Fatwa Salafy-Wahhâbi: Merapikan Jenggot Haram Hukumnya!!

Fatwa Salafy-Wahhâbi: Merapikan Jenggot Haram Hukumnya!!

.

Jika ada ulama yang menfatwakan haram hukumnya memotong habis/mencukur rambut jambang/jenggot, mungkin Anda tidak heran… tapi jika sekedar merapikan/tahdzîb saja sudah diharamkan maka ia adalah sangat menggelikan!

Tapi… itulah islam Wahhâbi-Salafi… mereka selalu menampilkan Islam jauh dari yang diajarkan Rasulullah saw… selalu membuat malu di hadapan umat lain….  Mereka hendak memperkenalkan Islam sebagai agama A’râab/ Arab baduwi yang sangat terbelakang yang asyaddu kufran wa nifâqan!

Perhatikan sampul kitab karya ulama kebanggaan Wahhabi Salafi; Syeikh at-Tuwaijiri!

(Lihat Scan di bawah)


Jadi jangan heran jika Anda menyaksikan jenggot-jenggot para Wahhâbiyûn-Salafiyûn selalu kocar-kacir seperti rumput alang-alang yang tidak pernah terjamah tangan terampil pak tukan kebun!!

.

tahdzîb

.

Bantahan Atas Yang Mebolehkan Merapikan Jenggot

Karya: At-Tuwaijiri

Penerbit: Maktabah al-Ma’arif – Riyadh – Saudi Arabia

.

Jadi jangan heran jika Anda menyaksikan jenggot-jenggot para Wahhâbiyûn-Salafiyûn selalu kocar-kacir seperti rumput alang-alang yang tidak pernah terjamah tangan terampil pak tukan kebun!!

8 Tanggapan

  1. Perhatikan sampul kitab karya ulama kebanggaan Wahhabi Salafi; Syeikh at-Tuwaijiri!

    (Lihat Scan di bawah)
    Mana … ?

  2. @eljawy

    kutip:

    Perhatikan sampul kitab karya ulama kebanggaan Wahhabi Salafi; Syeikh at-Tuwaijiri!

    (Lihat Scan di bawah)
    Mana … ?

    Mas apa sampean nggak liat scan sampul kitab yang dimaksud diatas? wong besar gitu masa’ sampean nggak liat?

  3. Maaf Pak, Agama kan milik Allah, yang dijadikan utusan untuk menyampaikan kepada manusia kan Nabi Muhammad SAW. tinggal ikuti aja Sunnah – sunnah nabi yang bisa kita ketahui melalui hadist – hadist yang shahih. Bila sesuai dengan Hadist Nabi yang shahih berarti itu benar ajaran Islam, kalau tidak sesuai berarti bukan ajaran Islam. Intinya bukan salafy atau bukan tapi ajaran Islam atau bukan. kalau ternyata fatwanya sesuai hadist shahih dan kita menolaknya berarti kita keluar dari Islam. seperti sabda Nabi yang maknanya begini: “Barang siapa tidak suka dengan sunnahku, maka dia bukan termasuk dari golonganku”. Bukan termasuk golongan Nabi berarti Golongan siapa? dan jelas Syahadatnya batal dan itu berarti apa? tapi kalau fatwanya tidak sesuai dengan hadits yang shahih maka itu termasuk sifat khulu atau berlebih – lebihan didalam beragama, yang jelas dilarang.

  4. Kebanyakan orang2 yg mempelajari fikih, lebih memperhatikan kpd fatwa-fatwa para imam mazhab dari pada memperhatikan dalil-dalil serta sumber2 yg d pergunakan, bagaimana orang yg tdk mempelajarinya,? bagaimana orang2 yg hanya “sami’na wa’atha’na” mendengar dan mengikuti saja tanpa menganalisa dan mencermati referensi yg falid,,,?

  5. @lampungphoto : saya sangat setuju dengan Anda… urutan rujukan memang seperti itu yakni…. Kitabullah…. Hadits2 Shohih…. Ijma’ para Ulama… Mudah2an kita bisa mengikuti urutan2 tersebut… jangan akal/pikiran lebih dahulu yang digunakan karena akal/pikiran seringkali dasarnya nafsu duniawi… seperti bagaimana kalau orang melihat kita…. apakah rapi, necis, enak dipandang orang… padahal kita dituntut segala sesuatu haruslah didasarkan karena Allah dan RasulNya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: