Potret Sang Nabi Mulia Dalam Hadis Bukhari (2)

Nabi saw. Menggilir Sembilan Istri beliau Dalam Satu Malam Dengan Sekali Mandi!

Pengantar

Antara Penghormatan Allah SWT Dan Gambaran Bukhari Tentang Aktifitas Kehidupan Malam Nabi Muhammad saw.

Bagaimana Nabi mulia kita saw. mengisi waktu-waktu paling berharga beliau… Apakah seperti yang Allah firmankan dalam surah al Muzammil (73):

يا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ

Hai orang yang berselimut (Muhammad) (1)

قُمِ اللَّيْلَ إِلاَّ قَليلاً

bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (2)

نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَليلاً

(yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, (3 )

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَ رَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتيلاً

atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan- lahan. (4)

إِنَّا سَنُلْقي‏ عَلَيْكَ قَوْلاً ثَقيلاً

Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat (5)

إِنَّ ناشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئاً وَ أَقْوَمُ قيلاً

Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.(6)

Dan juga dalam ayat:

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنى‏ مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَ نِصْفَهُ وَ ثُلُثَهُ وَ طائِفَةٌ مِنَ الَّذينَ مَعَكَ وَ اللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَ النَّهارَ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَؤُا ما تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ مِنْكُمْ مَرْضى‏ وَ آخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَ آخَرُونَ يُقاتِلُونَ في‏ سَبيلِ اللَّهِ فَاقْرَؤُا ما تَيَسَّرَ مِنْهُ وَ أَقيمُوا الصَّلاةَ وَ آتُوا الزَّكاةَ وَ أَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً وَ ما تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْراً وَ أَعْظَمَ أَجْراً وَ اسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحيمٌ

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang- orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali- kali tidak dapat menentukan batas- batas waktu- waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang- orang yang sakit dan orang- orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang- orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (20 )

Bagaimana Nabi mulia kita saw. menyambut seruan Allah SWT dalam firman-Nya:

وَ مِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نافِلَةً لَكَ عَسى‏ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقاماً مَحْمُوداً

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah- mudahan Tuhan- mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (79)

Apakah Nabi mulia saw. mengindahkan perinyath Tuhannya dengan mengisi waktu-waktu malam beliau dengan bertahajjud, menegakkan shalat sebagai media spiritual taqarrub/mendekatkan diri kepada Allah sebagai mempersiapkan jiwa untuk menerima wahyu/qaulan tsaqilan?

Apakah Nabi mulia pujaan Allah tidak menggubris  perintah Allah untuk menghidupakn malam-malam beliau dengan ibadah sebab waktu malam -seperti difirmnankan Allah: Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan?

Para ulama dan ahli tafsir Sunni menerengkan bahwa perintah dalam ayat-ayat di atas itu bersifat wajib atas Nabi saw. Artinya menghidupkan waktu malam beliau dengan bertahajjud adalah sebuah kewajiban… sebagai  mana mengisi malam-malam beliau dengan bangus separoh malam atau melebihkan atau mengurangi sedikit darinya  adalah juga sebuah kewajiban atas Nabi saw. demikian ditegaskan Ibnu Katsir dalam Tafsirnya,4/434.

Mengihupkan waktu malam dengan beribadah adalah ciri hamba-hamba veriman yang Allah banggakan dalam firman-Nya:

تَتَجافى‏ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفاً وَ طَمَعاً وَ مِمَّا رَزَقْناهُمْ يُنْفِقُونَ

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (QS. al Sajdah[32]:16)

lalu bagaimana Bukhari kebanggaan ulama Ahlusunnah mengisahkan kegiatan Nabi mulia kita dalam mengisi malam-malam beliau? Apakah sesuai yang digambarkan Allah dalam Al Qur’an suci-Nya…. Beliau mengisinya dengan bertahajjud, beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT? Ataukah KITAB TERSHAHIH SETELAH AL QUR’AN ini benar-benar meiliki informasi yang luput terekam oleh memori Al Qur’an? Apakah Shahih Bukhari ingin membongkar edisi kehidupan Nabi saw. yang sengaja dirahasiakan Allah SWT karena akan mencoreng nama harus dan reputasi Nabi kebanggan dan pujaan-Nya?!

Atau jangan-jangan informasi yang disajikan Bukhari dalam Shahihnya ini yang patut dicurigai sebagai konspirasi musuh-musuh Islam dalam menjatuhkan wibawa Nabi saw. dan kenabian?

Jawabnya kami serahkan kepada Anda..

Bagaimana Bukhari Mempotret Aktifitas Malam Nabi Muhammad saw.

Mungkin mirip seperti layaknya paparazi… para sahabat meneropong dan berusaha mendapat informasi terkini dan terheboh tentang aktifitas kehidupan malam Nabi Muhammad saw. mereka memerhatikan setiap gerik dan sepak terjang beliau… dari satu kamar/bait ke kamar lain… mereke begitu penasaran… apa kira-kira yang dilakukan Nabi saw. dengan masuk keluar dari satu kamat/bait seorang istrinya ke kamar istri lainnya… . dan akhirnya mereka mengerathii bahwa Nabi saw. ternyata memberikan nafkah batin secara merata… Nabi saw. melakukan aktifitas seks… hubungan badan dengan semua istri beliau dalam satu malam… dan hanya ddengan sekali mandi…. Entah dari mana mereka tahu bahwa Nabi saw. melakukan aktifitas seks dengan istri-istri beliau… dan setelahnya beliau pun tidak langsung mandi, tetapi melanjutkan ke kamar lain untuk melakukan senggama dengan istri lain lagi dan demikian seterusnya sehingga sembilan istri beliau kebagian jatah semuanya…. sungguh aneh dan luar biasa kecanggihan daya lacak para sahabat itu… entah ada CC TV di setiap ruang kamar beliau (Wal Iyadzu billah)?

Atau malaikat Jibril as. turun kepada mereka mewahyukan semua aktifitas Nabi mulia di dalam bilik-bilik kamar dengan istri-istri beliau?

Atau Nabi saw. setiap hendak melanjutkan aktifitasnya ke kamar istri lain mampir terlebih dahulu kepada para sahabat (yang begitu bersemangat merekam “Sunnah Nabi”) dan memberitahukan kepada mereka apa yang tadi barusan beliau lakukan di dalam kamar tertutup itu?

Atau jangan-jangan istri-istri beliau yang membocorkan kegiatan seks Nabi saw. yang menggilir mereka dengan sekali mandi?

Wallahu A’lam.

Dalam Shahih-nya yang diyakini mayoritas ulama Ahlusunnah kitab tershahih setelah Kitab Suci Al qur’an, Bukhari mengulang-ulang pengisahan riwayat dari sahabat Anas ibn Malik yang mengatakan bahwa Nabi mulia saw. mengisi malam-malam hening beliau  (yang Allah firmankan dalam Al Qur’an-Nya sebagai waktu utama untuk menegakkan shalat dan mendekatkan diri kepada Allah dengan beribadah dan merenung akan kemaha agungan kerajaan-Nya) dengan hanya melanpiaskan hasrat birahi beliau dengan menggilir sembilan atau sebelas istri beliau dalam satu malam dengan sekali mandi.

Waktu malam yang sebenarnya harus dijadikan kendaraan untuk terbang menuju maqam agung kedekatan  di sisi Allah SWT.

Gosip tentang rutinitas Nabi saw. tersebut telah menjadi gosip dan buah bibir di kalangan para sahabat Nabi mulia saw. Mereka menggosipkan bahwa Nabi mulia diberi kekuatan seks (waliyâdzu billah) seperti kekuatan tiga puluh pria. Dan itu adalah ciri kesempurnaan kenabian Nabi Muhammad saw.!!

Riwayat tentang gossip di atas dapat Anda jumpai dalam berbagai tempat dalam Shahih Bukhari dan Muslim. Di bawah ini akan saya sebutkan beberapa darinya:

  • Riwayat-riwayat Bukhari

1- Shahih Bukhari: Kitabul Ghusl, Bab Idza Jama’ Tsumma ‘Ada Wa Man Dâra ‘Alâ Nisâ’ihi Fi Ghuslin Wâhidin (Jika seorang bersetubuh kemudian ia kembali dan orang yang berkeliling menggauli istri-istrinya dengan satu kali mandi):1\73 hadis nomer:268.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدُورُ عَلَى نِسَائِهِ فِي السَّاعَةِ الْوَاحِدَةِ مِنْ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُنَّ إِحْدَى عَشْرَةَ قَالَ قُلْتُ لِأَنَسٍ أَوَكَانَ يُطِيقُهُ قَالَ كُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُعْطِيَ قُوَّةَ ثَلَاثِينَ وَقَالَ سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ إِنَّ أَنَسًا حَدَّثَهُمْ تِسْعُ نِسْوَةٍ

… dari Anas ibn Malik, ‘Ia berkata, ‘Adalah Nabi saw.  berkeliling mengilir sembilan -bahkan dalam sebagaian riwayat- sebelas istri beliau dalam satu malam dengan hanya sekali mandi. Dan dalam sebagaian darinya ditanyakan kepada Anas: Apakah Nabi saw. mampu melakukan senggama dengan sembilan istri beliau semalam? Maka Anas menjawab , “Kami sering berbincang-bincang bahwa beliau di beri kekuatan tiga puluh leleki.

2. Shahih Bukhari: Kitabul Ghusl, Bab: al-Junub Yakhruju Wa Yamsyi Fi as-Suuq wa Ghairihi ( Seorang yang junub keluar dan berjalan di pasar dan lainnya):1\76 hadis nomer:284.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ حَدَّثَهُمْ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَطُوفُ عَلَى نِسَائِهِ فِي اللَّيْلَةِ الْوَاحِدَةِ وَلَهُ يَوْمَئِذٍ تِسْعُ نِسْوَةٍ.

…dari Qatadah, ia bertutur bahwa Anas ibn Malik mengabarkan kepada mereka bahwa Nabi Allah saw. mengitari sembilan istrinya dalam satu malam. Dan ketika itu beliau mempunyai sembilan orang istri.

3. Hadis yang sama juga diriwaytakan dalam Kitabun-Nikah, Bab Katsratun-Nisa’ (Banyaknya istri):7\4 hadis nomer:5068.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ حَدَّثَهُمْ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَطُوفُ عَلَى نِسَائِهِ فِي اللَّيْلَةِ الْوَاحِدَةِ وَلَهُ يَوْمَئِذٍ تِسْعُ نِسْوَةٍ

Hadis yang sama juga diriwaytakan dalam Kitabun-Nikah, Bab: Man Thafa Ala Nisa’ihi Fi Ghuslin Wahidin (Orang yang berkeliling megauli istri-istrinya dengan satu kali mandi):7\44, hadis nomer:5215.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ حَدَّثَهُمْ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَطُوفُ عَلَى نِسَائِهِ فِي اللَّيْلَةِ الْوَاحِدَةِ وَلَهُ يَوْمَئِذٍ تِسْعُ نِسْوَةٍ

[ http://www.sahihalbukhari.com/sps/sbk/ ]

  • Riwayat-riwayat Muslim

Shahih Muslim dalam :Kitab al-Haidl , hadis nomer :467.

و حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي شُعَيْبٍ الْحَرَّانِيُّ حَدَّثَنَا مِسْكِينٌ يَعْنِي ابْنَ بُكَيْرٍ الْحَذَّاءَ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَطُوفُ عَلَى نِسَائِهِ بِغُسْلٍ وَاحِدٍ.

…dari Hisyam ibn Zaid dari Anas, “Sesungguhnya Nabi saw. mengitari istri-istrinya dengan sekali mandi.”

  • Riwayat-riwayat Turmudzi

Shahih at-Turmudzi : Kitab ath-Thaharah, Bab Mâ Jâ’a fi ar rajuli Yathûfu alâ Nisâ’ihi Bighuslin wahidinhadis nomer :130.

حَدَّثَنَا بُنْدَارٌ مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَطُوفُ عَلَى نِسَائِهِ فِي غُسْلٍ وَاحِدٍ.

قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي رَافِعٍ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَنَسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَطُوفُ عَلَى نِسَائِهِ بِغُسْلٍ وَاحِدٍ وَهُوَ قَوْلُ غَيْرِ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْهُمْ الْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ أَنْ لَا بَأْسَ أَنْ يَعُودَ قَبْلَ أَنْ يَتَوَضَّأَ وَقَدْ رَوَى مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ هَذَا عَنْ سُفْيَانَ فَقَالَ عَنْ أَبِي عُرْوَةَ عَنْ أَبِي الْخَطَّابِ عَنْ أَنَسٍ وَأَبُو عُرْوَةَ هُوَ مَعْمَرُ بْنُ رَاشِدٍ وَأَبُو الْخَطَّابِ قَتَادَةُ بْنُ دِعَامَةَ قَالَ أَبُو عِيسَى وَرَوَاهُ بَعْضُهُمْ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يُوسُفَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ ابْنِ أَبِي عُرْوَةَ عَنْ أَبِي الْخَطَّابِ وَهُوَ خَطَأٌ وَالصَّحِيحُ عَنْ أَبِي عُرْوَةَ.

…dari Qatadah dari Anas bahwa Nabi saw. mengitari istri-istrinya dengan sekali mandi.

Dan dalam bab (masalah) ini terdapat hadis dari Abu Râfi’. Abu Isa (at Turmudzi) berkata, “Hadis (riwayat) Anas adalah hadis hasan shahih, bahwa Nabi saw. mengitari istri-istrinya dengan sekali mandi. Dan ini adalah pendapat banyak kalangan ahli ilmu (ulama), diantaranya adalah Hasan al Bshri, yaitu tidak mengapa kembali menggauli sitri sebelum berwudhu’… .”

  • .Riwayat-riwayat Nasa’i

Sunan an-Nasa’i: Kitab ath-Thaharah, bab Ityânu Nisâ’ Qabla Ihdâtsil Ghusli, hadis nomer :263 dan 264, Kitab an-Nikah : hadis 3147.

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَيَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَاللَّفْظُ لِإِسْحَقَ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَافَ عَلَى نِسَائِهِ فِي لَيْلَةٍ بِغُسْلٍ وَاحِدٍ.

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ قَالَ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَطُوفُ عَلَى نِسَائِهِ فِي غُسْلٍ وَاحِدٍ.

Dan dalam Kitab an-Nikah, Bab Dzikru Amri Rasulillah saw. fi an Nikah…: hadis 3147.

أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ عَنْ يَزِيدَ وَهُوَ ابْنُ زُرَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ أَنَّ أَنَسًا حَدَّثَهُمْ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَطُوفُ عَلَى نِسَائِهِ فِي اللَّيْلَةِ الْوَاحِدَةِ وَلَهُ يَوْمَئِذٍ تِسْعُ نِسْوَةٍ

  • Riwayat-riwayat Abu Daud

Sunan Abu Daud: Kitab ath-Thaharah, Bab Fil Junubi Ya’ûd, hadis nomer:188.

حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ الطَّوِيلُ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَافَ ذَاتَ يَوْمٍ عَلَى نِسَائِهِ فِي غُسْلٍ وَاحِدٍ قَالَ أَبُو دَاوُد وَهَكَذَا رَوَاهُ هِشَامُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ وَمَعْمَرٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ وَصَالِحُ بْنُ أَبِي الْأَخْضَرِ عَنْ الزُّهْرِيِّ كُلُّهُمْ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

  • Riwayat-riwayat Ibnu Majah

Sunan Ibnu Majah : Kitab ath-Thaharah, hadis nomer: 581 dan 582.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ وَأَبُو أَحْمَدَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَطُوفُ عَلَى نِسَائِهِ فِي غُسْلٍ وَاحِدٍ.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ صَالِحِ بْنِ أَبِي الْأَخْضَرِ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَنَسٍ قَالَ وَضَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُسْلًا فَاغْتَسَلَ مِنْ جَمِيعِ نِسَائِهِ فِي لَيْلَةٍ

Aku menyiapkan air mandi untuk Rasulullah saw., lalu beliau mandi sekali untuk (bersesuci dari menggauli) seluruh istri-istrinya dalam satu malam.”

  • Riwayat-riwayat Imam Ahmad dalam Musnad

10. Musnad Ahmad bin Hambal :Juz 3 hal99,11,161,166,185,189,225,239 da 252.

  • Riwayat-riwayat Darimi

11. Sunan ad-Darimi: Kitab ath-Thaharah hadis nomer:746 dan 747.

Kisah Luapan Birahi Setan Khalifah Agung Ahlusunnah

Nah, sekarang coba bandingkan antara sang Nabi mulia saw. dengan seorang Khalifah bejat yang hanya pandai melampiaskan syahwat birahinya…. Setelahnya Anda pasti mulai mengerti sebagian dari tujuan diproduksinya riwayat-riwayat yang mendeskriditkan keagungan dan kehormatan Nabi agung Muhammad saw.

Jika seorang Khalifah Rasulullah (?!) kerasukan syahwat bandang, maka tak ada apapun yang mampu menghentikannya, kecuali ajaran agama. Jika agama dapat diajak kompromi, itu pasti kerena kelihaian Sang Abu Yusuf; Qadhi andalan Sang Khalifah Rasulillah di saat kepepet!

Pada suatu ketika Khalifah Harun ar-Rasyid jatuh cinta kepada seorang budak wanita milik Isa ibn Ja’far, ia meminta dari Isa agar menghibahkan budak tersebut untuknya, akan tetapi Isa menolak dengan alasan karena ia telah bersumpah untuk tidak menjual dan atau menghibahkannya kepada siapapun, dan konsekuensi dari melanggarnya adalah akan jatuh (thalaq) cerai atas istrinya, memerdekakan seluruh budaknya dan mensedekahkan segala yang ia miliki.

Disini, sekali lagi diperlukan kelihaian dalam meramu fatwa agar budak wanita yang seksi dan molek itu tetap dapat di nikmati sang Khaifah, sementara Isa ibn Ja’far tidak harus terbentur oleh sumpah yang terlanjur ia ucapkan. Sekali lagi, disini Anda akan menyaksikan terobosan baru yang spektakuler dalam dunia ramu-meramu fatwa yang diatraksikan oleh sang Qadhi al-Qudhaat kaliber dunia, Abu Yusuf. Ia memberikan solusi dengan mengatakan kepada Isa bagilah budak itu menjadi dua bagian, separoh pertama hibahkan untuk ar-Rasyid dan separoh kedua di jual, dengan demikian ia keluar dari sumpahnya, sebab ia tidak menjual semuanya dan tidak menghibahkan semuanya, akan tetapi menjual separoh dan menghibahkan separoh lainnya!!

Dan untuk imbal jasa jerih payah memeras otak dalam meramu fatwa tersebut ia berhak menerima hadiah sebesar dua ratus ribu dirham dan dua puluh pak/kotak baju.Tentang aktraksi fatwa dia atas Ibnu as-Sammak berkomentar: sesungguhnya jika aku berkata bahwa Abu Yusuf itu gila tidak ada seorangpun yang menerima ucapanku, namun sebenarnya ia adalah seorang yang sedang bergulat dengan dunia tapi ia dijatuhkan/di kalahkan.[1]

__________________________________

[1] Tarikh Baghdad:14/250 dan 255.

27 Tanggapan

  1. Ahhhhhhh gila bener tuh perawi hadis, gila pula kitab shahihnya, dan gilaa pula tuh mazhab, masa sih Nabi Muhammad yang merupakan sumber teladan umat digambarkan demikian….!!! Gimana cara meneladani Nabi.saw dalam hal itu. masa sih Nabi kita berakhlak seperti di film-film porno?????? Naudzubillah tsumma naudzubillah….!!! Panteslah ulama2 atau kiyai2 Ahlusunnah paling doyan sex menyimpang dan paling doyan perkosa santri… Rupanya salah pake sunnah toh, dikirain sunnah nabi ternyata sunnah iblis…..ck ck ck ck.

    • @Ytse-Jam

      Hati-hati mas kalau ngomong. Meskipun mereka salah, tidak sepantasnya anda berkata buruk seperti itu. Anda ini meneladani siapa? Rasulullah kah? Ahlul Bait kah? Jelas bukan..

  2. sangat jijik aku membaca hadis diatas, kalo memang hadis itu benar, sangat keterlauan sang perawinya, hal2 semacam itu tidak layak disampekan kepada ummat. apalagi kalo hadis itu palsu dan sengaja di buat2, saya yakin neraka tempat kembalinya bagi orang yg sengaja menjatuhkan martabat Nabi saw yg Allah junjung tinggi akhlaqNya dan para malaikat berselawat padaNya.Nauzubillah min zalik.

  3. Hai dasar Syiah keparat…. apa maumu?
    apa kamu mau menggoyang i’tiaqod kami mengenai keshohihan kitab Imam Bukhari.. apa tidak mengerti bahwa beliau rahimahullah tidak memasukkan satu hadispun sebelum beristikharah dan sholat 2 rakaat terlebih dulu….
    kamu Syiah tidak mengerti maksud tujuan Anas bin Malik meriwayatkan hadis itu untuk kita umat islam… biar kita mengerti hukum bahwa sekali mandi untuk beberapa kali mubasyarah dengan istri kita itu boleh hukumnya. ngerti tidak?! dasar Syiah tidak ngerti syari’at!

    • LAHAULLAH WALAQUWATTA BILLAH ,

      Pergi ke sawah menanam padi
      Singgah disungai menangkap ikan
      Hidup hendaklah bersendikan budi
      Sifat sombong jangan amalkan

      Bunga melati bunga di darat
      Bunga seroja di tepi kali
      Hina besi kerana karat
      Hina manusia tidak berbudi

    • hai ben abbat,

      kasian sekali dech kamu, percaya sama hal yang bodoh

      • ben abbat
        Buruk muka Cermin dibelah, rusak ahlak terlihat dari ucapan & perbuatannya…Wahai Salafy/Wahaby, jika anda adalah Bukti Umat yg terbaik dlm beriman selayaknya anda tdk usah takut dengan Dakwah Ahlulbayt, hadapi, lawan dengan Hujjah dan argumen2 anda yg shahih agar kamipun dapat belajar dr Anda2 jika benar, bukan dengan Hawanafsu segala Cacimaki pengkafiran. Hati2 anda dengan Tuduhan Seperti itu, Kaum Syiah dari dulu hingga kini masihlah berhaji ke Harramain sprti saudara2nya…

  4. SELAMAT PAGI CEK GU…
    SALAM HORMAT BUAT USTADZ AL JAKFARI
    SUNGGUH POSTINGAN USTDZ MEMBUAT TERBELALAK MATA SAYA MEMBACANYA… SAYA MENGGELENG-GELENGKAN KEPALA SAYA YANG LANGSUNG PUSING MEMBACA TERNYATA KOK SEZALIM ITU MEREKA MENGHINA NABI.
    SAYA JUGA NDAK HABIS PIKIR KENAPA YA IMAM BUKHARI DKK. KOK TIDAK MENYORTIR HADIS GITUAN…. APA ADA ALASANNYA YA?

  5. @ shinjo. Maaf mas, soal sy ikut siapa itu bukan urusan anda, apakah sy ikut Muhammad.saw, atau ikut Ahlulbait.as atau ikut Hitler atau siapa aja bukan anda yg nilai, emangnya anda itu siapa?? Urus aja diri anda, gk usah sok mau ngurus org lain.

  6. wah keren kita punya nabi yg sungguh mulia dan kuat baik jasmaninya maupun rohan inya….selain itu dengan hadist2 di atas dapat diambil kesimpulan fiqh bahwa kita boleh mandi junub hanya sekali (diakhir waktu) walau melakukan jima` lebih dr 1 org istri dan tanpa di pisah dngan wudhu/ sunnah saja (krn di hadis yg lain nabi memerintahkan untuk wudhu dulu sebelum memulai jima` setelah sebelumnya jima`)…alias di jama` mandinya….mahasuci allah yg dengan kemuliannya allah memberikan sedikit dari kekuasaannya dan kekuatannya pada nabi kita muhammad…afwan tolong pencerehananya bila ada yg salah dr kata2 saya…

  7. oia boleh tau ga tempat ngaji jamaa`h syiah di solo…tolong ya bantuannya..!!

  8. Alangkah baiknya bila tanggapan2 disampaikan dgn cara yg santun dan tdk saling menista pribadi dan kelompok.

    Imam Bukhari adalah manusia biasa yg tdk terlepas dari kekeliruan. Namun usaha beliau yg keras dan gigih dalam mengumpulkan hadits2 Rasul saw sangat pantas utk dihormati & dihargai. Apalagi ia telah menjadi salah satu buku rujukan bagi sebuah kelompok tertentu dalam Islam. Beberapa hadits yg menggambarkan keburukan pribadi Rasul saw hanyalah segelintir saja dari ribuan hadits yg telah beliau kumpulkan. Toh beliau memang hanya bersandar pada sanad bukan pada matannya. Bagaimana i’tikad dan pandangan beliau sendiri atas apa yg beliau kumpulkan mengenai pribadi Rasul saw, kita tdk mengetahuinya secara pasti. Sy pribadi meyakini akan kebaikan dan ketulusan pribadi Imam Bukhari. Dan sy kira begitu adalah lebih baik.

    Bila kemudian kitab hadits Bukhari disakralkan dan dianggap suci, maka kesalahan itu tdk boleh dibebankan kepada Imam Bukhari.

    Mereka2 yg memegang kitab Bukhari seolah-olah sedang mengamalkan AQ dan mengiakan hal-hal yg buruk mengenai pribadi Nabi saw, maka sesungguhnya mrk tdk menggunakan akal mereka dan tdk memahami bagaimana sebenarnya pribadi seorang manusia pilihan yg seharusnya menjadi contoh tauladan bagi umat yg kepada mrk Ia menyampaikan risalah dari Tuhan-Nya.
    Nabi saw adalah sesempurnanya manusia dan semulia-mulianya nabi. Tidak ada ciptaan yg lebih baik dari ciptaan Allah swt kepada hamba-Nya, Muhammad saw.

    Bagaimana mungkin ia diciptakan sama dgn makhluk lain sedangkan Beliau saw telah berhadapan dgn Allah swt sementara Musa yg terkenal keras dan berani tergeletak pingsan hanya ketika mendengar suara-Nya?

    Bagaimana mungkin Beliau tdk mampu bersabar menggauli isteri Beliau sedangkan Beliau oleh Tuhan-Nya telah diajarkan kesabaran?

    Bagaimana mungkin Beliau menyibukkan diri menggauli 9 isteri Beliau sementara di malam hari Beliau selalu sibuk dgn Tuhan-Nya?

    Bagaimana mungkin Beliau meninggalkan ikhtiar membersihkan diri setelah menggauli salah satu isteri Beliau sedangkan ikhtiar adalah ajaran yg Beliau sampaikan ke kita?

    Bagaimana mungkin orang yg berakal akan menerima gambaran keburukan Nabi saw?

    Salam

  9. Sampai saat ini belom ada komentar arek arek wahabi yang bermutu… mengapa ya?
    mungkin karena memang mereka tau salah.. jadi ya akhgirnya ngelantur aja

  10. Sampai saat ini belom ada komentar arek arek wahabi yang bermutu… mengapa ya?
    mungkin karena memang mereka tau salah.. jadi ya akhirnya ngelantur aja… habis pak jakfari bongkarnya keterlaluan sih.. ya buat mereka kelabakan semua…

  11. @armand

    Baik dlm kitab2 hadis Sunni spt sahih Bukhori maupun kitab2 hadis Syi’ah spt al-Kafi disamping hadis2 yg sahih memang terdapat hadis2 yg dhoif atau dianggap dhoif.

    Namun anehnya khusus terkait pribadi Nabi saw tdk ada satupun hadis dlm kitab2 hadis Syi’ah yg mendiskreditkan pribadi Nabi saw. Malah sebaliknya menempatkan posisi Nabi dan para imam Ahlul Bait ke posisi yg sepantasnya.

    Menurut anda apa yg membuat hadis2 yg berkenaan dg pribadi Nabi di kalangan Syi’ah lebih terkontrol dibanding dg di Sunni ?

  12. @agoes

    Sy belum pernah langsung mempelajari kita al-kafi. Adapun mengenai pendiskretan yg notabene adalah sebuah penilaian, sangat tergantung kecenderungan dan dasar pengetahuan pribadi yg membaca. Bisa saja hal yg “biasa-biasa” tentang Nabi saw oleh kaum syiah, dianggap berlebihan dan malah merendahkan pribadi Nabi saw. Riwayat2 tentang pribadi Nabi saw di kitab Bukhari di atas mungkin dianggap biasa oleh sebagian ahlussunnah sesuai kecenderungan dan pengetahuan mrk thd Nabi saw.

    Salam

  13. tidak ada orang waras yang menerima kalao nabinya dijelak-jelakkan… pasti itu buatan muush-musuh islam

  14. Buat:
    armand, di/pada April 26, 2010 pada 5:06
    memang banar mas, kaalau lidah sudah rusak makanan pahit dibilang manis… kalau pikiran sudah rusak penghinaan dianggap biasa-biasa aja!
    Itu mungkin bedanya akalnya orang syi’ah dengan selainnya!!!!!!!!!!!!!!

  15. Saya seorang sunni.

    Sebelumnya, saya sangat salut kepada ahmadinejad yang saya nilai sangat toleran kepada sunni walaupun dia syi’i.

    Tapi setelah baca blog ini…..saya tau bahwa syi’i benci setengah mati kepada sunni. Jadi semuanya rupanya cuma pura2 aja yah…

    • sama mas eko ,saya dulu juga berpikiran seperti itu tp setelah sy baca asal usul/sejarah/ajarannya dll sy lansung berubah pikiran.buktinya apakah pernah iran membantu palestina?(sesama muslim) bahkan iran berperang dgn irak(sunni)iran/syiah cuma gembar-gembor membenci amerika padahal tujuan mereka juga sama(menghancurkan islam)

  16. ha. … ha … hari gini ngomongin benci ……… salah alamat kale… .wacana keilmuan harus dinilai pake ilmu , bukan dinilai dengan vonis benci atau tdk benci ….

  17. bagaimana kalau saya tawarkan kepada m as ibnu jakfari untuk berdialog secara langsung, tinggal pilih dengan siapa, dengan saya yang masih bodoh….atau dengan para ustadz kalangan NU, MUHAMMADIYAH, PERSIS, atau WAHHABI…..sudah ada undangan dialog bersama QIBLATI hubungi 081336115000, ayo tunjukan kejantananmu, jangan cuma bisa bersembunyi di balik ketiak wanita mut’ahan kalian

  18. Assalamu ‘alaykum.

    Saya seorang sunni. Saya prihatin dengan budaya salafi yang sering kali gegabah menjatuhkan vonis terhadap lawan bicaranya, meskipun masih sama-sama mengabdi kepada Allah dan meneladani Rasulullah.

    Saya melihat apa yang dilakukan oleh saudara Ibnu Jakfari di sini, meskipun pilihan katanya memang terasa menyakitkan, tak lebih dari sekedar menunjukkan hadits shahih yang menurutnya bertentangan dengan Al-Quran. Pihak sunni harusnya membantah dengan ilmu juga, bukan justru merendahkan madzhabnya sendiri dengan melontarkan caci-maki sebagai balasan.

    Hal menarik dari artikel ini yang patut dipikirkan oleh kita, penganut madzhab ahlussunnah, adalah fakta bahwa semua hadits “berkeliling ‘mendatangi’ sembilan istri dalam semalam” di atas bermuara pada Anas ibn Malik. Bahkan, ada di antara hadits-hadits di atas yang menyebutkan bahwa Rasulullah melakukannya dengan sekali mandi.

    Jujur saja, sebagai orang yang berpikir, mendengar fakta ini diriwayatkan oleh Anas ibn Malik seorang, saya spontan bertanya dalam hati, sedekat apa Anas ibn Malik dengan Rasulullah saw. sampai-sampai beliau bisa memastikan bahwa Rasulullah saw. pernah beberapa kali mendatangi sembilan istrinya berturut-turut dalam satu kesempatan (ada yang di malam hari, pernah pula di siang hari) dengan hanya sekali mandi?

    Sebagai orang yang hidup belasan abad setelah Anas ibn Malik, saya tidak berani menyimpulkan bahwa riwayat darinya ini hanyalah gosip. Tapi, sebagai orang yang berpikir dan senantiasa mencari kebenaran, akal saya juga tidak bisa dipaksa berhenti bertanya, “Bagaimana Anas–dan hanya Anas seorang–bisa tahu bahwa Rasulullah mendatangi sembilan istrinya dalam satu kesempatan dengan sekali mandi?”

    Wassalamu ‘alaykum.

  19. Perawi hadits juga manusia.. jadi kalau ada kesalahan ya mohon dimaafkan… mungkin ada tujuan Anas bin malik meriwayatkan itu , beliau juga mengabarkan berita bahwa Nabi membunuh pembunuh penggembala unta dengan sangat mengerikan… itu memang perlu dikaji.
    Untuk beberapa hal yang tidak sesuai dengan Hati Nurani seorang Rosul , biasanya Rosul memberi tahukan hukumnya dengan Nasehat bukan dengan perbuatan… saya tidak berani berpendapat bahwa hadits itu dhoif karena saya bukan Ulama Mujahit…

  20. […] Potret Sang Nabi Mulia Dalam Hadis Bukhari (2) Nabi saw. Menggilir Sembilan Istri beliau Dalam Satu … […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: