Sabda Para Imam Syi’ah Pencerahan Jiwa Dan Pikiran!

Di bawah ini kami hadirkan hadis-hadis yang diriwayatkan ulama besar Syi’ah di zamanya dan penulis kitab hadis termulia; al kafi, Syeikh al Kulaini -semoga Allah melimpahkan rahmat-Ny atas beliau-.. Semoga sabda-sabda suci ini dapat mengenalkan kita akan keagungan para imam Ahlulbait as. dan kualits kitab-kitab hadis Syi’ah!

Bab Tentang Merenung

1-  عَلِيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّوْفَلِيِّ عَنِ السَّكُونِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ( عليه السلام ) قَالَ كَانَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ ( عليه السلام ) يَقُولُ نَبِّهْ بِالتَّفَكُّرِ قَلْبَكَ وَ جَافِ عَنِ اللَّيْلِ جَنْبَكَ وَ اتَّقِ اللَّهَ رَبَّكَ .

1 – Ali bin Ibrahim dari ayahnya dari Nawfali dari as Sukuni dari Abu Abdullah (sa), bersabda: Amirul Mukminin (sa) bersabda: “Gugah hati Anda dengan terus merenungkan makna dan di malam hari jauhkan pinggangtmu dari tempat tidur serta bertaqwalah kepada Tuhanmu.”

2-  عَلِيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِهِ عَنْ أَبَانٍ عَنِ الْحَسَنِ الصَّيْقَلِ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ( عليه السلام ) عَمَّا يَرْوِي النَّاسُ أَنَّ تَفَكُّرَ سَاعَةٍ خَيْرٌ مِنْ قِيَامِ لَيْلَةٍ قُلْتُ كَيْفَ يَتَفَكَّرُ قَالَ يَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ أَوْ بِالدَّارِ فَيَقُولُ أَيْنَ سَاكِنُوكِ أَيْنَ بَانُوكِ مَا بَالُكِ لَا تَتَكَلَّمِينَ.

2 – Ali bin Ibrahim dari ayahnya dari beberapa teman-temannya dari Aban dari Hasan ibn ash Shuqail, aku berkata: “Aku bertanya Abu Abdullah (as) tentang apa yang diriwayatkan orang bahwa berpikir satu jam lebih baik daripada malam aku berkata, “Bagaimna ia berpikir?” Beliau bersabda, “ Ketika ia melewati tempat yang telah rusak, hendaknya ia berkata, “Di mana orang-orang yang pernah tinggal di sini? Mengapa kamu tidak berbicara.”

3-  عِدَّةٌ مِنْ أَصْحَابِنَا عَنْ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ خَالِدٍ عَنْ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي نَصْرٍ عَنْ بَعْضِ رِجَالِهِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ( عليه السلام ) قَالَ أَفْضَلُ الْعِبَادَةِ إِدْمَانُ التَّفَكُّرِ فِي اللَّهِ وَ فِي قُدْرَتِهِ .

3 – Beberapa sahabat kami, dari Ahmad bin Muhammad bin Khalid dari Ahmad bin Muhammad bin Abu Nasr, beberapa ulama’ kami dari Abu Abdullah (as), ia bersabda:”Ibadah termulia adalah terus-menerus memikirkan tentang Allah dan terntang qudrat/kemampuan-Nya.”

4-  مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى عَنْ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عِيسَى عَنْ مُعَمَّرِ بْنِ خَلَّادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْحَسَنِ الرِّضَا ( عليه السلام ) يَقُولُ لَيْسَ الْعِبَادَةُ كَثْرَةَ الصَّلَاةِ وَ الصَّوْمِ إِنَّمَا الْعِبَادَةُ التَّفَكُّرُ فِي أَمْرِ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ .

4, – Muhammad bin Yahya, dari Ahmad bin Muhammad bin Isa dari Mu’ammar bin Khallad, ia berkata: “Aku mendengar Abu Hasan arRidha (as) bersabda: “Tidaklah penyembahan itu berbanyak-banyak shalat dan puasa, tapi ibadah itu adalah merenungkan tentang perkara AllahAzza wa Jalla.”

5-  مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى عَنْ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ سَهْلٍ عَنْ حَمَّادٍ عَنْ رِبْعِيٍّ قَالَ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ( عليه السلام ) قَالَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ ( صلوات الله عليه )   إِنَّ التَّفَكُّرَ يَدْعُو إِلَى الْبِرِّ وَ الْعَمَلِ بِهِ .

5 – Mahammad Ahmed bin Yahya bin Mahammad bin Ismail bin Sahl dari Hammad dari Rib’iy, ia berkata: “Berkata Abu Abd Allah (as), “Bersabda Imam Ali (as): “Sesungguhnya merenung itu megajak kepada kebajikan dan mengamalkannya.”

Wassalam.

11 Tanggapan

  1. syukran.. ternyata merenung juga satu ibadah…

  2. Mazhab Aswaja Sunni Kontradiktif…

    Dalam kitab Al Maqalat Al Islamiyyin disebutkan : Ahlul hadis hasywiyyah dan Abu Hasan Al Asy’ari meyakini bahwa Allah memiliki anggota badan jasmaniah seperti : dua tangan, wajah, dua mata, mereka juga meyakini bahwa Allah bertempat di arsy dan turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir.. Dalam kitab itu juga disebutkan bahwa keutamaan sahabat besar adalah Abubakar lalu Umar lalu Usman lalu Ali.. Juga disebutkan wajib taat pada pemimpin…Dan dikitab itu disebutkan bahwa boleh berimam shalat pada ahli bid’ah/orang fasik

    Meskipun mereka menganggap hal diatas SEBAGAi BERBEDA DENGAN MAKHLUK, tetapi I’tiqad ahlul hadis hasywiyyah dan Abu Hasan Al Asy’ari adalah antropomorfis !!!!!!

    Kaum mujassimah dari kalangan Yahudi pada masa itu MEMBADANKAN ALLAH, sehingga mereka terjerat kedalam ekstrimitas…

    Abu Hurairah yang merupakan MANTAN YAHUDi ( kemudian ia masuk Islam ) memiliki beberapa orang sahabat karib dari kalangan mantan ahlul kitab yang masuk Islam seperti Ka’ab al Ahbar dan Wahab Munabbih memasukkan akidah israilliyat kedalam hadis sunni…

    Penganut mazhab hambali ( salafiah ) menolak keras asy’ariyyah maturidiyyah karena dua aliran kalam ini dianggap bid’ah….

    ASY’ARiYYAH MAMPU MENGALAHKAN DUA ALiRAN :
    1. Aliran rasionalis mu’tazilah
    2. Aliran ahlul hadis hasywiyyah ( anti ilmu kalam )

    —————-
    Pertanyaan : Dimanakah posisi Abu Hasan Al Asy’ari ???

    Jawab : Asy’ari adalah tokoh aliran kalam yang mencoba memadukan aliran mu’tazilah dengan aliran ahlul hadis hasywiyyah

    ———————–
    Pertanyaan : Wahabi mengklaim Abu HAsan Al Asy’ari mengalami 3 fase kehidupan, jadi asy’ari adalah salafi ????

    Jawab : Abu Hasan Al Asy’ari mencetuskan teori kasb, yang mana teori ini dikecam keras oleh iBNU TAiMIYYAH karena berbau jabariyah.. Itulah bukti Asy’ari adalah tokoh kalam dan asy’ari bukan salafi murni !!!!!!!!!!!!!!

  3. ABU HASAN AL ASY’ARi YANG MENJADi KONTROVERSi SALAFi WAHABi vs NAHDLATUL ULAMA

    Dalam kitab Al Maqalat Al Islamiyyin disebutkan : Ahlul hadis hasywiyyah dan Abu Hasan Al Asy’ari meyakini bahwa Allah memiliki anggota badan jasmaniah seperti : dua tangan, wajah, dua mata, mereka juga meyakini bahwa Allah bertempat di arsy dan turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir.. Dalam kitab itu juga disebutkan bahwa keutamaan sahabat besar adalah Abubakar lalu Umar lalu Usman lalu Ali.. Juga disebutkan wajib taat pada pemimpin…Dan dikitab itu disebutkan bahwa orang mu’min boleh berimam shalat pada ahli bid’ah/orang fasik

    Dalam kitab Al Maqalat Al Islamiyyin disebutkan : Ahlul hadis hasywiyyah dan Abu Hasan Al Asy’ari meyakini bahwa Allah memiliki anggota badan jasmaniah seperti : dua tangan, wajah, dua mata, mereka juga meyakini bahwa Allah bertempat di arsy dan turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir… ARTiNYA walaupun mereka menganggap hal tersebut SEBAGAi BERBEDA DENGAN MAKHLUK, tetapi I’tiqad ahlul hadis hasywiyyah dan Abu Hasan Al Asy’ari adalah antropomorfis !!!!!!

    Pada masa Rasululullah SAW : Kaum mujassimah dari kalangan Yahudi ( ahlul kitab ) memiliki i’tiqad MEMBADANKAN ALLAH, sehingga mereka terjerat kedalam ekstrimitas…Namun hal tersebut menyusup kedalam ajaran Islam

    Abu Hurairah yang merupakan MANTAN YAHUDi ( kemudian ia masuk Islam ) memiliki beberapa orang sahabat karib dari kalangan mantan ahlul kitab yang masuk Islam seperti Ka’ab al Ahbar dan Wahab Munabbih memasukkan akidah israilliyat kedalam hadis sunni…

    Penganut mazhab hambali ( salafiah ) menolak keras asy’ariyyah maturidiyyah karena dua aliran kalam ini dianggap bid’ah….

    Pada akhirnya….

    Aliran ASY’ARiYYAH MAMPU MENGALAHKAN DUA ALiRAN :

    Aliran rasionalis mu’tazilah
    Aliran ahlul hadis hasywiyyah ( anti ilmu kalam )
    kedua aliran ini terkapar…. karena aliran kalam aswaja sunni dibentuk Abu hAsan al asy’ari dan abu manshur al maturidy… Jadi asy’ari dan maturidy merupakan perintis awal aliran kalam aswaja sunni

    —————-

    Pertanyaan : Dimanakah posisi Abu Hasan Al Asy’ari ???

    Jawab : Asy’ari adalah tokoh aliran kalam yang mencoba memadukan aliran mu’tazilah dengan aliran ahlul hadis hasywiyyah

    ———————–

    Pertanyaan : Wahabi mengklaim Abu HAsan Al Asy’ari mengalami 3 fase kehidupan, jadi asy’ari adalah salafi ????

    Jawab : Abu Hasan Al Asy’ari mencetuskan teori kasb, yang mana teori ini dikecam keras oleh iBNU TAiMIYYAH karena berbau jabariyah.. Itulah bukti Asy’ari adalah tokoh kalam dan asy’ari bukan salafi murni !!!!!!!!!!!!!!

  4. Semoga sy dpt merenung, bukan menghayal.

  5. mohon penjelasan : masalah apa dan bagaimana kongkritnya kita merenung ? mohon diberi contoh, supaya bisa pas aku menangkap makna merenung.

    Ibnu Jakfari:

    Jawaban tepatnya mungkin bukan saya yang kompenten mejanwabnya, Tetapi marilah kita merenungkan tentang asal muasal kita, apa yang menjadi kewajiban kita, dan akan kemana kita?
    Renungkan apa yang akan kita lakukan sebelum kita melakukannya? dll.
    Hendaknya kita merenungkan nasib orang-orang sebelum kita dan di sekitar kita… nasib yang jauh dari agama dan nasib yang taat menjalankan agama. dll

  6. syukron, antum telah membuka jalan perenungan.

  7. Ustadz, postingan saya ga ditampilin, tanpa ada penjelasan lagi. Ane murni bertanya lho.Katanya kalau ada sesuatu tentang syiah harus bertanya kepada orang syiah langsung.

  8. mohon kunjungi blog kami di :http://duniaahlulbayt.wordpress.com

    trima ksih……….

  9. Sidik..

  10. maap..saya mo nanya..apa perbedaan syi’ah dgn sunny?bukan kah keduanya islam(umat muhammad saw.)?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: