Kata Ulama Suni: Bukhari Pun Rusak Akidahnya!

Bukhari Pun Rusak Akidahnya!

Imam Besar Ahlusunnah Wal Jama’ah Ternyata Rusak Akidahnya!

Hampir tidak ada tokoh hadis yang selamat dari hujatan, vonis menyesatan hingga pengkafiran….  Imam Malik dikecam pengikut Imam Syafi’i… Para pendukung Imam Malik menghajar Imam Syafi’i…. Pembela Imam Ahmad juga ikut-ikutan menghajar Imam Syafi’i…. Ibnu Hibban divonis kafir/zindiq…  mata rantai kecam-mengecam tanpa akhir…!

Kini Imam Besar Ahlusunnah dikafirkan… divonis menyakini keyakinan sesat… dianggap berakidah jahmi yang tentunya sangat kafir menurut Imam Ahmad dan para ulama pendukungnya… juga oleh Muhammad ad Dzihli (tokoh senior Ahli Hadis di zamannya, yang sangat getol memerangi akidah pilihan Imam Bukhari dan juga mengkafirkannya)….

Jadi sebenarnya apa yang sedang terjadi di antara ulama dan para tokoh mazhab ini?

Siapa yang selamat….?

Kalau semua diyakini sebagai ulama yang jujur dan tulus dalam vonis yang mereka jatuhkan, maka akibatnya tidak seorang pun ulama yang selamat, semua sesat… semua zindiq.. semua kafir… semua Jahmi…

Dan jika mereka itu menjatuhkan vonis dengan dorongan hawa nafsu, maka pantaskah mereka kita jadikan imam dan rujukan agama kita?

Kini Imam Bukhari divonis berakidah rusak!

Perhatikan Scan di bawah ini!
.
.

.

.

Terjemahan:

Demikianlah pula dengan apa yang terjadi sekaitan masalah Lafadz. Bukhari (rh) Ketika ia diuji tentang masalah itu, para ulama/tokoh mengecamnya karena ia berpendapat bahwa: “Ucapanku dengan (bacaan) Al Qur’an adalah makhluk (bukan qadim, seperti keyakinan Ahmad dan ulama lainnya_pen).

maka mereka (para ulama) mengirimkan jawaban Bukahri ke berbagai penjuru, memberi peringatann akan bahaya akidah Bukhari. Sampai-sampai sekelompok ulama besar Ahi hadis yang diakui keluasan ilmu dan hadis dari kalangan Ahlusunnah wal Jama’ah meninggalkan meriwayatkan hadis dari Bukhari, di antara mereka adalah Abu Hatim ar-Razi dan Abu Zur’ah ar-Razi (dua ulama asal kota Ray).

Putra Abu Hatim menyebutkannya dalam sejarah hidupnya dalam kitabnya al-Jarh wa at-Ta’dil:

Ayahku dan Abu Zur’ah mendengar (meriwayatkan) hadis darinya (Bukhari) kemudian keduanya membuang hadisnya, ketika Muhammad ibn Yahya an an-Naisaburi (adz Dzihli_pen) menyurati keduanya, bahwa Bukhari telah menampakkan akidahnya di tengah-tengah masyarakat bahwa  (lafadznya) bacaan al Qur’annya adalah makhluk.
.

Ibnu Jakfari:

Sungguh mengherankan jika di masa hidupnya ia dikecam bahkan divonis berakidah sesat oleh para tokoh senior di zamannya, lalu mengapa ia sekarang menjadi tokoh ahli hadis nomer wahid dan Pendekar Sunnah Sejagat?!

Jika ia memang sesat mengapa berubah menjadi panutan?

Jika ia tidak sesat mengapakah para tokoh senior Ahlusunnah wal jama’ah itu memvonisnya sesat? Apakah vonis itu atas dasar hawa nafsu? Jika demikian mengapakah mereka masih dipercaya sebagai panutan dalam agama?

Tolong para ulama Ahlusunnah membantu saya memecahkan masalah ini… Saya benar-benar mengharap bantuan kalian!!

Wassalam

45 Tanggapan

  1. He..he.. mereka kalo ditanya apakah saling menghujat & mengkafirkan sesama muslim adalah sunnah rasul … pasti lisan mereka akan menolaknya … tetapi hal tersebut jelas2 mereka lakukan (sadar atw tak sadar ) seakan2 itu adalah sunnah Rasul …

    • Apa apaan ini …
      Menghujat & mencela kaum berbeda pandangan jadi makanan sehari-hari … Apakah ini ciri sunnah Rasul … tapi mengapa dilakukan ?
      Lalu masih pantaskah mengaklaim diri sebagai ahlussunnah wal jamaah ??

    • Menghujat & Mengkafirkan sesama muslim??? tetapi harus diteliti dulu Muslim yg mana, sebab semua ngaku muslim tetapi sesungguhnya menyimpang dari ajaran islam itu sendiri, nah kalo yg demikian itu apa namanya??

    • @akal sehat
      Tau … yang boleh ngaku muslim itu cuma salafy kan ???
      jadi yang selain salafy ga boleh menghujat karena pokoknya sudah pasti salah ….
      salafy selalu pakai sistem “pokoknya” sih …

  2. ada2 aj yg posting, yang posting kali yg rusak…

  3. judulnya kurang hebooh

  4. judulnya itu loo… jgn sampai ad motif laen

    • waduuh..nih photo ente bagus juga. tapi sayang komentarnye kaga ilmiah euy. BeriIslam itu harus juga mempertimbangkan akal yg cerdas mas, bukan hawanafsu yg dikedepankan…nantinya Islam kaya agama-agama nyang laen tuh, NAsrani ama Yahudi,……jadi kalo ngga bisa berargumen yang cerdas jangan dilawan Ustd.Jakfari ini…ntar yang ada malah malu-maluin mazhab ente, kan ni Blog artikelnya banyak yang baca…mane mau ntar orang yng ingin serius Berislam masuk mazhab ente kalo caranye sradaksuduk komentar ngga jelas. Kliatan OON nye bang.

  5. sebaiknya kita beristighfar…
    kebenaran mutlak datangnya dari ALLAH SWT. tidak ada manusia yang tahu kebenaran secara hakiki..

    • begitu saja mas jalan keluarnya utk memahami masalah ini…..waah mas ini kok kaya orang yang pasrahan hidupnya.Kok mudah sekali yah menilai dan menyikapi masalah agama hanya seperti itu, bilang katanye hanya Allah saja yg mengetahui Kebenaran Hakiki yg merupakan penentu jalan utk kita agar selamat dunia aherat….anda yakin kebenaran hakiki hanya Allah SWT yg tahu,..lalu kita sebagai khalifah Nya dibiarkan hidup di dunia tanpa boleh/bisa mengetahui kebenaran itu..waduuh berarti Tuhan menciptakan kita cuman sedang bermain-main mas.
      Mas Zein,…kalo kita paham bahwa mas mengaku sebagai muslim, kebenaran hakiki itu sdh jelas bisa diketahui oleh manusia berbarengan pd saat Allah SWT menciptakan NAbi Adam As ke dunia. NAbi Adam tuh udah dijelasin dan dikasih tahu bahwa yg dapat menyelamatkan manusia dari kesatan seperti yg disabdakan juga oleh Nabi Saww, “……..jika kita ingin selamat perpeganglah pada Al Quran dan Itrah Ahlulbayt Nabi Saww”.
      jadi mas menurut saya kita tdk saja cukup beristighfar tapi lebih dari itu, yaitu juga berikhtiar, baik ikhtiar akal, lahir dan batin dlm menyikapi hal ini dan raih kebenaran hakiki dari Al Quran dan Itrah Ahlulbayt Nabi Saww.

    • setuju, tetapi kita manusia punya akal sehat yg bisa membedakan mana ajaran yg benar mana yg salah, dengan petunjuk nabi Muhammad SAW agar kita bisa kejalan yg benar, oleh karena itu banyak Agama Islam tapi sesungguhnya bukan islam, kita harus cerdas dan waspada….

    • setuju, tetapi kita manusia punya akal sehat yg bisa membedakan mana ajaran yg benar mana yg salah, dengan petunjuk nabi Muhammad SAW, oleh karena itu banyak Agama Islam tapi sesungguhnya bukan islam, kita harus cerdas dan waspada….

  6. bukankah hujat-menghujat bahkan saling mengkafirkan sudah merupakan kebiasaan ulama ahlussunnah dahulu, maka jangan herah kalo tradisi itu masih berlaku sampai sekarang dan itu menunjukkan ketaatan ahlussunnah kpd para pendahulunya.

    • tidak ada hujat menghujat atau mengkafirkan, yg ada meluruskan ajaran Islam yang benar, bilamana ada ajaran Islam yg menyimpang jauh dari ajaran Rosulallah SAW atau mengaku islam tetapi sesungguhnya menyimpang…kita patut meluruskannya…, bilamana tetap tdk berubah …ya bisa dianggap kafir…

  7. imam bukhari juga memasukkan hadis palsu dalam kitabnya juga..

    • jd kalo ada hadist imam bukhari seperti itu ya jgn diikuti, tp bilaman ada ajaran islam menggunakan hadist2 palsu nah.. itu perlu dipertanyakan…

  8. kalau gak paham agama,jangan membahas agama.karena agama adalah masalah umat dan tanggung jawab kepada Allah dan Rasul.

  9. Tuan

    Benar . yang sebetulnya TIADA PERCANGGAHAN antara Imam Ahmad dengan Imam Bukhari RahhmatalLahi aliahima.

    IA mengatakan Al-Quran adalah qadim dan bukan makhluk. Sedangkan IB mengatakan LAFAZ AlQuran adalah makhluk. Kedua2nya berbeda

  10. wah ternyata (yg disebut) salafussaleh idola kaum salafy itu gemar mencaci sesama muslim…
    Pantesan yg ngaku salafy sekarang seperti ini …

    • Biarlah salafiy itu gemar mencaci sesama muslim dan syiah (ahlulbayt) gemar mencaci para sahabat nabi kecuali Ali bin abu tholib, jd kita bisa membedakan mana yg paling benar..

  11. .. jangan cuba meragui sumber kedua selepas quran… kalau bukhori pun kalian sudah pertikaikan ..bagaimana dengan saudara? baik sangat kah?alim sangatkah ?hingga melebihi alimnya mereka

  12. Ngomong2 mengenai Kitab Sahih Bukhori, mas Jakfari apakah Imam Bukhori sendiri memasang label “sahih” dlm kitabnya atau para ulama setelahnya ?

    _________________

    Ibnu Jakfari:

    Konon, Imam Bukhari wafat sebelum rampung menyelesaikan penulisan kitabnya secara rapi… beberapa muridnya yang merapikan… Jadi, kalau melihat ini ya bukan beliau yang memasang lebel Shahih itu!
    Atau mungkin saudara2 kami Ahlusunah memiliki keterangan, silahkan diinformasikan di sini.

  13. Tidak hairan semua itu. Dizaman kehidupan Imam Bkhari memang ramai yang iri hati dengan kehebatan beliau, Sehingga ramai musush musuhbeliau cuba memfitnah dan memjatuhkannya tetapi tidak berjaya kerana beliau tetap unggul sehingga ke hari ini.

  14. luar biasa sekali apa yan terjadi… jadi begitukah ulah ulama ahli hadis yang lebih senior dibanding bukhari….. galak bener ya

  15. nelihat apa yang dipampilkan di sini rasanya aku jadi ngeri deh!!!!!!!!!!
    jadi rupanya saling kafir-kafirkan orang muslim lain itu sudah ditradisikan ulama toh!!!
    Tapi saya pikr ngak usah ditiru!!! Itu pasti ketergelinciran mereka!!!
    Ya jangan dituru!! titik!!!

  16. @ malaya

    Kata anda:
    .. jangan cuba meragui sumber kedua selepas quran…

    Yang mana sumber ke dua setelah Al-Quran, Kibab Bukhari????

    Jadi sumber ke sepuluhpun kagak layak.

    Kata anda:
    kalau bukhori pun kalian sudah pertikaikan ..bagaimana dengan saudara? baik sangat kah?alim sangatkah ?hingga melebihi alimnya mereka

    Bukhari pun belum tentu lebih Alim dan lebih baik daripada kita juga sebaliknya.

    Yang terjamin Alim adalah mereka mereka yang ajarannya tidak pernah keliru seperti Imam2 Ahlulbait; Imam Ali, Imam Hasan, Imam Husain, Imam Zainal, Imam Baqir, Imam Ja’far, Imam Musa, Imam Ridha, Imam Jawad, Imam Hadi, Imam Askari dan Imam Mahdi, itu karena udah mendapat garansi dari allah dan Nabi.saw.

    Bukhari?????
    Dia hanya manusia biasa dan kumpulan hadisnyapun biasa2 aja, ada yang benar dan banyak yang salah. Label “Shahih” yang tertempel di sampulnya hanya lelucon untuk mengelabui Mahzab yang akal tidak berpungsi dadalamnya.

  17. saya dah bangga menjadi seorang muslim,dan meyakini gama islam yg paling bnr ,tapi perjalanan mencari kebenaran yang hakiki mash blm berakhir karena di suguhkan dengn banyk2 aliran yg saling mengklaim saya yg paling bnr!!!!!!,..
    saya jadi bingung saudaraku..
    saya harus gmn mohon blasanya

    • Jagan bingung saudaraku…., anda bisa mencoba baca ajaran sunni beserta hadist shahihnya, lalu anda baca juga ajaran syiah (ahlul bayt ) beserta hadistnya juga, setelah itu anda bandingkan, maka anda akan menemukan perbedaannya sehinga anda bisa menentukan ajaran yang mana yang benar….tks

  18. Gunakan akal saudaraku mualaf….sebelum menerima sebuah informasi sebagai benar, cek dahulu kebenarannya (tabayyun). Jangan sampai antum salah dlm melangkah, apalagi mencelakakan suatu kaum karena informasi dr orang2 jahil. Dalam sejarah yg sy tau, hanya Rasulullah saww dan Itrah Ahlul Baytnya yg jk kita mengikutinya mk akan selamat dunia akhirat. Silahkan antum pelajari hadis2 Ghadir Khum, Hadis Kisa, Hadis Ahlul Bayt ibarat perahu Nuh, Kisah Asmaul Khomsah, Surah 33 ayat 33, Surah Al baqarah ayat 3 dan msh banyak yg lainnya. Wassalam

  19. saudaraku,sahih bukhari mrupakan kitab yg diakui kbenarnnya oleh kbykkn ulama2 sedunia zaman sblumnya…
    jika direnungkn,mngapa mereka tidak mnimbulkn isu besar ini swajarnya…selusuri jwpannya tanpa prasangka….sungguh adalah suatu perkara yg baik jika berlaku khilaf dlm agama tnpa wujud prasangka dan perbalahan….

  20. ohh aku tau, ini pasti buku bukan bukhori yg buat, tapi bu- khori, anak kidul pasar yg amat suka bikin karangan buku, suka juga dia bikin palsu-memalsu. yg nge-scan jg gak kasih keterangan buku cetakan mana, dimana, kapan. (paling juga bikin sendiri),

  21. ini juga paling2 situs sit, coba aja bikin situs yg nggak buka borok orang lain apalagi ulama. “barang siapa memusuhi wali Allah, pasti dimusuhi Allah”, yang jelek gak usah dibesar-besarkan lah, gak usah ngolok/menjelekkan paham lain terus bikin paham sendiri buat ngecounter. Sodara2, gak bisa ta bikin situs yg baik, yg nggak menjelekkan situs/paham lain.

  22. dengarkan orang lebay bicara :

    @ ibnu seleweh
    ini juga paling2 situs sit, coba aja bikin situs yg nggak buka borok orang lain apalagi ulama. “barang siapa memusuhi wali Allah, pasti dimusuhi Allah”, yang jelek gak usah dibesar-besarkan lah, gak usah ngolok/menjelekkan paham lain terus bikin paham sendiri buat ngecounter. Sodara2, gak bisa ta bikin situs yg baik, yg nggak menjelekkan situs/paham lain.

  23. @Ibnu selewah
    bagi saya biar kita selamat dan tidak tersesat, borok dan kejahatan Ulama wajib kita buka untuk diketahui. Ulama dan orang awam kebanyakan itu sangat berbeda, meski kedua2nya manusia juga. masalahnya inikan menyangkut Ajaran Agama yg mana jika salah taruhannya adalah TESESAT dan CELAKA Dunia AKHIRAT.

    tapi bagi ibnu seleweh dan orang2 semacamnya mengikuti ulama yg SESAT mungkin tdk masalah, karena kesesatan si Ulamanya sekuat tenaga mereka tutup2i. Jadi…Beli Kucing Dalam Karung Dong…???

  24. @Ibnu selewah
    bagi saya biar kita selamat dan tidak tersesat, borok dan kejahatan Ulama wajib kita buka untuk diketahui. Ulama dan orang awam kebanyakan itu sangat berbeda, meski kedua2nya manusia juga. masalahnya inikan menyangkut Ajaran Agama yg dia (Ulama) ajarkan kepada kita dimana jika salah taruhannya adalah TESESAT dan CELAKA Dunia AKHIRAT.

    tapi bagi ibnu seleweh dan orang2 semacamnya mengikuti ulama yg SESAT mungkin tdk masalah, karena kesesatan si Ulamanya sekuat tenaga mereka tutup2i. Jadi…Beli Kucing Dalam Karung Dong…???

  25. pak jakfari,,,kalo saya mau mencari kitab alkafi yg versi arab dmana bisa saya dapatkan?
    saya dari dulu nyari2 di toko2 buku kok ga ada yaa?

    Ibnu Jakfari:

    kalau Anda ke toko buku di Lebanon pasti mudah dapat. Jadi cari aja di situs2 Syi’ah berbahasa Arab.

  26. baru tau nih kalo imam bukhori pernah di jar sesat gara2 bilang quran makhluk

  27. Biasa-a:
    Pengusaha tu musuh-a ya pengusaha,
    Org kaya musuh org kaya,
    Pejabat musuh pejabat
    Jadi seimbang/selevel. Bgtu juga ulama musuh-a jg ulama…
    Syetan akan menggoda siapa saja sklpun yg dgoda adlah ulama, bhkan syetan lebih alim dr ulama.

    Sy menanggapi tulisan d atas biasa n wajar2 saja.
    Thanx to admin ats info-a.

  28. Bismillah,
    As.Wr.Wb.

    Dari Umamah , Rasulullah S.W.T bersabda :
    “Rasa malu dan diam adalah termasuk dua cabang keimanan sedangkan ucapan yang kotor dan keji serta pandai bersilat lidah adalah dua cabang kemunafikan”. ( HR : Imam Ahmad dan Imam At-Turmudzi, Shahih )

    Dikatakan oleh Ibnu Abbas R.A pada suatu kaum ketika beliau mendengar orang-orang memperdebatkan permasalahan agama :
    “Tidaklah kalian tahu bahwa Allah S.W.T memiliki hamba yang pendiam karena takut kepada Allah S.W.T bukan karena lemah ( tidak pandai bicara ) dan bisu, akan tetapi mereka adalah ulama yang fasih, mudah berbicara dan para pakar yang mengetahui syariat-syariat Allah S.W.T . Akan tetapi jika mengingat keagungan Allah S.W.T terasa lemahlah pikiran mereka, pecah hati-hati mereka sehingga terbungkamlah lisan-lisan mereka. Tatkala sadar akan semua itu, segera mereka menuju Allah S.W.T dengan melakukan amalan yang baik dan menganggap diri mereka termasuk orang yang lengah, padahal mereka adalah orang-orang yang pandai dan benar-benar menjalankan syariat Allah S.W.T . Mereka mengaku termasuk orang yang dzalim dan salah, padahal mereka orang yang baik dan terlepas dari kebingungan, akan tetapi mereka tidak menganggap banyak mempunyai amalan dihadapan Allah . Kalian jumpai mereka senantiasa perhatian terhadap orang lain, sayang sesama manusia dan takut kepada Allah S.W.T ”. Dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dan selainnya.

    Ibnu Mas’ud berkata :
    “Sesungguhnya kalian ( para shahabat ) berada pada zaman yang banyak ulamanya dan sedikit berbicara ( penceramah / pengkomentar ) nya dan akan datang nanti setelah kalian zaman yang sedikit ulamanya tetapi banyak pembicaranya ( penceramah / pengkomentar ), barang siapa yang banyak ilmunya dan sedikit bicaranya dia adalah terpuji dan barang siapa sebaliknya ( sedikit ilmunya tapi banyak bicaranya ) dia adalah tercela”.

    Sungguh kita zaman sekarang ini sedang diuji dengan kebodohan manusia, dimana mereka meyakini bahwa sebagian ulama zaman sekarang yang panjang lebar ketika bicara adalah lebih alim dari ulama terdahulu. Terkadang pertanyaan dijawab yang bukan haq nya menjawab, dikarenakan kebiasaan banyak bicaranya lupa siapa yang menjadi Ulama untuk menengahi masalah Umat Islam. Sehingga terjadi jawaban yang berakhir dengan perdebatan ( Jidal ).

    Rasulullah S.A.W bersabda :
    “Tidaklah sesat suatu kaum setelah mereka diberi petunjuk kecuali karena mereka membuka ( pintu ) perdebatan”. Kemudian beliau membaca ayat : “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar”.
    ( QS. Az-Zuhruf : 58 )

    Abdul Karim Al-Hawariy menyatakan :
    “Orang yang wara’ sama sekali tidak ( mau ) berdebat”.

    Ja’far bin Muhammad berkata :
    “Hati-hatilah kalian terhadap perdebatan-perdebatan permasalahan agama, sesungguhnya hal itu melalaikan hati dan mewariskan kemunafikan”.

    Umar bin Abdul Aziz berkata :
    “Jika mendengar perdebatan maka saya pergi”.

  29. berdebat sangat berbeda sekali dengan berdakwah dalam kebenaran dan jika suatu kebenaran telah terungkapkan jelas tidak pantas bagi manusia berakal dan berfikir utk diperdebatkan.

    diam terhadap kemunkaran suatu ajaran Agama juga sangat tdk dianjurkan…..

    kami sesungguhnya haus akan kebenaran yg telah disembunyikan oleh mereka yg mengaku ‘Ulama’

  30. Orang2 bodoh yg dipermasalahkan itu2 aja lo ga hadis ya fiqih. Sadar brow ISRAEL ZIONIS sdang mejarah tanah saudara kita muslim palestina apa yg telah kita lakukan utk saudara kita itu? Bukane bersatu malah saling serang satu ma lain. Ni lg yg nulis katanya ustadz tapi yg dtulis cuma aib n fitnah saudara sendiri ustad cap pa ini? Ga pernah tau baca n dengar hdis nabi saw yg berbunyi brang siapa yg menutupi aib saudaranya(muslim) ddunia ALLAH akan mnutupi aibnya diakhirat kelak. N ada lagi tukang fitnah itu seruling SETAN. Tau ga ussstaaadd

  31. udah2…ilmu kalian semua masih cetek2 …udh mau membahas ulama salah ….makanya belajar agama ke majelis ta’lim yang mengkaji2 kitab2 ulama sunni yg memegang teguh AL Quran dan Sunnah, ijma dan qiyas . udah ketahuan dari judul dan isi situs ini ..pasti orang2 syiah yg paling banyak ngomong , memulai debat dengan mencari2 kesalahan orang lain, ulama pula dibuka2 boroknya, padahal taqiyah semua isinya. dasar mazhab sesat. teman2 sunni, lebih kita diam ikhwa fillah. ilmu kita masih sangat awam. kita baca saja terusannya omongan orang2 salah aliran ini.

  32. […] Kata Ulama Suni: Bukhari Pun Rusak Akidahnya! Imam Besar Ahlusunnah Wal Jama’ah Ternyata Rusak Aki… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: