Mengintip Kehidupan Rumah Tangga Nabi Saw. Untuk Tidak Dicontoh dan Ditiru! (II)

Mengintip Kehidupan Rumah Tangga Nabi Saw. Untuk Tidak Dicontoh dan Ditiru! (II)

Tidak berhenti di sini, para ulama kepercayaam Ahlusunnah seperti Imam agung mereka Bukhari dll meriwayatkan banyak hadis tentang protes istri-istri Nabi kerena beliau berlaku zalim terhadap para istri beliau selain Siti Aisyah… karenanya delegasi demi delegasi mereka utus untuk menekan Nabi saw agar menghentikan ketidak adilan dalam perlakuan terhadap mereka…. Kata ulama dan riwayat Ahluusnnah itu, para istri Nabi saw. meminta kaadilan kerena tentunya Nabi saw zalim terhadap mereka (wal iyadh billah).[1]

Setelah delegasi gagal menundukkan Nabi saw. untuk berlaku adil, seorang istri beliau yaitu Zainab bintu Jahsy mendatangi sendiri rumah Aisyah… saat itu Nabi saw. sedang bermesraan dan bercumbu dengan Aisyah dalam satu selimut (maaf, terpaksa kami mengutarakannya, karena memang demikian hadis Sunni melaporkannya). Zainab langsung mencaci maki Aisyah dan Aisyah pun terkejut sejenak dan tak tau apa yang harus ia kalukan, apakah membalasnya dengan caci-maki juga atau berdiam… setelah mendapat lampu hijau dari nabi saw. untuk membalasnya langsung Aisyah tidak menyia-nyiakan kesempatan itu… mencaci-maki Zainab (yang juga istri Nabi saw.) setelah tuntas ia mencaci-maki, Nabi memberikan penghargaan kepada Aisyah (istri terkasihnya) dengan memujinya… Aisyah kok dilawan! Dia anaknya Abu Bakar lho!

Anda pasti segera mencaci-maki saya dan mungkin juga menuduh kami menghina siti Aisyah! Tapi akan lebih baik jika Anda bersabar sejenak mengikuti dengan seksama laporan Imam Bukhari Anda di bawah ini!

Shahih Bukhari: Kitab al-Hibah, Bab Man Ahda Ila Shahibihi (barang siapa menghadiahkan kepada temannya..) , hadis nomer :2393.

.

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي أَخِي عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ نِسَاءَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُنَّ حِزْبَيْنِ فَحِزْبٌ فِيهِ عَائِشَةُ وَحَفْصَةُ وَصَفِيَّةُ وَسَوْدَةُ وَالْحِزْبُ الْآخَرُ أُمُّ سَلَمَةَ وَسَائِرُ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ الْمُسْلِمُونَ قَدْ عَلِمُوا حُبَّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَائِشَةَ فَإِذَا كَانَتْ عِنْدَ أَحَدِهِمْ هَدِيَّةٌ يُرِيدُ أَنْ يُهْدِيَهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَّرَهَا حَتَّى إِذَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِ عَائِشَةَ بَعَثَ صَاحِبُ الْهَدِيَّةِ بِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِ عَائِشَةَ فَكَلَّمَ حِزْبُ أُمِّ سَلَمَةَ فَقُلْنَ لَهَا كَلِّمِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكَلِّمُ النَّاسَ فَيَقُولُ مَنْ أَرَادَ أَنْ يُهْدِيَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً فَلْيُهْدِهِ إِلَيْهِ حَيْثُ كَانَ مِنْ بُيُوتِ نِسَائِهِ فَكَلَّمَتْهُ أُمُّ سَلَمَةَ بِمَا قُلْنَ فَلَمْ يَقُلْ لَهَا شَيْئًا فَسَأَلْنَهَا فَقَالَتْ مَا قَالَ لِي شَيْئًا فَقُلْنَ لَهَا فَكَلِّمِيهِ قَالَتْ فَكَلَّمَتْهُ حِينَ دَارَ إِلَيْهَا أَيْضًا فَلَمْ يَقُلْ لَهَا شَيْئًا فَسَأَلْنَهَا فَقَالَتْ مَا قَالَ لِي شَيْئًا فَقُلْنَ لَهَا كَلِّمِيهِ حَتَّى يُكَلِّمَكِ فَدَارَ إِلَيْهَا فَكَلَّمَتْهُ فَقَالَ لَهَا لَا تُؤْذِينِي فِي عَائِشَةَ فَإِنَّ الْوَحْيَ لَمْ يَأْتِنِي وَأَنَا فِي ثَوْبِ امْرَأَةٍ إِلَّا عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَالَتْ أَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مِنْ أَذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ثُمَّ إِنَّهُنَّ دَعَوْنَ فَاطِمَةَ بِنْتَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَرْسَلَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَقُولُ إِنَّ نِسَاءَكَ يَنْشُدْنَكَ اللَّهَ الْعَدْلَ فِي بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ فَكَلَّمَتْهُ فَقَالَ يَا بُنَيَّةُ أَلَا تُحِبِّينَ مَا أُحِبُّ قَالَتْ بَلَى فَرَجَعَتْ إِلَيْهِنَّ فَأَخْبَرَتْهُنَّ فَقُلْنَ ارْجِعِي إِلَيْهِ فَأَبَتْ أَنْ تَرْجِعَ فَأَرْسَلْنَ زَيْنَبَ بِنْتَ جَحْشٍ فَأَتَتْهُ فَأَغْلَظَتْ وَقَالَتْ إِنَّ نِسَاءَكَ يَنْشُدْنَكَ اللَّهَ الْعَدْلَ فِي بِنْتِ ابْنِ أَبِي قُحَافَةَ فَرَفَعَتْ صَوْتَهَا حَتَّى تَنَاوَلَتْ عَائِشَةَ وَهِيَ قَاعِدَةٌ فَسَبَّتْهَا حَتَّى إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَنْظُرُ إِلَى عَائِشَةَ هَلْ تَكَلَّمُ قَالَ فَتَكَلَّمَتْ عَائِشَةُ تَرُدُّ عَلَى زَيْنَبَ حَتَّى أَسْكَتَتْهَا قَالَتْ فَنَظَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى عَائِشَةَ وَقَالَ إِنَّهَا بِنْتُ أَبِي بَكْرٍ.

dari Hisyam ibn Urwah dari ayahnya dari Aisyah, ia bercerita, “Sesungguhnya para istri Rasulullah saw. terkelompokkan dalam dua kubu; kubu Aisyah, Hafshah, Shafiyah dan Saudah. Dan yang lainnya adalah kubu Ummu Salamah dan istri-istri yang lain. Dan kaum muslimin telah mengetahui kecintaan Rasulullah saw. kepada Aisyah, oleh karenanya apabila seseorang dari mereka ingin memberikan hadiah kepada Rasulullah saw. ia menundanya hingga giliran beliau di rumah Aisyah baru ia mengirimkannya di rumah Aisyah, maka kubu Umu Salamah berbicara kepadanya agar ia berbicara kepada Rasulullah saw. supaya beliau berbicara kepada orang-orang, “Barang siapa ingin menghadiahkan kepada Rasulullah saw. sebuah hadiah hendaknya menghadiahkan kepada beliau di manapun beliau berada dari rumah-rumah istri-istr beliau. Maka Ummu Salamah menyampaikan apa yang mereka katakana kepadanya dan Nabipun tidak menjawab sepatah katapun. Lalu mereka bertanya kepadanya, ‘Apa yang beliau katakan? Ummu Salamah menjawab, “Beliau tidak berkata apapun. Mereka berkata memintanya agar mangatakannya lagi kepada Nabi saw. dan sekali lagi beliau tidak menjawabnya dengan sepatah katapun. Dan untuk ketiga kalinya mereka meminta Ummu Salamah untuk berbicara kepada Nabi saw., dan ketika giliran beliau di rumah Ummu Salamah ia mengatakannya lagi maka Nabi saw. menjawabnya: “Jangan ganggu aku tentang Aisyah, sesungguhnya wahyu tidak datang kepadaku dan aku dalam selimut seorang wanita kecuali Aisyah. Ummu Salamah berkata, “Aku bertaubat kepada Allah dari menggangu Anda wahai Rasulullah”. Kemudian para istri Nabi saw. mengutus Fatimah- putri Rasulullah saw. untuk menemui Rasulullah, lalu ia meminta izin masuk dan ketika itu beliau sedang berbaring bersamaku dalam  selimutku, kemudian Nabi memberinya izin lalu Fatimah berkata: “Wahai Rasulullah ! Sesunggguhnya istri-istri Anda mengutus saya untuk menuntut perlakuan adil tentang sikap Anda terhadap putri Ibnu Abu Quhafah (Aisyah_pen). Aisyah berkata, ‘Dan saya diam.’ Kemudian Rasulullah saw. bersabda, ‘Hai putriku, bukankah kamu menyukai yang ayahmu sukai? Fatimah menjawab, ‘Ya.’ Nabi saw. melanjutkan, ‘Maka cintailah dia ini! Aisyah berkata, ‘Maka Fatimah-pun pulang dan menceritakan kepada mereka apa yang ia katakan dan apa yang dikatakaa Nabi. Mereka berkata, ‘Sepertinya kamu tidak berbuat apa-apa untuk kami, kembalilah kepada Rasulullah saw. dan katakan bahwa istri-istri Anda menuntut keadilah tentang putri Ibnu Abi Quhafah! Fatimah berkata, ‘Demi Allah saya tidak akan berbicara lagi kepada beliau sesuatu apapun tentang hal ini. Aisyah berkata, ‘Maka mereka mengutus Zainab binti Jahsy– istri Nabi saw. kemudian ia masuk dan berlaku kasar …. Aisyah berkata, ‘Maka ia meminta izin kepada Rasulullah saw. dan beliau bersama Aisyah dalam selimut lalu di izinkan untuknya, maka ia masuk dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya istri-istri Anda mengutusku untuk menuntut keadilah sikap tentang putri Ibnu Abi Quhafah.’ Aisyah berkata, ‘Kemudian ia mengangkat suaranya keras-keras dan mencaci-makiku  panjang lebar sementara saya duduk. Nabi saw., memandangku apakah aku akan menjawabnya. Maka Aisyah membalas caci-makinya dan Nabi saw. memandang Aisyah sambil berkata (memujunya), ‘Sesungguhnya ia anak Abu Bakar!’

.

Ibnu Jakfari berkata:

Kami sama sekali tidak keberatan jika kalian memuji  siti Aisyah bintu Abu Bakar walau dengan kepalsuan, tapi kami hanya meminta agar kalian menghormati kesucian Nabi mulai kami; para pengikut setia beliau dan keluarga sucinya! Hanya itu yang kami harap! Jika seluruh penghinaan itu di mata kalian bukan sebagai penghinaan maka kami bersedia mengajak kalian ke bengkel permak akal, mungkin di sana cara berpikir kalian dapat diperbaiki!

Apakah kalian menggambarkan Nabi mulia sehina itu, beliau berlaku zalim terhadap istri-istrinya karena sikapnya yang diluar kontrol akal dan kecintaanya terhadap Aisyah (yang kalian  gambarkan bahwa Nabi saw. begitu “tergila-gila” kepadanya!) sehingga para istri beliau yang lainnya tidak tahan dan meminta dengan cara-cara damai dan simpatik agar beliau segera meninggalkan perklakuan zalim itu dan segera bersikap adil… namun cara-cara diplomatik itu tidak membuahkan hasil… justru  kalian gambarkan Nabi saw. makin meningkatkan frekwensi kecintaannya dan keterpesonaannya kepada Aisyah dan meminta putri tercintanya Fatimah agar tidak ikut campur dalam urusan cinta-mencinta dan sikapnya yang miring kepada Aisyah istri idolanya!

Kami mengerti bahwa kalian sangat membutuhkan legalitas sanjungan atas  Aisyah untuk mengangkatnya setinggi mungkin, kami mengerti itu, tetapi apakah hal itu harus kalian lakukan dengan mengorbankan kehormatan dan kesucian Nabi mulia Muhammad saw.?!

Mengapa kalian menggambarkan Nabi mulia sedegil itu sehingga beliau tidak mau mendengar dan menerima apapun dari keluhan para istrinya yang tertindas oleh ketidak-adilan sikap beliau yang hanya miring kepada Aisyah saja, kendati delegasi demi delegasi diutus untuk memintanya berlaku adil!

Menagapa kalian menggambarkan kecintaan Nabi saw. kepada siiti Aisyah sedalam dan seberat itu, apakah karena beliau mengetahui dari balik tirai ghaib bahwa kelak Aisyah akan memerangi Ali menantunya dan akibat dari pemberontakan Aisyah itu ribuan atau bahkan puluhan ribu umat Islam terbunuh? Atau karena beliau mengatahui dari kabar ghaib bahwa kelak siti  Aisyah akan melarang cucu tercintanya dimakamkan bersama beliau di kamar suci beliau? Atau karena beliau tahu dari kabar Jibril bahwa kelak Aisyah yang akan membela agamanya dengan meminta kaum Muslimin membunuh Khalifa Utsman ibn Affân? Atau karena apa Allah a‘lam mungkin ulama Ahlusunnah juga a’lam!

Adegan Yang Tidak Pelru Ditiru!

Sumber hukum Islam adalah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw. Sunnah itu mencakup ucapan, tindakan dan taqrîr/pendiaman Nabi terhadap sebuah perbuatan yang dilakukan di hadapan beliau atau beliau ketahui. Nah, pertanyaannya sekarang akapah saling mencaci-maki antara dua istri yang saling berseteru itu dibolehkan dalam ajaran Islam? Jika melihat apa yang terjadi di kamar Nabi saw. antara Zainab dan Aisyah sepertinya hukum memcaci-maki itu boleh-boleh saja dalam Islam. Bahkan di anjurkan? Apakah begitu ustadz? Apakah begitu Syeikh? Apakah begitu Pak Kyai? Sebab Zainab mencaci-maki Aisyah di hadapan Nabi saw. dan Nabi saw. mendiamkan bahkan menyalakan lampu hijau agar Aisyah membalasnya!

Jadi termasuk sunnah (tentunya bagi Ahli-nya) adalah mengadu domba para istri! Termasuk sunnah pula menikmati pertengkaran para istri! Dan terakhir termasuk sunnah Nabi yang harus segera ditiru secara harfiyah (jangan ada yang teledor dalam menjalankannya) adalah menzalimi para istri selain yang cantik dan menawan!

Bukankah begitu sobat Sunniku?

Demi Allah hadis-hadis penghinaan Nabi seperti ini yang menjadikan kami hijrah dari mazhab Sunni dan masuk agama Alllah yang dibawa Ahlulbait Nabi as. Jadi ma’afkan dan jangan salahkan kami karena kami menggunakan akal sehat anugerah Allah yang berakhir dengan menunukan hidayah Allah SWT, seperti janji-Nya dalam Al Qur’an!

Adapun kalian, itu terserah kalian, kami tidak akan memaksa kalian untuk mengikuti hidayah yang telah kami temukan dengan anugerah Allah. Karena kami percaya dengan kebebasan berakidah dan berpendapat. Biar nanti Allah yang mengadili kita ketika Allah memndatangkan seluruh umat manusia dengan dikawal oleh imam-imam mereka masing-masing…. Kami berbanggga karena kami akan dikawal Ali ibn Abi Thalib dan sebelas Imam dari ketrunan beliau  sebagai imam-imam kami… Adapaun kalian entah siapa yang akan mengawal kalian/ Imam Bukhari (yang banyak meriwayatkan hadis-hadis yang menghinakan Nabi)?

Atau Imam Ibnu Taimiyah yang bangga menampakkan kebenciannnya kepada Nabi dan keluarga sucinya?

Atau Imam Yazid ibn Mu’awiyah yang membantai Imam Husain dan keluarga suci serta pengikut setianya? Atau siapa? Kami tidak tau, tapi Anda (yang Sunni… yang Salafi/Wahhâbi) pasti tau siapa imam yang kalian banggakan! Yang jelas bukan Ali dan para imam dari keturunan Nabi saw.!

Wassalam atas yang mengikuti keberanan sejati Allah!


[1] Tentang protes mereka akan kami bahas nanti insya Allah dalam artikel khusus. Nantikan!

29 Tanggapan

  1. Terima kasih diatas penulisan diatas. Saya sama sekali tidak termakan akal bahawa sifat Rasullah kita bagitu. Bukan kah dia maksum? Jika kita katakan dan terima dia sebagai maksum, tidak munkin ketidakadilan itu berlaku, seolah olah Allah juga membenarkan kezaliman. Mana munkin…Allah berlaku zalim. Inilah hasil nukilan Bukhari yang tidak teliti dan tidak menggunakan akal yang sehat. Umat Islam bertambah bercelaru tambahan pula ramai ulamak2 jahat dgn tujuan masing diakhir zaman ini.

  2. Lagi2 persepsiku/anggapanku tentang syiah, semakin diikuti kedalamnya dengan mengikuti berbagai taklimnya, dan skrg berusaha membacanya forum-forum seperti ini, semakin…….
    Kesimpulan sementara saya : bahwa faham-faham sempal- an yang sekarang banyak bermunculan, berinduk pada faham syiah, kenapa demikian ? ada ciri khasnya, yaitu :
    – Mengorek-ngorek dalil-dalil yang bersifat mutasabihat…..dgn tafsir yang bersifat subyetif kelompoknya, bahkan terlampou mengada-ada dan………………………………………………………….
    – Dalil-dalilnya berbau propokatif dan dimungkinkan berbau fitnah, lantaran dendam pihak ketiga dimasa awal islam sepeninggalnya Rosul.(tampilnya tokoh Abdullah bin Saba.)
    – Meneriakan : bahwa kaum suni (yg mayoritas) selalu memprovokasi kaum siah,…………padahal sebaliknya.
    – Takiah salah satu ciri faham minoritas pada awalnya, se lanjutnya dakhwah yang yang gemar membuka aib-aib faham lain . yang belum mutlak kebenarannya.
    – Diasumsikan bermuka dua dengan kaum Zionis, seperti tragedi Gaza di palerstina, di Irak, Afganistan, dll.
    – Terlampau Arogan dalam mengkleim kebenaran dgn dalil-dalil dari pihaknya

    • wah mas jatmika, ini kan riwayat yg diambil dr kitab SHAHIH BUKHARI (tershahih setelah Al Qur’an kt mayoritas ulama)… kl mau marah jgn ke syiah, ya ke org yg memasukkan riwayat ini ke kitab shahihnya lah.. walah dia lg dibawa2, Abdullah bin Saba bin siapa lg mas, nasabnya tolong dibeberkan kl bener exist itu org..

  3. Alhamdulillah hadis diatas diriwayatkan oleh Bukhari, kalo itu diriwayatkan oleh perawi syi’ah maka sumpah serapah, laknat dan segalanya akan diarahkan kepada syi’ah

    tapi aneh bin ajaib KARENA HADIS DIATAS DIRIWAYATKAN OLEH BUKHARI WALAUPUN ITU HADIS PENGHINAAN YANG SANGAT-SANGAT LUAR BIASA TERHADAP NABI SAW, ISTRI BELIAU, DAN KELUARGA BELIAU SERTA MENYAKITI HATI UMAT BELIAU…..

    namun DEMI UNTUK MENJAGA KEBESARAN NAMA BUKHARI MAKA BUKHARI DAN HADISNYA HARUS LEBIH DIBELA KETIMBANG MEMBELA KEHORMATAN NABI MULYA SAW… !!

    lagi-lagi nanti pembela bukhari akan mengatakan itu sih hal biasa bukankah Rasulullah saw manusia biasa?

    MEREKA LUPA BAHWA NABI SAW ADALAH MANUSIA LUAR BIASA SEMENTARA BUKHARI LAH YANG MANUSIA BIASA YANG TIDAK LEPAS DARI SALAH, KHILAF DAN DOSA

    terimakasih ustad jakfari anda telah mengungkap hal ini, semoga orang-orang yang masih sehat akal dan pikirannya bisa merenungkan hal ini…!!

  4. Gua ga rela Nabi gua Muhammad dihina oleh Bukhari seperti ini …
    Hadits ini harus dimusnahkan …

  5. Hadits ini,bukan dari Bukhari,tapi hadits israiliyat.

  6. @jatmika
    kamu orang waras?

    jawab saja artikel di atas dengan argumen bila anda tidak setuju….

    maaf, saya sudah bosan baca tulisan sampah model anda.

  7. SALAM,
    TIDAKKAH TIDAK MEMPERCAYAI RASUL DAN SIFATNYAKELUAR DARI IMAN.? LALU BAGAIMANA TIDAK MENCINTAINYA? USAH KITA NODA SEJAHTERA KITA, TAKUT BENCI ALLAH. MAKSUM RASUL KITA TU. KITA BELAJAR DULU HAKIKATNYA MAKSOM. ADE AKAL KITA GUNA DALAM MENCARI. MUJAHID TU BYK CABARANNYA, LEBIH GETIR DR BERPERANG.
    AYUH KITA PERBAIKI IMAN, DAN TAQWA. FITNAH KITA JAUHI, TEWAS MUSUH UTAMA KITAKAN.

  8. heran ya suni kalau nabinya dihina mereka diam seribu bahasa, tapi kalau umar atau abu bakr muawiyah, abu hurairah atau salabat lainnya disebutkan riwayat nyata tentang mereka eh malah langsung bangkit semangat membela dan langsung juga menyerang syi’ah!!!
    Itu kan riwayat kalian sunni sendiri????!!!!
    mikir donk!!!!!!!!!!!!!

  9. lihat si goblok salim bin umar bin khothob seenak kebodohannya mengatakan itu bukan hadis Bukhari tapi isrioliyat!!!
    Dasar jahil kalau sudah kepepet pasti makin kelihatan jahilnya!!!!!
    Jangan buat malu suni yang lainnya dol!

    • SEBAIKNYA JANGAN SALING MENGHINA. CUMA ALLAH YANg
      TW ANDA DISURGA ATAU NERAKA. BUKANKAH KITA MUSLIM BERSAUDARA. SADARLAH KAWAN

  10. Sungguh kita umat islam harus serius menyucikan Nabi kita saw. dan meneliti kembali warisan ulama yang selama ini kita sakralkan…
    terima kasih untuk ustadz Jakfari atas pencerahannya… terus tulis artikel seperti ini bagus untu pencerahan dan membuka pikiran jumud sebagian umat islam di Indonesia ini.

  11. smua syiah kafir……..!!!

    Ibnu Jakfari:

    Trus kalau mau masuk Islam lagi ginama caranya?

  12. Hai irwan… kalau kuwalahan bantah dalil pak jakfari ndak usah sters.. minum aja nabidz (miras unggulan khalifah ente)..
    yang kafir itu orang yang sengaja menghina Nabi Muhammad SAW.

  13. Lgi2 aswaja yg dtuduh ma cakpari. Lo kita tidak contoh peri laku nabi saw kita harus contoh siapa? harus ikut kamu tukang tipu n mecaci orang lain. ALLAH MENJAMIN IKUTI NABI SAW BERARTI JGA IKUTI ALLAH SWT. MENENTANG NABI JGA MENENTNG ALLAH SWT

  14. @ irawan
    kalau argumen yang dewasa dongg….
    dari cara lu komen kayaknya lu takut kalau makin hari makin banyak orang yang hijrah dari mazhab Sunni dan masuk agama Alllah yang dibawa Ahlulbait Nabi as… Berpikirlah dan renungkanlah apakah golongan yang mengikuti Nabi as. dan Ahlulbaitnya termasuk golongan yang sesat atau kafir seperti yang anda katakan???

  15. Emmh…justru hadist-hadist seperti inilah yang membuka mata hatiku, akal sehatku.., membuat aku menjadi orang yang kritis menerima informasi..
    Membuat aku menjadi orang yg memp semangat tinggi yg menggebu-gebu untuk memburu kitab2 standar Ahlussunnah sbg bahan untuk berpikir (yg dulunya ga pernah disentuh)..madzhab mana yang benar..dan mana yang salah..
    Titik terang sudah aku dapatkan..
    Kini aku terus memperdalam pengetahuanku untuk kebenaran..melalui situs2 seperti ini…
    Terima kasih Jakfari..terima kasih..
    Mohon maafku..krn selama ini aku copy paste print out tanpa ijin..
    salam,

  16. Syukron Ustadz, alhamdulillah disini masih banyak orang2 yang mencintai Nabi Muhammad Saw dengan menjaga kecusiannya membuat hatiku yang tadinya sempat teriris menjadi terobati, Syukron ikhwan wa akhwat

    @Iskandar: dari komen antum, antum sepertinya hanya membaca judulnya saja. afwan low ana salah

  17. syiah memang kafir

    buktinya

    mengkafirkan sahabat nabi,
    mengatakan alqur’an palsu

    mau bukti masi banyak lagi lo

    intinya syiah harus diperangi sampai ke akar2 nya
    biar ga merusak umat islam

  18. Ya… itu hanyalah “salah satu” alasan kami murtad.

  19. @Ibnu Jakfari

    Saya haturkan banyak terima kasih antum telah menyajikan hadis-hadis palsu yang menghinakan dan melecehkan Nabi saw yang suci..

    Saya tidak bisa membayangkan kepada umat Islam (apapun mazhabnya) yang menerima hadis-hadis penghinaan seperti ini.

    Apakah mereka tidak sadar atau tolol bahwa hadis-hadis seperti ini adalah senjata musuh2 islam untuk menghinakan Nabi saw dan umatnya…

    kenapa mereka ribut jika situs2 kafir menghinakan Nabi saw dengan dasar hadis-hadis seperti ini yang ada di kitab2 hadis kita seperti bukhari dll nya sementara kita menshahihkannya?

    kenapa kita ribut dengan salman rusdi yg mengutip hadis-hadis seperti ini?

    kenapa kita ribut dengan situs faith freedom yang mengutip hadis-hadis seperti ini? toh kita mempercayainya (menshahikannya)?

    Buat Ustad Ibnu Jakfari tolong hadis2 palsu seperti ini diungkap terus sebagai bab tersendiri… terutama yang ada di kitab bukhari – muslim!

    Barakallahu fiikum

  20. No koment… Ana blm yakin berita mcam ini.. Ana takut ini cm saling fitnah.. Yg jelas bgi ana, smua muslim adlah sdra ana. Ingatlah wahai sdr.. Zaman skrg byk fitnah dmana2..

    Ibnu Jakfari:

    Itu hal hak Anda… saya juga senang. tapi jangan berhenti mencari kepastian.. cek dan tabayyunlah! Semua sudah tercantur dalam artikel saya!

  21. ja’fari to hadiskn menurut fahan anda pribadi yg hanya menggunakan akal. coba dcek lg syarah bukhari na. kan msh bnyk…wassalam

  22. wah ati2 emang ini lah tanda2 akhir zaman ..apa yg kita ucapkan dan kita amal kan pasti ada balasan ya..kalau emang itu baik mudah2an allah kasih keberkahan pd keluarga nt,tp kalau itu salah biar allah timpakan azab dan laknat buat nt…udah jangan d ribut kan mendingan ikut in kata hati dan datengin guru2 yg nazabya brsambung ke rosululah insya allah slamat dunia akherat.

  23. kasian ya orang syiah itu, sudah jeLas2 sesat. kuLLu bid’atin dhoLaLah wa kuLLu dhoLaLatin fin naar. setiap yang bid’ah itu sesat dan setiap yang sesat itu masuk neraka.
    rukun imannya beda, tata cara shaLatnya beda, bacaan shaLatnya beda, adzannya beda. dimana nya yang bisa dibiLang syiah termasuk isLam?? sama sekaLi tidak ada.

    Lihatlah ada pernyataan seperti ini dalam kitab rujukan syiah :
    “Para imam dari Ahlul Bait lbh utama daripada para nabi” (al-Syiah fi ‘Aqaidihim, 73).

    “Imam wajib terjaga (ma’sum) dari keliru dan dosa sebagaimana Nabi” (Aslu al-Syiah wa Ushuluha, 59)

    haLLo, “Lebih utama daripada para Nabi” ?? yang bener aje bung syiah

    haLLo, “ma’sum sebagaimana Nabi” ?? karangan siapa bung syiah

    Ali bin Abi Thalib r.a saja saLing memuLiakan para sahabat Nabi..
    Ali bin Abi Thalib r.a saja tidak pernah protes terhadap pengangkatan Abu Bakar r.a, Umar r.a, Utsman r.a sbg khaLifah..
    Ali bin Abi Thalib r.a saja tidak pernah protes terhadap pembukuan Al-Quran..

    trus apa aLasan syiah mencaci sahabat Nabi?? Lha Ali bin Abi Thalib aja enggak menceLa para sahabat.. ga habis pikir

    kaLian orang syiah pake Al-Quran mushaf siapa?? bukan mushaf Utsmani ya..wah jangan2 ga pny mushaf y..kasian ya

    • tabliqh akbar, pengajian seminggu sekali dan pembagian tauhid ala wahabi menjadi 3 yaitu uluhiyah, rububiyah asma wa sifat itu juga bid’ah bos. karena ketigannya tak pernah dikatakan, dilakukan, dan diperintahkan nabi saw, sahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in. BERARTI WAHABI MELAKUKAN BID’AH DONG. ATAU AHLUL BID’AH DAN AHLUL SESAT DONG. HEHEHEHEHE.

      tentang ali tdk protes kpd khalifah abu bakar itu kalo ente dengar dan baca buku atau kitab yg disuruh syeikh2 atau ustad reguler antum saja. makanya antum tidak maju2 dan taqlid buta terus.

      om google aja tahu imam ali as protes dan tdk mau bait walaupun diancam dgn pedang. masak ente yg punya akal kalah dgn om google. heheheheheh

      ndak percaya tanya om google ttg masalah fadak. pasti ketemu. malah syeikh2 kebanggaanmu yg meriwayatkannya seperti bukhari, muslim ahmad dll.

      hari gini masih TAQLID BUTA SAMA SYEIKH BANI SAUD…ckckckckckc .

      lebih baik kau bantah saja tulisan diatas jika kau punya ilmu jangan mengalihkan topik sbg tanda antum tak mampu or hujjah wahabi sdh bangkrut

  24. cerita palsu ato nabinya? DAMAILAH & BERKASIH SAYANGLAH SODARAKU Tuhan memberkatimu

  25. […] Mengintip Kehidupan Rumah Tangga Nabi Saw. Untuk Tidak Dicontoh dan Ditiru! (II) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: