Aisyah Menuduh Nabi Saw. Zalim, Abu Bakar Menamparnya!

Aisyah Menuduh Nabi Saw. Zalim, Abu Bakar Menamparnya!

Sepertinya, Nabi saw. berkali-kali dituduh sebagai berlaku tidak adil…. Ada di antara sahabat beliau menuduhnya tidak adil dalam pembagian harta rampasan perang!… beberapa istri beliau –beramai-ramai memprotes ketidak-adilan Nabi saw. dalam berumah tangga terhadap istri-istri beliau… beliau lebih berpihak kepada Aisyah…. Namun kali ini tuduhan menyakitkan itu datang dari Aisyah … hanya gara-gara masalah sepele… namun mungkin perasaan kewanitaannya merasa dilukai. Karenanya ia segera menuduh Nabi saw. tidak adil bahkan terkesan mempermasalahkan kabsahan kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad saw.

Kali ini, Aisyah menuduh Nabi saw. tidak adil dan lebi berpihak kepada Shafiah –sirti Nabi saw. yang sejak awal kehadirannya di rumah tangga Nabi saw. kurang disukai sebagian istri beliau karena dia sangat cantik dan dikhawatirkan menyita perhatian Nabi saw. (ma’af, demikian sebagian riwayat Sunni menggambarkan, Anda berhak tidak percaya terhadapnya)…

Para ulama dan sejarawan Islam meriwayatkan dalam perjalanan Nabi saw. ke tanah suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji bersama seluruh istri, keluarga dekatnya dan para sahabat baik yang berasal dari kota suci Madinah sendiri maupun dari kota-kota dan daerah-daerah lain….

Di tengan perjalanan unta kendaraan Shafiyah lemah sedangkan bebannya terlalu berat, sehingga terlambat jalan… sementara unta Aisyah gesit dan lincah, sedang beban bawaannya ringan. Akibat darinya perjalanan rombongan terhambat karena tidak bisa berjalan cepat menanti unta Shafiyah… maka Nabi saw. berinisiatif untuk meminda barang bawaan di atas punggung unta Shafiyah ke punggung unta Aisyah… menyikapi apa yang dilakukan Nabi saw. Aisyah marah dan segera menegur keras Nabi saw. dengan kata-kata yang memaksa Abu Bakar; ayahnya untuk melayangkan tamparannya ke muka putrinya….

Aisyah berkata kepada Nabi saw.: “Sesungguhnya engkau mengaku sebagai Rasul/utusan Allah!”

Nabi saw. berkata menjawabnya: “Apakah engkau hai Ummu Abdillah (panggilan Aisyah) dalam keraguann bahwa aku adalah Rasul Allah?”

Aisyah berkata: “Jika engkau rasul Alllah, mengapakah engkau tidak berlaku adil?!”

Dan adalah Abu Bakar seorang yang keras/kasar[1], maka ia menempeleng wajahku. Maka Rasulullah mencelanya (atas tindakan itu). Abu Bakar berkata, “Tidakkah engkau mendengar apa yang ia (Aisyah) katakana?!

Rasulullah saw. berkata kepada Abu bakar: “Sesungguhnya seorang wanita pencenburu berat jika emosi a tidak mengenal atas gunung dari bawahnya.”

Kisah di atas dapat Anda baca dalam banyak kitab sejarah di antaranya: As-Sirah al Halaibiyah; Ali ibn Burhanuddin al-Halabi asy -Syafi’i, 3/260. Cet. Al Maktabah al-Islamiyah. Beirut.

 


[1] Banyak catatan sejarah yang membuktikan bahwa Abu Bakar seorang yang kasar dan ringan tangan. Beberapa kali ia menempeleng Aisyah di hadapan Nabi saw. seperti dalam banyak riwayat Ahlusunnah. Dalam kasus lain yang diriwayatkan langsung setelah kisah penempelengan Aisyah, Abu Bakar juga memukuli seorang budak kecil karena dianggapnya teledor dalam menjagaa unta yang mengangkut perbelakan Abu Bakar dan juga Rasulullah saw. kendati Nabi menegaskan bahwa budak ini tidak teledor. (As Sirah al Halabiyah,3/260).. juga dalam kasus sebab turunnya awal surah al Hujurât (seperti diriwayatkan Imam Bukhari, Abu Bakar dan Umar saling pukul memukul dengan sandal di hadapan nabi mulia saw.!! sekali lagi hanya gara-gara masalah sepele!! Dan kami terpaksa bertaqiyyah menyembunyikan data-data seperti itu, sebab dalam anggapan sebagian teman-teman Sunni membongkar data-data seperti itu sama dengan menghina para sahabat dan istri-isrti Nabi saw.  Jadi biarkan saja kami bertaqiyyah selama sikap itu menguntungkan kalian!

9 Tanggapan

  1. bagi kita kaum sunni seperti itu adalah hal yg biasa dan tidak masalah juga tidak mengurangi nilai kemaksuman nabi saw.

  2. sesungguhnya sudah terbongkar, bahwasannya semua sahabat nabi tidak semua adl, itu belum lagi riwayat2 sahabat yg lainnya. termksh atas tlsnya biar membuka mata para syi’ah nya sahabat.

  3. FUAD @ biasa bagaimana dol…. ?
    apa sunni gak paham tentang makom/kedudukan Rasul ?
    ………………………….? gak tutuk kulo

  4. @FADLY SOMAD
    maksudku begini mas : coba baca kitab2 pujaan saudara kita SUNNY, anda akan banyak jumpai cerita/hadis2 yg sangat tdk pantas dinisbatkan kpd Nabi Agung saw kalo memang kita menghormati Nabi saw , tapi faktanya ……….. mereka menulis cerita tersebut dengan tampa rasa penghinaan terhadap Nabi saw. dan Jakfary hanya mengungkap sebagian kecil dari puluhan cerita yg ada di kitab2 SUNNY.

    salam damai……………..

  5. kang fuad memang tidak adalah masalahnya dengan kemaksuman Nabi Saw. tapi kaitannya dengan akhlak Aisyah istri Nabi Saw.
    Bukankah yang demikian itu tercium bauh ketidak imanan kepada kerasulan beliau Saw.
    Lagi pula aneh sepertinya ya konsep KEADAILAN SAHABAT yang dijadikan pondasi dasar mazhab Sunni itu… apakah Nabi Saw. belum tau yang kaual seluruh sahabat itu adil… jika sudah tau mengapa ya kok -kata Aisyah Nabi saw- mencela Abu Bakar yang menempar wajah Aisyah?
    lagi pula sepertinya Nabi Saw. belum tau bahwa apa yang terjadi di antara para sahabat itu kita (selain sahabat) harus diam dan jika tetapkan pahala berijtihad!!! lha anehnya Nabi Saw. menyalahlkan dan mencela Abu Bakar karena menampar wajah Aisyah.. bukannya mestinya Nabi memujinya kerena Abu Bakar itu sedang berijtihad dan mestinya nabi diam… tidak ikut campur… anehnya Abu bakar juga kelihatannya belum belajar dari ulama Sunni makanya dia tidak berkata kepada Nabi Saw.:
    Apakah engkau tidak mengetahui bahwa:
    وما جرى بين الصحاب نسكت عنه ** و أجر الإجتهاد نثبت
    apa yang terjadi di antara para sahabat itu kita harus diam *** dan pahala ijtihad kita tetapkan untuk mereka!
    Ha ha ha ha ketahuan kan kalau konsep keiadilan sahabat itu palsu dan bukan dari islam tapi buatan bani Umayyah dan kaum ahli bid’ah?!

  6. antum-antum ini, kalau disimak /dikaji dari segi redaksinya ataupun dari segi etika dsb. tidak mencerminkan seorang Muslim yang baik, bahkan melebihi komentar-komentar kaum Yahudi /yang non muslim lainnya. apalagi gayanya yang SOK MAHA TAHU dan sok pintar, padahal kita ini skrng hidup 1500 tahun dr zaman Rasul dan sahabatnya. dan apa untungnya dan pahalanya ? menjelekkan/menghina orang-oang terdahulu, kalau benar !,…… kalau salah antum kena dosa fitnah, Ingat hanya Allah yang Maha tahu.! manusia ini lemah dan lupa……! perbaiki dulu ibadah kita masing2, Zaman sekrng udah Zamam akhir pada edan, tapi jangan ikut edan.

  7. kita semua beribadah mencari keridhoan Allah, itu pasti…!, baik kaum sunni/ syiah, karena kita semua bakal mati, untuk itu mari kita semua lebih perdalam lagi kajian Ilmu agama kita jangan mudah puas dan merasa pintar sendiri, dan merasa bena sendiri, karena perbedan2 itu sudah ada pada ulama salaf kita pun, tapi bukan berarti harus / untuk mencaci pihak lain yang berbeda paham dengan kita, Yang nyata2 semuanya punya dasar hukumnya…………………insya Allah Rahman Rahim Allah berlaku, selama itikat dan niat kita beribadah dengan ilmunya yang maximal pada saat itu, dan terus gali …. tyerus gali lagi sampai pada akhirnya kita akan lebih BIJAK DAN BERSIKAP LEBIH SANTUN dalam menyikapi perbedaan itu.

  8. @fuad : Oke Saudaraku Salam Damai Juga

  9. bener juga yg dkatakn jatmiko. syi’ah msh dendam aje ma st a’isyah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: