Syekh al Albani as Salafi Menghujat Akidah Menyimpang Kaum Salafy !!

Syekh al Albani as Salafi Menghujat Akidah Menyimpang Kaum Salafy

Di antara yang selalu dikumandangkan para Wahabi-Salafi, khususnya yang baru mengerti agama adalah kecamana brutal mereka atas para peziarah kubur dari kalangan wanita… mereka membawa-bawa hadis yang konon Nabi melaknat para wanita yang berziarah kubur, walaupun itu kubur suaminya, atau ayahnya atau anaknya.

Ketika para ulama Ahlusunnah dan Syi’ah memelekkan para wahabi-Salafi bahwa hadis tidak shahih, mereka menutup telinga mereka, seakan mereka tuli…. Mereka tidak menghiraukan hasil penelitian selain yang ditulis oleh ulama mereka (kendati tidak jarangnya mencerminkan kananak-kanakan penelitian)!!

Karenanya, di sini saya bermaksud memelekkan dan menyadarkan kaum Salafi-Wahabi dengan hasil penelitian pakar andalan mereka (walaupun, kami tidak terlalu bangga dengannya sebab, sering kali terbukti ngelantur dan linglung!!)

Kini Syekh Nashiruddin al Albani (pakar hadis kebanggaan pemuda dan ustadz-ustdaz dadakan Salafi yang kun fayakunu ustadzan).

Syekh al Albani menegaskan bahwa hadis itu dhaif… tapi bukan itu yang penting… Namun bagaimana ia membongkar kegagalan ulama kaum Wahabi-Salafi ketika mereka (dengan kajahilan mereka) mengatakan bahwa hadis itu adalah shahih!! Itu yang dikecam Syeikh al Albani!!

Perhatikan keterangan beliau di bawah ini.


Dalam bukunya Tahdzir as Sajid Min Ittikhadzi al Qubura Masajid/Peringatan bagi orang yang sujud dari menjadikan kuburan sebagai tempat sujud, ia mengatakan:

.

.

.
.
.

Terjemah:

Isyarat kepada hadis Ibnu Abbas: “Semoga Allah melaknat para wanita yang berziarah ke kuburan dan orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat sejud serta memberikan penerangan baginya.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Daud dan selainnya.

Akan tetapi ia hadis dha’if/lemah, walaupun banyak dari orang-orang Salafi mengoceh dengannya dan menyebutkannya. Kebenaran lebih berhak untuk diucapkan dan diikuti.”

.

Ibnu Jakfari:

Semoga seruan Albani mendapat perhatian dari para Salafiyun dan mereka segera membuka telinga-telinga mereka. Amin..!

24 Tanggapan

  1. OOh ternyata hadits andalan salafy tsb dhaif toh ,, dan telah dipastikan kedhaifannya oleh albani “”
    tapi knp ustadz salafy masih sering berkicau menggunakannya ?

    • @Zai

      Zai, di/pada Mei 14, 2010 pada 10:51 am Dikatakan: r
      OOh ternyata hadits andalan salafy tsb dhaif toh ,, dan telah dipastikan kedhaifannya oleh albani “”
      tapi knp ustadz salafy masih sering berkicau menggunakannya ?

      Mau tau jawabannya?
      Hanya 1 kata : DENGKI

      • emang jika manusia sudah menganggap diri/kelompoknya benar maka mata hatinya telah tertutup oleh kesombongannya

    • Al Bani itu bukannya pakar hadis tidak ada pangkat apa pun di dalam bidang hadis spt syeikhul hadis, al hafiz, ahlus sunnan, al hakim, al imam , al; muhaddisin. Ia cuma membaca dari buku2 hadis dan meneliti hadis tanpa bersanad kepada perawi hadis spt Imam2 hadis dan pemilik2 kitab Musnad.

  2. Kalau tdk dengki dan kasar bukan salafy namanya. Salafy bisa bermakna kuno atau purba. Sebagaimana manusia purba sebelum Adam.as saling bertumpah darah maka salafy juga demikian; Keji, dengki, sombong, kasar dan teroris.

    • Bismillah
      As.Wr.Wb.
      Allah berfirman :

      “Orang-orang terdahulu lagi pertama-tama ( masuk Islam ) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” ( QS. At Taubah : 100 )

      Dari Aisyah ia menuturkan : Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah ,”Manusia manakah yang paling baik ?”. Maka beliau menjawab: “( Manusia pada ) kurun waktu yang aku hidup di dalamnya kemudian berikutnya yang ke dua, kemudian berikutnya yang ke tiga”. ( HR : Imam Muslim, Shahih [2536] )
      Seiring dengan Firman Allah :

      “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka”.
      ( QS. Ali Imran : 105 )

      “Dengan kembali bertaubat kepada Nya dan bertakwalah kepada Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”. ( QS. Ar Ruum : 31-32 )
      Allah berfirman :

      “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah menyesatkannya berdasarkan ilmu-Nya dan mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan pada penglihatannya ? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah ( membiarkannya sesat ). Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran ?” ( QS. Al-Jaatsiyah : 23 )

      Dari Umar bin Kaththab , bahwa dia berkata :
      “Hati-hatilah kalian terhadap Ashabul Ra’yi ( orang-orang yang mendahulukan akalnya di atas Al Qur’an dan As Sunnah ), karena sesungguhnya mereka adalah musuh-musuh Sunnah, berat bagi mereka untuk menghafal ( mengkaji ) hadits-hadits, maka berkata dengan pendapatnya, sehingga mereka sesat dan menyesatkan”.
      ( Dikeluarkan : Al Lalikaiy [1/123], Al Baghdadiy didalam Al Faqih Wal Mutafaqih [1/180], dan Ibnu Abdil Bar dalam Al Jami’ [476], sanadnya Shahih )

      Dari Abdullah bin Mas’ud telah berkata :
      “Sesungguhnya kalian akan menjumpai beberapa kaum yang menyangka bahwa mereka menyeru kalian kepada Kitabullah, padahal mereka telah membuangnya ke belakang punggung-punggung mereka. Maka ( wajib ) bagi kalian untuk ber ilmu ( menuntut ilmu agama islam sesuai generasi terdahulu yakni shalafus shaleh ), hati-hatilah kalian dari kebid’ahan, hati-hatilah kalian dari berlebih-lebihan, hati-hatilah kalian dari berdalam-dalam pada suatu perkara dan ( wajib ) bagi kalian berpegang dengan peninggalan yang lama ( Sunnah )”.
      ( Dikeluarkan : Ad Darimiy [1/66] dan Al Lalikaiy [1/87] )

      How are you brother ???

      ______________
      Ibnu Jakfari:

      (1) Apakah orang yang melaktani Imam Ali dan memerangi Imam Husain tergolong mereka:dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” ( QS. At Taubah : 100 )
      (2) Apakah semua orang yang hidup di tiga qurun itu seperti juga Yazid, Hajjaj juga termasuk dalam sabda riwayat Aisyah?
      (3) Apakah kelompok Wahhabi yang kerjanya memecah belah kesatuan umat Islam dengan alasan memurnikan tauhid tidak termasuk dalam dua firman yang Anda sebutkan di atas:( QS. Ar Ruum:31-32 ) dan( QS. Ar Ruum: 31-32 )
      (4) Tidakkah cocok ayat ( QS. Al-Jaatsiyah : 23 ) yang anda sitir untuk para imam dan panutan wahabi seperti apa yang terjadi antara albani dan tuwaijiri?
      (5) Apakah orang yang kerjanya hanya memerintah membakar catatan Sunnah, melarang dan mengintimidasi para sahabat yang berhati tulus menyampaikan sabda/Sunnah Nabi saw., seperti Abu Hurairah tidak termasuk mereka yang memerangi Sunnah? Apakah yang di hadapan Nabi saw. meneriaki beliau dengan slogan sesat hasbuna kitabullah/CUKUP BAGI KITA AL QUR’AN tergolong kaum Inkar Sunnah atau bukan?
      (6) Tidakkah mungkin ucapan Ibnu Mas’ud itu berlaku atas kaum Wahhabi yang sok menyerukan kepada Kitabullah semantara mereka sering buta makna hakikinya….. mereka hanya puas dengan pemahana kaum Arab Badui yang dangkal lagi mengelikan?

  3. mana komennya yg agak ilmiah, pembaca udah pada kangen.

  4. Dlm mslh ini Ada hadits lain yg soheh, jd dalil salafi bkn cm hadis diatas aja

    Ibnu Jakfari:

    Pertama yang saya soroti bulkan ada atau tidaknnya dalil lain dalam masalah ini… tetapi kecaman Albani atas para ulama salafi yang ngotot mengatakan hadis ini shahih padahal ia lemah.. bukankah ini sebuah kajahilan?!
    Kalau memang ada hadis/dalil lain ya ttolong disebutkan di sini, biar didiskusikan!!

  5. Hayo yg ngaku salafy berani ga mampir kemari ??
    Ditunggu loh ocehannya ..!!

    • GAK BERADAB BANGET SIH ANAK, NAMANYA BAGUS AHMAD,… SEPERTI NAMA NABI KITA, TAPI KOK ISLAMI BANGET….

    • Bismilah
      As.Wr.Wb.

      ﻭﻟﻗﺩ ﺃﺭﺳﻟﻧﺎ ﻣﻥ ﻗﺑﻟﻙ ﻓﻰ ﺷﯾﻊ ﺁﻷ ﻭ ﻟﻳﻦ ۝ ﻭ ﻣﺎ ﻳﺄﺗﻳﻬﻡ ﻣﻦ ﺭﺳﻭﻝ

      ﺇﻻ ﻛﺎﻧﻭﺍﺑﮫﻳﺳﺗﻬﺯﺀﻭﻥ۝

      “Dan Sesungguhnya kami telah mengutus ( beberapa Rasul ) sebelum kamu kepada umat-umat terdahulu. Dan tidaklah datang seorang Rasul pun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokannya”.
      ( QS. Al-Hijjr [15:10-11] )
      Melalui lisan seseorang dapat terperosok kedalam neraka Allah. Dalam sebuah Hadits yang bersumber dari sahabat Mu’adz bin Jabal Radiallahu Anhu, Rasullah S.A.W bersabda kepadanya :
      “ Kasihan engkau wahai Mu’adz, tidaklah terjerembab wajah mereka atau hidung mereka kedalam neraka melainkan karena apa yang dihasilkan lisan mereka”. ( HR. Tirmidzi : 2616 )
      Wahai Ikhwanul Muslimin Wa Muslimat, Istihza’ adalah perbuatan tercela dan kemungkaran yang besar, termasuk dalam Nawaqidhul Islam ( Pembatal-pembatal ke Islaman ). Orang yang melakukan perbuatan ini dapat hukuman kafir dan dinyatakan murtad secara tersembunyi karena secara langsung memusuhi yang membuat Ajaran Dienul Islam ( Syari’at ) yaitu Rabbul Alamin Allah Subhana Wa Ta’ala sesuai dengan firman-Nya ( sebab dari memperolok-olokkan Dienul Islam di Jaman Rasulullah S.A.W )
      “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka ( tentang apa yang mereka lakukan itu ), tentulah mereka akan menjawab : “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah ( Ya Muhammad ) : “Apakah dengan Allah, ayat-ayatnya , dan Rasulnya kamu selalu berolok olok ? Tidak usah kamu minta ma’af, karena kamu kafir setelah beriman””. ( QS. At-Taubah [09:65-66] )
      Sebab turunnya ayat ini terjadi di jaman Rasulullah S.A.W mengenai perkataan seorang laki-laki munafik pada waktu Perang Tabuk tentang Nabi Muhammad S.A.W dan para Sahabat Radiallahu Anhum, dia berkata : “Tidaklah kami pernah melihat semisal para Qori’ ( ahli Al-Qur’an ) kita ini kecuali merekalah paling besar perutnya ( karena banyak makan ), paling pendusta ( ketika berbicara ) dan paling penakut ( bila berhadapan dengan musuh )”.
      Dan firman-Nya yang lain :
      “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan. Dan orang-orang yang menyakiti mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata”. ( QS. Al-Ahzab [33:57-58] )

  6. @Ahmad

    KUTIP:
    Hayo yg ngaku salafy berani ga mampir kemari ??
    Ditunggu loh ocehannya ..!!

    _____________

    Saya:

    ditunggu ocehannya atau LELUCONNYA? HE…HE…HE.. !

  7. SALAH KETIK….GAK ISLAMI BANGET… NA BINGUNG NI BLOGNYA MILIK SIAPA??? AHLUSSUNNAH PA RAFIDHAH>>>>

  8. Memang ada hadits yang shahih dengan makna yang sama untuk masalah ini.
    Mungkin saja wahabi membawakan hadits shahih riwayat A, tapi al Albani menyangka hadits riwayat B yang maknanya sama tetapi kebetulan dhaif. Sehingga terjadi beda pendapat itu.
    Saya tidak akan membawakan hadits shahih itu karena kuatir nanti disalah gunakan mengingat ini bkog-nya ahlul bayt.

  9. jgn saling mengklaim diri safi sebenarnya amalan-amalan kita sangat jauh dari para sahabat

  10. @ abu Rasyid

    jgn saling mengklaim diri safi sebenarnya amalan-amalan kita sangat jauh dari para sahabat

    Banyak juga sahabat yang lebih jelek amalannya dari kita.

    Buktinya, mereka hidup bersama nabi.saw, melihat ketauladanannya, dan menyaksikan mu’jizat2nya tapi setelah wafat Nabi.saw mulai berani berpaling.

    Sementara kita yang hidup jauh setelah Nabi.saw, tidak pernah melihat beliau, dan tidak pernah menyaksikan mu’jizat2nya tapi tidak berani berpaling.

    Mana yang lebih baik?

    Tidak ada dalil agama bahwa mentang mentang mereka sahabat maka mereka kebal hukum dalam Islam. Bahkan bisa jadi mereka (sahabat) yang berpaling hukumannya nanti lebih pedih dari kita.

    • Yang dikatakan Shahabah adalah orang yang senantiasa ta’at kepada Rasulullah dalam keadaan susah dan senang dan tidak mengkhianati maupun melawan/mengkritisi perintah-perintah beliau yang hidup sejaman dengan Rasulullah. Adapun selain itu banyak yang menyaksikan kehidupan beliau dan mereka beragama Islam tetapi membangkang sewaktu ada maupun setelah wafatnya beliau tidaklah dikatakan Shahabah tetapi Munafik atau Pengkhianat, Mmbok anak kecil aja tahu definisi mana Shahabahnya mana musuh dalam selimutnya ???

      Ibnu Jakfri:
      Akhi abu hurairah, defenisi yang anda sampaikan itu sangat bagus, tapi apa memang demikian defenisi sahabat menurut Ahlusunnah dan Wahhabi? Anda mewakili pihak siapa?
      selain itu, apa mungkin ada sahabat yang dihutung berkhianat, sementara semua sepak terjangnya selalui diakui sebagai ijtihad! Ketika menjual MIRAS ia tentunya sedang berijtihad!
      Ketika menenggak MIRAS juga sedang berijtihad!
      Ketika mereka MEMERANGI KHALIFAH YANG SAH YA JUGA DIANGGAP BERIJTIHAD!!
      LALU KAPAN MAKSIAT DAN BERKHIANATNYA???

  11. assalamu’alaikum.
    untuk saudaraku seiman alangkah indahnya kalau kita tidak menjelekkan kelempok/orang lain. karena belum tentu orang yang kita jelek2an lebih baik daripada kita. mari kita sama2 berdo’a untuk orang yang telah menjelek2an orang lain di ampuni dosa2nya.

  12. wuiihh… Kabuuur. Gak mau ikutan dah, rupanya ini blognya syi’ah made in yahudi. Tp disamarkan, stlh dibaca2 baru ketahuan belang syi’ahnya.

  13. Memank sulit to dsembuhkan org2 yg sdh terjangkt virus2 wahabi. Sampe skrg blm dtemukan obat yg mujarab membasmi virus2 tsb. Sbb baru mo dkasi obat dah lari duluan menganggap-a sbg racun.
    Kaciaaan….

    • Bismillah,
      As.Wr.Wb.

      Firman Allah S.W.T :
      “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum membuat kamu tidak berlaku adil, berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada ketakwa’an”. ( QS. Al-Maidah : 8 )

      Rasullah S.A.W bersabda :
      “Cukuplah seseorang dikatakan sebagai pendusta ketika dia mengatakan setiap apa yang dia dengar”. ( HR. Muslim, Shahih )

      Setelah belajar mendalami tauhid berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, beliau melihat banyaknya perkara-perkara tauhid yang telah menyimpang diamalkan orang-orang Islam. Merebaknya kesyirikan, khurafat ( takhyul ), dan bid’ah. Ada yang mengkultuskan kuburan, ada pula orang yang menyucikan kuburan para shahabat dan ahlul bait Rasulullah S.A.W , bahkan ada pula orang yang beristighotsah dan berdo’a kepada Rasulullah S.A.W meminta / memohon pertolongannya.

      Sedangkan Allah S.W.T berfirman :
      “Dan janganlah engkau memohon kepada selain Allah sesuatu yang tidak memberikan manfaat dan madharat kepadamu”.
      ( QS. Yunus : 106 )

      “Dan orang-orang yang kamu seru ( sembah ) selain Allah tidak mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak mendengar seruanmu. Dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan dihari qiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu. Dan tidak ada yang memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui”.
      ( QS. Fathir : 13-14 )

      Dan Rasulullah S.A.W berkata kepada Abdullah bin ‘Abbas :
      “Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah, dan jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah”. ( HR. At-Tirmidzi, shahih )
      Rasulullah S.A.W bersabda :
      “Ya Allah, janganlah engkau jadikan kuburku menjadi berhala yang disembah”. ( HR. Ahmad, shahih )
      Beliau S.A.W juga bersabda :
      “Janganlah kalian mengadakan perayaan diatas kuburku”.
      ( HR. Ahmad, shahih )
      Selanjutnya Rasulullah S.A.W bersabda :
      “Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu telah menjadikan kubur para Nabi mereka juga kubur orang-orang shaleh sebagai mesjid, maka janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai mesjid, karena sesungguhnya aku telah melarang kalian dari perbuatan itu”.
      ( HR. Muslim, shahih )

      Apakah dengan dalil-dalil diatas seseorang sanggup mengatakan ini adalah ayat-ayat Wahhabi atau hadits-hadits Wahhabi ? Atau haruskah kita mencari tandingan dalil-dalil tersebut untuk pembelaan pemikiran yang menyimpangkan makna sesungguhnya ? Sehingga kita mempertuhankan hawa nafsu kita untuk tetap membantah dan memfitnah yang menjalankan dalil-dalil tersebut, dengan menyudutkan cerita-cerita yang menggeramkan hati umat Islam sehingga mereka tidak bisa lagi untuk mencari jalan kebenaran ?
      Para musuh dakwah tauhid menggunakan julukan Wahhabi untuk menjauhkan orang-orang dari manhaj yang benar yaitu manhaj Salafus Shaleh ( orang-orang soleh terdahulu ) yang hidup dikurun tiga generasi yang senantiasa berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan Hadits, bukan berpegang dengan pendapat-pendapat yang rumit dan ramai menawarkan kesesatan ( menyelisihi Allah dan Rasul Nya ) atau berpegang karena kebanyakan orang yang mengamalkan.
      Inilah salah satu dakwah yang diperjuangkan oleh beliau dan ini adalah dakwah tauhid manhaj Ahlu Sunnah Wal Jama’ah. Bukan menyipati dengan namanya, seakan-akan ini adalah ide atau pendapat beliau.

      Allah S.W.T berfirman :
      “Karena kedengkian yang timbul dari diri mereka sendiri setelah nyata bagi mereka kebenaran”. ( QS. Al-Baqarah : 109 )

      Dan firman Allah S.W.T :
      “Dan jika engkau mentaati keinginan kebanyakan manusia di atas bumi, mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah”.
      ( QS. Al-An’am : 116 )

      Berhati-hatilah mendengar perkataan yang belum kita ketahui kebenarannya, berlapang dadalah bila memang itu salah walau terpaksa menjadi jalan penghentiannya dan jangan kita saling dendam mendendam untuk menghembuskan angin permusuhan sesama kita umat Islam, bagi mereka yang tidak sejalan dengan dalil-dalil tersebut silahkan cari alasannya.
      Jadi jangan dulu menghakimi beliau dengan mengatakan ini aliran ekstrim yang gampang memvonis sesama Muslim dengan sebutan kafir, syrik, khurafat, dan bid’ah. Yang mengatakan itu semua adalah yang membuat hukum bagi umat manusia yakni Allah S.W.T dan yang menyampaikannya yaitu utusan Nya Rasulullah S.A.W.

      ___________
      Ibnu Jakfari:

      Saya selalu berdoa khususnya di malam lailatul qodar agar Allah menganugerahi kaum wahabi akal yang nyambung jika berdiskusi, tapI rupanya belum dikabulkan…….kerenanya komentar-komentar mereka di sini sering tidak nyambung!!
      Tuwaijiri mengkafirkan Albani!! Itu temanya bung!

    • Jangan-jangan pula ada orang yang nggak sejalan dengan kamu mensifati dirimu dengan julukan Jebodiah dengan ciri-ciri begini-begitu terhadapmu…………Bagaimanakah perasaanmu wahai saudara ku seiman ???
      Mau Imam Hanafi, mau Imam Malik, mau Imam Syafi’i, mau Imam Ahmad, mau Imam Bukhari, mau Imam Muslim, mau Imam Abu Dawud, mau Imam At-Thurmudji, mau Imam An-Nasa’i, mau Imam Ibnu Hibban, mau Imam Ad-Dharuqotni, mau Imam Thaimiyah, mau Imam Ibnu Qayyim, mau Imam Al-Barbahari, mau Imam Nawawi, mau Imam At-Thursusi, mau Imam Ibnu Katsir, mau Imam Shiekh Abdul Qodir Al-Jaelani semuanya telah menorehkan sejarah yg sangat berharga dan mendalam bagi kita semua. Dan mereka senantiasa berdakwah memerangi orang-2 yang nyeleneh pemikiran Tauhidnya, dan tetap saja masih ada sampai jaman sekarang orang-2 yang bakatnya hanya mencari-cari kelemahan orang dengan menjual nama si Anu pendapat si Anu pemikiran si Anu !!!! Kalau selagi ada dalil yang pasti………….kenapa tidak ????

      Ibnu Jakfari:

      Masalahnya apakah para imam besar Ahlusunnah (bukan Imam besar Wahhabi lho) pernah bertindak gila dengan mengafirkan ulama lain hanya kerana berbeda pendapat?

  14. Sepertinya diatas itu tidak mengatakan secara Mutlak bahwa hadits tersebut : ” Isyarat kepada hadis Ibnu Abbas: “Semoga Allah melaknat para wanita yang berziarah ke kuburan dan orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat sejud serta memberikan penerangan baginya.”

    Syeikh Albani menyebutkan bahwa ” Hadits tersebut Shohih Goirihi, Sampai datang yang melemahkan hadits tersebut.

    Jadi Syeikh Albani tidak mengatakan Hadits tersebut Mutlak Doif.

  15. […] Syeikh al Albani as Salafi Menghujat Akidah Menyimpang Kaum Salafi!! […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: