Potret Sang Nabi Mulia Dalam Hadis Bukhari! (1)

Tanggapan Atas Fitnah Blog “Haula Syi’ah” dan Wahabiyah Salafiyah Lainnya

Nabi saw. Menghukum dengan Hukuman Sadis dan Mencincang kaum Muslim

Dalam tulisan ini kami tidak bermaksud mengatakan bahwa demikianlah Ahlusunnah menilai pribadi agung Nabi mulia Muhammad saw. yang diagaungkan dan dimuliakan Allah dalam Al Qur’an-nya. Akan tetapi kami berharap para ulama Ahlusunnah dapat memberikan jawaban yang ilmiah lagi bertanggung jawab dalam menyikapi hadis-hadis yang dalam hemat kami sangat ganjil dan mencoreng kemuliaan dan keagungan Nabi saw.


Kami bukan termasuk mereka yang dengan gegabah menuduh bahwa akidah Ahhlusunnah tentang Nabi mulia sw. dan kenabian adalah seperti yang tertera dalam beberapa riwayat yang akan kami ungkap dalam artikel ini dan juga insya Allah dalam beberapa artikel akan datang, seperti yang mungkin biasa dilakukan para musuh Ahlulbait Nabi saw., khususnya kaum Wahhabi/Salafy ketika mereka menhujat dan memfitnah Syi’ah (pengikut setia Ahlulbait as.) dengan mencomot satu atau dua hadis, lalu menuduh akidah Syi’ah adalah persis seperti apa yang tertera dalam hadis/riwayat itu! Yang mana boleh jadi hadis itu tidak shahih dalam penelitian ulana Syi’ah sendiri! Atau ia memiliki makna dan tafsiaran yang berbeda dengan apa yang dituduhkan!

Al hasil, kami, isya Allah jauh dari sikap tidak adil yang hanya diilhami oleh setan terkutuk dan hawa nafsu!

Yang kami harap hanyalah, kami diberi jawaban yang dalam menentramkan pikiran kami! Hanya itu saja!

Dan kami tidak akan menyebutkan dan mempertanyakan kecuali hadis-hadis (riwayat-riwayat) yang telah dimuat dan diriwayatkan dalam kitab-kitab standar/mu’tabarah, khususnya Shahîhain (Bukhari & Muslim) yang keshahihan seluruh isinya hampir menjadi kesepakatan ulama Ahlusunnah!

Lebih lanjut mari kita perhatikan dengan pikiran sehat dan hati jernih beberapa riwayat yang memojokkan Nabi saw. seperti diriwayatkan dan dishahihkan ulama dan para muhaddis Ahlusunnah, utamanya Imam Bukhari dan Muslim!

Nabi saw. Menghukum dengan Hukuman Sadis dan Mencincang Kaum Muslim

Dalam banyak kesempatan dalam kitab Shahih-nya, Bukhari dan juga para muhaddis lainnya, mengulang-ulang hadis yang mengisahkan kebengisan perlakuan Nabi saw. terhadap sebagian kaum Muslim yang telah membunuh pengembala unta Nabi saw.. Setelah membunuh pengembala unta tersebut, mereka dicari dan setelah tertangkap, Nabi saw. memotong tangan dan kaki mereka serta menusuk mata-mata mereka dengan besi mengangah, sehingga mereka menjulur-julurkan lidah mereka ke tanah untuk mendinginkan, mereka meraung-raung meminta-minta seteguk air untuk membasahi kekeringan kerongkongan mereka, tapi Nabi pun tak mempedulikan mereka. Mereka dilemparkan di tengah-tengah shahrâ’ bebatuan yang memanggang. Tidak diberi minum, sementara darah-darah mereka dibiarkan mangalir, sehingga pada akhirnya mereka pun mati mengelepar-gelepar di atas padang pasir yang membakar!

Ngeri rasanya! Mengapa Nabi saw. sang penabur rahmat berubah menjadi pengauasa bengis dan kejam?! Ia menikmati terhentak-hentak dan menggelepar-ngeleparnya kaum yang ia cincang dan potong-potong tangan-tangan dan kaki-kaki mereka serta menusuk mata-mata mereka dengan besi mengangah! Padahal mereka itu adalah kaum Muslim. Wal Iyadh Billah !

Sekali lagi, ia adalah dari riwayat Anas ibn Malik!

Hadis tentangnya dapat Anda simak dalam:

* Shahih Bukhari:

Shahih Bukhari dalam Kitab At Tib, Bab الدواء بألبان الإبل‏ (Bab Obat dengan kencing Unta)

حدثنا ‏ ‏مسلم بن إبراهيم ‏ ‏حدثنا ‏ ‏سلام بن مسكين ‏ ‏حدثنا ‏ ‏ثابت ‏ ‏عن ‏ ‏أنس ‏أن ناسا كان بهم سقم قالوا يا رسول الله آونا وأطعمنا فلما صحوا قالوا إن ‏ ‏المدينة ‏ ‏وخمة ‏ ‏فأنزلهم ‏ ‏الحرة ‏ ‏في ‏ ‏ذود ‏ ‏له فقال ‏ ‏اشربوا ألبانها فلما صحوا قتلوا ‏ ‏راعي ‏ ‏النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏واستاقوا ذوده فبعث في آثارهم فقطع أيديهم وأرجلهم ‏ ‏وسمر ‏ ‏أعينهم فرأيت الرجل منهم ‏ ‏يكدم ‏ ‏الأرض بلسانه حتى يموت ‏قال ‏ ‏سلام ‏ ‏فبلغني أن ‏ ‏الحجاج ‏ ‏قال ‏ ‏لأنس ‏ ‏حدثني بأشد عقوبة عاقبه النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فحدثه بهذا ‏ ‏فبلغ ‏ ‏الحسن ‏ ‏فقال وددت أنه لم يحدثه بهذا

.… Dari Anas ibn Malik, “Sesungguhnya ada sekelompok orang yang sakit, mereka berkata, ‘Wahai Rasulullah saw., beri kami tempat berteduh (tempat tinggal) dan beri kami makan.’ Maka setelah mereka sembuh, mereka berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kota Madinah ini jelek untuk kita.” Maka Nabi saw. memerintah mereka mendatangi daerah Hurrah (pinggiran kota Madinah) dan beliau bersabda, “Minumlah dari susu unta-unta di sana. Setelah mereka sembuh, mereka membunuh si pengembala dan menggiring (membawa lari) unta-unta itu. Kemdian sampailah berita itu kepada Nabi saw., maka beliau mengutus orang-orang untuk mengejar mereka, setelah mereka didatangkan, Nabi memotong tanga-tangan dan kaki-kaki mereka serta menggores mata-mata mereka dengan besi/paku mengangah. Aku (kata Anas) menyaksikan seorang dari mereka menggigit tanah dengan lidahnya hingga mati.”

Sallâm berkata, “Maka sampailah kepadaku bahwa Hajjâj berkata kepada Anas, ‘Sampaikan kepadaku siksaan Nabi yang paling keras/sadis, maka ia pun menyampaikan hadis ini.lalu sampailah berita itu kpada Hasan dan ia pun berkata, ‘Aku berharap andai ia tidak menyampaikan hadis itu kepada Hajjaj.’” [1]

Sumber Hadis: Sengaja kami ambil dari -Bukhari Online- situs Kementrian Agama dan Wakaf Saudi Arabia

http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=0&Rec=8504

Ketika menerangkan makna kata “Samara”: Ibnu Hajar –pensyarah Shahih Bukhari mengarakan:

فَقْءُ الْعَيْنِ بِأَيِّ شَيْءٍ كَانَ …. وَقَدْ يَكُونُ مِنْ الْمِسْمَارِ يُرِيدُ أَنَّهُمْ كُحِّلُوا بِأَمْيَالٍ قَدْ أُحْمِيَتْ .

“Kata kerja samara artinya mencongkel mata dengan alat congkel apapun… terkadang dengan paku. Maksudnya mata-mata mereka digores dengan paku-paku tipis panas…. “

Hadis-hadis serupa:

Selain riwayat di atas masih banyak lainnya di antaranya:

حدثنا ‏ ‏سليمان بن حرب ‏ ‏قال حدثنا ‏ ‏حماد بن زيد ‏ ‏عن ‏ ‏أيوب ‏ ‏عن ‏ ‏أبي قلابة ‏ ‏عن ‏ ‏أنس بن مالك ‏ ‏قال ‏قدم أناس من ‏ ‏عكل ‏ ‏أو ‏ ‏عرينة ‏ ‏فاجتووا ‏ ‏المدينة ‏ ‏فأمرهم النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏بلقاح ‏ ‏وأن يشربوا من أبوالها وألبانها فانطلقوا فلما ‏ ‏صحوا ‏ ‏قتلوا ‏ ‏راعي ‏ ‏النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏واستاقوا النعم فجاء الخبر في أول النهار فبعث في آثارهم فلما ارتفع النهار جيء بهم فأمر فقطع أيديهم وأرجلهم ‏ ‏وسمرت ‏ ‏أعينهم وألقوا في ‏ ‏الحرة ‏ ‏يستسقون فلا يسقون ‏‏قال ‏ ‏أبو قلابة ‏ ‏فهؤلاء سرقوا وقتلوا وكفروا بعد إيمانهم وحاربوا الله ورسوله

http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=0&Rec=394

‏ ‏حَدَّثَنَا ‏ ‏مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏وُهَيْبٍ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏أَيُّوبَ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏أَبِي قِلَابَةَ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏أَنَسٍ ‏ ‏رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ‏ ‏قَالَ: ‏قَدِمَ رَهْطٌ مِنْ ‏ ‏عُكْلٍ ‏ ‏عَلَى النَّبِيِّ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏كَانُوا فِي ‏ ‏الصُّفَّةِ ‏ ‏فَاجْتَوَوْا ‏ ‏الْمَدِينَةَ ‏ ‏فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَبْغِنَا رِسْلًا فَقَالَ ‏ ‏مَا أَجِدُ لَكُمْ إِلَّا أَنْ تَلْحَقُوا بِإِبِلِ رَسُولِ اللَّهِ فَأَتَوْهَا فَشَرِبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا حَتَّى صَحُّوا وَسَمِنُوا وَقَتَلُوا الرَّاعِيَ وَاسْتَاقُوا ‏ ‏الذَّوْدَ ‏ ‏فَأَتَى النَّبِيَّ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏الصَّرِيخُ فَبَعَثَ الطَّلَبَ فِي آثَارِهِمْ فَمَا تَرَجَّلَ النَّهَارُ حَتَّى أُتِيَ بِهِمْ فَأَمَرَ بِمَسَامِيرَ فَأُحْمِيَتْ فَكَحَلَهُمْ وَقَطَعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَمَا حَسَمَهُمْ ثُمَّ أُلْقُوا فِي ‏ ‏الْحَرَّةِ ‏ ‏يَسْتَسْقُونَ فَمَا سُقُوا حَتَّى مَاتُوا

‏‏قَالَ ‏ ‏أَبُو قِلَابَةَ ‏ ‏سَرَقُوا وَقَتَلُوا وَحَارَبُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ‏

http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=0&Rec=10139

.

حَدَّثَنَا ‏ ‏سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ ‏ ‏قَالَ حَدَّثَنَا ‏ ‏حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏أَيُّوبَ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏أَبِي قِلَابَةَ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ‏ ‏قَالَ ‏‏قَدِمَ أُنَاسٌ مِنْ ‏ ‏عُكْلٍ ‏ ‏أَوْ ‏ ‏عُرَيْنَةَ ‏ ‏فَاجْتَوَوْا ‏ ‏الْمَدِينَةَ ‏ ‏فَأَمَرَهُمْ النَّبِيُّ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏بِلِقَاحٍ ‏ ‏وَأَنْ يَشْرَبُوا مِنْ أَبْوَالِهَا وَأَلْبَانِهَا فَانْطَلَقُوا فَلَمَّا ‏ ‏صَحُّوا ‏ ‏قَتَلُوا ‏ ‏رَاعِيَ ‏ ‏النَّبِيِّ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏وَاسْتَاقُوا النَّعَمَ فَجَاءَ الْخَبَرُ فِي أَوَّلِ النَّهَارِ فَبَعَثَ فِي آثَارِهِمْ فَلَمَّا ارْتَفَعَ النَّهَارُ جِيءَ بِهِمْ فَأَمَرَ فَقَطَعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ ‏ ‏وَسُمِرَتْ ‏ ‏أَعْيُنُهُمْ وَأُلْقُوا فِي ‏ ‏الْحَرَّةِ ‏ ‏يَسْتَسْقُونَ فَلَا يُسْقَوْنَ ‏‏قَالَ ‏ ‏أَبُو قِلَابَةَ ‏ ‏فَهَؤُلَاءِ سَرَقُوا وَقَتَلُوا وَكَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ وَحَارَبُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ‏

http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=0&Rec=394

Ibnu Jakfari Berkata:

Coba Anda perhatikan, betapa sadis dan kejamnya hukuman yang dijatuhkan Nabi atas mereka?! Apakah Anda rela Nabi mulia kita digambarkan sekejam itu?

Apakah Anda tidak khawatir dan curiga, jangan-jangan ada keterlibatan musuh-musuh Islam dalam membuat-buat riwayat palsu seperti di atas?! Siapa tau?

Tidakkah Anda menghargai penyesalan Hasan al Bashri atas sikap gegebah Anas ibn Malik yang menyajikan “Sunnah Penyiksaan Sadis lagi Bengis” untuk sang gubenur haus darah; Hajjaj ibn Yusuf yang kegilaannya dalam mencucurkan darah-darah segar kaum Muslim dan menebas kepala-kepala mereka, khususnya para ulama dan para pejuang, dialah yang mengungguli kejahatan seluruh algojo dunia! Seakan Hajaj dengan meminta Anas menyampaikan siksaan tersadis dan terkejam Nabi saw. ia hendak menjalankan Sunnah itu secara harfiah, atau jika perlu akan ia tambah volume kebengisan dan kesadiannya!

Anda berhak terheran-heran dengan sebagian uzur yang disampaikan dalam sebagian riwayat di atas, bahwa semua kekejaman itu Nabi saw. lakukan karena Allah SWT sebelum menurunkan hukum/hudud yang pasti tentang pelaku kejahatan seperti mereka itu! Tidakkah Anda berhak bertanya, di manakah rasa prikemanusian Nabi yang diutus sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin itu?!

“Wamaa arsalnaaka illa rahmatan lil ‘aalamiin”; “Dan tidaklah Aku mengutusmu (wahai Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam”(QS. Al-Anbiya’:107).

Apakah jelek dan terkecamnya kesadisan sikap seperti itu tidak cukup diketahui oleh akal sehat dan nurani peka?! Tuduhan keji mereka timpakan kepada Nabi Rahmatan lil ‘aalamiin !!

Selain itu, tidakkkah mengeharankan dan menggelikan seorang penjahat haus darah seperti Hajaj yang sengaja diandalkan oleh rezim Bani Umayyah bersemangat ingin tau Sunnah Nabi saw. tentang penyiksaan? Sejak kapan Hajjaj (yang gubenur haus darah itu) peduli akan Sunnah Nabi saw.?

Al hasil, kami benar-benar menanti jawaban memuaskan dari para ulama Ahlusunnah untuk membela hadis-hadis Bukhari di atas.

(Bersambung)

____________________________________________________________________________

[1] http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=0&Rec=8504

24 Tanggapan

  1. Ass wr wb,

    Terima kasih untuk tulisannya, membuka mata hati dan pikiran. Semoga Limpahan rahmatNya selalu tercurah kepada nabi SAW beserta keluarganya…amin

  2. @Ibnu Jakfari

    Syukron postingannya PERLU sekali hadis-hadis pelecehan terhadap kesucian Nabi saw rahmatan lil alamin ini diungkap terus… biar umat ini MELEk terhadap persekongkolan jahat para ahli hadis terhadap Nabi saw

    bagiku cukup ayat yang antum sebut:

    “Wamaa arsalnaaka illa rahmatan lil ‘aalamiin”; “Dan tidaklah Aku mengutusmu (wahai Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam”(QS. Al-Anbiya’:107).

    untuk menolak kepalsuan hadis diatas….!

    Janganlah kita terlalu mengkultuskan Bukhari…, beliau adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan… seharusnya kita lebih PEKA terhadap kesucian Nabi yang rahmatan lil alamin dibanding hadis picisan seperti ini…

    semoga laknat Allah kepada pemalsu hadis yang menghina rasulullah saw!

    Ibnu Jakfari:
    Syukran Katsiran… Memang sementara ini yang banyak diungkap hanyalah hadis-hadis israiliyah, tetapi hadis-hadis yang sebut saja namanya qarasyiyat tidak banyak disoroti… mudah-mudahan Allah memberi taufiq kepada kita semua.

  3. Ini juga bukti kebodohan Syiah… dasar pembela musuh-musuh Islam… Mereka itu adalah kaum Muharibun yang harus dihukum sekeras mungkin… biar semua tau kalau Islam ini tegas sikapnya.. jangan main-main dengan Islam!
    buat akhuna Fachri dan juga cahaya musafir, kamu jangan mudah terseret di’ayah dan propaganda Syiah. Syiah itu tidak mengerti apa-apa tentang Sunnah.. mereke miskin! Tidak punya ilmu hadis… itu suruh lihat al kafi kitab sesat nomer wahidnya Syiah… pasti lebih parah.. makanya sampai sekarang masih dirahasiakan…
    hai kalian Jakfari ba’alwi (keturunan budak yahudi) kalau kalian nekad sebarkan di negeri ini al kafi kalian!!!

    • kalau kata anda biar semua orang tau kalau islam itu tegas sikapnya ……..apakah pantas seorang rasul yang sudah ALLAH puji dan sanjung dalam al-qur’an suci , sebagai manusia ber akhlak karimah , melakukan hal seperti itu ????
      apakah hanya karna kebencian anda ke pada syiah , hingga membuat anda lupa akan kesucian rasul allah !!!!!!!!!
      sementara anda hanya bisa menilai kitab syiah yang kata anda “” kitab sesat nomor wahid “”, sementara kitab anda yang banyak menulis tentang kejelekan2 rasul muhammad dan rasul2 yang lain anda lalai !!!!!!!!??, padahal dia adalah kitab yang katanya “”tershahih setelah al-qur’an “, dimana letak kejujuran anda dalam menilai sesuatu ??????

      ***<>***

    • @Ben Abbat

      buat akhuna Fachri dan juga cahaya musafir, kamu jangan mudah terseret di’ayah dan propaganda Syiah. Syiah itu tidak mengerti apa-apa tentang Sunnah.. mereke miskin! Tidak punya ilmu hadis…

      mas sampean ini menasehati kok marah2… mas sampean bisa ngomong terserah anda.. tapi lisan itu ukuran pribadi orang!
      kalo anda menuduh syiah tak punya apa2 itu sih gampang diucapkan… tapi ya semestinya anda buktikan dengan jawaban2 dan dalil anda..

      mas hanya orang yang nggak pake akal dan terkungkung fanatik buta yang menerima hadis-hadis penghinaan kepada nabi seperti itu..

      kalo yang melakukan penyiksaan seperti yang digambarkan hadis diatas itu, George Bush, Hitler, atau Stalin saya percaya tapi kalo Muhammad Rasulullah Rasul yang membawa rahmat kepada alam semesta Al Afu saya nggak percaya… walaupun yang mengatakan shahih itu Ibnu Hajar, bin baz, al bani, al dzhabi atau bin bin bin dan al al yang lainnya aku tak akan gubris mereka !

      karena akal ku lebih waras dari mereka dalam menilai hadis yang menghina manusia yang saya cintai lebih dari diriku dan orang tuaku sendiri LAKA HUBBI YA RASULULLAH… !

    • Baalawi ente bilang keturunan budak yahudi ???
      Ane ga berani ikutan boz … ane lepas tangan dr ente yah … Jauh-jauh ya dari ane waktu kita ketemu imam kita Rasulullah … !!
      Masa dato’nya Baalawi ( Rasulullah ) disebut sbg budak yahudi …….
      Hiiiiiiiiiiii…… Ga ikutan yah ….. Tanggung jwb tuh perkataan sampean ,,,

  4. SALAM USTADZ… UPIN DATANG LAGI… JADI KETAGIHAN NIH BACA TULISAN-TULISAN USTADZ…
    SUNGGUH NGERI DAN BANGUN BULU ROMAKU MEMBACA ADEKAN PENYIKSAN YANG DILAKUKAN NABI (KATA BUKHARI SIH)…
    YANG SAYA HERAN USTADZ, APA YA IMAM BUKHARI ITU TIDAK PEKA MERIWAYATKAN HADIS2 GITUAN… APA DIA ITU NDAK MIKIR KALAU HADIS SEPERTI ITU MENGHINA NABI SEPERTI YANG USTADZ KATAKAN?!
    SAYA SEKARANG BARU MERASAKAN BAHWA SESUGGUHNYA AKAL SEHAT ITU MAHAL USTADZ.. TIDAK SEMUA ORANG KEBAGIAN.. MUNGKIN WAKTU ALLAH BAGI2 DULU BANYAK YANG ABSEN…
    MOGA2 AJA SAYA TIDAK TERMASUK YANG ABSEN…

  5. Aslm.Wr.Wb.

    Trm ksh utk Sdr. @Ibnu Jakfari atas tulisan2 Anda yg telah menambah wawasan positif bagi siapapun pembacanya.

    Bagi siapapun yg tidak setuju dengan tulisan2 di blog ini, seharusnya membantah secara ilmiah dengan mengemukakan bukti dalil2 tandingan sebagai rujukan. Bukannya mengumbar cacimaki yg tak berguna.

    Saya sangat berharap akan ada tanggapan ilmiah dari kalangan ulama penganut madzhab Ahli Sunnah wal Jamaah.

    Mohon maaf dan salam.

  6. Buat akhina Ben Abbat

    Perlau antum ketahui bahwa syi’ah pun mengakui tidak semua hadist di dalam Al-Kafi adalah sahih. jadi kalau ada orang mengatakan bahwa hadist-hadist di Al-Kafi banyak yang tidak sahih, orang syi’ah setuju.

    Sedangkan mengenai Bukhari, orang sunni mengatakan bahwa semua hadist yang ada di dalamnya adalah sahih tanpa terkecuali.

    Nah ini lah yang kita kritik, karena setelah kita teliti, banyak sekali hadist-hadist yang dari matan nya saja tidak sesuai dengan kenyataan, seperti hadist mengenai Rasulullah yang menyiksa penggembala unta di atas.

    Sekian, semoga antum mengerti.

    Wassalam.

  7. Seperti biasa, Syi’ah hanyalah sepotong-sepotong dalam menyampaikan, seperti orag yang berkata :”fa wailullil mushalliin”, tanpa melanjutkan penjelasannya dengan lengkap….

  8. Buat kang:
    damai, di/pada Mei 11, 2010 pada 4:51

    Seperti biasa, Syi’ah hanyalah sepotong-sepotong dalam menyampaikan, seperti orag yang berkata :”fa wailullil mushalliin”, tanpa melanjutkan penjelasannya dengan lengkap….

    APANYA YAANG SEPOTONG-POTONG KANG?! APA KAMU TIDAK MEMBACA DENGAN LENGKAP SAJIANNYA DI SINI?
    YA GARA-GARA KEJAHILAN SEPERTI INI BANYAK ORANG TERTARIK KEPADA OBYEKTIFITAS PENELITAIN SYI’AH.

  9. Kaum sunni mulai bangkrut dalil menghadapi Syiah. Seandainya Syiah diizinkan utk mendakwahkan ajarannya secara terang2an bisa dipastikan 10 hingga 50 tahun ke depan mazhab sunni pasti ditinggalkan pengikutnya.

  10. Pantas saja orang2 kafir senang menghina Rasul kita …
    Wong dalam shahih bukhari saja Rasul digambarkan sbg makhluk bengis .. pantas saja org2 kafir menyangka agama kita agama penuh kekerasan …. Apa bener kaum sunni tidak berani mengkritisi hadits2 sperti ini … ??

  11. sudah jangan bertengkar…. cari saja dalil yg lebih mendekati ke Al Quranul Karim… sebab yg diikuti bukankah Al Quranul Karim baru setelah itu lihat Al Hadist

  12. Ta’rif hadis menurut Islam & Syiah sangat jauh berbeda.

  13. @Ben Abbat:
    Syiah itu tidak mengerti apa-apa tentang Sunnah..

    Benarkah ? Kalau memang Sunni yg paling faham tentang Sunnah dan menyadari kedudukan Sunnah sbg penjelas Al-Quran, kenapa Sunnah dilarang untuk dicatat sampai tahun ke 3 H, shg memberi kesempatan kpd musuh2 Islam untuk membuat hadis2 palsu ?

    @Ben Abbat:
    mereke miskin! Tidak punya ilmu hadis…

    Adanya ilmu hadis tidak menunjukkan kelebihan Sunni atas Syiah. Justru sebaliknya menunjukkan suatu kekurangan, spt dikemukakan diatas yakni akibat keterlambatan pencatatan hadis, shg perlu adanya suatu metode untuk menentukan sahih tidaknya suatu hadis. Sementara Syiah dg kesinambungan dari Nubuwwah s/d Imamah (imam zaman) relatif dapat menjaga catatan2 hadisnya yg bersumber dari para imam zamannya.

    @Ben Abbat:
    itu suruh lihat al kafi kitab sesat nomer wahidnya Syiah… pasti lebih parah.. makanya sampai sekarang masih dirahasiakan…

    Lho, Al-Kafi tdk pernah disembunyikan. Anda engga usah percaya omongan org yg membenci Syiah. Kalau anda faham bhs Inggris anda bisa mengaksesnya lewat website al-kafi.org.

    Separah-parahnya Al-Kafi menurut saya lebih parah Sahih Bukhori. Kenapa ? Penyusun Al-Kafi atau para ulama Syiah tdk pernah mengklaim Al-Kafi sbg kitab sahih. Sementara Sunni mengklaim Sahih Bukhori sbg kitab hadis yg paling sahih yg ternyata masih bercampur dg hadis2 dhaif ! Ini membuktikan ketidak-jujuran para ulama Sunni sendiri dibanding para ulama Syiah.

    Adanya hadis2 dhaif dlm suatu kitab baik di kalangan Sunni maupun Syiah bukanlah suatu “aib” melainkan suatu konsekwensi dari proses sejarah yg kelabu dlm tubuh umat Islam.

    Yg perlu dicamkan adalah bhw adanya hadis dhaif dlm suatu kitab hadis baik di kalangan Sunni maupun Syiah tidak secara otomatis merupakan gambaran dari mazhab ybs. ! Pandangan spt ini sangat keliru.

    Yg perlu diperhatiakn juga adalah bhw Ilmu hadis hanyalah salah satu alat untuk menyeleksi hadis, bukan satu2nya penentu dan bukan segalanya. Yg menentukan sahih tdknya suatu hadis adalah Al-Quran, karena hanya Al-Quranlah yg dijamin Allah kesucian dan keasliannya.

  14. Setahu ane pembunuh gembala tsb cara membunuhnya sprti yg diqishos pdnya, btul tdk?

  15. kapan ya sunni itu tidak menghina Nabi islam?
    makanya wahabi pengikut hadis2 palsu kaya di atas jadi bengis… berhati batu.. raja tega

  16. Ana mau nanya, jk ada seorg pembunuh membunuh dg cara menyiksany trlbh dahulu, kira2 sbg pemimpin, hukuman sprti apa yg pntas utk pembunuh tsb dmi tegaknya keadilan..Apakah jk hukuman trhdp pmbunuh tsb sama sprti apa yg pmbunuh lakukan apakah kita akn menganggp pemimpin tsb seorg yg kejam?

  17. Awalnya saya juga punya pikiran seperti saudara Imam dan Mardi. Akan tetapi, jika memang demikian yang terjadi, mengapa Anas ibn Malik TIDAK MEMBERIKAN INFORMASI YANG BERIMBANG kepada Al-Hajjaj, si gubernur haus darah–saya 100% sepakat dengan istilah ini–, dengan menceritakan kekejian para pembunuh penggembala itu? Mengapa yang diceritakan kekejamannya dengan sedemikian detilnya hanya Rasulullah saw. saja?

    Tidak bisa kita pungkiri bahwa tindakan para pembunuh penggembala itu juga sudah kelewat batas. Sudah diberi tempat tinggal, diberi makan, malah protes dan menjelek-jelekkan kota Madinah. Begitu dipindahkan, diberi susu unta gratis, bukannya terima kasih, malah membunuh si penggembala unta dan melarikan unta-untanya. Sungguh kurang ajar sekali.

    Akan tetapi, seburuk apakah cara mereka membunuh si gembala sampai-sampai Rasulullah saw. menjadi sedemikian marahnya terhadap mereka?? Kita tidak pernah tahu karena Anas bin Malik TIDAK menceritakan bagaimana cara mereka membunuh si penggembala. Anas bin Malik hanya menceritakan DENGAN DETIL bagaimana Rasulullah saw. MENYIKSA MEREKA SAMPAI MATI.

  18. MasyaAllah,, Imam Bukhori yg menghabiskan hidupnya mencari kebenaran mengumpulkan hadist nabi-pun dihina oleh beberapa orang yg tidak penting sama sekali…

  19. Saya kira penulis itu orang Syiah atau mungkin pembela Syiah walaupun mungkin saja penulis bukan syiah..Kalau hadits mengenai kekejaman Nabi itu bisa saja hadits dhoif karena ada juga hadits yang mengabarkan bahwa Nabi tidak membalas perlakuan bejad dari orang kafir yang selalu melempari beliau dengan batu melainkan Beliau mebalasnya dengan kasih sayang yaitu dengan menyuapi orang tersebut setiap hari sampai Nabi beliau wafat…. dalam hukum qishospun jika membunuh maka dia harus di bunuh ,jika memukul maka dibalas dengan pukulan pula , kecuali jika korban memaafkan maka hal itu lebih baik.

    “Wahai orang-orang yang beriman, qisas diwajibkan atasmu berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka, barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Rabbmu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih. Dan dalam qisas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, wahai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (Qs. al-Baqarah: 178-179).

    “Dan Barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.” (Qs. al-Isra`: 33).

    “Barangsiapa yang menjadi keluarga korban terbunuh maka ia memilih dua pilihan, bisa memilih memaafkannya dan bisa membunuhnya.” ( HR:at-Tirmidzi)

    hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Barangsiapa yang menjadi keluarga korban terbunuh maka ia memilih dua pilihan, bisa memilih diyat dan bisa juga dibunuh (qisas).” (HR. al-Jama’ah).

    Nabi adalah seorang yang sangat pemaaf,penyayang,sabar dan semua sifat mulia tersemat kepada Beliau,,, soal kebenaran hadits yang memberitahukan tindakan Nabi yang berlawanan dengan sifat Nabi itu menurut saya pribadi itu perlu dikaji….
    Ada beberapa kemungkinan sehingga hadits itu bisa terbit , kemungkinan itu tidak berani saya utarakan karena itu bukan kapasitas saya.

    InsaALLOH saya yakin Nabi tidak melakukan hal yang diceritakan dalam hadits Bukhari diatas.

    AstaghfiruLLOH

  20. […] Potret Sang Nabi Mulia Dalam Hadis Bukhari! (1) Tanggapan Atas Fitnah Blog “Haula Syi’ah” dan … […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: