Ulama Ahlusunnah Saling Catat-Mencacat 2

Ulama Ahlusunnah Saling Catat-Mencacat 2

Sementara kaum awam menggambarkan bahwa di antara para imam dan ulama besar Ahlusunnah terjalin hubungan yang harmonis, saling menghormati, saling memuji dan saling menjunjung tinggi kehormatan dan nama baik sesama mereka!

Sementara kaum awam bahkan setengah alim sekalipun, membayangkan bahwa yang terjalin di antara para pemuka mazhab Ahlusunnah adalah hubungan kasih sayang, saling cinta dan kedamaian, bak layaknya potret yang digambarkan Al Qur’an untuk penghuni surga…

Mungkin gambaran itu terbentuk berkat kerja “ngotot” sebagian ulama untuk menyajikan gambaran indah dan potret ideal bagi “Korps Para Ulama Ahlusunnah”, sebagai salah satu upaya membuktikan kebenaran mazhab mereka!

Mungkin apa yang mereka lakukan itu didorong oleh niatan agar tidak timbul gejolak dan keragu-raguan terhadap agama serta krisis kepercayaan dan keimanan di kalangan lapis bawah (awam) setelah menyaksikan para pemuka agama mereka ternyata saling cakar mencakar, lempar-melempar tuduhan kesesatan dan kezindiqan…. Saling dengki mendengki…. dan saling pamer akhlak buruk dengan mencecer berbagai aib dan tuhmah.

Mungkin niatan itu baik dan luhur, tapi sayang tidak riil dan jauh dari kenyataan!! Kebenaran tidak selayaknya ditutup-tutupi! Dan betapapun seorang getol menutup rapat bau busuk toh akhirnnya akan tercium juga!

Selain itu, seperti ditegaskan para ulama Ahlusunnah sendiri bahwa penyebutkan aib seorang perawi adalah bagian dari nashihah liddîn/ketulusan kita terhadap agama! Ia tidak termasuk mengumpat! Tidak termasuk membongkar aib orang yang terlarang! Agama harus dibentengi dari para pengacau!!

Apa yang terjadi sungguh di luar dugaan kita… ternyata perseteruan…. Permusuhan…. Persekongkolan…. Kecam-mengecam… Hujat menghujat…. Cacat mencacat… Saling lempar tuduhan kesesatan dan pengkafiran sepertinya mewarnai kehidupan para pemukan mazhab Ahlusunnah itu!! Seakan mereka bukan lagi disatukan oleh agama yang satu, Tuhan yang satu… Nabi yang satu… dan kitab suci yang satu!

Sungguh yang terjadi pada mereka sangat mengerikan!

Dan untuk melihat dari dekat, pembaca saya ajak menyimak data-data yang akan saya sajikan…. Dan sebelumnya, saya harap Anda mempersiapkan mental dan jiwa Anda untuk tabah dan tegar menerima kenyataan ini… untuk tetap teguh dalam jalan kebenaran agama ini… sebab kebenaran bukan diukur dengan tokoh yang sementara ini kita sanjung… akan tetapi kenalilah kebenaran maka Anda pasti akan mengenal siapa yang berpegang teguh dengannya!

Saya akan mulai dengan menyebut kecaman dan kutukan serta tuduhan kesesatan dan bahkan kekafiran yang dialamat para pemuka Ahlusunnah kepada salah seorang tokoh besar dan imam kunci Ahlusunnah sendiri… dialah Abu Hanifah… setelahnya saya serahkan kepada Anda untuk menilainya…

Imam Abu Hanifah Pendiri Mazhab Hanafi Dikecam Para Imam Ahlusunnah!

Nama lengkapnya adalah Nu’mân ibn Tsâbit, imam Mazhab Hanafi. Para pengikutnyaa tersebar di berbagai penjuru dunia Islam. Keimamahannya bukan sesuatu yang perlu dipertanyakan di kalangan para pengikutnya maupun selainnya. Dia adalah salah seorang perancang Akidah Ahlusunnah yang tertuang dalan al-Fiqhu al-Akbarnya.

Akan tetapi, kendati demikian, para ulama, khususnya para tokoh klasik dan Ahli Hadis telah mengecam habis-habisan Imam Abu Hanifah dengan bermacam kecamatan. Kecaman-kecaman itu telah ditulis dalam kitab-kitab standar oleh para tokoh Ahlusunnah, baik dalam akidah maupun hadis dan dijadikan pegangan oleh ulama Ahlusunnah! Dipelajari dan dijadikan pegangan dasar dalam menanamkan doktrin akidah dan agama, seperti kitab As-Sunnah!

  • o Imam Abu Hanifah Berbuat Makar Atas Agama dan Ia Tidak Beragama!

Al ‘Uqalil menyebutkan dalam kitab adh Dhu’afâ’ al-Kabîr-nya sebuah riwayat kecaman Imam Malik sebagai berikut:

.

حدثنا عبد الله بن أحمـد بن حنبل، قـال حدثنا منصـور بن أبي مزاحـم، قال حـدثنا مالـك بن أنس، يقول: إنّ أبا حنيفة كاد الدِّينَ، وَمَنْ كادَ الدينَ فَلَيْسَ له دِيْنٌ.

“Sesungguhnya Abu hanifah telah bermakar atas agama. Dan barang siapaa bermakar atas agama maka ia tidak beragama.”

(Adh Dhu’afâ’ al Kabîr,4/281 nomer.1876, Târikh Baghdâd,13/422, al Ilal wa Ma’rifatur Rijâl;Ahmad ibn Hanbal,2/547 nomer.3594, 3/164 nomer.4733 dan Hilyah al Awliyâ’,6/325.)

.

Kecaman Imam Malik di atas tidak diragukan lagi kesahihannya, sebab ia diriwayatkan melalui dua tokoh hadis terkemuka dan terpercaya Ahlusunnah:

(1) Abdullah putra Imam Ahmad.

Ia seorang ulama besar yang terpercaya dan sangat diandalkan dalam periwayatan hadis, khususnya dari riwayat ayahnya.

(2) Manshur ibn Abi Muzâhim.

Tentangnya Ibnu Hajar dalam Taqrîb-nya berkata:

ثقة

“Ia tsiqah/terpercaya.”

Yahya ibn Ma’in berkata:

صدوق

“Ia shadûq/jujur.”

Ia juga berkata:

تركي ثبت

“Ia seorang berkebangsaan Turki yang kokoh.”

Abu Hatim berkata:

صدوق

“Ia shadûq/jujur.

Ad-Dâruquthni berkata:

ثقة

“Ia terpercaya.”

Hasain ibn Fahm berkata:

كان ثِقَةًًً صاحبَ سنةٍ.

“Ia seorang yang terpercaya, pemegang teguh Sunnah.”

(Taqrîb at Tahdzîb:547 nomer.6907, Tahdzîb al Kamâl,28/544 nomer. 6200 dan Tahdzîb at Tahdzîb,1o/277 nomer.54.)

Pernyataan Imam Malik di atas juga telah diriwayatkan Abdullah putra Imam Ahmad dalam kitab As-Sunnah dan al-Ilal. Dan dalam kitab terakhir ini Abdullah meriwayatkan dari Manshur ibn Muzâhim bahwa ia berkata:

.

سَمِعْتُ مالِكَ بنَ أنَسٍ ذَكَرَ أبا حنيفةَ بِكَلامٍ سُوْءٍ، وقال: كادَ الدينَ، ومَن كاد الدين فَلَيْسَ مِنَ الدينِ .

“Aku mendengar Malik menyebut-nyebut Abu Hanifah dengan omongan yang jelak. Ia berkata, ‘Abu Hanifah bermakar atas agama dan barang siapa bermakar atas agama maka ia bukan dari bagian agama.’ ”

(As Sunnah, 1/199 nomer.292 dan al Ilal wa Ma’rifatur Rijâl;Ahmad ibn Hanbal,2/547 nomer.3594)

.

Dari pernyataan di atas jelas sekali bahwa Imam Malik –pendiri Mazhab Maliki -menuduh Imam Abu Hanifah –pendiri Mazhab Hanafi- sebagai tidak beragama!!

Kini di hadapan para ulama Ahlusunnah hanya ada dua pilihan:

Pertama, Membenarkan Imam Malik bahwa Imam Abu Hanifah adalah seorang yang jahat dan telah berbuat makar atas agama dan ia tidak punya agama!

Dan itu artinya bahwa salah satu pendiri dan imam Mazhab Sunni adalah orang yang tidak beragama! Seorang yang jahat dam berbuat makar atas agama! Lalu bagaimana nasib para pengikut mazhab seorang yang tidak beragama ini? Dan bagaimana pula nasib mazhabnya?

Kedua, Imam Abu Hanifah tidak seperti yang dituduhkan oleh Imam Malik! Ia bersih dari tuduhan tersebut… Imam Malik tidak jujur dalam apa yang ia ucapkan! Ucapan itu hanya luapan rasa dengki, hasad, dan persaingan tidak sehat di antara para imam dan ulama besar! –yang menurut para pakar ilmu Hadis dan Rijâl Sunni, itu bisa terjadi di antara para ulama-.

Maka pertanyaannya sekarang ialah, apakah dengan tuduhan palsu lagi keji seperti itu atas seorang Imam besar Ahlusunnah, apakah Imam Malik masih dapat dipertahankan kejujurannya?! Apakah seorang yang bermental serendah itu layak dijadikan imam Mazhab? Dijadikan perantara antara hamba dengan Tuhannya dalam mengenal kebenaran ajaran agama yang suci?!

Ringkas kata, apakah Imam Malik masih layak dijadikan Imam?

Di hadapan para ulama AHlusunnah hanya ada satu di antara dua pilihan tersebut! Dan tidak ada pilihan ketiga!!

Untuk menolak data pernyataan Imam Malik di atas adalah tidak mungkin! Sebab seperti telah saya buktikan bahwa ucapan Imam Malik tersebut telah diriwayatkan dari jalur terpercaya! Jadi jika Abdullah putra Imam Ahmad dan atau Manshûr ibn Muzâhim diragukan kejujuran mereka dalam menukil berita atau hadis, -padahal para ulama Ahlsunnah telah memuji kejujuran mereka berdua- maka para ulama Ahlusunnah itu harus siap dan konsekuen membuang semua hadis dan atau atsar yang diriwayatkan oleh Abdullah ibn Ahmad dan Manshûr ibn Muzâhim! Mereka harus siap kehilangan kitab Musnad Imam Ahmad yang diriwayatkan oleh Abdullah putra Ahmad! Harus membuang seluruh kitab as Sunnah yang diriwayatkan oleh Abdullah putra Ahmad! Mereka harus mendha’ifkan dan membuang semua riwayat Abdullah ibn Imam Ahmad dan Manshûr ibn Muzâhim yang tersebar dalam berbagai kitab hadis!

Sanggupkah ulama Ahlusunnah melakukan semua itu dengan semua rsiko yang akan lahir darinya?!

Adapaun memilah dangan mengatakan untuk riwayat Abdullah dan Manshûr kali ini kita perlu meragukannya bahkan menolaknya, sedangakan untuk riwayat-riwayatnya yang lain kita boleh menerimanya!

Adapun pilihan ini, maka lebih mirip dengan “guyonan” dan bukti ketidak seriusan dalam beragama!

Apabila seorang telah kita akui kejujurannya, maka mengapa sekarang ketika ia membawa berita dan data yang tidak sejalan dengan hawa nafsu kita, kita mendadak menolaknya?! Dan apabila membawa berita yang sejalan dengan hawa nafsu kita, kita mendadak menerimanya?!

Selain itu, penegasan akan keizindiqan Imam Abu Hanifah oleh Imam Ahmad yang juga diriwayatkan Abdullah putranya dapat Anda baca langsung dalam kitab as-Sunnah –kitab akidah andalan Ahlusunnah-! Di sana Anda dapat menyaksikan dengan jelas bagaimana Abu Hanifah dicaci maki bak seorang Majusi tak beriman! Sabagai kepanjangan tangan setan dan iblis! dll.

______________________

ARTIKEL TERKAIT

  1. Ulama Ahlusunnah Saling Cacat-Mencacat 1
  2. Ulama Ahlusunnah Mencacat Rekan-rekan Mereka Sendiri (1)
  3. Ulama Ahlusunnah Mencacat Rakan-rekan Mereka Sendiri (2)
  4. Masihkan Ulama Hadis Ahlusunnah Dapat Dipercaya? (1) Imam Malik di cacat
  5. Masihkah Ulama Hadis Ahlusunnah Dapat Dipercaya? (2) Yahya ibn Sa’id al Qaththân
  6. Masihkah Ulama Hadis Ahlusunnah Dapat Dipercaya? (3) Yahya ibn Ma’in (W.233H).
  7. Masihkah Ulama Hadis Ahlusunnah Dapat Dipercaya? (4) Ali ibn al Madîni (W.234H).
  8. Masihkah Ulama Hadis Ahlusunnah Dapat Dipercaya? (5) Imam Ahmad Ibn Hanbal
  9. Masihkah Ulama Hadis Ahlusunnah Dapat Dipercaya? (6) Muhammad ibn Yahya adz Dzuhali Musuh Bebuyutan Imam Bukhari!
  10. Ulama Ahlusunnah Saling Menyesatkan Dan Mengafirkan! (1) Imam Malik Harus Diminta Bertaubat!
  11. Ulama Ahlusunnah Saling Menyesatkan Dan Mengafirkan! (2) Ulama Ahlusunnah Menuduh Ibnu Hibban (Penulis Kitab Hadis Shahih) Sabagai Orang Zindiq/Kafir!

7 Tanggapan

  1. Seiring berjalannya waktu kebenaran Ahlusunnah makin membuat orang awam meragukannya dan membuat orang setengah awam sakit kepala dan membuat orang alim meninggalkannya karena makin nyata ketidakbenaran mazhab yang dibangun di atas kompromi politik dan kejahatan atas nama agama.

    Demi Dia yang jiwaku bereda dalam genggaman-Nya, demi dia junjunganku yang sebaik2 makhluk ciptaan-Nya, Sungguh apa yang anda (Ibnu Jakfari) bongkar tentang Ahlusunnah disini barulah secuil dari jutaan fakta buruk yang ditutupi oleh orang2 yang berkepentingan dalam mazhab ini yaitu orang2 yang memperjualbelikan agama demi keuntungan duniawi.

    Dulunya saya juga berada dan memperoleh gelar sarjana dalam mazhab ini dan telah menyaksikan secuil dari jutaan penyelewengan agama di dalamnya sehingga membuat jiwa saya guncang dan hampir menjadi atheis karenanya. Namun berkat hidayah Allah saya akhirnya meninggalkan Ahlusunnah lalu memilih Islam Syiah Ahlulbait sebagai tempat bernaung dan yakin dengan pilihan itu.

    Allahumma Shalli ‘ala Muhammadi wa Alihi wa Sallam

  2. Salam….
    Menurut sy prnyataan imam malik ttg imam abu hanifah ini bukan tuduhan, cacian atau makian. Untk memahami prnyataan tu msti-a ibnu jakfari trlbh dl menjelaskan asbabul wurud dr prnytaan tsb.
    Ga bs memfonis itu tuduhan,celaan ataupn makian hanya dg mlhat matan n rawi dr rwayat tsb.
    Pernyataan2 sprt ni memank bnyak, org2 suni sdh tau, blm lg penilaian imam ahmad n imam syafi’i ttg imam abu hanifah. Sama aja ktka menilai perslisihan dkalangan sahabat nabi shngga lahir kaedah Wama jaraa baena shohabah naskutu.
    Sy pribdi menilai-a dg sbh prtnyaan utk diri sendiri: Pantaskah kambing2 hutan menghukumi tindakan harimau/singa (si raja hutan) ?
    Jd apa yg baik dr shahabat/ulama kita ambil, yg jelek kita tinggalkan tanpa menghukumi mrk, tntu krn kterbatasan kita n ketidak tahuan kita scra pasti ttg sikon mrk saat tu. Biar Alloh SWT yg akan mengadili-a.

  3. tidak usah membenci sunni… saya orang sunni aja menggunakan ushul fiqh syiah… sama-sama islam kok menjelek2-an, delete aja blognya kalau bertujuan untuk menjelekkan… Ilmu tinggi, tapi akhlak rendah… ^_^

  4. Ustadz, saya suka artikelnya tapi usul sesuai temanya “menjawab tuduhan salafy wahabi” …. hendaknya hanya ditujukan bagi wahabi saja … kaum ahlussunnah sebaiknya tidak usah disamaratakan dengan mereka …

    Ibnu Jakfari:

    Syukran atas usulan dan nasihatnya.
    tapi tolong juga, saudara-saudara kami Ahlusunnah jangan terpengaruh Wahhabi ikut-ikutan mengafirkan atau menyesatkan kami Syi’ah Ja’fariyah Imamyiyah Itsnaasyariyah!!
    Jika tidak ya terpaksa sesekali kami bongkar juga dengan maksud membungkam mulut-mulut Sunni yang nakal, bukan sunni yang baik seperti Anda!

  5. Illahi, aku memang tidak menatap rasulMu melalui kedua mataku, telingaku tidak pernah mendengar suara kasihnya… dan bahkan pemahamanku tentang dia juga tidak setajam pemahaman orang-orang yang kau lebihkan pemahamannya…

    aku orang awam, lahir dengan bahsa ibu yang berbeda… butuh waktu yang lama untuk memahami keseluruhan ilmu agamaMu…

    dalam keyakinanku, Muhammad memiliki kepribadian yang baik… dan diantara peganganku dalam masa ajamku aku memohon pengilhaman dariMu…
    hingga muncul hikmah dari penglihatan kemanusiaanku…

    aku yakin agama bukan permasalahan logika nol dan satu… lebih dari itu… semua adalah kehendakmu…
    harus berbuat pa aku saat melihat persetruan majlis ilmu yang menurut kemanusiaanku kurang berkenan…
    Tunjukan jalan terbaik dariMu Illahi sebelum kematianku…

    Amien

    **) semuanya peace ya…

  6. Sepinter apapun orang jaman sekarang, ga ada seujung kuku ilmu orang dulu, apelagi ULAMA ( Imam Mujtahidin). Mending pade belajar lagi AKHLAQ perbaikin !!!! Mencari kesalahan Para IMAM Madzhab, padahal ILmu orang sekarang kurang berkah, ga ada manfaat gara2 berani mencela Ulama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: