…anu..anu…Oh ya coba dong tunjukin darimana omongan kamu itu! Jangan sembarangan bilang Nabi menshalatkan!

      Jkf: Lalu sahabat yang munafiq apa cuma IbnuUbay saja…..
      Sy: Ya ga lah…cuman jgn tanya sy. Sy ga tau siapa lagi orangnya.

      Salam

      • @Armand

        Jkf: Apakah Abdullah ibn Ubay itu mati dalam keadaan Islam tidak?
        Sy: Eh…anu..ga tau. Ma…matinya…Islam…ya?

        Jkf: Jika tidk mengapa Nabi menshalatinya?
        Sy: Eh…anu..anu…Oh ya coba dong tunjukin darimana omongan kamu itu! Jangan sembarangan bilang Nabi menshalatkan!

        saya coba bantu ngejawab

        mungkin yang dimaksud pak ibnu jakfari bahwa nabi menshalati si munafiq itu, adalah menurut hadis bukhari bahwa nabi saw menshalati abdullah bin ubai lalu sama umar ditarik dan dilarang, kemudian turun ayat yang membenarkan perbuatan umar itu..

        dengan kesimpulan ini nabi saw telah menshalati orang munafiq

        @ibnu jakfari

        Apa itu maksud pak Ibnu jakfari?

        ____________
        Ibnu Jakfari:

        Benar sekali akhi. Baca hadis di bawah ini dalam Shahih Bukhari, Kitab at tafsir, Bab ayat


        قوله ولا تصل على أحد منهم مات أبدا ولا تقم على قبره

        حدثني ‏ ‏إبراهيم بن المنذر ‏ ‏حدثنا ‏ ‏أنس بن عياض ‏ ‏عن ‏ ‏عبيد الله ‏ ‏عن ‏ ‏نافع ‏ ‏عن ‏ ‏ابن عمر ‏ ‏رضي الله عنهما ‏
        ‏أنه قال لما توفي ‏ ‏عبد الله بن أبي ‏ ‏جاء ابنه ‏ ‏عبد الله بن عبد الله ‏ ‏إلى رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فأعطاه قميصه وأمره أن يكفنه فيه ثم قام ‏ ‏يصلي عليه فأخذ ‏ ‏عمر بن الخطاب ‏ ‏بثوبه فقال تصلي عليه وهو منافق وقد نهاك الله أن تستغفر لهم قال ‏ ‏إنما خيرني الله أو أخبرني الله فقال ‏
        ‏استغفر لهم أو لا تستغفر لهم إن تستغفر لهم سبعين مرة فلن يغفر الله لهم ‏
        ‏فقال سأزيده على سبعين قال فصلى عليه رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏وصلينا معه ثم أنزل الله عليه ‏
        ‏ولا تصل على أحد منهم مات أبدا ولا تقم على قبره إنهم كفروا بالله ورسوله وماتوا وهم فاسقون ‏

    • @Dody K

      nah jadi rasul dan para shahabatnya sudah paham siapa yang munafiq….

      mereka paham betul siapa kaum munafiq….pantas saja sampai diturunkan surat munafiqin…

      lho padahal al-Qur’an saja mengatakan bahwa Nabi saw tidak mengetahui banyak kaum munafiqin di Madinah (yang tentunya mereka itu terkategori sebagai sahabat) karena tentunya mereka itu menampakkan Islam?

      baca ayat di bawah ini

      Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kami-lah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan kami siksa dua kali kemudian mereka akan di kembalikan kepada azab yang besar. (QS. At Taubah [9]:101)

      lalu dari mana klaim anda itu bahkan anda sebut2 sahabat mengetahui siapa yang munafik? bukankah menurut ayat itu diantara penduduk Madinah tentunya mereka tergolong sahabat (karena menampakkanislam) ada yang munafik?

      makanya kita harus hati-hati tidak semua yang namanya sahabat -seperti difinisi pada umumnya kaum suni itu- terus kita teladani dan kita anggap semuanya udul !!

  17. Ja’far bin Muhammad meriwayatkan dari ayahnya, bahwa seseorang dari Quraisy datang menghadap Amirul Mukminin, lalu berkata: aku mendengar engkau berkata dalam khotbah: “Ya Allah, perbaikilah kami, dengan apa yang engkau perbaiki dengannya para khulafa’ rasyidin”, siapakah mereka? Ali menjawab: mereka adalah kedua kekasihku, kedua pamanku, Abubakar dan Umar, dua imam yang membawa petunjuk, dua syaikhul Islam, dua ksatria Quraisy, dua orang yang menjadi panutan setelah Rasulullah saaw, siapa yang mengikuti jejak mereka, pasti terjaga (dari kesesatan). As Syafi fil Imamah, Syarif Murtadha, jilid 3, hal 93-94

    Ibnu Jakfari:

    Saya sedih melihat orang seperti Anda yang dengan lugunya tertipu oleh kutipan sepenggal-sepenggal yang biasa dilakukan oleh kaum nashibi… Akhi janganlupa bahwa kitab al Imamah karya Syarif al Mutradha yang bergelar ‘Alamul Huda itu sering kali memuat riwayat Sunni untuk beliau bantah ekshahihannya! Lula datanglah orang-orang nashibi menyomot riwayat palsu itu dari kitab tersebut lalu dinisbatkan kepada Syarif al Murtadha ra. nah yang naas adalah sebagian dari pemuda yang kurang beruntung secara keilmuan lalu menari-nari kegiraan manghujat Syi’ah dengan riwayat-riwayat seperti itu… sungguh lucu dan sekaligus menyedihkan!!
    Jadi pastikan dulu bahwa riwatar di atas bukan termasuk riwayat Sunni yan sedang dibantah oleh Syarif al Murtadha ra.

  18. Dalam Kitab Al Gharat, karya Ibrahim Ats Tsaqafi, Ali ditanya oleh para sahabatnya: wahai Amirul Mukminin, ceritakanlah pada kami tentang sahabatmu, Ali balik bertanya: sahabatku yang mana? Jawab mereka: sahabat Muhammad SAAW, Ali pun menjawab: seluruh sahabat Muhammad adalah sahabatku.
    ( As Syafi fil Imamah, Syarif Murtadha,Jilid 1 hal 177)
    ________________
    Ibnu Jakfari:
    Saya sedih melihat orang seperti Anda yang dengan lugunya tertipu oleh kutipan sepenggal-sepenggal yang biasa dilakukan oleh kaum nashibi… Akhi jangan lupa bahwa kitab al Imamah karya Syarif al Mutradha yang bergelar ‘Alamul Huda itu sering kali memuat riwayat Sunni untuk beliau bantah keshahihannya!
    Lalu datanglah orang-orang nashibi mencomot riwayat palsu itu dari kitab tersebut lalu dinisbatkan kepada Syarif al Murtadha ra. nah yang naas adalah sebagian dari pemuda yang kurang beruntung secara keilmuan lalu menari-nari kegiraan manghujat Syi’ah dengan riwayat-riwayat seperti itu… sungguh lucu dan sekaligus menyedihkan!!
    Jadi pastikan dulu bahwa riwayat di atas bukan termasuk riwayat Sunni yan sedang dibantah oleh Syarif al Murtadha ra.

  19. RALAT:
    Dalam Kitab Al Gharat, karya Ibrahim Ats Tsaqafi, Ali ditanya oleh para sahabatnya: wahai Amirul Mukminin, ceritakanlah pada kami tentang sahabatmu, Ali balik bertanya: sahabatku yang mana? Jawab mereka: sahabat Muhammad SAAW, Ali pun menjawab: seluruh sahabat Muhammad adalah sahabatku.
    ( Jilid 1 hal 177)

    Ibnu Jkfari:

    Kalau semua main comot tanpa sanad kacaulah agama in!!
    Sebutkan dulu siapa pengarang kitab itu? maksudnya apa identitas mazhabnya?
    Kalau seorang Sunni ya maaf aja…. jangan paksa ulama harus menerimanya!!
    Selain itu, kata-kata Imam Ali as. itu masih bersifat netral.. tidak mengandung pujian!!

  20. lagi nunggu kelanjutannya….bola ada di @ ja’far yg sdg diuji ke shodiqqannya…..pls…
    ditunggu bung…

  21. saudaraku, mau sampai kapan kita berdebat? di depan mata kita ada musuh yang nyata yang terang-terangan sedang menghancurkan Islam dan mereka pasti tertawa melihat kita bertengkar sesama muslim!

  22. Syukran… sangat membantu untuk mencerahkan ummat islam dari kebodohan2 sejarah…

    keep working!!!!….

    Ibnu Jakfari:

    Terima kasih.

  23. […] Siapa Bilang Kaum Munafik Bukan Sahabat Nabi Saw.?! […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: