Badut Salafi Kuwait Mengakui Bahwa Nabi Tidak Mengenali Seluruh Sahabatnya Yang Munafik!

Badut Salafi Kuwait Mengakui Bahwa Nabi Tidak Mengenali Seluruh Sahabatnya Yang Munafik

Sebuah dokrin yang ditegakkan di atas  kebatilan tidak mungkin dapat dipertahankan, betapapun kekuatan kekuasaan berdiri dibelakang para perajutnya. Demikianlah kira-kira doqma keadilan seluruh sahabat Nabi saw. tanpa terkeuali satu pun dari mereka, seperti yang menjadi keyakinan Ahlusunnah wa- Jamâ’ah.

Dalam pandangan Sunni, para sahabat seluruhnya tanpa terkecuali, ajmaîn aktaîn abshaîn adalah ‘udûl; baik, ta’at, shaleh, amanat, jujur terpercaya dan laik dibanggakan. Bahkan Allah SWT saja telah merekomandasi mereka dengan berbagai ayat penyucian dan pujian untuk menjadi rujukan andalan dalam mentransfer ajaran agama-Nya!!

Ahlusunnah tidak pernah mau mengakui bahwa di antara sahabat Nabi saw. itu satu pun ada yang munafik, yang fasiq dan yang fi qalbihi maradhun/hatinya berpenyakit.

Karenanya tidaklah heran jika selalui kebingungan setiap kali berhadapan dengan ayat-ayat yeng membongkar kaum munafikin…. yang mana orang munafik itu adalah orang yang menampakkan keimanan yang menyembunyikan kekafirannya!!

Ia shalat di belakang Nabi saw. dan hadir di majlis pengajaran Nabi saw. walaupun jika mereka keluar selalu mencemooh dengan mengatakan di antara mereka, “Apa yang dikatakan Muhammad tadi.” …

Ada yang berparng bersama Nabi saw. walaupun dengan malas dan setengah hati serta sering berusaha absen dan/atau melarikan diri dari medan tempur…

Ada yang menuduh Nabi saw. dengan berbagai tuduhan keji….

Ada yang mengancam Nabi saw. jika beliau wafat ia akan menikahi seorang istri beliau saw. …

Ada yang mengancam akan mengusir Nabi saw. sepulang dari sebuah pertempuran…

Ada yang berenca mebunuh Nabi saw. dengan menggelindingkan kendaran beliau dari tebing penuh bebatuan yang curam…

Dan ada yang….

Dan ada yang …

Jadi kalau ada orang memeluk islam secara formal/lahiriyah di zaman Nabi saw. (walaupun kenyataan batinnya kafir) apa salah jika disebut sahabat sesuai dengan definisi yang dibakukan ulama Ahlusunnah?

Tentu ia adalah termasuk sahabat…

Nah, apakah semua kaum munafik itu telah dikenali oleh para sahabat yang mukmin yang hidup sezaman dengan mereka? Atau tidak?

Apakah Nabi saw. sendiri telah mampu mengenali jati diri seluruh kaum munafik?

Jawabnya, saya serahkan kepada seorang badut Wahabi Salafy asal Kuwait… ia adalah Utsman Al-Khamis.

Ikuti keterangan berharganya di bawah ini:

.

.

alkhomis_cover

.

alkhomis_206

.

.

18. Apakah Nabi saw. telah mengenali seluruh kaum munafik?

Tidak seluruhnya. Telah datang dalam hadits bahwa beliau mengenal 14 atau 15 saja. Oleh karenanya Allah berfirman: “Kamu akan mengenalnya melalui gaya bahasanya.” (SQ. Muhammad;20) merek itu hanya sebagian munafik saja tidak seluruhnya. Beliau hanya mengenali sebagain mereka saja. Bukti ternyata adalah firman Allah –Ta’ala-: “Dan di antara mereka yang tinggal disekitar kalian ada orang-orang munafik, dan juga dari penduduk kota Madinah ada yang lihai dalam menyembunyikan kemunafikan. Engkau tidak mengenalinya (wahai Muhammad). Kamilah yang mengenali mereka.”

.

.

Ibnu Jakfari berkata:

Hai Utsman Al-Khamis, jika Nabi saw. saja tidak mengenali kaum munafik, lalu bagaimana kamu dan kaummu memastikan bahwa seluruh mereka adalah ‘Udul?

bagaimana kaum dan kaummu tentram mengambil agama dari man habba wa dabba/siapaun yang melata di antara mereka padahal bisa jadi mereka itu orang munafik yang belum dikenali oleh Nabi saw. apalagi olehmu dan para masyaikh Wahhabi yang buta akan mereka?

Bukankah kenyataan ini mendorong kamu berfikir jernih dan hati-hati dalam merekomendasi asal sahabat sebelum mendapat kepastian bahwa dia benar-benar bukan yang munafik terkutuk?!

Adakah tanda  yang membedakan sahabat yang munafik dari yang bukan?

Bukankah kecintaan kepada Imam Ali as. adalah ciri keimanan dan kebencian kepada beliau adalah bukti kemunafikan tulen? Demikian yang disabdakan Nabi mulia saw.!!

Maukah kalian menjadikan timbangan Nabi saw. yaitu sebagai timbangan adil yang membedakan si munafik dari sang mukmin sejati?

Atau kecintaan kepada kaum munafik kalian jadikan sebagai tanda kemunafikan dan kebencian kepada Ahlulbait Nabi as. dan  kaum mukmin sejati sebagai tanda keimanan?

3 Tanggapan

  1. aku yakin andai Rosul saw hidup diantara kita sekarang, masih banyak orang2 (munafiqin) yg memperlakukan Rosul seperti itu.
    agama ini sudah jelas dan sempurna. Alquran dijaga oleh Allah swt malalui orang2 yg diberi amanah olehNya.tanda kemunafikan telah dijelaskan oleh Rosul saw.dan tidak ada jalan untuk ragu atasnya. kecuali orang2 yg telah dibutakan mata hatinya akan kebenaran agama ini.

  2. ajib jiddan, sungguh luar biasa kajahilan musuh-musuh syi’ah.. bilang seluruh sahabat itu manusia pilihan Allah.. semua terjamin eh sekarang bilang ada yang munafik tapi Nabi nggk mengenali mereka… kalau begitu kok berani kalian meyakini semua sahabat udul? aneh
    benar dia itu badut!!!!!!!!!!!!!!

  3. […] Badut Salafi Kuwait Mengakui Bahwa Nabi Tidak Mengenali Seluruh Sahabatnya Yang Munafik […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: