Potret Sang Nabi Mulia Dalam Hadis Bukhari (5)

Dalam Mazhab Sunni: Nabi Mulia Muhammad saw. Tidak Adil Terhadap Istri-istri beliau

Tidak sedikit riwayat-riwayat Shaih dalam mazhab Ahlusunnah melecehkan Nabi mulia Muhammad saw. dengan menuduhnya telah berbuat tidak adil terhadap istri-istrinya! Sehingga tentu saja sikap tidak adil itu menuai protes keras dan unjuk rasa dari para istri yang dizalimi itu!

Imam Bukhari –sebagai kitab tershahih setelah Al Qur’an dan yang diyakini seluruh hadis di dalamnya adalah benar-benar shahih- mempelopori penyajian riwayat-riwayat pelecehan Nabi mulia saw. tersebut.

Perhatikan riwayat-riwayat tersebut di bawah ini!


Bukhari meriwayatkan sebuah hadis tentang unjuk rasa istri-istri Nabi saw. menuntut sikap dan perlakuan adil Nabi saww terhadap mereka karena beliau telah berlaku tidak adil dengan mengistimewakan Aisyah atas mereka. Para istri Nabi saw. tersebut mengutus Ummu Salamah, kemudian Fatimah – putri Nabi saw.- dan terakhir mereka mengutus Zainab binti Jahsy untuk menyampaikan tuntuan keadilan mereka.

Hadis tentangnya dapat Anda temukan dalam:

Shahih Bukhari:

  1. 1. Shahih Bukhari: Kitab al-Hibah, Bab Man Ahda Ila Shahibihi (barang siapa menghadiahkan kepada temannya..) , hadis nomer :2393.

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي أَخِي عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ نِسَاءَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُنَّ حِزْبَيْنِ فَحِزْبٌ فِيهِ عَائِشَةُ وَحَفْصَةُ وَصَفِيَّةُ وَسَوْدَةُ وَالْحِزْبُ الْآخَرُ أُمُّ سَلَمَةَ وَسَائِرُ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ الْمُسْلِمُونَ قَدْ عَلِمُوا حُبَّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَائِشَةَ فَإِذَا كَانَتْ عِنْدَ أَحَدِهِمْ هَدِيَّةٌ يُرِيدُ أَنْ يُهْدِيَهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَّرَهَا حَتَّى إِذَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِ عَائِشَةَ بَعَثَ صَاحِبُ الْهَدِيَّةِ بِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِ عَائِشَةَ فَكَلَّمَ حِزْبُ أُمِّ سَلَمَةَ فَقُلْنَ لَهَا كَلِّمِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكَلِّمُ النَّاسَ فَيَقُولُ مَنْ أَرَادَ أَنْ يُهْدِيَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً فَلْيُهْدِهِ إِلَيْهِ حَيْثُ كَانَ مِنْ بُيُوتِ نِسَائِهِ فَكَلَّمَتْهُ أُمُّ سَلَمَةَ بِمَا قُلْنَ فَلَمْ يَقُلْ لَهَا شَيْئًا فَسَأَلْنَهَا فَقَالَتْ مَا قَالَ لِي شَيْئًا فَقُلْنَ لَهَا فَكَلِّمِيهِ قَالَتْ فَكَلَّمَتْهُ حِينَ دَارَ إِلَيْهَا أَيْضًا فَلَمْ يَقُلْ لَهَا شَيْئًا فَسَأَلْنَهَا فَقَالَتْ مَا قَالَ لِي شَيْئًا فَقُلْنَ لَهَا كَلِّمِيهِ حَتَّى يُكَلِّمَكِ فَدَارَ إِلَيْهَا فَكَلَّمَتْهُ فَقَالَ لَهَا لَا تُؤْذِينِي فِي عَائِشَةَ فَإِنَّ الْوَحْيَ لَمْ يَأْتِنِي وَأَنَا فِي ثَوْبِ امْرَأَةٍ إِلَّا عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَالَتْ أَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مِنْ أَذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ثُمَّ إِنَّهُنَّ دَعَوْنَ فَاطِمَةَ بِنْتَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَرْسَلَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَقُولُ إِنَّ نِسَاءَكَ يَنْشُدْنَكَ اللَّهَ الْعَدْلَ فِي بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ فَكَلَّمَتْهُ فَقَالَ يَا بُنَيَّةُ أَلَا تُحِبِّينَ مَا أُحِبُّ قَالَتْ بَلَى فَرَجَعَتْ إِلَيْهِنَّ فَأَخْبَرَتْهُنَّ فَقُلْنَ ارْجِعِي إِلَيْهِ فَأَبَتْ أَنْ تَرْجِعَ فَأَرْسَلْنَ زَيْنَبَ بِنْتَ جَحْشٍ فَأَتَتْهُ فَأَغْلَظَتْ وَقَالَتْ إِنَّ نِسَاءَكَ يَنْشُدْنَكَ اللَّهَ الْعَدْلَ فِي بِنْتِ ابْنِ أَبِي قُحَافَةَ فَرَفَعَتْ صَوْتَهَا حَتَّى تَنَاوَلَتْ عَائِشَةَ وَهِيَ قَاعِدَةٌ فَسَبَّتْهَا حَتَّى إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَنْظُرُ إِلَى عَائِشَةَ هَلْ تَكَلَّمُ قَالَ فَتَكَلَّمَتْ عَائِشَةُ تَرُدُّ عَلَى زَيْنَبَ حَتَّى أَسْكَتَتْهَا قَالَتْ فَنَظَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى عَائِشَةَ وَقَالَ إِنَّهَا بِنْتُ أَبِي بَكْرٍ.

… dari Hisyam ibn Urwah dari ayahnya dari Aisyah, ia bercerita, “Sesungguhnya para istri Rasulullah saw. terkelompokkan dalam dua kubu; kubu Aisyah, Hafshah, Shafiyah dan Saudah. Dan yang lainnya adalah kubu Ummu Salamah dan istri-istri yang lain. Dan kaum muslimin telah mengetahui kecintaan Rasulullah saw. kepada Aisyah, oleh karenanya apabila seseorang dari mereka ingin memberikan hadiah kepada Rasulullah saw. ia menundanya hingga giliran beliau di rumah Aisyah baru ia mengirimkannya di rumah Aisyah, maka kubu Umu Salamah berbicara kepadanya agar ia berbicara kepada Rasulullah saw. supaya beliau berbicara kepada orang-orang, “Barang siapa ingin menghadiahkan kepada Rasulullah saw. sebuah hadiah hendaknya menghadiahkan kepada beliau di manapun beliau berada dari rumah-rumah istri-istr beliau. Maka Ummu Salamah menyampaikan apa yang mereka katakana kepadanya dan Nabipun tidak menjawab sepatah katapun. Lalu mereka bertanya kepadanya, ‘Apa yang beliau katakan? Ummu Salamah menjawab, “Beliau tidak berkata apapun. Mereka berkata memintanya agar mangatakannya lagi kepada Nabi saw. dan sekali lagi beliau tidak menjawabnya dengan sepatah katapun. Dan untuk ketiga kalinya mereka meminta Ummu Salamah untuk berbicara kepada Nabi saw., dan ketika giliran beliau di rumah Ummu Salamah ia mengatakannya lagi maka Nabi saw. menjawabnya: “Jangan ganggu aku tentang Aisyah, sesungguhnya wahyu tidak datang kepadaku dan aku dalam selimut seorang wanita kecuali Aisyah. Ummu Salamah berkata, “Aku bertaubat kepada Allah dari menggangu Anda wahai Rasulullah”. Kemudian para istri Nabi saw. mengutus Fatimah- putri Rasulullah saw. untuk menemui Rasulullah, lalu ia meminta izi masuk dan ketika itu beliau sedang berbaring bersamaku dalam  selimutku, kemudian Nabi memberinya izin lalu Fatimah berkata: “Wahai Rasulullah ! Sesunggguhnya istri-istri Anda mengutus saya untut menuntut perlakuan adil tentang sikap Anda terhadap putri Ibnu Abu Quhafah (Aisyah_pen). Aisyah berkata, ‘Dan saya diam.’ Kemudian Rasulullah saw. bersabda, ‘Hai putriku, bukankah kamu menyukai yang ayahmu sukai? Fatimah menjawab, ‘Ya.’ Nabi saw. melanjutkan, ‘Maka cintailah dia ini! Aisyah berkata, ‘Maka Fatimah-pun pulang dan menceritakan kepada mereka apa yang ia katakan dan apa yang dikatakaa Nabi. Mereka berkata, ‘Sepertinya kamu tidak berbuat apa-apa untuk kami, kembalilah kepada Rasulullah saw. dan katakana bahwa istri-istri Anda menuntut keadilah tentang putri Ibnu Abi Quhafah! Fatimah berkata, ‘Demi Allah saya tidak akan berbicara lagi kepada beliau sesuatu apapun tentang hal ini. Aisyah berkata, ‘Maka mereka mengutus Zainab binti Jahsy- istri Nabi saw. kemudian ia masuk dan berlaku kasar …. Aisyah berkata, ‘Maka ia meminta izin kepada Rasulullah saw. dan beliau bersama Aisyah dalam selimut lalu di izinkan untuknya, maka ia masuk dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya istri-istri Anda mengutusku untuk menuntut keadilah sikap tentang putri Ibnu Abi Quhafah.’ Aisyah berkata, ‘Kemudian ia mengangkat suaranya keras-keras dan mencaci-makiku  panjang lebar sementara saya duduk. Nabi saw., memandangku apakah aku akan menjawabnya. Maka Aisyah membalas caci-makinya dan Nabi saw. memandangng Aisyah sambil berkata (memujunya), ‘Sesungguhnya ia anak Abu Bakar!’

.

قَالَ الْبُخَارِيُّ الْكَلَامُ الْأَخِيرُ قِصَّةُ فَاطِمَةَ يُذْكَرُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ رَجُلٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَقَالَ أَبُو مَرْوَانَ عَنْ هِشَامٍ عَنْ عُرْوَةَ كَانَ النَّاسُ يَتَحَرَّوْنَ بِهَدَايَاهُمْ يَوْمَ عَائِشَةَ وَعَنْ هِشَامٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ قُرَيْشٍ وَرَجُلٍ مِنَ المَوَالِي عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ قَالَتْ عَائِشَةُ كُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَأْذَنَتْ فَاطِمَةُ.

.

Bukhari berkata, “Pembicaraan terakhir dalam kisah Fatimah disebutkan dari Hisyam ibn Urwah dari seseorang dari Zuhri dari Muhammad ibn Abdurrahman. Abu Marwan berkata dari Hisyam dari Urwah, “Adalah orang-orang memilih untuk menyerahkan hadiah mereka kepada Nabi di hari Aisyah.” Dan dari Hisyam dari seseorang dari suku Quraisy dan seseorang dari mawâli (budak) dari Zuhri dari Muhammad ibn Abdurrahman ibn al Hârits ibn Hisyam, ‘Berkata Aisyah, ‘aku di sisi Nabi saw. lalu Fatimah memohon izin.‘“

.

.

  1. 2. Shahih Bukhari: Kitab al-Hibah, Bab Man Ahda Ila Shahibihi (barang siapa menghadiahkan kepada temannya..) , hadis nomer :2392.

.

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ النَّاسُ يَتَحَرَّوْنَ بِهَدَايَاهُمْ يَوْمِي وَقَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ إِنَّ صَوَاحِبِي اجْتَمَعْنَ فَذَكَرَتْ لَهُ فَأَعْرَضَ عَنْهَا.

.

…dari Hisyam ibn Urwah dari ayahnya dari Aisyah ra., ia berkata, “Adalah orang-orang memilih untuk menyerahkan hadiah mereka (kepada Nabi) di hari giliranku.” Dan Ummu Salamah berkata, ‘Sesungguhnya rekan-rekanku berkumpul lalu Ummu Salamah menyebut-nyebutnya kepada Nabi dan Nabipun berpaling darinya (tidak mengindahkannya).

.

.

  1. 3. Shahih Bukhari:Kitab Manaqibl ash-Shahabah, bab Fadla’il Aisyah, hadis nomer:3775, dan ia hanya menyebut bagaian awal hadis .

.

.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ النَّاسُ يَتَحَرَّوْنَ بِهَدَايَاهُمْ يَوْمَ عَائِشَةَ قَالَتْ عَائِشَةُ فَاجْتَمَعَ صَوَاحِبِي إِلَى أُمِّ سَلَمَةَ فَقُلْنَ يَا أُمَّ سَلَمَةَ وَاللَّهِ إِنَّ النَّاسَ يَتَحَرَّوْنَ بِهَدَايَاهُمْ يَوْمَ عَائِشَةَ وَإِنَّا نُرِيدُ الْخَيْرَ كَمَا تُرِيدُهُ عَائِشَةُ فَمُرِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَأْمُرَ النَّاسَ أَنْ يُهْدُوا إِلَيْهِ حَيْثُ مَا كَانَ أَوْ حَيْثُ مَا دَارَ قَالَتْ فَذَكَرَتْ ذَلِكَ أُمُّ سَلَمَةَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ فَأَعْرَضَ عَنِّي فَلَمَّا عَادَ إِلَيَّ ذَكَرْتُ لَهُ ذَاكَ فَأَعْرَضَ عَنِّي فَلَمَّا كَانَ فِي الثَّالِثَةِ ذَكَرْتُ لَهُ فَقَالَ يَا أُمَّ سَلَمَةَ لَا تُؤْذِينِي فِي عَائِشَةَ فَإِنَّهُ وَاللَّهِ مَا نَزَلَ عَلَيَّ الْوَحْيُ وَأَنَا فِي لِحَافِ امْرَأَةٍ مِنْكُنَّ غَيْرِهَا.

.

…dari Hisyam ibn Urwah dari ayahnya ia berkata, “Adalah orang-orang memilih untuk menyerahkan hadiah mereka kepada Nabi di hari giliran Aisyah.” Aisyah berkata, ‘Maka teman-temanku (istri-istri Nabi lainnya_pen) berkumpul kepada Ummu Salamah dan berkata kepadanya, Hai Ummu Salamah sesungguhnya berkata orang-orang memilih untuk menyerahkan hadiah mereka kepada Nabi di hari giliran Aisyah, kami juga menginginkan kebaikan (hadiah itu) seperti juga Aisyah menginginkannya, maka perintahkan Rasulullah agar memerintah orang-orang agar menyerahkan hadiah mereka di mana saja beliau berada dan pada hari giliran siapa saja dari istri-istrinya. Lalu Ummu Salamah mengatakannya kepada Nabi saw. Ummu Salamah berkata, ‘Maka Nabi saw. berpaling dariku. Kemudian ketika beliau kembali kepadaku aku sebutkan lagi hal itu dan beliaupun berpaling dariku dan ketika ketiga kalinya aku katakana kepadanya, beliau berkata, ‘Hai Ummu Salamah jangan ganggu aku tentang Aisyah, karena sesungguhnya tidak pernah wahyu turun kepada sementara aku berada di dalam selimut seorang dari kalian selain dia (Aisyah).’”

.

Ibnu Jakfari berkata:

Demikianlah mereka menggambarkan kepribadian sang Nabi Muhammad yang telah dimuliakan dan disanjung dalam Al Qur’an sebagai Khuluqin adzîm dan pembawa rahmat bagi jagat raya…

Sampai kapankah hadis-hadis pelecehan kemulian Nabi Muhammad saw. seperti ini (dan ratusan lainnya) disakralkan dan dijadikan pijakan dalam menilai kepribadian Nabi kita?!

Mengapakah jika yang dilecehkan sebagian sahabat (yang bisa jadi memang munafik atau fasik seperti Mu’awiyah dan al Walîd ibn ‘Uqbah dkk) kalian bangkit serempak sambil berteriak histeris “Jangan lecehkan sahabat mulia Nabi Muhammad!” Kalian yang melecehkan mereka hanyalah bermaksud meruntuhkan pilar-pilar agama! Bukankah Allah telah memilih manusia-manusia pilihan-Nya untuk menjadi sahabat Nabi pilihan-Nya!

Akan tetapi ketika giliran Nabi Muhammad saw. dihinakan dan dilecehkan…. Sebagian kalian hanya tersenyum sambil mengatakan sepenuh mulut, “Muhammad itu kan manusia biasa, basyarun, seperti manusia lainnya! Hanya saja turun atas Muhammad wahyu! Tidak lebih! Hanya itu kelebihannya!

Saudaraku! Maaf munkin Anda tidak termasuk dari mereka yang tidak mempunyai adab terhadap Rasulullah saw seperti mereka itu! Yang pasti pembicaraan saya hanya saya alamatkan kepada mereka bukan kepada Anda yang berhati mulia dan berakhlak karimah terhadap Nabi mulia Muhammad saw.!

************************

ARTIKEL TERKAIT SEBELUMNYA

  1. Potret Sang Nabi Mulia Dalam Hadis Bukhari! (1) Tanggapan Atas Fitnah Blog “Haula Syi’ah” dan Wahabiyah Salafiyah Lainnya – Nabi saw. Menghukum dengan Hukuman Sadis dan Mencincang kaum Muslim
  2. Potret Sang Nabi Mulia Dalam Hadis Bukhari (2) Nabi saw. Menggilir Sembilan Istri beliau Dalam Satu Malam Dengan Sekali Mandi!
  3. Potret Sang Nabi Mulia Dalam Hadis Bukhari (3) Astaghfirullah Tuduhan Nabi Saw Berusaha Bunuh Diri?!

5 Tanggapan

  1. Saya juga sangat bersedih diatas gambaran buruk yang digambarkan oleh Hadis seumpama ini keatas Rasull junjungan kita. Marilah kita sama sama berdoa dan memperbetulkan di mana mampu bila kita berintraksi dengan teman2 kita yang tidak faham issu ini.

  2. Hadis Bukjhari nomer 1 di atas itu jelas-jelas menghina istri-iatsri nabi yang mereka gambarkan sebagai yang rakus hadiah… mereka bermental rendahan menanti-nanti hadiah dari para penyantun… mungkinkan begitu istri nabi kita… jadi sebenarnya yang menghina dan harus dihukum adalah para ulama Sunni…. bukian Syi’ah.. yang menghina nabi dan istrinya itu adalah Sunni bukan Syi’ah….
    Hai saudara-saudaraku yang masih Sunni bukalah mata hati dan pikiran kalian biar Allah memberi hidayah Nya kepada kalian.. dulu saya juga jahil seperti kalian senang menerima hadis-hadis yang menghina nabi… tapi setelah saya pakai otak pemberian Allah langsung kran hidayah Nya dibuka deras-deras akhirnya saya meninggallkan mazhab penghina Nabi dan keluarganya… makanya cepat sebab stok hidayah terbatas.. hanya buta yang berakal sehat dan berhati tulus… yang berhati kaku dan berakal tertutup hidayah ogah datang

  3. hei.. syiah penghina kesucian dan kemaksuman nabi

    lihat kitab Ayun Akhbar Ridha:m/s 112.
    Berkata al-Ridha
    ” Sesungguhnya Rasul pergi ke rumah zaid bin Harisah kerana suatu urusan,maka Rasul terlihat isteri Zaid iaitu Zainab sedang mandi. Rasul berkata kepadanya(Zainab): Maha Suci Allah yg menciptakanmu.

    Pertanyaan saya:
    Apakah nabi melihat kepada isteri seorang muslim?
    Bersyahwat dan kagum lantas memuji Allah,..
    Bukankah ini satu fitnah dan tohmahan yg amat buruk terhadap junjungan mulia Nabi SAW.

    Sedarlah syiah.. bertaubatlah. Kembalilah ke jalan Allah..Jalan sahabat yg dijamin masuk syurga..

    Ibnu Jakfari:

    Adalah memalukan jika maling teriak maling (maaf, hanya kiasan saja)… kitab-kitab Sunni dalam meriwayatkan kasus ini benar-benar menghinakan Nabi saw. baca kitab tafsir ath Thabari! juga lainnya.

  4. salam ustaz jakfari..

    komen diatas saya copy dari seseorang yg mengomentar diblog saya..

    saya minta tolong ustaz..untuk menyemak kata2nya..saya tdk tahu untuk menjawab apa..kerana saya tdk mempunyai kitab2 syiah.. lagipun saya kurang pengetahuan tentang syiah meskipun saya syiah

    saya banyak mengambil artikel ustaz dan saya copy dan paste ke blog saya..

  5. […] Potret Sang Nabi Mulia Dalam Hadis Bukhari (5) Dalam Mazhab Sunni: Nabi Mulia Muhammad saw. Tidak Ad… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: